Disclaimer: I own nothing...
A/N: terimakasih untuk Senior ku Sky Melody. Chapter ini memang akan dikit sekali, dan mungkin aku akan/ terpaksa mengubah jalan cerita dikepalaku, ke jalan cerita temanku.(padahal yah, aku ingin ini dibuat berbeda!). atau ini yg namanya update kecepetan?
Chapter 3: Story Three
"sebaiknya, kau langsung mulai" ujar Lily.
Harry menuju kelas Kimia dengan sangat cepat. Dia bertemu seseorang yang benar-benar dia benci, Mr Snape.
Mr Snape adalah tetangganya yang lama, sangat lama. Snape mempunyai hunbungan dekat dengan ibunya.
"Snape?" tanya Albus pelan "Severia Snape?"
"tepatnya itu anaknya" jawab Harry.
"Potter! Weasley! Tepat sekali kalian datang, aku ingin kalian mengambil beberapa botol kaca kimia yang ada digudang" perintah Snape.
Dengan sangat terpaksa, Harry dan Ron akhirnya turun kebawah untuk mengambil botol-botol kaca. Digudang mereka melihat banyak sekali peralatan yang sudah tidak duigunakan.
"yang ini pasti sudah berusia sepuluh tahun" ujar Ron, sambil menunjuk sebuah kostum badut.
"jangan pernah mencobanya Ron!" kata Harry.
Tapi tetap saja, Ron mengambil kostum kepala badut itu tanpa sepengetahuan Harry,
"Walau sebenarnya, akhirnya aku tahu tentang itu" ujar Harry.
"Harry, kau keliahatan pantas mengenakan topeng ini..." kata Ron, menunjukan sebuah topeng.
"Ron itu topeng 'Phantom of the Opera'!" seru Harry "dan kurasa, ayahku yang mengenakan topeng ini dulu"
"hei Kalian!" seru seseorang dari luar "apa yang kalian lakukan?!"
"kami mencari botol-botol kaca" kata Harry.
"Ron? Harry? Siapa yang menyuruh kalian?" ternyata orang itu Neville.
"Snape..." ujar Ron.
"kenapa kalian tidak melihat pertunjukan Ginny yang terakhir kalinya?" tanya Neville lagi.
"Apa! Terakhir kalinya! Jangan-jangan..." wajah Ron mulai kelihatan khawatir.
"dia tidak mati Ron! Ginny akan dipindahkan ke sekolah music di New York!" kata Neville.
"kenapa dia tidak bilang padaku?" ujar Ron.
"Oh, ini dia... Dad akan bertemu Mum!" kata Lily.
"er..." Harry masih ragu menceritakan soal ini.
Ron memakai kepala badut itu lagi.
"mau apa kau?!" tanya Neville.
"memberi kejutan..." kata Ron dengan suara redup "bisakah kalian menuntunku kesana?"
Harry dan Neville terpaksa menuntun Ron ke ruang paduan suara.
Ginny berambut merah dan kelihatan sangat cantik diatas panggung. Suaranya yang merdu masih dapat terdengar sampai keluar. Harry sangat takjub mendengarnya.
Namun, setelah Ginny menyanyikan semua lagunya, Ron terjatuh dengan berguling dari tangga.
"Siapa itu!" seru dua orang berambut merah dengan wajah identik. "Fred dan George" Harry menyimpanya dalam hati.
Ruang paduan suara jadi ribut dan tidak karuan. Apalagi Snape sudah datang menanti, di depan pintu ruangan.
"Potter! Weasley! Apa yang kalian lakukan disini?!" Mr Snape berlari turun tangga.
"Maaf Mr Snape" Neville kabur setelah itu.
"kalian akan mendapat detensi..."ujar Snape.
"itulah bagaimana aku bertemu dengan ibu kalian" kata Harry.
"kalian tidak berbicara! Kalian juga tidak berkenalan dengan jelas! Itu artinya kalian belum bertemu" kata James.
"aku akan menceritakan dengan lengkap saat sarapan" ujar Harry.
A/N: hoho! Aku ini Evil ya! Updatenya kecepetan! :) tapi disini Harry belum ketemu Ginny secara resmi, jadi ceritanya masih panjang.
