My Love

Cast:

Kim Ryeowook

Cho Jong Woon / Yesung

Lee Eunhyuk

Lee Donghae

Choi Siwon

Kim Kibum

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin and other

Genre : Romance, Friendship etc.

Declaimer : Semua cast di FF ini milik semua orang yang memiliki mereka, author hanya meminjam nama mereka saja. Tapi, FF ini asli dari hasil pemikiran author.

Warning : Gender Switch, Typho(s) merajalela.

Don't Like? Don't Read! Okay guys!

Last chapter...

"Harusnya aku yang berterima kasih karena kau tidak marah kepadaku." Ucap Jong Woon.

"Kau terlalu berlebihan." Ucap Ryeowook malu-malu.

"Aww.." teriak Ryeowook ketika seseorang menabraknya. "Hei! Apa kau tidak punya mata?" teriak Ryeowook kepada seorang namja yang baru saja menabraknya. "Mwo? Kau?" Ryeowook sedikit syok ketika melihat wajah namja itu, ketika dia berbalik menghadap ke arah Ryeowook berdiri.

.

.

Chapter III

Happy Reading~

"Hakh.. Kau lagi." Ucap Ryeowook sarkartis dengan tangannya yang menunjuk-nunjuk namja yang baru saja menabraknya.

"Kau kenal dengannya?" tanya Jong Woon heran.

"Tidak. Tapi dia namja gila yang kemarin hampir menabrakku. dan sekarang dia benar-benar telah menabrakku." Jawab Ryeowook apa adanya.

"Apa katamu? Kau berani mengataiku gila?" suara namja yang dikatai Ryeowook gila itupun terdengar begitu lantang. Memenuhi lorong sekolah tempat mereka bertiga berdiri saat ini. "Bukankah kau yang terlalu bodoh dan ceroboh saat menyeberang? Berani sekali kau mengataiku gila seperti itu?" umpatnya.

"Kau yang bodoh dan buta. Apa kau tidak melihat aku akan menyeberang? Kenapa kau tidak menurunkan kecepatan laju mobilmu? Dasar bodoh!" balas Ryeowook tak mau kalah. Sementara Jong Woon hanya berdiri dan terdiam di sana. Berperan sebagai penonton yang baik.

"Kau yang bodoh. Dasar ceroboh!" umpat namja itu lagi.

"Kau yang bodoh." Balas Ryeowook.

"Kau! Dasar gadis ceroboh!" balas namja itu.

"Kau yang gila, bodoh dan menyebalkan. Dasar devil!" umpat Ryeowook tak mau kalah juga.

"Kau yang bodoh." namja itu tak mau kalah.

"Kau yang..."

"STOP! Klian membuatku pusing! Apa kalian tidak malu jadi bahan tontonan siswa yang lain?" Jong Woon mencoba melerai pertengkaran mulut yang baru saja terjadi.

"Tapi, tidak ada siapa-siapa di sini selain kita bertiga." Ucap Ryeowook pelan dan memperhatikan sekitar mereka.

"Lalu kalau tidak ada? Apa kau ingin menunggu hingga ada yang menyaksikan agar kalian berhenti?" tanya Jong Woon setelah sempat terdiam karena pernyataan polos Ryeowook dan memperhatikan sekitar.

"Tidak." Ucap Ryeowook pelan. "Tapi, dia yang selalu membuat masalah." Lanjut Ryeowook.

"Terserahmu saja gadis ceroboh. Aku tidak perduli dengan semua ucapanmu." Ucap namja itu kasar dan beranjak meninggalkan Ryeowook dan Jong Woon.

"Kyuhyun! Tidak bisakah kau untuk bersikap lebih sopan?" teriak Jong Woon kepada namja yang beberapa saat lalu terlibat adu mulut dengan Ryeowook.

Namun orang yang diteriaki sama sekali tidak menggubris dan bahkan lebih memcepat langkah kakinya menuju kelasnya.

"Anak itu tidak pernah berubah." Keluh Jong Woon dan masih terus memandangi punggung Kyuhyun yang berjarak semakin jauh dari mereka.

"Oppa mengenalnya?" tanya Ryeowook.

"Ya, tentu saja. Kami bersaudara." Jawab Jong Woon dengan senyum yang menghiasi wajah tampannya.

