Up or Down Game
An EXO Fanfiction©
Disclaimer : Characters are belong to SM Town. The story plot and idea are mine.
Pairing : ChanBaek
Warning : Full of Typo, Boys Love, OOC dan segala kejelekan lainnya. Don't like Don't read! No bashing, No flaming chara! Flame has never been accepted, Critique are allowed.
Rate : K+ - T
Wish you like it! ^^
BRAK! BRUK! BUAK!
Dorm EXO pukul 11 malam, dimana semua penghuni nya sudah terlelap hingga serangkaian suara berisik mengganggu ketenangan dorm yang biasanya memang tidak tenang ini. Suara-suara tersebut sepertinya berasal dari hantaman-hantaman benda di dinding, atau pun suara dari perabotan yang tengah dihancurkan.
Derap langkah kaki terdengar mendekati sebuah kamar bertuliskan 'Park Chanyeol – Byun Baekhyun' dengan tergesa-gesa. Orang tersebut sepertinya naik darah karena suara-suara yang berdatangan dari kamar tersebut mengganggu istirahat malamnya.
"Yah! Chanyeol-ah, Baekhyun-ah! Apa yang kalian lakukan?!" teriak seorang namja yang biasanya baik dan lembut, siapa lagi kalau bukan leader dari boyband EXO, Suho. Siapa saja yang melihatnya pun akan heran kenapa ia terlihat seperti setan berwajah malaikat saat ini.
"YAA! Berikan remote nya! Kupukul kepala bodohmu itu nanti!" Terdengar teriakan dari namja bertubuh kecil dengan surai pirang kecoklatan. Ia mengabaikan seruan Suho barusan.
"Shireo! Aku tidak mau tidur di neraka setiap malam!" Satu sahutan lagi dari namja berperawakan tinggi menjulang dengan rambut hitam kelamnya. Ia juga tak mendengarkan satupun perkataan Suho.
Siapa yang tidak akan marah dengan duo kekanakan ini? Semua orang akan dibuat marah oleh kelakuan Park Chanyeol dan Byun Baekhyun. Tak terkecuali Suho yang notabene sangat baik hati ini. "Hentikan!"
BUK!
Masing-masing dari mereka mendapat hadiah pukulan tepat di kepala dari Suho. "Diamlah! Semua member sedang tidur. Mereka akan kesiangan kalau terlambat tidur karena kalian."
Chanyeol dan Baekhyun hanya menunduk entah merasa bersalah atau hanya sekedar takut. "Apa masalah kalian?" tanya Suho baik-baik.
"DIA―!"
"Satu persatu Yeol-ssi! Baek-ssi!"
Melihat Chanyeol yang hanya menunduk, Baekhyun pun memutuskan untuk menceritakannya terlebih dahulu. "Hyung, dia menyembunyikan remote pendinginnya dan sekarang suhunya 18° Kau tahu kan hyung, kalau aku tidak bisa tidur dalam dingin. Apalagi saat ini sudah mulai memasuki musim gugur."
"Lalu kau Chanyeol-ah?"
"Aku kepanasan hyung. Aku tak keberatan kalau ia menaikkan suhunya, tapi hingga 30°? Itu sudah sepanas di musim panas. Ini kan belum benar-benar musim gugur!" sahut Chanyeol yang segera diberi tatapan membunuh dari Baekhyun.
"Astaga, apa hanya itu yang kalian ributkan?" Suho bertanya dengan kekesalan yang terselip di nadanya.
"Hyung, bagaimana kalau nanti aku dehidrasi karena kepanasan?"
Baekhyun memicingkan matanya kearah Chanyeol, "Bagaimana kalau aku mati membeku karena kedinginan, hyung?"
Suho terdiam. Ia memijit pelipisnya, 'Dasar berlebihan' batinnya. "Maksudku, apa kalian harus bertengkar setiap malam?"
Chanyeol mengangguk antusias, sementara Baekhyun memutar bola matanya sebal. Suho menghela nafas berat dan menyerahkan remote AC yang ia pegang pada Chanyeol, "Sudahlah tidur sana. Jangan berani merubahnya! Aku sudah mengaturnya di 25°"
Setelah Suho menjauh kedua orang yang tadinya terdiam itu mulai bertengkar memperebutkan benda tak berguna itu. Baekhyun yang memang keras kepala berusaha merebutnya dari genggaman kuat Chanyeol.
"Yak! Berikan!"
