Summary :
Chapter 3. Minato Namikaze adalah pria tersempurna di Shizuo University. Dia bertemu dengan senpai-nya yang amat cantik memikat hati dan menembaknya, tapi ditolak. Sejak itu, ia suka main perempuan. Apa yang ia lakukan ketika bertemu Kushina Uzumaki?

Pairing :
Minato N. x Kushina U. (sejauh ini belum ada hubungan romance, tapi Kushina udah ada)
Slight Minato N. x OC (semi-incest)

Genre :
Romance & Friendship, slight Family & Drama

Disclaimer :
Naruto © Masashi Kishimoto
Kazuki Namikaze (OC) © Kazuki Namikaze (me)
Katami Uchiha (OC) © Kazuki Namikaze (me)
Nakayoshi Namikaze (OC) © Kazuki Namikaze (me)

A/N :
Chapter 3 update! Dapat.. Hm.. 4 review dan 2 concrit. Yaah, walaupun concrit-nya sedikit 'sadis', toh tetep bener juga. Walau Kazu sempet down gara-gara concrit sadis nan pedes itu. Hehe.. Balesannya di bawah ya! Untuk Kim D. Meiko-nee, arigatou atas waktunya memberi concrit pada fic gaje ini! Warning dulu aja ya. SUPER OOC! Enjoy!

Playing Love Just For You

Pemuda berambut jabrik itu berjalan dengan tatapan yang datar dan dingin. Ia tidak mempedulikan para gadis yang melihat padanya dengan mata berbinar-binar. Ia memang tidak mempedulikan perempuan semenjak ia patah hati. Ck ck ck. Ia pemula di percintaan dan langsung mengalami patah hati. Malang nasibnya, eh?

Di sampingnya, ada seorang gadis berambut soft pink yang manis. Ia memiliki mata yang sama dengan pemuda di sebelahnya. Safir. Aa, merekea berdua memang terlihat cocok. Sang gadis begitu cantik dan manis, sementara sang pemuda begitu tampan dan gagah. Hanya saja mereka tidak bersama dalam cinta kan? Bisa saja nanti mereka putus.

"Yuna-chan!"

Gadis pink bernama Yuna Hirumi itu langsung tersenyum senang melihat siapa yang memanggilnya. "Yukina-senpai! Ada apa?"

Yang memanggilnya adalah seorang gadis berambut merah darah dengan mata violet yang meneduhkan. Ya, namanya Yukina Mizuno. Tapi kalian pasti tahu nama aslinya bukan? Kushina Uzumaki.

Pemuda di sebelah Yuna, Minato Namikaze, memandang Kushina datar. Sementara Kushina menatap tajam mata Minato. Dan, ehm, apakah aku salah lihat? Sepertinya ada rasa benci di dalam tatapan tajam Kushina?

"Aku hanya ingin mengingatkan saja. Nanti jam istirahat di tempat biasa, ada yang mau bertemu denganmu. Hei, ini pacarmu? Kukira kau bersama Rei." Kushina berakting tidak tahu-menahu soal Minato.

Yuna tertawa kecil. "Ya. Aku ingat kok. Dan ini Minato Namikaze, ya, dia pacarku. Rei-kun hanya sahabatku saja, Yukina-senpai. Bukannya Minato-senpai itu terkenal ya? Masa senpai tidak kenal?"

"Tidak tuh." ujar Kushina acuh.

"Minato-senpai, kenalan tuh sama Yukina-senpai. Namanya Yukina Mizuno."

"Hn. Minato Namikaze."

"Yukina Mizuno."

Mereka berjabat tangan dengan kontak mata yang aneh. Tatapan datar Minato dan tatapan tajam Kushina.

Kushina melepas jabatan tangan mereka dan beralih ke Yuna. "Duluan ya, Yuna-chan. Namikaze, jaga Yuna atau akan terima akibatnya!"

Yuna tersenyum lalu mengangguk. Kushina langsung pergi dari pasangan baru itu, melewati samping Minato. Yuna dan Minato sempat medengar desisan Kushina, desisan yang penuh kebencian. "Kau sudah masuk perangkapku."

"Siapa Yukina Mizuno itu?"

Yuna langsung memandang Minato yang tiba-tiba bertanya. "Kenapa? Tertarik pada Yukina-senpai?" tanya Yuna menggoda. Yup, Yuna memang tidak memiliki perasaan apapun pada Minato. Maka dari itu ia tidak cemburu, malah ingin menggoda Minato yang mempertanyakan Kushi– Maksudnya Yukina.

