Berita tentang adanya pesta yang di adakan sudah menyebar ke seluruh lingkungan sekolah itu, tentu saja di sampaikan oleh para pengawal sekolah seperti Chen, Xiumin, Eunhyuk, Ryewook dan Sungmin yang menyampaikan berita ini mulai dari media cetak atau mading yang di tangani, web resmi milik sekolah, hingga pemberitahuan verbal dari radio sekolah. Semua sangat menantikan peristiwa yang di adakan sekali setahun ini sebelum melepas para senior untuk ujian akhir. Pesta sekolah ini benar-benar salah satu event yang selalu membuat setiap orang berdecak kagum akan kreatifitas dari para siswa.

Pada dasarnya pesta ini bisa di bilang pesta dansa atau prom night hanya saja yang berbeda dari yang lain karena ada saja konsep unik yang di wajibkan pada pesta ini. Tergantung pada mood sang OSIS yang berkoordinasi pada para tetinggi sekolah dan dapat merangkul berbagai klub dan perangkat sekolah demi suksesnya acara ini. Jangan lupakan tahun ini ketua OSIS adalah Suho tidakkah menyeramkan seorang perfeksionis merencanakan sebuah pesta yang menjadi ajang senang-senang?

"Tao, kau akan memakai kostum apa nanti?"tanya Baekhyun berkerut bingung.

"entahlah, putri duyung mungkin"jawabnya acuh.

"yak! aku serius Taozi" Tao mengerlingkan matanya jengkel di teriaki oleh Baekhyun.

"aiss.. diamlah kau pendek"sungut Tao.

"diamlah kau pendek"ledek Baekhyun meniru cara bicara Tao. "kau saja yang ketinggian, panda!"sambung Baekhyun.

"kau.. !" Tao melotot ke arah Baekhyun kesal.

"kau... " Baekhyun balik melotot pada Tao dengan cara yang sama.

"stop! Stop! Kalian jangan ribut dsini" larang Luhan, yang melihat tiba-tiba kumpulan mereka jadi pusat perhatian. Sebenarnya tak mengherankan, siapa yang tak akan melirik kumpulan wanita cantik dan unik ini tapi tetap saja membuat risih dan lagi telinga kalian pasti akan mengeluh mendengar suara 2 orang ini.

"yak! rusaa.. jangan ikut campur"pekik keduanya ketika Luhan mulai melerai mereka.

Tuk! Tuk!

Pukulan mendarat di kepala Baekhyun dan Tao. "yak! walau aku masih sekelas dengan kalian tetap saja aku eonni kalian, berlakulah sopan!" protes Luhan.

Iya, benar Luhan lebih tua dari mereka hanya saja karena pertukaran pelajaran selama setahun di China membuatnya harus tamat sedikit terlambat karena menyelesaikan materi terlebih dahulu.

Tao dan Baekhyun masih bersungut-sungut saling menyalahkan dan mengelus jitakan yang tak bisa di bilang lembut itu. sementara Lay hanya bisa duduk sambil mengeleng-gelengkan kepala melihat tingkah sahabat-sahabatnya.

"yak! nyonya Kim, apa sih yang si pikirkan oleh suamimu membuat ide merepotkan seperti ini?"Luhan mencak-mencak, ia tidak terlalu suka karena ini terlihat seperti ajang menunjukan kekayaan dan terlalu membuang-buang uang.

Bagaimana tidak pikirlah para yeoja di wajibkan menggunakan sebuah gaun yang bernuansa ke barat-baratan ya seperti dress panjang dengan renda-renda khas atau baju ala princess yang tentu saja tak semudah mencari bau kaos di pasar untuk mendapatkannya. Semua harus setidaknya di jahitkan atau di cari di sebuah butik. Aiss.. merepotkan. Memilih warna yang cocok, bahan yang bagus, model yang tak pasaran bersama renda-renda yang huft.. belum lagi korset yang menyesakkan di tambah lagi kewajiban menggunakan topeng yang entah untuk apa gunanya itu. sedikit kolot. Sementara untuk namja tentu dengan jas atau rompi yang memenuhi syarat dari dress code, mungkin juga sedikit ala-ala pangeran tak lupa dengan topeng.

Sebenarnya Lay ingin memprotes dengan berapi-api siapa yang dimaksud "nyonya Kim" seingat otaknya yang memang sedikit pelupa ia tak pernah atau belum berganti marga dan lagi "suami". Hell ya. Lihat kartu keluarganya, ia masih menjadi bagian dari keluarganya dengan status anak dan belum memiliki kartu keluarga sendiri dengan jabatan istri. Ia memendam kesalnya karena sejujurnya ia juga merasa sedikit kerepotan memikirkan tentang pesta itu.

"entahlah, Luhan. Sepertinya dia hanya ingin meninggalkan kenangan baik dan tak merasa kalah dari kesuksesan OSIS sebelumnya"jelas Lay tenang sambil meneguk air minumnya.