"Tidak! Nanti kau turunkan jadi 30 lagi! Ini saja sudah panas, kau mau sepanas apa huh?" Chanyeol memanfaatkan tinggi badannya dengan meletakkan remote AC itu diatas lemari yang tidak dapat dijangkau Baekhyun.
"Kau jahat! Apa harus selalu kau yang berkuasa?!" seru Baekhyun marah. Ia naik keatas kasurnya dan duduk memunggungi Chanyeol.
"Dasar egois! Aku kan cuma tidak mau kami sakit karena kedinginan" gumam Baekhyun dengan suara amat kecil. Ia sangat kesal hingga merasa dirinya akan menangis, tapi segera diurungkan niatnya. Mau ditaruh dimana mukanya di depan Chanyeol?
Namja tinggi yang kekanakan itu memandangi punggung Baekhyun. Terbesit rasa bersalah di hatinya karena telah melukai namja yang sangat disayangnya ini. Ia ingin menegur Baekhyun, tapi ia juga merasa gengsi.
"Baekhyunnie…"
"Apa?! Urusi saja remote pendinginnya!" jawab Baekhyun ketus.
Chanyeol pun agak kesal mendengarnya, "Aku kan cuma memanggilmu! Biasa saja menjawabnya!"
"Terserah. Aku lelah." Baekhyun membaringkan tubuhnya seraya memeluk bantalnya dan pura-pura tidur.
Hening.
Park Chanyeol merasa aneh dengan suara detik jam yang menambah canggung suasana di kamar ini. Apa Baekhyun benar-benar meninggalkannya sendirian? Bagaimana bisa dia tertidur lebih dulu? Setidaknya pertanyaan itulah yang sedari tadi muncul di kepala Chanyeol.
"Baekhyunnie…" panggilnya sekali lagi.
"Kau sudah tidur?"
"Baekkie, kau benar-benar sudah tidur?"
"Bacon-ah, kau jangan tidur!"
"… Ah, rupanya kau sudah tertidur ya. Jaljayo."
Chanyeol terus mengatakan hal-hal itu dalam berbagai ekspresi, mulai dari mengatakannya secara halus, lalu ia marah-marah, kemudian berbisik sedih seperti itu. Jujur Baekhyun pun terganggu dengan suara bass yang membuatnya kembali naik darah.
"Apa lagi?!" serunya.
"Hei, kau masih marah?"
Namja manis itu memicingkan matanya, "Tentu saja. Siapa yang tidak kau buat marah dengan semua kelakuanmu itu."
"Tapi ini kan cuma masalah pendingin" ucap Chanyeol. Setelah itu Baekhyun tidak menatapnya lagi dan berbalik memunggunginya kembali.
Chanyeol menghela nafas berat, "Baiklah. Kita akan bermain sebuah permainan yang Kris hyung ajarkan padaku, dan yang kalah boleh mendapatkan remote nya."
Baekhyun terlihat berpikir sejenak, "Permainan apa?"
"Up or Down, dimana kau mengatakan dua kalimat yang membuat lawanmu sangat senang dan sangat terluka. Yang terlebih dulu marah atau menangis karena terharu atau sedih, dia yang kalah. Eottae?"
"Huft… Joha, aku mulai dulu. Dari yang baik-baik."
"Ya, aku menunggumu." Chanyeol dan Baekhyun sama-sama merapikan posisi duduknya. Mereka duduk bersebrangan dan saling menatap satu sama lain.
Hal itu membuat gugup Baekhyun, karena saat ini si Happy Virus ini tengah menatapnya dengan senyum jahil. "Sijakhamnida. Park Chanyeol lebih tampan dari Kris."
Chanyeol menepuk dadanya bangga, "I know."
"Kau adalah visualnya?"
"Terima kasih, tapi bukan itu."
"Kau takkan menemukan orang semanis Chanyeol di dunia" ucap Baekhyun yang sebenarnya sangat tulus, tapi ia menyembunyikan dengan tampang polos nya.
"Eum… Atau, Reaction King yang paling aku cintai?"
"Aku juga mencintaimu." Chanyeol menatap Baekhyun lembut dan membuat Baekhyun mendengus lalu memalingkan wajahnya.
"Aku akan memberikanmu T-Shirt milik SuJu sunbae-nim?"
"Tapi aku sudah punya."
"Baiklah, baiklah. Bagaimana kalau kau akan sukses di Variety Show?" Chanyeol kembali menggelengkan kepalanya.
