Chapter 3

Title : You're So Complicated

Author : Ruby Kim

Cast : Wu Yi Fan (Kris) X Huang Zi Tao (Tao) X Oh Sehun (Sehun)

Genre : Romance, Love Triangle And Hurt/Comfort,

Disclaimer : Cast bukan milik saya, cerita asli milik saya. This story is pure fiction, nothing related to real life.

Length : Chaptered

Rated : T to M

Summary : Hubungan Tao dengan Sehun baik-baik saja sebelumnya, tapi sejak Kris datang ke dalam hubungan mereka semua menjadi rumit. Terdesak keadaan, Tao harus memilih antara kekasihnya Sehun atau selingkuhannya Kris. Siapa yang akan Tao pilih?

KrisTao is here! HunTao is here too! YAOI!

Warning : This story contains relationship between man and man (Boys X Boys). Full yadong yaoi NC21+. Some rude words. Do not read it if you do not like it. Please click back.

Author's Note : Terimakasih yang sudah membaca dan memberi review ^ ^. Akhirnya aku bisa update juga, aku lama banget gak update ya? Mohon maaf untuk itu. Btw chapter ini agak rumit ya, jadi intinya Tao itu penasaran banget sama Kris tapi Kris gak mau ngerusak hubungan Tao dan Sehun. Tapi akhirnya Kris ngalah karena kesian sama Tao, Kris juga masih bimbang. Kalau masih bingung tanyain aja. Aku juga minta maaf buat Lay yang disiksa, hahaha. So, hope you like it!.

.

.

.

.

Seorang namja tengah mondar-mandir didepan kelas XII-A dengan cemas, orang yang melewatinya menatapnya penuh tanya tapi dia tidak menyadarinya.

"Kau mencari siapa?"

Tao terkejut, dia berbalik dan tersenyum malu pada namja berambut coklat yang menatapnya aneh, namja itu tersenyum sambil bersandar ke pintu "A-Aku mencari Kris gege, apa dia ada?"

"Kris? Aku tak percaya kau punya keberanian untuk melakukannya" kata namja itu "Kris! Ada yang mencarimu"

Tao menutup wajahnya malu saat namja tadi meneriakan hal itu ke seluruh kelas, orang-orang menatap keluar karena penasaran siapa yang mencari Kris.

"Kau sangat berisik Suho, siapa yang mencariku?"

Tao menatap Kris lalu tersenyum kaku padanya "Hai, maaf aku memanggilmu" kata Tao, Kris menyeringai dan memberi sinyal pada Suho "Ah... jadi ini? Dia memang manis"

Tao menatap Suho bingung tapi Suho malah tersenyum penuh arti "Baiklah, aku akan meninggalkan kalian"

"Jadi, ada apa? Bukankah sudah kubilang jangan menemuiku lagi?" tanya Kris mengusap tengkuknya "Maaf, apa kau punya acara hari ini? A-Aku butuh bantuanmu" jawab Tao menunduk malu.

"Kenapa aku harus membantumu?" tanya Kris tak peduli "Ini benar-benar penting, kumohon" Kris berdecak sebal mendengarnya "Kenapa tidak minta bantuan kekasihmu?"

"Kurasa hanya kau yang bisa melakukannya" jawab Tao tersenyum sangat manis "Apa untungnya bagiku?" tanya Kris lagi "Ayolah gege, aku hanya minta bantuanmu" jawab Tao mempoutkan bibirnya.

Itu kelemahan Kris, dia tidak bisa berhadapan dengan sesuatu yang menggemaskan.

"Baiklah, apa yang kau inginkan?"

Tao tersenyum senang mendengarnya "Ada seorang namja yang terus datang ke ruang kesehatan, dia selalu beralasan sakit dan dengan sengaja menyentuhku, aku tidak mengatakannya pada siapapun karena tak punya bukti, jadi aku minta tolong padamu untuk mengusirnya agar dia tidak kembali lagi"

Kris menyeringai mendengarnya "Itu hal mudah, tapi kau harus mengikuti apa kataku"

Tao sedang membuat laporan kesehatan siswa saat jam istirahat itu, dia senang kegiatannya ini bisa menjauhkannya dari bersosialisasi.

