I CHOOSE TO LOVE YOU
Cast: Kelas 1: Do Kyungsoo, Byun Baekhyun, Huang ZiTao, Oh Sehun, Kim Jongin
Kelas 2: Park Chanyeol, Kim Jongdae, Zhang Yixing
Kelas 3: Kim Minseok, Xi Luhan, Wu Yifan, Kim Joonmyeon
High School romance. Boys Love. Yaoi. EXO OTP. Banyak typo bertebaran dimana-mana. Cast bukan milik saya. Saya hanya menggunakan nama mereka sebagai imajinasi liar saya. Cerita murni dari otak saya. Jika ada kesamaan karakter, tokoh dan kejadian itu hanya kebetulan. Cerita yang udah mainstream. No Plagiat! Dont Bash! No Silent Readers! Hargai semua kerja keras saya. DLDR. RnR
.
.
Enjoy
.
.
Dont forget review
.
.
Happy Reading
.
.
.
CHAPTER 3: CONFESSION
Seorang yeoja tersenyum samar didalam ruangan kerjanya. Ia memandangi salah satu layar monitor diruangannya. Sebuah adegan yang sangat mengejutkan yang dilakukan oleh sepasang namja. Yeoja itu melanjutkan pekerjaannya yang tertunda karena tak sengaja melihat adegan yang tak mungkin dilewatkan dari sekian banyak adegan dilayar monitornya. Diruangan kerja yeoja itu memiliki banyak sekali monitor untuk untuk setiap cctv yang terpasang.
Bayangkan saja seberapa banyak monitor itu jika diseluruh sekolah yang ia dirikan memasang setiap sudutnya dan ruangan dengan cctv. Mungkin kalian akan pusing jika menyaksikan banyak gambar yang tertampilkan disetiap monitor. Tapi bagi yeoja itu merupakan hal yang biasa. Ia terbiasa dengan hal-hal yang seperti itu. Ini adalah obsesinya.
Yeoja itu tersenyum miring mengerjakan pekerjaannya. Sebentar lagi akan ada sebuah drama yang menyenangkan disekolahnya. Ia tak sabar menunggu kelanjutan cerita cinta para murid disekolahnya. Apalagi ada pemeran utama baru yang memasuki drama yang tak ia rencanakan. Ia menantikannya.
.
.
.
.
.
Kyungsoo tergesa-gesa turun. Hari ini dia benar-benar sial. Setelah kepergok membolos kelas dan tiba-tiba saja dimasukkan kedalam tim vokal, dia dengan mudahnya dicium oleh murid baru yang sudah membuat gara-gara dihari pertama ia sekolah. Emosi Kyungsoo sudah berada diubun-ubun. Ia tak bisa diam dilecehkan seperti ini. Baru kali ini ia merasa dibully disekolah elit ini. Bukan pembullyan seperti dilakukan anak sekolah pada umumnya, tapi lebih kearah pelecehan yang dimaksud Kyungsoo.
Kyungsoo tak henti-hentinya mengumpat dalam hati. Ia tak bisa mengontrol emosinya saat ini. Ia harus segera keluar dari sekolah ini. Kyungsoo tak memperdulikan tatapan-tatapan yang dilayangkan teman-temannya dan para sunbaenya. Pikirannya sedang kacau dan itu disebabkan oleh satu orang.
"Kyungsoo"
Panggilan itu membuat langkah Kyungsoo terhenti. Baru saja ia melangkahkan kakinya keluar sekolah sudah ada yang menginterupsi. Kyungsoo membalikan badannya. Ekspresi datar seperti tak ingin diganggu ia pasang. Orang yang memanggilnya itu mendekati Kyungsoo.
"Kau mau pulang?" tanya orang itu.
"Ne" jawab Kyungsoo singkat.
"Kau ingin aku antar? Sekalian saja"
"Ani. Saya bisa pulang sendiri, sunbae"
"Kau yakin?"
"Ne"
"Hyung!"
Tiba-tiba sebuah suara mengganggu percakapan Kyungsoo dengan seorang sunbaenya. Namja yang memanggil partner bicara Kyungsoo itu mendekat dengan beberapa orang dibelakangnya. Kyungsoo semakin menunjukkan wajah dingin dan datarnya.
"Apa yang kau lakukan disini, hyung? Eoh?"
