WHY ME?

.

CHAPTER 2

.

2016©yeyepapo

.

Pairing: Wonkyusung, Yesung centric

.

Genre: drama, angst, family, friendship

.

Warning: shounen-ai, latter!mpreg, TYPO

.

Disclaimer: cerita punya saya,/ SuJu punya Tuhan,/OC: Park Ryeojin punya saya

.

For other shipper who didn't like story with the cast please leave and don't BASH ANY OF THE CAST.

.

ONE MORE TIME

DON'T LIKE DON'T READ

.

ENJOY

.

PREVIOUSLY

.

Di dalam mobil Yesung menggenggam erat tangan Kyuhyun dan Siwon yang ada di samping kiri dan kanannya. Wajahnya sudah terlihat pucat pasi dan keringat dingin terus mengalir. Darah yang merembes dari balik celana Yesung terlihat semakin banyak, hingga celana bahan Yesung basah oleh darah sampai mata kaki.

"aku tak kuat.."

Ujar Yesung lirih.. genggaman di tangannya mulai mengendur.

"andwe hyung.."

Kyuhyun dan Siwon berteriak serempak.

"jangan tidur, tetap sadar.. hyung dengarkan aku.. kau kuat.. sebentar lagi kita sampai..."

Siwon coba untuk membuat Yesung tetap terjaga, Leeteuk yang duduk di kursi depan menoleh panik,.

"hyungnim cepat sedikit.. perempatan di depan belok kiri nanti rumahnya kanan jalan. Dokter Park sudah menunggu di luar."

"aku lelah.."

Bisik Yesung menyerah.

NOW ON CHAPTER 2

Leeteuk memandang dongsaengnya yang terbaring di ranjang dengan cemas. Pasalnya di tubuh Yesung terpasang infuse dan masker oksigen. Ingatannya kembali ke 1 jam yang lalu saat Yesung tiba-tiba sesak nafas dan lalu pingsan saat di dalam mobil. Beruntung mereka sudah tiba di klinik Dokter Park. Hingga kini Yesung belum bangun. Kedua dongsaengnya yang lain masih menunggu di luar. Mereka menunggu member lain yang masih dalam perjalanan dari tempat photo shoot mereka.

Tak terasa airmata menetes dari mata yang sudah sembab itu. Baginya dongsaeng yang sakit itu sama saja dirinya yang sakit. Walau tak merasakan langsung kesakitan Yesung tapi Leeteuk ikut merasakannya. Sudah 6 tahun dia mengenal Yesung dengan baik dan dia mengetahu kondisi tubuh Yesung yang ringkih tapi selama itu pula dia tidak menyangka akan menjadi sepert ini. Hingga Yesung mengalami pendarahan yang dia sendiri tak tahu disebabkan apa.

Airmata kesedihan itu mulai mengering dan digantikan dengan airmata kemarahan. Kemarahan akan segala hal tentang dongsaengnya yang tak kunjung sembuh dan kemarahan tentang ketidak tahuan apa sebenarnya penyakit yang diderita dongsaengnya. Pandangannya berubah tajam. Dia bangkit lalu keluar dari ruangan klinik itu, menemukan Siwon yang sepertinya baru akan membuka pintu.

"mau kemana hyung?"

"Siwon-ah.. aku sudah cukup bersabar dengan penderitaan Yesung.. aku tak bisa lagi menahan sesak ini. Aku ingin mengakhiri penderitaan Yesung. Aku ingin tau apa yang selama ini Yesung dan Dokter Park sembunyikan dari kita."

Siwon menatap Leeteuk setuju. Selama ini dia kira hanya dia yang sudah muak dengan kondisi Yesung yang ditutup-tutupi. Dia ingin segera mengakhiri penderitaan Yesung.

"aku setuju denganmu hyung. Sudah cukup.. ayo kita cari Dokter Park dan kita interogasi dia."

Mereka berdua berjalan cepat mencari Dokter Park yang tadinya pamit untuk mengambil obat untuk Yesung di gudang belakang klinik.

"hyung.. kalian mau kemana? Baru saja Heechul hyung menelpon katanya member lain sudah mau sampai.."