"Tapi, kalian sama sekali tidak mirip." Gumam Ryeowook. "Bukan hanya secara fisik, sifat kalian pun sangat berbeda. Kau terlalu baik, sementara dia... Dia bahkan terlihat seperti iblis. Apalagi dengan mulut pedasnya itu. Dan satu lagi, jika pun dia tersenyum, itu lebih terlihat seperti smirk evil." Sambung Ryeowook yang kemudian ditanggapi dengan tawa yang lebar oleh Jong Woon. "Kenapa kau malah tertawa oppa?" tanya Ryeowook yang bingung dengan reaksi yang dikeluarkan oleh Jong Woon.

"Kau lucu sekali. Mana ada iblis setampan Kyuhyun." Jong Woon menjawab setelah berhasil menghentikan tawanya.

"Dia? Tampan? Tampan dari segi mananya?" tanya Ryeowook meremehkan.

"Biar kau tahu saja. Lebih dari setengah siswi di sekolah ini menggilainya." Jawab Jong Woon yang berhasil membuat Ryeowook menganga menatapnya tak percaya. "Kenapa? Sepertinya kau tampak sangat terkejut atas pernyataanku barusan?" tanya Jong Woon membuat Ryeowook langsung mengatupkan kedua bibirnya.

"Aku hanya tidak menyangka saja." Jawab Ryeowook menggantung.

"Tidak menyangka apa?" Jong Woon bertanya lagi.

"Tidak menyangka ternyata banyak orang yang menyukai devil sepertinya." Jawab Ryeowook polos. "Atau mungkin mereka belum mengetahui tentang sikap aslinya." Ryeowook mencoba meyakinkan.

"Semua orang tahu tentangnya. Tentang sikap dingin, mulut pedas, keras kepala, dan masih banyak lagi sikap buruk Kyuhyun. Hanya saja mereka menganggap itu tidak masalah, karena bagi mereka Kyuhyun yang tampan dan jenius melibihi segalanya." Jong Woon mencoba membuat Ryeowook kagum akan Kyuhyun. Namun tentu saja itu tidak akan dapat menghapus pencitraan buruk tentang Kyuhyun di matanya.

"Hem.. Aku tidak perduli." Jawab Ryeowook sama sekali tak tertarik.

"Baiklah. Terserahmu saja." Jong Woon mengakhiri percakapan mereka, setelahnya mereka berjalan menuju kelas mereka masing-masing.

.

.

.

"Aku seperti pernah mengenalnya." Jong Woon bermonolog di kamarnya. "Tapi aku bahkan tidak yakin aku pernah berkenalan dengannya sebelum ini." Lanjut Jong Woon lagi dan mencoba mengingat-ingat tentang orang yang sedang dia pikirkan.

"Jong Woonie. Ayo turun! Makan malam sudah siap." Terdengar teriakan dari Nyonya Cho dari luar kamar Jong Woon.

"Ne eomma. Tunggu sebentar." Jawab Jong Woon. Lalu segera keluar dari kamarnya dan turun menuju ruang makan.

Seperti biasa, acara makan bersama mereka selalu dilewati dengan keheningan. Hanya suara benturan sendok dan garpu dengan piring yang bergema dan menghiasi keheningan di antara mereka.

.

.

.

"Annyeong Minnie-ah." Sapa Ryeowook kepada teman sebangkunya di sekolah.

"Annyeong Wookie." Sungmin tersenyum kepada teman barunya itu. Ryeowook pun duduk di kursi yang bersebelahan dengan Sungmin.

"Annyeong." Seseorang yang pastinya bukan salah satu siswa di kelas itu tiba-tiba datang dan menghampiri mereka.

"Annyeong oppa. Ada apa pagi-pagi begini datang ke sini?" Sapa Ryeowook kepada namja itu.

"Ini seragammu. Aku sudah selesai mencucinya." Namja itu menyodorkan sebuah paper bag yang berisi seragam Ryeowook yang dua hari lalu diberikannya kepada Jong Woon untuk dicuci.

"Gomawoyo oppa." Ryeowook merasa malu, karena Jong Woon menyerahkannya di depan Sungmin.

