Title : The Edge
Author : Lee Eun San
Genre : Romantic, Angst
Main Casts :
Kim Ryeowook
Kim Jongwoon
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Cast yang lain akan mucul sendiri sesuai dengan kebutuha cerita.
Disclaimers.
Semua tokoh yang berperan dalam cerita ini bukan milik saya. Mereka adalah milik tuhan dan mereka sendiri beserta keluarganya. Saya hanya meminjam nama-nama mereka saja.
Summary
Sebuah ujung yang menjadikan pembatas antara sebuah kisah cinta, persahabatan dan penghianatan. Garis tipis yang menghubungkan mereka semua dalam ikatan takdir yang saling berkaitan. Yemin/Yewook/Kyumin
aannyyyeeoonnggg!ledakin konfeti bareng oppadeul...! author labil balik maning dengan lanjutan epep abal nan ajaib ini! mian bin maap ya updatenya lama lagi lumaya sibuk akhir-khir ini. well mendingan lansung aja deh kita ke TKP,,,,,! waakkss...!
warning typo bertebaran
Setelah membaca isi pesan dari Sungmin, Ryeowook bergegas membalasnya
"oh,, kau sadar rupanya. Baiklah aku tak akan basa-basi lagi denganmu. Besok temui aku di the edge kau tahu alamatnya bukan?"
Send!
Ryeowook langsung mengirim balasan tadi segera.
"ppinng….pping.."
"aku akan datang jam 11." Itulah bunyi balasan pesan yang tadi dikirim Ryeowook pada Sungmin.
"Baiklah nona Lee, kurasa ini akan semakin menarik. Kita lihat seberapa besarkah nyalimu untuk menemuiku dan mengakui segala kebejataanmu dibelakang Jong Woon oppa,eoh!" gumam Ryeowook sebal.
Dia meneruskan langkahnya untuk masuk kerumah untuk istirahat. Ia sungguh tak sabar menunggu hari esok tiba saat diamana ia bisa mengatakan segala kebencianya pada Sungmin tentu saja. Setelah berganti dengan piama, dia segera berlabuh di atas ranjang empuknya menuju dunia impian.
Pagi yang Ryeowook tunggu akhirnya datang jua. Hari ini suasana seoul cerah sekali. Mentari bersinar terik mnyengat kulit. Ryeowook mengeliat dalam tidurnya karena sudah merasakan silau di matanya.
"eeummhh,, sudah pagi.." gumamnya dengan suara serak khas orang yang baru bangun tidur. Sebenarnya ia malas bangun namun tiba-tiba ia teringat akan janji pertemuanya denga Sungmin semalam. Dia langsung terduduk dan matanya terbuka lebar se lebar-lebarnya.
"hari ini dia akan menemuiku bukan?" ucapnya bermonolog ria.
Dia beranjak dari ranjangnya dan berlalu menuju kamar mandi untuk membasuh mukanya dan segera turun kebawah untuk sarapan. Saat ia sampai di meja, sudah terhidang sarapan paginya yang sudah disiapkan oleh maidnya.
"silahkan sarapan dulu nona," sapa seorang namja paruh baya yang berprofesi sebagai pelayan kepercayaan di keluarga Ryeowook sejak ia masih kecil.
"eum, " jawabnya sambil tersenyum senang.
"kelihatanya anda sedang senang nona?" ucap namja tadi
"eh,, apa begitu terlihat ahjussi..?" Tanya Ryeowook polos.
"kkkkk,, tentu saja nona. Saya bahkan bisa mengetahuinya walaupun ada tak mengatakan apapun, apa anda lupa sayalah yang merawat anda sejak kecil.." ucap namja tadi sambil sedikit terkekeh.
"hahahaha,,, kau benar! " jawabnya riang.
Setelah menyelesaikan acara sarapanya dengan suasana hati yang riang Ryeowook segera melesat balik ke kamar untuk mandi dan bersiap ke the edge.
Jam di kamarnya sudah menunjukan angka 10 saat ia sudah siap dengan segala hal yang perlu ia bawa. Dia bergegas menuju mobilnya dan langsung tancap gas ke the edge tak lama kemudian. Hanya lima belas menit waktu yang ia perlukan untuk sampai disana. Sengaja ia datang lebih awal dari waktu yang Sungmin janjikan.