Pertanyaan namja yang baru saja datang itu terhenti saat ia melihat ada orang lain yang sedang diajak bicara oleh hyungnya.
"Bagaimana jika kita pulang bersama saja, Kyungsoo-ya?" tawar namja itu lagi dan sedikit lebih memaksa.
"Aniyo, Joonmyeon sunbae. Saya bisa pulang sendiri. Lagipula sunbae kelihatannya memiliki 'acara' sendiri dengan teman-teman sunbae. Saya tak ingin mengganggu 'kesenangan' sunbae. Kalau begitu saya pamit" ucap Kyungsoo sedikit ketus.
Kyungsoo membungkuk sebentar dan langsung pergi meninggalkan dua namja yang sedikit kaget dengan kata-kata Kyungsoo. Joonmyeon sedikit bingung dengan tingkah Kyungsoo hari ini. Biasanya Kyungsoo akan bersikap sopan dengan para sunbaenya dan jarang menggunakan kata-kata tak sopan. Ia rasa suasana hati Kyungsoo sedang tak baik hari ini.
"Kenapa burung hantu itu selalu berkata ketus. Tak cocok dengan tampang imutnya" gumam namja disebelah Joonmyeon.
"Apa yang sedang kau lakukan disini, Jongin-ah?" tanya Joonmyeon.
"Tentu saja mengajakmu pulang bersama. Lihat mereka juga sudah menunggumu"
Jongin menunjuk sekumpulan namja yang tak jauh darinya dengan menggunakan dagunya. Joonmyeon mengikuti arah tunjukkan Jongin lalu mengangguk dan mengajak Jongin untuk bergabung dengan yang lain.
"Apa tadi Kyungsoo?" tanya namja bermata rusa yang sedang dipeluk dari belakang oleh namja berkulit putih susu.
"Ne. Sepertinya dia sedang tak ingin diganggu" jawab Joonmyeon.
"Bukannya tak ingin diganggu, hyung. Lebih tepatnya dia tak ingin melihat namja yang berada disebelahmu tadi" timpal Sehun. Luhan mendongak dan memandang Sehun tak mengerti.
"Memangnya apa yang terjadi, Hunnie?" tanya Luhan.
"Jongin tadi menciumnya didepan papan pengumuman saat semua anak-anak sedang berkumpul disana" jawab Sehun tanpa rasa bersalah.
"MWO?!" teriak para namja yang berada disana.
Chanyeol, Jongdae dan Minseok yang semula tak tertarik dengan percakapan Joonmyeon dan Luhan tiba-tiba ikut berteriak setelah mendengar penuturan maknae mereka. Semua mata terarah ke Jongin. Namja hitam itu menggeram marah. Bisa-bisanya si albino itu menceritakan hal itu kepada para hyungnya.
"YAK! Jugulle?!" teriak Jongin.
Jongin mencoba memukul Sehun tapi Sehun dengan sigap menghindari pukulan Jongin. Kedua maknae itu saling kejar-kejaran. Jongin terus berusaha mengejar Sehun sedangkan Sehun terus menghindari kejaran Jongin. Kedua namja itu terus berlarian tanpa ada yang ingin melerai.
"Mwoya ige?"
Suara berat dan seksi milik seorang namja paling tinggi dari teman-temannya itu mengalihkan pandangan dari aksi kejar-kejaran Sehun dan Jongin. Namja itu datang bersama seorang namja bermata panda dan namja mungil berdimple. Kelima namja yang berada disana mengganggkat bahunya.
"Kenapa mereka saling mengejar? Apa mereka sedang bermain sesuatu? Kenapa Tao tak diajak?" tanya Tao –namja bermata panda.
"Kau tak perlu mengikuti mereka, Taoie. Mereka itu aneh" bisik Minseok yang berada disebelah Tao. Tao mengangguk imut.
"Kalian berdua berhenti!" perintah Yifan –namja paling tinggi.
Seketika Jongin dan Sehun berhenti dan mememandang Yifan yang menatap tajam kearah mereka. Keduanya menegak ludahnya kasar. Jika sudah seperti itu maka Yifan benar-benar tak ingin dibantah. Keduanya masih diam ditempat masing-masing tanpa berani menatap mata Yifan.
