Rasa takut mulai menyergapku,membuat keringat dingin keluar dari tubuhku,padahal udara malam ini cukup dingin. Aku beringsut,kepalaku kusandarkan pada ke dua lutut yg merapat dan kedua tanganku memeluknya erat. Mataku terpejam,mengingat pesan Hisana saat aku sedang di 'rubah' olehnya.
FLASHBACK
Aku bertemu Hisana saat aku baru saja keluar dari kamarku , mungkin dia baru saja keluar dari kamarnya yang memang terletak disebelah kamarku.. Hisana adalah kakak sekaligus keluargaku satu-satunya, aku tak memanggilnya kakak karena bagiku memanggil namanya saja tanpa embel2 'kakak' membuatku lebih dekat dengannya.
Dia sudah bersuami,namanya Byakuya,aku memanggilnya nii-sama. Nii-sama sudah 1 tahun meninggal karena tertembak peluru yang salah sasaran di depan kantornya saat akan pulang kerja,alhasil sekarang Hisana menjadi pewaris tunggal perusahaan Kuchiki. Dia menatapku dari ujung kaki sampai ujung kepala,lalu ia mengernyitkan alis .
"kau mau kemana?", tanyanya.
"pergi sebentar", jawabku pendek.
Ia sedikit memiringkan kepalanya ke kanan, mungkin heran melihatku yang tak biasa nya pergi pada malam hari di akhir pekan.
"Dengan laki-laki?", tanyanya yang membuatku sedikit salah tingkah,aku pun menggaruk-garuk tengkukku yang tidak gatal.
"hmmm...yah...begitulah.", jawabku asal.
"ck...kau ini! Mau kencan pakaianmu malah seperti berandalan!", ia kembali menatapku dari ujung kaki ke ujung kepala.
Aku pun melihat penampilanku, sepatu sneakers berwarna hitam kumel terpasang pada kedua kakiku, celana jeans yang agak kedodoran dan tanktop berwarna hitam yang tertutup jaket berwarna hijau army yang kukenakan sekarang.
"memang ada yang salah?", tanyaku polos .
Hisana membuang nafas meremehkan dan menggeleng-gelengkan kepala.
"gadis seperti ini yang merusak citra wanita", sindirnya.
Aku hanya melongo.
"ayo ikut aku!" , ajaknya seraya menarik tangan kananku menuju kamarnya.
30 menit kemudian...
"yah, begini cukup" ,katanya sambil tersenyum puas.
"apanya?", tanyaku agak segan,30 menit aku di make over!
Baju dan celana yang kukenakan diganti dengan sebuah dress setalu berwarna hitam dengan panjang selutut dg hiasan sebuah mawar hitam pada dada kiri bagian atas,sepatuku diganti dengan highhils setinggi 4cm, aku tak yakin aku akan 'selamat' jika aku berlari-lari dan yang paling membuatku jengah adalah ia merias wajahku.
Ugh! aku benar-benar tak berkutik terhadapnya.
"kau terlihat cantik sekarang", katanya sambil tersenyum bangga.
Aku terdiam,lalu menatap bayanganku di cermin,aku memang terlihat agak berbeda.
Terlihat cantik mungkin,kurasakan wajahku memerah,yang ku pikirkan sekarang adalah apakah renji akan memujiku.
"wah sudah jam 7 lewat 10 menit ", kata hisana sambil melirik jam tangannya.
"kau janjian jam berapa?", tanyanya lagi.
Aku tersentak,"aku sudah terlambat!",aku langsung berlari keluar dari kamar hisana,tapi sebelum aku keluar melewati pintu hisana berteriak,
"hati-hati dengan laki-laki,jangan mau kalau menjadi pemuas nafsu sesaat mereka,atau kau akan menyesal!", aku hanya mengangguk lalu segera keluar dari kamarnya.
"adikku sudah lebih dewasa,aku terharu", kata hisana yang kudengar samar2.
DDDUUUAAAKK!
aku tersandung terpeleset di ruang tengah,daguku menyentuh lantai,aku meringis kesakitan.
Hisana kelaur dari kamar ,dilihatnya aku yang sedang terkapar dilantai sambil mengelus lututku yang juga terasa perih karena aku terpeleset gara-gara berlari dengan sepatu terkutuk ini!
"aduuuhh,apa2an si kamu!", tanyanya dg cemas.
Aku hanya nyengir bodoh lalu berdiri tanpa menghiraukan pertanyaannya dan langsung berlari keluar dari rumah.
END OF FLASHBACK
Tak terasa air mataku menetes ke pipi.
Bagaimana ini?
Bagaimana jika aku hamil?
tak terasa air mataku menetes.
semakin aku memikirkannya kepalaku terasa semakin sakit, aku pun memegangi kepalaku dan aku merasa ada yang ganjil dengannya,aku merabanya,seperti ada perban yang melilit pelipisku.
oh ya! aku baru sadar tadi malam aku terluka!siapa yg mengobatiku?
lalu ini kamar siapa?
kreeeekkk
tiba2 pintu kamar yang ku tempati terbuka,aku menatap ke arah pintu,aku tak dapat menyembunyikan ketekejuatnku saat pemuda berambut orange memasuki kamarku,dia ichigo!
