Gomenasai, ada satu lagi penambahan karakter. Nanti ada kata Nii-nii, yg artinya kakak cowok. Bukan kakak benerannya Shi, tapi sahabat dekat. Kapan-kapan dijelasin deh 'digaplok'. Sekali lagi maaf.

-080208080208080208-

Jam 12 di malam yang sama

Hitsugaya merenung di atap bangunan divisi 10. Di dalam kepalanya, bayangan Hinamori dan Karin seperti berputar-putar.

Flashback

"Aww! Kapten putih! Apa kabar!"

"Kalau saja.. kalau… kalau aku bisa kembali ke masa lalu.. Aku akan merubah semuanya. Aku akan memanggilnya Hitsugaya-taichou, aku akan memperlakukannya benar-benar seperti atasanku. Aku suka hubunganku saat ini dengannya, tapi kalau seperti ini jadinya… Aku.. aku.. tidak tahu lagi.. harus berbuat apa."

Hitsugaya menepuk dahinya. "Tch, kenapa jadi seperti ini?!"

"Kau mendengarnya kan?"

Hitsugaya menoleh ke samping. Shi sudah berdiri di ujung atap yg lain.

"Kau mendengarnya kan? Tangisan Momo-chan?" tutur Shi sambil berjalan pelan menuju Hitsugaya.

Hitsugaya hanya diam seribu bahasa. Sampai Shi duduk di sampingnya pun ia masih dia. Lalu, bibirnya terbuka, "Tahu dari mana kau?"

Shi tersenyum, "Nii-nii."

"Tch, anak itu." Hitsugaya merenggut. "Anak itu, bisa mendeteksi reiatsu meskipun sudah ditutupi."

"Lalu, bagaimana menurutmu, Taichou?"

Hitsugaya menoleh pada Shi. "Maksudmu?"

"Ya, kau memilih siapa? Karin-san, atau Momo-chan?" Tanya Shi.

Tch.. Memilih? Kenapa harus? Aku.. Aku suka keduanya, aku tidak berpikir untuk sungguh-sungguh mencintai salah satunya, batin Hitsugaya.

"Kenapa? Itu bukan urusanmu." Jawab Hitsugaya ketus.

Shi hanya menyahut, "Aku ingin tahu, kau bisa jujur atau tidak dengan dirimu sendiri. Kalau kau memilih Karin-san pun silahkan. Stop berhenti membuat orang lain menangis. Kau juga sebenarnya terganggu kan dengan hal-hal seperti ini dan ingin cepat menyelesaikannya."

Aku.. Aku tidak bisa.

"Cukup! Tidak usah urusi aku! Kau bawahanku! Aku KAPTEN!" Hitsugaya pun meledak amarahnya.

Shi terkejut. Ia tidak menyangka Hitsugaya akan mengucapkan kata-kata itu. Kata-kata yang seolah menunjukkan ia bisa melakukan semuanya sendiri.

"Taichou, kupikir kau sudah tahu, kalau aku tidak suka dengan kata jabatan, atau kau memang belum tahu?" aura gelap Shi muncul, membungkam mulut Hitsugaya.

"Meskipun kau kapten, kau sama denganku. Shinigami. Meskipun kau kapten, kau tidak bisa menyelesaikan masalahmu sendiri." Ujar Shi bertubi-tubi.

Hitsugaya hanya bisa diam. Hatinya tidak bisa membantah kata-kata itu. Kapten putih itu pun menolehkan kepalanya ke belakang namun Shi sudah tidak ada. Hanya angin yang berhembus.

"Mengurus masalah ini, memang aku tidak bisa sama sekali." Gumamnya pelan.

Di kamar Shi, lampu sudah dimatikan. Gelap. Tak ada siapapun selain dirinya.

"Meskipun kau kapten, kau tidak bisa hidup sendiri." Bisik Shi pelan sambil menutup mata.

-0802080208080208080208-