Who Is M?
Disclameir : Semua cast milik orangtua masing-masing.
Pair : Kyuwook dll.
Rated : T + +( emang ada)
Genre : Romance/ Hurt/ Tragedy.
Warning : BL, aneh, rada pasaran, alur gak jelas, typo dll.
Mengandung sedikit unsur kekerasan, yang nggak suka Yesungnya saya bikin antagonis lebih baik jangan dibaca ya.
Don't like don't read
Previous chapter
"Sudah siap untuk mati Lee Hyukjae?" Eunhyuk menoleh kebelakang untuk melihat sosok yang baru saja mengatakan sesuatu padanya.
Chapter 3
Enjoy
.
.
.
"S-siapa kau?" tanya Eunhyuk gugup tangan dan kakinya bergetar hebat, sosok bertopeng setan itu sungguh menyeramkan, tangannya memegang sebuah tali yang cukup panjang, apakah itu untuk dirinya?
"Ho~, jadi kau sudah lupa padaku ya Lee Hyukjae." Kening Eunhyuk mengernyit, 'apa maksudnya sudah lupa?' batinnya bingung, Eunhyuk tersentak 'Mungkinkah?' pikirnya.
"Ja..jangan-jangan...kau...-tidak..tidak mungkin kau sudah mati." Eunhyuk melangkah mundur, perlahan sosok di depannya pun berjalan mendekatinya.
Udara sore hari benar-benar dingin karena cuaca saat itu sedang mendung, Eunhyuk menatap sosok di depannya tak percaya, benarkah itu 'dia'? sosok yang sudah di anggap mati satu tahun yang lalu.
"Kau harus membayar semua yang telah kau lakukan padaku dan kedua saudaraku." Sosok itu terus mendekati Eunhyuk yang benar-benar ketakutan.
"Mianhae, aku.."
"Apa kau pikir dengan kata maaf saja bisa mengembalikan semuanya!" bentak sosok itu dengan penuh amarah.
"Kesalahan kalian sudah terlalu besar untuk bisa di maafkan." Lanjutnya.
Eunhyuk mengeluarkan keringat dingin ketakutannya semakin menjadi, andai saja dia dan kekasihnya tidak pernah terlibat dalam kasus 'itu', andai saja dia dan kekasihnya tidak bergabung bersama genk clouds mungkin semua ini tak akan pernah terjadi dan mereka tetap bersama meneruskan impian mereka di masa depan.
"Kau tau yang mengirim pesan pada kekasihmu untuk datang ke sekolah ini adalah aku?" Eunhyuk membulatkan matanya, mengingat kembali percakapannya dengan Sungmin.
Flashback
Satu minggu yang lalu.
Seorang namja berambut blonde bernama Lee Hyukjae atau Eunhyuk sedang duduk dengan gelisah di ranjang miliknya, sesekali dia menggeliat tak nyaman dan selalu mengubah posisi duduknya yang saat itu berada di pinggir ranjang.
"Aigoo~, kenapa Hae belum mengirim pesan padaku, biasanya dia selalu mengirim pesan jika sudah pulang sekolah." Gumamnya tangannya meraih sebuah ponsel yang tergelatak di atas meja, namja manis itu mencoba menghubungi kekasihnya, namun yang menjawab hanya suara operator telpon.
"Kenapa no-nya tidak aktiv, apa aku tanya Sungmin saja." Namja manis itu kemudian mencoba menghubungi Sungmin.
Tut tut klik
'Yeoboseyo?' sapa suara di sebrang sana.
"Minnie, ini aku Eunhyuk." balas Eunhyuk.
'Tumben kau menelponku sore-sore, Hyukk?'
"Aku ingin bertanya? Apa Donghae ada bersamamu?" tanya Eunhyuk dengan nada cemas.
'Loh bukannya dia searusnya sedang bersamamu?' namja bergigi kelinci itu balik bertanya.
"Bersamaku?" kedua alis Eunhyuk terangkat, "Aku sedari pulang sekolah berada di rumah."
'Jinja? Tapi bukannya tadi saat jam istirahat kau mengirimnya pesan untuk menemuimu?'
"Aniya, aku tidak mengirim pesan apa-apa padanya."
'Lalu jika tidak bersama denganmu dia bersama dengan siapa?'