"oi...",sapanyanya sambil mendekatiku.
END OF RUKIA POV
"oi...", sapa ichigo sambil mendekati Rukia yang meringkuk diatas tempat tidur,ia terkejut mendapati rukia menangis.
Rukia hanya menatapnya nanar,lalu membelakangi ichigo yg berjalan kearahnya,ia tidak ingin ichigo melihatnya dalam keadaan payah seperti ini.
"apa kau baik2 saja?", tanya ichigo ambil duduk pada pinggiran tempat tidur.
"menurutmu?", tanya rukia sambil menghapus air matanya dan memaksakan suaranya agar terdengar biasa.
"tidak",
suasana menjadi hening.
Ichigo tak suka suasana seperti ini,namun ia pun bingung harus memulai percakapan darimana.
Sedangkan rukia tak punya pikiran untuk berbicara.
Yang terdengar kini hanya hembusan nafas mereka.
1menit
2menit
3menit...
30menit tak ada yg berbicara.
"ini dimana?" , tanya rukia pelan.
Ichigo menoleh,"tentu saja kamarku."
Rukia terkejut,"mana renji?",
Ichigo terdiam,"aku tak tau."
"hah?"
FLASHBACK
ICHIGO POV
aku baru saja selesai membelikan bahan makanan yg di pesan yuuzu saat aku melihat seorang pria bertubuh tinggi dan berambut hitam panjang berdiri di depan rumahku.
Dia menatapku dg tatapan dingin,lalu kulihat dia menggendong seorang gadis,gadis yg aku kenal,dia dalam keadaan tak sadarkan diri dan kulihat pelipisnya terluka dan mengeluarkan darah.
"Rukia...", kataku pelan sambil mendekati orang itu.
Orang itu hanya diam,tapi matanya tetap menatapku dingin.
"kenapa dia?", tanyaku pada orang itu,tapi dia tetap tak menjawab,Saat aku sudah di depannya,dia menyerahkan rukia kepadaku,padahal aku membawa belanjaan agak banyak.
Aku pun kerepotan antara menggendong si pendek ini dan membawa belanjaanku.
"hey! kenapa kau menyerahkannya padaku?kau tak lihat aku sedang repot?", tanyaku dg nada kesal.
Dia tak memperdulikan kata2ku,dia menatap rukia sesaat lalu menatapku.
"jaga dia,ia selamat kali ini", katanya.
aku terkejut,apa maksudnya?
"apa maksudmu? dan kau siapa?apa yg terjadi pada rukia?", tanyaku beruntun,tp dia malah berjalan meninggalkanku,aku ingin mengejarnya tapi aku merasa kerepotan dg bawaanku sekarang.
Aku membiarkannya pergi,sekarang aku harus mengobati rukia dahulu.
Aku pun masuk kedalam rumahku terburu2.
END OF ICHIGO POV
sementara itu,ada 2orang yg mengawasi ichigo saat masuk kerumahnya.
salah satunya pria yg membawa rukia tadi dan seorang lagi laki2 berambut putih panjang.
"apa memang dia yg harus bersama rukia?", tanya laki2 berambut hitam.
laki2 berambut putih hanya mengagguk.
"aku tak menyukainya", kata laki2 berambut hitam lagi.
"hahahah kau terlalu cemburu byakuya!,sekarang bagaimana kalau kita melihat keadaan istrimu?", kata pria berambut putih.
pria yg bernama byakuya hanya diam,lalu membuang nafas sejenak.
"ya..." , hanya itu yg terdengar dari mulut byakuya.
lalu mereka menghilang.
END OF FLASHBACK
aku selamat? kata rukia dalam hati,ia pun membuang nafas lega. ntah siapa laki2 yg di ceritakan ichigo tapi ia merasa bersyukur karena ia menyelamatkannya dari ia hanya ingin pulang.
"aku ingin pulang", kata rukia saat ichigo selesai bercerita.
"tapi ini masih jam 4 pagi!", jawab ichigo sambil melihat jam tangannya.
Rukia beringsut,dia bangun dari tempat tidur dan menginjakkan kakinya dilantai,ia tidak menatap ichigo,tapi sesaat ia merasa semuanya berputar dan keseimbangannya pun oleng,untung saja ichigo menangkap tubuh rukia yg hampir terjatuh,lalu ia memapahnya untuk duduk di pinggiran tempat tidur.
"cih! lihat dirimu sekarang!", kata ichigo sambil duduk di sebelah rukia,lalu ia melihat mata rukia sembab.
"ada apa sebenarnya?", tanya ichigo pelan.