"Tidak. Dia seperti membenciku, makanya aku penasaran."

Mendengar jawaban Minato, Yuna berpikir. 'Ini rahasiaku dengan Kushina-senpai. Tapi Minato-senpai mempertanyakannya. Gimana ya? Masa bohong sih? Atau tidak kujawab? Bisa-bisa aku diputuskan. Kalau aku diputuskan, rencanaku dan Kushina-senpai bisa hancur. Aaargh!'

"Hirumi-san?"

"Aa.. Yukina-senpai terkesan tertutup. Jadi aku tidak tahu pastinya. Dan, uh, panggil saja Yuna, senpai."

"Hn."

Minato menatap Yuna datar lalu berlalu meninggalkannya. "Huuh, dasar senpai dingin tidak berperasaan. Coba kalau kau tidak pernah bertemu Kushina-senpai, Kushina-senpai pasti bisa bahagia. Dasar Minato Namikaze-senpai no eraa!" gerutu Yuna pelan.

"Tadaima."

"Okaeri, Minato-kun. Cepatlah ke ruang keluarga, Tou-san dan Kaa-san mau bicara." ujar Seiya sambil tersenyum tipis. Keluarga Namikaze memang berubah semenjak kedatangan Kazuki Uchiha dua bulan lalu. Anehnya, Kazuto, Seiya, maupun Minato tidak pernah mengungkit soal Kazuki.

"Hn."

Minato menuju kamarnya di lantai dua lalu mandi dan memakai kaus lengan pendek berwarna biru serta celana panjang. Sejenak, Minato memandangi sebuah foto berpigura di atas mejanya. Foto dirinya sedang dirangkul Kazuki. Mereka berdua tersenyum ceria. Di samping foto itu, ada sebuah foto yang ia temukan minggu lalu di kamar kosong sebelahnya.

Foto seorang gadis kecil berumur 10 tahun yang berambut pirang dan bermata safir lembut. Gadis kecil itu memakai dress oranye muda polos berenda dengan lengan pendek menggembung yang panjangnya selutut dan sepatu pantofel hitam dengan kaus kaki putih. Rambutnya yang sedikit bergelombang digerai dengan menyisakan sedikit di tiap sisi tubuhnya. (Model rambut Hinata Hyuuga Shippuden) Dia tersenyum manis sambil memeluk boneka Teddy Bear cokelat. Sementara sekarang boneka itu entah kemana.

Minato tidak mengenali gadis itu. Tapi ia berasumsi kalau gadis di foto itu adalah kakaknya 1dua tahun yang lalu, melihat tanggal di foto itu. Dia juga berasumsi bahwa kamar kosong di sebelah kamarnya adalah kamar kakaknya. Kamar itu bernuansa oranye. Ia berpikir kalau kakaknya menyukai warna oranye. Dan ini semua yang mengganjal hatinya sehingga ia meletakkan foto itu di kamarnya.

Ciri itu semua menjurus pada Kazuki. Rambut pirang bergelombang, mata safir lembut, warna kesukaan oranye, ditambah boneka Teddy itu mirip dengan boneka Kazuki yang Minato lihat tiga bulan yang lalu. Sayangnya Minato tidak berada di Konoha 12 tahun lalu. Dia berada di negara Kaminari semenjak berumur 5 sampai 12 tahun. Yang bisa dia ingat sekarang, walau samar, adalah gadis kecil ini sering menemaninya bermain sampai umurnya 4 tahun.

"Mizuumi Subarashii. Apa benar itu nama kakakku? Sesuai yang tertulis di foto ini? Tapi.. Bukankah nama itu berarti Danau yang Indah? Masa kakakku diberi nama Danau yang Indah?" Hm, Minato tidak tahu kalau Mizuumi Subarashii adalah julukan untuk gadis itu. Gadis itu tenang layaknya danau dan wajahnya cantik, indah.

Merasa dirinya sudah terlalu lama memikirkan gadis kecil yang sepertinya kakaknya itu, Minato bergegas turun ke ruang keluarga. Ya, meski pribadinya sudah berubah menjadi pribadi yang dingin, ia tetap tidak bisa menjadi dingin saat sendirian.

Sesampainya di ruang keluarga, Minato melihat kedua orangtuanya tengah memperhatikan dua foto lusuh.

"Kaa-san, Tou-san, ada apa?"