"sepertinya aku harus meminta bantuan Xiumin eonnie untuk hal itu"ucap Tao.

"aishh.. yah, sepertinya aku harus melapor pada Kyungsoo di bagian perlengkapan" kata Luhan lesu.

"ehh,,? kenapa Luhan eonnie tak memakai gaunku saja? Kenapa harus melapor segala?"protes Baekhyun.

"benar. Kau bisa memakai gaunku"bujuk Tao.

"stt.. jangan ikut-ikutan Lay" potong Luhan melihat Lay yang sepertinya juga akan membujuknya. "bajumu kekecilan untukku Baekkie sayang, dan badanmu terlalu kurus dan tinggi kau membuatku tampak mengerikan, Tao? Dan Lay mungkin bajumu bisa tapi aku yakin baju untukmu sendiri kau tak punya,kan?"sambung Luhan.

Baekhyun, Tao dan Lay membenarkan perkataan Luhan dengan sedikit mengangguk lesu. Mereka benar-benar ingin membantu Luhan tentang masalah gaun karena mereka tau eonnie mereka yang pintar itu tak seberuntung mereka. Memang sih, mereka yakin pihak perlengkapan yang bersedia meminjamkan gaun Cuma-Cuma kepada mereka yang seperti Luhan tak akan memberi gaun yang buruk. Tapi, tetap saja.

"nah, jadi biarkan ne?"bujuk Luhan dengan puppy eyes . Mereka mengangguk pasrah.

"mereka tak akan memberi gaun buruk padaku, kok. Kalian sudah banyak membantu. Nah, tentang make up boleh aku meminta bantuan kalian?"

"tentu eonnie" mereka memeluk Luhan erat-erat.

"aiss.. sesak" mereka semua terkekeh.

.

.

Ting! Tong!

Bunyi suara bel yang di pencet itu sedikit mengusik Tao yang sedari tadi mematut dirinya di depan kaca. Kamarnya sudah berantakan karena ulahnya mengeluarkan semua bajunya dari lemari di tambah aksesori-aksesori yang dari dulu dia kumpulkan semua berserakann di kamarnya. Singkat kata, ia tengah mencoba mencari sesuatu yang menurutnya membuatnya terlihat manis.

"xiuminnn eonniee"pekiknya ketika membuka pintu ternyata yang di luar pintu adalah yang di nantikannya. Ia langsung memeluk yeoja bertubuh mungil dengan pipi temben itu, yang di peluk hanya terkekeh karena menurutnya Tao terlalu imut.

"bogoshipeooo eonniee... "

"aigoo.. padahal kita satu sekolah Zitao ah.. "protes Tao.

"ne, kau kelas 3 dan selalu saja sibuk tak ada waktu untukku"rajuk Tao.

"ah selamat malam, Hangeng ajussi" sapa Xiumin sopan ketika melihat ajussi yang merupakan appa Tao itu keluar dari mobilnya dan sama-sama berniat memasuki rumah.

"ah, selamat malam Minseok. Semakin manis sekarang ne?"balas Hangeng ramah. Xiumin tersenyum manis.

"Tao, jangan menyusahkan eonnimu. Bawakan air minum dan cemilan, Ara?"titah Hangeng yang melonggarkan dasinya.

"ndee, apppa."

Tao langsung menarik Xiumin ke kamarnya.

.

.

"jadi? Apa yang terjadi disini?"

Xiumin bergidik ngeri melihat kamar Tao yang sudah seperti kapal sehabis menghantam batu karang besar dan sekarang hancur lebur. Maklumlah yeoja satu ini pencinta kebersihan dan kerapian. Tao terkekeh canggung.

"aku hanya sedang memilih baju yang bagus untukku pakai eonnie"katanya pelan.

Xiumin melirik-lirik beberapa baju Tao yang berserakan dengan sedikit hati-hati. Ya, karena terlihat mengerikan di mata Xiumin.

"menurutku semua iini cocok untukmu, bukankah ini Tao's style sekali?"kata Xiumin.

Tentu saja, semua adalah baju yang Tao pilih sendiri tak peduli harga jika ia suka maka ia beli. Memang sih tidak seperti yeoja pada umumnya tao cenderung menyukai memakai baju kaus baik dengan lengan panjang maupun pendek di temani celana denim yang bisa jadi panjang atau pendek. Cukup simpel di tambah dengan kadang-kadang topi, gelang, kalung, piercing ataupun cincin sebagai tambahannya.

"tapi, aku ingin terlihat manis dan lembut sepertimu eonnie"lirih Tao.

Ia sedikit jengah juga pada beberapa orang yang menganggapnya mengerikan padahal jika sudah dekat mereka akan tahu bahwa Tao adalah yeoja yang lucu, manja dan childish sekali tak ada mengerikannya dari segi manapun. Hanya saja mungkin sedikit kebiasaan ia akan judes dan melirik tajam pada orang yang menatapnya aneh.