Para penggemar Sehun akan menggila ketika melihatnya, mereka sangat membenci Tao tapi ada juga yang sangat mendukung hubungan mereka.

Pintu ruang kesehatan berdecit perlahan dan Tao mengalihkan perhatiannya "Kau lagi?" namja yang disambut itu memasang wajah sakit.

"Bersikap sopanlah padaku, aku lebih tua darimu" kata namja itu, Tao mendengus sebal sambil menulis nama 'Zhang Yi Xing' pada kertas laporannya.

"Jadi, apa lagi keluhanmu Lay gege?" tanya Tao malas "Entahlah, aku sering merasa pusing akhir-akhir ini" jawab Lay memegang kepalanya, tangannya yang lain menopang tubuhnya pada paha Tao.

"Bagaimana dengan kualitas tidurmu?" tanya Tao menyingkirkan tangan Lay dari pahanya "Aku tidur larut karena banyak tugas" jawab Lay "Kau hanya perlu tidur" balas Tao.

"Apa aku demam?" tanya Lay meraih tangan Tao dan menempelkannya pada keningnya "Kau baik-baik saja" jawab Tao kesal "Ada sesuatu yang masuk ke mataku"

Mata kanan Lay tertutup rapat, entah asli atau tidak "Tolong tiup mataku agar debunya keluar" sebagai adik kelas yang baik, Tao menurutinya.

"Kurang dekat" kata Lay menarik Tao lebih dekat padanya, wajah mereka semakin dekat dan Tao ingin sekali menghajar namja didepannya ini.

Tiba-tiba saja pintu ruang kesehatan dibanting dengan keras.

"Apa yang kau lakukan padanya?!"

Kris menarik Lay menjauh dari Tao, keringat dingin mulai mengalir dipelipis Lay "Mataku sakit" lirihnya, dia melirik Tao meminta pertolongan tapi diabaikan.

"Kau belum pernah kena pukulanku kan? Matamu akan seribu kali lebih sakit jika sudah merasakannya" desis Kris menyeringai "Tolong lepaskan aku"

Lay nyaris menangis karena takut tapi pelajaran untuknya belum selesai "Apa dia menyentuhmu?" tanya Kris pada Tao, Tao mengangguk "Dia berbohong" kata Lay yang dihadiahi tarikan pada rambutnya.

"Sekarang aku bertanya padamu, apa kau menyentuhnya?" Lay menangis sekarang "Maafkan aku, aku tak akan melakukannya lagi, aku bersumpah, tolong lepaskan aku"

"Kau berbohong padaku?" tanya Kris, dia mengambil pisau lipat dari sakunya dan mengarahkannya pada leher Lay "Tidak! Aku bersumpah, biarkan aku pergi" jawab Lay memohon, bahkan dia tidak bisa menelan ludahnya saking takutnya.

"Minta maaf pada Tao sekarang"

Kris mendorong Lay sampai dia terjatuh didepan Tao dan menendangnya sampai Lay dalam posisi berlutut "Huang Zi Tao, aku minta maaf jika sikapku padamu membuatmu tersinggung, aku sungguh menyesal"

"Kau tidak akan mengulanginya lagi?" tanya Kris menarik rambut Lay sampai dia berdiri "Ya! Aku tak akan mengulanginya lagi, aku bersumpah!" Lay meringgis kesakitan.

"Bagus, karena Tao milikku. Pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi"

Lay lari terbirit-birit keluar dari ruang kesehatan, bersyukur dia masih hidup.

"Kau puas?" Tao tersenyum tipis mendengarnya "Sebenarnya itu terlalu berlebihan tapi terimakasih dan aku agak keberatan tentang 'Tao milikku' yang kau sebutkan itu" jawab Tao.

"Jangan banyak protes bocah panda, kau beruntung aku menolongmu" kata Kris memijat pelipisnya, Tao hanya mencibir saja.

"Duduklah disana" perintah Kris menunjuk sebuah ranjang "Kau mau apa?" tanya Tao bingung "Lakukan saja" Tao menurut dan duduk disisi ranjang.

