TITLE : LONG JOURNEY
.
MAIN CAST :
KIM JONG WOON/YESUNG – 22 TH
CHO KYUHYUN/ CHO KUI XIAN - 25 TH
CHOI SIWON – 22 TH
ZHOUMI – 23 TH
.
OTHER CAST :
KIM YOUNG WOON - 44 TH
PARK JUNG SOO – 42 TH
KIM HEECHUL– 26 TH
KIM KIBUM – 21 TH
LEE SUNGMIN, LEE DONGHAE – 23 TH
KIM RYEOWOOK , LEE HYUKJAE– 22 TH
.
GENRE :
Romance/Drama (Maybe)
.
WARNING :
Cerita ga jelas, Yaoi/BL, M-Preg, Many Typos, Bahasa Aneh, dan masih banyak penyakit lainnya. Tapi ide cerita ini murni keluar dari otakku sendiri..Sueeer deeh..^^
Penyakit yang ga bisa dihilangin itu adalah typo... ;p Maaf ya buat chap 1 kemaren kayanya banyak banget typos..-_-' maafkan..mudahan kali ini lebih baik.. Thank you buat supportnya akhirnya aku ngelanjutin ni FF. Dan mudahan ga mengecewakan.. ^^
.
.
Happy Reading!
Don't Like… Don't Read… No Bash Please…!^^
.
.
.
No One POV
.
Seorang namja tinggi dan berkacamata tengah mengedarkan pandangannya kesekeliling mencari seseorang. Tiba-tiba ia terkejut saat seseorang menabraknya dengan keras.
Bruuuukk….
Namja berkacamata itu menatap namja manis yang baru saja menabraknya. Namja berkacamata itu hanya terus menatap namja manis didepannya yang tengah meringis kesakitan.
"Maaf, Maaf. Aku tidak sengaja.." ucap namja manis itu –Yesung- sambil berdiri tanpa menatap namja didepannya.
"Oh..Tidak apa-apa..kau baik-baik saja?" tanyanya sambil masih terus menatap Yesung dan kemudian mengambil tasnya yang terjatuh.
"Sungguh, aku tidak apa-apa…sekali lagi aku minta maaf..terima kasih"Ucap Yesung mengambil tasnya dan sekilas tatapan mereka bertemu. Yesung tersenyum singkat sebelum akhirnya ia berlari menjauhi namja berkacamata itu.
"YA! KIM KIBUM! Awas ya kau!" teriak Yesung.
Namja itu menengok dan melihat Yesung berlari ke seorang namja lain yang tengah tertawa. Ia masih terus memperhatikannya sampai seseorang menepuk bahunya.
"Noona!"
Orang yang dipanggilnya 'Noona' itu hanya tersenyum dan langsung memeluknya erat.
"Aku merindukanmu noona~".
"Aku juga sangat merindukanmu captain.."
"Baiklah, Ayo cepat kita pulang, semuanya sudah menunggu dirumah".
Sebelum ia pergi, ia kembali menengok kebelakang, tapi sayangnya ia sudah tidak melihat Yesung lagi.
.
No One POV END
…
.
.
1st Person POV
.
Semenjak kejadian dua bulan yang lalu, aku dan Zhoumi hyung menjadi lebih dekat dari sebelumnya. Jika sebelumnya aku terus menolak kehadirannya, tapi tidak kali ini. Lagipula tidak ada salahnya bukan jika aku mulai sedikit membuka hatiku untuknya. Ia orang yang baik. Ia juga orang yang sangat perhatian dan sepertinya perasaanku padanya sedikit berubah setelah ia menolongku setelah kejadian dihalte itu. Mmm..mungkin bisa dikatakan aku sudah mulai sedikit menyukainya.
.
Suatu waktu, ia mengajakku makan disebuah Café yang cukup romantis. Dan disanalah ia menyatakan perasaannya.
"Yesung-ah, ada yang ingin kukatakan padamu"
"Apa itu? Katakan saja hyung"
"Mmm.. ah, aku malu Yesung-ah". Ucap Zhoumi hyung sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Kenapa harus malu hyung, katakan saja…"ucapku tersenyum.
Sreeet
Aku tersentak saat ia menggenggam tanganku. "Yesung-ah, kau pasti mengerti dan kau pasti tau. Hmm.. A-aku menyukaimu. Ah, tidak tapi aku mencintaimu. Maukah kau menjadi pacarku?"Ucapnya cepat namun masih bisa kudengar dengan baik apa yang baru saja ia katakan.
Aku hanya berusaha melepaskan genggaman tangannya, tapi bukannya melepaskannya, ia semakin mengeratkan genggaman itu dan jujur itu membuatku sedikit risih. Dan lagipula aku bingung harus menjawab apa. Akhirnya aku hanya bisa terdiam sibuk dengan pikiranku sendiri. Apa yang harus kujawab sekarang?
"Yesung-ah..?" panggilnya lagi.
"E-eh, iya hyung"
"Hmm..bagaimana? kau mau menjadi pacarku?"
"Bisa berikan aku waktu hyung, aku tidak bisa menjawabnya sekarang"putusku akhirnya. Dia menautkan alisnya dan sepertinya ia tidak menyukai apa yang baru saja aku katakan.
"Kenapa? Berapa lama? Kuharap waktu yang kaubutuhkan tidak lama Yesung-ah" ucapnya sambil melepas genggaman tangannya padaku. Aku bisa mendengar nada kecewa dari suaranya. Dan aku minta maaf untuk itu.
"Mm.. 1 minggu.."
"1 minggu? Apa itu tidak terlalu lama Yesung-ah? Tidak bisakah lebih cepat? Besok mungkin?"ucapnya sedikit memaksa. Aku hanya menghela nafas.
