"menginap?" tanya Ichigo bingung.
Rukia melipat kedua tangannya "ya! Kau tak boleh menolak!"
"ok"
TEACH ME HOW
CH 3
KISS ON MY...
Bleach © Tite Kubo
.
By Rukiberry a.k.a Rukishirou
.
"Baiklah, aku akan mengajarimu semalam suntuk"
"Baiklah, ayo kita selesaikan semua bab di buku ini!" ucap Rukia berkobar-kobar.
Ichigo menarik Rukia hingga jatuh diatasnya. Diatas?
"Ya, kau boleh lakukan apapun padaku" goda Ichigo santai dengan melingkarkan tangannya dipinggang Rukia agar kekasih hatinya itu tidak kabur.
Rukia cuma bisa blushing karena dada mereka bertemu sedangkan salah satu paha Rukia berada diatas *ehem* Ichigo (masi ketutup! Belom dibuka *plak*), "eto, Ichigo... A-aku... I-itumu, ki-kita"
"Ngomong apa sih? Tenang kita masih bab 2." ucap Ichigo menenangkan.
Rukia melepaskan tangan Ichigo yang melingkar dipinggangnya, "aku akan baca bab ke 2" ucap Rukia seraya mengambil buku itu.
Ichigo mendecak, "Ck, tak seru"
"Urusai, aku melakukan ini untuk manga buatanku! Bukan untukmu" ucap Rukia sambil membolak-balik buku milik Ichigo itu.
"Ya, ya, ya, berikutnya apa?" ucap Ichigo malas sambil merubah posisi tidurnya menjadi duduk.
"bab 2, cium..." Rukia mengangkat sebelah alisnya. "Kita udah melakukannya kan? Skip aj-"
"Tunggu!" sahut Ichigo.
Rukia menghela nafas, "Kenapa lagi?" ucapnya kesal.
"Kau tak tau? Dalam bab 2 dibagi menjadi banyak bagian. Kau tahu apa saja?" tanya Ichigo.
"Di pipi dan di bibirkan? Emangnya masih ada tempat yang bisa dicium?" tanya Rukia.
Ichigo mengacungkan jari telunjuknya, "Salah,"
"Apa?" tanya Rukia sewot.
"Kau salah, yang benar mulai dari cium tangan," jelas Ichigo.
"nggak penting banget,"
"Ingat, kalau kau membuat manga, kau harus membangun karakter dan perasaannya harus tersampaikan pada pembaca," jelas Ichigo.
Rukia ber-oh-ria.
"Tahap yang paling rendah adalah cium ditangan, lalu jika cium bibir sebelumnya ada dua tahapan yaitu cium kening dan hidung. Dalam ciuman dimulut ada dua macam, cuma bersentuhan bibir seperti yang biasa kita lakukan dan ciuman menggunakan lidah, Setelah itu turun ke leher," jelas Ichigo panjang lebar.
"Lidah?" tanya Rukia.
Ichigo mengangguk, "Kau ingat minggu lalu? Saat kita berciuman, aku menggigit bibirmu, kau malah menginjak kakiku,"
Rukia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Ya, itu sakit," katanya.
"Biasanya, sang pria menggigit bibir pasangannya sebagai ijin masuk ke mulut pasangannya,"
"Begitukah?" tanya Rukia heran. "Aku rasa itu menjijikkan," lanjutnya.
Ichigo mendorong pelan Rukia ke sofanya, segera mengambil posisi diatasnya dan mencium punggung tangan Rukia. "Mau lanjut?" tanyanya dengan bibir yang masih menempel ditangan Rukia.
Rukia mengangguk pelan dengan muka memerah.
"Hei, hei... Kenapa wajahmu itu? Masa begini saja sudah merah?" ejek Ichigo.
Kemudian Ichigo mencium kening Rukia dengan lembut, perlahan turun kehidung mungil Rukia dan pada akhirnya sampailah pada bibir Rukia. Ia mencium bibir Rukia perlahan, dan kemudian meminta ijin untuk bermain didalamnya. Ia menelusuri setiap tikungan dimulut Rukia tanpa ampun.
"a-ah... Uph" desah Rukia disela-sela kegiatan Ichigo. Karena Rukia merasa kesal akan benda yang soft menggeliat didalam mulutnya, ia mencakar-cakar pundak Ichigo.(A/N : percuma Ruk, ga ngaruh khikiki*plak*
Untuk mengisi oksigen dalam tubuhnya, Ichigo hanya perlu kurang dari satu detik dan kembali menghisap madu dari mulut Rukia. Setelah beberapa menit, Ichigo yang merasakan tubuh pasangannya melemas ia melepas ciumannya, "Kau baik-baik saja?" tanyanya.
