Nywahahaha~ ternyata~ banyak juga yang flame~ review jadi naek ke 65~ Nywahahaha~
Nyah, ini fanfic, SMUT dan PWP! Jadi.., buang semua logika, etika, moral dan tabu ke luar jendela karena fic ini tidak mengandung unsur tersebut! LESS TALK, MORE FUCK!
Flame anda akan membuat lemon saya semakin panas, terlalu banyak flame, maka authornya bingung untuk membuat lemon yang sepanas flame yang di berikan.. ==a *author kicked*
Oya.., buat para flamer tercinta yang membuat Randz ketawa guling-guling, tenang saja kok, dalam beberapa tahun kedepan, Randz akan pindah dari FFn ke . selama itu belum terjadi, maka harap MAKLUM kalo Randz berkeliaran di sini~ Nywahahaha~
Rant: Okay… this is pissing me of more than a fucking flame.. Randz gak cemen.. Kalo Randz cemen Randz gak akan ngepublish fic kayak gini.. UNDERSTAND YOU FRICKING ASSHOLE! JANGAN PERNAH MENILAI ORANG DARI LUAR… KAU GAK TAU RANDZ ITU KAYAK GIMANA KECUALI RANDZ ITU PERVERT! Alasan gak update-update? Pernahkah kalian merasakan malas? ==a
Dare to READ?
Gymnastic?
Rated: M-MA
Naruto © Masashi Kishimoto
Erza Scarlett © Mashima Hiro
Nevan © Capcom? (DMC disclaimernya Capcom kan?)
Pair:
Naruto X Kushina/Mei/Fuuka/Kyuubi/Nevan/Erza
WARNING: Fic ini masih mengadung Randomness. PWP, Smut, LIME, LEMON, dan INCEST di chapter ini. Dan ini adalah UNCENSORED!
DON'T LIKE DON'T EVEN FUCKING READ!
ENJOY~
"Hahaha~ yang berkuasa adalah yang punya tempat'ttebane!" Kushina berteriak setelah memenangkan kertas-gunting-batu yang nista karena memperebutkan anaknya.
"Yah~ penonton kecewa~" gerutu anggota yang lain sambil meninggalkan ruangan kecuali Kyuubi yang memberikan arahan kepada Naruto.
"Naru-chan. Lihat, itu kamera," Kyuubi menunjuk suatu sudut ruangan. "Itu juga kamera, dan di sana juga. Jika Naru-chan tidak kuat, lambaikan tangan Naru-chan kearah kamera, dan salah satu dari kami akan menggantikan.." sampai di sini Naruto menghela nafas yang di tahanya, dan berniat agar sesegera mungkin melambaikan tanganya saat 'acara' di mulai. "Dan jika Naru-chan melambaikan tangan sesaat setelah di mulai, maka kami berlima termasuk Kushi-chan akan beramai-ramai merape kau. Mengerti?" dengan nada yang sepertinya mengharapkan itu terjadi, Kyuubi menjelaskan peraturan 'bermainnya' kepada Naruto yang membuat Naruto merinding mendengar apa yang bakal di lakukan LIMA orang yang sedang horny kepadanya.
"Jaa~ Naru-chan, semoga selamat~" Kyuubi meninggalkan ruangan bersama menyusul teman-temannya yang lain menuju ruang control yang terletak di hanya author yang tahu.
WARNING! DI SINI TERDAPAT LEMON! SEKALI LAGI! HARD LEMON INCEST! JIKA ANDA TIDAK MEMBACANYA, RANDZ HARAP UNTUK MENEKAN TOMBOL BACK ATAU CLOSE! KARENA TIDAK AKAN ADA BAGIAN SELAIN LEMON DI BAWAH TANDA INI! ANDA SUDAH DI PERINGATKAN!
"Jadi, Naruto-tidak, Jadi Naru-chan" Kushina yang ikut-ikutan Kyuubi dalam memanggil Naruto berjalan mendekati Naruto yang sepertinya santai-santai saja.
"Kita gak ngelakuin itu kan?" tanya Naruto
"Tentu saja…" Kushina menyeringai. Seringaian itu yang membuat Naruto merinding. "Iya.. Kaa-san tidak akan menyia-nyiakan kesempatan sepeti ini~ Naru-chan~" Kushina berjalan bak predator kearah Naruto yang bersiap-siap kabur bak mangsa.
"Masa! Kita kan Ibu dan Anak! Ini INCEST!" teriak Naruto yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh ibunya.
"Jadi? Tahukah kau kalau klan Uzumaki itu melakukan incest dari generasi ke generasi?" Naruto mundur satu langkah karena terkejut.
"K-k-kau bohong! Terus Tou-san gimana?" Naruto mencoba berkelit mencari alasan.