"Baiklah 3 hari hyung, aku janji aku akan memberikanmu jawaban 3 hari lagi"
Ia menatapku kecewa tapi kemudian berkata. "Baiklah, 3 hari dan kuharap jawabanmu nantinya membuatku tak menyesal karena telah menunggumu".
Apa maksudnya ia berkata dengan begitu? Apa artinya dia memaksaku untuk menerimanya. Ah, entahlah.
.
.
3 Hari Kemudian…
.
"Yesung-ah..bagaimana? apa jawabanmu? Apa kau menerimaku?" Tanya Zhoumi hyung setelah 3 hari berlalu. Ia terus menatapku meminta jawaban.
Aku hanya terdiam. Sejujurnya aku belum benar-benar memikirkan apa jawabanku padanya. Apa yang harus kukatakan padanya. Tapi pada akhirnya aku mengangguk. "Ne, hyung aku menerimamu"ucapku pelan. Ia terlihat sangat senang.
"Yesung-ah, benarkah? Benarkah kau menerimaku?". Aku hanya mengangguk. Ia pun langsung memelukku erat. Dengan spontan aku langsung melepaskan pelukannya.
"Hyung, ini dikampus"ucapku. Ia hanya terkekeh.
"Memangnya ada apa? kau kan pacarku sekarang. Jadi aku berhak untuk memelukmu bukan?"
Aku tidak menjawabnya. "Kita pulang sekarang hyung, aku masih harus menyelesaikan skripsiku".
Ia tersenyum dan merangkul bahuku. "Oke, kita pulang sekarang chagi.."
Apa? chagi? Oh kenapa aku merasa canggung dengan nama panggilan itu. Tapi ya sudahlah, toh tak ada yang bisa kulakukan. Apa aku harus protes hanya karena sebuah panggilan dihari pertamaku berpacaran? Oh tentu saja tidak.
Sepanjang perjalanan pulang, Zhoumi hyung terus saja mengatakan kalau ia sangat bahagia karena aku menerimanya. Tapi sungguh tidak denganku. Harusnya aku juga senang bukan? Tapi kenapa aku tidak merasakan apapun? Bukankah aku juga menyukainya. Tapi kenapa aku tidak suka saat ia menggenggam tanganku, memelukku atau bahkan memanggilku 'chagi'? Dan lalu kenapa aku tadi menerimanya? Apa keputusanku ini salah? Karena tadi aku hanya berpikir mungkin tidak ada salahnya untuk mencoba dan memulai suatu hubungan yang belum pernah aku alami sebelumnya. Ya, mungkin yang aku butuhkan hanya waktu.
"Yesung-ah?"panggil Zhoumi hyung menyadarkan aku dari lamunanku. Aku menoleh kearahnya.
"Sudah sampai. Apa yang sedang kau pikirkan huh?"tanyanya sambil tersenyum.
"Ah i-iya, maaf aku melamun"ucapku saat aku menyadari kami sudah berada didepan rumahku. "Terima kasih sudah mengantarku hyung aku masuk dulu"pamitku.
Sreeeeett
Belum sempat aku membuka pintu mobil, aku dikejutkan oleh tangan yang kini sedang memelukku. Akupun langsung melepaskan pelukannya. Ia menautkan alisnya, ia terlihat tidak suka dengan apa yang kulakukan.
"Kenapa? Bukankah ini sudah bukan dikampus lagi?"
"Maaf hyung aku hanya belum terbiasa.."jawabku sekenanya. Ia hanya tersenyum tapi kemudian kembali menarikku kedalam pelukannya.
"Hmm..baiklah, kalau begitu aku akan membuatmu terbiasa dengan ini". Bisiknya ditelingaku sambil masih memelukku erat. Aku hanya bisa menghela nafas dalam.
.
.
Sudah sebulan lebih aku menjalani masa pacaran dengan Zhoumi hyung dan selama itu pula aku belum merasakan apapun dihatiku. Rindu? Tidak sedikitpun. Aku tak mengerti, aku bahkan menyadari seolah-olah selalu menghindarinya. Aku tidak pernah menemukan kenyamanan saat aku bersamanya atau saat ia memelukku. Aku selalu merasa takut saat ia berusaha untuk menciumku. Aku tidak akan menyerahkan ciuman pertamaku untuk orang yang tidak aku cintai, oleh karena itu aku selalu menghindar darinya. Bahkan aku lebih memilih menghabiskan waktuku bersama EunHae dan MinWook couple dibandingkan bersamanya. Aku tau aku salah. Tapi aku juga tak mengerti kenapa aku bersikap seperti ini. Aku sudah berusaha untuk mencintainya, tapi hingga saat ini aku belum merasakan apapun. Mungkin lagi-lagi aku akan katakan biar waktu yang menjawabnya. Tapi apakah waktu memang bisa merubah perasanku pada Zhoumi hyung?
.
1st Person POV END
…
.
.
No One POV
.
Yesung terlihat tengah menikmati harinya bersama hyung-nya dan dongsaeng -nya dengan berjalan-jalan disebuah mall. Hal yang sudah lama tidak mereka lakukan sejak mereka memiliki kesibukan masing-masing. Yesung yang akhir-akhir ini tengah disibukkan dengan skripsinya, Kibum yang sibuk dengan Ko-ass nya di RS dan Heechul yang juga sibuk dengan pekerjaannya. Tapi hari ini, mereka terlihat sangat menikmati kebersamaan mereka dengan berbelanja, ke toko buku, bermain game dan menonton. Tawa terlihat tak pernah lepas dari wajah mereka. Dan setelah puas melakukan hal yang mereka anggap menarik, mereka pun menuju salah satu restoran yang ada di mall itu untuk mengisi perut mereka.
"Aku ke toilet dulu ya hyung" ucap Yesung pada Heechul. Heechul hanya mengangguk.
