Casts : Kim Seokjin!GS (19) Min Yoongi (22) Jeon Jungkook (19) Kim Taehyung (17) Jung Hoseok (24)

[casts yang lain menyusul]

Pairing : YoonJin / Taejin, Slight!HopeKook


©BTS member belongs to their parents and agency

©Story belongs to ORUL2

Rated : M


"X"

.

When you have 'perfect' love story and then he comes back and ruins everything.

.

Chapter 3: Bump Into You


[Jin POV]

Pertemuanku dengan Yoongi.. Tidak bisa dibandingkan dengan pertemuanku dengan Taehyung, mantan yang (diam-diam) masih sering kupikirkan itu. Yoongi seniorku di kampus. Ia seharusnya sudah lulus ketika aku masuk, karena ia empat tahun di atasku. Namanya juga namja, sering malas masuk kuliah sehingga ia tidak lulus tepat waktu. Tapi, mungkin justru karena kemalasannya itu lah yang mempertemukan kami.

Awalnya aku tidak pernah memerhatikan Yoongi. Semenjak putus dari pacarku yang terakhir (waktu itu aku sudah menjomblo selama empat bulan), aku tidak terlalu suka melirik namja. Mungkin aku sudah berada di titik lelah untuk mencari the right one. Atau mungkin aku hanya malas harus mengulang fase perkenalan—dekat—gombal-gombalan—jadian—drama—more drama—lelah—putus—kembali ke fase perkenalan lagi.

Aku merasa semuanya terlalu alot. Selalu berjalan seperti itu. Aku pun menantang Tuhan, apakah tidak ada alur menarik dalam sebuah hubungan?

Lalu tantanganku dijawab-Nya ketika aku menginjak semester dua. Waktu itu jurusanku mengikuti pertandingan basket antar jurusan yang diadakan BEM kampus. Aku yang selalu suka melihat pria-pria bermain basket dan ingin mendukung jurusanku sendiri pun datang ke area lapangan basket indoor bersama Jungkook. Kami duduk bersama dengan teman-teman sekelas kami di tribun sebelah kanan.

Tim basket jurusan kami memasuki area pertandingan. Lawan kami kali ini adalah tim dari jurusan akuntansi. Ini adalah pertandingan semi-final. Jika kali ini kami menang lagi, kami akan menuju pertandingan terakhir.

Mataku menangkap beberapa teman satu angkatanku, tapi sisanya aku tidak kenal. Pasti mereka sunbae. Lalu.. mataku menangkap sosok itu. Kulitnya putih seputih porselen. Kakinya ramping, bahkan lebih ramping daripada kakiku (ugh). Rambutnya cokelat alami, agak gondrong, berantakan. Dia pakai headband berwarna merah yang membuat ketampanannya bertambah 50%. Dan ternyata dia ace dari tim jurusan kami. Aku pun bertanya pada Jungkook.

"Yang itu siapa?", tanyaku.

"Yang pakai headband merah?", Jungkook bertanya balik, aku mengangguk.

"Itu Min Yoongi. Sunbae. Kita kan satu kelas, pabo. Masa kau tidak ingat?"

Hm.. satu kelas? Kapan ya?

"Dia ada di kelas Composition 2, Reading 2, Listening 2, dan Vocabulary 2. Kau ini, makanya, perhatikan sekitarmu.. Jangan hanya memerhatikan Kiddoh ToppDogg saja.", ucap Jungkook malas. Dia memang paling tahu tentang diriku.

Aku menyengir pertanda maaf. Oke, Jungkook. Aku akan lebih memerhatikan keadaan sekitarku. Terutama, aku sudah menemukan oase baru. Min Yoongi, ya? Namanya saja bagus. Aku penasaran, apakah orangnya juga bagus untuk diajak berkomitmen?

Pertandingan selesai, tim kami kalah empat skor. Kami tidak akan masuk final. Salah satu sunbae yang kukenal bernama Lee Junghwan, atau nama bekennya Sandeul, mengajak semua orang dari jurusan kami yang datang menonton pertandingan untuk makan siang di kafenya (sebagai permintaan maaf karena tidak bisa membawa tim kami masuk final). Permintaan maaf yang berlebihan. Mungkin dia hanya terlalu kaya saja.