"Minato? Dia cuma orang yang mendonorkan sperma~" perkataan Kushina membuat mata Naruto terbelalak. "Klan Uzumaki juga di sebut sebagai klan yang panjang umur. Ketika anak mereka sudah dewasa, mereka masih prima~, begitu pula dengan Kaa-san~ lagian mana mau Kaa-san punya keturunan setengah Uzumaki." Perkataan Kushina membuat Naruto sakit.
"Lalu aku ini tidak di anggap anak? Lalu aku ini apa!" teriak Naruto.
"Calon suami~ setelah ini selesai~ Kaa-san akan urus surat cerai Kaa-san dengan Minato~ dan kita bisa menikah dan mempunyai keturunan yang asli Uzumaki~ tak ada darah lain karena genetik Uzumaki bisa menghapus genetik pendonor sperma yang ada di dalam darahmu dalam anak kita nanti~" mata dan seringaian Kushina makin menjadi-jadi. Membuat Naruto menelan ludahnya serasa bertemu dengan Shinigami.
"Sekarang kita beri mereka 'pertunjukan' yang bagus dan nikmati hari ini~ N-a-r-u-t-o-k-u-n~" nada nakal Kushina membuat seluruh tubuh Naruto bergetar, seakan menahan nafsunya untuk segera 'mengklaim' MILF di depanya sebagai miliknya.
"K-k-kaa-san.." Naruto tak kuasa menahan nafsu miliknya dan langsung menyerang Kushina yang dari tadi menyeringai dan menghilangkan seringaianya dengan bibir miliknya.
Dua lidah bersatu dalam satu lumatan, dua lidah saling terkait dalam satu tarian erotis, bergerak kesana kemari mengikuti satu sama lain dan tidak mau kalah atau tertinggal dari gerakan pasanganya.
Tangan mereka meraba satu sama lain, dari perut naik ke dada, dari perut turun ke bawah, dari perut ke leher, mereka medekapkan diri dan menikmati keintiman yang mereka rasakan.
"Mmhh…" desahan panas Kushina yang terhembus dari mulutnya menerpa muka Naruto yang membuat Naruto makin kalap. Tangan Naruto kini sudah memegang baju Kushina dan dengan ganas merobeknya.
"Kyaa~" Kushina berpura-pura menjadi wanita innocent saat bajunya di robek dan berteriak. Walaupun teriakanya bukan terdengar kencang karena takut, tapi kencang, seksual dan erotis. *Apa moe juga termasuk? O.o*
"Hehe, sudah mulai berani ya kamu ama Kaa-san~" Kushina balik merobek pakaian yang tersisa di tubuh Naruto. Mulutnya terbuka lebar setelah melihat apa yang tersembunyi di dalamnya.
"Dan klan Uzumaki pun akan kembali ramai seperti dulu~" Kushina mendorong tubuh Naruto hingga tersungkur ke lantai dan merangkak perlahan menuju kearah Naruto. Kushina memegan penis Naruto dan mulai menaik-turunkan tanganya dengan pelan.
"Kalian mau?" Kushina menatap kearah kamera sambil menjilat penis Naruto dari atas ke bawah dengan pose sangat menggoda yang membuat 'panas' para 'penonton'.
"Haha, tunggu giliran'ttebane~" Kushina kini kembali berkonsentrasi untuk mejilati penis Naruto yang sudah menegang. Penis ukuran 8 inchi dengan lebar 2 inchi itu menegang keras dan seperti lebih besar dari ukuran aslinya.
"Kaa-san dapat es krim rasa sperma anak muda~" dengan nikmat, Kushina menghisap penis Naruto seperti orang yang makan es krim saat siang hari. Dengan suara yang di keraskan dan membakar gairah siapa saja yang mendengarnya.
SLURP
SLURP
"Ayo Naruto-kun~ Kaa-san ingin krimnya'ttebane~ SEKARANG~" dengan keras, Kushina meremas testis Naruto yang membuat Naruto mengerang dan menumpahkan 'krim'nya di dalam mulut Kushina yang sedari tadi menantikan rasa ini.
"Hmm~ sperma anak muda~ memang enak'ttebane~ apa lagi punya anakmu sendiri~ rasanya makin panas~" Kushina menjilat bersih penis Naruto yang berlumuran sperma dan kembali ereksi karena melihat kelakuan Kaa-sannya yang menjilati tanganya seperti menjilati sisa es krim yang meleleh.
"Kaa-san.." Naruto setengah sadar setelah menikmati service yang seharusnya hanya bisa di lakukan oleh bintang bokep kelas dunia. Matanya kini tidak fokus karena sudah di tutupi oleh nafsu dan insting Uzumakinya yang berjalan karena tubuhnya merasakan tubuh Uzumaki yang lain,
"Ayo kita ke ronde ke-2… Naruto-kun." Panggilan seksi nan manis yang keluar dari mulut Kaa-sannya segera membangunkan Naruto dari past orgasmenya dan bersiap untuk ronde ke-2 karena Kushina sudah ada posisi doggy-style.