Yesung berjalan menuju toilet tapi tiba-tiba langkahnya terhenti saat ia melihat seseorang yang ia kenal tengah duduk disalah satu meja dipojok restoran ini.
"Zhoumi hyung?"gumamnya pelan. Ia sedikit mendekat, hanya untuk menyakinkan apakah dia Zhoumi atau bukan tanpa berniat menghampirinya. "Oh, hyung sedang bersama teman-temannya" Gumamnya lagi. Ia pun berbalik untuk kembali ketujuan awalnya yaitu toilet. Tapi lagi-lagi langkahnya terhenti saat ia tak sengaja mendengar percakapan mereka.
"Hei Zhoumi-ah, ngomong-ngomong bagaimana kabar pacar barumu itu? siapa namanya Mm.. Ah ya Yesung kan?"tanya seorang dari mereka
"Haha..namja bodoh itu? cantik sih cantik tapi sangat bodoh karena mudah sekali tertipu olehmu..haha.."ucap seorang lainnya.
DEG..
Tubuh Yesung membeku. Ia kembali membalikkan tubuhnya, berusaha untuk tidak terlihat oleh mereka dan semakin menajamkan pendengarannya mendengarkan percakapan mereka.
"Berapa lama kau butuhkan untuk mengejarnya huh?"
"Mmmm.. ya hampir setengah tahun lah.. Namja ini memang tak seperti namja atau yeoja lain yang sangat mudah kutaklukan. Tapi toh akhirnya dia bisa juga jatuh ketanganku.. Dan kalian tau aku ini pacar pertamanya..Haha..bagaimana hebat bukan..? aku hanya perlu berpura-pura sabar menunggu agar dia jatuh cinta padaku" ucapnya.
"Waah waaah bagaimana rasanya… apa kau sudah mengambil ciuman pertamanya juga..? haha.. beruntung sekali kau.. dia itu memang polos atau bodoh..?"
"Hah sayang sekali, untuk hal yang satu itu aku belum berhasil mencicipinya.. dia benar-benar namja yang tidak mudah.."
"Hahaha..berarti kau belum sehebat itu Zhoumi, masa seorang playboy sepertimu mendapatkan ciuman seorang namja manis seperti itu saja belum berhasil. Apalagi itu ciuman pertamanya, harusnya kau bisa dengan mudah mendapatkannya bukan?"
"Tenang saja, dengan namja ini aku memang perlu sedikit membutuhkan kesabaran ekstra. Tapi percaya padaku akhirnya aku pasti bisa mendapatkannya..berani taruhan?"ucapnya menantang teman-temanya.
"Wow.. dia yang memulainya teman-teman bagaimana mungkin kita menolaknya. Kita taruhan! Dalam waktu 2 minggu kau harus bisa merebut ciuman pertamanya.." Tantang salah seorang temannya.
"Haha..siapa takuut…"ucap Zhoumi yakin.
"Kau yakin 2 minggu Zhoumi-ah? Karena terakhir kita taruhan tentang namja itu mau jadi pacarmu kau kalah dari kami bukan? kau bilang 1 bulan sejak kejadian dihalte itu dia akan jadi pacarmu, tapi nyatanya? Kau baru bisa membuatnya jadi pacarmu setelah 2 bulan bukan? haha.."sindir salah satu temannya.
Yesung membeku. Ia terlihat shock dengan apa yang ia dengar sekarang. Ia benar-benar marah sekarang. Ternyata selama ini ia salah menilai Zhoumi. Tatapan Yesung berpaling pada seseorang disamping Zhoumi yang tengah berbicara sekarang. Ia seperti pernah melihat orang itu sebelumnya.
"Kau ini memang brengsek Zhoumi, haha.. Hanya untuk mendapatkan hati namja manis itu bahkan kau benar-benar berniat mengikuti dia sepulang kuliah hari itu. Kemudian nekat menyuruhku dan dia menjadi perampok. Benar-benar ide gila. Tapi aku salut padamu. Kau tau, pukulanmu saat itu benar-benar menyakitkan. Gila kau Zhoumi.."
Yesung kembali tersentak. Ia melebarkan matanya. Ya, ia ingat orang itu, dia orang yang yang ada dihalte malam itu, walaupun saat itu ketakutan meliputinya, tapi ia sempat melihat wajah salah seorang dari copet itu. Dia copet itu. Yesung mengepalkan tangannya. Yesung tak percaya ternyata semua ini rencana Zhoumi. Bagaimana ia bisa mempercayai bajingan seperti itu. Yesung benar-benar sudah tidak tahan lagi, ia ingin melampiaskan amarahnya dan menghampiri bajingan itu tapi entah mengapa langkahnya terasa berat.
"Haha..tidak ada yang tidak bisa Zhoumi dapatkan. Dan satu lagi untung aku datang sebelum adikknya datang. Aku tak menduga ternyata dia sedang menunggu adiknya itu. Kalau aku datang terlambat kalian pasti benar-benar babak belur dengan adiknya itu. Kakak dan adik sama-sama bodoh. Bisa tertipu olehku..Haha.."Zhoumi tertawa puas.
BUUGH…BUUUGH..BUUGH…
Yesung membelalakkan matanya kaget saat ia melihat seseorang tengah memukuli Zhoumi.
"Bummiiee..!" teriak Yesung . Ia langsung berlari menghampiri Kibum yang sedang memukul Zhoumi dan menarik tangannya sekuat tenaga saat Kibum sudah hampir melayangkan pukulannya ke wajah Zhoumi lagi.
"Ye-Yesung"kaget Zhoumi saat ia menyadari keberadaan Yesung disana.
"Jongwoon lepaskan, bajingan ini benar-benar brengsek.." Geram Kibum sambil berusaha melepaskan tangan Yesung yang masih menahannya.