Rukia hanya terdiam,ia tak mungkin menceritakan hal itu.
suasana kembali hening beberapa saat,ichigo menghela nafas kesal.
"siapa laki2 itu?",
rukia masih terdiam.
"apa luka di kepalamu membuatmu menjadi bisu?".
"aku ingin pulang!", kata rukia tetap tak menggubris pertanyaan dari ichigo,ia kembali berdiri dan menatap badannya,matanya terbelalak,lalu ia menatap ichigo tajam.
"ada apa?", tanya ichigo heran,ia pun berdiri.
"kau yg mengganti bajuku?", tanya rukia.
"tentu saja bukan midget! kau pikir aku semesum itu!", balas ichigo agak sinis karena tak suka dg pernyataan rukia.
"lalu?".
"yuuzu,adikku yg mengganti bajumu,piyama itu jg miliknya yg ia beli minggu lalu dan terlalu besar untuk badannya".
"oh...", rukia sedikit tersenyum. ia merasa lega karena dugaannya salah.
"lalu...apa yang terjadi dg mu?", tanya ichigo lagi.
Rukia terdiam sesaat, "bukan urusanmu bodoh!", jawabnya setengah membentak.
ichigo menghembuskan nafas kesal,ia mulai gemas dg sikap rukia yg tidak mau menjawab pertanyaan2 darinya.
"beginikah cara ketua osis berterima kasih?", sindir ichigo sambil tersenyum sinis.
Rukia mengerutkan alis merasa tersindir, "sudahlah! aku ingin pulang!", kata rukia seraya hendak keluar dari kamar ichigo.
"oy pendek ! memang kau tau dimana pintu keluarnya?", tanya ichigo saat rukia telah membuka pintu,gerakan rukia terhenti seketika,ia memang tak tau jalan keluar,bakal tidak sopan kalau ia berjalan mondar-mandir di rumah orang tanpa permisi.
Ichigopun berjalan kearah pintu,ia seperti mengerti apa yang ada di pikiran rukia, "ayo jalan!", lalu melewati rukia yang mematung .
Rukiapun mengikuti langkah ichigo keluar dari kamarnya,menuruni tangga,melewati lorong ruang tengah lalu sampai pada pintu keluar.
Merekapun melewati pintu itu dan keluar dari rumah ichigo. Rukia menatap langit, tak ada matahari yang menyinari, tak ada kehangatan , yg ada hanya rasa dingin yang menusuk tulang, bintang pun masih bertahan dilangit, tak ada keramaian, hanya rasa sunyi.
"hachi!"
Suara bersin rukia memecahkan sunyinya malam, tubuhnya yang kecil tak dapat menyesuaikan dinginnya udara di pagi itu,ia menggosok2 tangannya mencoba menghangatkan dirinya sendiri.
ichigo menoleh, ia melihat rukia dengan hidung memerah , ia lalu mendapatkan ide.
"tunggu sebentar!", katanya seraya kembali masuk kedalam rumah.
beberapa saat kemudian ia keluar dg menuntun sepeda dan mnyelempangkan jaket berwarna putih pada bahu kanannya, sesampainya di depan rukia dia melempar jaket itu, rukia dg sigap menangkapnya.
"pakai itu!, " katanya sambil menaiki sepedanya.
"aku tak butuh!", jawab rukia galak, ia tak mau merepotkan ichigo kembali.
"cih! pakai saja pendek! badanmu kan kecil! pasti kau kedinginan! ", sindir ichigo lagi seraya tersenyum mengejek, lalu mengayuh sepedanya menjauh dari rukia kerana sudah tau akibat dari perkataanya, Rukia sudah mengambil ancang2, ia tak rela di sindir seperti itu oleh ichigo!
"jeruk busuk!1 kembali kau! ", kata rukia sambil berlari mengejar ichigo yang semakin cepat mengayuh sepedanya sambil tertawa mengejek karena berhasil membuat rukia marah(lagi)
"tak akan pernah pendek!", balas ichigo sambil menatap ke belakang dan memamerkan lidahnya.
"awas kau! ", teriak rukia sambil menambah kecepatan larinya.
TBc
huag!1maaph low hasilnya tak maksimal TwT,
cerita ne sangat menyimpang dari sketsa!
huuhuhuh tak apalah!
maaph jua lama tak update!
hahha
terus makasih bwt...
chappythesmartrabbit ,Arlheaa ,Yupi -AkaiYuki- Kurosaki ,Masahiro 'Night' Seiran,Yuki-ssme,Riztichimaru,So-Chand 'Luph pLend',aRaRaNcHa,girlinlightblue,bl3achtou4ro,RukiaRizkaMala,Ruki Yagami -G LogIn ,A. , atas kritik dan sarannya.
khusus bwt arlheaa makasih dan publishin chap ku yg ptama, ahhahah.
maaphin kalau cerita saya abnyak kekurangan =.=a
ok.
Sampe jumpa di chap yg selanjutnya!
(0)
\ /
