Author's Note : hallo minna-san.. ^-^ ini chap terakhir, hahaha, maaf kalo kesannya ingin terburu-buru untuk mengakhirinya, habisnya bila tidak ditamatkan mungkin saya akan terkena WB. Akhir-akhir ini WB merajalela. Saya ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada; chikara kyoshiro, Aoi no Tsuki, Syifa, miku oniki, NaruEIs, SarangHAEREI, Gambar Ohno aka Mafico, Hitomi Mi chan, yovphcutez, dan Kaoru itu POWER RANGER XD. Terimakasih juga kepada para pembaca yang setia membaca fic saya.
Disclaimer: Masashi Kishimoto, terimakasih sebanyak-banyaknya karena telah membuat cerita dan anime sekeren Naruto.
Rate : T
Pair ing : SasuNaru
FUGITIVE
Last Chapter = Last Pursuit
Di tempat lembab itu, dua orang remaja sedang bersiaga, matanya dengan teliti melihat setiap sudut hutan yang ada di luar sana.
"Kita harus pergi kemana, Teme?" Tanya Naruto tanpa melihat Sasuke karena dia sedang waspada dengan sekelilingnya.
"Benar, jika kita tetap disini, anjing pelacak akan menemukan kita, kita pergi pun harus tetap berhati-hati." Sasuke berkata serius. Ia berdiam diri, dan berpikir. Matanya tajam, sepertinya ia agak kesulitan dalam hal ini.
"Dobe," panggil Sasuke. Dan Naruto pun berbalik mengahadap Sasuke.
"Ada apa Teme?" Naruto memandang heran Sasuke.
"Er.. apa ada negara yang ramai dengan orang-orang dan dekat dengan tempat dimana kita berada sekarang ini, Dobe?" Tanya Sasuke. Dan seketika mata Naruto menjadi terang.
"Teme, festival di Kusagakure, semua para petinggi negara diundang Teme, kita menyelundup pun tak akan ketahuan, Teme." Ujar Naruto yang tumben sekali bisa berpikir dengan encernya.
"Pintar." Ujar Sasuke dengan seringai di bibirnya. "Kita sangat membutuhkan itu Dobe, setidaknya biarkan kita selamat dulu dari para anbu itu untuk sementara."
"Tapi Teme, yang datang kesana terdiri dari pasangan-pasangan, Teme." Naruto terlihat kecewa dengan hal itu. Ia mendesis dan lebih memilih untuk kembali bersiaga.
"Kenapa tidak, Dobe? Kita bisa, kita ini ninja Dobe, kau lupa akan hal itu ya?" Tanya Sasuke, Naruto pun kembali memperhatikan Sasuke. Sasuke tersenyum, dan senyum itu sangat tidak menyenangkan di hati Naruto.
'Aku harap semuanya akan baik-baik saja.' Gumam Naruto di dalam hatinya.
"Kau berubah saja jadi perempuan, dan aku pasanganmu, Dobe."
CTAARRR
Entah mengapa mendadak di belakang Naruto ada petir menyambar dengan sangat cepat dan berisik. Sasuke memundurkan tubuh dirinya untuk lebih jauh dengan Naruto. Ia tak tahu Naruto akan semarah ini.
"Teme… Teme…." Bagai zombie kedua tangan Naruto terangkat dan bergerak-gerak untuk menyentuh bahu Sasuke, mata Naruto sudah tak bisa digambarkan lagi saking mengerikannya(atau memang authornya saja yang terlalu malas untuk mendeskripsikannya/plakk).
Sasuke horror, ia hanya bisa memandang Naruto kaku. Naruto berhasil menyentuh bahu Sasuke dengan kedua tangannya, dan aku tak yakin wajah Sasuke saat ini akan disukai para wanita, bahkan aku lebih yakin para wanita akan kabur melihatnya.(poor.. Sasuke)
"Teme, mengapa tidak kau saja yang jadi perempuan, Teme… mengapa harus aku Teme…." Ucap Naruto dengan nada yang aku yakin kau pun akan takut mendengarnya.
Mulut Sasuke terbuka sedikit demi sedikit.
"Dobe, kalau kau jadi perempuan, aku janji akan mentraktirmu ramen sepuasnya."
Seketika mata Naruto berbinar, mulutnya hendak mengeluarkan air liur. "Benarkah, Teme?"
Sasuke hanya bisa menghela napas berat. 'Dia seperti rubah saja. Yang diberi makanan langsung menuruti perintah majikannya.' (maksudmu anjing? Rubah itu tak ada yang menurut Sasuke.)
.
.
YK
.
.
