Aida Riko duduk di lantai kamar bernuansa merah jambu itu seraya memasang pose berpikir yang begitu serius. Beberapa hal belakangan ini sangat sulit dicerna oleh akal sehatnya yang masih begitu belia. Masalah utamanya adalah niat kotornya mempengaruhi salah satu teman kelasnya dengan virus homo pembawa bahagia yang bagaikan kuali emas di ujung pelangi.
Ternyata, usaha isengnya berbuah manis—atau sebenarnya terlalu manis—kini level keakutan virus yang bersarang pada Momoi Satsuki bahkan sudah hampir menyamai dirinya yang telah lebih dulu terjangkit. Ini perkembangan yang luar biasa.
"Tes dimulai."
Aida berujar memecah keheningan, Momoi yang duduk di hadapannya menajamkan kedua pandangannya seraya meneguk air ludahnya sendiri gugup.
"Momoi Satsuki—"
Momoi mengangkat wajahnya, menatap lurus kedua netra Aida yang cokelat menyengat.
"Apa itu yaoi?"
"Hubungan tingkat intim untuk sesama laki-laki."
"Shounen-ai?"
"Hubungan sesama laki-laki yang lebih menekankan pada cerita cinta dari pada hubungan intimnya."
"Apa itu seme?"
"Penyerang."
Aida mengelus dagunya sendiri, "Uke?"
Momoi berpikir sejenak, "Penerima? Pihak yang diserang?"
"Lemon?"
"Hubungan intim. Sangat asam."
"Lime?"
"Tidak seasam lemon."
Kedua alis Aida mengerut, menyatu. "Threesome?"
"Hubungan intim. Bertigaan." Melihat aura cemas mulai menguar dari muka wajah lawan bicaranya, Momoi tersenyum tipis bangga.
Aida menelan ludahnya sendiri gugup, "Ereksi?"
"Berdiri," jawab Momoi simpel.
"Fanfiksi?"
"Surga dunia."
Kedua matanya semakin menyipit, Aida menatapnya menerawang. "Doujinshi BL?"
Momoi tiba-tiba saja tampak kebingungan, dia memiringkan kepalanya, "Hah?"
"BLCD?"
"... hah?"
"BL Movie?"
"Eh? Ada yang seperti itu?"
Aida menjentikan jarinya, membuat suara yang cukup keras. "Kau harus coba media lainnya selain fanfiksi, Momoi-chan!"
"Eh?" Momoi menatap dengan pandangan ragu-ragu. "Ke-kenapa? Selama ini aku cukup puas dengan fanfiksi dan bayangan yang muncul di kepalaku."
Aida menggeleng-gelengkan kepalanya, dia menaruh sebelah tangannya di bahu Momoi, menatapnya penuh keseriusan, "Kau harus melihat ketika adegan pertarungan pedang menjadi lebih ... hidup." Ketika itu juga pandangannya berubah semenyilaukan terik mentari pada siang hari.
Bibirnya terbuka membulat, Momoi membuat binar-binar antusias di sekitar wajahnya.
"Kau juga harus mendengar suara menggelitik hasrat yang mereka desahkan ketika tertusuk pedang."
Momoi sedikit bergerak mundur secara refleks, dadanya bergemuruh dengan begitu berisik.
"Bagaimana—" Aida bergerak pelan-pelan mendekati mantan gadis polos tersebut. "—Momoi-chan?"
Tidak langsung menjawab, Momoi mengepalkan kedua tangannya, menahan sebuncah hasrat eksentrik yang meninju-ninju kepalanya. Bibirnya berkedut-kedut, menahan sebuah senyuman dan teriakan heboh keluar dari dirinya.
Sekian detik kemudian dia berujar dengan berbisik.
"Pastikan keluargaku tidak menyadari apa yang kita lakukan."
Aida tersenyum bangga, lalu mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, sebuah senjata berburu asupan rahasia andalannya selain kamera ponsel; earphone asli kros. "Tenang saja."
"Yes!" Momoi berujar setengah berbisik.
