Haruno Is A Girl?
Naruto Masashi Kishimoto
Haruno Is A Girl? Shinju Yoichi
Warning
Mengandung bahasa campur aduk, cerita ini hanya karangan belaka. Kesamaan apapun adalah ketidaksengajaan.
Karena saya bukan orang kedokteran, jadi ini cuma seadanya aja. Harap dimaklumi. Kadang kusendiri bingung maksudnya apa.
Chapter 3
"Jelaskan apa maksudnya ini, Aniki." Sasuke bertanya dengan nada perintah. Itachi hanya menjawab dengan santai.
"Sudah kubilang dia sekretarismu."
"Aku tidak butuh! Terutama dengan orang macam dia!"
"Kamu bahkan belum bicara dengannya. Dan kamu tidak perlu butuh. Karena aku atasanmu, dan aku memerintahkannya untuk jadi sekretarismu." Setelah itu Itachi keluar ruangan. Meninggalkan Sasuke dan Sakura yang diam menatap pintu kepergiannya. Namun hanya sebentar, Sakura membuka mulutnya.
"Kapan saya bisa mulai bekerja?" Tanya Sakura. Sasuke diam menatapnya. Cukup lama sampai Sakura merasa kakinya kesemutan karena dia berdiri dari tadi.
'Anjir, ini gue ngomong sama orang apa kandang ayam sih. Diem aja dari tadi.' Batin Sakura
"Anu..."
"Besok." Kata Sasuke tiba-tiba. Lalu langsung memilah dokumen di depannya.
"Ha?" Sakura memasang wajah bingung. Sasuke memperjelas kata-katanya "Kamu mulai kerja besok."
"Terus sekarang saya ngapain?" Sasuke mengangkat kepalanya. Dia menatap Sakura seolah Sakura adalah alien yang jatuh ke mars.
"Pergi dari sini." Perintah Sasuke sambil men-deathglare.
'Berarti gue libur dong? Yeyy!'
"Siap, Direktur!" Sakura memasang posisi hormat dengan senyumnya. Kemudian langsung pergi secepat mungkin sampai tanpa sengaja membanting pintu.
Sasuke heran. Baru pertama ada orang yang senang dia usir.
"Dasar gila." gumamnya
...
BWAHAHAHAHA
Saat sampai di depan apartemennya. Ringtone sms milik Sakura kembali terdengar. Terpampang tulisan kakak Uchiha gila
'Gimana, Sensei? Adikku setuju sensei jadi sekretarisnya kan?'
'Telpon gue' Balas Sakura. Tak lama terdengar nada panggilannya.
YOU HAVE A DAMN SHIT CALL! ANSWER IT!
Nada panggilan Sakura membuat orang yang lewat di sekitarnya menoleh kaget. Jangan salahkan dia. Saat kebingungan memilih nada panggilan yang keras, Sakura menentukan untuk merekam suaranya sendiri. Dan itu kata-kata yang terpikirkan saat itu. Bayangkan hp nya berbunyi saat tengah malam, dia pasti terbangun. Itulah alasannya men silent hp nya saat bekerja.
KLIK
Sakura menempelkan hp ke telinganya sambil berjalan menuju apartemennya.
"Sensei?"
"Adek lu bilang gue bisa kerja besok."
"Oh, kukira dia mau berhentiin sensei. Baguslah kalo gitu. Sekarang sensei ngapain?"
"Peduli amat lu. Suka-suka gue mau ngapain."
'Orang nanya baik-baik. Gak bisa santai apa jawabnya.' Batin Itachi
"Gue baru inget, tadi gue mau nanya lupa. Kerjaan gue di kantor ngapain?"
"Sensei cuma perlu ngatur jadwalnya Sasuke kok. Atau perlu kusuruh orang lain jadi sekretaris bayangan?"
"Lu kira gue bego?! Gini-gini gue juara kelas!"
'Bah, juara kelas? paling tingkat SD.'
"Yaudah kalo gitu. Oiya, kenapa tadi sensei minta telpon? SMS kan bisa. Atau sensei yang nelpon." Tanya Itachi heran
"Hemat pulsa." Setelah itu Sakura mematikan telponnya. Sementara Itachi melongo mendengar jawabannya.
Sakura masuk ke dalam apartemennya. Ia langsung mengganti baju menjadi kaos dan celana tiga perempat, lalu bersantai di sofa. Kemudian ia teringat kalau selama menjalankan misi dia harus cuti. Ia pun mencari kontak Hinata di hpnya. Asisten Indigo.
Titt...titt...
KLIK
"Ah, Hinata! Aku—"
"Telpon yang anda tuju sedang tidak terpasang. Silahkan coba hubungi beberapa saat lagi. The number you are—" Sakura mematikan hpnya.
"Kurang ajar!" katanya sambil melempar hp nya ke sofa.
Karena tidak bisa dihubungi, Sakura akhirnya mengirimkan sms ke Hinata kalau dia cuti sebulan.
"Boosaannnnn..." Sakura dari tadi hanya mengganti chanel tv. Dia sedang malas keramas, jadi gaya rambutnya belum berubah dari kantor Uchiha. Dia menyebut gaya rambutnya spy-style karena gaya rambut itu digunakan untuk menyamar.
Sakura akhirnya memutuskan mengunjungi temannya. Dia mematikan tv lalu keluar apartemennya. Tidak lupa mengunci pintu, mencegah terjadinya pencurian pakaian dalam. Walaupun yang dicuri itu pakaian dalam laki-laki. Tidak ada salahnya jaga-jaga kan? Mungkin saja tiba-tiba pencurinya insyaf kembali ke jalan yang benar lalu mencuri pakaian dalam wanita.