Kami semua yang datang menonton pertandingan, mulai dari angkatanku hingga angkatan paling atas, berangkat ke Aa Cafe di Sangsoo-dong. Kafe itu luas sekali. Di bagian depan ada meja yang sepertinya di desain untuk pasangan atau sahabat, karena hanya terdiri dari dua kursi mungil yang manis dengan meja kecil di tengahnya. Saat kami melangkah ke dalam, kami disuguhi oleh lantai kayu yang di purnish hingga mengilap, deretan kursi panjang dengan selusin kursi di sisinya, beberapa meja bundar dengan empat kursi mengelilinginya, beberapa sofa empuk, satu bar, dan ornamen lainnya yang membuat siapapun akan betah berlama-lama di kafe ini. Sandeul sunbae punya kafe yang bagus.

Kami semua duduk di meja panjang. Satu meja seharusnya berisi dua belas orang, tapi kami menyatukan dua meja, sehingga kami, dua puluh empat orang, duduk saling berhadapan. Aku duduk di bagian kiri tengah, berdampingan dengan beberapa teman satu angkatanku. Sedangkan Min Yoongi, dia duduk di ujung, bersebelahan dengan Sandeul sunbae. Dia dan Sandeul sunbae memang dekat walaupun berbeda satu tingkat, menurut informasi yang kudapat dari Jungkook.

Hidangan datang. Kami semua mengobrol dan bersenda gurau selagi menikmati pesanan masing-masing. Waktu itu aku memesan spinach pasta carbonara dan lemon & lychee ice tea. Sesekali aku melirik Min Yoongi sambil berpura-pura mengobrol dengan Park Jimin, teman sekelasku. Dia yang membawaku kemari dengan motornya. Sedangkan Jungkook menebeng motor Kim Namjoon, seorang sunbae tingkat dua yang merupakan ketua HIMA. Kata Jungkook, mereka semacam saudara jauh, entahlah. Saudara jauh macam mana yang nama marganya berbeda? Abaikan saja hubungan jauh mereka. Sekarang, mari fokus pada Min Yoongi.

Ku perhatikan Min Yoongi memesan makanan Korea dan teh hijau dingin. Begitu simpel. Ia selalu tersenyum manis ketika mengobrol dengan teman-temannya. Oh, senyumannya itu.. membuatku merasa lemas. Kenapa? Ada apa? Apakah dia the right one? Tuhan? Tolong jawab aku, Tuhan..

Wow! Mata kami bertemu. Aku langsung mengalihkan wajahku, berpura-pura mengobrol dengan Jimin. Aku melirik dari ekor mataku. Tidak! Dia masih mengamatiku. Kenapa? Tolong berhenti, tuan Min. Aku tidak kuat.

Jamuan makan siang selesai. Semua gratis, ditanggung oleh Sandeul sunbae. Benar kan dugaanku, dia hanya terlalu kaya. Tapi, kenapa aku tidak tertarik padanya, ya? Ibuku pasti senang kalau aku tertarik padanya, lalu dia juga tertarik padaku, kami jadian, menikah, wah.. ibuku pasti bahagia bukan kepalang. Aku juga berpikir begitu. Sepertinya aku akan bahagia jika aku bisa berdampingan dengan Sandeul sunbae. Dia tampan, baik, rendah hati, dan super kaya. Tapi kenapa, aku sama sekali tidak diberi ketertarikan padanya, Tuhan?! Kenapa mataku selalu terkunci pada sosok di samping Sandeul sunbae, alias Min Yoongi dengan killer smile-nya?! Ada apa denganku dan pria-pria dengan senyuman manis?!