"Ehm, saranghaeyo oppa~" Baekhyun tersenyum lembut pada Chanyeol dan mengedipkan sebelah matanya. Ia tak sadar bahwa keimutan berlebihan miliknya dapat membunuh seorang Park Chanyeol kapan saja.
Chanyeol berdeham kecil dan berusaha tenang. Ia menggunakan poker face milik Sehun dan playboy face yang dimiliki Kai sekaligus. "Nado saranghae, Byun Baekhyun."
Main vocal EXO itu tersipu malu, tapi sebisa mungkin tidak ia tunjukkan karena tak mau kalah dari namja chingu nya. Baekhyun kemudian terdiam untuk beberapa saat lamanya. Ia tidak menghiraukan Chanyeol yang begitu mengharapkan kalimat-kalimat manis darinya.
Chanyeol memutar bola matanya malas. Ia sudah menunggu Baekhyun sangat lama, dan orang itu hanya terdiam. "Kau lama sekali Baekkie!"
"Diamlah, aku sedang berpikir Yeollie" jawab Baekhyun tak sadar. Sepertinya emosinya sedikit membaik karena permainan itu, terlihat saat ia kembali mengatakan 'Yeollie.'
"… Joha! Aku akan memberikan diriku pada dirimu seluruhnya!"
Chanyeol pun terdiam dengan bibir yang terbuka karena serangan yang dilancarkan Baekhyun tiba-tiba. Setelah tersadar, ia tersenyum riang dan memeluk Baekhyun. "Benarkah? Kau janji?"
"Ahah! Ne!" balas Baekhyun dengan tawa yang agak dipaksakan, padahal dalam hatinya dia berkata seperti, 'Sudah bisa ditebak pikiran namja-namja mesum di dorm ini. Semua sama. Tak terkecuali si bodoh ini.'
"Aku akan menebak yang baik-baik, Baekhyunnie!" seru Chanyeol semangat. "Eyeliner mu terlihat bagus di matamu."
"Huh? Itu bahkan tidak membuatku senang" ejek Baekhyun.
"Kau semanis bubble tea!"
"Aku namja, babo!"
"Suaramu lebih bagus dari Chen?"
"Saranghaeyo" ucapnya lembut.
Baekhyun yang agak teralihkan karena ponselnya yang berdering pun tidak mendengar perkataan terakhir tadi. "Ah, kau bilang apa tadi?"
"Tidak lupakan" jawab Chanyeol malas.
Chanyeol terlihat berpikir, "Atau kau fans satu-satunya SNSD sunbae-nim!"
Perkataannya itu sontak membuat Baekhyun kesal dan memukul kepalanya, "Yak! Kau bodoh! Kalau begitu berarti mereka tidak terkenal!"
"Bukankah kau ingin seperti itu? Mendapatkan cinta dari SNSD sunbae-nim, dan sebagainya" ucap Chanyeol dengan nada yang dibuat-buat. Sepertinya rapper kita ini tengah cemburu. Terlihat dari caranya memalingkan pandangan dari Baekhyun sambil mendengus kesal.
"Yah, sebenarnya aku mau sih. Tapi tetap saja, ketenaran mereka nomor 1!"
"Yasudah kalau begitu nikahi saja mereka semua. Sekalian, kau kan bisa punya sembilan istri" sahut Chanyeol.
Baekhyun tertawa kecil saat mendengarnya, "Oh, kau marah ya Chanyeollie? Kau cemburu? Kau lucu sekali!"
Melihat Chanyeol yang cemberut, ia pun mendekatinya dan mencubit kedua pipi Chanyeol. "… Jangan marah Chanyeollie."
'Astaga! Demi Luhan dia manis!' batin Chanyeol. Ia berdeham kecil sebelum mengatakan, "Baiklah, kumaafkan."
"Nice! Eh, kau belum selesai menebaknya."
"Apa? Aku akan membelikanmu album baru SNSD tepat setelah dia rilis nanti dan meminta tanda tangan mereka langsung?" Chanyeol sebenarnya mengatakan hal itu asal-asalan. Ia malas kalau Baekhyun sudah teralihkan gara-gara girlband yang ia suka itu.
"Jinjja?! Kau baik sekali!" Baekhyun berlari menubruk tubuh tinggi Chanyeol dan memeluknya erat. Sudah jelas bahwa itulah jawaban dari kebahagiaan terbesar Baekhyun.