Kris naik ke atas ranjang dan tidur dipangkuan Tao "Astaga! Kris ge, apa yang kau lakukan?" tanya Tao terkejut "Aku sedang berusaha tidur, diamlah"

Tao menghela napas melihat Kris mulai terlelap dipangkuannya, dia terkekeh kecil menyadari kaki Kris tergantung karena ranjang yang kecil.

"Selamat tidur, Kris ge"

Tao merendahkan tubuhnya dan mencium pelipis Kris perlahan, tangannya membelai helai pirang Kris dengan sayang.

*You're So Complicated*

"Kau mau mampir dulu?" tanya Tao pada Sehun saat Sehun mengantarnya pulang "Ya, tentu"

Sehun memarkirkan motornya lalu mengikuti Tao masuk ke rumah "Eommamu tidak dirumah?" tanya Sehun, biasanya ibu Tao akan menyambutnya dengan kehebohan yang luar biasa "Ya, halmoni sedang sakit, jadi eomma mengurusnya"

"Semoga halmoni cepat sembuh" kata Sehun "Terimakasih. Tunggu sebentar, aku akan membawakanmu minum" Sehun mengangguk setuju dan masuk ke kamar Tao duluan.

"Kebetulan aku membawa film hari ini" kata Sehun "Benarkah? Bukan film horor kan?" tanya Tao dari arah dapur, Tao tidak suka sesuatu yang berbau menyeramkan, namja cry-baby itu bisa pingsan jika melihat sesuatu yang menyeramkan.

"Bukan, ini petualangan. Kau pasti suka" jawab Sehun, dia mengambil remote televisi diatas meja nakas tapi perhatiannya teralihkan pada lipatan kertas kusut.

"Apa ini?" gumam Sehun, membolak-balik kertas itu, dia memastikan Tao masih didapur lalu dia membuka lipatannya.

Sehun membaca tulisan didalamnya, keningnya berkerut dan wajahnya mulai memerah. Sehun mendengar langkah kaki Tao, tangannya tanpa sadar memasukkan kertas itu ke dalam saku celananya.

"Sehun, kau baik-baik saja? Wajahmu agak merah" tanya Tao, berhubung kulitnya yang terlalu putih, jika ada perubahan emosi wajahnya akan langsung merah.

"Disini panas, aku akan membuka jendela" kata Sehun, dia membuka jendela dan menarik napas untuk menenangkan dirinya.

"Jadi, kenapa kau tiba-tiba tertarik pada Kris?"

Tao menatap Sehun bingung, pertanyaan tiba-tiba itu terdengar aneh "Sudah kukatakan, aku mendengar tentang dia diminimarket" jawab Tao, Sehun menyipitkan matanya.

"Kau sudah pernah melihatnya?" tanya Sehun, Tao menyalakan televisi dan memutar film yang Sehun berikan "Tidak, aku belum pernah melihatnya" jawab Tao.

"Dia sangat tampan dan tinggi" Tao berusaha menahan ekspresinya "Benarkah? Aku kira dia menyeramkan, maksudku seperti para gangster didaerah sini"

"Dia satu sekolah dengan kita"

Tao mengerjapkan matanya dan berusaha sepolos mungkin "Benarkah? Aku tidak tahu" kata Tao kembali menonton film dihadapannya.

"Kau mungkin pernah bertemu dengannya"

Tao menatap Sehun dengan waswas, tapi Sehun tidak berbicara lagi. Dia serius menonton film dan setidaknya Tao bisa bernapas sedikit lega.

*You're So Complicated*

"Aku ingin bicara denganmu Kris"

Kris menatap namja yang lebih pendek darinya itu dengan pandangan meremehkan "Kau punya keberanian ternyata" kata Kris, tapi namja itu tidak takut sama sekali.

"Ini tentang Tao"

"Ah... aku mengenalmu. Kau Oh Sehun kan? Anak kepala polisi yang selalu gagal menangkapku, jadi kau kekasih Tao?" Gigi Sehun terlihat gemeletuk menahan marah, Kris benar-benar menyebalkan.

