Hai minna-san tachi! Sorry ya lama update T^T Ya' tanpa basa-basi lgi, Author bales Review dlu~

~Pidachan99

Gpp, yg penting dah ripiw ^-^ Klu di ganti...rasanya lucu dech kalau adik team Nashi. Jadi, Team Nashi aja, soalnya kan masih ada hubungan darah ma Nashi #Nyari alasan aja lu -u-"
Sakaki umurnya 9 tahun. 21 November dia bkl 10 tahun.

~ErinMizuMizuna-chan

Hehehe, thanks~! (Sakaki: Bisa jadi :v) yg penting rambut Lorenzt warna putih. Ya, gak nyadar ane jga (yg bkn kan lo-_-") Regretnya lgi pacaran sama Nashi-3- #DIPENGGAL REGRET

Okeh, langsung ajah kitah ke Chap 3~!

Team Nashi: Otanjoubi Omedetou

Rated: T

Pairing: Sakaki x Vivi alias SakaVi

Disclaimer: Manusia pastinya lah~! #JGN PROTES, GAK MUNGKIN HEWAN BUAT FAIRY TAIL SAMPE SESEMPURNA ITU!

WARNING(!): SATU PAKET SEPERTI BIASA, OOC, TYPO, GAJE, ABAL, DLL.

REMEMBER

DON'T LIKE DON'T READ!


Hari ini ulang tahun Vivi. Hari menjelang siang. Keluarga Dragneel dah siap sedia ready go!(?) menuju pesta ulang tahun Vivi yang di adakan di taman. "Sakaki, ayo!" seru Sakiko. "Iya" kata Sakaki. Setelah siap, mereka pergi menuju taman. Hah...seperti biasa. Nashi dan Natsu tak kenal lelah untuk memasang Death Glare di sepanjang hidup(?) mereka.

Sesampainya disana, disana sudah cukup ramai. Baru datang, langsung di hajar sama duo Fullbuster. Yang tak lain ialah Paman Boxer dan Ice Princess. "Hei, ayolah, ini waktunya acara ulang tahun! Janganlah berantem!" seru Nashi. "Tenang Nashi, ini tidak berlangsung lama!" seru Natsu berapi-api. "Aku tak masalah dengan lama berjalannya pertarungan itu, masalahnya ada pada kerusakan!" jawab Nashi. "Hei, hei, sudah! Kalian berantem nanti saja, setelah acara ulang tahun putriku!" seru Gajeel. "Baiklah..." Paman Boxer dan Lidah api berjalan lesu. "Janji kita nanti setelah acara ulang tahun!" Regret menunjuk ke arah Nashi. Nashi memutar bola matanya, "iya...".

Semua sudah berkumpul. Kecuali Romeo dan Juliet. Setelah berdoa, waktunya bagi-bagi kue. Dan juga memberikan hadiah. "Ini untukmu, Vivi!" ucap Nashi. "Terima kasih, kak" ucap Vivi menerimanya.

Kini giliran Sakaki, "ini, untukmu!"

Vivi menerimanya, 'apa ini?"

"Coba saja buka!"

Vivi membukanya. Ia terkejut melihat isinya, "ba..bagaimana..kau tahu benda yang aku sukai?"

"Hanya menebak-nebak" Sakaki menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, "dan bantuan dari teman-temanku"

Vivi tersenyum, "terima kasih, Sakaki"

"Sama-sama, oh ya, ini!" Sakaki memberikan kado dari Juliet ke Vivi.

"Hah!? Ka..kau memberi 2 kado, Sakaki!? Makasih!" seru Vivi kaget, menerimanay dan memeluknya.

"Ti..tidak..i..itu dari Juliet!"

"Eh, Ju..Juliet...?"

"Iya" Sakaki mengangguk.

"Kenapa ia tak memberikannya sendiri!?"

"Karena ia sedang menjalani misi dengan Paman Romeo"

"Misi...?"

"Iya" Sakaki mengangguk.

Vivi melihat ke arah kotak itu lalu membukanya. Ia mengambil kalung emas berbentuk hati itu, "inikan..."