"Apa yang kau tunggu? N-a-r-u-t-o-kun?" Kushina menggoyang-goyangkan pantatnya yang sudah nungging. Memperlihatkan vaginanya yang basah dan lubang analnya yang pink dan bersih. Naruto dengan pelan memasukan penisnya kedalam vagina Kushina dan dihadiahi erangan Kushina yang membuat gairahnya semakin menjadi-jadi. Tanganya kini tidak tinggal diam. Naruto memasukan satu jari kedalam lubang anal Kushina dan meremas-remas payudara kiri Kushina.
"Ahh~ terus~ ahh~ mmh~ lebih keras~ lebih cepat~" Kushina dengan muka yang penuh kenikmatan dan air liur yang mengalir dari sudut bibirnya yang seksi, meminta calon suami barunya tersebut untuk membuat kegiatan ini semakin panas yang dengan senang hati di lakukanya.
Kecepatan terus menaik, Naruto memaju mundurkan penisnya dengan lebih cepat dan keras. Mengeluarkan hampir seluruh bagian penisnya dari vagina Kushina dengan hanya menyisakan kepala penisnya lalu dengan cepat menusukannya kembali sampai menyentuh mulut rahim Kushina membuat Kushina melihat titik-titik putih kenikmatan dan seakan dunia ini hanya ada kenikmatan semata..
Naruto memasukan jari tangannya yang di pakai untuk menusuk-nusukan lubang anal Kushina kedalam mulut Kushina yang dengan senang hati langsung menghisapnya seperti tidak peduli bahwa jari berasal langsung dari lubang belakannya. Naruto yang menyaksikanya langsung secara live terhenyak sebentar sebelum langsung mempercepat gerakanya yang di imbangi oleh Kushina.
"Kaa-san ini akan jadi calon istri Naru?" Naruto bertanya kepada Kushina yang masih asik menghisap jarinya. Tangannya yang satunya meremas-remas payudara Kushina.
"Mmh~" hanya itu jawaban yang Kushina berikan yang Naruto artikan sebagai iya.
"Bagaimana dengan anggota yang lain?" tanya Naruto lagi.
"Fu~" Kushina berhenti menghisap jari Naruto dan berhenti begerak menyebabkan Naruto yang bergerak sendiri dan sesekali mendesah karena gerakan pinggul dan tangan Naruto.
"Mereka bisa mengunjungi (kasur) kita~ Kaa-san bisa dan suka berbagi'ttebane~" Kushina menghisap kembali jari Naruto yang kini terdiam karena tidak menyangka atas jawaban yang di berikan oleh Kushina.
"Mungkin… Sevensome?" ujar Naruto yang membuat semua mata yang memandang mereka terbelalak. Kushina hanya berguman sambil terus menghisap jari Naruto lalu mengeluarkannya.
"Ide bagus. Tapi itu nanti. Sekarang, pasang kembali itu jari ke lubang analku dan kalau bisa tambah menjadi 3 jari!" Kushina memerintah yang langsung di patuhi oleh Naruto dan memasukan 3 jari dari tangan kananya kedalam lubang anal Kushina.
"Ahh~ iyah~ bagus~ terus~ ahh~ KYAAAAAAA~~" teriakan moe penanda Kushina yang keluar membuat lubang vagina dan lubang anal yang Naruto pakai menjadi menyempit dan menyebabkan Naruto keluar di dalam Kushina.
"Kaa-san~" Naruto berteriak karena tiba-tiba mendapati penisnya di himpit oleh dinding vagina lembut yang menyempit dan menyebabkan sensasi yang lebih daripada blowjob Kushina yang pertama
"Hah.. Hah.. Hah.." Naruto kehabisan nafas karena baru sekarang merasakan kenikmatan yang seperti ini. Apalagi nikmat yang sama dirasakan pula oleh Kaa-sannya. Naruto memang mencintai Kaa-sannya dan rela berbuat apa saja asalkan ibunya senang.
"Kita belum selesai.. Naruto-kun.. dan Kaa-san tahu kau itu belum lelah karena staminamu yang legendaris~" Kushina mendorong Naruto agar terlentang di lantai dan mulai menjiilati penis Naruto yang penuh dengan campuran cairan cinta antara dirinya dan Naruto. Setelah penis Naruto menegang kembali, Kushina 'manancapkan' penis Naruto kedalam lubang vaginanya. Kushina mengangkat badannya dan penis Naruto pun keluar dari vaginanya. Basah karena bercampur dengan cairan cinta mereka, dan Kushina turun, menancapkan dirinya..
Di lubang analnya.