"Aku melihat kertas catatanmu! Jangan pernah menyentuh Tao lagi! Dia milikku! Jadi sebaiknya kau jauhkan tangan kotormu itu darinya dan jangan ganggu dia lagi!" seru Sehun menantang.

Kris menyeringai mendengarnya "Jadi kau sudah mengetahuinya hm? Menyesal karena tidak menyetubuhi namja itu sejak dulu? Kau tidak bisa menghentikanku, bocah albino" kata Kris bersandar ke dinding koridor.

Sehun langsung mencengkram kerah kemeja Kris dengan kuat "Dasar brengsek! Kau pikir kau bisa seenaknya mempermainkan orang lain?! Jauhi Tao atau aku akan membunuhmu!"

Kris mendorong Sehun sampai cengkramannya terlepas dan balik mencengkram Sehun bahkan dia mencekiknya.

"Kau pikir kau ini siapa? Berani sekali berkata seperti itu padaku, aku tak peduli ayahmu polisi atau kau ingin membunuhku. Kau akan melihat sendiri, siapa yang akan Tao pilih" bisik Kris dengan nada rendah yang menyeramkan.

Dia melepas tangannya dari leher Sehun dan berlalu pergi meninggalkan Sehun yang terengah-engah.

Sehun menatap Kris dengan marah lalu berlari ke arahnya "Dasar brengsek!" Sehun menendang Kris sampai Kris hampir terjatuh "Kau mengajakku berkelahi?!"

Kris melayangkan tinjunya dan mengenai wajah Sehun, Sehun terhuyung ke dinding tak menyangka pukulan Kris akan sekuat itu.

"Kau bahkan tidak kuat menahan pukulanku, lebih baik kau pergi dari sini dan jangan cari masalah denganku" geram Kris, Sehun melotot padanya "Aku tak akan memberikan Tao pada siapapun, aku akan melawanmu walaupun aku harus mati"

"Simpan mimpimu bocah, kau hanya akan mati dalam hitungan detik jika melawanku. Seharusnya kau bersyukur kubebaskan" kata Kris, dia kembali berlalu pergi dan Sehun tidak mengejarnya lagi.

Sehun mendengus kesal dan kembali ke kelasnya.

"Ya Tuhan, Sehun wajahmu kenapa?" tanya Tao terkejut melihat sisi wajah Sehun yang lebam keungunan, Tao mencoba memeriksanya tapi Sehun menepis tangannya.

"Jangan sentuh aku!"

Sehun tak pernah membentak Tao sebelumnya, Sehun mendengus melihat wajah ketakutan Tao "Apa aku tak cukup untukmu?"

"Apa yang kau bicarakan?" tanya Tao tidak mengerti, ada apa ini sebenarnya?

Sehun mengeluarkan sebuah kertas dari sakunya dan melemparkannya pada Tao. Tao mengambilnya dan membuka kertas itu, terkejut melihat isinya.

"Jauhi Kris! Jangan pernah dekati dia lagi! Kau milikku Tao! Kau mencintaiku! Kumohon... hiks... apa aku tak cukup untukmu... apa aku masih kurang untukmu... hiks... katakan padaku!"

Sehun menangis sambil mencengkram kedua bahu Tao, air matanya berjatuhan dan tangannya gemetar hebat. Tatapan Tao meredup, ini semua salahnya.

"Maafkan aku Sehun, aku sudah mengkhianatimu" kata Tao memeluk Sehun "Berjanjilah padaku kau tak akan bertemu namja brengsek itu lagi" kata Sehun melepas pelukannya.

Sehun menatap Tao tanpa berkedip dan Tao malah mengalihkan pandangannya "Kau bahkan tidak mau menatapku, apa salahku Tao? Aku sudah memperlakukanmu dengan baik, aku tak pernah menyakitimu dan hubungan kita berjalan lancar"

"Kau salah paham, Sehun. Aku mencintaimu" kata Tao mengusap air mata Sehun "Tapi kau mencintai Kris juga kan?"