"Tidak Bummie, jangan buat masalah disini " ucap Yesung . Ia beralih menatap Zhoumi. Ia sungguh ingin menangis sekarang tapi ia juga tidak ingin terlihat lemah dihadapan Zhoumi. Teman-teman Zhoumi sudah berdiri dan bersiap untuk memukul Kibum kalau tidak dihentikan oleh jentikan tangan Zhoumi.
"Sudah. ini urusanku kalian tidak usah ikut campur.."ucapnya pada teman-temannya.
"Tapi Zhoumi-ah" Belum sempat salah seorang menyelesaikan ucapannya, ia kembali menyuruh mereka tenang.
"Yesung-ah, chagi aku bisa jelaskan semuanya, kau salah paham". Ia berjalan mendekati Yesung tapi Yesung bergerak mundur. Air mata yang sejak tadi berusaha Yesung tahan akhirnya mengalir begitu saja.
BUUGH!
"Brengsek kau! Bajingan! beraninya berbuat seperti ini pada Jongwoon.. BRENGSEK!" Teriak Kibum dan kembali melayangkan tinjunya ke wajah Zhoumi.
"YA! Kim Kibum!" Tegur Heechul saat ia melihat dongsaeng-nya tengah jadi pusat perhatian pengunjung restoran ini. "Apa yang kau lakukan, hah? Jangan memukul orang sembarangan!"
"Aku bukan memukulnya tanpa alasan hyung, asal kau tau saja namja didepan kita ini bajingan. Namja brengsek yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan hati seseorang. Bajingan yang sudah menggunakan cara kotor untuk mendapatkan Jongwoon..Dia orang dibalik kejadian halte yang aku ceritakan waktu itu hyung..! Jadi apa aku salah jika aku memukulnya sekarang?! "Emosi Kibum.
Heechul menatap tajam Zhoumi kemudian beralih ke arah Yesung yang kini tengah menangis. Kemudian ia kembali menatap Zhoumi dengan penuh kebencian. Ia bergerak maju kearah Zhoumi dan…
BUUGH!
"Brengsek! jika ini sudah menyangkut dongsaeng-ku akupun tak akan tinggal diam apalagi kau menyakitinya.."ucap Heechul tajam sambil menarik kerah baju Zhoumi.
"Hentikan!"Teriak Yesung tiba-tiba. Heechul menoleh. Yesung mengusap kasar airmatanya.
"Woonie-ah, biarkan bajingan ini mendapat pelajaran" ucap Kibum.
"Hyung, jangan kotori tanganmu hanya untuk orang macam dia" Desis Yesung. Ia menatap Zhoumi tajam. Zhoumi hanya memandang Yesung dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
"Ayo pulang.." Ajak Yesung sambil menarik tangan Heechul dan Kibum.
"Tapi Woonie-ah…"sela Heechul
Yesung hanya terus menarik tangan Heechul dan Kibum keluar dari restoran. Zhoumi pun langsung mengejar mereka.
"Chagi sungguh maafkan aku..kau salah paham. Dengarkan penjelasanku dulu.." Ucap Zhoumi dibelakang Yesung.
Langkah Yesung terhenti, ia melepaskan tangan Heechul dan Kibum kemudian berbalik menghampiri Zhoumi.
"Woonie-ah kau mau apa..?" Tanya Kibum menahannya. Yesung hanya diam dan melepaskan tangan Kibum dan kembali berjalan menghampiri Zhoumi.
Sekuat tenaga Yesung mengarahkan tangannya ke pipi Zhoumi.
PLAAAAAAKKK…!
Heechul dan Kibum tersenyum puas, tapi tidak dengan Zhoumi. Ia terkejut menatap Yesung tak percaya.
"chagi.."
"Jangan aku panggil dengan sebutan itu lagi, Tak ada yang perlu dijelaskan lagi, dan kita putus!"
Yesung berbalik, tapi Zhoumi menahannya tapi ia menangkis tangan Zhoumi. Ia kembali berjalan dan menarik tangan Heechul dan Kibum.
.
No One POV End
.
.
1st Person POV
.
Kami bertiga semua terdiam saat perjalanan pulang. Tak ada satupun dari kami yang berbicara, aku sibuk dengan pikiranku. Sepertinya mereka pun tak ingin menanyakan apapun dulu padaku, walaupun sesekali Heechul hyung ataupun Kibum menoleh kebelakang hanya untuk mengecek keadaanku. Aku hanya memandang keluar jendela mobil. Setelah menamparnya tadi aku sedikit merasa lega walaupun tidak sepenuhnya menghilangkan sakit hatiku. Jujur, aku merasa malu pada hyung dan Kibum. Bagaimana bisa hanya karena kesalahanku, aku melibatkan mereka berdua dalam masalahku. Ya, kesalahanku karena memilih namja itu sebagai kekasihku. Orang yang aku percayai sebagai orang baik dan berpikir bisa melindungiku ternyata orang yang sangat brengsek. Ternyata apa yang aku rasakan selama ini padanya inilah jawabannya. Dia benar-benar namja brengsek.
Yang membuatku benar-benar marah saat aku mendengar jelas bahwa ternyata semua hal yang kualami di halte itu adalah rekayasa, itu semua rencananya. Brengsek. Umpatku. Tapi disisi lain aku merasa beruntung karena aku mengetahui hal ini. Dikhianati memang hal yang sangat menyakitkan apalagi orang yang mengkianatimu adalah kekasihmu sendiri. Aku memang tidak mencintainya, tapi aku masih berhak untuk sakit hati bukan? Aku merasa aku sungguh menyedihkan…aku bodoh karena aku sudah tertipu oleh semua sikap manisnya. Sungguh menyedihkan… Aku kembali meneteskan airmata yang sudah lama terhenti. Aku menghapus pelan airmataku. Tak ada gunanya aku menangis, semuanya sudah terjadi. Aku yang bodoh.