Kuroko no Basuke (c) Fujimaki Tadatoshi
Catatan Harian Fujoshi (c) Erry-kun
.
.
.
Warning: Fujoshi!Momoi, OOC, AU, typo.
Catatan Harian Fujoshi
.: Page 2: Rumpi Menyangkut Asupan :.
Baru menyadari bahwa ponsel kros Aida dan nokea Momoi ternyata tidak mendukung untuk pelayanan internet terlalu berat seperti situs manga dan yutub, akhirnya Momoi memutuskan untuk memakai laptop legendaris ayahnya yang memang sudah diberikan sang ayah sejak dua tahun yang lalu. Momoi bersumpah baru menggunakannya sekarang karena dia baru tahu kegunaan lain laptopnya selain untuk mengetik tentunya.
Menunggu waktu hidup si komputer yang ternyata memakan sangat banyak waktu, akhirnya Aida membuka suara untuk mengangkat sebuah topik lain di antara mereka.
"Momoi-chan, kau menjadi manajer klub basket?"
Momoi melempar pandangan padanya, "Iya! Kau harus tahu para anggota klub basket itu sumber asupan yang terlalu bergizi untuk kedua mataku!"
"Aku tahu," Aida tersenyum bangga. "Tapi aku cukup banyak menggali informasi mereka tanpa harus menyusup ke antara mereka sepertimu."
"Akan lebih efektif melihatnya dari dekat," Momoi beranjak tidak jauh dari sana, mengambil tas sekolahnya yang dia letakan di atas tempat tidur. Dari dalam sana dia mengeluarkan sebuah buku catatan. "Mengumpulkan data adalah keahlianku."
Aida mengambil buku catatan tersebut dari tangan Momoi. Membaca informasi apa saja yang sudah dikumpulkan gadis itu.
Akashi Seijuurou. Wakil kapten (baca: istri Nijimura-senpai), sangat sopan dan pengertian. Tipikal uke idaman dan seme romantis (khusus pada Kuroko atau Kise). Ketika marah, dia bisa berubah kepribadian dengan sebelah matanya mendadak terkena penyakit kuning. Di saat itu biasanya tidak ada yang bisa mengalahkan ke-seme-annya. Bahkan Dai-chan pun ciut dibuatnya.
Midorima Shintarou. Tsundere, penembak ulung. Pendamping Akashi kemanapun dia pergi di luar tugas Akashi sebagai istri Nijimura-senpai. Perawakannya sangat seme keren, tapi sifat tsundere-nya bisa membuat para seme kelepek-kelepek. Sering memberikan perhatian terselubung pada Murasakibara dengan melarangnya terus-menerus makan.
Aomine Daiki. Dai-chan, seksi, cocok sekali untuk peran penusuk pedang. Sangat protektif pada Kuroko dengan memukul Kise setiap kali Kise dan Kuroko berdekatan. Tapi dia juga terkadang tampak melirik-lirik mupeng pada Kise. Lain waktu lainnya juga dia tampak mencari-cari perhatian dari Akashi. Tidak jarang juga dia terlihat senang ketika berhasil membuat Midorima marah-marah. Mungkin Dai-chan ingin punya istri banyak.
Kise Ryouta. Model, ramping, berpotensi menjadi tukang foto kopi. Sangat cantik memikat tapi anehnya banyak yang lebih memilih untuk mengabaikannya (mungkin karena dia sangat berisik) (Mungkin di ranjang dia berisik juga). Seluruh cinta dan perhatiannya tercurahkan penuh untuk Kuroko, tapi sepertinya bertepuk sebelah tangan. Tipikal uke ke mana-mana (kecuali Kuroko). Selalu tersenyum biar disakiti lahir batin (hiks).
Murasakibara Atsushi. Tinggi sekali, seme yang manja, lebih dekat dengan makanan dari pada orang. Sering mencari perhatian dari Akashi. Suka juga menekan kepala Kuroko dengan telapak tangannya yang besar. Selalu bertengkar dengan Midorima soal makanan.