Tao tak bisa menjawab, dia menggigit bibirnya ragu "Kris, hanya butuh teman" kata Tao, Sehun tertawa mendengarnya "Teman seks? Aku menunggumu sampai kau siap dan kau malah melakukannya dengan orang lain"

"Maafkan aku"

Sehun mengacak rambutnya frustasi "Aku tak percaya kau melakukan ini padaku" Tao merasa bersalah sekarang "Tapi ini tidak seperti yang kau pikirkan Sehun, aku tanpa sengaja bertemu dengannya dijalan dan aku menolongnya"

"Jadi kau tidak mengangkat telepon karena sedang bercumbu mesra dengannya?!" Tao bingung harus menjawab apa "Dia memaksaku" Sehun tertawa mendengarnya.

"Kau punya bakat wushu, kau ahli bela diri. Dan kau kalah pada namja brengsek seperti dia?! Dia bahkan menulis catatan untukmu, itu menandakan dia tidak memaksamu!" Sehun menatap lurus pada Tao yang sudah kehabisan kata.

"Aku akan pergi mendinginkan kepalaku, mungkin sebaiknya kita jangan bertemu dulu" kata Sehun menarik napas panjang "Kuharap kau bisa memikirkan masalah ini dengan baik" lanjut Sehun.

Sehun mengambil tasnya dan keluar dari kelas lebih dulu.

Tao hanya mematung, air matanya mengalir dan diusapnya dengan kasar.

"Sudah kukatakan kau jangan berurusan denganku, aku pembawa masalah"

Tao membuka matanya dan melihat Kris diambang pintu "Itu bukan kata yang tepat untuk situasi seperti ini" kata Tao membereskan peralatannya.

"Kau seharusnya tidak menolongku ditempat pertama kita bertemu" kata Kris "Dan kau seharusnya tidak menyentuhku waktu itu" balas Tao.

"Baiklah, aku yang salah"

Kris memeluk Tao dari belakang, pelukannya terasa hangat dan nyaman "Maafkan aku" Tao menangis mendengarnya, dia berbalik dan membalas pelukan Kris.

"Menangislah dan keluarkan semuanya"

Tao menangis dengan keras, tangannya mencengkram kemeja Kris dengan kuat, dia terisak dan air matanya membasahi dada Kris.

"Aku sudah pergi darimu dan kau malah kembali lagi, kau tidak bisa memiliki dua namja dihatimu, Sehun sudah lebih dulu berada disana dan aku tak pantas kau paksakan untuk masuk ke hatimu juga"

Tao memukul dada Kris dengan kuat "Kau hanya mempersulit keadaan" kata Tao masih dengan air mata yang membasahi wajahnya "Karenanya kau harus segera menjauh dariku, mengerti?"

Kris mengusap air mata Tao lalu mencium keningnya lama "Mau kupanggilkan taxi?" tanya Kris merapikan rambut Tao yan berantakan, Tao menggeleng.

"Kau tidak akan mengantarku?" tanya Tao dengan panda eyes-nya, Kris hanya tersenyum tipis "Terlalu berbahaya, lebih baik naik taxi. Aku yang akan membayarnya" jawab Kris.

"Kau dan Sehun sama saja" kata Tao menepis tangan Kris, dia mengambil tasnya dan hendak pergi tapi Kris menahannya "Jangan sama kan aku dengan bocah albino itu, aku hanya tak mau membahayakan nyawamu"

"Apa bedanya dengan membiarkan aku berjalan ke rumahku sendirian saat matahari mulai terbenam?"

"Karena itu aku akan panggilkan taxi" kata Kris, Tao terlihat kesal mendengarnya "Lepaskan aku! Aku akan pulang sendiri!" seru Tao marah.

"Baiklah, aku akan mengantarmu pulang"

Tao menyipitkan matanya, tanda tidak percaya "Aku serius, aku akan mengantarmu pulang tapi berjanjilah jangan beritahu siapapun aku melakukannya"

"Memangnya kenapa kalau mereka tahu?! Kau ingin menyembunyikan aku hah?!" Tao kembali menangis, pikiran dan hatinya sedang tidak karuan saat ini bahkan dia tidak yakin otaknya masih ada ditempat semula.