Mendengar suara datar putranya, mereka berdua lekas mengalihkan pandangan mereka dari dua foto lusuh itu. Tak sengaja, salah satu foto yang paling lusuh diterbangkan angin dari jendela yang terbuka dan ditangkap Minato.

Entah kenapa, kini Kazuto dan Seiya menjadi panik melihat foto itu di tangan Minato. "Fo-foto ini.."

"Minato-kun, itu bukan foto siapa-siapa kok. Kemarikan." ujar Seiya berusaha lembut.

"Kenapa kalian terus membohongiku? Ini foto kakakku kan? Mizuumi Subarashii?" tanya Minato tajam. Foto di tangannya persis foto di kamarnya. Gadis kecil berambut pirang bergelombang dengan mata safir lembut yang memeluk Teddy Bear cokelat dengan dress oranye.

"Dari mana kau tahu julukannya?" tanya Kazuto heran.

"Aku punya foto yang sama, dengan tulisan Mizuumi Subarashii bawahnya. Jadi itu julukan. Dia kakakku kan? 12 tahun yang lalu? Aku tahu kalau kamar di sebelahku itu kamar kakakku dulu!"

"Bu-bukan kok, Minato-kun! Kau kan anak tunggal, mana mungkin punya kakak!"

"Jangan bohong, Kaa-san! Tak bisakah kalian jujur! Bahkan kalian belum memberitahuku soal Kazuki nee-san dua bulan lalu!"

"Minato-kun! Kau itu ANAK TUNGGAL! Kau tidak punya kakak maupun adik! Kau satu-satunya anak di keluarga Nami-"

"Ya, gadis di foto itu kakakmu. Kau memang memiliki kakak, Minato."

Seiya dan Minato menatap Kazuto kaget. "Kazuto-kun! Kenapa kau beritahu?"

"Jadi benar, kalau aku punya kakak?"

Kazuto menatap istri dan putranya bergantian. "Minato, Seiya, duduklah. Sebelumnya kita harus bicarakan masalah yang tadi mau kusampaikan."

Minato dan Seiya langsung duduk. Wajah Seiya pucat, takut kalau rahasia yang mereka sembunyikan akan terbongkar. Sementara mata Minato berkilat penasaran soal sang kakak yang dijuluki Mizuumi Subarashii itu.

"Minato, sebelumnya, Tou-san harus memberitahumu soal kejadian dua bulan lalu.. Dengan senpai-mu yang bernama Kazuki Uchiha."

Idola Shizuo University itu mengangguk tenang. Kazuto menatap Seiya, memberi isyarat 'Jujur saja dan katakan yang sebenarnya pada Minato'.

"Kazuki Uchiha, umur 22 tahun, mahasiswi semester 8 di Shizuo University. Mengaku sebagai saudara Fugaku Uchiha dan Katami Uchiha. Benar?" tanya Seiya sembari menekankan nama Katami Uchiha.

"Hampir. Kazuki nee-san mengaku kalau dia bukan Uchiha asli dan tunangan dari Katami Uchiha."

"Sudah sampai sana ya.. Untuk sementara, kami minta kau berusaha membawanya ke sini untuk berbicara dengan kami, kau juga ikut dalam pembicaraan. Tentang kakakmu, kami belum bisa memberitahu nama aslinya. Tapi kami akan menceritakan tentangnya, mungkin kami bisa memberitahu namanya padamu." ujar Kazuto.

"Kakakmu, biasa dijuluki Mizuumi Subarashii karena sikapnya yang selalu tenang bagai danau dan kecantikannya. Sering juga disebut sebagai Asa no Suzushii yang berarti Pagi Yang Sejuk. Dia itu bagaikan pagi, yang berarti selalu bagaikan baru (pagi : memulai hari baru). Dia juga selalu dapat menghilangkan amarah, menyejukkan.

Dia memang seorang putri yang patut dibanggakan. Dia juga jenius sepertimu, Minato-kun. Dia juga mirip denganmu. Dia selalu patuh pada orang tua. Mungkin kamu lupa karena saat itu kamu masih 4 tahun, tapi dia sangat dekat denganmu. Tapi, ia melakukan suatu hal fatal di umurnya yang ke-12.

Dulu, Namikaze dan Uchiha adalah musuh bebuyutan. Terus bersaing. Konon, pendiri kedua klan ini mencintai satu gadis yang sama, gadis dari klan Uzumaki. Akhirnya, gadis itu memilih Namikaze. Uchiha tidak terima dan akhirnya memulai perang dengan Namikaze. Dulu, Uchiha juga pernah mencintai gadis Uzumaki lainnya yang akhirnya memilih Senju. Uchiha-pun berperang dengan Senju dan Namikaze. Tapi Senju dan Namikaze tidak saling membantu."

