Title : MISTAKEN

Chapter 3

Author : StellaSJ

Main Cast(s) : Lee Sungmin , Cho Kyuhyun , Lee Donghae , Zhoumi

Pairing : KyuMin , ZhouKyu , HaeMin, Zhoux?

Rate : T menjurus ke rate yang lebih tinggi soalnya ada bad languages

Warning : BOYXBOY , I've warned you , DON'T LIKE YAOI? DON'T READ . Typo(s). Bad languages !


Stella ketawa-ketawa sendiri baca review kalian. Emang cuma kalian yang bisa bikin Stella terhibur hahaaa \:D/

Yep! So...happy reading!


_Author's POV_

Kriiiit

Kriiiit

Suara decitan ayunan mengalun kaku di tengah sepinya malam. Sesekali ia menendangkan kakinya ke tanah menambah kecepatan ayunan yang sedang ia duduki sekarang.

Ayunan makin melambung tinggi tapi pandangannya tetap lurus ke bawah, ke tanah, dan kosong.

Malam semakin dingin dan Lee Sungmin masih belum berniat untuk pulang, sepertinya menyendiri adalah hal yang tepat baginya. Dalam hati terbesit rasa bersalah pasa eomma-nya, karena semalam ini dia belum pulang juga. Pasti sekarang eomma sedang gelisah mencarinya, dan tentu saat pulang nanti, Sungmin akan kena omelan 7 hari 7 malam.

Ujung kakinya menghentak tanah , memutuskan untuk menghentikan lambungan ayunan.

"Lebih baik aku pulang sekarang….", bisik kecil Sungmin pada diri sendiri.

Baru saja Sungmin berdiri dan merapikan sisi bawah jaketnya, Ia melihat sesuatu yang tak terduga.

"Cih…sial,kenapa harus malam ini…"

Sungmin melihat dari kejauhan dua pemuda serampangan berjalan di pinggir jalan sambil menenggak minuman keras dan tertawa.

"Memang sebaiknya aku pulang, sungguh malang aku malah melihat orang-orang itu sekarang", Sungmin menyipitkan matanya berusaha meyakini bahwa yang ia lihat sekarang adalah dua pemuda yang mencelekai Ahra noona, kakak perempuan Kyuhyun.

"Harusnya mereka memang tidak boleh dibiarkan berkeliaran , membuat rusak suasana saja", Sungmin ngedumel pada dirinya sendiri.

Sebaiknya Sungmin juga tidak membuat masalah, padahal ingin rasanya Sungmin memukulkan bata di kepala dua orang itu juga. Tapi toh, dua orang itu tidak membuat masalah dengan Sungmin.

"KYAAA LEPASKAN AKU!"

Telinga sensitif Sungmin mendengar teriakan seorang yeojya.

"Biarkan aku sendiri! Apa-apaan kalian!"

Lidah Sungmin mendecak kesal, "Ck! Sial, mereka pasti berbuat ulah lagi", kaki Sungmin beranjak cepat ke arah suara keributan.

Jalanan ini sepi, sepi sekali malah. Beruntunglah masih ada satu dua orang berkeliaran seperti Sungmin ini.

"Hai manis…ayo bermain dengan kita sebentar saja", yang menggunakan kaos hitam dan topi merah itu mendekati dan menarik lengan si yeojya . Si yeojya sontak memberontak jijik.

"Kau tahu apa akibatnya jika tidak menuruti kami hah?", pemuda yang lebih tinggi satunya mengangkat dagu si yeojya.

Yeojya itu hanya diam menggigil,menahan rasa takut.

TUK.

Pemuda bertopi merah itu berjengit karena dia merasakan ada yang melempar kerikil dan mengenai kepalanya. Ia menoleh mencari siapa orang yang berani-beraninya iseng padanya.

"Kalian benar-benar harus diberi pelajaran ya hah?", dibalik kegelapan malam, entah kenapa, suara Sungmin terdengar sangat berani.

Si pemuda yang lebih tinggi iut mendelik marah. "Siapa kau berani-beraninya berkata seperti itu?"

Sungmin menatap mereka tajam. "Sudah,lepaskan yeojya itu atau kalian akan kubuat babak-belur"

"Cih,lihat,kau anak kecil diam saja, kau pikir kau bisa melawan kami?", topi merah tertawa mengejek.

"Aku bukan anak kecil! Aku sudah 17 tahun!", masih sempat-sempatnya juga Sungmin membuat aegyo.

Sungmin memberi isyarat kepada si yeojya agar segera lari. Dengan takut-takut sang yeojya mengangguk dan segera lari.

"Ah…lihat! Gara-gara kau dia jadi kabur"

"Memang itu tujuanku kesini babo!", Sungmin memonyongkan bibirnya.