"Sudah lah. Sebaiknya kita pulang saja. Tak enak dilihat oleh anak-anak yang lain" ucap Joonmyeon menenangkan Yifan.
Semua yang berada disana bernafas lega. Setidaknya mereka tak akan melihat kemarahan Yifan kepada dua maknae itu. Chanyeol memberi isyarat kepada Sehun dan Jongin untuk segera pergi. Keduanya langsung menghampiri teman-temannya. Sehun langsung mendekati Luhan dan meminta perlindungan. Sedangkan Jongin mendekati Joonmyeon. Dasar kedua maknae yang sangat nakal.
.
.
.
.
Jongin yang bosan berada dalam mobil memutuskan untuk melihat keluar jendela. Saat ini dia berada didalam mobil bersama kedua hyungnya. Kim bersaudara itu selalu berangkat dan pulang sekolah bersama menaiki mobil Joonmyeon. Jongin mengedarkan pandangannya keseluruh jalan.
Tiba-tiba pandangan mata Jongin berhenti saat ia melihat sosok yang sangat familiar. Ia menyipitkan matanya agar lebih jelas melihat. Ia seperti melihat sosok namja burung hantu teman sekelasnya bersama seorang gadis yang merangkul tangannya mesra. Keduanya terlihat perbincangan ringan. Sesekali gadis itu tersenyum kearah namja burung hantu dan dibalas senyuman juga olehnya.
DEG
Jantung Jongin serasa berhenti berdetak. Semua yang ada disekitarnya seakan-akan bergerak pelan. Senyuman pemuda itu membuatnya tak berkutik. Tak pernah sekalipun Jongin melihat senyuman pemuda itu. Ternyata sangat manis dan bibir itu membentuk tanda hati saat sang empunya tersenyum. Dunia Jongin terasa berbeda. Hatinya tiba-tiba menghangat. Pemuda itu benar-benar membuat kinerja seluruh tubuhnya tak berfungsi dengan baik.
Mobil Joonmyeon melesak dengan cepat membuat orang yang sedari tadi ia pandangi menghilang dibalik tikungan. Jongin mendesah kecewa kemudian menyandarkan kepalanya. Ia menunjukkan smirknya. Ia berhasil mencuri sebuah ciuman dibibir manis namja itu walaupun mendapatkan tinjuan diperutnya sebagai balasan dari pemuda itu. Bibirnya sangat manis semanis wajahnya. Jongin merasa ketagihan dengan bibir itu. Ingin sekali ia mengklaim bahwa bibir itu adalah miliknya seorang. Jongin benar-benar gila sekarang.
.
.
.
.
Kyungsoo sampai ditempat kerjanya yaitu sebuah cafe. Cafe itu terlihat biasa saja dibagian depannya tapi jika kalian masuk kedalam kafe tersebut kalian akan menemukan para pegawainya yang rata-rata adalah namja imut. Sebagian besar pegawainya adalah namja tapi ada beberapa yeoja juga bekerja disana.
Kyungsoo masuk melalui pintu belakang cafe khusus untuk para pegawai. Kyungsoo langsung menuju lokernya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian pelayanan. Kyungsoo merupakan pelayan dicafe ini. Wajah imutnya itu membuatnya langsung diterima oleh pemilik cafe itu. Kyungsoo tak terlalu mempedulikan bagaimana ia diterima yang jelas ia harus bekerja demi kebutuhan hidupnya.
Kyungsoo merapikan rambutnya untuk sentuhan terakhir sebelum keluar dari ruang istirahat pegawai. Baru saja ia keluar sudah disuguhi pemandangan hebat antara yeoja dan namja. Jangan berpikir yang tidak-tidak. Yang dimaksud Kyungsoo adalah pertengkaran kecil yang sudah biasa terjadi antara seorang yeoja dan namja yang menjadi pegawai dicafe itu.
"Sudah berapa kali aku bilang oppa, jangan membuatnya berantakan!"
"Aku tidak melakukan itu! Salahkan saja Himchan yang menaruhnya sembarangan!"
"Aku melihat sendiri jika oppa yang melakukannya!"
"Bukan aku! Aku harus bilang berapa kali agar kau mengerti, Sulli-ah!"