Seiya mengambil nafas sebentar. Minato menatap Seiya dengan perasaan aneh. Kaget, heran, bingung, semua jadi satu. Ia tidak tahu kalau dulu keluarganya dan keluarga sahabatnya Fugaku pernah bermusuhan. Seiya melanjutkan ceritanya.

"Sahabat dari kakakmu adalah seorang Uchiha. Entah kenapa mereka bisa bersahabat dengan begitu akrab, padahal keluarganya saling bermusuhan. Tak lama kemudian, sesuai dugaan, mereka saling jatuh cinta dan berpacaran. Kami tidak mengetahui hal ini sampai umurnya 12 tahun.

Ketika kami mengetahuinya, kami langsung memarahi kakakmu habis-habisan. Saat itu kau masih di negara Kaminari. Kakakmu tidak terima, ia bilang untuk apa Namikaze dan Uchiha saling bermusuhan, padahal hanya karena masalah dari pendiri klan. Ia bilang ia sangat mencintai Uchiha itu, dan cintanya dibalas. Kami mengatakan dia masih 12 tahun, tidak mengerti apa-apa tentang cinta. Kami melarangnya bertemu lagi dengan Uchiha itu. Untuk kali ini, dia tidak menurut.

Ia memberontak. Kami mengurungnya di kamarnya, tapi ia berhasil mendobrak pintu keluar, lalu balik membentak kami. Kaa-san.. Kaa-san sempat menamparnya. Tanpa sadar, kami berdua malah mengusirnya.. Kami berdua malah mengatakan, 'Kalau kau lebih memilih Uchiha itu, tinggalkan rumah ini selamanya dan jangan anggap kami orang tuamu lagi.' Ia sempat tidak percaya dengan perkataan kami, tapi semenit kemudian ia tersenyum sinis dan akhirnya berkata, 'Baiklah!' dan pergi tanpa membawa apapun."

Melihat Seiya yang menunduk sedih, Kazuto melanjutkan ceritanya.

"Sampai akhir, walau sempat berlaku kasar, ia tetap tahu diri. Dia tidak membawa barang yang kam belikan. Dia hanya membawa pakaian yang dia pakai dan boneka Teddy Bear cokelat kesayangannya pemberian Uchiha itu. Kami sangat menyesal sudah mengusirnya. Sangat menyesal. Kami berpikir ia pergi bersama Uchiha itu dan akhirnya kawin lari kalau umur mereka sudah 16 tahun. Tapi dia tetap menjadi anak baik yang tetap tidak menikah, hanya bertunangan.

Delapan tahun lalu, Namikaze dan Uchiha menjalin hubungan damai. Ya, dua tahun setelah kepergiannya. Damai itupun karena kekasih kakakmu dan kakakmu sendiri. Mereka menyatakan pada pemimpin klan kalau tidak seharusnya bermusuhan karena masalah pendiri. Meski begitu, dia tetap tidak mau kembali. Selama setahun, rumah ini sepi karena tidak ada satupun anak kami. Kemudian kau kembali ke sini, hanya saja semua terasa berbeda tanpa kakakmu.

Ne, Minato.. Bisakah kau menebak siapa kakakmu dari cerita kami?"

Minato menghela nafas berat. Tidak ada satupun nama yang terlintas di kepalanya. Semua itu berbeda dengan semua orang yang ia kenal. Dan ia melupakan seseorang yang persis cerita itu.

"Minato-kun, ada lagi yang ingin Kaa-san tambahkan. Sebenarnya kekasih kakakmu adalah Uchiha yang sangat baik. Kami pernah bertemu dengannya empat tahun setelah kepergian kakakmu. Kami bertanya padanya dimana kakakmu, dan dia hanya menjawab.."

Flashback : On

Kazuto dan Seiya sedang berjalan-jalan sore untuk melupakan masalah mereka sejenak, terutama tentang putri sekaligus anak sulung mereka. Sudah empat tahun mereka tidak bertemu dengan putri mereka. Putri mereka pastilah sudah menjelma menjadi seorang gadis berumur 16 tahun yang jelita.

Di tengah jalan mereka, mereka bertemu dengan seseorang yang sangat mereka kenal. Pemuda berumur 17 tahun yang berambut hitam jabrik dan bermata onyx dengan kulit putih dan wajah yang tampan.