"Gwaenchana Wookie-ah. Itu memang sudah menjadi resikoku karena sudah mengotori seragammu." Jong Woon mencoba membuat Ryeowook tak merasa sungkan.

"Ne." Jawab Ryeowook dan memasukkan paper bag itu ke dalam laci mejanya.

"Kalau begitu aku kembali ke kelas dulu ne." Jong Woon berbalik setelah mendapat anggukan dari kedua yeoja yang ada di sana.

"Wah.. Wookie.. Apa kau mempunyai hubungan yang special dengannya?" tanya Sungmin kepada Ryeowook setelah memastikan Yesung sudah keluar dari kelas mereka.

"Tidak. Aku hanya mengenalnya sebagai teman saja." Jawab Ryeowook santai.

"Kau beruntung sekali bisa mengenalnya sedekat itu." Puji Sungmin.

"Memangnya kenapa?" Ryeowook masih dengan ekspresi santainya.

"Dia, Kim Jong Woon sunbae. Salah satu murid populer di sekolah ini. Banyak yeoja yang menyukai bahkan memujanya." Terang Sungmin. "Sayangnya, dia itu murid yang tertutup dan selalu mencoba untuk tidak menjadi pusat perhatian. Bahkan aku saja baru kali ini melihatnya tersenyum ramah seperti tadi." Sungmin melanjutkan.

"Sebegitunyakah? Bahkan dia terlihat biasa saja. Hanya saja kepala besarnya itu terlihat sedikit berbeda." Celetuk Ryeowook yang langsung mendapat pukulan keras dari Sungmin di bahunya. "Aww.." pekiknya sambil mengelus-elus bahunya yang terasa sakit.

"Kau ini." Umpat Sungmin heran.

"Tapi aku kan berkata sesuai kenyataan." Ryeowook membela diri.

"Tapi itu bukan masalah untuknya. Dia pintar dalam pelajaran, kapten basket, pemain piano yang handal dan memiliki suara yang sangat indah. Dan dulunya dia adalah ketua OSIS ramah. Tapi, tiba-tiba saja dia menjadi orang yang tertutup dan terkesan dingin setelah Siwon menggantikannya sebagai ketua OSIS." Sungmin menjelaskan yang dia ketahui tentang sosok Jong Woon.

"Sebegitu hebatnyakah dia menurutmu?" Ryeowook memasang wajah kagum dan penasaran memandang Sungmin.

"Tentu saja." Jawab Sungmin dengan yakinnya.

"Tapi, kenapa hanya karena Siwon sunbae berhasil menggantikan posisinya dia jadi berubah?" Ryeowook mejadi penasaran atas cerita Sungmin.

"Aku tidak tahu. Tapi menurutku mereka pasti mempunyai masalah pribadi." Sungmin sepertinya yakin sekali dengan apa yang dikatakannya.

"Masalah apa?" Ryeowook semakin merasa penasaran.

"Aku tidak tahu." Sungmin mengedikkan bahunya. "Sepertinya kau mulai penasaran tentangnya?" Sungmin menggoda Ryeowook.

"Memangnya kenapa?" Ryeowook menanggapi dengan balik bertanya.

"Kau.. Menyukainya kan?" selidik Sungmin dengan yakinnya.

"Tentu saja tidak. Kau terlalu berlebihan." Ryeowook memasang ekspresi tak tertarik.

"Hakkhh.. Kau ini Wook! Awas saja jika nanti kau menyukainya." Ancam Sungmin. Dan Ryeowook, gadis manis itu hanya menggumam menanggapi omelan Sungmin.

.

.

.

"Wookie. Kita mampir di mall sebentar ne. Aku ingin membeli baju baru." Eunhyuk membuka suara dengan cerianya setelah beberapa saat hanya ada diam di antaranya dengan adiknya.

"Ne." Ryeowook menjawab singkat mengikuti keinginan kakaknya.

.

.

"Hei! Ryeowook!" sapa seorang namja bersuara bariton saat berpapasan dengan Ryeowook di mall.

"Jong Woon oppa." Ryeowook langsung menoleh ke arah orang yang memanggilnya.

"Dia siapa Wookie?" tanya Eunhyuk ingin tahu.