Kyungsoo mendesah pelan. Setelah kejadian disekolah amat sangat buruk kini ditambah pertengkaran tak bermutu dari teman-teman pegawainya. Ia benar-benar tak bisa santai sedikitpun hari ini. Kyungsoo memegang kepalanya dan menggeleng-geleng kecil.
"Kyungsoo-ah! Wasseo?"
Sapaan seorang namja membuatya memalingkan mukanya. Seorang namja mendekati Kyungsoo dengan tersenyum. Kyungsoo membalas senyumannya.
"Selalu ribut bukan. Aku heran kenapa mereka selalu mempermasalahkan hal kecil" bisik namja itu didekat Kyungsoo.
"Itu karena kau yang memulainya, Himchan hyung" timpal Kyungsoo. Namja yang dipanggil Himchan itu tersenyum penuh arti dan menepuk pundak Kyungsoo lalu pergi keluar untuk melayani para tamu.
Kyungsoo mendekati yeoja dan namja yang sedari tadi saling ngotot dan tak ingin mengalah. Kyungsoo mengatur letak susunan bahan dan peralatan dapur yang menjadi sumber masalah. Yah...masalah yang sebenarnya hanya karena bahan dan peralatan tidak berada ditempatnya yang seharusnya. Dan semua itu dilakukan oleh Himchan tanpa sepengatuhan Sulli dan akhirnya Minho yang terkena omelan Sulli.
"Aku sudah mengaturnya kembali. Aku harap kalian bisa berhenti bertengkar. Aku akan menuju kebagian depan" ucap Kyungsoo dan meninggalkan kedua rekannya yang berhenti bertengkar karena interupsi dari Kyungsoo. Minho menjulurkan lidahnya dan keluar dari dapur sedangkan Sulli menahan amarahnya.
Kyungsoo menyapa para pelanggannya dengan senyum yang mengembang berbeda sekali dengan kebiasaannya. Ia harus bisa menunjukkan profesionalitasnya saat bekerja. Rata-rata tamu dicafe tempat Kyungsoo bekerja adalah kaum hawa. Pelayan imut dan rupawan menjadi daya tarik sendiri untuk cafe ini. Bahkan setiap pelayan disini mempunyai penggemar masing-masing.
Kyungsoo yang baru masuk selama beberapa minggu sudah mendapatkan banyak penggemar. Wajah imutnya dan senyuman hatinya meluluhkan para pengunjung setia cafe itu. Bahkan keberadaan Kyungsoo semakin menarik pengunjung untuk datang. Cafe yang sudah ramai itu semakin ramai pengunjung terutama saat jam-jam pulang sekolah.
Kyungsoo mencatat pesanan dan mengulanginya sekali lagi. Beberapa yeoja mencoba menggoda Kyungsoo tapi Kyungsoo hanya membalas dengan senyumannya. Kyungsoo terkenal tak terlalu banyak bicara dengan para pelanggannya. Selain urusan pekerjaan Kyungsoo tak akan membuka mulutnya. Ia hanya akan tersenyum pengganti jawaban. Dan hal itu membuat para yeoja menjerit histeris melihat 'heartlips' yang ditampilkan Kyungsoo.
Kyungsoo menuju kemeja pesanan dan memberikan pesanan itu kesalah satu temannya yang bertugas disana. Namja itu menerima pesanan Kyungsoo dan meneriakkan pesanan ke para koki yang berada didalam.
"Lelah? Kelihatannya hari ini kau tampak tak bersamangat" tanya namja itu.
"Sedikit, hyung. Ada beberapa masalah disekolah dan disini aku disuguhi penampilan drama kolosalmu, hyung" cibir Kyungsoo.
"Eiy...bukankah kau sudah terbiasa dengan itu. Jangan anggap terlalu serius pertengkaran kami" ucap Minho.
"Benar. Jangan menganggap pertengkaran kami terlalu serius oppa. Ini merupakan salah satu hiburan kami disini" imbuh Sulli yang datang dan membawakan pesanan Kyungsoo.
"Lihat sendirikan. Bahkan Sulli setuju denganku. Sungguh keajaiban" kata Minho sedikit mendramatisir.
"Ish...sana urusi pekerjaanmu. Lihat ada pelanggan yang ingin membayar!" kesal Sulli.