"Entahlah, mungkin dia memang sedang ada urusan. Aku tutup telponnya ne, mian sudah mengganggumu."
'Ne gwaenchanna.' Eunhyuk menutup sambungan telponnya dengan raut wajah kecewa dan sedih.
Namja manis itu semakin merasakan perasaan yang tidak enak, kedua tangannya di taruh di dadanya, meremasnya kuat tak di pedulikannya jarinya yang masih terasa sakit, tatapan matanya tertuju pada bingkai photo kekasihnya yang terpajang di meja 'Perasaanku sungguh tidak enak, Hae'...
Flashback off
"Tenang saja sebentar lagi kau akan menyusul kekasihmu itu." Eunhyuk tersentak dari lamunannya saat sosok itu kembali membuka suaranya.
Eunhyuk langsung mengambil langkah untuk menghindari sosok tersebut, namja pemilik gummy smile itu berlari menuju pintu keluar, namun gerakannya terhenti saat sebuah tali menjerat lehernya.
Ya sosok tersebut berhasil menjerat leher Eunhyuk dengan tali yang di bawanya, Eunhyuk terus meronta tangannya berusaha melepas jeratan yang berada di lehernya, namun itu hanya sia-sia karena tali yang menjerat lehernya benar-benar kuat.
Suasana sore itu sangat mencekam di tambah lagi hujan turun dengan derasnya di selingi suara guntur yang bersahutan dilangit sana seolah menjadi saksi bisu kematian Lee Hyukjae. Sebelum matanya benar-benar tertutup, Eunhyuk tampak tersenyum.
Dalam pandangannya yang sangat buram dapat di lihatnya sosok sang kekasih yang tersenyum kearahnya dengan tangan yang terulur,'Sayang sebentar lagi kita akan bertemu' tangan Eunhyuk ikut terulur menyambut uluran tangan sang kekasih bersamaan dengan itu tertutuplah kedua mata Eunhyuk untuk selamanya.
.
.
.
Ryeowook, Kyuhyun dan Siwon saat ini sedang berada di rumah Kibum, namja berjulukan snow white itu sebenarnya hanya mengajak Ryeowook saja, namun tampaknya kedua namja tampan itu mengetahui ajakan Kibum saat itu, salahkan saja pendengaran Kyuhyun yang sangat tajam itu.
Ryeowook datang kerumah Kibum tepat pukul 5 sore sedangkan kedua namja tampan itu datang 15 menit kemudian.
Saat ini Ryeowook dan Kibum sedang berada di kamar milik Kibum, mereka berdua tengah asik membicarakan sesuatu.
"Wookie, kau berhutang sebuah cerita padaku." ucap Kibum memulai percakapan mereka.
"Cerita apa?"
"Saat Kyuhyun menyatakan perasaannnya padamu, kau berjanji akan menceritakannya padaku kan." Ujar Kibum.
"Apa aku pernah berkata seperti itu?" tanya Ryeowook.
"Ya! kau mau berpura-pura lupa eoh? bukankah tadi saat kita pulang bersama kau janji akan bercerita di rumahku." ucap Kibum sedikit ada unsur paksaan sebenarnya.
"Haahh~" Ryeowook menghela nafasnya, "Ne ne aku akan menceritakannya, kau puas." Ryeowook akhirnya menyerah juga dan mulai bercerita mau menghindar juga rasanya percuma, Kibum adalah orang yang pemaksa dan suka ingin tau begitulah kira-kira penilaian Ryeowook pada namja pemilik killer smile itu.
Flashback
Ryeowook pov
Saat ini aku sedang berjalan menuju sebuah taman, Kyuhyun yang memintaku untuk datang kemari karena ada sesuatu yang ingin di bicarakan katanya saat pulang sekolah tadi siang.
Aku melihat jam yang melingkar di lengan kiriku, sudah jam 8 malam sesuai dengan waktu yang di janjikan.
Taman kecil itu sudah terlihat di depan mata, keadaanya pun sudah sepi, aku bergegas untuk sampai disana, saat sampai di sana aku melihat keadaan sekitarnya benar-benar sepi, lalu di mana Kyuhyun berada? Awas saja kalau namja itu berani berbohong.
Ryeowook pov end
Puk
Sebuah kertas berwarna putih jatuh tepat di kakinya, Ryeowook kemudian mengambil kertas itu lalu membaca isinya.