Kuroko Tetsuya. Sangat manis, mungil, datar tembok tapi memikat. Dengan siapapun dia sangat nguke, tapi perlakuannya pada semua orang hampir sama rata. Bahkan Kise yang berjuang mengejar-ngejarnya pun diresponnya sedatar permukaan air di dalam wadah. Kembang desa versi lapangan basket.
Nijimura Shuuzou. Kapten tim basket (baca: suami Akashi dan ayah dari para anggota klub basket). Bibirnya sering maju secara tidak terkontrol tapi dia tetap tampak seme keren. Perhatiannya banyak tercurah untuk salah satu anaknya yang sangat bandel, terkadang dia terlalu fokus pada si anak dan lupa memerhatikan istrinya.
Haizaki Shougo. Anak bandel kesayangan papah. Pernah sekali terlibat konflik dengan Kise "Kau ambil posisiku, kuambil pacarmu" yang menyebabkan pacar Kise direbut Haizaki sehingga Kise pun menjomblo dan semakin fokus pada Kuroko. Ada sedikit indikasi bahwa sebenarnya yang dia inginkan itu Kise sendiri, bukan pacarnya.
Kesimpulan: Banyak pasangan yang akan terbentuk jika disebutkan satu-satu.
Tatkala Aida selesai membaca, kemudian ditutupnya buku catatan itu. Dengan sebuah senyuman tipis terpantri di wajahnya, dia mengembalikan buku catatan itu pada Momoi. "Lumayan," komentarnya.
Momoi sedikit menekuk wajahnya karena reaksi Aida terlalu biasa dari yang sebelumnya sudah dia harapkan, "Tidak bagus?"
"Ah, bukan," Aida menggaruk bagian belakang kepalanya. "Hanya saja, kurang," katanya seraya bergerak mengeluarkan ponsel kesayangan dari dalam saku celana. "Kau tidak akan mendapatkan cukup jika hanya berputar-putar di dalam gimnasium."
Momoi memiringkan kepalanya bingung.
Menjawab tanda tanya yang tersirat di kedua pandangan kawannya, Aida menunjukkan layar ponsel di mana foto seorang laki-laki—yang tidak dikenal Momoi—sedang duduk di bangku taman sekolah dengan seragam SMP Teiko yang sedikit berantakan. "Ini Takao Kazunari, teman kelas Midorima. Mereka pergi dan pulang sekolah bersama, sangat dekat. Mentalnya sangat kokoh berhadapan dengan sifat tsundere Midorima."
Momoi menatap layar ponsel dengan tatapan takjub.
"Dan kau tahu apa yang paling membuat mereka terlihat seperti pasangan?" Aida berujar bernada misterius.
Momoi menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Takao-kun memanggil Midorima-kun—" Aida mengepalkan kedua tangannya seperti sedang menahan sesuatu. "—Shin-chan!"
"Kyaaa! Panggilan apa itu!?"
"Aku tahu! Aku tahu! Mereka sangat potensial, astaga!" Aida tampak ingin berteriak tapi ditahannya. Dengan kedua tangan gemetaran dia menunjukkan foto lainnya pada Momoi. "Ini Himuro Tatsuya. Sekelas dengan Murasakibara-kun. Dia sangat perhatian dan punya senyuman menawan."
"Astaga si manja dan si perhatian ... mereka akan sangat cocok!"
"Ada lagi! Ada lagi!" Aida berujar semangat, sudah tak sanggup mengendalikan dirinya. "Ini Furihata Kouki, teman sekelas Kuroko-kun. Mereka sering terlihat bersama-sama di luar jam latihan basket."
"Whaaaa ... mereka manis!" Momoi melebarkan senyumannya. "Tapi mereka berdua tampaknya tidak ada yang bisa mendominasi."
Aida tersenyum santai, "Oh, kau tidak akan pernah tahu apa yang ada di balik wajah datar milik Kuroko-kun."
Momoi mengangguk-angguk.