"selamat pagi nona, anda datang lebih awal?" kata seorang pegawainya.
"eh, ne,,, " jawab Ryeowook.
Dia kemudian berlalu menuju ruanganya yang terletak tak jauh dari ruangan kafe. Dia meletakkan tasnya dan mulai membuka laptop untuk memeriksa hasil penjualan kafe yang diserahkan pegawainya kemarin. Dia baru menyelesaikan seperempat bagian dari laporan itu saat ia mendengar ponselnya berdering. Sebuah pesan dari Sungmin.
"aku sudah sampai di tempatmu. Keluarlah. Aku duduk di dekat pagar luar kafemu." Itu isi pesan singkat yang Sungmin kirim padanya.
Ryeowook menyeringai sambil kemudian berberes singkat untuk segera menemui Sungmin diluar. Dengan langkah penuh percaya diri Ryeowook mendatangi sosok Sungmin yang duduk jauh di ujung ruangan.
"ehm,," dehemnya sedikit menyentakkan Sungmin dari lamunannya. Dia segera menarik kursi di depan Sungmin dan mendudukkan tubuhnya. Lama mereka berdua hanya saling menatap dalam diam. Tak ada seorangpun yang berniat buka suara lebih dahulu.
"apa yang kau tahu" akhirnya Sungmin yang lebih dahulu buka suara.
"apa?" balas Ryeowook singkat. Ia sengaja ingin sedikit bermain dengan Sungmin ternyata.
"hhh,,, sudahlah kau tak bertampang polos dihadapanku. Aku tahu kau mengetahuai sesuatu. Cepat katakan." Ucap Sungmin dingin mendapati tak ada jawaban yang ia inginkan dari mulut Ryeowook.
"hahahaa.. kau tak sabaran sekali nona Lee,, ne,,ne,, kurasa aku tak perlu basa-basi lagi dengan wanita ular sepertimu." Ucap Ryeowook tak kalah dingin
"wanita ular? Hhh,, atas dasar apa kau memanggilku begitu?" balas Sungmin tak terima.
"haahh,, kau masih saja bersandiwara nona. Sudahlah tampilkan saja sosok aslimu yang sebenarnya!" ucap Ryeowook lagi.
"tsk,, apa maksudmu! aku tak mengerti!" balas Sungmin sedikit tersulut emosi.
"kau berselingkuh dibelakang Jong woon oppa bukan?" kata ryewook tegas.
Sungmin membulatkan matanya lebar saat Ryeowook berkata barusan
"mwo? Selingkuh kau bilang? Apa buktinya kalau aku selingkuh,eoh?" ucap Sungmin berusaha berkelit
"cciihh,, kau tak perlu tampak marah begitu nona. Aku sudah tahu semuanya karena aku ada disana saat kau dan siapa itu Cho.. entahlah siapa nama lengkapnya sedang bercumbu!" balas Ryeowook tegas. Matanya penuh dengan kilatan kemarahhan saat menatap manik indah Sungmin yang membulat sempurna karena marah.
"m..mmwoo…?" ucap Sungmin tergagap
"kenapa kau kaget aku tahu semua kelakuan busukmu nona Lee?"
"sudahlah tak usah bertampang seerti itu. Mari kita jujur saja." Tawar Ryeowook pada Sungmin
Sungmin walau sedikit ragu akhirnya buka suara.
"apa maumu?" ucapnya singkat
"mudah saja, aku ingin tahu siapa namja itu dan beberapa hal lainya." Jawab Ryeowook santai.
Setelah menghembuskan nafasnya berat Sungmin kemudian menegakkan tubuhnya dan menatap pemandangan kota seoul yang indah.