Berjalanlah kedekat airmancur yang ada di tengah taman,
Tunggu aku di sana
Kyu
Ryeowook berjalan ke tengah taman dan mendapati sebuah kolam air mancur yang berukuran sedang di sana, namja mungil itu berdiri dan menghadap ke arah air mancur di depannya.
Namja itu sesekali menoleh kekanan dan kekiri untuk mencari keberadaan Kyuhyun, namun tetap saja sosok yang di carinya tidak ada dimana pun.
'Untuk seseorang yang saat ini berada di sebrang air mancur ini, aku Cho Kyuhyun akan menyatakan perasaanku yang sesungguhnya kepadamu.' Ucap sebuah suara di sebrang Ryeowook.
Sebenarnya posisi mereka saling berhadapan kalau saja tidak ada kolam air mancur di depan mereka.
'Aku mencintaimu, kau tau sejak pertama kali mengenalmu aku sudah memiliki perasaan ini, tapiaku tidak berani mengucapnya secara langsung di depanmu karena aku terlalu penecut, dan aku sengaja mengunakan cara ini karena agar aku tidak merasa ragu'
Ryeowook hanya diam, dalam hati dia merasa sangat bahagia, perasaannya selama ini pada Kyuhyun akhirnya terbalas.
'SARANGHAEYO KIM RYEOWOOK!' namja tampan itu langsung berteriak di sebrang sana.
"NADO SARANGHAEYO CHO KYUHYUN!" Ryeowook balas berteriak.
Senyum berkembang di bibir Kyuhyun saat mendengar jawaban dari Ryeowook tanpa menunggy lama namja tampan itu langsung berlari memutari kolam menuju ketempat kekasihnya berada, ya kini mereka sudah jadi sepasang kekasih.
Grep
Tanpa ragu di peluknya tubuh kurus kekasihnya.
"Gomawo sudah mau menerima namja babo ini, yang tak berani mengucapkan cintanya secara langsung padamu." Bisik Kyuhyun lirih.
"Anio, siapa yang bilang kalau kau babo, setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk mengungkapkan perasaannya kan."
"Aku sangat bahagia sekarang, berjanjilah untuk tidak akan pernah meninggalkanku." Ryeowook mengangguk di pelukan kekasihnya.
Flashback off
"So sweet~. lalu kencan pertama kalian di mana?" tanya Kibum yang sepertinya belum puas dengan cerita Ryeowook.
"Kami pergi ke pantai berdua esok harinya dan menikmati indahnya matahari sore."
"Ah, aku juga jadi ingin melakukannya bersama Siwon." Ujar Kibum dengan background bunga-bunga di belakangnya, membayangkan jika dirinya dan kekasihnya juga sedang berkencan di pantai dan menikmati indahnya matahari sore hari ckckck.
Sementara dua uke sedang bergosip(?) ria di kamar Kibum, dua seme yang kita ketahui bernama Siwon dan Kyuhyun tampak sedang melakukan kegiatan masing-masing, Kyuhyun sedang bermain PSP yang di bawanya sedangkan Siwon mengerjakan tugas di sekolahnya.
"Won-Won hyung." Panggil Kyuhyun pada namja bertubuh kekar di depannya, kedua matanya masih fokus pada benda yang sedang di mainkannya.
"Ne." Jawab Siwon singkat namja kekar itu sedang sibuk dengan beberapa buku di depannya.
"Kira-kira apa yang sedang di lakukan pacar-pacar kita ya. Huh aku ingin sekali sekamar dengan my Wookie chagie, eh malah dapat tendangan gratis Bummie sunbae, huh huh." Ucap Kyuhyun dengan wajah yang di tekuk.
"Biarkan saja, malah hyung sangat senang Kibum jadi dekat dengan Ryeowook." Kyuhyun mempause gamenya dan melihat kearah Siwon yang berada di depannya.
"Wae?"
"Kau tau sejak Kibum dekat dengan Wookie, dia menjadi lebih ceria dan selalu tersenyum." Siwon menghentikan kegiatan mencatatnya dan beralih kearah Kyuhyun yang sedang menatap heran.
"Maksudmu?" tanya Kyuhyun penasaran.
"Kibum dulu sangat tertutup pada semua murid kecuali aku, selain itu dia pernah di jaili Donghae dan Changmin." Ucap Siwon mulai bercerita.