"Tao, aku ini berandalan, aku memiliki banyak musuh, jika mereka tahu kau dekat denganku mereka akan menyakitimu, ini semua demi kebaikanmu, aku tak mau terjadi sesuatu padamu saat aku tak ada disampingmu"

Tao tidak menjawab, dia hanya menangis dalam diam "Kita pulang, aku akan mengantarmu. Kau butuh istirahat" kata Kris, merangkul bahu Tao. Dia mengambil tas Tao dan membawanya.

*You're So Complicated*

"Gege mau masuk dulu?" tanya Tao penuh harap "Tao, kau baru saja dimarahi oleh Sehun karena aku dan sekarang kau ingin aku masuk ke rumahmu?"

Tao menggigit bibirnya, dia terlihat akan menangis lagi "Aku tak tahu" lirihnya "Well... aku sebenarnya tidak masalah dengan yeoja, namja, atau threesome tapi Sehun tidak menginginkannya dan aku tidak suka berbagi sesuatu yang hanya milikku"

Kris membelai rambut Tao perlahan, tangannya menelusuri garis rahang Tao "Pikirkanlah baik-baik Tao, sebelum semuanya menjadi bencana"

"Jadi kau menolak ajakanku?" tanya Tao lagi, Kris berani bersumpah adik kecilnya menegang melihat wajah Tao yang menggoda "Aku akan menerimanya lain waktu"

Kris harus bertahan, Tao tidak boleh melihat sesuatu yang menandakan dia berbohong "Baiklah, berjanjilah kau akan mampir kapan-kapan" kata Tao "Aku berjanji"

"Terimakasih sudah mengantarku, selamat malam" kata Tao, dia berbalik dan masuk ke rumahnya tanpa melihat Kris lagi.

Kris hanya menghela napas untuk menahan perasaannya.

*You're So Complicated*

"Kris, kau baik-baik saja?"

Kris tersadar dari lamunannya dan kembali makan "Ya, aku baik-baik saja" Jessica dan Krystal saling pandang sementara Yunho terlihat tidak peduli.

"Apa sesuatu terjadi?" tanya Jessica "Hanya masalah kecil, kurasa" jawab Kris memotong daging dihadapannya dengan malas.

"Kau terlihat dalam mood bagus akhir-akhir ini, kau juga tidak pulang dengan membawa luka baru" komentar Krystal, wajahnya tidak menunjukan perubahan ekspresi tapi matanya selalu berkata lain.

"Aku berteman dengan seseorang yang menolongku, dia sangat baik dan perhatian, hanya saja kekasihnya cemburu padaku dan ada beberapa masalah karena hal itu"

Jessica tersenyum senang mendengarnya bahkan Yunho mengangkat alisnya tertarik "Jika memungkinkan ajak dia mampir kesini" kata Jessica, Yunho melirik padanya dan Krystal tersenyum pada Kris.

"Aku tidak yakin, maksudku sekarang pun keadaan kami agak sulit" kata Kris, Jessica memiringkan kepalanya penasaran.

"Kau menyukainya?"

Kris tersedak mendengarnya "Tentu saja tidak, dia kan sudah punya kekasih. Aku kasihan padanya karena aku selalu membawa masalah pada orang lain, aku tidak mau merusak hubungan mereka"

"Lalu kapan kau punya kekasih? Aku rasa kau sudah terlalu lama sendiri, ada baiknya jika kau punya seseorang yang memperhatikanmu" kata Jessica "Aku tak mau membahasnya" balas Kris.

"Aku selesai" Kris bangkit berdiri dan menyimpan piring kosongnya diwashtafel "Kris, aku setuju dengan ibumu" langkah Kris terhenti, dia melirik sekilas pada ayahnya.

"Akan kuusahakan"

*You're So Complicated*

"Jadi, ceritakan padaku tentang teman barumu itu"

Krystal berguling diranjang ke arah kakaknya yang sedang bermain game dilaptopnya "Pergi ke kamarmu, jangan ganggu aku"

"Ayolah gege, kau tahu aku bisa membantumu" bujuk Krystal menutup laptop Kris, Kris sudah menunjukan tanda-tanda marah tapi Krystal lebih dulu memasang puppy-eyes "Tak ada yang perlu kuceritakan" tolak Kris menaruh laptopnya dimeja nakas "Jadi siapa namanya?" tanya Krystal, Kris menatap adiknya yang bergelung dalam selimut bersiap mendengar dongeng sebelum tidur.