Di gedung itu semua tampak megah, hiasan berupa kristal-kristal di dinding berkelap-kelip, semua meja dan pernak-perniknya dipenuhi ukiran yang rumit namun indah, gorden berwarna gold dan aku yakin dijahit oleh benang emas itu tampak di setiap jendela yang sangat besar. Lampu yang berbentuk mewah ada di setiap ruangan. Aku yakin jika kau kesana kau pasti akan terpaku oleh kemewahannya.
Semua yang datang kesana memakai gaun dan jas, yang datang kesana pastilah orang-orang yang mempunyai tingkat kesopanan yang sangat tinggi.
Semua wanita terlihat anggun, semua pria terlihat berwibawa.
Nah, sekarang mari kita lihat ke arah gerbang. Sebuah kereta kuda mewah berhenti tepat disana. Seorang lelaki turun dari sana, lelaki itu sangat tampan, ia memakai jas hitam yang terlihat mewah dan cocok di tubuhnya, rambutnya hitam seperti pantat ayam, walau begitu, mungkin tak akan ada yang mencurigainya sebagai Uchiha Sasuke, mungkin.
Setelah lelaki tampan itu, seorang wanita bergaun terlihat masih berada di kereta itu. Dan ia sangat cantik, tapi wajahnya menyeramkan. Baiklah, ia cantik malah sangat cantik, namun ia tak tersenyum, ia cemberut, dan itu membuat ia semakin cantik.
Lelaki yang tampan itu menawarkan tangannya kepada wanita cantik itu, dan tanpa menunggu, wanita itu langsung menyambut tangan lelaki tampan itu. Wanita itu turun dari kereta kuda dengan anggunnya. Kini kita bisa melihat penampilan seluruhnya dari sang wanita.
Wanita itu berambut lurus pirang panjang, separuh rambut bagian atasnya di ikat dan ditata di pinggir dengan ikatan yang mewah dan penataan rambut yang bagus.
Gaunnya pun terlihat cocok dan memberi kesan anggun pada pemakainya. Gaun itu berwarna orange berkelap-kelip emas, lengannya sedikit bergelembung dan panjang hingga pergelangan tangan wanita itu, di leher wanita itu ada sebuah kalung mewah berukir rumit dan indah. Tak hanya itu, pada bagian kerahnya, kerahnya seperti baju kemeja, sedikit lebih besar dan berkesan fashionable. Jika kita lihat bagian roknya, rok itu pendek, hanya sampai di atas lutut wanita itu, sehingga kakinya yang jenjang itu terlihat sangat indah. Pada bagian bawah rok itu ada renda mewah berwarna emas. Semuanya terlihat sangat anggun, apalagi sepatu yang dipakai wanita itu tak kalah fashionablenya dengan kerah gaun itu. Sepatu itu berhak tinggi, berwarna orange, dan berhiaskan bunga mawar di bagian luar sepatu itu, mawar itu berwarna senada dengan gaun, dan dihiasi bercak-bercak emas.(wow, author pingin sekali semua barang yang dipakai oleh wanita itu XDD)
"Kau sangat cantik, Dobe." Goda Sasuke. Sasuke mencium mulut wanita itu singkat. Naruto hanya bisa terpaku, dan membiarkan wajahnya menjadi merah. Tapi Naruto tak mau diam saja diperlakukan seperti itu, Naruto pun meninju perut Sasuke dengan kekuatannya.
" AWW!" pekik Sasuke. Sasuke mengelus perutnya dan berdecak. "Kau keterlaluan, Dobe."
"Kita masuk saja, Teme." Naruto, tanpa memperdulikan makian-maikan dari mulut Sasuke, ia menarik tangan Sasuke dengan tangannya menuju pintu utama gedung itu.
Mereka berdua membungkukkan diri kepada penjaga pintu, penjaga pintu itu nampaknya sangat terpana dengan penampilan Naruto. Ia tak berhenti memandangi Naruto sampai Sasuke yang tak mau Naruto disukai orang lain menghalangi pandangan penjaga pintu itu terhadap Naruto.
Ketika mereka berdua memasuki gedung, mereka menjadi pusat perhatian semua orang, hampir semua wanita mengagumi ketampanan Sasuke, dan iri akan adanya Naruto disamping Sasuke. Dan hampir semua lelaki tergila-gila dengan Naruto, dan iri dengan Sasuke. Begitulah.
"Sssttt…" Naruto berbisik ke telinga Sasuke, "Kita diperhatikan, apa kita salah kostum Teme?" Tanya Naruto dalam bisikannya.
"Entahlah, yang pasti kita tak salah kostum, Dobe. Mungkin mereka tertarik dengan ketampananku." Ujar Sasuke dalam bisikan, dan entah sejak kapan Sasuke berubah menjadi senarsis itu, walau pada nyatanya memang Sasuke berkata benar.