Si topi merah dan si tinggi berjalan mendekati Sungmin, mencoba melihat wajah Sungmin lebih jelas. Tapi sebelum melakukan itu Sungmin sudah menendang perut mereka berdua. BUGH!

"Argh!", "Kurang ajar kau anak kecil!" , mereka berdua yang tidak terima ditendang seperti tadi langsung siap membalas pukulan pada Sungmin.

Tapi Sungmin dengan lincahnya menghindar. "Dua orang saja sih mudah" , ia menepukkan tangannya. Lalu ia memutar tubuhnya dan menendang si topi merah sehingga si topi merah terlempar mengenai si tinggi dan mereka terdorong jatuh.

"Sip. Waktunya untuk pulang", Sungmin menghela nafas lega.

"Tidak semudah itu", pemuda tinggi itu tersenyum licik. "Kalian semua ayo keluar!"

Sungmin menatap tidak percaya. Dari arah gang-gang kecil di sudut jalan keluar beberapa pemuda lainnya.

'Satu,dua,tiga,…eh…sebentar..ada berapa mereka? Lima?'

Si topi merah dan si tinggi berdiri sambil memegang wajah dan perut mereka yang terluka akibat Sungmin tadi dan bergabung bersama pemuda lainnya.

"Habis kau sekarang anak kecil", mereka mendekati Sungmin.

Satu-satunya yang ada dipikiran Sungmin sekarang adalah kata 'KABUR' .

'Jikalau tidak bisa kabur, aku akan mengeluarkan seluruh tenagaku untuk menghabisi mereka. Orang tujuh hah? Haha,jangan bercanda', pikir Sungmin kalut.

Tapi sebelum Sungmin mengambil langkah kaki seribu, tangannya sudah ditarik oleh salah satu pemuda lalu membantingnya ke tembok. "Ugh!"

Pemuda itu mengamati wajah Sungmin lalu mengelus dagunya. "Hei lihat, ternyata namja ini cantik juga"

Salah satu temannya datang mendekati, "Benar juga. Hei anak kecil,kau ini namja atau yeojya?", tanyanya sarkatis diikuti tawa teman-temannya yang lain.

Sungmin semakin marah diberi pertanyaan seperti itu. Ia menggigit tangan pemuda yang sedang mencengkeramnya lalu menendang dada pemuda yang bertanya padanya tadi.

BUGH!

Ia memukul pemuda satu lagi, mencari jalan untuk kabur. Tapi salahkan jumlah mereka yang terlalu banyak, kini Sungmin sudah ditahan mereka lagi. Survive instinct Sungmin sepertinya sedang tidak baik kali ini, Ia mencoba memelintir tangan pemuda yang menariknya itu lalu menendang lagi perutnya.

'Sial!', Sungmin menggerutu dalam hati karena saat dia melawan satu orang, ada orang lain yang siap menahan dirinya. 'Mereka terlalu banyak!'

"Lebih baik kau diam saja namja cantik. Atau kau akan merasakan akibatnya", Pemuda yang sepertinya bos dari mereka itu mendorong Sungmin ke tembok lagi. Kepalanya membentur keras sekarang. Sungmin berjengit perih.

Jari-jari pemuda itu menelusuri pipi putih Sungmin. "God, kau mulus sekali"

Sungmin bergidik jijik, Ia menolehkan kepalanya tidak ingin menatap mata pemuda itu.

"Kau lucu sekali malu-malu seperti itu", jari-jarinya mulai turun ke leher Sungmin.

"Apa yang kau lakukan heh pemuda mesum!", kali ini Sungmin marah. Kurang ajar dia berani menyentuhnya seperti ini.

"Aku rasa bermain denganmu sebentar boleh juga", Pemuda itu tersenyum menang.

_Author's POV END_

0o0o0o0

_Kyuhyun's POV_

Sungmin. Sungmin. Sungmin. Di kepalaku hanya ada nama itu sekarang. Sekarang sudah pukul setengah 12 malam dan kau belum pulang juga. Kemana kau ini? Aish, dasar bocah nakal.

Aku menderapkan kakiku lebih cepat menuju taman kota. Aku ingat tiap dia ada masalah biasanya dia selalu lari ke taman. Tapi pastinya bukan di malam dingin seperti ini.

Kutelusuri tiap sudut taman tapi masih tidak menemukannya juga. Aku mendesah frustasi sambil sesekali mengacak rambutku. "Lee Sungmin kemana kau?", tanyaku pada diri sendiri.

Tiba-tiba aku mendengar suara keributan dari ujung jalan di dekat taman. Firasatku sungguh tidak enak hingga aku memutuskan untuk kesana.

Semoga ini hanya firasatku saja.