"namanya Cho Kyuhyun. Dia kekasihku, sejak aku smp. Kami masih terus berhubungan sampai kami lulus kuliah. Aku dan dia sudah berencana menikah namun tiba-tiba perusahaan milik ayahnya pailit sehingga harus merger dengan sebuah perusahaan lainnya dan syarat marger itu kyuhyun harus rela menikah dengan putri dari pemilik perusahhan itu. Hahaha ,, miris bukan? Saat kau sudah merancang hidupmu sejak jauh-jauh hari namun secara tiba-tiba semua itu hancur tepat beberapa bulan sebelum pernikahanmu." Cerita Sungmin masih tanpa menatap Ryeowook yang sedikit tertegun setelah mendengar ucapan Sungmin barusan, jujur sebagai seorang wanita ia tentu juga merasa kasihan, namun ini tak mengurangi rasa marahnya pada kelakuan Sungmin.
"lalu?" ucap Ryeowook tas sabar.
"singkat cerita ia akhirnya menikah juga dengan wanita pilihan orang tuanya itu dan aku.. yah kau tahu,, aku menikah juga dengan Jong woon tak lama setelah aku bertemu dengannya. Kulihat dia baik dan kurasa aku akan mulai menyukainya suatu saat. Begitulah yang ada di fikiranku saat itu sampai kyuhyun datang lagi padaku beberapa bulan yang lalu." Sungmin sedikit mengambil nafas sebelum mulai lagi bercerita.
"dia datang padaku dan menjelaskan semuanya. Dia mengatakan padaku bahwa ia masih mencintaiku dan ingin kembali lagi padaku tak perduli bagaimanapun keadaanya." Ucapnya.
"dan kau mau bukan?" cibir Ryeowook tak suka.
"oh, ayolah bisakah kau tolak seseorag yang sudah kau cintai sejak lama? Bagaimana kalau ini terjadi padamu,eoh! Tiba-tiba saja Jong woon oppa datang padamu dan mengatakan ia mencintaimu saat kau telah bersuami.. aku rasa imanmu akan goyah juga!" balas Sungmin kali ini dia menatap manik caramel Ryeowook tajam sambil memamerkan smirk meremehkan.
"eh,, kenapa kau jadi membahas aku, yang aku tanyakan kau bukan hidupku!" gagap Ryeowook.
"hahah,, tenaglah! Tak perlu kau panic dihadapanku. Aku tahu kau menyukainya bukan!" cecar Sungmin
Ryeowook terdiam membisu tak berani bersuara.
"baiklah, aku akui aku menyukai Jong woon oppa. Tapi aku tak akan memaksanya, aku tahu dia sudah menikah." Jawab Ryeowook akhirnya.
"hahhaah,, kau ini lucu sekali, kenapa kau bodoh sekali! Jika aku jadi kau aku akan mengatakan isi hatiku padanya sejak dulu jadi aku tak perlu hidup penuh penyesalan sepertimu!" ejek Sungmin pada Ryeowook.
"tsskk,, berhenti bicara yang macam-macam yeoja brengsek! Aku berbeda denganmu! Sekarang dengarkan aku!"
Sungmin kembali hanya bersmirk ria sembari menunggu kata-kata yang akan Ryeowook ucapkan.
"aku minta kau jauhi cho sialan itu mulai sekarang. Aku tak mau tahu bagaimana caramu! Yang terpenting jangan lagi kau temui namja bren,,,"
"dia tak seburuk yang kau fikirkan nona sok suci!" geram Sungmin yang tak terima kekasihnya dihina
"eoh,, apa sebutan untuk namja yang menghianati pernikahanya selain namja brengsek dan kurang ajar eoh?adakah sebutan lain yang kiranya lebih pantas melekat padanya? Bajingan mungkin?" balas Ryeowook tak kalah sengit.
Sungmin mendengus marah, namun ia berusaha menahan dirinya dan kembali berusaha mendengarkan ucapan Ryeowook
"kalau tidak?" tantang Sungmin
"hhh,, kau mau bercanda denganku ternyata nona muda? Baikalah mudah saja. Aku akan menghancurkan karir kekasih sialanmu itu. Karena aku tahu kau juga tak akan perduli kalau sampai Jong woon oppa tahu masalah ini bukan?" kata Ryeowook kejam.
Sungmin mendelik kaget mendengar ancamna Ryeowook barusan.
"mwo? Kau akan apa?"
