3
Sekolah Baru, Teman Baru, Kyu?
Hari ini hari Minggu setelah sekeluarga telat bangun karena perjalanan yang amat melelahkan semalam, kami akhirnya bersiap menuju Gereja. Hey, walaupun lelah beribadah itu wajib kan?
Di Gereja pun kami bertemu Kyuhyun dan sekeluarga. Akhirnya kami duduk sebaris dengan keluarga Kyuhyun.
Usai ibadah, kami kembali berbincang mengenai rencana keluarga kami hari ini dengan keluarga Hangeng ahjussi. Dia tampak sedang asik mengamati benda berbentuk kotak dan berwarna hitam yang terus ditekan-tekannya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Oh God, PSP?! Musuh bebuyutanku, karena Hae oppa juga hobi main PSP sampai-sampai aku dicuekin. Aku beruntung Hae oppa tidak membawa PSP nya kali ini jadi aku punya teman ngobrol, saat aku menoleh ke samping pemandangan indah yang kutemukan adalah... Hae oppa sedang main PSP nya dengan penuh penghayatan. Sial! Terus aku harus bagaimana? Bengong? NO! Mendingan nanti aku minta mama beliin tamagochi untuk kumainkan saat aku dicuekkin oleh Hae oppa yang sedang sibuk main PSP, batin ku dongkol. Aduh, lapar, karena tadi telat bangun dan tak sempat sarapan Cuma minum susu segelas saja untuk mengganjal perut. Akhirnya kuhampiri omma yang sedang asik berbincang dengan Heechul ahjumma, akupun memberanikan diri untuk berbisik pelan kepada omma kalau aku lapar. Dan sepertinya saking pelannya aku berbisik Heechul ahjumma pun dengar, aku tak mengerti bagaimana cara kerja telinga dari Heechul ahjumma sampai bisa mendengar bisikan lembut penuh kasih sayangku pada omma. Heechul ahjumma langsung mengajak kami untuk makan Ramyun yang ada di sebelah Gereja, sebelumnya Heechul ahjumma juga mengajak suaminya dan appa. Dua namja yang asik kencan dengan pacar masing-masing dibiarkan begitu saja oleh Heechul ahjumma dan omma, alasannya? Biar saja mereka berdua main PSP, siapa tahu mereka sudah kenyang dan tidak perlu makan lagi. Aku terkikik geli saat mendengar alasan yang dikeluarkan Heechul ahjumma, rasakan kau oppa, hehe. Mereka berdua bahkan ditinggal bergitu saja di dekat pagar Gereja.
Kamipun memesan makanan dan Heechul ahjumma pun bertanya apa rencana kami hari ini. Omma belum memutuskan rencana apa yang akan kami lakukan hari ini, karena kemarin Omma terlihat bingung setelah 'petualangan indah di kota Seoul saat malam minggu' omma tak berani memutuskan untuk pergi kemanapun karena takut tersesat seperti semalam. Omma menceritakan secara singkat 'petualangan' kami semalam dan sontak mengundang tawa dari Heechul ahjumma yang nampak heboh dan Hangeng ahjussi yang nampak tersenyum geli sambl sesekali melirik ke arah appa yang nampak malu dan kesal namun kemudian ikut tersenyum kecut.
"Kau tak berubah dari dulu, benar-benar ingin menemukan jalan sendiri sampai nyasar." Komentar Hangeng ahjussi yang disambut tawa ringan appa.
'Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujo georohdeongeol eodiseo chani..' ponselku berdering lagu No Other dari Super Junior tanda ada yang sedang menelponku, aku sudah tidak perlu melihat siapa yang menelpon aku berani jamin kalau Donghae oppa, si ikan asin nyebelin itu-lah yang menelponku. Aku menekan tombol hijau untuk mengangkat telepon.
"Yeoboseyo.."
"Ya, kau ada dimana? Aiiish~ jinjja kalian tega meninggalkanku begitu saja"
"ya oppa, Suruh siapa oppa main PSP? Sekarang lagi mau makan."
"Mwo, aku ditinggal makan?! Makan dimana? tidak naik mobil kan?"