Aku mengendap-endap ke sumber keributan agar kedatanganku tidak diketahui. Aku mengintip di balik tembok di gang dekat jalan. Kulongokkan sedikit kepalaku agar aku bisa mengintip .

Kalian pernah tahu bagaimana gunung api meletus atau sekedar gempa bumi yang meluluh lantakkan Jepang beberapa waktu lalu? Jika kalian tahu, itulah yang sedang terjadi di kepalaku saat ini.

Bagaimana tidak? Coba lihat apa yang sedang kupandang sekarang.

Enam orang,ah tidak, ada tujuh orang mengelilingi Sungmin. Dan satu orang yang paling menjijikkan sedang memojokkan Sungmin ke tembok dan…dan….SHIT! APA YANG DIA LAKUKAN!

Pemuda itu menciumi leher Sungmin dan berusaha melepas jaket yang dikenakan Sungmin. Sungmin menepis tangan pemuda itu tapi satu anggota lain mengunci kedua tangan Sungmin.

Aku sudah tidak tahan. Tidak, ini benar-benar tidak kumaafkan.

"KURANG AJAR KALIAN! LEPASKAN DIA!", aku berteriak sangat keras. Mungkin ini teriakan paling keras yang pernah terdengar dari mulutku.

Delapan pasang mata sekarang menatapku kaget. Tidak peduli dengan itu aku langsung berlari dan memukul mereka satu persatu. Suasan menjadi kacau balau. Mereka semua mengeroyok memukulku. Aku yang sudah kalap tidak peduli dengan mereka.

Sungmin menatapku racau, "K-kyu…?"

Aku menatapnya sekilas tapi aku sedang berkonsentrasi untuk menghajar manusia-manusia kurang ajar ini. Hah,bodohnya kau Cho Kyuhyun, satu lawan tujuh? Kau gila? Tentu saja aku hanya bisa menghajar habis 3 dari mereka. Sisanya? Menghajarku.

"Kyu!", Sungmin menghampiriku tubuhku yang terjatuh lemas di tanah. Wajah pucat itu menatapku gusar,khawatir,sedih. Ia ingin menolongku untuk berdiri tapi aku lalu menepis tangannya. "Aku belum selesai Min…"

Dengan seluruh tenagaku aku bangkit, walau darah sudah menetes di mana-mana, tapi aku benar-benar masih ingin menghajar mereka yang sudah berani menyentuh Sungmin.

"Jadi ini pahlawan kesiangan?", cibir pemuda yang tadi sempat menggerayangi Sungmin. Aku menatapnya jijik.

Tanpa banyak bicara aku berlari mendekatinya dan meninju wajahnya keras. "Brengsek kau berani menyentuh Minnie! Kurang ajar !", aku mengucapkan sumpah serapah. Sungmin terlihat ingin menahanku, "Kyu! Tenanglah!"

Para pemuda lain menahan tanganku dan salah satu dari mereka menendang perutku. 'Cih', aku langsung melepaskan diri dan meninju perut orang yang menendangku tadi, dan aku baru sadar kalau itu adalah orang yang sempat mencelakai Ahra noona 4 tahun yang lalu. Mataku membelalak kaget.

"Brengsek kau! Aku tidak akan membiarkan kau melakukan hal yang sama pada Minnie! Aku tidak akan membiarkan kalian dengan enaknya memperkosa dan membunuhnya seperti yang kalian lakukan pada noona-ku! CAMKAN ITU!", sepertinya setan telah merasuki tubuhku, akal sehat pun sudah hilang entah kemana. Dengan beringas aku mulai menyerang mereka semua. Tapi tentu saja mereka yang notabene jumlahnya lebih banyak lah yang mendominasi perkelahian.

Sungmin yang tadi sempat diam tak bergerak sekarang mulai masuk dalam medan perkelahian, jujur ku akui, cara berkelahinya lebih elit dariku. Bagaimanapun juga dia atlet taekwondo. Hah,sempat-sempatnya aku berpikir seperti ini.

Tapi sepertinya tujuan Sungmin bukanlah menghajar mereka, Sungmin hanya membuka jalan agar bisa menarikku mundur. "Kyu,kumohon sudahlah!", suaranya terdengar bergetar. Apa dia…menangis?

Aku tersenyum licik, "Aku tak akan berhenti sebelum mereka habis…", sungguh sebenarnya aku tidak tahu darimana aku bisa mendapatkan kalimat dan keberanian seperti itu.

Sungmin menahanku erat, "Sudah cukup Kyu! Tubuhmu sudah penuh luka, aku tidak tahan lagi!"

Pemuda pemuda itu mengernyitkan dahi, "Lihat tubuhmu itu, apa kau masih kuat melawan kita? Kalau begitu biar kami yang menyerangmu lagi!", pemuda yang paling besar itu memberi isyarat pada tiga temannya untuk maju memukulku lagi.