"masih kurang jelas? Baiklah akan aku perjelas sekarang. Begini nona lee, entah ini kebetulan atau tidak tapi perusaan milik kekasihmu itu adalah salah satu perusahhan yang bernaung dibawah kungkungan perusahaan milik kakakku. Jadi tak perlu menunggu waktu lama jika aku ingin menghancurkan perusahhan kecil itu. Tinggal aku katakan pada kakakku dan booom! Hancur!" ancam Ryeowook pelan namun mengerikan.
Sungmin mulai bergerak gelisah. Manik matanya bergerak kesana kemari.
"baiklah,, akan aku turuti semua maumu. Mulai sekarang, akan aku jauhi kyuhyun. Tapi apa yang membuatmu tak mengadukan saja aku pada jong woon,eoh?" selidik Sungmin penasaran
"karena aku mencintainya." Jawab Ryeowook singkat
"hhh,, bukankah kau bisa bersamanya jika nanti jong woon oppa tahu hal ini? Mungkin dia akan minta cerai dariku?" kata Sungmin lagi.
"aku tak sepertimu nona, aku cukup tahu diri untuk tak merusak rumah tangga orang lain. Yang aku mau adalah melihat orang yang ku cintai bahagia. Itu saja tak lebih." Jawab Ryeowook.
"kau bodoh! Tapi baiklah. Aku akan menuruti semua maumu. Tapi ku harap kau juga pegang janjimu untuk tak melukai kyuhyun." Balas Sungmin.
"ok! Deal!
Kedua yeoja cantik itu saling sepakat untuk melakukan perjanjian itu. Sejak saat itu wajah Sungmin selalu berubah sedikit takut saat ia Jong woon dan Ryeowook bertemu dan sejak itu pula tanpa Ryeowook sadari dia mulai senang menindas Sungmin. dia semakin bertindak memojokkan Sungmin diberbagai kesempatan seperti acara gereja rutin mereka sampai cara keluarga Jong woonyang sudah barang tentu menggundang Ryeowook di dalamnya karena kedua orang tua mereka yang bersahabat baik. Kejadian itu terus berulang-ulang sampai hampir setahun lamanya. Sungmin yang tak lagi betah pada kelakuan Ryeowook mulai putar otak.
"hhh,, aku haru melakukan sesuatu. Aku tak mau terus-menerus jadi bahan pembullyian yeoja sok suci itu. Tapi apa yang bisa aku lakukan?" fikir Sungmin di suatu sore. Dia sedang asik minum teh dipinggir kolam renagnya yang luas saat tiba-tiba ia rasakan sebuah lengan kekar memeluknya dari belakang.
"eh,, kau sudah pulang oppa" seru Sungmin saat ia dapati lengan milik jongwon melingkari pinggang rampingnya.
"eum,, aku merindukan istriku yang cantik." Kata jong woon sambil melesakkan kepalanya di perpotongan bahu dan kepala Sungmin. Dia mnegcup leher jenjang nan putih milik Sungmin membuat sang empunya mendesah pelan
"ssshh,, oppaahh,, geli,," ucap Sungmin
"heheh,, kau wangi chagi.." kata Jong woon melenceng.
"isshhh,,, sudah sana kau bau! Kau belum mandi kan?" potong Sungmin
"hahahahaa… masa aku bau? Tapi walaupun bau aku masih tampan kan?" ujar Jong woon
"tsskk,, dasar kepala helem,, sudah jangan banyak bicara mandi sana! Kalau kau masih bau aku tak mau dekat-dekat denganmu!" ancam Sungmin.
"ne,ne… nyonya Kim yang cerewet! Aku mandi."
Jongwon kemudian berlalu pergi kekamarnya untuk mandi. Sungmin lagi-lagi memikirkan cara untuk bisa terlepas dari jerat pembullyan Ryeowook padanya.
"aarhhhhhggtt.. apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus pindah kelain benua dulu?" ucapnya tanpa sadar.
"eh pindah? Kelain benua? Sepertinya cara itu bisa." Sungmin seketika tersenyum senang setelah berhasil menemukan cara untuk terlepas dari semua ini. Kebetulan kemarin Jong woon cerita bahwa sebuah anak perusahaannya yang ada di amerika sedang sedikit bermasalah sehingga mungkin Jong woon akan berangkat kesan untuk menyelesaikan masalah. Awalnya Sungmin menolak pindah. Dia beralasan tak bisa jauh dari keluarganya namun setelah difikir-fikir mungkin inilah jalan satu-satunya agar ia bisa terbebas dari kungkungan seorang Kim Ryeowook.