"Woonie-ah..kau baik-baik saja kan?" Tanya Kibum yang duduk padaku setelah kami lama terdiam. Aku mengangguk kemudian aku teringat sesuatu.
"Bummie, bagaimana kau tiba-tiba muncul dan langsung memukul Zhoumi hyung? Kau mendengarkan mereka juga?"
"Babo, kau tak sadar kalau aku berdiri dibelakangmu begitu lama? Aku penasaran apa yang sedang kau lakukan, berdiri seperti patung tapi kemudian aku tau apa yang membuatmu seperti itu. Aiish…rasanya aku masih ingin memukul namja tiang listrik itu kalau aku mengingat ucapannya dengan teman-temannya"
Aku hanya menunduk "Maafkan, aku memang bodoh"ucapku pelan.
"Sudah, tidak usah diungkit lagi. Kau masih bisa mendapatkan namja yang lebih baik lagi Woonie-ah.. Ayo semangat!" tambah Heechul hyung. Aku hanya mengangguk dan tersenyum. Ya, semoga saja.
.
.
Setelah kejadian itu, Zhoumi hyung masih terus berusaha untuk meminta maaf padaku tapi aku selalu menghindar. Akupun menceritakan apa yang terjadi pada kedua sahabatku. Dan aku merasa beruntung karena setiap Zhoumi hyung kembali datang untuk meminta maaf padaku, kedua sahabatku itu selalu menghalanginya dan melemparkan deathglare yang menurut mereka mematikan itu. Walaupun menurutku itu tidak mematikan sama sekali. Haha.. Tapi setidaknya aku sangat berterima kasih pada mereka karena akhirnya Zhoumi hyung pun menyerah untuk mendekatiku lagi.
…
.
.
6 Bulan Kemudian…
.
Seoul, April 2012
.
Aku dan Ryeowook tengah duduk disalah satu Café setelah kami pulang kerja. Kerja? Ya, kini statusku bukan lagi mahasiswa melainkan seorang karyawan. Sudah 2 bulan sejak kelulusanku kini aku bekerja di salah satu perusahaan kontraktor di Seoul. Aku dan Ryeowook beruntung bisa bekerja bersama di satu perusahaan. Sedangkan Hyukjae sekarang bekerja bersama kekasihnya Donghae diperusahaan yang sama juga. Ah, mereka itu benar-benar pasangan yang tidak terpisahkan.
.
Seharian ini aku lihat Ryeowook murung dan tak tersenyum sama sekali bahkan tak jarang ia tidak focus saat mengerjakan sesuatu. Jika ia seperti ini dia pasti sedang ada masalah dengan Sungmin hyung. Karena selain masalah pacar, dia tak akan pernah menekuk mukanya seperti itu.
"Ada apa Wookie, kau bertengkar dengan Sungmin hyung?" Tanyaku padanya.
Ryeowook hanya mengangguk imut sambil menyedot minumannya tanpa semangat. Aku hanya tersenyum. Sudah kuduga bukan..?
"Ceritakan padaku.."
"HEI~~~ Yesungie~~ Wookie~~~ Bogoshipo~~~…" Teriak seseorang yang suaranya sanggup memecahkan semua kaca disini siapa lagi kalau bukan Lee Hyukjae.
"Ya! tidak bisakah kau tidak teriak-teriak?"
Dia hanya nyengir tanpa dosa. "Memang benar kok, aku memang merindukan kalian. Kita kan sudah lama tidak bertemu.."ucapnya antusias.
"Hae mana, nyuk..?"tanyaku
"Huh..Hae tidak pulang bersamaku, ada pekerjaannya yang belum tuntas jadi ia terpaksa harus lembur. Pangeran ikanku kasian sekali. Bagaimana kalau dia sakit? Aku bagaimana? Ah, aku pasti juga akan ikut sakit" ucapnya yang mulai mendramatisir keadaan. Aku dan Ryeowook hanya memutar bola mata kami mendengar perkataannya.
"Lalu bagaimana denganmu Wookie?" Tanyaku. Ia pun menghela nafas panjang.
"Eh.. Wookie kenapa? Ada apa denganmu? Kau putus dengan Sungmin hyung? Wah kasihan sekali. Sudah tidak apa-apa, masih banyak kok namja yang mau denganmu Wookie.." Ucap Hyukjae.
"Ya! Lee Hyukjae! Kau mendoakan temanmu putus huh?" kesal Ryeowook . Hyukjae hanya terkekeh.
"Ayo Wookie ceritakan pada kami.."ucapku lagi.
Dia masih diam kemudian menghela nafas meletakkan gelasnya. Dan mulai bercerita pada kami.
"Sepertinya Minnie hyung selingkuh. Kemarin aku melihatnya bersama seorang wanita disebuah toko perhiasan. Ini sudah kedua kalinya aku melihat mereka bersama. Pertama kali aku tanyakan kepada Minnie hyung ia bilang aku salah lihat. Baiklah mungkin benar, tapi kedua kali aku tidak mungkin salah lihat lagi bukan? Tapi lagi-lagi Minnie hyung hanya mengatakan aku salah lihat. Mataku masih normal kok…. Huaaaa… Minnie hyung jahat!". Kesalnya sambil mempout bibirnya imut.
Aku dan Hyukjae hanya tertawa.
"Ya! kalian aku sedang sedih tapi kalian malah tertawa. Huaaa.. kalian juga jahat". Kamipun kembali tertawa.
"Aku tak percaya kalau Sungmin hyung selingkuh, Wookie" ucapku. Hyukjae mengiyakan.