"Sensasi ini yang selama ini Kaa-san inginkan'ttebane~" ujar Kushina sambil mengoyang-goyangkan pinggulnya berusaha untuk membiasakan diri terhadap ukuran Naruto yang besar. Setelah dirasa cukup nyaman, Kushina mulai menaik turunkan tubuhnya, walaupun dengan tempo lambat.
"Ng~ ah~ mmh~" Kushina bermain kuda-kudaan dengan Naruto dalam tempo lambat. Naruto yang sedikit kesal karena lambatnya tempo, berinisiatif untuk menaik turunkan pinggulnya. Menyodok kedalam bagian yang tidak pernah di capai sebelumnnya dan membuat Kushina semakin kenikmatan.
"Aahh~ ahh~ ahh~ gyah~ Nyah~" Kushina keenakan berada di atas Naruto yang sedang berusaha untuk keluar untuk yang ketiga kalinya. Dan Naruto pun ingin agar Kaa-sannya juga keluar untuk yang ketiga kalinya.
"Kyaa~" Kushina mendesah lebih keras setelah Naruto menghisap puting kiri Kushina. Tangan kanannya meremas-remas payudara Kushina dan memelintir putingnya yang sudah mengeras. Naik turun, putar, remas, pelintir dan itulah kegiatan yang di lakukan oleh tangan kanannya di payudara Kushina.
"Auh~ Ah~ Ah~" Kushina mengerang lebih kencang karena perasaan nikmat dari dadanya yang menjalar ke seluruh anggota tubuh dan membuat pandangannya remang-remang karena kenikmatan yang Kushina rasakan.
"Kyaaaah~" Kushina menjerit dan mengeluarkan cairan cintanya yang membasahi perut Naruto dan secara tidak sadar menyempitkan lubang analnya sehingga membuat Naruto kesulitan bertahan untuk tidak keluar di dalam Kushina.
"Kaa-san~ Kaa-san~" Naruto dengan susah payah memaju-mundurkan penisnya menghiraukan semua kenikmatan yang dia rasakan untuk satu tujuan. Membuat Kaa-sannya keluar untuk yang ketiga kalinya.
"Iyaan~ jangan~ masih sensitif'ttebane~" Kushina berusaha memberontak, tetapi karena Naruto sudah seperti orang yang kesurupan dalam memaju-mundurkan penisnya kedalam lubang anal Kushina yang jadi super sensitive karena habis keluar.. mata Kushina pun berputar kebelakang hanya menyisakan putih karena sensasinya yang sungguh sangat luar biasa nikmat.
"Kaa-san!" Naruto mengigit leher Kushina yang sedang pingsan yang langsung membangunkannya dan langsung mengeluarkan cairan cintanya karena dari sakit dan nikmat yang Kushina rasakan selama dia pingsan. Darah segar mengalir dari leher Kushina yang Naruto minum habis seperti lubang anal Kushina yang menelan habis sperma Naruto.
"Naruto-kun.." dengan nada lelah.. Kushina mencium Naruto tepat di bibir. Tidak peduli ada rasa darahnya sendiri yang ada di sana ataupun penis Naruto yang masih berada di dalam anusnya.
"Aishiteru.. Naruto-kun. Mari kita bangun klan Uzumaki seperti dulu lagi'ttebaane!" Kushina tertidur lelap di pangkuan Naruto yang bergerak dan menggendong Kushina kedalam kamar yang ada di dalam Gym itu. Naruto menyandarkanya di kasur lalu meninggalkanya terlelap di atas kasur.
Ruang Control
BRAKK
Pintu ruang control di buka dengan keras dan terlihatlah Naruto yang berdiri dengan telanjang tanpa mengenakan apapun.
"What the.." belum selesai Naruto bicara, hidungnya sudah di sambut dengan aroma cairan cinta para perempuan yang sedang bercinta di ruangan tersebut karena terangsang oleh tontonan live yang mereka saksikan.
Penis Naruto berkedut dan dengan seketika kembali ereksi setelah melihat lima gadis hot berambut merah telanjang dan sedang menjilati satu sama lain.
"Ada yang mau membantuku dengan hal ini?" Naruto menunjuk penisnya yang sudah berdiri dan seketika mendapat perhatian dari para member lain.
Tanpa basa-basi.., mereka semua langsung 'menerkam' Naruto.
Damn… Akhirnya selesai juga! Damn that promise that making me rushing at this.. ==*
Jika anda ingin berterima kasih karena Randz sudah mengupdate fic ini.. berterima kasihlah kepada Mi-chan yang sudah sukses menghantui Randz dengan BIG WATERY DOE MOE EYES miliknya… ==a
JANGAN LUPA.. SETIAP FLAME ANDA AKAN MEMBUAT LEMON SAYA SEMAKIN PANAS. DAN JIKA ANDA MEMANG BUKAN PENGECUT.. FLAME DENGAN AKUN RAWR!
Kagak punya akun aja belagu.. ==a
II
II
V