Aku dan teman-teman satu angkatanku pamit untuk pergi lebih dulu. Kami menghampiri para sunbae lalu menyapa mereka satu per satu. Sangat melelahkan, tapi ini tatakrama. Kami sebagai maknae harus melakukannya. Lalu, sampailah aku di kursi Min Yoongi. Duh.. dia tersenyum padaku. Manis sekali, Tuhan! Aku tidak kuat. Lututku rasanya lemas..

"Hai, pulang ke mana?", tanyanya ramah.

Aku meneguk salivaku dengan kasar. "Dangju-dong, sunbae..". Sial, suaraku terlalu pelan. Aku nyaris mencicit. Dia tertawa menyadari kegugupanku. Double sial.

"Jauh sekali, naik apa ke sana?"

"Kereta sampai Gwanghwamun, sunbae. Selanjutnya aku menggunakan bis.". Bagus, kali ini suaraku agak kencang.

Dia menepuk lenganku lembut. "Oke, hati-hati, ya..."

Nada suaranya menggantung. Aku kira dia ingin tahu namaku.

"Kim Seokjin, ibnida."

"Sekali lagi, Min Yoongi mengucapkan: Hati-hati, Kim Seokjin.", ucapnya sambil terkekeh.

Aku rasa dia sengaja menyebutkan namanya. Hei, tidak perlu, aku bahkan sudah tahu sedikit tentangmu dari Jungkook.

Aku tersenyum kikuk lalu berjalan ke kursi Sandeul sunbae untuk berpamitan sekaligus berterimakasih atas jamuan makannya. Terus begitu sampai ke kursi sunbae yang terakhir. Akhirnya aku dan teman-teman satu angkatanku pulang. Jimin dan Namjoon sunbae mengantarkan aku dan Jungkook hingga stasiun. Di perjalanan pulang, aku membuka SNS favoritku waktu itu, Twitter.

"Hei, apa kau tahu ID Sandeul sunbae?", tanyaku pada Jungkook.

"Ani. Cari saja namanya, siapa tahu muncul."

"Jeon Jungkook, yang namanya Lee Junghwan ada jutaan di Korea Selatan.."

"Sandeul. Coba cari Sandeul. Kurasa tidak akan ada terlalu banyak orang yang bernama panggilan itu.", ralat Jungkook, menyadari kebodohannya.

Aku mengetik 'Sandeul' di kolom pencarian. Ada beberapa orang, tapi setidaknya tidak jutaan. Aku mengecek avatar akun yang bernama Sandeul satu persatu. Tidak perlu waktu lama, aku menemukan Sandeul sunbae. Aku me-follow akun itu sebelum me-mention-nya.

Seoookjin_: Sunbae, ini Seokjin, tingkat pertama. Sekali lagi terimakasih untuk hari ini. Aku dan teman-teman sangat senang! ^^

Aku menekan tombol Tweet, sedetik kemudian muncul tulisan your tweet has been sent.

Aku menyimpan ponselku lalu mengobrol dengan Jungkook selama perjalanan.

Saat aku sampai di rumah, lebih tepatnya di kamarku, aku menyimpan tas selempang kecilku di meja belajar lalu mengeluarkan ponsel. Aku membuka kuncinya lalu melihat enam notifikasi dari Twitter. Aku tersenyum, mungkin Sandeul sunbae membalas tweet-ku.

Benar saja, diantara mention dan notifikasi lainnya, ada satu retweet dari akun Sandeul sunbae.

leesandeuul: Halo, Seokjin! Sama-sama. Aku juga sangat senang bisa lebih dekat dengan para hoobae RT Seoookjin_: Sunbae, ini Seokjin, tingkat pertama. Sekali lagi terimakasih untuk hari ini.

leesandeuul is now following you.

Dan satu retweet dari Namjoon sunbae.

brainkim: Cieee, Sandeul~ RT leesandeuul: Halo, Seokjin! Sama-sama. Aku juga sangat senang bisa lebih dekat dengan para hoobae RT Seoookjin_: Sunbae, ini Seokjin

Aku tertawa. Apa yang perlu di-cie-kan antara aku dan Sandeul sunbae? Dasar, saudara jauh Jungkook memang sama anehnya dengan Jungkook.

