My Glassy Boy

.

.

.

.

Disclaimer : Mereka milik Tuhan

Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Kim Junsu, Changmin (baru mereka yang ketawan)

Pairing : Belum saatnya

Genre : YAOI as always, School Life, Romance, Drama, Humor?

Rating : T

.

.

.

.

.

Jantung Jaejoong terpompa lebih cepat, selain sang guru menyuruh Jaejoong duduk disamping Yunho. Jantung Jaejoong berpacu cepat saat Yunho mengeluarkan suaranya.

Perlahan Jaejoong berjalan menuju bangku samping Yunho. Yunho duduk disamping jendela dan Jaejoong duduk disampingnya.

" An-annyeong. Kim Jaejoong imnida" Ucap Jaejoong mencoba tidak gugup dan menghadapkan dirinya kearah Yunho, jantungnya terus saja berdetak dengan cepat tidak karuan rasanya belum lagi keringat dingin keluar dari dahinya terus menerus saat padahal baru beberapa detik disamping Yunie-nya

Yunho menoleh sebentar kemudian menatap kedepan kelasnya kembali.

" Ne, kau sudah mengenalkan dirimu tadi. Aku Jung Yunho. Ah... Syukurlah kau sudah tidak berdiri didepan. Dari tadi kau menghalangi papan tulis" Ucap Yunho datar dan matanya tetap menatap papan tulis

" E-eh?" Jaejoong perlahan menoleh kearah papan tulis dan langsung menganga

Ternyata dari tadi Yunho tidak memperhatikannya melainkan sedang mencatat beberapa catatan yang sudah tertulis di papan tulis.

' Dia benar Yunieku kan?'

Aigo~~~

.

.

.

.

~ Chapter 2 ~

.

.

.

.

Trrriiiinngggg

Bel itu berbunyi, menandakan jam istirahat datang. Semua siswa dikelas itu menghampiri satu meja, meja si anak baru... Jaejoong. Dan dengan senang hati Jaejoong berkenalan dengan mereka. Dan satu namja imut yang membuat Jaejoong cepat akrab karena memang mereka sejenis, sama - sama uke.

" Jaejoong ah..." Panggil salah satu dari mereka

" Aa... Aa..." Ucap Jaejoong, dia menaikkan jari telunjuknya dan menggoyangkannya ke kanan dan ke kiri " Panggil Joongie... Bukan Jaejoong! Arra"Lanjutnya dengan mata besarnya

" Arra... "

" Sungminnie..." Panggil Jaejoong pada namja imut didepannya

" Ne Joongie? Aigo... Manis sekali nama kita?"

" Ne~~~ Hehehehe... Bagaimana kalau nanti kita pergi ke toko eskrim? Apa kau tau tempat makan es krim yang enak? Joongie suka sekali eskrim!"

" Ah! Ne! Aku tahu! Tempat kerja Yunho menjual eskrim yang enak. Benarkan Yun?"

Deg

Seketika Jaejoong menoleh ke arah Yunho berharap mendapat jawaban dari Yunho. Yunho sendiri sedang serius membaca buku didepannya.

" Hum" Yunho menganggukkan kepalanya namun matanya tetap fokus pada bukunya

" Ap-apa kau bekerja disana siang ini?" Tanya Jaejoong gugup dan wajahnya sedikit merona

Dia meruntuki kegugupannya jika bicara dengan Yunho. Ugghhh... Memalukan!Yunho menoleh dan memandang Jaejoong membuat Jaejoong sedikit salah tingkah.

" Ne"

" O-oh... Ap..."

" HYYUUUUUNNGGG~~~~"

Tersengar suara memekakkan telinga. Membuat Jaejoong tersentaknkaget karena omongannya juga terpotong. Sedangkan yang lain tampaknya sudah biasa mendengar suara cempreng itu. Jaejoong langsung mengetahui bahwa namja gempal bersuara nyaring itu bernama Junsu, tetangga Yunho.

Jaejoong kembali menoleh kearah Yunho, dia melihat Yunho menutup bukunya dan memasukkannya ke dalam laci mejanya.

" Ya! Tiang listrik! Kenapa mengikutiku eoh?!"

" Siapa yang mengikutimu?! Aku kemari untuk menjemput noonaku!"