"Aku juga tidak percaya, tapi kemarin yang kulihat bersamanya siapa dong?"
"Mungkin itu bukan selingkuhan Sungmin hyung tapi itu istrinya"ucap Hyukjae polos.
Plaak!
Aku menjitak kepalanya. Lagi-lagi ia hanya terkekeh.
"Ya! Lee Hyukjaeeeeeeeeeeee~! Huaaaaaa" teriak Wookie.
"Haha…"
.
.
"Bye Yesungie..hati-hati dijalan" ucap Ryeowook dan Hyukjae saat kami berpisah ditempat parkir. Aku hanya tersenyum dan melambaikan tanganku pada mereka. Akupun berjalan menuju mobilku sendiri.
"Tunggu.." Panggil seseorang. Aku menoleh dan melihat seorang namja tinggi dan berkacamata hitam berjalan mendekatiku.
"Kau memanggilku..?"Tanyaku. Ia tersenyum dan mengangguk.
"Kau Yesung kan?"
Aku hanya mengangguk bingung melihat namja yang ada didepanku ini.
"Kau tidak mengingatku Yesung Ssi?"
Aku langsung menggeleng. Ia hanya tertawa melihatku. Kemudian ia melepaskan kacamata hitamnya dan kembali tersenyum. Aku terkejut.
"Cho-Choi Siwon!"
Ia hanya mengangguk.
"ta-tapi benarkah kau Choi Siwon?" ucapku masih tak percaya menatapnya dari ujung kepala hingga ujung kaki.
"Haha, Yesung Ssi aku bukan hantu jadi jangan menatapku seperti itu. Iya, aku Choi Siwon, teman SMA mu yang tampan itu. Ah, ternyata kau masih benar-benar payah dalam hal mengenali seseorang Yesung Ssi.."kekehnya. Aku hanya tersenyum malu.
"Ah, ya ya..baiklah maafkan aku, siapa suruh kau menggunakan kacamata hitam dimalam hari..kau bahkan terlihat seperti seorang penjahat Siwon Ssi" candaku. Lagi-lagi ia hanya tertawa dan memperlihatkan lesung pipinya yang mmm.. menawan.
"Haha..mana ada penjahat tampan sepertiku"
Aku hanya mendengus.
"Sebenarnya aku sudah ingin menghampirimu saat aku melihatmu didalam Café tadi, tapi aku tidak enak dengan teman-temanmu itu. Akhirnya kuputuskan menunggumu sampai kau pulang"
"Oh…"
"Bagaimana kabarmu? Hmm..kau terlalu banyak berubah Yesung Ssi.. Kau tau? Kau terlihat semakin manis sekarang"
Blush!
Aku hanya menunduk malu.
"Aku baik, bagaimana denganmu? bukankah kau di harusnya berada di Amerika? Lalu kenapa sekarang kau ada di Korea?"
"Aku kembali karena aku akan mengurus perusahaan ayahku yang ada disini. Itu sebabnya aku kembali ke Korea dan aku sangat beruntung bisa bertemu denganmu lagi Yesung Ssi.."
Lagi-lagi aku hanya menunduk malu menyembunyikan wajahku yang mungkin sekarang sudah memerah. Kemudian akupun tersadar dan langsung melihat jam tanganku.
"Ah, Siwon Ssi maafkan aku, tapi aku harus pulang sekarang. Ini sudah larut. Aku juga senang bisa bertemu denganmu lagi disini. Semoga lain waktu kita bisa bertemu lagi" pamitku.
"Hm, sayang sekali padahal aku masih ingin berbincang denganmu. Tapi baiklah lain kali kita harus bertemu lagi"
"Baiklah, Bye Siwon Ssi.."
Akupun berbalik dan kembali berjalan kemobilku.
"Yesung Ssi.."panggil Siwon.
Aku menoleh. "Ne.."
"Aku lupa, berikan nomer ponselmu padaku. Bagaimana kita bisa bertemu lagi kalau aku tak bisa menghubungimu?"senyumnya padaku.
"Ah, ya.." Aku hanya tersenyum sebelum akhirnya kami saling bertukar nomer ponsel.
…
.
.
Sesampai dirumah, aku lihat 'Omma' dan Appa yang tengah berbincang mesra di ruang TV. Tentu aku tidak mau mengganggu mereka. Aku langsung naik kekamarku. Setelah melakukan ritual malamku aku tidak langsung tidur. Aku mendengarkan lagu sambil membaca buku. Tiba-tiba saja aku teringat dengan namja tadi. Choi Siwon.
Dia teman sekelasku saat SMA. Aku dan dia dulu cukup dekat. Dia suka sekali mengangguku dan menggodaku. Dan ia namja yang sangat populer disekolah, selain karena ketampanannya itu, ia juga juga seorang kapten tim basket disekolah kami. Tapi anehnya selama aku berteman dengannya aku belum pernah melihatnya berpacaran dengan siapapun padahal banyak sekali namja ataupun yeoja yang mengejarnya. Aku sekelas dengannya sampai kelas 2. Tapi saat kenaikan kelas 3 ia pindah bersama keluarganya ke Amerika. Dan hal yang mengejutkanku saat ia akan pergi ia mengatakan kalau ternyata ia menyukaiku! Aku kembali teringat kejadian hari itu.
.
Flashback : On
.
"Yesung-ah…!"
Aku menoleh dan melihat Siwon berlari kearahku.
"Siwon? Kenapa kau kemari? Bukankah kau berangkat ke Amerika hari ini?" Tanyaku bingung saat aku melihatnya disekolah. Ia langsung memegang pundakku erat sambil masih mengatur nafasnya.