"Selain itu, beberapa kali aku melihat Furihata-kun dan Akashi-kun berpapasan. Mereka tidak saling mengenal, tapi entah karena apa dia selalu gemetaran ketakutan ketika bertemu sapa dengan Akashi," Aida memejamkan matanya, menghayati. "Terutama pernah sekali mereka bertabrakan dan jatuh keduanya. Furihata-kun mendadak pucat pasi sementara Akashi-kun membantunya berdiri—ahhh! Itu momen favoritkuuu!"
"Aku harap aku bisa melihatnya secara langsung ..." Momoi cemberut.
"Kau harus memasang mata dan telingamu setiap saat, Momoi-chan," petuah Aida bijak. Kemudian, masih belum selesai dengan penjabarannya, Aida kembali mengotak-atik ponsel—mencari sebuah foto—untuk kemudian ditunjukkannya foto tersebut pada Momoi. "Yang ini Kagami Taiga. Dia tidak sekolah di Teiko."
"Eh!? Aku pernah melihat orang ini bersama Dai-chan!"
"Benar! Benar!" Aida semakin antusias. "Sekolahnya tidak jauh dari Teiko. Aku sering melihatnya berdiri di depan gerbang Teiko untuk menunggu seseorang. Terkadang Himuro-kun, terkadang Kuroko-kun. Aku tidak tahu apa hubungan mereka, tapi mereka cukup potensiaal!" kedua matanya menutup menahan hasrat membuncah. "Plus, dia teman one on one Aomine-kun selain Kise-kun."
Momoi ingin sekali menggigit ponsel. Kalau tahu begitu setiap Aomine mengajaknya pergi menemani one on one, dia pasti ikut.
Aida tersenyum bangga, dia menghembuskan napas seperti lega akan sesuatu. Kemudian di luar dugaan ditutupnya ponsel tersebut. "Sudah menyala komputernya?"
"Eh?" Momoi berbalik, menatap laptop bobrok yang sangat untung masih bisa hidup itu dengan tatapan sumringah. "Sudah!" katanya, antusias.
"Howaaaa! Kemarikan cobaaa!" Aida mengambil alih laptop tersebut, mengotak-atiknya, mencoba membuka situs manga langganannya dari browser yang ada—secara ajaib browser yang ada di sana ternyata hanyalah Internet Eksplorer.
Dengan memanfaatkan waifai dari rumah Aomine, internet sukses berjalan secepat pesantren kilat. Ketika tampilan situs manga tersebut sepenuhnya menampakkan diri, pandangan Momoi terbuka lebar berbinar-binar sementara Aida menghela napas lega karena situs favoritnya ternyata tidak terkena internet positif.
"Kau harus coba manga satu ini, Momoi-chan—"
"Kyaaaaa! Boleh! Boleh! Uke-nya sangat maniiiis!"
Lalu mereka pun dengan anteng membaca. Tanpa suara sementara bibir berkedut-kedut menahan sesuatu. Untuk pertama kalinya, Momoi merasakan pengalaman asupan intim yang semakin nyata. Meskipun masih tetap tanpa gerakan dan suara, Momoi tetap merasa melambung tinggi menembus awan. Terutama karena wajah sang uke yang sedang kesakitan karena samting itu terlihat jauh lebih manis dari yang selama ini bisa Momoi bayangkan.
"Astaga, astaga. Dia sudah hampir klimaks!" Aida berbisik misterius.
"Aku tidak kuat melihat wajahnya—terlalu, terlalu—menggoda," Momoi menutup mulutnya sendiri menahan diri.
"Kyaaaa! mau kel—"
—Piiiip.
Layar laptop pun mati secara mengecewakan. Aida dan Momoi ingin sekali berteriak frustasi karena mendapatkan tontonan yang sangat nanggung dan rasa penasaran yang menekan-nekan dada.
"Ohhh! Sial! Sial! Ayooo menyala lagi!" Momoi menekan tombol power laptop itu dengan panik berlebihan.
"Semoga menyala. Semoga menyala. Semoga menyala." Aida berkomat-kamit.