Flashback
Seorang namja manis berpipi chubby sedang memasuki ruang lokernya untuk mengganti pakaian olahraga yang basah karena keringat dengan seragam sekolah miliknya, namja manis pemilik killer smile itu memasuki toilet yang kebetulan berada diruang loker.
Kibum menaruh seragam sekolah miliknya di atas pintu kamar mandi kemudian dirinya membuka satu persatu pakaiannya dan menaruhnya juga diatas pintu bersebelahan dengan seragam sekolah miliknya, namja manis itu membasuh tubuhnya dengan air sampai tubuhnya benar-benar bersih dan segar.
Namun saat akan mengambil seragamnya untuk di pakai, seragam itu sudah tidak ada di tempatnya begitupula dengan baju olahraga yang dia pakai sebelumnya.
"Hahaha kau pasti sedang bingung ya Kim Kibum?" ucap sebuah suara dari luar toilet, Kibum sangat mengenal suara itu, dia adalah Donghae.
"Ya, Hae-ah kembalikan seragamku!" teriak kibum dari dalam toilet.
"Kalau kau ingin pakaianmu kembali kau harus keluar dulu dari toilet itu." Sahutnya.
"Aku bilang kembalikan!" Kibum mencoba menahan amarahnya sebisa mungkin, namja bernama Donghae itu benar-benar sudah kelewatan, Kibum bisa saja keluar dari toilet itu andai saja masih ada handuk yang bisa menutupi bagian tubuh sensitifnya namun jangan kan handuk benda lain yang bisa di gunakan olehnya pun tidak ada sama sekali.
"Hae, bagaimana jika kita buang saja benda jelek ini." Celetuk seseorang yang sepertinya datang bersama Donghae.
"Ide yang bagus Changmin-ah, kajja kita pergi." Ajak Donghae.
Kedua namja pembuat onar itu pun pergi dari toilet tersebut meninggalkan Kibum yang kini menangis di dalam toilet, tubuhnya benar-benar sangat kedinginan sekarang.
Tok tok
"Apa ada seseorang di dalam?" tanya seseorang dari luar.
Kibum terlonjak saat mendengar suara pitu kamar mandi yang di ketuk, buru-buru di hapusnya airmata yang mengalir di pipinya dengan kasar.
"Siapapun tolong aku!" seru Kibum dari dalam.
"Nuguya?" tanya orang itu.
"Aku Kibum, aku sedang kedinginan pakaianku hilang, bisakah kau membawakan aku handuk?" pinta kibum dengan suara bergetar menahan dingin.
"Ini pakailah." Orang itu melemparkan sebuah handuk keatas pintu toilet, Kibum menerimanya dari dalam.
"Gomawo."
Kibum akhirnya bisa keluar dari toilet, dengan menggunakan handuk dari seseorang yang telah menolongnya. Kibum tampak kaget saat tau siapa orang yang sudah menolongnya ternyata dia adalah Kim Ryeowook salah satu dari anggota genk clouds masih satu grup dengan Donghae dan Changmin, dua namja yang menjahilinya barusan.
"Gwaenchanna?" Tanya Ryeowook.
"Ah, gwaenchanna, gomawo sudah menolongku, kalau tidak ada kau aku mungkin sudah mati kedinginan di dalam." Ucap Kibum lirih tubuhnya masih gemetar, Ryeowook yang melihat itu menyerahkan seragam sekolah yang di pegangnya.
"Ini pakailah kau tidak mungkinkan masuk kelas dalam keadaan begitu."
"Ta..tapi bagaimana denganmu?"
"Sudahlah, lagipula ini kesalahan kedua temanku, aku pergi dulu." Ryeowook kemudian keluar dari ruangan itu menyisakan Kibum yang masih diam mematung, rupanya Ryeowook tau kejadian yang di alami Kibum adalah perbuatan kedua anggota genk clouds, kibum menatap kepergian Ryeowook, dia memang berbeda dari mereka begitulah yang di pikirkan Kibum.
Di kelas
Pelajaran di jam ke setelah istirahat telah di mulai, murid-murid sudah duduk dengan rapi.
Srekk
Pintu kelas pun terbuka menampakan sosok seorang guru di luar sana yang akan masuk kelas mereka.