"Yesung-ah.. sebelum aku pergi ada yang ingin kukatakan padamu" Ucapnya cepat
Aku menatapnya bingung. "Apa itu? katakan saja"
"Aku hanya ingin kau mendengarkan apa yang kukatakan sekarang. Kau tak perlu menjawabnya. Aku hanya ingin pergi tanpa penyesalan. Dengarkan aku. Aku hanya akan mengatakannya sekali saja"
Aku masih menatapnya bingung. Tapi kemudian aku mengangguk.
Ia menghela nafas panjang dan menatap mataku "Yesung-ah, Aku mencintaimu…"
Aku mencerna apa yang barusan ia katakan sedetik kemudian aku terkejut. "A-apa?"
Ia tersenyum. "Bukankah aku hanya akan mengatakannya sekali saja. Kau sudah mendengarnya bukan? Sekarang aku bisa pergi dengan tenang. Jaga dirimu, kuharap suatu hari kita bisa bertemu lagi. Terima kasih karena sudah memberiku banyak kenangan indah saat bersamamu".
Ia kembali tersenyum menatapku yang masih shock dengan perkataannya. "Baiklah, aku pergi sekarang. Selamat tinggal Yesung-ah". Sedetik kemudian ia berlalu dari hadapanku. Aku kembali tersadar saat ia sudah pergi menjauh. 'Apa aku bermimpi? Seorang Choi Siwon mencintaiku?'batinku.
.
Flashback : Off
.
Itulah hal terakhir yang ia katakan. Dan hari ini, aku kembali bertemu dengannya. Aku memegang jantungku yang sekarang tengah berdegup kencang.
"Ah..tidak mungkin kan kalau aku jatuh cinta lagi.." gumamku pelan sambil tersenyum sendiri.
Eojjeol suga eobseoyo amugeotdo mothago
I deodin shiganeul shikyeobojyo
Ponselku berbunyi, aku meraih ponselku dimeja dan melihat kelayar. Spontan aku terkejut dan jantungku kembali melompat-lompat saat melihat nama Choi Siwon di layar ponselku.
"Yoboseoo.." Jawabku gugup
"Yesung Ssi kau sudah tidur?" Tanya Siwon diseberang sana.
"Oh belum, mmm kurasa kau tak perlu memanggilku seformal ini Siwon..Sejak kapan seorang Choi Siwon berubah menjadi sesopan ini? haha" candaku. Ia ikut tertawa.
"Aku hanya merasa sedikit canggung setelah lama tidak bertemu denganmu lagi Yesung Ssi ah, maksudku Yesung"jelasnya. Ia kembali tertawa. Kemudian kami terdiam, aku bingung mencari topik pembicaraan dengannya.
"Haloo, Yesung-ah? kau masih disana kan..?"
"Ne.. "
"Mmm, hari ini aku sungguh senang. Aku benar-benar tak menyangka bisa bertemu denganmu lagi Yesung-ah "
"Ne..aku juga tak menyangka ternyata kau masih bisa mengingatku.."ucapku
"Mana mungkin aku melupakanmu, aku bukan kau yang selalu payah dalam hal mengingat wajah seseorang" godanya.
"Hei..kau tak berubah masih suka menggodaku.."
"Haha..karena aku suka melihat wajahmu yang kesal itu, Yesung-ah.."
Aku merasa mukaku memanas. Mungkin wajahku sudah merah karena malu sekarang. Ah, beruntung dia tidak disini.
"Yesung-ah, apa kau punya waktu weekend ini? Bisakah kita bertemu lagi?"
"Hmm, baiklah sabtu ini kita bertemu. Kau yang tentukan tempatnya"
"Baiklah,nanti aku akan mengabarimu lagi dimana kita bertemu. Kalau begitu selamat tidur Yesung-ah. Mimpi indah.."
"Ne..Selamat tidur Siwon-ah" Ucapku sambil memutus sambungan telpon kami. Aku tersenyum sendiri. Aiish, Kim Jongwoon apa yang terjadi denganmu, huh?
.
.
Aku masuk kesebuah café dimana Siwon mengajakku bertemu dengannya. Aku mengedarkan pandangan kesekeliling mencarinya.
"Yesung-ah..disini" Panggil Siwon padaku. Aku tersenyum dan berjalan kearahnya.
"Sudah lama menungguku?"
"Tidak, aku juga baru datang". Ia terus tersenyum menatapku.
"A-ada apa? ada yang salah denganku? Kenapa terus menatapku seperti itu?"
"Tidak apa-apa, kau benar-benar sangat manis Yesung-ah"
Blush!
Aku hanya menunduk malu.
Setelah selesai makan dan mengobrol, kami menghabiskan hari itu dengan jalan-jalan, bermain dan menonton bioskop. Kami berpisah saat malam menjelang. Aku pulang dengan wajah penuh dengan senyuman. Sungguh, aku sangat senang hari ini. Sudah lama sekali rasanya aku tak merasa sesenang ini. Aku terus bersenandung riang sepanjang perjalanan pulang.
.
Sudah sebulan aku dekat dengan Siwon. Setiap weekend tiba kami selalu menyempatkan diri untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama. Ini benar-benar membuatku sedikit melupakan beban pekerjaanku yang akhir-akhir ini cukup membuatku stress. Sudah seminggu ini aku dan Wookie selalu bekerja lembur sampai larut. Belum lagi pagi-pagi kami sudah harus menyiapkan materi rapat untuk proyek terbaru kami di Pulau Jeju. Tapi hari ini aku sedikit bisa bernafas karena bisa sejenak melupakan pekerjaan yang hampir membunuhku itu. Aku tengah menikmati kebebasanku hari ini dan menikmatinya bersama Siwon. Ia selalu bisa membuatku merasa nyaman saat berada didekatnya sama seperti yang kurasakan saat kami masih duduk dibangku sekolah dulu.
.
1st Person POV END
…
.