"Anni-o, sekarang kita da di sebelah Gereja. Cepatlah ke sini. Ajak Kyu ya"
Pip.. MWO?! Teleponnya malah langsung ditutup dulu tanpa mengucapkan 'thank you nae dongsaeng, saranghae~' oke itu pasti berlebihan, kalau dia sampai mengucapkan kata ajaib itu, akan benar-benar jadi akhir zaman. Tapi minimal bilang Gomawo atau thank you gitu.
Tak lama kemudian kedua namja kece (tapi gak memble ._.) itu muncul sambil membawa kekasih masing-masing, maksudku PSP. Kyu langsung mengambil tempat duduk di sebelah kananku.
"Minnie jahat, aku ditinggal." Ujarnya sambil memajukan bibirnya tanda ngambek.
"BabyKyu sama Hae oppa kan tadi main PSP, Minnie aja tadi dicuekkin, kan harusnya yang ngambek itu aku." Jawabku sambil memajukan bibir pura-pura ngambek dan melancarkan jurus aegyoku serta tak lupa membesarkan mataku.
"Geli aku melihat mukamu minnie, jangan sok imut begitu" kata Donghae oppa saat melihat wajahku.
"Yak! oppa." Teriakku protes sambil beralih memberikan deathglare yang menurutku mematikan.
"Tapi Minnie emang imut kok Hae." Bela Kyu sambil mencubit lembut pipiku dan mengusap rambutku.
"kau dengar itu Lee Donghae ikan teri bau amis?!" kataku sambil menjulurkan lidah.
Hae oppa diam saja sambil tetap memakan ramyun seolah-olah tak mendengar apa-apa padahal aku yakin dia sangat mendengar dengan jelas apa yang kukatakan tadi, aku gondok. Giliran aku menggodanya, eh aku malah dikacangin. Kacang mahal!
Akhirnya keluarga kami memutuskan pergi ke beberapa tempat untuk mempersiapkan perlengkapan sekolah untukku dan Hae oppa.
Selama jalan-jalan Kyu menggenggam erat tanganku. Dan perlakuannya itu membuat jantungku semakin berdetak cepat. Kalau lama-lama seperti ini aku harus periksa jantung ke rumah sakit. Karena tidak tahan lagi, aku pun menarik tanganku dari genggamannya. Dia nampak terkejut dan tak suka dengan tindakanku barusan. Diapun kembali menarik tanganku dan mengenggamnya lebih erat.
"Jangan dilepas lagi" katanya sambil mendekatkan bibirnya ke telinga gue.
AKU? speechless. Dari dulu dia memang tak berubah, masih sangat egois dan protektif. Karena dia anak tunggal.
Lalu dia nampak tersenyum saat menatap wajahku. Senyuman itu nampak lebih mirip seringai daripada senyum. Sejak kapan dia jadi mirip iblis? Seringainya benar-benar nampak mengerikan namun menawan.
"ingat kata-kataku waktu kecil kan?"
Aku menggeleng, hellow?! Kata-kata dia waktu kecil itu sangat banyak karena dia termasuk cerewet saat bersamaku, kalau sama orang lain dia tak banyak bicara.
"Coba kau ingat-ingat"
"Hmm.. ah! Hae oppa ngompol di kelas!" kataku agak keras dan dapat didengar oleh si empunya nama.
"YAK!" kata Hae oppa sambil menjitak kepala kami berdua.
"Aw!"
"Appoooo~!"
"Sedang membicarakan apa kalian?membicarakan yang buruk tentangku? Kata siapa aku ngompol? cuma ketumpahan kuah sop"
"Alibi" jawabku
Akhirnya terjadilah pertarungan dengan cara pelotot-pelototan yang dilakukan oleh kakak beradik Lee Donghae dan Lee Sungmin.
"Oke, bukan yang itu Min, Aku rasa yang barusan tak perlu dibahas lagi. Coba kau ingat-ingat yang lain. Ini sama sekali tak ada hubungannya sama ikan amis kepedean itu" lerai Chris saat melihat pertarungan mata kami.
Kamipun menyudahi adegan saling serang lewat tatapan mata kami dan...