Rukia segera mengatur nafasnya dan menutupi bibirnya.
"Hei Rukia? Kau baik-baik saja?"
Wajah Rukia yang memerah tak dapat dipungkiri oleh dirinya sendiri. "Ichigo, aku... Aku..." ucapnya terbata-bata.
"Nah! Apa yang kau rasakan?" tanya Ichigo.
"Ma, maaf" jawabnya perlahan.
Ichigo hanya bisa menaikkan sebelah alirnya, "Kenapa?"
"Bisa kita ulang lagi? Aku ingin memotretnya"
"APA?" sentak Ichigo, "POTRET?"
Rukia hanya bisa menganggukkan wajahnya yang merah, "eto, aku... Aku rasa akan sulit menggambar bagian bibirnya." jelas Rukia.
Ichigo hanya bisa menatap aneh Rukia, "kalau tersebar bisa gawat, Ru," khawatir Ichigo. "sekarang, kau katakan apa yang kau rasakan tadi dan pendapatmu,"
Mendengar permintaannya tak ditanggapi, Rukia sewot, "Kau hanya menjadikanku sebagai bahan fanfic mu kan?" tanya Rukia geram.
Ichigo mengangguk, "Jawab dan kau boleh mendokumentasikan adegan tadi," ucapnya.
"Aku rasa tadi itu... Sedikit menjijikkan..."
"Lalu?"
Rukia menggelengkan kepalanya, "Aku tak tau Ichigo! Yang jelas, benda gak jelas yang tadi menggeliat didalam mulutku itu-"
"Itu lidahku Rukia" potong Ichigo.
"Ya, lidahmu itu membuat tubuhku..." ucapan Rukia terhenti.
"apa?" tanya Ichigo penasaran.
"Tidak, lupakan saja" ucap Rukia membuang wajahnya dari hadapan Ichigo.
"Jangan bercanda Rukia," Ichigo sweatdrop, "Ayo katakaaan, atau ku skip sampai bab terakhir."
Rukia menyentuh bibir mungilnya, "Aku tau ini konyol, tapi lidah mu yang menggeliat didalam mulutku ini seperti mengalirkan listrik," jelas Rukia.
"listrik? Aku tak menyangka,"
"Aku tak tau! Hanya saja, ketika kau menghisap liurku-"
"Sebut saja saliva, liur tak enak didengar" potong Ichigo.
"Saat kau menghisap salivaku, aku menjadi sulit bernafas. Dan kukira itu menjijikkan," terang Rukia.
"Oh, begitu..." tanggap Ichigo.
Rukia melipat tangannya, "Kalau kau?"
"Hmm... Aku tak tau..."
"CURANG!", Rukia menggembungkan pipinya, "kau curang!"
Ichigo hanya tertawa kecil, "Benar, aku tidak tau... Aku hanya merasa lidahku ini besi dan mulutmu itu magnet," canda Ichigo.
"Huh," decak Rukia. "Aku belum memotretnya Ichigo" protes Rukia.
"Nanti kita rekam saat finalnya" ucap Ichigo datar. "Sekarang cium leher," lanjut Ichigo sambil menjilat bibirnya.
"a,aku..." belum Rukia sempat kabur, Ichigo sudah menarik tangan Rukia.
"Tenang, jangan kabur" ucap Ichigo. "Ayo kita tuntaskan bab 2," lanjutnya seraya membuka kancing kemeja Rukia
Satu kancing telah dibuka, tampaklah sedikit bagian leher Rukia. "Ichi, ini konyol" ucap Rukia menahan jemari Ichigo yang lihai membuka kancing teratas kemeja Rukia. Dengan tidak menghiraukan Rukia, Ichigo membuka kancing nomor 2 dari kemeja Rukia hingga nampaklah leher putih yang menggoda, wajah Rukia sudah blushing tak karuan melihat tingkah Ichigo, "Ichi, ini konyol. Hentikan."
Ichigo bersiap membuka kancing Rukia yang ketiga. "ICHI AKU BILANG BERHENTI. Dua kancing udah cukup!" bentaknya.
"Ok, kau siap?"