.
SKIP TIME
No One POV
.
"Woonie-ah, bisakah kau mengantar bukuku yang kuletakkan diatas meja belajarku dikamar ke RS sekarang..?" suara Kibum terdengar diseberang ponsel Yesung.
"Aku baru sampai rumah Bummie, kenapa kau tidak pulang saja?" jawab Yesung
"Maaf merepotanmu Woonie, tapi aku tak bisa pulang sekarang dan aku sangat membutuhan buku itu" mohonnya.
Yesung menghela nafas. "Ne...Baiklah, tapi aku akan mengantarnya kesana setelah aku mandi ya.."
"Ok baiklah, terima kasih Woonie-ah~~~". Ucap Kibum sebelum akhirnya ia memutuskan sambungan telpon mereka.
.
Yesung masuk kedalam RS dan langsung naik ke lantai 5 dimana Kibum menjadi Ko-ass disini. Ia mengutak-atik ponselnya sambil menunggu Kibum menemuinya. Tak lama kemudian terlihat Kibum berjalan kearahnya dan tersenyum lebar. Yesung hanya mendengus.
"Ini bukunya, merepotkan saja" ucap Yesung
"Woonie-ah~~ aku mencintaimu! Gomawo~~ " ucapnya sambil memeluk erat Yesung.
"Aiish,kau bersikap manis kalau ada maunya saja". Ia hanya terkekeh.
"Ya sudah sana pulang, aku sibuk tak bisa lama-lama menemanimu disini. Atau kau mau berkeliling dulu disini sambil mencari pacar seorang dokter mungkin? Haha"
Plaak!
"Ya! tidak sopan. Ya sudah aku pulang dulu.."
"Hehe..hati-hati~ Gomawo Woonie-ah~~~" Ucap Kibum sambil berjalan menjauhi Yesung.
Yesung pun berjalan menuju lift. Dan menunggu pintu lift terbuka. Sambil menunggu ia mengedarkan pandangannya kelorong RS yang tampak sepi. Hanya ada seorang dokter yang sepertinya tengah mendiskusikan sesuatu bersama seorang perawat yang berdiri tak jauh dari tempatnya sekarang. Yesung menatap sang dokter, postur tubuhnya tinggi dengan rambut ikal cokelatnya serta kacamata yang menghiasi kedua matanya 'Hmm, Dokter yang tampan' batinnya.
"Aish, kenapa liftnya lama sekali?"gumamnya. Ia kembali menoleh dan kembali menatap sang Dokter yang masih berbicara dengan perawat itu. Tanpa Yesung sadari kini Dokter itu menatapnya juga. Mereka saling bertatapan. Yesung mengerutkan keningnya, wajah itu mengapa sangat familiar? Tanpa kacamata dokter itu seperti orang yang pernah ia kenal. Yesung terus menatapnya dan tanpa sadar ia bergumam pelan "hyung? Ky-"
"Dr. Kui Xian!" panggil seorang perawat lainnya. Sang dokter pun akhirnya mengalihkan pandangannya dari Yesung.
Yesung kembali mengerutkan keningnya. "Kui Xian?" gumamnya lagi. Ia menggelengkan kepalanya kemudian menghela nafas panjang. 'Ada yang tidak beres denganku, itu bukan dia. Kau bodoh Kim Jongwoon apa yang kau pikirkan huh?' batin Yesung.
Eojjeol suga eobseoyo amugeotdo mothago
I deodin shiganeul shikyeobojyo
Yesung merogoh ponselnya dan Dokter yang dipanggil Kui Xian itu terlihat terkejut dan kembali menoleh saat ia mendengar dering ponsel Yesung.
Ting!
Pintu Lift terbuka dan Yesung pun langsung masuk kedalam lift sambil mengangkat telponya.
"Ne, Siwon-ah.."
Sang dokter pun dengan cepat berlari kearah lift namun naas pintu lift sudah tertutup rapat.
"La-lagu itu? Kau kah itu Jongwoon?" gumamnya.
Kraak!
Ia menunduk dan mendapati sebuah gantungan kunci kura-kura yang tak sengaja ia injak. Dengan cepat ia mengambil gantungan itu dan menggenggamnya erat. Dan dengan cepat pula ia berlari kearah tangga darurat.
'Shit!'
.
No One POV END
...
.
.
TBC
.
.
Haha *ketawa stress* makin ga jelas kayanya nih.. Bingung ga sih? Aku yang nulis bingung loh #plaak. Kalau ada yang membingungkan tanyain aja ya.. aku ga akan gigit kok.. :DD. Mind To Review? ^^
.
.
.
BIG THANKS TO :
LalaClouds, yoon HyunWoon, Magieapril, Daevict024, sjflywin, maycloudself13, zakurafrezee, cloudyeye
.
AND
.
Holisohutinyahoo co id, thiefhanie fha, ecung3424ecung, MyKyubee, kyusungshipper, krystal, Yefit clouds, Guest : Thank you banget udh review dan supportnya.. Ini udh dilanjut..^^
Nakazawa Ryu : Wah, jangan bawa2 golok disini yaa..serem..:D Iya yang manggil Woonie ke Yesung cuma Keluarganya aja.. Maaf kalo ngebingungin.. Thank you udh review.. ^^
Nenen, cloud3024 : Iya banyak typo ya..-_-' maafkan~~ ^^. Yang jadi sahabatnya Yesung itu Wookie bukan Sungmin.. :) salah ketik..hehe. Thank you udh review dan supportnya..^^
yesungismine, aKYU CLOUD : Siwonnya baru muncul noh..Wonsungnya udh ada dikit kan?hehe..Nah klo Kyusungnya belum muncul ditunggu aja dulu yaa.. xD. Thank you udh review dan supportnya..^^