Kemudian setelah tombol ditekan, lampu power itupun menyala seperti yang diharapkan. Mesin yang mudah panasnya berbunyi kecil. Momoi dan Aida tersenyum sumringah.
—Piiiip.
Layar kembali hitam dalam sekejap.
"Oh, sial. Aku harus lakukan sesuatu mengenai laptop ini ..." Momoi mendesah pasrah. Dia mengangkat laptop tersebut seraya menegakkan tubuhnya. Kemudian dia berjalan pelan menuju pintu utama kamar.
"Momoi-ch—!"
Momoi keburu pergi melalui pintu, Aida hanya bisa menghela napas.
Tidak tahu harus melakukan apa sendirian di kamar tidur orang lain, Aida memilih foto-foto asupannya sebagai pembunuh waktu. Menikmati itu, dia tersenyum berkedut-kedut. Beberapa menit tidak terasa terlewati.
Maka Momoi muncul kemudian melalui pintu. Aida mengangkat wajahnya, membuka suara duluan, "Laptopnya diapakan?"
Dengan santai Momoi duduk di lantai berhadapan dengan kawannya tersebut. "Diberikan ke Papa, mungkin dia tahu bagaimana menyalakan laptop itu kalau sudah terjadi begitu."
"Momoi-chan, astagaaa!" Aida berseru panik.
Momoi membuat kedua matanya berkedip-kedip heran, "Kenapa?"
"Kalau ternyata ayahmu bisa menyalakannya, lalu laptop itu menyala persis seperti ketika mati tadi—"
Momoi bengong, membatu dengan mulut menganga.
"—dia akan tahu apa yang kita buka tadi!"
Momoi dan Aida saling berpandangan selama beberapa detik.
"Kyaaaaaaaa!"
"Aduh, kenapa laptopnya harus mati tepat di adegan itu sih."
Momoi sontak melesat kencang kembali ke luar kamar, menemui sang ayah seraya berkomat-kamit dalam hati agar laptop itu lebih baik tidak perlu menyala selamanya saja sekalian.
Ini adalah hari sabtu, tatkala sinar mentari telah cukup meninggi, hampir seminggu semenjak Momoi Satsuki mendeklarasikan diri sebagai seorang pecinta homo. Pengalaman pertama Momoi mencoba media lainnya selain fanfiksi berawal dengan menyenangkan dan berakhir dengan mengejutkan. Momoi harus belajar untuk lebih berhati-hati sebagai seorang fujoshi. Harus.
See you next page!
Halooooh saya kembali membawa apdetan fanfiksi ini xD Maafkan saya gak bisa memunculkan para pebasket warna-warni di page ini, karena memang sudah rencana untuk chap ini hintsnya ada di pembicaraan dua gadis abege fujo tersebut :") mueheheh /plak
Saya memang pernah membayangkan begini ... berhubung notebook saya lumayan bobrok(plak) akan sangat seru kalau mati mendadak ketika saya lagi baca doujin adegan begituan(woy). Eh, kalau hang kayaknya lebih asik tuh :") /maso/pliiiis/
Fuwaaaa fuwaaaaa saya benar-benar menghaturkan(?) terima kasih yang sebanyak-banyaknya untuk review di page dua kemariiiiin xD hiks responnya mengejutkan ;;_;; benar-benar membuat semangat untuk melanjutkan fanfiksi ini ... terima kasih, ya! {} /peluk satu satu/
Semoga page ini tidak mengecewakan :") kritik dan sarannya silakan jangan sungkan minna-samaaaa xD
Balasan Review:
CALIC0 kak, sumpah reviewnya cepeet banget hehehe. Padahal baru saya publish lanjutannya xD iya maafkan saya telah membuat anak ini tumbuh terlalu cepat :") Iyaaa duhhh hiks maafkan :""D nanti kalo ada kesempatan saya tebar hints lagi deeh. Iya, makasih kak! (btw OPEN-nya dilanjut dooongs. Kangeeen.)