TAK~!
Tangan Hae oppa mendarat mulus di kepala Kyuhyun yang langsung disambut ringisan tertahan Kyuhyun dan Hae oppa pun meninggalkan kami dengan menghentakkan kakinya kesal.
"Terus apa Kyu? Minne tidak ingat, kasih tahu aja deh ya? Minimal clue deh."
"Ehmm. No Minnie. Jangan mencoba mengeluarkan jurus aegyomu. Tapi coba kau ingat-ingat sendiri. Kata-kata ini paling sering ku ucapkan waktu kecil"
Aku pun menyerah, tak lagi mencoba untuk aegyo. Namun tiba-tiba sebuah kalimat terlintas di benakku
"Minnimin milikku, Kyu akan menikahi Minnimin" gumamku tak sadar.
"Yup, betul. Senangnya nae princess masih ingat" kata Kyu sambil memelukku erat saat mendengar gumaman lirihku.
AKU SHOCK! Oke, awalnya biasa saja sampai akhirnya dia mengatakan..
"Sekarang aku akan benar-benar menggenapinya. Kita nikah yuk?"
Siapa yang tidak SHOCK saat kau dengar perkataan lamaran itu meluncur begitu saja di tengah keramaian mall dan bukan di saat romantis yang selalu kuharapkan dari dulu setelah nonton drama.
Setelah mengatakan hal itu dia mengecup lembut pipiku dan menarik tanganku yang masih terkejut.
Sepanjang jalan-jalan hari itu aku hanya dapat diam dan bingung harus bagaimana saat Kyuhyun dan keluarganya terus mengajak keluarga kami berkunjung dan menunjukkan jalan ke berbagai tempat. Kyuhyun ingin terus berada bersamaku sedangkan kami harus pisah mobil, akhirnya Heechul ahjumma mengajakku untuk satu mobil dengan Chris. Sisa hari itu aku benar-benar tak dapat berkonsentrasi selama acara shopping with family.
Hari Senin pagi, aku sudah siap dengan seragam sekolah yang baru. Kemeja putih yang dipadukan dengan rompi motif kotak-kotak biru-abu dan juga rok selutut dengan motif yang sama. Menarik napas pelan saat melihat penampilan ku melalui pantulan di kaca. Sekolah baru.
"Minnie kelinci Bunny berisik, turun sekarang. Nanti telat!" seru Hae oppa dari bawah.
Akupun mengambil tas selempang ungu dengan gambar kelinci putih-pink dan bergegas menuruni tangga dan menemukan Donghae oppa yang sedang asik dengan roti tawarnya.
Setelah mengambil tempat duduk di sebelah Hae oppa aku pun meminum susu dan sarapan roti.
Drrt drrt..
Suara getaran ponselku berbunyi saat aku sedang melahap suapan terakhir dari roti selai coklat tadi, aku pun bergegas mengambil ponselku yang kusimpan di kantong rok. Dan dengan segera membuka sms.
From: Kyunnie handsome my Love
Minnie nae Bunny..
Nanti ketemu di sekolah ya. jangan pergi kemana-mana saat sudah di kelas arra? Bye bye :*
Amit-amit genit banget ini anak? Pakai emot kiss kiss segala? Dia sudah kelamaan di luar negeri sampai jadi seperti ini. Lagipula apa-apaan nama kontaknya? Kyunnie handsome my love plus emot love? ganti ah.
Drrt drrt..
Sebuah pesan masuk lagi ke ponselku.
From: Kyunnie handsome My Love
Nama kontaknya jangan diganti ya Minnie.. nanti aku check loh..
Bye baby :*
MWO?! Ini anak bisa membaca pikiran atau bagaimana? Antisipasinya cepat sekali. Aku pun mengerutkan dahi saat membaca pesan terakhir dari Kyu. Ajaib.
Akhirnya sampai ke sekolah baru, kurasa aku tak perlu menjelaskan bagaimana bentuk gedungnya, karena bentuk gendungnya mirip sama gedung sekolah yang lain. Aku melangkahkan kaki memasuki gedung sekolah bersama Oppa dan didampingi seorang guru wanita yang menyambut kami di depan pintu masuk.