" Eoh?"

Jaejoong menoleh, dia kenal sekali dengan suara ini.

" Mana noonamu? Kau anak baru bukan? Noonamu anak baru juga?"

" Ck... Bebek kepo!" Changmin, namja tiang listrik itu tidak memperdulikan Junsu " Noonnaa~~"

Changmin mendekat ke arah meja Jaejoong disertai tatapan aneh. Noona?

" Ng... Mian... Dongsaengku senang sekali memanggilku dengan noona" Ucap Jaejoong setengah malu, apa lagi Changmin benar - benar menjatuhkan harga dirinya di depan orang yang disukainya

Tak lama terdengar suara tawa, semua yang mendengar panggilan Changmin pada Jaejoong.

" Kajja kita makan Joongie noona..." Rengek Changmin

" Noona? Kau yeoja?"

Jaejoong melongokkan kepalanya kebelakang Changmin, dibelakangnya berdiri dengan wajah imutnya namja bernama Junsu.

" Ng... Changmin... Memang suka memanggilku noona. Tapi aku namja! Namja tulen!" Ucap Jaejoong dengan wajah menggemaskannya

" Whoooaaa... Kau namja? Tapi kau sungguh Yeoppodaaa!"

Junsu segera menyelusup dan berhasil menyingkirkan Changmin dari depan Jaejoong kemudian dia menaruh dua kotak makan dimeja Jaejoong dan dia memegangi pipi Jaejoong, mencubitnya.

" Aww.. Aapppoohh..." Rintih Jaejoong

Teman - teman yang melihatnya tersenyum lucu menyaksikan Junsu, si namja periang itu mencubit pipi Jaejoong.

" Ya! Bebek! Awas, jangan ganggu noonaku! Aku akan makan bersamanya!" Ucap Changmin melepaskan tangan Junsu dari pipi Jaejoong

Jaejoong segera mengusap pipinya yang memerah. Dia sungguh tidak menyangka sifat Junsu akan seperti ini.

" Annyeong! Kim Junsu imnida! Bangapta!" Ucap Junsu dengan semangat

" Annyeong Kim Jaejoong imnida tapiiiii panggil saja Joongie ne?" Ucap Jaejoong kemudian tersenyum imut

" Neee!"

" Kajja noona, aku lapar"

" Ne Minnie" Jaejoong tersenyum manis kemudian mengeluarkan bekal dari tasnya

" Ah! Aku ikut! Aku juga akan makan dengan Yunho hyung! Kita makan dibelakang sekolah saja!" Ucap Junsu dengan semangat

Blush

Entah kenapa Jaejoong merasakan panas pada wajahnya. Makan bersama Yunho? Aigo...

" Ne! Kajja!" Ucap Jaejoong dengan semangat

Akhirnya Jaejoong, Changmin, Junsu, Yunho dan Sungmin berjalan menuju belakang sekolahnya. Dan dalam perjalanannya, Jaejoong dan Changmin menjadi pusat perhatian. Lihat saja, Jaejoong menampilkan senyum manisnya dalam setiap langkahnya.

Membuat para yeoja dan seme terpesona bahkan mimisan melihatnya. Tingkat keimutannya sungguh tingkat dewa. Namun, Jaejoong juga cemberut karena Yunho terlihat fokus dengan cerita Junsu. Mereka berdua jalan didepan Jaejoong, Changmin dan Sungmin. Sedangkan Sungmin sendiri entah kenapa merona saat melihat ke arah Changmin.

Mereka sampai dibelakang sekolah dan duduk diatas rerumputan. Jaejoong menyukai taman belakang sekolah ini, karena angin bertiup sepoi - sepoi. Setelah duduk Jaejoonh mengeluarkan jepit berbentuk gajahnya dan menjepit rambutnya ke atas.

" Whooaaa, Joongie hyung kyopta!" Pekik Junsu membuat Changmin dan Yunho yang duduk disampingnya menutup telinganya

" Jinjja?! Kau mau?" Tanya Jaejoong mengeluarkan satu lagi jepit rambutnya dan memberikannya pada Junsu

" Joongie! Aku juga mau...!" Ucap Sungmin tak mau kalah

" Ah! Aku punya satu lagi, ini!" Ucap Jaejoong merogoh kantongnya dan memberika Sungmin jepit rambut gajahnya

" Gomawo Jaejoongieee..." Pekik Junsu dan Sungmin girangp

Changmin yang melihat atraksi ketiganya memutar bola matanya jengah kemudian matanya beralih pada namja berkaca mata yang sedang asyik memakan bekalnya.