Aku memberontak melepaskan pelukan Sungmin, tapi ia tetap tidak mau melepaskanku. Kakiku lemas sekali, aku bahkan sudah tidak kuat berdiri.

BUAGH! BUK! BUAGH!

'Ng…apa aku sedang dipukul sekarang? Tapi kenapa tidak terasa sakit sama sekali?'

BUGH !

Aku membuka mataku lebih lebar, dan kulihat siluet sosok yang kukenal sedang berada di depanku menghajar habis ke empat pemuda tadi. Matanya menyiratkan kemarahan.

"Zho…Zhoumi?", bagaimana bisa dia berada disini?

Namja berambut merah itu menghampiriku dan Sungmin.

"Oh iya Minnie!", aku langsung teringat pada Minnie, dan kubalikkan tubuhku langsung menatap Sungmin. Aku mengelus pipinya, memastikan yang daritadi mendekapku itu benar Lee Sungmin. "Kau…baik-baik saja?", tanyaku lemah.

Dia hanya menatapku dengan matanya yang berkaca-kaca. "Babo…", ia berkata pelan. Aku tersenyum dan menghapus air matanya dengan tanganku, tapi gagal karena bodohnya pipinya yang mulus itu menjadi kotor gara-gara tanganku. Ah sepertinya aku memang babo.

Zhoumi datang dan berjongkok dihadapan kami. "Kau benar-benar ceroboh Kui Xian. Sangat ceroboh"

Aku tersenyum miris melihatnya, "Terimakasih Mi, kau datang di waktu yang tepat", aku masih terduduk lemas.

Kucoba untuk berdiri, walaupun lutut dan perutku rasanya masih sakit sekali. Sungmin sontak ingin menahanku untuk duduk tapi aku langsung mencegahnya, "Aku kuat"

Ia lalu mengurungkan niatnya dan ikut berdiri juga.

Kami bertiga melihat mobil polisi datang dan para petugas keamanan segera keluar dari mobil.

Aku spontan membelalak kaget, "Zhoumi?"

"Saat kulihat ada perkelahian aku langsung menelpon polisi"

Aku tertawa, "Kau benar-benar sepupuku yang jenius" . Sungmin menatap Zhoumi dengan tatapan 'Terimakasih'

Para polisi sudah mengamankan tujuh orang tersangka yang ternyata sudah sering menjadi biang keributan di daerah sekitar sini. Aku menarik napas lega, paling tidak dua diantara mereka adalah yang mencelakai Ahra-noona dan sekarang mereka kembali lagi ke jeruji besi. Dan untuk orang yang sempat menyentuh Minnie tadi, lihat saja... kau tidak akan bisa hidup tenang.

_Kyuhyun's POV END_

0o0o0o

_Sungmin's POV_

Keesokan paginya. SM High School.

"Min? Kenapa dengan kepalamu itu? Kenapa diperban?", Donghae menatapku khawatir sambil mengguncang-guncang bahuku.

Aku tersenyum, "Panjang ceritanya, yang pasti ini baik-baik saja dan tidak seberapa dibandingkan Kyu"

Mata Donghae masih menatapku tidak percaya, "Apa yang terjadi tadi malam?", ia mengelus kepalaku sekarang,lembut.

Pipiku merona merah, aku jadi ingat kejadian tadi sore. Aku tidak berani menatapnya. Kenapa ia bersikap seolah tidak ada apa-apa? Padahal aku sudah setengah mati untuk tidak menatap matanya hari ini.

"Ti-tidak ada apa-apa", aku bersikeras menunjukkan bahwa semuanya baik-baik saja.

Donghae akhirnya hanya menghela nafas, tahu bahwa tidak ada gunanya ia memaksaku bercerita sekarang. Ia lalu mengedarkan pandangan ke seluruh kelas dan Ia menemukan Zhoumi yang duduk sendiri.

"Kyu tidak masuk sekolah? Sepertinya memang ada yang terjadi di antara kalian tadi malam, benar kan?"

Aku menggeleng. Donghae memegang pipiku dan berusaha membuatku menatapnya. Tapi reflek aku malah memejamkan mata.

Donghae terkekeh geli, "Haha ada apa dengamu Min? Lucu sekali kau malah memejamkan mata seperti itu. Apa aku terlalu jelek untuk kau lihat?"

Aku menepis tangan Donghae. Ia menganga tidak percaya. "Hei hei, kau kenapa?"

Aku memberanikan diri membuka mulutku, "K-kenapa kau masih bisa bersikap biasa seperti tidak terjadi apa-apa?"