Siwon dan Leeteuk menghentikan langkah mereka dan menunggu Kyuhyun menghampiri mereka. Sepertinya dia baru dari belanja cemilan.

"kau mau ikut Kyu? Kita akan mencari tahu penyakit Yesung hyung pada Dokter Park."

Kyuhyun menatap tak percaya kedua hyung nya itu.

"hyung. Bukanya Yesung hyung sangat tidak suka kalau kita ikut campur masalah penyakitnya.. dia pasti akan marah besar pada kita kalau kita ikut campur.."

"apa kau tega setiap bulan bahkan kadang setiap minggu melihat Yesung hyung kesakitan.. kalau kau masih tahan terserah tapi aku dan leetuk hyung ingin mengakhiri ini. Jika kita tahu penyakit Yesung hyung, kita bisa mencarikan obatnya bersama-sama itu akan mempercepat penyembuhannya."

Kyuhyun memandang keduanya ragu tapi sejurus kemudian dia mengangguk setuju. Baru saja mereka akan melajutkan mencari Dokter Park orang yang dicari sudah muncul terlebih dahulu dari pintu masuk.

"oh.. apa Yesung-ssi sudah sadar?"

Seperti di komando ketiga member suju itu berjalan cepat ke arah Dokter Park dan langsung menyeretnya ke ruangan Yesung.

"hei.. ada apa ini?"

Siwon memaksa Dokter Park untuk duduk di kursi sedangkan mereka bertiga berdiri dihadapannya.

"katakan sejujurnya sekarang.. apa penyakit Yesung?"

"oh jadi kalian menginterogasiku lagi? Sudah berapa kali -"

"kami tidak perduli sudah berapa kali.. tapi yang jelas kami sudah muak dengan keadaan Yesung hyung yang tersiksa.. cepat katakan, atau.." Kyuhyun memotong perkataan Dokter Park.

"atau apa? Kalian sendiri yang akan menyesal kalau kalian memindah tangankan penanganan Yesung pada Dokter lain. Camkan itu.."

"satu-satunya penyesalan kami adalah kenapa kami tidak melakukan itu dari dulu agar Yesung hyung bisa hidup tanpa kesakitan." Siwon maju sambil menunjuk muka Dokter Park.

Sang Dokter diam. Dia memandang remeh ketiga saudara itu.

"kalian tak akan bisa melakukan apa-apa.." tantang Ryeojin.

Siwon geram, dia hampir saja menonjok Ryeojin kalau saja Leeteuk dan Kyuhyun tidak menahannya.

"kau bangsat.. ingat ini.. aku akan menjebloskanmu kepenjara karena sudah melakukan malpraktek kepada Yesung…"

Bukannya takut, Ryeojin malah tertawa meremehkan. Ketiga member suju itu dibuat emosi. Tiba-tiba Heechul sudah ada di samping Ryeojin dan memandangnya dengan smirk andalannya dan..

BUGH

Heechul menonjok Ryeojin hingga Dokter itu terjatuh dari kursinya. Semua member memenuhi kamar Yesung beserta sang manajer.

"kau Dokter bajingan.. kau tak pantas disebut Dokter."

Heechul baru saja menarik kerah Ryeojin saat tangan Sungmin menariknya agar tidak membuat keributan lebih jauh di kamar Yesung.

"cukup hyung…" lerai Sungmin.

Manajer mereka maju, dia menepuk bahu Leeteuk mengajaknya keluar ruangan. Saat mereka berdua sudah ada di depan pintu.

"aku sudah mendengar pembicaraanmu dengan Dokter Park dan sepertinya kita semua sama. Jadi lebih baik kita bawa Yesung ke Rumah Sakit sekarang. Sebelum terlambat."

Leeteuk langsung mengangguk setuju. Dia langsung mencari supir ambulan yang tersedia di depan klinik. Begitu menemukannya dia meminta supir itu untuk bersiap mengantarnya ke Rumah Sakit. Sedangkan sang manajer kembali keluar klinik dan terlihat menelpon seseorang.