Dia memasuki kamar tidurnya. Dia sudah mendapati sang suami keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambut coklatnya yang basah. Jong woon terlihat lebih segar sekarang. Dengan t-shirt putih longgar yang dipadukan dengan celana pendek berbahan kain selutut membuat tampilan Jong woon sempurna. Jujur, kalau saja hatinya belum jadi milik kyuhyun sebelumnya ia yakin ia pasti akan langsung jatuh cinta pada sosok yang tak kalah tampan dari kekasih hatinya itu.
"terpesona dengan ketampanan suamimu ini, eoh" ucap Jong woon geli.
"tsskk,, percaya diri sekali kau tuan kim"
Sungmin mencibur dengan mulutnya namun sedetik kemudia ia tersenyum dan duduk menghampiri Jong woon yang terlebih dahulu sudah menselonjorkan kakinya di sebuah sofa malas yang berhadapan langsung dengan balkon kamarnya. Sungmin duduk di pangkuan jong woon dan lagsung mengalungkan tanganya di leher sang suami.
"eh,, ada apa?" Jong woon mengernyit bingung
"ani,, apa aku tak boleh bermanja-manja dengan suamiku sendiri,eoh?" jawab Sungmin tenang.
"hehehe,, bukan begitu,,hanya saja kau tumben manja padaku. Kau pasti menginginkan sesuatu bukan? Sudah katakan saja apa maumu cjhagi..?" gumam Jong woon pada sang istri
"hhh,, ketahuan ya,,,? Yaahh,, padahal aku ingin merayumu dulu baru mengatakanya! Hhh kau tak seru oppa!" Sungmin berlagak kesal pada jong woon.
"eh,, kenapa kau jadi kesal, bukankah seharusnya kau senang? Aku kan langsung mengabulkan permintaanmu tanpa kau harus capek-capek meminta,eoh?" jawab Jong woon tak mengerti
"iya sih! Tapi aku bosan kalau harus selalu begitu! rasanya hidupku begitu datar. Tak ada hal baru dan menarik didalamnya" ucap Sungmin mulai memancing suasana.
"eh,, lalu aku harus bagaimana?" ucap Jong woon lagi sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"setidaknya biarkan aku sedikit berusaha oppa! iisshh kau menyebalkan!" geram Sungmin pura-pura kesal padahal kini ia tengah bersorak gembira.
"eoh,, ne,ne baiklah, kita ulang lagi ne…" rayu Jong woonpada istrinya.
"tidak mau!" Sungmin langsung merosot turun dari pangkuan Jong woon dan berjalan menuju ranjangnya. Sengaja ia menghentakkan kakinya beberapa kali untuk menegaskan kekesalannya.
"aaoiigoo,, chagiya… jangan marah ne jebal…" pelas Jong woon pada Sungmin.
"katakan kau minta apa? Aku janji aku akan memenuhi semuanya?" kata Jong woon lagi.
Senyum Sungmin makin sumringah.
"yes! Berhasil!" serunya.
"jeongmal?" kata Sungmin sembari berbalik dan menatap jong woon.
"eum,, pasti! Katakan apa maumu chagi?" jawab Jong woon mantab.
"ayo kita pindah ke amerika." Ucap Sungmin.
"eh,, pindah? Wae? Bukankah dulu kau tak mau kuajak pindah? Tapi kenapa sekarang justru kau yang ingin pindah,eoh?" Jong woon sedikit kaget mendengar permintaan sang istri yang tiba-tiba.
"tidak ada hal penting. Aku hanya ingin merubah suasana. Aku sudah bosan di seoul oppa." Rengek Sungmin
"ayolah oppa! Tadi kau bilanga akan mengikuti mauku? Bohong,eoh?" cecar Sungmin
"eh,, ani chagi. Baiklah.. kebetulan juga perusahaan kita yang diamerika sedang ada sedikit masalah, jadi kurasa pindah kesana tak buruk juga. Selain kau bisa merubah suasana aku juga bisa menangani bisnis kita disana." Jawab Jong woon sambil mengelus surai coklat Sungmin sayang.