Ia memiringkan kepalanya sambil menunggu lanjutan kata-kataku.

"Aku bahkan tidak berani menatapmu sekarang, dasar kau babo. Setiap aku melihat wajahmu aku jadi teringat kejadian kemarin sore, uh-kenapa aku berkata seperti ini. Ah sudah anggap saja aku tidak berkata apa-apa"

Donghae lagi-lagi terkekeh geli, lalu dia meletakkan telapak tanganku di dadanya. Aku bisa merasakan debaran jantungnya. "Coba rasakan,aku juga sedang berdebar-debar kok"

Playboy satu ini pintar sekali berbicara, dia sukses membuat wajahku memerah seperti kepiting rebus. "D-donghae!", aku segera melepaskan tanganku dari dadanya dan lagi-lagi dia menertawakanku.

Donghae menghempaskan dirinya ke bangkunya, "Kan sudah kubilang kemarin, aku tidak mengharap balasanmu. Jadi….bersikaplah seperti biasa"

Aku menoleh ke arah Donghae , lama memandangnya malah membuatku memasang raut wajah sedih tanpa sadar.

"Hei kenapa wajahmu seperti itu? Jelek sekali kau tahu tidak?", dia mencubit pipiku kesal. "Huf…jangan sedih seperti itu…apa kau tidak pernah mendengarku berkata se-serius itu?"

"Sama sekali tidak pernah", jawabku singkat.

"Aish….", Donghae mendecak. "Aku ulangi ya, aku tidak akan memaksamu menjawab perasaanku, yang aku tahu aku benar-benar menyukaimu. Tapi karena kau sudah menyukai orang lain jadi yah…aku tidak bisa berbuat apa-apa", dia membalikkan badan hingga wajah kami berhadap-hadapan sekarang.

"Aku…menyukai orang lain?", aku sungguh kaget dengan perkataannya.

Donghae mengangguk. "Kau ini..suka Kyu kan?"

JDER. Dengan polosnya Donghae berkata seperti itu.

"W-whatss? Bodoh! Mana mungkin aku suka dia! Di..dia itu hanya sahabat saja, seperti aku denganmu", aku terkejut dan salah tingkah.

"Ah…ternyata kau masih saja babo Min. Percayalah padaku,kau ini menyukainya. Kau sangat perhatian padanya"

"Aku juga merasakan hal yang sama darimu"

"Kau senang dilindungi olehnya"

"Aku juga merasakan hal yang sama darimu"

"Di saat sedang bingung dan frustasi namanya selalu tiba-tiba muncul di kepalamu"

"…."

"Kau sangat perhatian padanya hingga tidak ingin melewatkan apa saja yang sedang ia lakukan sekarang"

"…."

"Kau benci saat dia akrab dengan orang lain"

"…."

"Sudah jelas?"

Donghae menepuk kepalaku pelan. Aku terdiam, mencerna semua kata-kata Donghae. 'Aku…menyukai Cho Kyuhyun? Apa benar?'

Donghae mendekatkan bibirnya ke telingaku dan berbisik, "Sebaiknya kau nyatakan perasaanmu sebelum keduluan Zhoumi"

Mataku membelalak kaget, "A-apa?"

"Masa' kau tidak sadar, sepertinya Zhoumi itu punya kelainan, dia selalu menghindarkan Kyuhyun darimu. Seperti tidak ingin Kyu dekat-dekat denganmu. Itu sangat berbahaya, sepertinya kau harus cepat-cepat sebelum dia bertindak lebih jauh lagi"

Aku menatap mata donghae dengan ragu. "B-bagaimana caranya?"

"Caranya?", Ia tersenyum jahil dan mencondongkan badannya ke aku, sehingga sekarang aku terpojok di meja dan wajahnya itu sangat dekat. Dekat sekali.

"Apa yang kau lakukan hae?", tanyaku gugup.

"Aku akan mengajarimu caranya menyatakan perasaan ke seseorang",Donghae menggenggam tanganku dan mulai menatapku dengan sinar mata berbinar-binar.

"Pertama tatap matanya dalam-dalam…."

"Saat dia mulai tenggelam di matamu…."

"Nyatakan perasaanmu. Saranghae"

"Na-nado"

Pipiku lebih merah dari tomat rebus sekarang, oh baiklah ! Aku mempermalukan diriku sendiri!

"Hmpft..muahaha. Kau lucu sekali Min!", Donghae tertawa terpingkal-pingkal.

Aku mengerucutkan pipiku dan menggembungkan pipiku kesal, "Yah! Lee Donghae berhenti menertawakanku!", aku menjitak kepalanya.