Saat Leeteuk kembali ke kamar Yesung dia menemukan Ryeojin tengah di pengangi oleh Kangin dan HanKyung. Sepertinya terjadi perkelahian sebelumnya. Terlihat Heechul dan Siwon yang terengah-engah tengah dipengangi oleh Sungmin dan Kibum.

"ada apa ini?"

Mereka semua diam. Mungkin karena kegaduah yang tercipta, 2 orang staff klinik datang ke ruangan mereka.

Dengan sedikit kasar Kangin dan HanKyung menyetakan Ryeojin. Dan mendorongnya keluar beserta kedua staft itu. Leeteuk segera menjelaskan apa yang baru saja dia bicarakan dengan manajer. Mereka langsung sepakat dan bersiap membawa Yesung ke ambulan walau dengan pengetahuan medis sedikti mereka memindahkan Yesung ke ranjang dorong dengan hati-hati tanpa melepas infuse dan masker oksigennya. Beruntung masker oksigen Yesung terhubung dengan tabung yang kecil sehingga tidak terlalu susah dan ribet untuk di pidah.

Begitu keluar dari loby klinik mereka dihadang oleh Ryeojin dan 2 orang security klinik. Sang sopir ambulan yang semula sudah menyiapkan mobilnya terdiam di samping pintu mobil.

"kalian tidak bisa membawa pasienku sembarangan…"

Ryeojin menyeringai.

"kami bisa…"

Dari belakang Ryeojin, terlihat manajer mereka datang bersama seorang anggota polisi dan 2 orang dengan tubuh besar, sepertinya bodyguard.

"maaf sebelumnya Dokter Park. Tapi kami dari kepolisian mendapat laporan bahwa anda melakukan malpraktek kepada kim jongwoon-ssi.. apa itu benar…"

"nonsense.. apa-apaan itu? Aku tidak pernah melakukannya."

"kalau begitu anda tidak keberatan untuk memenuhi panggilan dari kami dan datang ke kantor kami…"

Sang polisi menyodorkan sebuah surat panggilan. Ryeojin menerimanya dan membacanya. Begitu melihat surat panggilan 2 orang security klinik tak berkutik. Mereka diam saja saat supir ambulan dan member SuJu yang lain memasukan Yesung ke dalam ambulan. Hanya Leeteuk dan Heechul yang masuk kedalam ambulan.

00

Sampai di Rumah Sakit Yesung diperiksa dan diketahui kalau ada kelainan di perutnya. Hal itu membuat semua member takut. Mereka takut Yesung menderita kanker, dilihat dari lama Yesung sakit dan sampai pendarahan. Apa lagi yang terbersit di otak orang normal kalau disuguhi keadaan seperti itu. Dokter yang menanganinya adalah spesialis penyakit dalam. Dia menyarankan untuk melakukan tes menyeluruh agar terditeksi apa penyakit Yesung. Leeteuk mewakili keluarga Yesung dan member lain mengangguk setuju.

Selama diperiksa oleh Dokter Rumah Sakit Yesung masih pingsan.

"hyung, aku takut Yesung hyung akan marah dan panik saat dia tahu kalau dia ada di Rumah Sakit. Apa tidak sebaiknya kita bawa Yesung hyung pulang?"
Sang eternal maknae yang memang selalu memikirkan keadaan hyungnya mengutarakan pikirannya.

Leeteuk memandang Ryeowook lalu member lain yang hanya memandangnya balik. Menghela nafas dia menepuk bahu Ryeowook.

"aku tahu kau sangat takut Yesung membencimu, tapi hanya dengan cara ini kita akan mengetahui apa yang sebenarnya menggerogoti tubuh Yesung. Nanti saat Yesung sadar kita harus membujuknya untuk melakukan tes kesehatan…"

Setiap orang yang ada di ruangan itu hanya menggangguk.

"okay karena Yesung sudah aman di sini, bagi kalian yang memiliki jadwal ayo bersiap dan menuju ke jadwal kalian masing-masing.. dan oh ya.. manajemen meminta kalian untuk merahasiakan terlebih dahulu keadaan Yesung… jangan ada yang buka suara sebelum manajemen mengijinkan…"

Beberapa member mulai bangkit dan langsung bergerak keluar Rumah Sakit untuk jadwal masing-masing yang kini meninggalkan manajer, Leeteuk, Siwon, Donghae dan Ryeowook.