"jadi?" tanya Xiumin.

"eonnie,..." rengeknya yang sekarang mengoyang-goyang tangan Xiumin yang sibuk melipat dan merapikan baju Tao.

Tao benar-benar ingin sedikit berubah, ia ingin di lihat manis dan ramah juga. Ya, walaupun jujur ia masih bergidik ngeri membayangkan dirinya dengan rok pendek di atas lutut. Hell ya. Kaki panjangnya terekspos. Di tambah dengan bahan baju yang dengan warna lembut dan tipis itu. di sering berpikir apa itu tidak membuat kedinginan?

Xiumin mengangguk pertanda dia akan membantu Tao. Tao baru saja akan berteriak histeris dan memeluk Xiumin kencang. Namun..

"jadi, namja mana yang ingin kau tarik perhatiannya huh?"tanya Xiumin menyudutkan. Pipi Tao merona.

"apa si naga tiang itu?"

"kapten basket tak peka bertampang dingin dan sedikit playboy itu. aigooo"

Sudah menjadi rahasia umum sih bagi orang-orang terdekat Tao kalau baby panda ini mengagumi ehm menyukai si kapten basket itu Wu Yi Fan atau Kris sejak SMP dulu. Ya, walaupun kebanyakan tak memilih ikut campur dan hanya sering menggodanya.

"aa.. ..yo" bantah Tao tergagap. Jika ada 1 sampai 100 alasan kenapa Tao ingin merubah penampilannya, maka alasan nomor 1 nya tentulah namja tower bermarga Wu itu.

"terserahlah, tapi jika itu cinta maka ia tak pernah memandang pada fisik semata. Dan kau sudah sangat mempesona saat ini, panda"kata Xiumin mengusak surai hitam legam panjang Tao.

Tao mempoutkan bibirnya tak setuju "kau bohong eonni! Buktinya Kris tak pernah melihat padaku. Aku hanya hoobae baginya"

"ahhh.. kuerekuna. Ternyata memang dia alasannya. Kau sudah besar, baby panda"ledek Xiumin.

"aiss.. eonnie. Aniyooo "bantahnya sambil menghentak-hentakan kakinya. Xiumin terkekeh, see? Benarkan dugaannya?

"sudahlah, mengakulah" Tao masih tetap ingin mengelak.

"kau ingin ku bawakan minuman eonni?"tanya Tao teringat kata appanya tadi.

"ah, tidak usah .. " xiumin mengeleng kepalanya. "tidak usah ragu-ragu"sambungnya.

"hmm.. tenggorokanku kering"

"tunggu sebentar ya eonn"

.

.

Tao menuruni tangga menuju dapur, sebenarnya bisa saja ia menyuruh maid di ruamhnya untuk menyiapkan hanya saja ia merasa tak di repotkan hanya dengan mengambilkan minum dan cemilan. Ia melihat appanya sedang menelpon pada seseorang dengan menggunakan bahasa inggris. Tentu saja, ia mengerti bahasa inggris secara dia muris international class hanya saja ia tak mengerti apa yang sedang di bahas appanya. Tiba-tiba dalam pikirannya muncul seseorang, mengingat kondisi raut wajah appanya.

Hangeng menutup telponmya dan kemudian mendudukan dirinya di sofa. Ia masih mengurut kepalanya yang terasa sakit, ia kelelahan.

"appa, kau baik-baik saja?"tanya Tao dengan nampan berisi 2 gelas coklat panas 1 cangkir kopi di tambah 2 gelas kosong bersama sebotol besar air putih dingin dan juga cemilan.

Hangeng tersenyum dan mengangguk. "ini untuk appa" Tao menyodorkan secangkir kopi rendah kafein favorit Hangeng.

"gumawo, aegy" Hangeng tersenyum penuh syukur kemudian mengelus lembut, putri satu-satunya itu.

Tao ragu-ragu bertanya "aa..apa dia baik-baik saja, appa?"

Hangeng menghela nafasnya, ia merasa benar-benar frustasi apalagi di tambah penjelasan yang di dengarnya tadi.

"entahlah, aegy. Mungkin waktunya tak lama lagi"

Tao menepuk pundak Hangeng, sedikit mengelus atau memijitnya. Berharap itu dapat menenangkan pikiran appanya yang penuh kekhawatiran dan ketakutan itu.

"dia akan baik-baik saja, appa. Percaya padaku"ucap Tao.

"gumawo, nae aegy. Kau dan dia sama" Hangeng memeluk Tao sambil mengusak surai panjang Tao lalu menutupnya dengan kecupan di dahi Tao lembut.

"appa istirahat dulu ne.."

Tao mengangguk dan kembali ke kamarnya. Jujur saja, ia mengkhawatirkan appanya dan orang itu sangat.

.

.

"kau tak apa?" Xiumin sedikit khawatir dengan Tao yang terlihat sedikit mendung(?) sekarang.