"Hahaha habis kau lucu sekali Min, ya sudah kau siapkan saja kata-kata sebelum kau keduluan sepupunya itu", Ia mengedipkan satu mata. "Aku keluar dulu, ada urusan, Bye Minnie~", dengan tidak sopannya dia melenggang keluar kelas begitu saja.

Aku hanya membalas menjulurkan lidahku sambil melihat dia menghilang dari pandanganku.

Kucengkeram erat seragam sekolahku, 'A-apa aku…menyukai Kyu?'

BLUSH. Begitu menyebut namanya wajahku langsung memerah, debaran jantungku tak karuan.

'Cho Kyuhyun. Kenapa kau membuatku tersiksa begini? Apa salahku sih?', racauku dalam hati.

'Bagaimana keadaannya sekarang ya? Lukanya yang kemarin itu sepertinya masih sakit…'

Aku terduduk di bangku-ku dan seperti biasanya mulai melamunkan Kyu lagi. Tapi lamunanku buyar saat aku mendengar suara deheman seseorang.

"Ehem…"

Aku menoleh ke semua penjuru kelas, dan di kelas ternyata tidak ada murid kecuali aku dan….Zhoumi.

ASTAGA! Jadi daritadi ada Zhoumi disitu..jangan bilang dia mendengarkan pembicaraanku dan Donghae tadi ?

Dia berjalan pelan ke bangkuku.

'Dia…jangan-jangan mendengar bahwa aku akan menyatakan perasaanku ke Kyuhyun?'

_Sungmin's POV END_

0o0o0o

_Kyuhyun's POV_

"Argh..aduh", aku mengeluh perih saat turun dari mobil. Lutut kananku masih agak sakit jika dibuat berjalan.

Aku memberi salam pada eomma-ku untuk meninggalkanku, tadinya ia memaksaku untuk tidak berangkat sekolah, tapi aku langsung mengatakan bahwa aku baik-baik saja. Akhirnya eomma mau juga mengijinkan.

Aku berjalan pelan ke gerbang sekolah saat kulihat namja ikan itu datang berlari menghampiriku.

"Kyu! Saat kulihat kau turun dari mobil aku langsung berlari kesini tapi…..Hei! Apa yang terjadi denganmu?", Ia seakan kaget melihatku babak belur begini. Lalu ia memapahku membantuku untuk berjalan lebih baik.

"Ah…panjang ceritanya"

Ia mendengus, "Jawabanmu sama saja dengan Min"

"Minnie? Bagaimana keadaannya? Apa dia sempat mengeluh sakit di kepalanya lagi?"

Donghae menatapku dengan tatapan 'Oh-please?'

"Oh please Kyu, dilihat dengan mata telanjang pun harusnya kau yang dikhawatirkan. Lihat tubuh dan wajahmu, kemana Cho Kyuhyun yang tampan dan tegap yang digilai yeojya se-SM high School?"

Aku menyikutnya, "Sialan kau bicara"

Mungkin karena melihatku seperti ini Donghae jadi tidak sampai hati membalas kejahilanku.

"Kau yakin mau masuk sekolah?"

Aku mengangguk pelan. "Aku khawatir pada Minnie"

"Aish..sialan kau membuatku iri", Donghae mengeluh lagi.

"Ha? Kau bilang apa Hae?"

"Ah tidak…"

Kami terdiam sesaat, aku terlalu berkonsentrasi dengan cara jalanku dan sepertinya aku sudah bisa berjalan dengan normal.

"Sepertinya aku sudah bisa berjalan sendiri Hae..", aku melepaskan tangan donghae yang memapahku

"Benarkah? Baiklah kalau begitu", Donghae melepaskan tangannya. "Min ada di kelas tadi"

Aku tersenyum dan mengangguk, "Baiklah aku duluan ya", kulambaikan tangan pada Donghae yang masih berdiri di tengah halaman sekolah dan menatapku seakan tak rela.

'Kenapa dia menatapku seperti itu? Seperti tatapan Zhoumi di malam kemarin saja..' Tapi aku langsung menepis pikiranku dan berjalan kembali ke arah gedung sekolah.

_Kyuhyun's POV END_

0o0o0

_Sungmin's POV_

Aku menelan ludah, "Z-Zhoumi?"

Zhoumi hanya terdiam dan masih melangkah ke arahku.

Dipikiranku sekarang berkecamuk banyak statement.

'Zhoumi tahu bahwa aku akan menyatakan perasaanku pada Kyu? Dia pasti marah…dia pasti….'

"Sungmin-ah….", dia memanggil namaku pelan , satu langkah dia mendekat ke arah ku lagi.

'Dia pasti tidak ingin aku menyatakan perasaanku pada Kyu seperti yang dikatakan Donghae'

Satu langkah.

'Sepertinya benar dia juga menyukai Kyu.. Tapi...', aku malah sibuk dengan pikiranku sendiri.