"Leeteuk dan Siwon jadwal kalian masih 3 jam lagi dan Ryeowook juga Donghae kau kosong kan.. kalian berdua jaga Yesung, kalau dia sadar kabari aku okay.. aku akan mengirim driver untuk menjemput kalian berdua nanti 2 jam lagi agar kalian bisa bersiap-siap di jalan..oh ya, keluarga Yesung akan kemari besok pagi-pagi sekali, sekarang mereka sedang berada di Singapura jadi kalian jaga Yesung baik-baik ya…"

Mereka berempat mengangguk paham.

00

Baru satu jam ditinggal Leeteuk dan Siwon terlihat pergerakan dari Yesung. Donghae dan Ryeowook yang semula hanya mengobrol sambil nonton tv langsung terdiam dan langsung menghampiri Yesung.

"eunghh.."

Yesung mengedipkan matanya menyesuaikan cahaya diruangan itu.

"hyung.. bagaimana perasaanmu? Ada yang sakit?" Ryeowook langsung menyerbu Yesung.

Terlihat bingung, Yesung sepertinya baru mengumpulkan ingatan-ingatannya sebelum dia hilang kesadaran.

"dimana aku?" Yesung tak menjawab pertanyaan Ryeowook, dia sudah mengingat saat dirinya dibawa ke tempat klinik Dokter Park.

Donghae dan Ryeowook saling tatap dengan wajah takut.

"eum hyung.. kita berada di Rumah Sakit Seoul.."

Yesung membelalakan matanya, dia langsung mendudukan dirinya paksa.

"sudah berapa kali aku bilang jangan pernah bawa aku ke Rumah Sakit. Kenapa kalian tidak pernah mendengarkanku?"

Yesung mencoba mencabut jarum infus di lengannya tapi dihentikan Donghae.

"hyung, kami paham kau tidak ingin kami membawamu ke Rumah Sakit, tapi kami sudah bosan melihatmu kesakitan tanpa ada tanda-tanda kesembuhan. Kami butuh penjelasan tentang penyakitmu.. kami tak ingin lagi melihatmu menderita kesakitan hyung…kalau kau tidak ingin kami mengetahui dengan paksa maka ceritakan semuanya yang hyung rahasiakan kepada kami…"

Yesung menghentikan aksinya dan menatap Ryeowook dan Donghae bergantian. Pandangannya berubah dingin tapi dalam hatinya dia merasa tersentuh dengan penuturan Donghae.

"keluar.."

"tapi hyung-"

"aku ingin sendiri.."

Donghae menghela nafas pelan lalu menarik Ryeowook untuk keluar dari kamar Yesung. Baru saja Donghae dan Ryeowook keluar kamar Yesung ponsel Donghae berdering. Terlihat nama 'Yesung eommonim'. Donghae dan Ryeowook saling tatap sebelum Donghae mengangkatnya.

"ne, yeoboseyo eomma.."

"hae-ya.. bagaimana hyung mu? Aku barusan menelpon manajermu dan dia memintaku menghubungimu.. apa kau yang menemani Yesung?"

"ah ne eomma..Yesung hyung baru saja sadar,, eumm sekarang baru diperiksa Dokter. Nanti kalau Dokter sudah selesai akan hae kabari.. sekarang hae dan wookie yang menemani Yesung hyung…"

"arraso.. sebentar lagi penerbangan eomma akan berangkat eomma tutup dulu ya… besok eomma akan langsung ke Rumah Sakit begitu dari bandara.."

"ne eomma.. hati-hati…"

Donghae menghela nafas lega, sedikit berbohong agar ibu Yesung tidak cemas. Donghae mengisyaratkan Ryeowook agar mengikutinya. Mereka berdua mencari Dokter untuk melihat kondisi Yesung.

00

Kyuhyun melihat jam di pergelangannya. Masih 30 menit lagi baru dia bisa menemui Yesung hyungnya biarkan dia egois karena memang dia sudah menganggap Yesung seperti hyung kandungnya karena kenyataanya dia hanya memiliki seorang kakak perempuan yang lebih dekat dengan orang tuanya dibanding dengan adiknya.