Tao segera mengembalikan senyumnya. "ne.."katanya sambil mengangguk.

"ini juga ada hubungannya dengan pesta,kan?"tanya Xiumin yang sibuk memasukan pakaian ke dalam lemari.

Tao mendudukan dirinya di atas kasur. "ne.. eonnie"

"hmm.. baiklah. Kita pergi ke butik Qian Noona besok, bagaimana?"

"ya, aku mau"jawab Tao cepat, membuat Xiumin terkekeh.

"dan masalah biaya?" Tao melirik Xiumin mengantisipasi ucapannya.

"semuanya aku yang tanggung"lanjut Xiumin.

"kyaa~ jeongmalyo eonnie?" Xiumin mengangguk dan Tao sudah mendekap tubuh Xiumin yang lebih pendek darinya itu erat-erat.

.

.

Suasana siang ini benar-benar sesuai dengan suasana Tao yang sedang bahagia karena membayangkan setelah pulang nanti, ia akan pergi membeli gaun yang akan di gunakannya nanti bersama Xiumin.

Ia benar-benar bersemangat karena ini pertama baginya. ia baru saja melewati ulangan matematika dari Cho saemsongnim yang terkenal tak manusiawi dan menghancurkan otak itu dengan senyuman. Entahlah itu berarti dia bisa mengerjakannya dengan baik atau dia hanya melewatinya dengan senyuman.

Karena terlalu bersemangat dengan tanpa paksaan alias suka rela, ia membantu Choi Saem meletakan beberapa alat peraga kembai kegudang. Biasanya mana mau Tao melakukannya di tambah senyum yang cukup lama bertahan di bibirnya. Ia hati-hati meletakan benda yang terbilang dan sedikit berat ya hanya sedikit berat itu.

Srekk.. srekk..

Tao mulai bergidik ngeri mendengar bunyi-bunyi dari seberang lemari tempatnya menyusun alat peraga itu. jujur, sebisa-bisanya dia wushu, sepedas-pedasnya perkataannya dan sekuat-kuatnya pukulannya. Tao benar-benar membenci yang namanya kecoa dan juga hantu. Ia membenci sangat kedua hal itu karena baginya menjijikan dan menakutkan. Jika melihat kecoa dia akan berteriak-teriak ketakutan dan jika hantu dia mungkin saja bisa kehilangan nyawanya karena sangat ketakutan.

Ia berniat pergi dengan menyeret langkahnya pelan berharap saja sesuatu yang mungkin bersama dengannya di dalam gudang itu tak menyadarinya, ia benar-benar melangkah pelan dan tak bersuara namun..

Duk!

Kakinya menendang salah satu kardus yang jelas menimbulkan suara cukup berisik. Ia ingin rasanya berlari tapi terlalu takut untuk bergerak. Sebuah suara langkah mendekat ke arahnya, ia terpaku sekarang. Ia benar-benar merasa terkunci disana, kakinya tak merespon untuk di gerakan. Sesuatu itu sudah tepat berada di belakangnya. Tao merinding, tubuhnya bergetar ketakutan.

Puk!

Sebuah tangan menyentuh pundak Tao lembut.

"kyaaaaaaaa ... " pekik Tao benar-benar ketakutan, ia langsung terduduk dengan badan yang terus bergetar.

Ia benar-benar ketakutan, ia di sentuh hantu, bayangkan itu terlalu mengerikan dan tanpa di sadari ia menangis. Ia terisak ketakutan.

"kau tak apa?" pelaku yang memegang pundak itu bertanya ia sedikit panik dan bingung melihat reaksi Tao. Tao masih terisak ketakutan.

"hey, .. " sang pelaku berusaha melakukan sesuatu untuk menenangkan Tao. Ia pindah ke depan Tao dan menangkup pipi Tao yang sedari tadi ia tundukan dan berlinangan air mata sekarang.

"Kau baik-baik saja?"

Tao berusaha mengembalikan kesadarannya, memandang pelaku yang memegang pipinya sekarang.

"Kri..iss.. sun..bae.."llirihnya terlalu pelan.

Kris masih terpaku, ia sedikit mengangguk seolah menyatakan "yeah ini aku".

Tanpa aba-aba Tao mengalungkan tangannya pada leher Kris erat-erat. Kris merasa jantungnya melonjak kaget akibat ulah spontan Tao. Ia sedikit membatu.

"Kriss sunbae syukurlah ini kau.. " isak Tao yang sekarang membasahi kemeja seragam Kris dengan air matanya. Kris mengelus punnggung Tao sedikit canggung karena jujur saja ini terlalu tidak baik untuk jantungnya yang terus saja memompa lebih cepat.

"aku. Takut. Sunbae " Tao masih terisak walau sudah tidak separah tadi terbukti dari nafasnya yang sudah mulai teratur dan detak jantung yang tanpa ia sadari seirama dengan orang yang di peluknya. Berdegup cepat dan menyenangkan.