Kata Appa sekolah ini punya grupnya Hangeng ahjussi, makanya kami bisa masuk dengan mudah ke sekolah ini. Appa juga sempat menjelaskan fasilitas-fasilitas sekolah ini. Sapphire Blue International High School. Aku tak habis pikir dengan nama sekolah ini? Tapi ya sudahlah toh aku juga sudah menjadi bagian dari sekolah ini. Fasilitas dari laboratorium komputer, bahasa, fisika, kimia, dan biologi terdapat di lantai 2 sekolah ini tepat di samping kelas IPA dan aula dari sekolah ini. Lapangan outdoor dan indoor yang terletak di lantai satu dan saling berseberangan untuk berolahraga basket, volley, dan futsal. Juga ada kolam renang untuk pelajaran berenang dan ekstrakulikuler renang. Juga ada ruangan untuk klub dance yang dilengkapi dengan kaca di dinding ruangan ini, ruangan yang cukup luas. Juga ada beberapa perlengkapan seperti speaker dan music player. Ada juga sebuah ruangan untuk klub musik, dilengkapi dengan gitar akustik dan grand piano berwarna hitam yang tertutup kain putih. Juga ada beberapa tumpukan kertas partitur di sudut ruangan ini, kurasa ruangan ini sangat sering digunakan. Tepat di sebelah ruangan musik ada ruangan untuk klub vokal. Dilengkapi dengan piano berwarna hitam dan beberapa standing mic dan juga perlengkapan soundsystem. Akhirnya kamipun menuju ke lantai 3. Di lantai 3 terdapat ruang guru dan kepala sekolah juga ruang BP. Juga terdapat kelas-kelas yang sudah mulai ramai oleh murid-murid di hari pertama sekolah semenjak libur kenaikan kelas. Kami menuju kelas XII IPA 1 dimana Hae oppa si ikan asin yang dari tadi terus terpesona dengan berbagai fasilitas yang kami lewati, Hae oppa ditempatkan di kelas ini, ini adalah kelas unggulan. Tepat saat aku melihat ke dalam kelas, mataku menangkap siluet Kyu yang juga sedang menatapku sekilas lalu langsung mengalihkan tatapannya ke jendela di sebelah kirinya. Huh? Tumben? Sok jual mahal. Kemarin-kemarin saja menempel terus padaku. Menyebalkan. Untung belum sempat kusapa, akan memalukan kalau saat kusapa dia buang muka seperti itu. Nanti aku disangka ingin dia mendatangiku. Tapi sebenarnya tadi aku berharap begitu sih saat ku melihatnya. Dasar KyuKyu jelek, menyebalkan! Jantung ku mulai berdebar tak karuan. Sejak melihat KyuKyu jantungku berdebar keras.
"Nah, Lee Sungmin. Ini kelas kamu. sonssaeng tinggal dulu ya" kata Shin sonsaengnim yang sedari tadi mengantar kami berkeliling saat tiba di kelas XI IPS 1.
"Nne sonsaeng, Gamsahabnida." Kataku sambil membungkuk hormat pada sng pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.
Oke, kenapa Cuma kelasku yang tak dihuni oleh satu orang pun? Dari semua kelas yang ku lewati semua sudah diisi oleh murid-murid lain, nah ini kelasku kok kosong melompong begini?
Belum selesai aku membatin pada diriku sendiri mengenai kondisi kelas. Tiba-tiba..
"Nae BUNNY!" seru seseorang memanggilku dengan nada yang genit.
Pasti Kyu, karena Cuma dia satu-satunya yang memanggilku seperti itu. Tapi apa-apaan itu nada suaranya? Genit ~!
"Mwo Kyu?" jawabku asal-asalan
"Kok tahu?"
Ya jelas dong! Aduh, jadi kesal sendiri lama-lama
"Jangan kesal gitu dong Minnie. Min jadi yeojachinguku yuk? Nanti kita nikah ya. Minnie mau kan menikah dengan ku? Pasti mau!"