ShilaFantasy godaan terlalu banyak sih :"v ah, saya juga ga kalah bejad kok /malahbangga/plak/ kan Momoi punya bakat pengolahan data yang baik /njir/tapigakgitujuga/ iyaaa makasih yaaa xD {}
Vylenzh kalau saya jadi Momoi mungkin saya juga nekat gitu :"v /plak/ Momoi bikin iri yaaaa saya juga pengen tau :"D /hiks/ iyaa sudah nih :3 makasih banyak ya! {}
Choi Chinatsu #ciumbalik #dibegal /plak/ masalahnya saya juga demen uke Sei-chan sih /digunting/ saya pengen atulah :"v saya iriii (plak) isi kelas saya tiga perempat cewek sih :") Di sini hintsnya nggak bisa nyata(?) dulu. Ntar deh aku selip selipin(?) lagi yaaa xD okee makasih~! :3
FFstalker iyaa :") diam diam si Momoi mikirinnya yang begituan /plak/ sebenarnya saya pengen banget sih bikin Momoi suka sama Kuroko (KuroMomo feels gueee) tapi gak tau ada atau nggak momen yang pas(?). nanti deh saya pikirkan lagi xD makasih reviewnya yaaa! :D
Seventyone Square Love you tooo~ /eaaa/ iya ini curhatan saya juga sih :"D iyaaa makasih banyak ya! xD
Akira Sei54 iya nihhh xD saya juga iriiiii ya ampun hikz /plak/ saya juga suka pengen taubat kalau inget berapa dosa yang sudah saya buat hiks :") iyanihh hehe maaf hintsnya di sini tidak nyata(?). makasih banyak yaaa! :3
ShiroKame2324 Momoi tumbuh begitu cepat hikz :") hebat langsung back, saya dulu kecelakaan buka M malah lanjut karena penasaran #bejat /plak/ untuk OTP, Momoi belom kepikiran #eah kemungkinan nanti kalo ada pun ga cuma satu sepertinya(?) okeee makasihhh banyak ya! xD
kurosaki seika huwaaa semangat UKKnyaaaaa xD yaps sama samaa.. saya pun seneng kamu menikmati cerita saya :) mirip ya ... jangan2 saya peramal /loh/nggak/ iyaa nihhh makasih banyak semangatnya yaaa xD {}
eileithyiakudo kaya saya juga /plak/ :"D jadi ... kejadianmu menjadi fujoshi itu tiba-tiba gitu aja ya :" /plak/ howaaaaa sama atulah :"v iya, mata seorang fujoshi teliti dengan yang mana tipe uke dan seme /plak/ mahasiswa macam apa kamu :") /padahal sendirinya../ saya pengen dong ketemu dosennyaaa /lah xD iyanihhh makasih banyak ya! :D
Vee Hyakuya nggak apa apa kok^^ aww makasihhh (Momoi: tooos!) ini juga ajang nostalgia sayaa xD oke, makasihhh banyak semangatnyaaaa :3
TheUltramarine kyaaa makasihh {} sebenarnya itu kata kata terinspirasi juga dari manganya Junko yang judul indonya "Hey, I'm Popular" rekomen loh! (malah promosi) #slap x"D Momoi makhluk beruntung X"D makasih reviewnyaa! xD
alice dreamland gapapa, biar hidupmu senang dan bahagia /plak/ :"v iyanih makasihhh banyak yaaa :) {}
macaroon waffle itu saya banget juga sih :"v /aeee/ wah serius? Guru-gurunya deket atau gimana? Aduhduhh maudong /eh/ makasihhh banyak yaaa :D
annovt maklum lah Momoi pemula /itubukanalasanwoy/ :''D tak terpisahkan sama yaoi cie so sweeet /bukan/ iyanihh makasihh banyak ya :3
Apya Hanku huwaaa gapapa xD belom terlambat kok (?) xD karena ini pengalaman saya juga /plak/ DI KELAS SUMPAH ASTAGA /heboh/capswoy/ ini nih udah lanjut xD makasih yaa! :)