"tenang saja, disini ada aku ne? Tak akan ada yang menyakitimu bahkan menyentuhmu"kata Kris menenangkan. Menyentuh? Ya setidaknya untuk Kris yang menyentuh itu pengecualian.

Tao sudah tenang dan melepaskan pelukannya dari Kris sedikit canggung. Entahlah, ia rasanya ingin menghilang saja saat ini atau setidaknya ia bisa mengembalikan waktu untuk merubahnya. Ia hanya bisa terduduk dan menunduk.

"kau sudah baik?" tanya Kris mengusak surai lebut milik Tao. Tao mengangguk.

"syukurlah.. " Kris mengembangkan senyuman leganya.

Tao masih dalam pikirannya ia takut Kris menganggapnya merepotkan, ia merasa sangat mau di depan Kris sekarang. ia memikirkan banyak hal dan Kris kembali ke tempatnya tadi. Tao memberanikan dirinya mendekati Kris sekedar mengucapkan terima kasih.

"kris sunbaee.. "lirih Tao pelan namun dapat di jangkau oleh indera Kris. Ia langsung berbalik melihat Tao yang masih menunduk menghentikan kegiatannya mewarnai(?) dinding gudang dengan cat piloks.

"wae?"tanya Kris antusias.

"ah.. itu.. hmm .te.. " Tao terbata-bata dan perkataannya di interupsi oleh ...

Ceklek! Ceklek!

Mereka berdua terbelalak, terlebih Kris ia langsung menuju sumber suara yang merupakan pintu yang tengah di kunci.

"andwee, jebal"ucap mereka sama-sama dalam hati.

Bruk!

Kris menendang pintu yang ternyata benar-benar di kunci seseorang dari luar.

"argghhh, seseorang buka pintunya "teriaknya frustasi.

Tao juga ikut-ikutan panik melakukan hal sama dengan Kris. Keduanya akhirnya menyerah karean menyadari tak seseorang pun tahu mereka disana.

Kris menghela nafas "kau membawa handphone?"tanyanya.

Tao menggeleng karena handphonenya masih berada di tas di dalam kelasnya. "kau sendiri,sunbae?"

Kris mengeluarkan handphonenya yang layarnya gelap. Tao mengerti kalau handphone kris kehabisan baterai.

"ah.. jendela"ucap Kris lalu menuju jendela. Ia melempar asal beberapa benda yang menghalangi menuju jendela.

Sret!

Jjajan!

Pemandangan dari lantai 4 tersaji Cuma-Cuma dihadapan Kris dan Tao, indah? Tentu saja tapi tak cukup indah jika mencoba keluar dari tempat ini dengan cara meloncat ke bawa sana. Lantai 4? Yang benar saja. Kris seketika berpikir ndai saja ia memiliki kekuatan untuk terbang, ia pasti bisa keluar dengan Tao sekarang.

"hey seseorang selamatkan kami, kami terjebak disini"teriak keduanya.

Namun, percuma karena jendela ini menghadap belakang sekolah yang artinya tak banyak orang disana dan hanya satu gerbang yang berada di depan sebagai jalur keluar masuk. Mereka benar-benar capek berteriak. Dan lagi sungguh mereka tak terlalu cemas terkurung berdua tak ada rasa keberatan disana. Hanya saja ya usaha untuk keluar itu di perlukan.

"ah.. "kata Tao, ia ingat sesuatu. Ia melepaskan berusaha melepaskan anting sebelah kirinya. Kris heran.

"apa yang kau lakukan"tanyanya.

"bantu lepaskan ini,sunbae" Tao tanpa sadar merengek dan mengeluarkan aegyonya. Kris sadar ini waktu yang tak tepat hanya saja ia merona lagi terpesona pada yeoja di hadapannya.

"ayo,, sunbaee" Tao mengoyang-goyangkan tangan Kris yang ragu-ragu menyentuh telinganya.

Kris melepaskan anting yang di maksud Tao. Entah karena terlalu gugup, tangan Kris yang terlalu lihai atau Tao yang terlalu sensitif. Tao sedikit meringis geli saat tangan Kris menyentuh telinganya dan ia memejamkan matanya menahan.

"sudah"kata Kris menyodorkan anting itu, Tao merona sekarang ia tergugup.

"hancurkan itu" Kris menatap bingung. "hancurkan saja"titah Tao.

Kris menghancurkan anting itu dengan sebuah kayu.

"sekarang kita tinggal menunggu, semoga mereka menepati janjinya"kata Tao yang mendudukan dirinya bersender pada dinding di bawah jendela.

Kris masih bingung ikut-ikutan duduk di samping Tao. Ia memandang Tao bertanya.

"ahh, itu semacam GPS dari ajussi yang berjanji membantuku suatu hari nanti. Jika di hancurkan, barulah GPS nya berfungsi"jelas Tao. Anggaplah seolah Tao memiliki kekuatan sihir dengan benda itu. Kris mengangguk mengerti. Percakapan mereka berhenti disana.