Jleger! (anggap aja suara petir)
Apa-apaan sih Kyu? dia jadi berani, bukan melainkan jadi terlalu sembarangan berbicara. Dari dulu aku memang sudah menyukai dia, dan waktu umurku 15 tahun aku sudah merencanakan satu adegan so sweet waktu aku bertemu lagi dengan Kyuhyun dan adegan lain dimana dia menyatakan perasaannya pada ku. Aku sangat yakin kalau itu akan sangat romantis, dan Kyu juga jadi namja romantis dalam bayanganku. Lah sekarang keadaan berbalik. Dia sama sekali tidak romantis seperti apa yang ada dalam bayanganku. Aku tak suka dengan Kyu yang sekarang. Dia terlalu gampang mengucapkan kata-kata yang menurutku penting saat mengungkapkannya.
Entah mengapa mataku memanas dan berair. Aku membuang muka ke kiri untuk tidak melihat wajah Kyu yang masih saja memasang senyum lebar sedari tadi.
"Min !" panggil Hae oppa
"Oppaaaa.." seruku saat melihat Hae oppa mamasuki kelas.
"kau kenapa? Ya!,apa yang kau lakukan pada dongsaengku eoh?" bentak Donghae oppa pada Kyu.
"Tapi aku tak melakukan apa-apa, sumpah!" kata Kyu membela dirinya.
Aku terus menangis di pelukan oppa sampai akhirnya bel masuk berbunyi, opppa pun dengan berat hati melepaskan pelukannya dan meninggalkanku di kelas. Kelaspun akhirnya mulai terisi penuh. Aku menghapus air mataku dan mengambil kaca untuk memperbaiki penampilanku.
Setelah melewati proses perkenalan diriku sebagai murid baru pelajaran langsung dimulai, dan sepanjang hari aku terus mendapat pesan dari Chris inti dari pesan itu sama. Menanyakan tentang keadaanku sekarang, apakah aku sudah tenang, minta maaf, dan juga mengapa aku menangis.
Aku sendiri sebenarnya bingung kenapa aku bisa menangis seperti tadi. aku juga tak tahu kenapa bisa seemosional tadi. Pasti sekarang Kyu bingung.
Hari pertama masuk sekolah aku sudah mendapat beberapa teman baru, ada Hyukkie, Wokkie, juga Yesungie. Mereka duduk di sekitarku dan juga memperlakukanku dengan sangat baik. Rupanya mereka ini teman se gank dan mereka sangat kompak satu sama lainnya. Dan yang paling menyenangkan adalah ternyata mereka juga seorang penikmat musik, aku langsung tertarik dengan pembicaraan mereka yang juga mengikutserakanku. Mereka adalah fans dari Super Junior dan penikmat musik sama sepertiku. Ryeowook atau Wookie dan Yesung atau Yesungie adalah sepasang kekasih sedangkan Eunhyuk atau Hyukkie adalah sepupu Wookie.
"Kurasa kita bisa jadi teman dekat bahkan sahabat." Ujar Wookie yang duduk di sebelahku.
Kujawab dengan anggukan antusias.
Saat istirahatpun kuhabiskan dengan mereka dan juga Hae oppa yang masih mengkhawatirkanku, Aku memperkenalkan Hae oppa, oppa ku yang tampan ini dengan teman-teman baruku. Hae oppa juga penikmat musik tapi dia juga menyukai dance.
Aku merasa ada yang sedang memperhatikan kami, aku pun menoleh ke arah jendela dekat lorong kelas dan bisa kulihat Kyuhyun sedang melihat ke arahku dengan pandangan sendu. Sesaat pandangan kami beradu, dan dia pun terkejut dan mengalihkan pandangannya ke bawah. Aku merasa bersalah padanya, aku merindukannya , dia pasti sama, merindukanku juga. Dan mungkin itu caranya menyampaikan perasaannya. Tapi aku tak bisa membedakan kapan saat dia bercanda dan saat dia serius. Benar-benar orang yang sulit ditebak.
Tanpa sadar aku pun melangkahkan kakiku keluar kelas bermaksud menghampiri Kyuhyun yang masih asik memandangi lantai yang nampaknya telihat menarik. Sekilas bisa kulihat Hae oppa mengawasiku dari tempat duduknya di sebelah Yesung.