Kyungsoo menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah kedua temannya itu lalu mengantarkan pesanan pelanggannya. Sulli kembali kedapur sedangkan Minho sibuk dimeja kasir dan sesekali menggoda para yeoja yang ingin membayar tagihannya.
.
.
.
.
Kyungsoo membuka pintu apartemen sederhananya. Ia nyalakan lampu hingga menerangi ruangan minimalis yang disebutnya 'rumah'. Kyungsoo meletakkan tasnya dimeja belajarnya dan merebahkan tubuhnya disofa usang yang sudah tak layak pakai itu. Apartemennya tak terlalu luas bahkan sangat kecil. Satu ruangan yang ia gunakan untuk semuanya. Dari dapur, kamar hingga tempat belajarnya. Satu-satunya ruangan yang memiliki dinding pemisah hanya kamar mandinya saja, selebihnya tak ada sedikitpun pemisah.
Kyungsoo sudah cukup nyaman tinggal disana. Walaupun kecil ia masih bersyukur memiliki sebuah tempat tinggal dan tidak tidur dijalanan. Kyungsoo mengambil remote TV dan menyalakannya. Sebuah TV kecil yang selama ini menjadi satu-satunya hiburannya dirumahnya. Kyungsoo menikmati acara santainya selepas pulang dari bekerja. Ia terlalu malas pergi kekamar mandi untuk membasuh tubuhnya yang sedikit lengket.
Kejadian demi kejadian ia lewati hari ini. Hanya sofa usangnya ini yang mampu membuatnya nyaman dengan segala urusan yang terjadi hari ini. Ia ingat jika hari ini ia bertemu dengan seseorang. Seseorang yang sebenarnya sangat ia rindukan tapi juga tak ia harapkan. Ia takut jika orang itu membuat hidupnya berantakan. Tapi ia tak ingin berprasangka buruk kepada orang itu karena orang itu sangat ia sayangi.
Mungkin kehadiran orang itu menjadi sebuah ancaman untuk Kyungsoo. Kyungsoo harus lebih waspada untuk melangkah. Jika tidak ia akan terperangkap kedalam lubang itu lagi. Kyungsoo menghela nafasnya kasar. Ia mengusak rambutnya kasar. Pikirannya kacau dan tak dapat berpikir jernih.
.
.
.
.
Seluruh keluarga Kim berkumpul malam ini. Hal ini sudah menjadi agenda wajib untuk keluarga besar mereka. Setiap minggunya mereka akan mengadakan perkumpulan untuk mengakrabkan diri dan mengenal keluarga mereka lebih dekat. Banyak hal yang akan dibahas dari urusan perusahan hingga urusan remeh seputar gosip anak-anak dan cucu-cucu mereka.
Ruang keluarga dirumah utama keluarga Kim menjadi pilihan pertemuan hari ini. Sebisa mungkin mereka melepas atribut keformalan mereka saat berkumpul saat ini. Pakaian santai menjadi pilihan mereka untuk bertegur sapa seperti saat ini. Sang tetua Kim –Kim Sooman terlihat puas dengan pertemuan kali ini. Karena cucu bungsunya dapat ikut dipertemuan kali ini.
"Ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan padamu, appa" seru Hyoyeon satu-satunya wanita yang berada disana.
"Mwonde?" tanya Sooman kalem.
"Appa akan sangat terkejut!" pekik Hyoyeon senang dan mempersiapkan sesuatu.
"Dasar ahjumma gila" gumam Jongin yang masih bisa didengar oleh eommanya. Sang eomma memberikan sebuah hadiah khusus didahi Jongin sampai ia mengaduh kesakitan.
Tiba-tiba saja ruangan menjadi gelap dan sebuah layar putih turun. Sepeti sedang menonton sebuah film dibioskop semua yang ada disana tenang dan tak ada suara. Sebuah alunan lagu mendadak muncul dan dilayar itu terlihat dua orang namja sedang bernyayi. Suara keduanya membaur dan memunculkan sebuah melodi indah. Setiap orang disana hanya mampu diam dan menyaksikan layar yang ada dihadapan mereka. Terutama Kim Jongin.