TING TONG
Sakura pergi ke kamar apartemen di sebelahnya. Ia memencet bel sekali. Tidak ada jawaban.
TING TONG TING TONG
Dua kali masih tidak ada jawaban.
TING TONG TING TONG TING TONG TING TONG TING TONG TING TONG TING TONG TING TONG
Sakura memencet bel dengan kecepatan penuh.
"BERISIK WOY!" Teriakan seorang pemuda dari dalam menghentikan aktivitas menekan belnya.
CEKLEK
Pemuda itu membuka pintu "SIAPA HAH?! KALO LO RENTENIR PERGI AJA! GUE TERLALU GANTENG BUAT NGUTANG!...eh, Saku...ra?"
"Yo, Kyuu. Sori gue bukan rentenir." Kata Sakura sambil melipat tangannya.
"..." Pemuda itu diam
"Apa?"
"BWAHAHA! RAMBUT APAAN TUH! EMANG LU SI PASIEN SAKIT JIWA ALIRAN JAHSIN APA! GILA NGAKAK!" pemuda itu tertawa lepas sambil memegangi perutnya sampai mengeluarkan air mata. Sakura hanya diam sambil tersenyum melihatnya tertawa.
BUAKK
Sampai tawanya terhenti karena Sakura menendang pemuda itu sampai terjungkir ke dalam kamar apartemennya.
...
"Jadi kenapa lu mau nerima kerjaan kayak gitu?" Kyuubi—pemuda yang tadi ditendang Sakura karena menertawakannya—bertanya pada Sakura yang sedang mempersiapkan playstation miliknya. Setelah Sakura menceritakan dari awal sampai akhir kejadian nya bertemu Uchiha, dia meminta Kyuubi main game dengannya.
"Lumayan gajinya 3 kali lipat. Buat nambah tabungan."
"Gue sih teserah lu mau kerja apa yang penting bener. Tapi kenapa lu gak balikin tuh rambut ke bentuk asalnya?"
"Gue males keramas. Gue pake gel rambut kebanyakan, jadi rambut gue kaku." Jawab Sakura sambil menancapkan kabel playstation ke tv.
"Mau gue keramasin?" Kata Kyuubi sambil tersenyum jahil. Sakura menoleh kaget.
"Beneran? Gue uda gak keramas seminggu."
"Gila... Jangan deket-deket gue lu." Kata Kyuubi dengan muka ilfil yang dibuat-buat. Sakura tertawa.
"Udah nih. Ayo maen." Mereka memainkan banyak game dengan berbagai jenis. Dari Guitar Hero, Need for Speed, Basara 2 Heroes, Digimon 3 Adventure, bahkan sampai Tom Jerry.
Sakura tidak percaya kalau ada laki-laki dan perempuan yang bersahabat. Pasti salah satunya menyimpan rasa, atau setidaknya pernah. Tapi bukan berarti pertemanan antar lawan jenis tidak mungkin. Dia sudah menganggap Kyuubi saudara sendiri, namun sebagai laki-laki dan perempuan ada batas yang tidak boleh terlewati.
Karena itu Sakura dan Kyuubi benar benar memiliki hubungan yang seperti saudara tanpa perasaan ketertarikan antar lawan jenis. Karena itu jika ditanya, Sakura akan menjawab dengan senang hati bahwa Uzumaki Kyuubi adalah saudaranya. Dan Kyuubi juga menganggap Sakura saudaranya.
"Ah payah lu. Kalah mulu." Kata Kyuubi sombong. Sakura kesal, karena memang dari tadi dia yang kalah.
"Berisik lu! Dasar mahasiswa abadi!" Sakura menyinggung topik sensitif bagi Kyuubi.
"Gue cuma telat 2 tahun! Bentar lagi juga gue lulus!"
"Hah, gue lulus cuma 2,5 tahun. Sekarang siapa yang payah?" Kata Sakura sambil menyerigai.
"Berisik! Gue gak lulus bukan karena bego!" Yah, Kyuubi memang tidak lulus karena sering bolos. Dan sebenarnya bukan bolos, melainkan lupa jam kuliahnya dan baru ingat saat mata kuliahnya sudah selesai.
"Oh, Gitu? Bodo..."
"Dasar nenek tua!" Sekarang Kyuubi yang menyinggung topik sensitif bagi wanita
"GUE GAK TUA! GUE BARU 25 TAHUN!" Teriak Sakura. Dan pertengkaran mereka terus berlanjut.
Pertengkaran juga termasuk bentuk kasih sayang...kan?
...
Setelah capek saling memaki, Sakura pulang ke kamar apartemennya. Dia harus bersiap-siap untuk bekerja di perusahaan Uchiha besok. Namun ia tidak menemukan kunci apartemennya dimanapun. Sakura menoleh ke pintu sebelah yang baru ia tutup.
'Sial'
Dia pun kembali memencet bel pintu laknat itu.
Bersambung
A/N : Astaga... padahal uda niat mau bikin chap panjang. Mungkin chap selanjutnya yah... mungkin loh. Karena ini tergantung inspirasi lewat. Author mau curhat dikit :v mendadak tegang nulis fic sasusaku soalnya sadar diantara reviewers ada senpai sasusaku maupun senpai di fanfic :v
silahkan merepiuw sebanyak mungkin \(-.-)/
Makasih buat para reviewers
dewisetyawati411, JennebiJane, Khoerun904, Ricchi, Ibnu999, Fujiwaraa, Laifa, bir pletok, mikaella nanachi, Jeyhwasukasasu23, disu, Ranindri, Kenma Plisetsky, Avra Elliosa, Nurulita as Lita-san, ErlevSS, , suket alang-alang, Miko1415.