"eh,, jadi kita akan pergi..? yaksok?" ucap Sungmin dengan mata berbinar.
"ne,, tentu saja!apapun untuku my lady!"
"yyeeeiiiyyyy gomawo oppa! Kau yang terbaik!"
Chuup…
Sungmin mengecup bibir tipis jongwon sekilas.
"gomawo" imbuhnya
Setelah berhasil meyakinkan Jong woon Sungmin tak lagi terlihat takut saat menatap Ryeowook saat mereka tak sengaja bertemu. Bahkan kini ia sudah lagi berani menatap manic caramel itu saat mereka bicara. Ryeowook tampaknya menyadari perubahan sikap yang Sungmin tujukan. Ia sdikit bingung kenapa Sungmin sampai bisa berubah seperti itu sampi ia tahu satu hal.
"aku akan pindah ke amerika bulan depan wookie-ya" ucap Jong woon tiba-tiba saat mereka bertemu disaat keduanya sedang lari pagi seperti biasa.
"eh,, wae oppa?" jawab Ryeowook kaget.
"tak ada yang special. Sungmin hanya ingin merasakan hidup baru yang jauh dari seoul lagi pula kebetulan juga ada anak perusahaanku yang sedang bermasalah, jadi kukira pindah kesana adalah pilihan yang cukup baik." Papar jong woon
"brengsek kau lee sung min! jadi kau ingin menjauhkan ku dengan Jong woon oppa eoh? Kita lihat apa kau akan berhasil dengan rencanamu eoh..?" geram Ryeowook dalam hati.
Sesampainya dirumah Ryeowook langsung mengirimkan pesan pada Sungmin
"temui aku nanti malam di the edge! Ada hal yang harus aku bicarakan denganmu! Penting!"
Send!
"ping..ping…"
"ada apa aku malas bertemu denganmu!" jawab Sungmin
"hhh,, yeoja ini mulai berulah ternyata." Kata Ryeowook tak percaya.
"terserah padamu! Temui aku atau kyuhyunmu itu akan aku hancurkan sampai keliang kubur!"
Send!
"ping,,ping.."
"tsk,, mengancam eoh? Kau ini sungguh keterlaluan! Baiklah nanti aku akan menemuimu!"
Suasana kafe malam ini lumayan lengang karena ini bukanlah weekend atau hari libur sehingga jumlah pengunjungnyapun sedikit menurun.
Arloji rolex Ryeowook di pergelangantangannya sudah menunjuk pada angka delapan lebih namun sosok Sungmin belum juga namapak di hadapanya. Ryeowook mulai bergerak gelisah. Dia sedari tadi mondar mandir di ruanganya seperti setrikaan.
"kemana perginya yeoja sialan itu,eoh!" kesal Ryeowook.
Setengah jam kemudian barulah sosok Sungmin muncul dihadapanya. Sungmin kembali mengambil tempat yang sama saat mereka dulu menjalin kesepakatan.
"kau lama !" kesal Ryeowook
Sungmin hanya mengendikan bahunya tak perduli.
"apa perlumu memanggilku? Bukankah diantara kita tak ada lagi yang harus dibicarakan?" kata Sungmin enteng sambil melambaikan tanganya untuk memanggil pelayan.
"hot cappuchino, ne" pesan sugmin pada pelayan tadi.
"anda juga minum nona kim?" tawar pelayan tadi pada sang atasan
"ani, nanti saja." Putusnya
"kenapa kau ingin pindah ke amerika?" Tanya Ryeowook langsung.
"tak ada alsan khusus aku hanya ingin berganti suasana. Itu saja. Ada masalah?" jawab Sungmin enteng.
"tentu saja ini masalah untukku! Kau sengaja menjauhkan Jong woon oppa dariku kan? Tuduh Ryeowook.