Flashback On

Redfox Family (tanpa Alex) tengah menemani Vivi sedang belanja. "Hah..." matanya berbinar. Ia melihat seuntai kalung emas berbentuk hati, "Ma! Ma! Aku mau kalung itu!".

"Tapi, sayang, harganya mahal!" seru Levy.

"Hmm...harganya..." Gajeel membaca harganya, "15 juta berlian!? Kau bercanda!?"

"Tapi, Ma, Pa, Vivi mau itu!" Vivi memelas.

"Tapi, Vivi, itu harganya mahal sekali!" seru Levy.

"Kenapa tidak cari kalung yang lain?" tanya Gajeel.

"Yang itu bagus! Berliannya berwarna biru lagi!" jawab Vivi.

"Ya, tapikan sayang..." ucapan Levy terputus.

"Hiks...Mama jahat..! Papa jahat! Tidak mau belikan Vivi kalung itu!" suara Vivi bergetar menahan nangis.

"Bukan begitu sayang, tapi itu harganya kan..." ucapan Levy diputuskan lagi oleh Vivi.

"HUWAAAAAA~!" teriak Vivi sambil menangis. Membuat Redfox Family itu menjadi pusat perhatian. "Eh, te..tenang sayang..." Levy berusaha menenangkan Vivi.

"Jangan menangis dong, kan ada yang lebih bagus dari itu!" seru Gajeel.

"HUWAAAAAAAAAAAAAA~!" tangisan Vivi menjadi lebih keras.

Levy dan Gajeel kewalahan menenangkannya.

Vivi menoleh ke belakang. Matanya membulat. Kalung itu sudah tidak ada di depannya. Ia mencari-cari sosok kalung itu. Ia melihat sosok perempuan yang kira-kira sebaya dengannya tengah membeli kalung itu. "Tidak..tidak..." ucapnya lirih.

"Ayo, Vivi, kita kembali ke guild!" seru Gajeel menyeret Vivi menjauh dari toko itu.

"Tidak..tunggu! Jangan! Aku mau kalung itu!" seru Vivi.

Gadis yang membeli kalung itu melihat Vivi, "Hah?"

"Ini kalungnya dek!" ucap penjaga kasir.

"Iya," gadis itu menerima kalung yang ia beli lalu berlari antah barantah kamana.

Flashback Off


Juliet POV

Kalian bisa bilang aku berdiri mematung. Sambil memeluk sebuah boneka Rillakkuma. Aku memperhatikan Ayahku. Ia tengah berbincang-bincang dengan teman-temannya. Sebagian dari mereka membawa anak-anak mereka. Aku menoleh ke arah anak-anak yang sedang bermain kejar-kejaran. Sepertinya menyenangkan. Tapi, kenapa aku tidak ikut bermain? Yah...aku itu sulit bergaul. Aku melihat ke arah kalung hati yang ku paki. Disana terdapat berlian berwarna merah.

Flashback On

Aku memasuki kamarku yang bisa dibilang cukup luas. Aku memandang boneka yang ku beli, dan boneka yang baru aku beli. Maksudku, 2 boneka yang aku beli dalam perbedaan waktu 5 detik. Ya, kalian pasti bingung, begitu juga diriku (dasar...).

Kedua boneka itu boneka Rillakkuma. Kesukaanku! Juga kesukaan Vivi. Entah mengapa, aku membelinya dia. Itu aneh. Dan, aku melihat Sakaki mau membeli boneka yang sedang ku pegang ini. Aku sedih? Ya, tapi aku juga bersalah atasnya.

Aku melihat ke kalender. 5 November, itu yang ku baca. Besoknya, aku ada misi dengan Ayah dan teman-temannya. Dan...besok ada ulang tahun Vivi. Mungkin itu alasan mengapa Sakaki ingin membeli boneka ini, untuk Vivi. Dengan lemas, aku berjalan menuju meja riasku. Untuk mempersiapkan hal-hal penting untuk besok. Untuk misi maksudku. Hal penting untuk misi! Ya ampun, susah banget sih ngomong kayak gitu! Ya, aku lagi males-malesnya.