Mata Jongin hanya terfokus pada satu objek dilayar itu. Seorang namja yang tampak senang sedang berduet dengan rekannya. Namja mungil yang ada dipenglihatan Jongin tampak lebih bersinar dimatanya. Apalagi suara emasnya mampu membuat Jongin terbang melayang. Didunia Jongin yang sekarang yang hanya ada wajah namja mungil itu dan suaranya. Kedua hal itu membuat Jongin melupakan segala yang ada disekelilingnya.
Matanya terus memandang wajah imut namja itu. Sedikitpun Jongin tak mengedipkan matanya. Tak peduli jika matanya pedih yang ia pedulikan saat ini yaitu tak melewatkan barang sedetikpun momen berharga itu. Telinganya dengan seksama mendengarkan suara emas namja pujaan hatinya. Suara itu mengalun lembut ditelinga Jongin hingga kedalam hatinya.
Ryeowook sedari tadi mengamati Jongin. Putra bungsunya itu tampak bahagia sekali melihat sosok yang tertampil pada layar. Walaupun Jongin tidak memperlihatkan ekspresinya secara langsung tapi sebagai eommanya, Ryeowook tau dari mata anaknya yang tampak berbinar. Anaknya ini benar-benar sedang jatuh cinta tapi masih belum mengakuinya. Ryeowook kembali menatap datar kedua namja yang ada dilayar. Tanpa diberi tahu pun Ryeowook sudah tau mana namja yang ditatap oleh Jongin. Seulas senyum tampil diwajahnya. Ia tak menyangka pilihan hati anaknya jatuh pada seorang namja mungil nan manis dan memliki suara yang merdu sama sepertinya.
Lampu kembali menyala dan layar putih kembali digulung. Hyoyeon mengamati ekspresi para penontonnya dengan wajah sumringah. Ia sangat tak sabar mendengar komentar dari keluarganya.
"Eotte? Eotte? Eotte?" tanya Hyoyeon tak sabar.
"Jadi ini yang membuat imo menerima mereka secara khusus?" tanya Joonmyeon.
"Benar! Bagus bukan? Aku yakin kalian semua sependapat denganku!" ucap Hyoyeon PD.
"Imo memang Jjang! Aku sangat setuju!" pekik Luhan senang dengan mengangkat kedua jempolnya keatas. Hyoyeon melakukan hal yang sama dengan Luhan.
"Aku suka suara mereka. Sangat khas. Bagaimana pendapatmu, chagi?" tanya Jongwoon aka Yesung.
"Ne sangat bagus. Aku rasa mereka bisa menjadi penyanyi yang hebat" puji Ryeowook.
"Tunggu! Siapa namja yang bermata bulat itu? Aku tak pernah mengenalnya sebelumnya. Kalau namja yang satu bukankah anak dari keluarga Byun?" tanya Heechul memecah suasana bahagia.
"Namja bermata bulat itu bernama Do Kyungsoo. Ia merupakan murid beasiswa khususku dan untuk namja yang satunya bernama Byun Baekhyun anak tunggal dari keluarga Byun" jelas Hyoyeon.
"Beasiswa? Kau menerima murid beasiswa? Murid dari kalangan bawah?" cerocos Heechul tak suka.
"Dia pintar dan memiliki potensi. Aku sudah mengujinya sangat ketat dan dia berhasil melaluinya jadi tak masalahkan menerimanya" jawab Hyoyeon santai.
"Tapi dia dari kalangan bawah! Kau bisa menghancurkan reputasi sekolahmu! Dia tak layak berada dijajaran anak-anak kalangan atas!" sungut Heechul marah.
"Eomma sudahlah. Ia namja yang baik dan sopan" bujuk Luhan menenangkan eommanya.
"Kau jangan sekali-kali berdekatan dengan namja itu. Dia bisa mempengaruhimu menjadi tak baik" larang Heechul kepada Luhan. Luhan hanya bisa mengangguk pasrah.
"Jangan terlalu keras kepada anak kita, Chullie-ah. Biarkan saja ia berteman dengan siapa saja" ucap Hangeng bijak.
"TIDAK! Keputusanku sudah bulat! Aku tak terima dia berada disekolah yang sama dengan anakku" putus Heechul ngotot dan meninggalkan ruangan itu.
Hangeng menghela nafasnya pasrah dan pamit kepada ayah mertuanya serta semua keluarganya. Luhan mengekor dibelakang ayahnya. Sooman meminum kopinya santai. Ia sangat tau dengan watak anak pertamanya itu. Sangat keras kepala. Suasana diruang keluarga Kim sangat hening semenjak sepeninggalan Hangeng, Heechul dan Luhan.