Rekaman demo lagu untuk album baru mereka yang seharusnya dia hadiri bersama Yesung hari ini hanya dirinya dan Sungmin.

"hyung.. setelah selesai apa kau akan langsung ke dorm atau ke Rumah Sakit?"

Sungmin berhenti sejenak dari kegiatannya bermain gitar.

"aku akan ke dorm dulu, tadi Teuk hyung memintaku mengambilkan baju ganti untuk Yesung hyung.. kau ikut aku saja, kita mandi dan istirahat sebentar baru ke Rumah Sakit agar driver tidak bolak-balik.."

"aniya.. aku akan langsung ke Rumah Sakit, kalau aku sudah melihat Yesung hyung aku baru bisa beristirahat…. Nanti aku akan naik taxi saja.."

"aisshh anak ini…. Kau baru berpisah dengan Yesung hyung selama 4 jam dan kau berlagak sudah seperti berpisah berminggu-minggu saja…"

Kyuhyun menjulurkan lidahnya, membuat Sungmin mendesah jengkel. Kyuhyun mengambil ponselnya di saku celananya, baru saja dia akan mencari kontak Donghae untuk ditelpon manajernya memanggilnya untuk take vocal.

Begitu mereka selesai Kyuhyun segera pamit kepada manajer mereka untuk menuju ke Rumah Sakit. Hanya butuh 10 menit Kyuhyun menunggu taxi pesanannya dia langsung naik dan menyebutkan tujuannya. Dengan menggumamkan lagu yang baru saja dia take vocal Kyuhyun memandang keluar jendela, menikmat perjalanan menuju Rumah Sakit.

Begitu gedung putih berplakat Seoul international hospital terlihat Kyuhyun segera bersiap turun. Melirik argo dia menyiapkan uang pas yang mungkin kelebihan sedikit. Begitu taxi berhenti tepat di depan Loby Rumah Sakit, Kyuhyun langsung turun.

"kembaliannya ambil saja ahjussi.."

Kyuhyun menyodorkan Won dan langsung melesat ke ruangan Yesung. Hal yang dia dapat saat membuka kamar Yesung adalah keributan. Dia melihat Yesung yang meronta dan mengumpat di pegangi Donghae dan seorang Dokter berusaha menyuntikan sesuatu.

"ada apa ini?"

Ryewook langsung menghampiri Kyuhyun dan menjelaskan.

"setengah jam yang lalu Yesung hyung sadar, kami memanggil Dokter untuk memeriksanya.. saat kami tinggal keluar Yesung hyung berontak dan menangis. Lalu kami masuk lagi, Donghae hyung memegangi Yesung hyung dan Dokter berusaha menyuntikan obat penenang. Saat aku Tanya Dokter, katanya Yesung hyung tidak mau melakukan tes untuk penyakitnya.. "

Kyuhyun tidak habis pikir. Sebenarnya apa yang disembunyikan Yesung dari semua orang?

Kyuhyun bergegas menuju Yesung dan Donghae dan langsung memeluk Yesung. Awalnya Yesung masih berontak dan mengumpat tapi tak lama kemudian Yesung mulai tenang. Kyuhyun mengisyaratkan Dokter untuk mengurungkan niatnya menyuntik Yesung.

"shhh.. tenang hyung.. ada aku disini…"

"hiks.. Kyu aku tak mau.. hiks kenapa? Kenapa kalian memaksaku? Aku juga tak ingin punya.. aishh.."

Yesung mencengkeram kemeja Kyuhyun dan terus menangis. Beberapa menit kemudian setelah Kyuhyun menenangkan Yesung, Yesung mulai tertidur karena lelah menangis.

Kyuhyun dibantu Donghae merebahkan tubuh Yesung. Dia menghela nafas lelah. Apa yang harus mereka lakukan untuk membujuk Yesung agar mau melakukan tes kesehatan, atau mungkin agar mau menceritakan apa yang sebenarnya dia derita.

"Kenapa harus kau yang menderita hyung?"

TBC

Haduh kok jadi amburadul gini yak? Gimana? Kurang apa?

Jangan takut mengutarakan pendapat ya…