Chanyeol kembali mengerucutkan bibirnya, 'Dasar fanboy, ya otaknya tetap fanboy! Apa bagusnya sunbae-nim itu dibanding aku?' batinnya. Tunggu, bukankah dia sendiri juga fanboy? Bukankah rapper genius ini menyukai Super Junior? Baiklah, terserah dia.
"Yeol."
"Ya?" jawab Chanyeol malas.
"Bagaimana kalau untuk kalimat-kalimat buruknya kita lakukan langsung bersamaan?" usul Baekhyun yang langsung disetujui oleh Chanyeol.
"Kau bodoh!" seru Baekhyun tiba-tiba.
"Kau tidak bisa apa-apa!" balas Chanyeol.
"Kau jelek!"
"Memang kau tampan?!"
"Chanyeol momchi!"
"Eyeliner tebal!"
"Sehun lebih tampan darimu!"
"Kyungsoo lebih manis darimu!"
Seiring kalimat-kalimat ejekan itu terlontar, semakin panas suasana yang terasa disana. Baekhyun dan Chanyeol pun saat ini sudah saling menatap benci seperti beberapa menit yang lalu saat mereka berebut remote AC.
"Dasar tidak peka!" seru Baekhyun lagi.
Chanyeol mulai emosi, "Dasar egois!"
"Aku nge-rap lebih baik darimu!"
"Aku juga menyanyi lebih baik darimu!" Jika saja ini di dalam komik atau film animasi, mungkin sudah tercipta kilat-kilatan petir dari pandangan menusuk mereka masing-masing.
"Kau tidak bisa menari!"
"Urat lehermu yang jelek itu terlihat saat menyanyi!"
"Beatbox mu itu yang jelek!"
"Hapkido mu payah!"
"Pemain band tak berbakat!"
"Penyanyi kurang handal!"
Nada suara mereka meninggi, hingga membuat kedua orang itu terengah-engah. "Dasar tinggi!"
"Dasar pendek!"
"Tiang Listrik!"
"Kurcaci!"
"YA! PARK CHANYEOL!" seru Baekhyun marah dan menerjang tubuh Chanyeol.
"PENDEK!" teriak Chanyeol tak kalah keras. Dan akhirnya tubuh kedua orang itu terjatuh lumayan keras di lantai, setelah sebelumnya berguling-guling diatas kasur milik Chanyeol. Tidak berhenti sampai disitu, mereka pun terus berguling diatas lantai keras itu sambil saling meneriakkan 'Tiang Listrik' atau 'Pendek' secara bergantian.
"AKH!" ringis mereka berdua saat menghantam tembok. Beruntung tembok itu tepat berada disana, coba bayangkan kalau itu tangga? Dua namja kekanakan ini tidak akan bisa tampil di Music Bank esok harinya.
Mata mereka yang sebelumnya terbelalak lebar seperti mata yang dimiliki Kyungsoo, kini tertutup rapat. Perlahan mereka membuka mata mereka secara bersamaan, dan mata mereka masing-masing kembali terbelalak lebar.
Bagaimana tidak? Saat ini Chanyeol berada tepat diatas Baekhyun sambil mencengkram pundak Baekhyun yang terbaring tak berdaya dibawahnya. Nafas mereka terengah-engah karena kegiatan berguling-guling tadi.
Chanyeol perlahan mendekatkan wajahnya kearah Baekhyun, dan namja manis itu menutup matanya rapat-rapat. Ia selalu takut saat Chanyeol bertingkah seperti ini, ya karena suatu alasan yang kalian pasti tahu.
CUP
Sang rapper tampan EXO itu rupanya tengah mencium kedua mata kecil Baekhyun secara bergantian. "Ya! Buka matamu!"
"E–Eh? Apa yang kau lakukan tadi?" tanya Baekhyun gugup. Ia bahkan lebih gugup daripada saat Chanyeol mencium bibirnya, karena jarang sekali Chanyeol bertingkah seaneh ini. Ia sangat lembut dan lebih dewasa. Tentu saja Baekhyun menyukai Chanyeol yang sangat manis dan tak memaksanya sedikitpun.
Chanyeol mengeluarkan cengiran lebarnya, "Aku mendoakanmu agar cepat tidur dan mimpi indah. Saranghae." Ia pun menggendong tubuh ringan Baekhyun di punggungnya dan membaringkan Baekhyun diatas kasurnya.
Ia berjalan kearah kasurnya sendiri dan berusaha untuk terlelap. "K–Kau. Tidak biasanya" bisik Baekhyun.