Mata Jongin menerawang. Bagaikan sebuah cambukan keras ditubuhnya saat ada penentangan yang dilontarkan Heechul mengenai namja yang mulai mencuri hatinya itu. Jongin tau jika bibinya itu sangat tak menyukai kalangan bawah dan Kyungsoo merupakan kalangan bawah. Akan sangat sulit baginya untuk dekat dengan Kyungsoo. Sebisa mungkin bibinya yang galak itu akan menjauhkan semua kalangan bawah yang berdekatan dengan keluarga Kim. Menurut bibinya keluarga Kim keluarga yang terhormat dan hanya bergaul dengan keluarga terhormat yang lainnya.
Jongin mendesah pelan. Baru saja ia akan memulai kisah cintanya tapi sudah dihalangi tembok tinggi yang dinamakan 'status keluarga'. Ryeowook menatap Jongin dengan pandangan iba. Ia tau jika untuk mendekati namja seperti Kyungsoo akan sangat sulit bagi Jongin. Apalagi latar belakang keluarga yang berbeda menjadi penghalang besar bagi anaknya.
.
.
.
.
Hari ini adalah hari yang menegangkan untuk anak kelas satu. Karena hari ini mereka yang mengikuti audisi tim vokal akan menjalankan serangkaian tes. Audisi ini diikuti hampir seluruh murid kelas satu. Semua siswa seakan-akan tertarik bergabung menjadi anggota tim vokal sekolah yang sangat terkenal. Dan untuk menunjang audisi hari ini kepala sekolah sengaja meliburkan jam belajar mengajar untuk murid kelas satu. Semua anak kelas satu disuruh berkumpul di Hall pertemuan untuk menyaksikan audisi tim vokal. Tahun ini minat siswa kelas satu lebih besar dibandingkan tahun lalu. Hingga tak ada pilihan lain meliburkan belajar mengajar hari ini.
Semua siswa yang tidak mengikuti audisi berbondong-bondong menuju Hall pertemuan. Mereka menantikan aksi teman seangkatannya yang akan menjadi anggota tim vokal. Sedangkan untuk siswa yang mengikuti audisi dikumpulkan menjadi satu untuk dilakukan pengarahan sebelum acara mulai. Tak terkecuali Baekhyun dan Kyungsoo. Keduanya ikut bergabung dengan para peserta audisi untuk mendengarkan pengarahan. Sebenarnya mereka berdua tak perlu ikut tapi Luhan menyuruh mereka untuk bergabung dengan lainnya.
Kyungsoo dan Baekhyun berdiri dipojok belakang barisan. Mereka nampak tak tertarik dengan apa yang diucapkan sunbae mereka tentang segala aturan saat audisi. Lagipula mereka disini juga bukan karena ikut audisi jadi sedikit membosankan juga mendengar ocehan sunbae mereka. Baekhyun terlihat memasang earphone dikedua telinganya dan memutar musik yang ada di Ipodnya. Sedangkan Kyungsoo sibuk membaca buku yang dibawanya dengan tubuh yang menyender pada dinding.
Pengarahan selesai dilakukan dan para peserta diminta bersiap. Para peserta berbondong-bondong menuju ke Hall pertemuan karena pengarahannya dilakukan diruang musik lantai dua. Baekhyun dan Kyungsoo mendongak saat melihat teman-temannya keluar ruangan. Kyungsoo menutup bukunya dan ikut keluar. Baekhyun mengekori Kyungsoo dari belakang dengan earphone yang masih menggantung ditelinganya. Tapi arah Kyungsoo berbeda dengan teman-temannya. Kyungsoo menuju kelantai atas padahal Hall pertemuan berada dibelakang gedung sekolah. Baekhyun mengernyit heran saat melihat Kyungsoo yang hendak melangkahkan kakinya ketangga.
"Kau mau kemana, Kyung?" tanya Baekhyun sambil melepaskan earphonenya. Kyungsoo berhenti dianak tangga pertama lalu menoleh.
"Perpustakaan" jawab Kyungsoo.
"Kau tak ingin menonton audisi?"