Sekarang sudah semakin sore terbukti dari matahari yang sudah ke oranye an di langit, suasana sedikit canggung, mereka sama-sama terdiam dan bingung untuk memulai bicara apa.

"aa.. aapa yang kau lakukan disini,sunbae?"tanya Tao.

"ah, itu. hanya hobi"tunjuk Kris pada dinding yang di warnainya dengan cat piloks itu.

Tao bangkit dari tempat duduknya memperhatikan setiap jejak karya tangan Kris di dinding itu. matanya menelisik setiap campuran warna ceria yang bertolak belakang dengan suasana gudang, ia memperhatikan dengan seksama.

"Sunbaee, ini gambar apa?" kening Tao berkerut melihat gambar yang seperti makhluk jadi-jadian atau hampir seperti gambar anak TK itu.

"Rhizoperus"jawab Kris yang sudah berdiri di samping Tao. Tao memandang Kris dengan tatapan tidak mengerti dan meminta penjelasan, jawaban Kris terasa asing di telinganya.

"itu makhluk dari planet lain, tak ada di bumi ini"jelas Kris bersungguh-sungguh. Tao menatap tak percaya. Dia sedang tidak di permainkan Kris,kan?

"nah, apa ini giraffe?"tanya Tao. Kris mengangguk, ingin sekali Tao tertawa karena jujur saja Kris menggambarnya hampir seperti rusa dan kuda hanya saja terdapat bintil-bintil. Tao menutup mulutnya demi menahan tawanya.

Tao menunjuk gambar lain di dinding itu, "ini apa?"

"wolf" jawab Kris singkat. Tao benar-benar tak bisa menahan tawanya sekarang, wolf dari sebelah mananya gambar di dinding itu. dan lagi apa-apaan itu tulisan besar bertuliskan GALAXY.

"kau menertawakan,ku?"tanya Kris. Tao mengeleng kuat sambil menutup mulutnya menahan tawa.

"semua yang aku gambar adalah makhluk yang berada di galaxy, pantas saja kau tak mengenalnya. Ini rooster dia akan punya berapa chicken sebentar lagi, ini owl yang mengantuk, ini .. "jelas Kris. Tao malah cekikikan sambil memegang perutnya. Ya tuhan, galaxy? Yang benar saja. Dan lihatlah wajah Kris yang begitu antusias dan bersungguh-sungguh menjelaskan setiap detailnya.

"yak, Huang Zi Tao. Berhentilah tertawa"kata Kris sedikit ngambek. Ia benar-benar malu sekarang, pasti pujaan hatinya ini menganggapnya gila sekarang. tapi, dia juga kesal di tertawakan Tao ia lebih memilih di bilang memiliki tulisan jelek di banding gambar yang patut di tertawakan. Tao masih sibuk terkekeh bahkan memukul kardus dengan brutal di sampingnya. Air matanya nyaris saja keluar. Ayolah, image cool, dewasa dan pintar Kris baru saja runtuh di matanya tapi ia menyukainya. Sikap kekanak-kanakan dan polos Kris yang hanya di perlihatkan padanya.

"Huang ZI Tao, berhenti kataku"titah Kris horror.

"tapi.. ta.. pi .. hahahhahhaa" Tao masih saja tak bisa berhenti tertawa.

Kris memegang lengan Tao dengan kedua tangannya menghadapkan yeoja itu tepat di hadapannya. Ia menatap Tao yang tertawa lepas, benar-benar manis di matanya.

"kalau kau tak diam, aku akan menciummu"ancam Kris. Yang dia sendiri tak percaya ancaman itu keluar dari mulutnya.

Tao masih saja tertawa, "coba saja kalau kau bisa, sunbaee" katanya tak peduli dalam kekehannya.

"baiklah" Kris merasa di remehkan, perlahan mensejajarkan kepalanya dengan Tao. Menatap lurus bola mata yang tercengang di hadapannya sekarang. kris menipiskan jarak di antara mereka mengabaikan degup jantung yang seolah semua orang bisa mendengarnya itu.

Tao masih tercengang, ia merasa masuk dalam pesona si pemilik tatapan elang itu. Ia ingin lari tapi tak bisa pesona Kris menahannya, ia tak mungkin juga menarik perkataannya dan jika di bilang dia menginginkan ini hanya saja sungguh degup jantung yang berpacu cepat ini menyiksanya. Pipinya merona. Tubuhnya sedikit bergetar karena ini akan jadi yang pertama dan ini adalah Kris.

Kris semakin mendekatkan wajahnya kepada Tao, hidung mereka hampir saja bertabrakan. Kris memejamkan matanya dan memiringkan kepalanya ke kiri. Sementara, Tao mengenggam erat kedua tangannya dan ikut-ikuta memejamkan matanya erat-erat. Dan..