Rukia mengangguk,
"Aku tak akan menggigit keras-keras"
'gigit?' batin Rukia. Kini ia hanya bisa menelan ludah,
satu...
Dua...
TIGA
"AKH! jerit Rukia saat gigi Ichigo menggigit leher Rukia. "Ichigo! HENTIKAN!", teriak Rukia sambil menjambak keras rambut Ichigo.
"Tunggu, aku belum puas," bisik Ichigo ditengah kegiatannya.
"Ichi... Sakit...!" rintih Rukia saat gigi taring Ichigo menggigit lehernya. "ICHIII, HENTIKAN" bentak Rukia meski Ichigo tak menghiraukannya. Kini Ichigo telah tenggelam dalam kegiatannya, perkataan Rukia tidak digubris sama sekali. (A/N : kasian)
"Hiks Ichi... Sa.. Kit... Hentikan... Ini konyol," ucap Rukia melemah.
Ichigo menghentikan gigitannya, "Maaf,"
Rukia segera mengatur nafasnya dan mengambil posisi duduk, "I... Ichi... Ka,kau bilang cium, kenapa kau gigit..." ucapnya seraya memegang lehernya yang sedikit lecet. "Mikan no baka," lanjutnya.
"Maaf, aku lupa. Aku teringat manga watashi ni XX shinasai. Hehe,"
PLETAK
"BAKA!" bentak Rukia setelah selesai menjitak Ichigo.
Sepertinya Ichigo sudah terbiasa akan jitakan Rukia, "Mau makan? Sudah jam 8 malam" ucapnya mengalihkan pembicaraan.
"Ah celaka! Orang tua ku!" teriak Rukia bangkit berdiri dan segera mengutak-atik handphone berstiker arronierronya. "GAWAT, 28 MESSAGE DARI ORANG TUAKU"
.
TEBECE! XD
maaf ngga bisa tag orang2 yg mnta di tag :(
SEKALI LAGI RUKI BILANG! LAPTOP RUKI RUSAK! T.T
Waktunya bales review! *tada*plak
Terima kasih udah mau nunggu chapter ini beserta balasan reviewnyaa
Ruki online dischool~ kesempatan publish ceritah!
Ruki sedih ama Bleach 423… RUKIAAAAAAGHH DON'T GO! *plak*
Pokoknya kudu Ichiruki ya Oom Tite-sensei!
.
Oke! Akan aku jawab review untuk CH 1 *jreng jreng jreng*
REVIEW CH 1
Rigel Pendragon Draven : makasi untuk ilmunya XD
Aizawa Ayumu : haha…. Maaf, Ruki mau bikin yang hard~ ntarz Ruki batasin ya waktu hardnya
Kikoyoe aoi hinamori : eto…. Okeh okeh! Berkat Kiko-san, FF nya moga berkenan dihati (Ruki udah coba memperbaiki) XD
Aojiru Rin : oke! Thanks udah mau nunggu
ochibi4me : sip!
Kurochi Agitohana : chappy lima ntarlemonnya yang hard XD
Voidy : iya niih, Ruki langsung banting setir*wuis* makasih ya atas reviewnya. Kalo nggak ada Voidy-san ntar gimana nasib Rukiii *plak* oke.. oke makasih XD
Kurosaki Hiru : ok! XD
ShoccorRa HaMaki Sana : okeh! Thanks untuk ilmunya! Ruki akan coba!
dorami fil : hehe, emang aku suka liat Ichi mesum wahahhaaa…. Oke thanks ya XD
Sader 'Ichi' Safer : ok and thanks XD
CHAPTER2
mio 'ichirugiran' kyo : hahaha, sabar!
Aizawa Ayumu : hehem, namanya juga cowok *dikeroyok cowok satu kampong*
Voidy : maaaaaaaf sensei! Ruki udah coba tapih…. Sulit! Voidy-san, kasih contoh donk contoh ff yang bagus…. Atau judul novel deh! Novel yang bias buat panutan Ruki dalam bikin fanfic XD thanks
bona narusaku : ini udah panjang belum?
dorami fil : hwehehe, ini udah panjang belum neng? Btw, sorry ya friend req nya baru aku accept kemaren! *SEMBAH SUJUD*
So-chand cii Mio imutZ P: sip!
Okee, makasih ya buat semua reviewnyaaa *padahal sering gugup waktu klik tombol reviews buat Ruki*
haha…oke! Klik biru2
*emang grimmjow?*
dibawah ini XD
CLICK!
