CHAPTER 3
Chanyeol.. Saranghae..
Chanyeol.. Its hurt..
.
.
Setelah mereka sampai di Jeju, Chanyeol segera membukakan kamar untuk Baekhyun. Baekhyunpun berterimakasih dan memasuki ruangan itu.
"Baek.." Baekhyun mengangkat wajahnya dan menatap Chanyeol.
Well, biar ku beri penjelasan.. Aku memang lupa ingatan dan sebetulnya saat aku bertemu dengannya kemarin, aku merasakan sesuatu yang berbeda. memang beberapa potongan flashback sedikit mengingatkanku akan dirinya.. dan well aku sekarang sedikit demi sedikit mencintainya.
"Baek?" Baekhyun terbuyar dan menatap Chanyeol tersenyum. Chanyeol menghela nafasnya pelan.
"Aku memesan kamar lagi untukku. jadi tidak perlu repot untuk mengo-" Baekhyun segera memotong percakapan Chanyeol dengan mencium bibirnya selembut mungkin. Chanyeol terkaget. Baekhyun berlahan melepaskan ciumannya.
"Sebelum pergi, eomma dan appa meminta kita untuk memberi mereka cucu" Baekhyun menarik nafasnya dan menahannya. lalumembuangnya sembari menggigit bibirnya tanda Ia mencoba menstbilkan deru detak jantungnya yang menggebu-gebu.
"Oh.. yasudah, kita turuti saja permintaan itu. lagi pula aku bosan memakai pengaman terus selagi bercinta." ucap Chanyeol mengunci pintu hotelnya itu dan mendorong Baekhyun sehingga Ia rebahan. Chanyeol langsung menyanbar bibir Plum merah milik Baekhyun dan melumatnya dengan ganas.
Baekhyun merasakan sesuatu yang janggal dalan permainannya kali ini. Chanyeol hanya bernafsu sajakah? batin Baekhyun. tetapi dengan cepat ia tepis perkataan itu jauh-jauh. dan Baekhyun mulai menikmati permainan Chanyeol.
"Ch..cha..ahh ahh ahh" Baekhyun menutup matanya. Ia kembali terjngat saat Ia dengan Chanyeol yang selalu bersama dan potongan demi potongan kembali teringat pada Baekhyun. Baekhyun ingat 100% atau mungkin lebih tentang Chanyeol.
"Urhmm!" Baekhyun mencapai klimaksnya di ronde yang kesekian ia lakukan dengan Chanyeol. Chanyeol hendak melakukannya lagi. tetapi Baekhyun memotongnya dengan peryataannya.
"Aku ingat.." Chanyeol menatap Baekhyun yang bergetar. Baekhyun menatap Chanyeol dan tersenhum sangat manis.
"Channie, Channie.. Channie nanti, kalau kita sudah menikah kita akan punya banyak anak? ya. kita akan punya banyak anak. sangat teramat banyak." Chanyeol terdiam melihat Baekhyun dengan tatapan teduhnya.
"Channie, cium aku.. Channie.. kau membawa bekal apa hari ini? aku membawa bento. wah, kita sama! berarti kita jodoh. jodoh itu apa? uhm. aku tidak tahu tapi, aku yakin bahwa kau jodohku." Baekhyun melontarkan kata-kata itu. dan membuat Chanyeol mematung.
"Kau.. mengingatnya?" Baekhyun mengangguk. Chanyeol hanya tersenyum sangat lembut dan mengecup bibir istrinya saat itu.
"Kau ingin aku di sini atau aku pindah? hm?" tanya Chanyeol. Baekhyun hanya menepuk-nepuk bantal di sebelahnya. Chanyeol sengan senang hati tidur di sebelahnya dan memeluk Baekhyun.
"maafkan aku sudah bersikap kasar padamu, Channie" Baekhyun memeluk Chanyeol sangat erat. Chanyeol terkekeh dan mengusap rambut Baekhyun pelan.
"Tak apa.. sekarang tidurlah, aku mencintaimu" Chanyeol menepuk-nepuk pundak Baekhyun pelan.
"Aku juga mencintaimu.. sangat mencintaimu.. Park Chanyeol.."
sinar mentari pagi menusuk mata Baekhyun. dengan perlahan, Baekhyun menggeliat di pelukan Chanyeol. Baekhyun tersenyum dan menunggu Chanyeol hingga terbangun.
"Selamat pagi Channie" Baekhyun tersenyum manis. membuat Chanyeol menjadi salah tingkah.