Seiya segera menghampiri pemuda itu lalu menepuk bahunya. (Pemuda itu tidak menghadap Seiya)

Sontak, pemuda itu menoleh dan terkejut dengan yang dilihatnya. "Anda.. Seiya ba-san?"

Pemuda itu adalah kekasih dari putri mereka. Jelas saja pemuda itu masih mengingat nama dan wajah dari 'calon mertua' nya. Kazuto menghampiri Seiya dan pemuda itu yang masih saling menatap.

"Katami Uchiha. Beritahu ba-san dimana Mizuumi Subarashii."

Pemuda itu –Katami Uchiha– tersenyum tipis. "Hm.. Jadi ba-san ingin tahu dimana hime?"

"Kami mohon beritahu kami, Katami-san. Sudah empat tahun kami tidak bertemu dengan putri kesayangan kami. Kami merindukannya." ujar Kazuto.

"Kalau kalian memang menyayangi hime, kenapa kalian mengusirnya empat tahun lalu? Hime selalu menangis tiap malam karena mengingat bagaimana ia diusir! Hime selalu menderita karena kalian!"

Seiya dan Kazuto menghela nafas. "Kami tahu. Itu salah kami. Kami sangat menyesal. Kami mohon, beritahu kami agar kami bisa meminta maaf."

Katami memandang keduanya. Kemudian ia tersenyum lagi, kali ini senyum yang tulus. "Aku tidak bisa memberitahu kalian karena hime melarangku. Tapi percayalah, ia aman bersamaku. Aku mencintainya dengan tulus, ji-san, ba-san. Kumohon restui kami. Kami saling mencintai."

Mereka berdua saling memandang, lalu ikut tersenyum. "Apabila benar, kami serahkan putri kami padamu. Kami merestui jika kalian memang tulus saling mencintai. Demi kebahagiaannya dan menebus kesalahan kami. Sampaikan salam dan maaf kami padanya ya? Bisakah kami bertemu walau masih lama?"

"Ji-san, arigatou. Aku akan menjaganya. Mungkin kalian masih bisa bertemu dengannya. Aku akan menikahinya setelah ia lulus kuliah. Dan aku dapat menjamin, kalian akan bertemu jauh sebelum kami menyelenggarakan pernikahan kami. Sekarang ia masih kelas XI. Untuk mengobati rasa rindu kalian, ini."

Katami menyerahkan sebuah buku kecil, ukurannya seperti selembar foto. "Ini album kecil yang selalu kubawa. Untuk kalian. Album ini isinya semua foto hime dari pertama kami bertemu sampai kemarin."

"Gomenasai, aku harus segera pulang. Hime akan mencariku. Hanya aku orang yang dekat dengannya di distrik Uchiha, tentu saja dengan sahabat putra kalian juga, Fugaku Uchiha. Sampai jumpa, ji-san, ba-san."

"Kupercayakan putriku padamu. Jaga dia."

"Tanpa dimintapun, aku akan selalu menjaga Kazuki Namikaze-hime."

Flashback : Off

"APA? KAZUKI NEE-SAN ITU KAKAKKU?"

Kazuto mengangguk pelan, sementara Seiya tertunduk. Minato benar-benar tidak habis pikir. Kenapa ia tidak sadar kalau dia sangat mirip dengan Kazuki? Malah dia jatuh cinta pada kakak kandung-nya sendiri!

Tanpa pikir panjang, Minato menyambar hoodie putih-nya dan langsung pergi dari ruang keluarga. Ia menaiki mobil Lamborgini Murcielago-nya dan tancap gas menuju ke suatu tempat.

Distrik Uchiha.

TBC

'Chapter 3 : My Sister' selesai~ Karena di chapter 2 udah ketahuan kalau Kazuki Uchiha itu kakaknya Minato, jadi rencanaku diubah jadi chapter 3 Minato tahu kebenaran soal Kazuki! Bales review dulu ya! Minato-chan, Kushina-chan, Kazuki!

Minato : Kok kami lagi?

Author : Kan tambah Kushina-chan. Udah, cepetan! Kazuki dan Kushina-chan aja ga protes!

Kazuki : Yup! Mana review-nya? Ada concrit dari senpai favoritmu kan?

Author : Yosh! Ini dia! #nyodorinfileisireview

Kushina : Okeee! Kita mulai yang pertama, senpai favorit author! Stella D. Lantern (2x)!

Minato : Poin pertama, aku yang jawab ya. Emang tuh si author sialan, seenaknya aja. Sebenernya aku juga ga mau lho.