"Kau pasti lelah, tidurlah. Hehe, maafkan aku membuatmu marah ya?" ucapnya yang langsung membuat Baekhyun tersenyum malu.
'Apa dia kemasukan roh baik? Molla' batin Baekhyun heran sebelum menggelengkan kepalanya lalu tersenyum.
PI! PI! PI!
'Aish, kenapa dingin sekali?' Baekhyun mengalihkan pandangannya kearah AC dan terpampang angka yang menunjukkan 16° disana. Tak sengaja ia bertatapan dengan namja tinggi yang tengah menggenggam remote pendingin.
"YA! PARK CHANYEOL!"
"Shireo!"
Baekhyun segera berdiri dan berusaha merebut benda itu, "Sudah kuduga kau bersikap baik untuk merebutnya kan?!"
"Enak saja! Kan aku yang menang!" sahut Chanyeol tak kalah ngotot.
"Darimana kau yang menang?! Aku saja tidak menangis!"
"Tapi kau terlalu senang tadi saat kubilang akan membelikan album SNSD!"
"Kembalikan!" teriak Baekhyun.
Dan akhirnya malam itu pun menjadi semakin tidak tenang dengan acara 'Berebut Remote AC bersama Chanyeol dan Baekhyun.' Mereka melanjutkan pertengkaran itu entah sampai kapan.
…
Dorm EXO pukul 7 pagi. Terlihat dua orang yang tengah berlutut di depan seseorang yang tengah duduk di salah satu kursi meja makan.
"Lihat apa yang sudah kalian lakukan? Kan sudah kubilang jangan bertengkar karena ini!" seru sang Leader EXO, Suho. Disebelahnya terlihat Yixing yang tengah menenangkan Suho, sekaligus menatap iba pada Baekhyun yang terus menatapnya sedih dan meminta tolong agar dilepaskan.
"Mianhae hyung. Itu kan cuma remote. Paling tidak AC-nya tidak rusak" jawab Chanyeol enteng.
Suho memijit pelipisnya, "Ini kan satu set dengan AC-nya. Ini juga rusak karena kalian berebut dan menekan tombolnya secara berlebihan. Aku yakin sebentar lagi AC-nya pun rusak."
"Kau kan bisa membelinya untuk kami, hyung." Kalau saja Suho tidak ingat kalau Chanyeol adalah main rapper dan anggota yang sangat berharga di grup, mungkin saja ia sudah melempar anak ini ke luar jendela. Ia serasa ingin menangis dan berteriak keras karena dibuat kesal oleh seorang Park Chanyeol.
Disanalah mereka berakhir. Dimarahi Suho hingga jadwal mereka yang berikutnya dan disuruh membeli dan memasak sendiri makanan mereka. Belum lagi ditertawai para anggota lain karena tampang mereka yang seperti mayat hidup akibat kelaparan.
Paling tidak mereka akan belajar dari kesalahan mereka setelah ini. Tapi inilah yang membuat pasangan ini selalu terlihat manis, kan?
TBC/END?
Author Cuap-Cuap :
Here is ChanBaek! Untuk chap ini kayaknya gak ada sedih-sedihnya, dipusatin sama kekacauan couple ini
Sekali lagi gomawo untuk semua yang mendukung ff ini ya? Jadi masih tetep bisa jalan. Jeongmal gomawo!
Terus author mau minta maaf soal Tao yang kelewat polos kemarin. Jadinya malah keliatan babo, mian. Saya gak tahu dengan otak saya... Jujur saya cinta sama Tao, jadi yah...
PrinceTae: Untuk soal feel sih sebenernya sama untuk dua chap itu, mungkin memang author nya aja yang gak terlalu berpengalaman, jadi gak memuaskan ne? Mian...
Untuk semua reader dan reviewer kalau kecewa mianhaeyo! ^^
Untuk chap ini juga author gak tau bakal memuaskan atau tidak, saya sudah mengusahakannya~
Special Thanks to :
JI Dray, DevilFujoshi, dr22oktaviani1, Raina94, berlindia, chocolate cake, Kim MinHyun, Taoris shipperrr, ajib4ff, MinSeulELFSparFishy, Milky Andromeda, PrinceTae, ICE14
Nah sekian dulu cuap-cuapnya. Bagi yang membaca tolong di REVIEW gamsahamnida!
Sekedar info, karena Kai dan Sehun paling muda jadi kemungkinan cerita mereka paling belakang hehe... :D