Mikan Ran Konako sudaaaah-ssu! /malahikutan/ kyaaaa syukurlah tengkyuuuu~ xD aeee iya nih udah, makasih reviewnyaaa :3
overexcitedsister iya hehehe apdetnya udah dijadwal(?) /apaaa/ awww makasihhhhh. Iya fanfik ini pun membuka tabir-tabir dosa saya dari yang telah lama :") /? Hiks Momoi tumbuh begitu cepat membanggakan ya :") aaaaa saya terharu sekali baca review darimu yang penuh semangat hiiks hiks :"""D tentu! Erry bakal lanjut selagi mungkin xD makasihhhh banyaaak {}
Brigitta Bukan Brigittiw si aho sebenarnya biang kerok :"v kejadian AoMido juga dia terlibat sih /plak/ duhh rencanaku ketebak berati /aeee/ makasih banyak reviewnya yaaa xD
Faijuuro AWW TENGKYUU~ sebenarnya ... saya ini peramal cinta /apaaa/dibegalAkashi/ gak heran berati fanfiksion dot net ini mau disensor internet positif (ihhh tapi jangan doooong) (nanti saya buka lapak di mana:( aee) saya juga kaget baca reviewer ternyata banyak yang hampir sama kejadiannya :"D ada dua kemungkinan... mungkin karena dirimu fujo, atau karena mereka di belakang emang gitu /plakplak/disantet/ aww makasihhh banyaaak yaaa xD
RallFreecss udah terlanjur cari lagi :") /plak/ makasih banyak reviewnya yaaa xD
Guest kita semua pernah mengalaminya :"" /aeee/ samaaa kenapa sulit ya tobat /kayanya saya aja kurang niat tobatnya/plak/ kyaaaa aww awww /? Makasihhhh saya seneeeeng banget nihhh :D {}
Saya SAYA JUGA SENANG HIKS :") wah, serius nih fudanshi? Waaah jaraaang loh xD ini udah adaa... semoga nggak mengecewakan yaaa :") terima kasih juga sudah meluangkan waktu untuk baca dan review :3 aeee udah punya ukeee xD bagi foto dong /ngiler/dibegal/
jesper. s shipper AoMido muncuul ke permukaaan yeaaaay xD iyanih. Makasih banyak reviewnya yaaa {}
himeichi semua berawal dari ketidaksengajaan ya :") iya memang awal awal pasti ga kuat kokoro (saya juga ngalamin) tapi lama lama malah nagih loh (sesat) saya gigit bantaaaal. Emang sih keren keren dan bikin gereget gimana gitu :"3 iya gapapa kok, saya seneng bacanya xD makasih banyak ya bro!
Aiki Aeru Hai juga /ae/ iya nih udah adaaa xD saya emang lagi membuka dosa dosa saya yang telah lama terkubur waktu /ae bahasanya/ (gapapa makasih ya udah mau ninggalin jejaaak xD)
curw rata rata fujoshi kayak begini kali ya kelakuannya :"v /plak/ hiks saya juga irii ... iya nih, makasih banyaaak reviewnya yaa xD
Arralaude iya emang :""v ini sebenarnya saya banget yang waktu SMP nyebarin virus (macam riko) pada temen temen polos (lebih sesat) wkwk isinya sedikit banyak curhatan saya sih ff ini(?). Whoaaa makasih banyaaaak xD
sabilsabil ASIK MAKASIH UDAH RIPIU! XD wah, itu berati pengalamanmu sama kaya temen saya (tapi untungnya dia nggak terjerumus terlalu dalam kayak saya) (njir) huwaa makasihhh {} :D
The Greatest Archer hebat kan bisa sama gituu /disantet/ :""v iya hiks nasibmu sama seperti saya .. ffn dan yutub sebagai pelampiasan(?). Iya nih syudaah, makasihh yaa! xD
(Sekiaaan! Mohon maaf jika terjadi kesalahan ketik nama atau ada yang terlewat ya, saya pun manusia/yaiyalah/eeeh)