"Selamat siang anak-anak bisa kita mulai pelajarannya?" Park seonsaengnim mendudukan diri di bangku guru, murid-murid mulai membuka buku materi pelajarannya.
Sang guru memperhatikan murid-muridnya, tatapannya tertuju pada seorang murid yang saat itu tidak memakai seragam sekolah melainkan seragam olahraga, dia adalah Kim Ryeowook.
"Ryeowook-ssi, kenapa kamu tidak memakai seragam sekolah.?" Tanya Park seonsaengnim.
"S..seragam saya hilang seonsaengnim." Jawab Ryeowook gugup.
"Hilang?" sang guru menaikan sebelah alisnya.
"Ne, tadi saat saya hendak mengganti baju tiba-tiba ada yang mengambil seragam saya." Jelas Ryeowook.
"Kenapa tidak bilang pada hyung Wookie." Ucap seorang namja di sebelah Ryeowook, Kim Yesung.
"Mianhae." Ryeowook menundukan kepalanya.
"Ya sudah, lain kali kamu lebih hati-hati jika menyimpan sesuatu ne." Ucap sang guru, Ryeowook mengangguk dalam hati dia merasa lega, Park seonsaengnim memang bukan tipe guru yang suka menekan murid-muridnya dengan berbagai peraturan ketat.
Di bangku lain seorang murid bernama Kibum tampak memperhatikan Ryeowook dengan raut wajah bersalah, 'Gara-gara aku dia...ukh mianhae'
Sejak saat itu Kibum merasa takut jika berhadapan dengan Ryeowook, bahkan cenderung menutup diri pada murid-murid di sekitarnya.
Flashback off
"Begitulah, sejak Ryeowook menawarkan diri sebangku dengan Kibum, sifat Kibum yang tadinya pendiam perlahan-lahan mulai ceria, hyung ingin sekali berterimakasih pada Wookie." Ujar Siwon sambil mengakhiri ceritanya.
"Wookie hyung memang berbeda, buktinya dia selalu menolongku saat anak-anak clouds itu menggangguku atau membullyku."
"Entah kenapa setiap aku memperhatikan wajah Ryeowook, aku seperti pernah melihatnya hanya saja aku sendiri tidak ingat.." Kyuhyun menatap Siwon penuh tanya,"Maksud hyung?"
Alis Siwon bertaut seperti sedang mengingat sesuatu, tak lama kemudian namja kekar itu menggelengkan kepalanya, "Ah sudahlah mungkin hanya perasaanku saja."
Namja tampan itu melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda tadi yaitu mengerjakan tugasnya kembali, sedangkan Kyuhyun juga meneruskan permainannya yang juga semapat tertunda tanpa memikirkan halm apapun lagi.
Di kamar Kibum.
Kedua namja yang sama-sama memiliki wajah manis itu kini sedang merebahkan tubuh mereka di kasur empuk berukuran besar milik Kibum.
Kibum memposisikan tubuhnya menjadi menyamping dan mengarah kearah Ryeowook , sedangkan namja mungil di sampingnya hanya terlentang, Kibum melihat sesuatu yang menyembul dari area dada Ryeowook, sebuah kalung.
"Wookie kau memakai kalung, kok aku jarang melihatnya." Kibum meraih liontin kalung tersebut.
"Ah ne, aku memang jarang memperlihatkannya." Ujar Ryeowook.
"Magnae, siapa itu? bukankah namamu Ryeowook?" tanya Kibum sedikit heran menatap liontin kalung berwarna merah berkilau dengan sebuah permata di antara huruf M.
"Itu panggilan dari hyungku, dia sangat senang sekali memanggilku dengan sebutan magnae, kalung ini di berikan saat ulang tahunku yang ke 15." Jelasnya.
"Jinja? Bukankah kau tidak memiliki saudara Wookie?"
"Siapa bilang, aku punya satu hyung dan satu noona, namanya Kim Heechul dan Tiffany Kim, mereka berdua sangat baik dan menyayangiku, tapi sayang mereka kini sudah tidak adalagi di dunia ini." Ujarnya lirih kesedihan terlihat jelas di wajahnya.
"Aigoo~, mianhae aku tidak.." Kibum tidak meneruskan ucapannya.