' Dia Yunho? Cupu begitu? Dimana matamu hyung? Aigo... Bahkan boneka chang - changmu lebih tampan' Batin Changmin kemudian menggelengkan kepalanya, tangannya kemudia membuka bekal didepannya

" Whooaaa... Tempura, ayam goreng! Gomawo noona!" Ucap Changmin saat melihat bekal empat tingkatnya

" Aku kira itu untuk kalian berdua?" Tanya Sungmin dengan wajah innocent

" Aniya, Changminnie kalau makan bisa habis tiga sampai empat piring kalau makan siang!" Jelas Jaejoong

Yunho mendongakkan kepalanya dan menoleh ke samping. Kebetulan dia duduk disamping Changmin, sedikit bergedik ngeri juga melihat Changmin makan sebanyak itu. Namun dia menyukai ekspresi Changmin yang sedang makan.

Changmin yang menyadari pandangan Yunho segera menoleh, dia mendapati Yunho tengah menatapnya dengan mata musang yang tertutupi oleh kaca mata besar nan tebal itu.

" Wae? Kau mau? Aku tidak akan memberikannya!" Ucap Changmin kemudian memakan tempuranya sekali makan

" An-aniya" Yunho menundukkan kepalanya, dia merasakan sesuatu saat berinteraksi dengan Changmin, namun tidak mengerti apa itu

Jaejoong yang melihat interaksi Yunho dan Changmin mengerutkan keningnya.

' Yunie... Tadi bersikap dingin padaku. Kenapa dengan Minnie...'

" Hyung? Waeyo?"

" Eh?" Jaejoong menoleh ke asal suara. Junsu baru saja memanggilnya " Wae?"

" Kau kenapa? Kenapa melihat Yunho hyung seperti itu?" Tanya Junsu

" Ah... Aniya, ng..." Jaejoong menggigit bibir bawahnya dan menimbang - nimbang apakah dia bisa bertanya hal itu pada Yunho

" Katakan saja hyung!" Ucap Junsu

" Ng... Kenapa Yunho tadi terkesan dingin dikelas?" Ucap jaejoong pelan

" Ohh! Ku kira ada apa! Aku jelaskan sesuatu ne hyung" Ucap Junsu " Yunho hyung ituuu... Memang seperti itu jika sedang belajar, dia akan galak! Tapi kalau diluar itu semua, dia cupu kok!" Ucap Junsu tersenyum lebar

" Suie!" Yunho mencubit lengan Junsu

" Ish! Aku menceritakannya agar orang lain tidak salah paham hyung!" Bela Junsu

Jaejoong memperhatikan Junsu dan Yunho, sedikit iri melihat keduanya memang. Namun Jaejoong berjanji bahwa dia akan dekat juga dengan Yunho.

" Jadi... Jadi Yunie tidak benci Joongie bukan?"

Saat Jaejoong berkata seperti itu, semua menoleh padanya dan memandangnya cengo. Jaejoong sendiri merasakan wajahnya merona, entah kenapa mulutnya tadi berkata seperti itu terlebih mengatakan nama panggilan sayangnya untuk Yunho. Kurang ajar sekali mulutnya ini!

" E-eh?" Yunho mencoba menatap Jaejoong

" Yunie?" Sungmin memiringkan kepalanya memandang Jaejoong

" Eh?"

Ingin rasanya Jaejoong mengubur dirinya sekarang juga, dia sungguh malu.. Aigo...

" N-ne... Jo-joongie memanggil Yunho dengan Yunie... Joongie, Sungminnie, Suie, Changminnie..." Ucap Jaejoong dan tangannya menunjuk satu - satu teman barunya

" Hahahaha... Imuuutt! Aku juga akan memanggil Yunho hyung dengan Yunie" Ucap junsu segera

" Aku juga" Kali ini Sungmin berbicara

" ANDWE!" Ucap Jaejoong dengan cepat

" Wae?"