Kini aku sudah berada di hadapan Kyuhyun yang masih menatap ke bawah. Aku mengangkat tanganku untuk menyentuh bahunya pelan. Kyuhyun nampak terkejut, rupanya dia tidak menyadari keberadaanku di depannya.
"Mian, mianhae~ tadi aku sudah membuatmu menangis"
Aku menggeleng kuat
"Kau tidak salah, hanya saja aku yang sedang tidak bisa mood diajak bercanda denganmu" kataku sambil meringis kecil
"Siapa yang bercanda? Aku serius. Kau bahkan bisa merasakan detak jantungku. Waktu aku melihatmu jantungku berdebar keras Minnie." ujarnya sambil membawa tanganku yang ada di bahunya ke dadanya untuk merasakan debaran jantungnya.
Deg-Deg-Deg-Deg
Jantungnya berdebar keras sama seperti jantungku saat ini. Jadi, dia tidak bohong?
"Aku serius Min. Mau kan jadi yeojachinguku Minnie?" tanyanya sambil menatap mataku.
Aku menarik pelan tanganku dari dada Kyuhyun. Sekarang aku sudah yakin dengan perasaannya padaku.
Tapi sekarang aku yang tak yakin dengan perasaanku untukmu Kyu.
"Kau tahu, aku senang saat omma bercerita bahwa ia bertemu dengan Teukie Ahjumma di Seoul. Aku langsung menyarankan omma menghubungi Teukkie ahjumma untuk mengatur pertemuan keluarga kita. Aku bahkan bilang sama keluargaku kalau aku akan melamar mu saat pertemuan keluarga. Tapi appa bilang itu masih terlalu cepat. Appa bahkan bilang kalau kau belom tentu mengingatku. Aku pun menuruti kata appa saat itu. Aku juga bahagia waktu tahu kabar kepindahan kalian di Seoul dan akan mengunjungi rumahku." Jelasnya panjang lebar yang membuatku terkejut. Pasalnya saat ini dia berkata dengan penuh perasaan yang dapat terpancar melalui pandangan matanya.
Mataku kembali memanas, dia melanjutkan
"Aku sengaja menyusun rencana saat kau datang, ternyata benar kata Appa. Kau tak mengingatku. Aku sempat kecewa, tapi akhirnya dengan cepat kau kembali mengingatku. Aku langsung senang. Tapi sempat khawatir kalau kau juga akan melupakan janji yang kita berdua buat waktu kecil. Janji kau akan jadi pendamping hidup untukku, dan aku juga akan menikahi kau saat aku kembali."
Air mataku kini menetes saat mendengar semua penuturan Kyuhyun, tidak menyangka kalau ternyata dia bisa berpikiran seromantis ini dan mengucapkannya dengan caranya yang menurutku sangat manis.
Dia menghapus lembut air mata ku dan juga bekas air mata yang mengalir di pipi.
"Sekarang jangan nangis lagi ya, aku akan tunggu sampai kau siap menerimaku, dan aku tak menerima penolakkan" ujarnya lembut sembari mengecup dahiku lembut.
Aku tersenyum saat dia mengecup dahiku, dia mengecupnya penuh perasaan dan lama. Aku tersenyum menikmati kecupan ringannya dan akhirnya dia pun melepaskan kecupan lembutnya itu dan mengelus lembut kepalaku.
"Saranghae. I love you. Aishiteru. Aku mencintaimu. Nae melody" ujarnya sambil merengkuh tubuhku ke dalam dekapan hangatnya.
Aku menikmati semua perlakuan lembutnya padaku, dia benar-benar sangat lembut dan hangat.
Dapat kulihat oppa dan teman-teman baruku melihat ke arah kami dan tersenyum lembut, aku semakin mendorong wajahku menghadap dadanya yang hangat. Aku bahkan dapat mendengar detak jantungnya yang sangat cepat.
Aku mendongakkan kepalaku dan langsung bertatapan dengan mata teduh miliknya yang membuatku merasa nyaman saat menatapnya.
TBC