Braaaaaaaaakkkk!

Dug! Dug! Boom!

.

.

"aish,, appo "pekik Kris. Kris sekarang sudah di sudutkan oleh 2 orang namja tak di kenal ke dinding, hampir-hampir miriplah dengan kondisi seseorang baru di ciduk tengah melakukan kejahatan.

"yak! lepaskan aku .." titah Kris menggerakan badannya tak tenang.

"gwenchana, tao aegy?"tanya seorang namja yang berwajah khas China dan jauh dari kesan namja lembut. Di wajahnya terdapat bekas goresan panjang pisau, belum lagi tatapannya yang seakan bisa membunuh orang itu.

"gwencahana, Jia Fang baba. Dan lepaskan dia"kata Tao yang masih kaget karena kegiatan mereka tadi terinterupsi dengan penghancuran pintu gudang dan pemukulan brutal terhadap Kris.

"tapi, dia hampir menyakitimu"

"aniyo, baba. Dia tadinya yang menemaniku"bela Tao.

Baba Tao dan beberapa anak buahnya sadar akan perbuatan mereka yang ternyata menganggu itu, langsung melepaskan Kris dan meminta maaf.

"jadi, dia namja-mu?"bisik Jia Fang baba. Tao merona mendengarnya. Ia menggeleng kuat.

"ah, kalau begitu aku benar-benar minta maaf menganggu, kalau kami tidak datang mungkin saja kalian akan ,.."

"ahh, baba.. "teriak Tao menghentikan babanya yang sengaja menggodanya itu.

"Kris sunbae, sini biarku obati lukamu. Gumawo baba. Aku pergi"pamit Tao.

Babanya mengangguk jahil sementara para anak buahnya ikut-ikutan memberi tatapan jahil. Membuat Tao memberi deathglare gratis pada semuanya. Urusan pintu? Biarlah babanya menyelesaikannya. Dan lagi babanya memasangkan lagi 1 anting baru pada telinga Tao.

.

.

"jadi, mereka siapa?"tanya Kris yang sibuk menahan sakit ketika di obati Tao.

Tangan Tao masih sibuk mengolesi obat di tangan Kris yang lecet.

"hmm dia Jia Fang baba, salah satu preman terkenal di kawasan ini dan di takuti. Dia menyayangiku karena dia menyukai aku yang bisa wushu dan dengan berani melawannya dulu. Dan ia merasa berhutang budi karena aku menyelamatkan anaknya"jelas Tao. Kris tersenyum tipis, ia bangga pada Tao. Tao-nya yang di sayangi semua orang, tak heran yeoja ini tak kunjung menghilang dari pikirannya.

"aku benar-benar minta maaf, kau tak apa-apa,kan?" kata Tao penuh penyesalan. Kris tersenyum lagi, ia benar-benar tak percaya mereka hampir melakukannya dan Tao tak terlihat ingin menolaknya. Jika saja bibirnya tidak sakit sekarang mungkin ia akan menyerang Tao yang berpuppy eyes di hadapannya. Untung saja, anak buah baba Tao melukai bagian itu. heheh.. :D

"tak masalah, ayo kita pulang!" jawab Kris sambil menyeret Tao ke parkiran motornya.

.

.

"jadi ini rumahnya" kata Kris dalam hati. Maklumlah pertama kalinya mengantar Tao. Ia mengagumi rumah Tao yang memang mewah tapi setidaknya terlihat penuh kehangatan karena kesederhanaan ya, walau dari luar saja ia melihatnya berbeda dari rumah mewah miliknya. pantas tak pernah melihatnya ternyata rumah mereka berlawanan arah dari sekolah.

"masuklah"kata Kris saat Tao sudah turun dari motornya dan berada di hadapannya.

Entah kenapa Tao merasa sedikit enggan untuk memasuki rumahnya, ah meninggalkan Kris dan berpisah dari Kris lebih tepatnya. Langkahnya terasa malas menjauhi Kris. Begitu pun dengan Kris, ia merasa ingin menahan Tao sedikit lebih lama. Menikmati setiap waktu yang ada.

"ingat kalau masih sakit lapor padaku, ok? Aku akan bertanggung jawab" Kris hanya mengangguk mengerti, berlebihan sekali luka ini kecil dan bisa sembuh sendiri.

"masuklahh,"kata Kris lembut.

"aniya" Tao mengelengkan kepalanya menolak. "kau yang pergi dulu,sunbae"katanya.

"tidak bisa begitu, kau yang masuk dulu. Dan aku pergi"tolak Kris.

"ta..tapii.. " bantah Tao. Kris mengelengkan kepalanya menolak bantahan Tao.

"kau masuk dan aku bisa tenang pulang"kata Kris.

Tao menghela nafasnya masih tak ingin kalah. Keduanya bertatapan dan entah kenapa kecanggungan menyelimuti keduanya. Mereka teringat kejadian beberapa saat lalu.