"Gwaenchanna, ah sepertinya sudah malam lihat sudah jam 9, bukankah besok kita harus sekolah?" ucap Ryeowook mengalihkan suasana.
"Ne kau benar." Kibum dan Ryeowook menaikan selimut untuk menutupi tubuh mereka hingga sebatas dada kemudian memejamkan mata, tak lama terdengar dengkuran halus dari keduanya.
Keadaan yang sama juga tampak terlihat di kamar lain di rumah Kibum, bedanya kedua namja berstatus seme itu tidur dengan posisi mereka semula, Kyuhyun tertidur dengan posisi menyandar pada sisi sofa dengan sebelah tangan memegang sebuah PSP ya ng masih menyala, sedang kan Siwon tertidur dengan beralaskan tangan yang di lipat diatas meja belajar di kamar tersebut.
Ke esokan paginya.
Seoarang penjaga sekolah tengah memeriksa keadaan sekolah tepat pukul 6 pagi sebelum para murid berdatangan, penjaga sekolah itu berjalan di koridor yang berada di lantai 3, saat akan melewati ruang latihan dance, dirinya melihat sosok murid yang tengah duduk menyender tepat di pintu masuk ruang latihan, murid namja itu tampak masih berpakaian lengkap seragam sekolah.
"Nak, kenapa tiduran di sini memang nya kemarin kamu tidak pulang?" tanya namja paruh baya itu, saat menghampiri murid yang di kiranya sedang tertidur di sana.
Namja paruh baya itu mencoba membangunkannya dengan cara menggoyang-goyangkan bahu sang murid.
Brukkh
Bukannya terbangun tubuh itu malah limbung kesamping dan menghempas kelantai dingin koridor sekolah.
" Jangan-jangan dia..." buru-buru namja tua itu bangkit dari sana dan berlari keluar dari gedung sekolah untuk meminta bantuan.
.
.
.
Suasana SMHS kembali ramai berita tentang kematian Lee Hyukjae mantan anggota genk clouds cepat menyebar. murid-murid banyak berkerumun di sekitar lokasi.
Sungmin sahabat baik Lee Hyukjae atau Eunhyuk, tak henti-hentinya menangis histeris di depan jasadnya Changmin yang berdiri di sebelahnya mencoba menenangkan sang sahabat dengan cara memeluknya dan mengusap-usap punggungnya.
"Hyukkie! Huhuuu.. siapa yang melakukan ini padamu?" tangisnya di pelukan Changmin.
Ryeowook, Kibum, Kyuhyun dan juga Siwon tampak hadir di sana untuk melihat, Kibum langsung menghambur kepelukan Siwon.
"Lagi-lagi kejadian seperti ini." Ucap Kyuhyun sambil merangkul bahu kekasihnya, Ryeowook hanya diam namun tanpa di ketahui namja di sampingnya dirinya tampak tersenyum puas.
TBC
Haii para readers, kimi sudah comeback nih#sokinggris.
Adakah yang masih ingat ff abal ku#readers: enggak*pundung*
Ah tapi sekarang para readers udah tahu kan siapa M jadi di mohon jangan bunuh kimi setelah ini#dicekekduluan ama readers.
Kayaknya di chap ini banyak flashbacknya ya,,kimi emang udah rencana sih ngasih tahu siapa M itu di chap ini dan untuk flashbacknya si M mungkin bakal kimi kasih di chap dekat ending nya coz fic ini hanya tinggal beberapa chap lagi ko menuju ending.
Spesial thank's to:
Guest, Mufidatul Andriani, viiaRyeosom, man min mi, hanazawa kay, , haelfishy, Gadis, UmeWookie, Kopi Luwak, Oktaavannyaa, Vic89, park min mi, lailatul magfiroh, meidi96, fieeloving13, ryeongguelove, badriahmunawaroh, Alif Ryeosomnia, Guest, ryeofha2125, ryeo ryeo ryeong, cartwightelfsuju shawolshinee, thiefhanie fhaa.
Mian gag bisa balas review.a satu-satu karena keterbatasan waktu, mungkin setelah update chap ini kimi mau hiatus dulu dan akan kembali setelah lebaran, semoga chap 3 ini gag mengecewakan buat para readers.
Gomawo bagi yang udah nyempetin review, satu kata lanjut adalah semangat buat kimi.
Akhir kata review please.
.
.
By
Kimi