"Kenalkan eonn. Ini Jong Woon oppa, sunbae-ku di sekolah." Terang Ryeowook kepada kakaknya. "Jong Woon oppa, ini eonni-ku. Eunhyuk." Ryeowook memalingkan tatapannya ke Jong Woon dan memperkenalkan kakaknya.

Kedua orang yang belum saling mengenal itupun saling berjabat tangan.

"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Eunhyuk merasa tidak asing dengan Jong Woon.

"Aku tidak tahu noona. Tapi, sepertinya tidak." Jawab Jong Woon setelah mencoba mngingat-ingat.

"Ah. Mungkin hanya perasaanku saja." Eunhyuk segera menyingkirkan pikirannya. "Senang berkenalan denganmu Jong Woon." Eunhyuk memberikan senyum terbaiknya.

"Oppa bersama siapa di sini?" tanya Ryeowook.

"Bersama eomma, tapi dia sedang di salon, jadi aku memutuskan untuk berjalan-jalan saja. Daripada aku mati kebosanan menunggunya." Jong Woon terkikik sendiri.

"Baiklah. Kalau begitu kami pulang duluan ne oppa." Pamit Ryeowook kepada Jong Woon.

"Ne. Hati-hati di jalan ne." Jong Woon tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Ryeowook dan Eunhyuk.

"Dia tampan juga." Eunhyuk melirik Ryeowook setelah berjarak lumayan jauh dari Jong Woon.

"Eonni." Rengek Ryeowook dengan tatapan memohonnya, mencoba menghentikan Eunhyuk yang ingin menggodanya. "Dia hanya sunbae-ku saja." Sambungnya.

"Terserahmu saja." Eunhyuk mengalah.

.

.

.

"Apa kau menyukai gadis itu?" Kyuhyun membuat acara melamun Jong Woon terhenti seketika.

"Siapa maksudmu?" Jong Woon berpura-pura tidak mengerti siapa yang dimaksud Kyuhyun.

"Tentu saja anak baru itu. Aku tidak pernah melihatmu mau dekat dan tersenyum tulus dengan siapapun. Dan aku melihatmu berubah jika di dekatnya." Terang Kyuhyun dengan santainya.

"Itu hanya perasaanmu saja." Bantah Jong Woon.

"Baiklah. Aku percaya." Kyuhyun mendudukkan dirinya di sofa yang berada tepat di depan Jong Woon. "Kalau begitu, aku ingin membuat pengakuan." Sambungnya setelah menumpukan tubuhnya di sandaran sofa.

"Pengakuan apa?" Jong Woon tak mengerti maksud dongsaeng-nya itu.

"Aku ingin kau mendekatinya untukku." Jawab Kyuhyun santai dan berhasil membuat Jong Woon menatapnya tak percaya.

"Kau menyukainya? Bagaimana bisa?" tanya Jong Woon masih dengan tatapan shock-nya.

"Memangnya kenapa?" tanya Kyuhyun yang melihat jelas guratan kecemburuan di wajah Jong Woon.

"Tidak apa. Hanya saja.. Aku kira kau tidak menyukainya, bahkan kau membencinya." Jawab Jong Woon polos dan memalingkan pandangannya dari Kyuhyun.

Kyuhyun mengeluarkan smirk-nya tanpa di sadari Jong Woon. "Lakukan saja yang aku katakan. Bukankah kau bilang kau tidak menyukainya?" Kyuhyun tersenyum licik. Lalu beranjak dari duduknya meninggalkan Jong Woon yang masih terdiam dengan wajahnya yang masih ditekuk akibat pengakuan Kyuhyun barusan. Dalam hati Jong Woon mengutuk dirinya karena telah membiarkan Kyuhyun membuat permintaan bodoh seperti itu. Dan yang lebih bodohnya lagi, dia tidak bisa menolak karena sudah membantah bahwa dia menyukai gadis manis itu.

.

.

.

~TBC~

.

Mian ne..

Lanjutannya pasti membosankan dan gak memuaskan..

Lagi gak dapat ide untuk ngelanjutin ceritanya.. -_-

Dan mian juga kalo banyak thypo, sedang agak malas untuk mengecek kesalahan-kesalahan yang ada.. :3

Terima kasih untuk siapa saja yang sudah rela meluangkan waktunya dan bersedia membaca serta me_riview..

See you at the next chapter~! ^_^

Jeongmal Gomawoyo~ :)