"hmm.. "dehem Kris.

"kaa... kauu .ma.. s .."kata Kris sedikit tergagap namun

Cup!

kemudian ia ternganga karena Tao baru saja mencium pipinya dan berlari ke dalam rumah.

"gumawoo "pekiknya malu.

Kris mengusap bekas kecupan bibir lembut Tao. Ia benar-benar merasa melayang sekarang. ia tersenyum seperti orang gila karena saking senangnya.

"aku akan mendapatkanmu, Huang Zi Tao"kata Kris yakin dalam hatinya kemudian menuju rumahnya.

Namun, tanpa mereka sedari sepasang mata menatap nanar mereka berdua dengan pandangan tak dapat di artikan dari dalam rumah Tao.

Tao masuk ke dalam dengan sedikit melonjak kegirangan. Ia merasa benar-benar sanga-sangat senang dan tak percaya dengan yang dilakukannya. Ia Cuma mengingat kata Baekhyun "buatlah sinyal kalau kau menyukainya" nah tadi itu bisa berupa sinyal,kan? Atau bukti?

"Zi Tao, siapa namja itu? apa hubunganmu dengannya?"tanya Hangeng dingin, ketika Tao bahkan belum membuka sepatunya untuk memasuki rumah.

Tao tercekat, baru kali ini appanya seperti ini. Ia tergagap "dia sunbaeku di sekolah"jawab Tao sekenanya.

"jauhi dia"

TBC

Otte?

Wah, maaf ya bagi yang nunggu FF ini Sera baru bisa updatenya sekarang maklumlah Sera nih bingung aja ngelanjutinnya. Dan lagi, FF lain lebih menarik di lanjutkan .heheh /pilih ksih

Karena sudah lama nunggu, Sera update lbih dari 3000 kata nih udah 4000 malah.. hhehe ..

Semoga aja pada suka dan nunggu lanjutannya..

Aigooo..

Barusan lihat foto Kris yang di bandara menuju Macau itu. ampun deh bang makin kece aja anda. Gak sanggup Sera nih. *melt

Dan uri panda cepat sembuh nee.. pasti shock nih ulah pisah dari uri Suho eomma.. keke~

Heechul ketemu Kris, Krisnya lirik-lirik gitu minta perhatian. Dalam hati "eomma" katanya.. haha... liat deh foto mereka waktu di best of the best Nanjing itu. dapat feelnya kekke~

Balasan review :

rinrinchan00 : iyaa nihh udah lanjut walau ya gini.. heheh ..

AulChan12 : sip sipp.. ini udah lnjut semuanya kita buka perlahan-lahan sipp? Mkasih udah review

raetaoris : ceritanya sih aku yeoja kekke~ kaget aj sih dosenku blg jgn ragu2 buat cari namja buat jadi suami. Ya iya lah,kan? Soplak tuh dosen.. hahah.. hobi sebenerny bikin Kris nelangsa.. apa rumor dia broken home itu bener? Aigooo.. maksih udah review

aegyachanbaek : maunya juga gitu sih cerita ni cpet end nya.. tapi sabar yaa...

Wu Zi Rae KTS : hahah.. heechul cocok sih krakter gitu. Hhahha.. I love you .chul oppa.. ani. Hangeng appanya Tao. Ya, siwon gak laku makanya gtu.. kekek~ i love you, wonn oppa. Aku sichul shipper.. hahha.. sip2 kita masukin kibum nih? Ykin? Maksih dah review

Dandeliona96 : Se ra bukan krisyeol shipper tapi demen aja liat mereka berdua.. ngakak teruss.. rumor tinggallah rumor... hehe..

RunaPandaKim : hahahah.. iya iya.. dasar lu naga mesum. Kira-kira Tao nya gimana ya? Hunhun yg sabr..

Frujitaoris : iya ini udah lanjut.. mkasih udah review..

exindira : iyaaa, bnyak yg blg gitu juga.. aigoo.. semoga ini greget deh walau dikit.. maksih reviewnya

Kirei Thelittlethieves : hubungan mreka magnae line.. hahah.. sahabtan kyaknya hhm mungkin gitu.. haah.. maksaih udah review

91 : hahah.. ini udah nambah momentnya. hunhun kan di cintai semua orang gak heran nemplok juga ama Tao. Keke~ .. mkasih ya udah review..

junghyema : hahah... huntao emang manis bgt. Lagi bnyak2 moment tapi mainnya kristao lho disni.. heh .. di tabok si naga ntar ah.. blm lagi si deer deathglare sera ,.seremm.. maksih udah review..

Nasumichan Uharu : hahahh.. bapak lampir itu mahh.. haha baca aja ya.. mkasih udah review..

Huang Lee : kasihan nasib mu bang Kris. Udah di bilang pedo pake mesum lagi... hehe... makasih udah review

Jangan lupa reviewnya nae readerss.. muachhhh!

Saranghaeee...

OVERDOSE