"hahahaa.. jadi kau marah padaku kalau aku berniat mengajak pergi suamiku sendiri eoh. Kau cemburu?kau takut tak bisa lagi melihat kekasih hatimu,eoh?" ejek Sungmin
"kau,," geram Ryeowook tertahan karena pelanyan tadi kembali kemeja mereka sembari membawakan pesanan Sungmin
"kau pasti tak mengira aku akan melangkah sampai sejauh ini bukan? Jujur aku sudah muak dengan sikapmu yang selalu menindasku, memojokkanku dan menunjukkan sorot mata penuh intimidasi saat menatapku dibarbagai kesempatan. Aku tahu aku bersalah, namun sejak kita sepakat dia hari itu aku sudah tak lagi berhubungan denga kyu..lalu apa masalahnya sekarang!" ucap Sungmin sedikit emosi.
"kau tak boleh pindah!" ucap Ryeowook tegas.
"wae? Apa alasanmu melarangku pindah!" Sungmin lagi lagi berteriak kesal
"karena aku tak suka!" jawab Ryeowook singkat
"tsskk,, lau apa yang akan kau lakukan jika aku tak menurutinya..?" tantang Sungmin denga sorot mata penuh emosi dan amarah.
"hhhaaa,, kau masih bertanya akan apa yang bisa kulakukan. Ohh,, ternyata kau sudah lupa. Baiklah aku akan mengingatkanmu sekali lagi nona lee. Aku akan menghancurkan kyuhyun mu itu sampai hancur lebur jika kau berani menjauhkan Jong woonoppa dariku.
"ATAS DASAR APA KAU MENGANCAMKU,EOH!" teriak Sungmin kesal. Sungguh yeoja di hadapannya ini membautnya kesal sampai ke ujung kepala.
"aku bahkan sudah menuruti apa maumu, aku sudah tersiksa selama hampir setahun dengan semua intimidasimu sekarang kau mau aku melakukan apa lagi agar kau puas? Bertahan disini dan terus jadi bulan-bulananmu,eoh…? Ooh,, tidak terima kasih!" ucap Sungmin tegas.
"baiklah jika itu maumu. Besok kau akan lihat berita kehancuran perusahaan kekasihmu itu! Kau ingat aku tak pernah main-main dengan semua perkataanku!" ucak Ryeowook dingin
Entah kenapa Reowook kini bersikap begitu egois.
"APA YANG AKAN KAU LAKUKAN! KAU SUDAH BERJANJI PADAKU TAK AKAN MEYENTUHNYA KALAU AKU TERUS BERDIAM DIRI. SEKARANG KAU INGIN MENGINGKARI JANJI YANG BAHKAN KAU BUAT SENRI,EOH?" jerit Sungmin makin frustasi. Beruntung mereka duduk jauh terpisah dari beberapa tamu dan lagi suasana juga muai sepi karena malam sudah mulai beranjak larut.
"kau yang memaksaku. Aku hanya mau kau batalkan niatmu atau ku hancurkan milikmu."
"hhh,, kau sunguh sangat mengerikan nona kim." Sungmin beranjak dari kursinya dan mulai berjalan mendekat kepagar pembatas yang tak jauh darinya. Pagar ini cukup tinggi jadi aman untuk pengunjung untuk sekedar bersandar di sampingnya.
"aku tak minta banyak padamu, batalkan niatmu dan semuanya akan kembali normal seperti biasa." Ucap Ryeowook dingin sedingin udara malam ini.
Sungmin tersenyum miris mendapati perintah mutlak dari bibir tipis milik Ryeowook.
"hhhh,, aku muak dengan sikapmu, aku muak dengan wajahmu dan aku lebih muak lagi pada diriku yang terus saja bertahan dengan semua tindakan semena-menamu. Hahahah… aku sudah lelah…" kata Sungmin mulai putus asa
"aku fikir semua masalah ini bersumber dari aku. Kurasa jika aku tidak lagi ada, segalanya mungkin akan berjalan lebih baik.." sambungnya
"apa maksudmu,eoh?" seru Ryeowook tak paham
"kau benar kim Ryeowook. Aku sangat mencintai kyuhyun aku akan melakukan apapun untuk melindunginya." Ujar Sungmin tajam sambil membalikkan tubuhnya dan memandang tajam mata Ryeowook.