Naruto tidak berkomentar apapun, tepatnya ia malas untuk berkomentar. Akhirnya setelah beberapa menit kedepan, mereka tak lagi jadi pusat perhatian. Mereka pun mengobrol sambil minum di pojok gedung.
"Teme, aku heran, darimana kau dapat kereta kuda mewah itu?" Tanya Naruto yang menampakan keheranannya, membuat wajah Sasuke memerah, karena dengan wajah itu, Naruto terlihat sangat imut dan cantik.
"Err… aku sebenarnya lihat kereta itu tak jauh dari gedung ini. Mungkin kereta itu punya seseorang disini, aku sewa saja." Jawab Sasuke lalu meminum minuman yang ada di tangannya.
"Lalu," Sasuke menyimpan kembali gelas itu di meja, "Aku yakin ini bukan festival, Naruto."
"Hmm.. iyaa.. ini sebenarnya pesta ulang tahun Kusagakure, tapi karena akan banyak pertunjukkan aku sebut saja sebagai festival." Jawab Naruto cuek. Sasuke memutar bola matanya.
"Eww, dasar kau ini, sembarangan saja sebut event-event orang."
Naruto lagi-lagi tak mempedulikan perkataan Sasuke, ia lebih memilih untuk melihat orang-orang yang hadir di pesta(atau menurut Naruto festival) itu. Ia kembali melihat Sasuke, lalu menarik-narik baju Sasuke. Sasuke pun menoleh kea rah Naruto.
"Ada apa, Dobe?" Sasuke menaikan satu alisnya.
"Entahlah, mungkin perasaanku saja, tapi ada beberapa orang yang sangat familiar Teme." Ujar Naruto sambil melirik orang-orang yang hadir di pesta itu.
"Itu hanya perasaanmu saja, Dobe." Sasuke berkata dengan naifnya. Naruto hanya mengangkat bahu.
Tiba-tiba saja mereka berdua melihat orang-orang yang berprilaku aneh, orang-orang itu seperti sedang mencari seseorang. Naruto dan Sasuke saling memandang dan langsung berlari untuk menghindari orang-orang itu. Orang-orang yang berprilaku aneh itu langsung menyadarinya, dan menunjuk arah Naruto dan Sasuke.
"Itu mereka, tangkap mereka!" ujar salah satu dari mereka.
"Oh, shit. Itu gara-gara kamu, Dobe. Reaksimu itu yang membuat mereka curiga." Ujar Sasuke ditengah larinya.
"Memangnya kau tidak,Teme." Naruto memajukan mulutnya sebagai tanda kesal.
"Itu karena spontanitas, Dobe." Ujar Sasuke sambil nyengir.
"Begitupun denganku, Teme."
Mereka terus berlari, sampai akhirnya mereka menemukan sebuah koridor dengan banyak pintu di pinggir-pinggirnya.
"Ini pasti kamar, Teme." Sasuke hanya mengangguk. Dan segera saja mereka berdua memasuki salah satu kamar yang ada disana.
Orang-orang itu tiba di koridor, ada banyak pintu yang memungkinkan bagi kedua buronan itu untuk bersembunyi. Semua pun mengangguk untuk mencari secara pisah.
Sementara itu di ruangan gelap, Naruto dan Sasuke tak bisa diam.
"Aww, sakit Teme, kau menginjak kakiku." Pekik Naruto.
"Ah, maaf Dobe." Ujar Sasuke merasa bersalah.
"Aww, kau jangan dorong-dorong Teme." Jerit Naruto.
"Ini sempit Dobe, UGH! Kau menginjak kakiku dengan sepatu sialmu itu Dobe!" Teriak sasuke.
"Maaf Teme, biar aku copot sepatu ini."
Sementara itu seseorang yang berada di kamar itu mendengar suara di arah lemari. Pria itu tersenyum kemenangan, ia pun membuka lemari itu dan..
DUAKKK
Sepatu Naruto dengan suksesnya mengenai kepala pria itu.
"Hahaha, rasain tuh sepatu." Naruto maupun Sasuke tertawa sambil keluar dari lemari, dan langsung berlari ke luar kamar kemudian melesat ke ruang utama; dimana para tamu undangan sedang menikmati pertunjukkan-pertunjukkan yang dipertontonkan.
Orang-orang itu tanpa menyia-nyiakan waktu mengejar buronan itu.
Semua para tamu undangan memandang Naruto dan Sasuke yang berlari-lari dengan heran, tapi Naruto maupun Sasuke tak mau memperhatikan itu. Hingga mereka keluar gedung itu dan berhenti di tengah jalan, mereka terpaku, mereka melihat banyak sekali anbu yang menghalangi jalannya.
Naruto dan Sasuke berniat untuk berlari ke arah yang lain, namun disana, orang-orang yang mengejarnya tadi sudah memblock jalan itu.
Naruto dan Sasuke terkepung.