"selamat pagi Baekkie.. kau sudah bangun dari tadi hm?" Tanya Chanyeol sembari mengecup bibir istrinya itu.
"Tepatnya, setengah jam yang lalu" Chanyeol menggelengkan kepalanya.
"Kenapa kau tidak membangunkanku untuk breakfast sayang?" tanya Chanyeol sembari memeluk Baekhyun dengan erat. Baekhyun terkekeh.
"Aku tidak tega tau, kau tidur sangat nyenyak.." ucap Baekhyun sembari menggesek-gesekkan hidungnya di hidung Chanyeol.
Hari-hari mereka di jeju sungguh menyenangkan, Baekhyun dan Chanyeol berkeliling di taman bunga, melihat isi Teddy House sampai mereka berada di dekat danau yang terlihat tenang dan berada di alam pikiran mereka masing-masing.
"Chan.. kau lapar tidak?" tanya Baekhyun, Chanyeol terbuyar dan menolehkan pandangannya kearah Baekhyun.
"hmm lumayan, baekhyun?" Baekhyun memasang puppy eyes andalannya dan mengangguk-angguk pelan.
"kyeopta.." batin Chanyeol.
"Baiklah, kita ke hotel sekarang.. makan dan langsung menuju bandara untuk pulang ke seoul." Baekhyun segera mengangguki perkataan Chanyeol.
Baekhyun sudah merasakan perasaan yang tidak enak. tetapi Ia tetap menahannya dan berusaha menepis pikiran itu jauh jauh. sangat jauh.. dan sekarang Ia harus fokus untuk mencintai Chanyeol seorang.
ketika mereka pulang, Baekhyun tidak bisa istirahat. dia harus on air dan langsung menuju lokasi.
"Baek? kau.. terlihat pucat" ucap Lay menatap Baekhyun yang terlihat sangat pucat seusai Shooting.
"Tidak, aku hanya sedikit pusing dan mual. mukin aku telat makan.. atau aku masuk angin" Baekhyun mendudukkan dirinya di sofa dan memakan bento yang di berikan oleh staff untuknya.
"Huwk.." Baekhyun memekik, dia menutup mulutnya. dan berlari ke kamar mandi. Ia merasa perutnya seperti di aduk-aduk. makanan tadi seperti rasa aspal ketika masuk ke dalam kerongkongannya.
"Baekhyunnie?! kau tidak apa-apa?" tanya Luhan dan Sehun menghampiri Baekhyun yang terengah-engah.
"Kau hamil Baekkie?" Baekhyun yang sedari tadi tersenyum-senyum sendiri. Ia mengangguk pelan.
"Chukkae baekkie!" ucap Luhan sembari memeluk temannya itu erat.
"Kau akan mengatakannya pada Chanyeol?" tanya Suho sembari memberikan isotonik pada Lay.
"well, aku akan merahasiakannya terlebih dahulu. biar menjadi surbprise untuknya" ucap Baekhyun antusias.
"baiklah, chukkae uri Baekkiee!" kesepuluh temannya itu memeluk Baekhyun dengan erat.
hari sudah mulai larut, Baekhyun segera pamit pulang karna tidak enak dengan Chanyeol. dia segera pulang dan sesampainya di rumah, Ia tak menemukan Chanyeol. baekhyun hanya mendesah pelan dan segera menuju kamarnya diatas.
Baekhyun dan Chanyeol tak seranjang.
Baekhyun tak bisa tertidur, ia melihat jam. sudah menunjukkan pukul dua pagi. dan tiba-tiba, Baekhyun mendengar suara Chanyeol bersama perempuan masuk ke dalam rumah sembari terkekeh dan terdengar suara lenguhan dan desahan yang membuat Baekhyun kaget, dan Baekhyun hanya bisa menghela nafasnya.
Kandungan Baekhyun sudah menginjak 8 setengah bulan, dan Chanyeol masih tetap tak pernah berubah, dan terus mengacuhkan Baekhyun bahkan Ia mengasari Baekhyun.
"Yeoboseo? eomma?" senyuman Baekhyun mengembang. dan Patk mengajak Baekhyun untuk pergi bersama, karna mereka sudah tau tentang kandungan Baekhyun. maka mereka berencana untuk membelikan calon cucu mereka pakaian atau pernak pernik bayi.
"Baekhyunniee~ " Baekhyun datang bersama Luhan dan Kyungsoo dan segera memeluk kedua Eomma tersayangnya itu.
"kenalkan eomma, ini teman-temanku.. Xiao Luhan dan Do Kyungsoo" Kyungsoo dan Luhan segera memeluk dan Park.