Satu langkah.

Zhoumi membuka mulutnya ingin mengatakan sesuatu.

'D-dia ingin berkata apa?...Dia pasti akan berkata 'Jangan berani kau menyatakan perasaanmu pada Kyu'…..ya dia pasti akan berkata seperti itu…argh…'

Satu langkah lagi dan sekarang dia sudah ada tepat ada didepanku.

'Jangan katakan itu padaku Zhoumi kumohon. Kuakui sekarang aku memang menyukai Kyu... Ma-maafkan jika aku juga menyukainya! Tolong jangan rebut Kyu lagi...aku...', aku memejamkan mataku seakan takut dengan apa yang akan dia katakan.

"Sudah tidak sakit lagi kan Sungmin-ah?"

EH?

Zhoumi membelai lembut kepalaku dan tangannya beralih menangkup di pipiku, menyentuhnya lembut.

Dia…dia…EH ? KENAPA DIA MENATAPKU SEPERTI ITU?

"Z-zhoumi-sshi…?", aku gugup sekali.

"Panggil aku Zhoumi saja"

Aku masih menatapnya heran, tidak bisa berkata apa-apa.

Dia tersenyum hangat, sangat hangat. "Ini pertama kalinya kita berdua saja"

Dia mengelus pipiku pelan, sedangkan aku hanya pucat membeku.

Cup. Dia mengecup bibirku pelan.

APA? DIA MENCIUMKU?

"Saranghae", dia beralih mengecup keningku.

TUNGGU! DIA BERCANDA KAN?

Mataku berkunang-kunang, tanganku bergetar. Seketika semua pandanganku gelap. Sepertinya aku pingsan.

-TBC-


HEYAAAAA !

Jujur-jujuran aja nih sebenernya pas di chapter 1 itu Stella sempet kaget karena ada 1 reviewers yang sempet dengan benar mengatakan jalan cerita dari fic di chapter 3 ini ;_; Hebat!

Jeongmal Gamsahamnida buat yang udah mau baca sampai chapter 3 ini , jika tidak ada halangan chapter 4 adalah chapter terakhir ! huaaaa stella sedih...beneran lho, ternyata kalo penulis ceritanya udah mau tamat tu sedih sendiri haha, terlalu menghayati sih...

Oh iya ada yang tanyak FB stella ya ? Ini username ku : Stella Stell . Mari berteman :D

Siang ini Stella lagi dipusingin sama berita heboh soal NSGst*r yang bilang kalo lagu Super Junior yang Superman itu jiplak lagu mereka yang judulnya "We are Superstar" . Langsung deh itu Kpopers heboh dan nge bash NSGst*r itu di twitter, si NSG itu pun bales ngebash dan njelek2in Suju+ELF+Kpopers. Pokoknya heboh deh -_-

Padahal setelah Stella dengerin lagu mereka, NGGAK MIRIP . Astaga heran deh sama mereka. Emang beat nya seksi gitu kayak Superman, dan itupun cuma sedikit mirip di tengah2 doang. Kalian dengerin sendiri aja dan dijamin gak akan terbesit itu lagu Superman -_- aneh banget.

Setahu saya, kayak gitu gak bisa dibilang PLAGIAT. Yang namanya plagiat itu mulai dari beat,instrumen sama nada bisa sama.

Ah yaudah sih, nggak usah dibahas terlalu dalem, mungkin mereka memang merasa mirip lagunya, ya silahkan sih sana berurusan sendiri sama om Lee Soo Man, hahaha

REVIEWREVIEWREVIEWREVIEW 3 ?

Waktunya bales review :)

#Hankyura

Hai saeng :D Ini sudah dibuat lanjutannya ...Gimana? Apa TBC nya di saat yang tidak tepat lagi? kekeke~

#Yayaaa

Annyeong Yayaa :)

Makasih banget, reviewmu bikin Stella semangat XD

Iya..Stella akan terus menggentayangi fandom screenplays ini kok ,kkkkk~

Oh Superman ! iya jelas doooong Stella sampe teriak2 pas KyuMin maju nyanyi bareng *O* Lee Soo Man keren deh bikin pair2 gitu...tau aja kesukaan ELF ,wkwk

gomawo banget udah review :))

#genki zen

Makasiiiiih bangeeeet XD. Stella juga cinta banget sama couple KyuMin3

Ini Stella udah update looooh :)

#Crystal

Iya tuh kenapa ya Umin gak ngaku suka sama Kyu?