Aku mengacak-aca laci meja Riasku. Lalu, aku menemuka 2 kotak kalung berwarna emas. Satu memiliki berlian biru, satunya merah. Aku ingat, aku membelinya tahun lalu. Dan, aku melihat Vivi menangis. Sepertinya ia menginginkan kalung ini. Aku melihat ke arah dua benda itu. Kalung yang indah...namun mahal. Bayangkan saja. 15 juta berlian untuk satu kalung ini. Tapi, ya, Ayah memang termasuk golongan KAYA RAYA. Jadi, aku membelinya. Terlintas dipikiranku untuk memberi Vivi hadiah. Hadiah kalung ini. Entah mengapa hari ini aku merasa bersalah terus. Itu aneh, dan ini bersangkutan tentang Vivi! Padahal, ia musuh terbesar ku! Dalam apapun itu.

Aku menoleh ke arah kedua benda itu secara bergantian terus menerus. Lalu, aku teringat rambut Vivi yang biru. Aku melihat ke arah kalung emas berlian biru. "Mungkin ini yang akan ku kasih ke dia..." gumamku. Aku memasukkan itu kedalam kantongku. Aku meraih kedua boneka Rillakkuma itu. Dan berlari keluar rumah. "Juliet, mau kemana?" tanya Bunda yang berada di dapur. "Mau pergi ke tepi sungai!" jawabku terus berlari. Bunda mengedipkan matanya beberapa kali. Lalu tersenyum.

Flashback Off

Aku tersenyum. Dan, disaat itulah hatiku merasa tenang. Aku bertemu Sakaki disana. Aku mengasihkan Boneka Rillakkuma (salah satunya) dan Kalung untuk Vivi. Setelah itu, aku meninggalkannya. Aku bisa melihat ia tersenyum. Senyumku makin melebar melihat kalung emas berlian merah itu. "Juliet, ayo!" panggil Ayah. "Baik Yah!" aku segera menuju Ayahku. Waktunya berangkat menjalankan misi.

Kereta mulai berjalan. Makin lama makin cepat. Aku membuka jendela dan mengeluarkan kepalaku. Aku bisa merasakan hembusan angin yang kuat. Aku ke atas langit biru, "Otanjoubi Omedetou, Vivi!".

End Juliet POV

Vivi tersenyum memandang sekotak kalung berisii kalung emas berbentuk hati. Dengan ditengahnya berlian berwarna biru. "Arigatou Juliet, Arigatou gozaimasu!"


Tidak lama kemudian...

"Sini kau Juliet! Urusan kita belum selesai!" seru Vivi.

"Oho~ Sepertinya sudah ada yang berani melawan sang Putri!" seru Juliet.

"Kau bukan Putri, idiot!"

"Siapa yang kau bilang idiot hah, bodoh!?"

"Dan, siapa yang kau panggil bodoh, hah!?"

"Siapa lagi kalau bukan orang yang berada di depanku!"

"Sini kau, Juliet~~!"

Sakaki memegang keningnya sambil menggelengkan kepalanya, "mulai lagi...!"

"Ya.." Lorenzt menyeruput jus kotaknya, "itu rutinitas mereka!"

"Eh, tapi ada yang beda lho hari ini sama mereka!" seru Sakiko yang menyadari perbedaan hari ini.

"Mereka bertarung..." Vivi menajamkan penglihatannya, "sambil tersenyum!?"

"Hei, lihat!" tunjuk Sakiko, "mereka memakai kalung yang sama!"

"Apa itu artinya, mereka ada jodoh!?" seru Lorenzt.

"Bisa jadi!" jawab Sakaki.

"KAMI BUKAN MAHO TAHU!" teriak Vivi dan Juliet.

Dan, guild Fairy Tail tambah menjadi rusuh. Ya, itulah Guild Fairy Tail, memang selalu rusuh!

Team Nashi: Otanjoubi Omedetou is Finished