"Dimana Chanyeol sayang?" tanya , Baekhyun terdiam dan kemudian tersenyum.
"Dia sedang bekerja umma, jadi dia bilang dia tidak bisa menemaniku hari ini.." pasrah, akhirnya mereka membawa Baekhyun ketempat perlengkapan bayi.
"Kau sudah USG sayang?" tanya , Baekhyun menggeleng.
"apa Chanyeol tidak mengantarmu?" Baekhyun berfikir keras dengan pertanyaan tersebut.
"Eommonie, Baekhyun tidak mau mengetahui jenis kelamin anaknya dulu. biar menjadi kejutan.." jelas Luhan. "yakan Baekkie?" Baekhyun hanya mengangguk mengiyakan.
"Lalu, kau mau pilih warna apa untuk anakmu nanti?" Baekhyun yang sedang melihat-lihat langsung mengambil keputusan.
"Kita ambil berbagai warna pastel" Baekhyun segera mendekat kearah Luhan dan membisikkan sesuatu.
"perasaanku tak enak, maka aku menelfon designer ruangan untuk menata ruanganku dan ruangan bayiku nanti di dorm kalian." bisik Baekhyun. Luhan segera mengangguk.
setelah mereka membeli banyak perkakas bayi, Baekhyun juga tidk lupa membeli cemilan untuk dirinya, karna tiba-tiba Baekhyun mengidam.
Baekhyun memang tidak pernah telat untuk membayar uang sewa rumahnya pada Chanyeol, walaupun dia dan Chanyeol adalah sepasang suami istri. dan selama kehamilannya, Baekhyun tidak pernah menampakkan diri pada Chanyeol, karna Chanyeol selalu saja bermain dengan wanita-wanita jalang. dan Baekhyun juga memakai baju yang kedodoran sehingga ia tak terlihat sedang hamil.
"Baekkie, kami ingin mengantarmu pulang dan kami ingin bertamu di rumahmu Baekkie." ucap Eomma Baekhyun.
"Tapi eomma-"
"Appa akan mengantarkan kita pulang sayang.. sudah jangan khawatir. kami juga ingin menemui Chanyeol" Baekhyun merasa sesuatu yang buruk akan terjadi padanya sebentar lagi. Baekhyun menghela nafanya dan karna tak tega Baekhyunpun menyetujuinya.
"Appa!" Baekhyun memeluk appanya erat. lalu mengusap perut Baekhyun yang membesar.
"Halo cucuku. apa kabar?" Baekhyun terkekeh. Ayahnya selalu membuatnya sedikit tenang. tetapi perasaan itu tetap menghantui Baekhyun.
Saatnya kami untuk pulang, di perjalanan kami hanya membicarakan tenang bayiku. dan well, kami memberinya nama. Park Jesper. karna kemungkinan dia adalah laki-laki.
sesampainya kami dirumah kedua Appaku aku dan kedua Eommaku segera mengantarku dan membantu mengangkat barang-barangku.
"dimana kamarmu sayang? disini bukan?" tanya di susul segera membuka tanpa seaba-aba Baekhyun dan merwka berdua menganga melihat Chanyeol sedang bercinta dengan wanita lain yang aku kenal itu Yejin.
"PARK..CHANYEOL!" segera menghampiri Chanyeol dan mencengkram kaus putihnya.
"Pergi kau wanita jalang! jangan pernah kau kembali!" Ucap segera menjambak rambut Yejin lalu menyeretnya keluar dan menamparnya ataupun memukulnya, Chanyol hanya tertunduk.
.
.
.
.
TO BE CONTINUED..
HUURAAYY CHAPTER SELANJUTNYA ADALAH ENDING
AND THANKS FOR THE REVIIEWW KALIAN DAEBAK MWAH
NIH YA AKU JAWAB
: hihi tunggu kelanjutannya ya, chapter terakhirnya mungkin agak sedikit menjengkelkan dan mebguras air mata /halah/
BabyBaekSoo : YEAH WKWKWK mutu kokk mutuu /angguk cepet/
ah.. aku sedikit bingung..soalnya tapi udah ku ubah jd screenplays sih.. semoga aja abis gini bisa laris /aminnn/?
Nah soal kecepetan dia sukanya itu udah aku jelasin di sini kok kenapa. dannn kkk tebakanmu benar sekali Chanyeol tetep nakal kaya duluuu TAT...tp tetep kok bakal happy ending
Hihi nanti ku kasih ff hunhan / kaisoo yang cethar yak :3
: Makasih banyak chinguuuu keep reading and always support meee hihihi thanks you