"ciihh,, kau bahkan masih terus mencintainya.. ingatlah nona kau sudah bersuami, tak sepantasnya kau masih memendam rasa pada namja lain. Bagaiman kalau sampai Jong woonoppa tahu,eoh.." cibir Ryeowook
"aku tak perduli! Karena sejak awal aku menikah denganya hanya untuk pelarian semata. Sekarang saat tak lagi ada jalan untukku kembali bersama kyuhyun maka jalan ini yang akna aku tempuh untuk setidaknya melindungi kekasihku.
"apa maksudmu,eoh?"
Tanpa mereka ternyata sosok Jong woon sudah berdiri disana menatap kedua yeoja itu dari tadi. Bahkan ia juga sudah mendengar semau perkataan Sungmin. Terkejut dan sakit hati itulah yang kini ia rasakan. Bagaimana bisa ia sampai tak menyadari bahwa yeoja yang hidup bersamanya hanya menjadikanya pelarian semata.
"kau bodoh kim jong woon."
"yak! apa yang akan kau lakukan!" seru Ryeowook mulai panic tak kala melihat Sungmin makin melangkah mundur sampai ketepian pembatas.
"kau tahu, aku mencintai kyuhyun sampai kapanpun dan kurasa kematianku akan menyelamatkanya." Itulah sepenggal kalimat yang Sungmin ucapkan sebelum tubuhnya melayang bebas jatuh kebawah.
Ryeowook hanya bisa berdiri mematung tanpa mampu bergerak untuk mencegah tubuh itu terhempas ke tanah dibawh sana.
Sama halnya seperti Jong woon yang juga memandang tak percaya. Baru setelah salah seorang pengunjung yang menjerit histeris keduanya tersadar namun semuanya sudah terlambat. Tubuh Sungmin sudah hancur berkeping-keping dibawah sana.
"aku membunuhnya.." gumam Ryeowook tanpa sadar
"aku pembunuh… pembunuh.." gumamnya lagi.
Jong woon langsung mendekap tubuh mungil Ryeowook dalam pelukanya. Berusaha menenangkan yeoja itu.
"wookie-ya.. gweunchana" ucapnya lembut sambil mengusap pelan punggung Ryeowook
"oppa… aku membunuhnya….aku pembunuah oppa" seru ryeowok sesengukkan
"aniyo,, kau tak membunuhnya.. wookie-ya,, tidak.."
"aku pembubuh.. aku pembunuh" itulah yang sedari tadi digumamkan Ryeowook .
Kejadian malam itu sungguh menjadi pukulan yang sangat berat bagi Ryeowook. Rasa bersalah terus saja mengahantuinya. Andai saja ia tak bersikap egois pasti sekarang Sungmin masih hidup. Pasti dia tak akan mati dan tubuhnya hancur. Ryeowook mengalami depresi berat sehingga membuatnya sampai harus dikirim ke panti rehabilitasi jiwa. Sedangkan Jong woon namja ini tak ubahnya seperti mayat hidup sekarang. Tak ada lagi yang bisa ia lakukan. Istrinya sudah mati dan kini sahabat cantiknya juga mengalami depresi.. apa yang bisa ia lakukan..? kalian Tanya apa kabar tuan cho? Dia bernasib serupa dengan Sungmin kekashihnya. Setelah tahu bahwa Sungmin mati bunuh diri, dia melakukn hal yang sama dengan menembakkan pistol ke kepalanya sendiri dihadapan istrinya setelah sebelumya mengatakan semua penghianatannya pasa sang istri.
Sebuah kisah yang diawali dengan sebuah kepalsuan akan sulit untuk berjalan seirama dan bahagia. Dikala kita tak lagi bisa menjaga apa yang telah kita janjikan diahadapan tuhan, maka niscaya duka lara yang akan segera meyertai kita. Kita harus ingat janji kita didepan tuhan lebih berharga daripada apapun didunia.
FIN
mmuuheheheheh,, yang aku post yang sad endding dulu yahh,, yang happy endding masih gak tau kapan publishnya soala masih nyari ilham,,and mungkin juga ntar aku publishnya di blog pribadi aku dulu. yang mau berkunjung liad bio aku yahh,, hhahah,, promosi mode on!
well last but not least gamsahae saranghae readerdeul,,,,!