" Eh... Itu... Itu karena Joongie yang menciptakan! Kalian cari saja nama panggilan yang lain! Kalian tidak boleh memanggil Yunho dengan Yunie! Hanya Joongie yang boleh! Ingat ne? Hanya Joongie"

" Eeii... Memangnya Yunho hyung mengizinkanmu?"

Deg

Pertanyaan Changmin membuat Jaejoong menoleh dan mendeath glare sang adik. Dia kemudian menatap yunho yang sedang fokus pada makanannya dan mencoba tidak menggubris tiga makhluk berisik dihadapannya.

" Yun... Jo-joongie boleh memanggil Yunho dengan Yunie kan? Dan hanya Joongie ya-yang boleh memanggil Yunie seperti itu" Tanya Jaejoong harap - harap cemas

" Eh?" Yunho mendongakkan kepalanya membuat jantung Jaejoong berdetak luar biasa saat mata musang itu menatapnya " Ter-terserah saja" Ucapnya kemudian menunduk kembali

" Yaaayyy! Dengar ituuu... Hanya Joongie yang boleh..."

" Ish..."

Changmin menggelengkan kepalanya melihat hyungnya yang terlihat senang namun kemudian dia tersenyum. Membuat dua orang yang melihatnya entah kenapa merona.

Jaejoong menyelesaikan makannya dengan ceria hari siang ini, belum lagi tadi dia menyuapi Yunho dengan masakannya dan masakannya dibilang enak oleh Yunho. Yah... Sebenarnya Yunho terpaksa saja menerima suapan Jaejoong namun dia benar memuji masakan Jaejoong yang memang enak di mulutnya.

Dan apa yang dikatakan oleh Junsu memang benar, Yunho akan berubah menjadi dingin saat belajar. Jaejoong sendiri sedikit ngeri dengan sifat Yunho yang dingin saat dikelas.

.

.

.

" Kau langsung pulang Joongie?" Tanya Sungmin, dia menghadapkan tubuhnya ke arah Jaejoong

" Ng..." Jaejoong melirik ke arah kririnya dimana Yunho sedang membereskan bukunya, sebenarnya dia ingin mengajak Yunho untuk pulang bersamanya " Ne..."

" Ya sudah! Aku duluan yaa!" Ucap Sungmin semangat dan berdiri

" Kau tidak mau makan es krim?"

" Lain kali saja ne? Byee~~~"

Namun baru beberapa langkah kakinya tersandung tapi dia tidak jatuh ke lantai melainkan jatuh dipelukan Changmin yang saat itu akan menjemput noona ehem! Hyungnya. Jaejoong yang melihatnya segera mendekati Sungmin yang ada dipelukan Changmin.

" Gwaenchana?" Tanya Changmin kemudian tersenyum lembut

Blush

" Ah... Ne, gwaenchana" Sungmin melepaskan diri dari pelukan Changmin dan membungkuk mengucapkan terima kasih sebelum akhirnya dia berlari meninggalkan Changmin, Junsu dan Jaejoong dalam kebingungan.

" Hyuuuunnggg~~ kajja!" Pekik Junsu mendekati Yunho dan menggandengnya

" Ne..." Ucap Yunho kemudian tersenyum

Sedangkan Jaejoong? Dia sedang mengerucutkan bibirnya karena kesal dengan acara lovey dovey didepannya. Namun...

Criiinngggg!

Tiba - tiba muncul sebuah lampu di atas kepalanya. Dengan segera dia menyeruduk dan menyelipkan tubuhnya di antara Junsu dan Yunho menimbulkan keterkejutan dari Yunho dan Junsu.

" Hyung? Waeyo?" Tanya Junsu bingung

" Ng... Joongie ikut ke tempat kalian kerja ne?" Bujuk Jaejoong dengan mata puppy eyesnya

" E-eh?" Junsu tidak berkutik melihat Jaejoong yang menggemaskan di depannya

" Joongie... Ng... Joongie lapar! Ah ya! Lapar!"