Author : #jitakMinato Ok, Meiko-nee. Gomen udah ngecewain.

Kushina : Poin kedua, aku yang jawab. Itu.. Masih rahasia sih. Tapi aku bukan mau ngedeketin Minato lho! Ada yang mau kupastikan! Dan juga, disini aku sangat membenci MINATO NAMIKAZE. Peace! #bikintandavpakejari

MinaKushi : *sweatdrop baca poin ketiga*

Kushina : Aku ga pernah kecelakaan dan dianggap tewas. Soal aku nyamar, masih rahasia.

Minato : Disini aku belum kenal Kushina-chan.

Kazuki : Poin keempat, aku yang jawab. Yup, aku memang sedarah dengan Minato. Memang itu kenyataan sih, kalo kurang setuju, ask author deh.

Author : Meiko -nee, ku kasih tahu satu rahasia. Aku ga punya teman di sekolah. Semua temanku hanya menjadikanku pelampiasan kalau ada teman baiknya yang tidak masuk. Termasuk Ai Fujisaki, Haneku Aiki, Hyuuga Kimichi, maupun Ace von Wolf. Mereka masuk FFn, search aja. Aku selalu merasa sedih, dan jujur saja, aku sering nangis sendirian di kamar. Ini bukan bohong. Karena udah dari SD diperlakukan begitu, yah, anggap saja pemikiranku malah menjadi lebih dewasa. Hanya dengan membuat fanfic dan membaca fanfic aku bisa lega. MinaKushi dan FanFiction udah seperti bagian hidupku sendiri. Walau umurku masih 12 tahun, tapi entah kenapa aku justru lebih bisa membuat cerita semacam ini daripada Friendship. Gomen kalau memang ceritanya hancur, tapi hanya dengan membuat fic Romance MinaKushi atau SasuSaku aku bisa tenang. Gomen malah jadi curhat.

Kazuki : Hh.. Author memang kasihan ya. Soal garis perpindahan waktu, sebenernya udah dibikin sama author. Tapi selalu hilang setelah di-update. Makanya sekarang jadi pakai titik. (•)

Minato : Soal ke-OOC-an itu, kuwakili author meminta maaf. Author bisa membuat karakter IC, di fanfic yang belum di-publish, tapi fic ini memang sudah direncanakan OOC.

Kushina : Soal lemon di PAPKHS, udah dibales di fic Matsuri kan? Itu juga buatan author Mizuno Yukina-chan, kakak sepupu author yang udah 24 tahun dan udah menikah, udah hamil malah. Penname dia malah jadi nama samaranku ya. Hehe..

Author : Aku ga akan pernah benci sama Kim D. Meiko, Barbara123, maupun Miku Hanato. Meiko-nee dan Barbara-nee itu senpai favoritku, sementara Mi-chan itu sahabatku. Sama juga untuk Ai-nyan a.k.a Ai Fujisaki, Ai-chan a.k.a haneku aiki, maupun Ichi-nyan a.k.a Hyuuga Kimichi.

Kazuki : Selanjutnya, Saki Mayuki dan Hany-chan DHA E3!

Kushina : Arigatou, ini udah update.

Minato : Can Rez'Alv. Jangan kasihani aku ah. Lagian siapa juga yang mau sama Kazuki-nee? Hii.. #merinding

Kazuki : #ninjuMinato

Kushina : Penasaran? Tunggu aja chapter-chapter selanjutnya! Terakhir, Melody Valentine.

Minato : Anu.. Implisit itu kan secara tidak jelas? Maksudnya eksplisit kali?

Kushina : Me again? Yah, aku selalu ada urusan dengan Minato. Masa sih kurang misterius? Kan aku ga jelas siapanya Minato dan apa tujuanku minta Yuna ngedeketin Minato. Khu khu khu..

Kazuki : Yang pasti ini bakalan happy end MinaKushi dan KataKazu. Yuna Hirumi itu bakalan sama Rei Haruno, orang tua Sakura Haruno.

Author : Udah kan? Tinggalin review kalian lagi ya! Khususnya bagi readers yang cuma numpang baca dan Kaisar Rikudo, kitsune murasaki is a little monster, sahabatku Sapphire Namikaze, juga Einzbern 'clef' Azure yang ga review lagi. Kasih lagi dong. #ngarep *dihajar* Tunggu ya, fic Anata wa watashi no kaasan de wa nai! dan Found His Last Family lagi dalam proses. :)

All : REVIEW PLEASE!