"Aku tak tertarik. Aku sedang butuh ketenangan"
"Ok. Hati-hati saat diperpustakaan. Aku dengar disana menyeramkan" bisik Baekhyun dan meninggalkan Kyungsoo. Kyungsoo mengacuhkan perkataan Baekhyun dan melanjutkan langkahnya menuju perpustakaan sekolah yang berada dilantai tiga.
Seorang namja dari kejauhan melihat Baekhyun dan Kyungsoo yang sedang berbicara. Ia menunjukkan smirknya saat melihat Kyungsoo pergi sendiri kelantai atas. Namja itu kemudian mengikuti Kyungsoo dan menjaga jarak lumayan jauh agar tak dicurigai Kyungsoo.
Smirknya semakin lebar saat melihat Kyungsoo masuk kedalam perpustakaan sekolah yang sudah pasti sangat sepi. Namja itu berjalan mengendap-endap memasuki perpustakaan. Ia mengedarkan pandangannya mencari sosok mungil yang masuk kedalam perpustakaan beberapa menit yang lalu sebelum ia masuk.
Namja itu masuk perlahan dan mulai menyusuri jajaran rak buku yang menjulang tinggi. Perpustakaan disekolahnya hampir menyamai dengan perpustakaan kota. Sangat besar dan luas. Banyak spot tempat membaca yang dibuat tak mengelompok jadi satu layaknya perpustakaan pada umumnya. Tempat membaca yang disediakan diberbagai tempat. Perpustakaan itu dibuat layaknya sebuah Maze yang membingungkan.
Tangan namja itu menyentuh setiap rak yang dilaluinya dengan mata yang terus mencari sosok mungil yang diincarnya. Seketika senyuman miring terlihat jelas saat melihat sosok yang dicarinya sedang membaca dipojok ruangan.
Namja itu mendekati sosok itu perlahan. Ia tak ingin sosok itu menyadari kehadirannya. Langkahnya semakin dekat dengan sosok itu. Namja itu duduk didepan namja bermata bulat yang serius membaca. Ia tumpukan kepalanya menggunakan sebelah tangannya dan mengamati sosok mungil didepannya yang mampu merebut perhatiannya semenjak ia masuk kesekolah ini. Wajah culunnya yang menggunakan kaca mata tebal membuatnya semakin imut.
"Apa maumu?" tanya Kyungsoo dingin tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang dibacanya.
"Hanya ingin melihatmu dari dekat" jawab Jongin santai.
"Kau sudah melihat bukan? Sekarang pergilah" usir Kyungsoo dingin.
"Shirreo. Aku masih belum puas" tolak Jongin.
"Kau ingin aku atau kau yang keluar dari sini?" tanya Kyungsoo dengan menatap Jongin.
"Tak keduanya. Aku ingin kita berada disini" jawab Jongin santai. Kyungsoo beranjak dari duduknya dan bersiap meninggalkan Jongin.
"Aku menyukaimu"
Pernyataan itu membuat langkah Kyungsoo berhenti. Ia memutar kembali tubuhnya untuk melihat Jongin yang masih duduk.
"Aku menyukaimu" ulang Jongin yang sekarang menatap Kyungsoo.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Yes, i'm back! lamakah? Sepertinya tak banyak peminat ya epep ini. sepi sekali yang review. tapi tak apa. aku akan tetap melanjutkan cerita ini. oh...untuk epep kelanjutan dari I MISS YOU aku belum bisa memastikan kapan lanjut. Masih mentok ini. Bingung juga mau aku buat kayak gimana.
Gomawo to all readers yang sudah memberikan reviewnya. Dan untuk para readers yang udah fol dan fav cerita aku terima kasih juga. Tapi jangan lupa berikan Review kalian juga ya.
BIG THANKS TO
zhea . zhiioott, taufikunn9, yesaya . mei, ViraaHee, uffiejung, cute, kyungie, Guest, loli, Lovesoo, CuteLatteDO, DahsyatNyaff, amelyadamayanti94, chocokyu, dejong13, humaira9394, kinannkinanti, xoxokyungsu, didinsoo, k0j3t4, kyunginsoo, lee kaisoo, ohsehans, purnama716, thelostisland35, she3nn0, Kaisoo32, EXO Love EXO, Im Magnae, parkminoz, yoosushipper729