Seoookjin_: Annyeong, sunbae.. follow back aku dong :p RT brainkim: Cieee, Sandeul~ RT leesandeuul: Halo, Seokjin! Sama-sama.

brainkim is now following you.

brainkim: done, temannya Jungkook~ RT Seoookjin_: Annyeong, sunbae.. follow back aku dong

leesandeuul: Cieee Namjoon~ :p RT brainkim: done, temannya Jungkook~ RT Seoookjin_: Annyeong, sunbae.. follow back aku dong

dunkYoongi: leesandeuul brainkim Seoookjin_ aku juga di follback dong, sunbae~ :p :p :p

Hatiku meloncat hingga ubun-ubun kepalaku. Itu akun Min Yoongi?! Sumpah?! Dia me-reply percakapanku dengan Sandeul dan Namjoon sunbae?! Dan dia minta di-follow back?!

Aku menekan tombol Follow dengan hati dugeun-dugeun. Gila! Bahkan aku belum mencari akunnya, dan dia sudah muncul begitu saja di notifikasiku! Apakah ini jalanku, Tuhan? Apakah dia memang untukku? Ya, akhir-akhir ini aku jadi begitu dekat dengan Tuhan karena banyak sekali yang kupertanyakan tentang dunia.

Aku membalas Tweet Min Yoongi dengan me-reply -nya.

Seoookjin_: dunkYoongi sudah~ annyeong, sunbae slam dunk :p

dunkYoongi: annyeong juga orang Dangju-dong. Sudah sampai rumah? Seoookjin_

Aku berteriak di dalam hati. Dia menanyakan keadaanku? Apa dia mengkhawatirkan diriku? KYAAAA!

Seoookjin_: dunkYoongi ne, sunbae. Ini baru sampai kamar. Sunbae sendiri?

Ada retweet masuk.

brainkim: *teriak pakai loud speaker* CIEEEE YOONGI. Cc: leesandeuul RT dunkYoongi: annyeong juga orang Dangju-dong. Sudah sampai rumah? Seoookjin_

Ada satu reply menyusul masuk.

leesandeuul: CIEEEE DAH! KIW! UHUY! brainkim dunkYoongi Seoookjin_

Lalu ada notifikasi direct message. Satu pesan baru. Dari siapa?

dunkYoongi: Seokjin, ada id LINE atau Kktalk? Sumpah tuh anak dua, racet banget. Gak bisa liat orang lagi pdkt.

Sekarang aku benar-benar ingin berteriak. Aku mengambil bantalku lalu berteriak sepuas-puasnya di dalam sana. Aku tidak mau membuat kebisingingan yang akan membuat ibu dan ayah marah-marah nanti.

Min Yoongi bilang dia lagi pdkt alias pendekatan? Padaku? Ini gila! Thank, God!

Aku memberinya ID Kktalk-ku dengan tambahan emot senyum di sana. Biar dia pikirkan sendiri saja apa arti emot senyum itu. Beberapa menit kemudian muncul ID baru yang menambahkan aku sebagai teman. Yoongggi.

Beberapa detik kemudian, chat pertama dari Min Yoongi muncul.

"Hai, hoobae."

Dan kami melanjutkan percakapan kami hingga pukul sebelas malam.

Jadi, begitulah bagaimana aku bertemu dengan Yoongi. Kami menjadi semakin dekat, tidak hanya di SNS, tapi juga di dunia nyata. Di kelas, dia selalu duduk di samping atau di belakangku. Dia ceroboh sekali, sering lupa membawa buku referensi, atau mungkin sengaja supaya dia bisa membacanya berdua denganku? Kekeke. Satu bulan kemudian, kami resmi pacaran. Apa kalian penasaran bagaimana cara dia memintaku menjadi pacarnya? Akan kuceritakan nanti.

TBC


ORUL2 says:

sorry for late update! thank u for the reviews im so touched /kisseu/

ini udah diceritain ya gmn pertemuan jin sama yungi

next chap fokus ke hubungan yoonjin mwehehe /aint they cute?!/