"Tao, Huang Zi Tao"

Krystal tersenyum manis mendengarnya "Kau menyebut namanya dengan ekspresi bahagia" komentar Krystal "Keluar dari kamarku!" seru Kris kesal, Krystal tertawa senang kakaknya marah.

"Appa akan lebih senang kau berpacaran dengan yeoja tapi kurasa lebih aman jika dengan namja" komentar Krystal lagi "Aku tak meminta pendapatmu"

"Lalu, seperti apa dia?" tanya Krystal lagi "Dia manis, menggemaskan dan punya banyak keberanian. Sebenarnya kami baru beberapa kali bertemu, aku belum terlalu mengenalnya. Yang jelas dia manja dan cengeng juga menyebalkan"

Krystal terkekeh geli mendengarnya "Pantas kau mau berurusan dengannya, kau selalu kalah pada hal menggemaskan dan air mata" Kris mendelik pada adiknya yang berhasil mengacak ranjangnya.

"Aku bukannya kalah, hanya saja kedua hal itu membuat perasaanku tak karuan" kata Kris memilin-milin rambut Krystal "Dan dia sudah punya kekasih?"

Kris tak langsung menjawab, dia terdiam beberapa saat lalu menarik rambut Krystal sampai dia menjerit.

"Sakit bodoh! Aku menghabiskan uangku untuk perawatan rambut dan kau malah menariknya" omel Krystal mengelusi kepalanya yang terasa sakit.

"Dia punya kekasih, bocah albino overprotektif yang menyebalkan bernama Sehun"

"Itu sebutan yang sangat kejam, kau pikir kau tidak seperti itu?" Krystal memukul Kris dengan bantal "Aku bukan bocah, kulitku tidak putih seperti terkena penyakit. Aku memang overprotektif dan menyebalkan tapi aku punya banyak kelebihan dibanding dia"

"Itu kan yang kau lihat, kau tidak suka padanya karenanya kau hanya bisa melihat sisi negatif dari Sehun sedangkan Tao yang suka padanya pasti melihatnya dari sisi lain" jelas Krystal, Kris mencubit pipinya gemas.

"Jangan menceramahiku bocah, dulu kau bocah ingusan yang cengeng dan sekarang kau berlagak menceramahiku" omel Kris "Aku hanya memberi pendapatku, kau itu idiot dan tidak bisa berpikir logis"

"Yak! Adik kurang ajar!" Kris membalas Krystal dengan memukulkan bantal pada wajah cantik adiknya "Kau sendiri kakak brengsek!"

Terjadi perang bantal antara mereka selama beberapa menit.

"Tapi aku serius, kurasa sebaiknya kau pastikan Tao baik-baik saja" kata Krystal kembali merebahkan dirinya diranjang "Bagaimana caranya?" tanya Kris mengikuti Krystal untuk tiduran.

"Mungkin mengajaknya makan dan mengantarnya pulang, biasanya untuk masalah seperti ini agak susah berbaikan dan kurasa Sehun pasti masih marah"

Kris terdiam mendengarnya "Aku tidak yakin, bagaimana jika Sehun semakin marah?" tanya Kris "Dan bagaimana jika Sehun tidak mempedulikan Tao?" tanya balik Krystal.

"Entahlah, mungkin lebih baik aku bertanya dulu pada Tao" kata Kris, Krystal tersenyum bangga "Bagus, aku bangga padamu" kata Krystal memeluk Kris "Kau adikku yang paling aneh dan menyebalkan, tapi aku senang punya adik sepertimu" Krystal tertawa mendengarnya "Aku juga senang punya kakak tampan tapi idiot sepertimu"

Kris memukul Krystal dengan bantal dan perang bantal kembali terjadi.

"Kau tertarik padanya?" Kris terdiam sejenak lalu mengangkat bahunya "Entahlah, resikonya terlalu besar" Krystal mengangguk mengerti.

"Kita lihat saja kedepannya"

.

.

.

TBC

.

.

.

Mind to Review and Comment?

Please, Don't be a Silent Readers