Hm, gimana ya? Ceritanya complicated ternyata wkwk

Fightiiiing! Gomawo udah review XD

#Eunhee

Umin nggak menderita kook..dia cuma...agak babo #digeplakSungmin XD

kekeke~

Sippp ditunggu ya cerita selanjutnya

Gomawo udah review,hihi

#YuyaLoveSungmin

Buahahaha cerita kamu lucu banget! haha Subhanallah, Sholat tarawih memang memberi berkah :")

Mmm..Stella nggak tahu persis di album mana. Tapi yang pasti Superman sempet jadi intro buat Bonamana remix di sebuah acara yang SJ tampil gitu , 2010 lalu , ini videonya :D - /watch?v=RwWcdLh525w&feature=related

Kemarin tgl 7 mereka perform lagi di Inkigayo :D, cuma sayang mungkin karena kecapekan (bayangin habis muCore tgl 6 kemaren mereka langsung recording buat KBS Open Concert 30menit setelahnya ) jadinya oppadeul cuma lipsync , kasian pasti mereka capek banget TT_TT

Wah...chingu suka HaeMin juga? Sama dong kayak Stella.. wkwkw . Boleh deh chapter selanjutnya mungkin udah dimulai segala percintaan yang complicated itu.

Chingu ayo juga memeriahkan screenplays nya

#A silent reader

Waaaah ada Ultimate HaeMin shipper disini ternyata XD

haha jangan khawatir Stella juga suka HaeMin kok...buktinya kalo ngetik kebanyakan yang keketik itu adegan HaeMin *sweatdrop*

Tapi buat fic ini KyuMin dulu yah XD ...besok rencananya Stella mau buat fic Sungmin di pair sama member lain selain Kyu, Haemin juga masuk rencana kkk~.

Ah iya...Stella akan semangat mencoba melanjutkan dua fic yang udah jadi fosil itu lagi ;_;

Gomawo udah review~

#Riku-chan

Iya boleh kok, nee-chan juga suka jepang :D

waa makasih banget udah suka sama fic ini XD

Gomawooo udah review~ :")

p.s Favorit Stella juga Superman kok dan adegan OT6 itu bener2 bikin fangirl teriak2 kesenengan XD (EunHae,KyuMin,YeWook)

#Ladymin13

Donghae-aaah ngapain kamu ikutan teriak2? Turun sinii! #ditendangHae

Ah jangan tatap aku dengan puppy eyes...aku jadi gak tahan...#larikelaptop #langsungpublishchapter3

hihihi

iyaaa wookie selamanya eternal maknae X3 ,terlalu imut

#Sena

*HugSena* *sampemengkeret*

Hai Senaaaaa , salam kenal jugaaa . Makasih udah suka sama fic ini dan jeongmal gomawo buat reviewnyaaa~ hihi

Ini fb stella : Stella Stell

Fighting ! :)

#Ilia funtimes

Ini udah update chinguuuu :D

Live perform Suju yang on air udah ada 3 ... Pertama MuBank tgl 5 Agustus, kedua MuCore tgl 6, terus terakhir kmren tgl 7 itu Inkigayo .

Iya seneng banget bisa ketemu sesama Elf XD gomawo reviewnyaa

#Parkyoonha Evil Princess

Makasih udah suka sama ceritanyaa #terharu :')

Waaah mianhae chingu itu kebiasaan ngetik kyak gitu hehe... Tapi sekarang udah aku perbaiki lho chinguuu, gomawo atas sarannya XD

Yep! Ayo semangat KyuMin 45 !

#Rie Chan

Yep ini udah update hehe~ Gomawo reviewnyaaa :D

#Kazama Yume

Kyu! kamu dikatain babo lagi nih ! #plak #ditamparKyu . muahahha

Wuhaaaa ada HaeMin shipper lagi nih XD sip sip.

Salam kenal Yume, gomawo reviewnya~

#HeeZepKyuminshipELF

Helo bro! gue disini-sini aja kok! muahahaha *apa-apaan kita*

Yoi Zep salam kenaaal, Stella imnida :D

Wah...satu vote lagi buat HaeMin! ~

ah...iya foto itu...;_; aku bete ngeliatnya #ikutanfrustasi

gomawo reviewnyaa

#Hyena Minnie-Fishy KYUte

SeSUJU banget sama chingu, PERFECT !

Siiiip makasih udah suka sama cerita iniii hehe, gomawo juga reviewnya :D

#lupe

Cerita percintaan disini memang complicated chingu,hehe

Gomawo reviewnyaaah XD

#flufyacha

waaa kasian Zhouminya X( haha...Zhoumi anak baik-baik kok chingu hihi

Iyep. KyuMin is number 1 :D Gomawo reviewnyaaa ~

#chacha95

Wiiiw ketemu lagi HaeMin shipper , *tebarfotohaemin* buahahaha

Iya mereka keren banget XD , oppadeul nggak pernah gagal membuat kita terpesona *O*

siiip makasih reviewnya~