Naruto terjatuh ke tanah, ia tak dapat mempercayai ini. Apakah ini akhir hidupnya? Ia bahkan tak tahu. Tak lama setelah itu, Hokage ke tiga datang dan diam di depan anbu-anbu itu.
"Hokage-sama…" gumam Sasuke.
"Maafkan aku Naruto, tapi ini demi Konoha." Ujar Hokage itu.
"Tapi tidak begini caranya, Hokage-sama!" bentak Sasuke.
"Iya. Aku setuju dengan itu Hokage-sama." Ujar seseorang yang tiba-tiba ada di depan Naruto dan Sasuke.
"Aku juga."
"Aku juga."
"Aku juga."
Orang-orang berdatangan di hadapan Naruto dan Sasuke ada yang memakai gaun ada yang memakai jas. Orang-orang itu sangat familiar, dan kini Naruto tahu, mereka adalah teman-teman Naruto di Konoha, Sakura dan teman-teman lainnya melindunginya dan membelanya.
"Kami tidak ingin kehilangan Naruto, Hokage-sama.."
"Kami semua membutuhkannya Hokage-sama…"
"Kami tidak ingin Naruto mati hanya gara-gara ini.."
Sakura, Ino, Shikamaru, Neji, Lee, Hinata, Kiba, Shino, Choji, Tenten, alias semuanya merentangkan tangannya. Bahkan Sakura, Ino, Tenten, dan Hinata menangis.
"Kami mohon Hokage-sama.. jangan bunuh Naruto. Naruto sangat berharga,.."
Hati Naruto ada yang menyerang, ia merasakan sakit yang sangat. Naruto tak dapat menyembunyikan air mataya, maka ia menangis.
'Aku berharga…' ujar Naruto dalam hati. 'Aku berharga… aku berharga… aku berharga…' Naruto terus mengucapkannya, ia senang mendengarnya, sangat senang. Apakah ini tangis karena bahagia?
Hokage itu terpaku, kemudian ia mengisyaratkan kepada anbu untuk bersikap biasa dari mode siaga.
Hokage itu pun tersenyum lembut, "Jika begitu, Aku tak akan membunuh Naruto, mulai saat ini Kita semua akan melindungi Naruto."
Semua langsung bersorak-sorak senang, para wanita menangis bahagia, para lelaki tersenyum bahagia. Naruto masih tak percaya dengan ini, semua akan melindunginya, ia berharga.
Naruto menyunggingkan senyumnya di tengah tangis bahagianya.
End of Story
Omake 1
"Hah, kalian berpacaran?" Sakura dan Ino terkaget dengan wajah horror.
"Menurut kalian?" Sasuke malah menjilati leher Naruto dengan sangat menggoda.
"!" jerit Sakura dan Ino.
Sementara itu, ada seorang gadis remaja berambut hitam yang menguping dan melihatnya, air matanya pun keluar dengan perlahan.
"Naruto…"
Omake 2
"Hey, kalian kan pergi ke pesta itu, sedangkan untuk menghadirinya harus sepasang kekasih, bagaimana kalian bisa masuk?" Tanya Naruto heran.
"Errr…. Kalau Tenten sih dengan Neji, Ino dengan Shikamaru, Hinata dengan Shino, kalau aku sih dengan anjingku ini, Akamaru ini kuubah menjadi perempuan. Kalau soal Lee dan Choji… mereka berpasangan, aku juga pingin ketawa, yang kurus dengan yang EhemGendutEhem." Kiba berdehem dengan menyembunyikan tawanya.
"EHEM!" seseorang berbadan besar datang dari pintu dengan wajah yang menakutkan, hingga matanya pun tak terlihat, hanya banyangan hitam yang bisa ditangkap oleh mata Naruto dan Kiba.
"Kabuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrrr…..!"
Omake 3
"Akh… aku kenyang Teme, terimakasih traktirannya." Ujar Naruto sambil menepuk-nepuk perutnya.
"Sama-sama, Dobe. Aku harap kau senang." Ujar Sasuke dengan wajah sangat kesal sambil mengeluarkan uang dari dompetnya dengan kesal pula.
Di meja itu menumpuk banyak sekali mangkok kotor bekas ramen. Jika diitung mungkin sekitar 15an mangkok . (sebesar apa perut Naruto?)
END
Author's Note : aaaa….. akhirnya beres juga… saya sempat ragu bisa menyelesaikannya atau tidak, tapi karena tekad yang kuat dan semangat yang berkobar-kobar –halah- akibat anda telah mereview fic saya, saya berhasil menuntaskannya.
Mohon di review, review anda sangat membantu saya untuk bersemangat membuat fic yang baru. ^-^
Sekian dari saya dan terimakasih(seperti pidato saja) =w=;
Review please?