" Ya sudah, kita akan naik bus" Ucap Junsu

" Aniya! Naik mobil Joongie saja! Kajja kajja!" Ucap Jaejoong semangat dan tanpa sadar menggenggam tangan Junsu dan Yunho menuju mobil jemputannya

Changmin yang melihat kelakuan sang kakak hanya bisa tersenyum maklum, namun dia masih tidak habis pikir dengan tipe ideal dari sang hyung. Bukannya tidak menghargai dan pemberian Tuhan atau menghina Yunho, hanya saja apa masih ada namja berpenampilan cupu kuper seperti itu? Aigo...

Dan sepanjang jalan mereka berempat menjadi pusat pengelihatan siswa siswi Dong Bang School, bukan berempat sih... Maksudnya berdua, Jaejoong dan Changmin. Lihat cara mereka memandang kagum Jaejoong dan Changmin, mereka juga iri dengan Yunho dan Junsu yang bisa akrab dengan Jaejoong walaupun Yunho hanya menunduk dan mengikuti kemana Jaejoong membawanya.

" Jja... Suie masuk dulu lalu Joongie baru Yunie" Ucap jaejoong tersenyum riang

" Aku dimana eoh?"

Jaejoong menoleh dan mendapati Changmin mengerucutkan bibirnya dengan tangan yang masih memegang cokelat yang entah dari mana dia dapat.

" Minnie didepan saja ne?"

" Aish... Ne ne..." Ucap Changmin kesal namun kemudian masuk di bangku penumpang yang ada didepan

" Whoaaa... Mobil Joongie hyung daebakk!" Ucap Junsu kagum, baru kali ini dia melihat mobil mewah seperti ini. Belum lagi dia akan menaikinya

" Biasa saja kok, Minnie juga punya mobil seperti ini hanya saja beda warna"

" Mwo?! Jinjja?"

" Ne... Sudah, Suie masuk"

" Ah ne" Ucap Junsu kemudian masuk setelah Jaejoong melepaskan gandengannya pada Junsu

" Ng... Jae ah"

" Ng?" Jaejoong menoleh mendapati Yunho memandanginya " Yunie ah! Yunie harus memanggilku Joongie! Arraseo?" Ucap Jaejoong dengan semangat

" Eh? Ne..."

" Jja kita masuk"

Saat Jaejoong akan beranjak dari sana dia merasa tangannya tidak bergerak leluasa. Dia menoleh ke arah tangannya.

Blush

Jaejoong merona ketika melihat tangannya bergandengan dengan Yunho. Aigoo...

" Ng... Mian.. Hehehe..." Jaejoong melepaskan gandengannya kemudian masuk ke dalam mobil dan diikuti dengan Yunho

Kenapa dia ingin berada ditengah antara Yunho dan Junsu? Ya... Tentu saja untuk menjauhkan Junsu dari Yunho dan jaejoong akan mencoba akrab dengan Yunhonya!

" Ng.. Kalian sudah lama bekerja disana?" Tanya Jaejoong setelah mobilnya jalan menuju tempat kerja Yunho dan Junsu

" Aku sudah hampir dua tahun hyung. Eomma menyuruhku untuk mandiri seperti Yunho hyung"

" Ah? Jinjja? Yunie sendiri sejak kapan bekerja seperti ini?" Tanya Jaejoong kemudian menoleh kearah Yunho

Deg

Deg deg

Deg deg deg

deg deg deg deg

Jantungnya berdebar kembali saat melihat Yunho yang duduk disebelahnya membaca buku. Jaejoong terpaku memandangi wajah Yunho terutama mata musang milik Yunho yang sangat tajam itu. Membuat bulu kuduk Jaejoong sedikit meremang meilhatnya karena...

' Yunie seksi...' Batin Jaejoong

Srettt

Yunho yang merasa dipandangi menoleh dan menatap Jaejoong.

" Wae?"

" An-aniya" Jaejoong membenarkan duduknya dan merunduk

Changmin yang melihatnya dari kaca spion terkekeh pelan apalagi saat melihat hyungnya yang menunduk dengan wajah memerah.

" Yunho hyung!" Panggil changmin

" Ne?"

" Joongie noona tadi bertanya... Kau sejak kapan bekerja seperti itu"

" Eh?" Yunho menolehkan wajahnya " Jinjja?"

Pertanyaan Yunho membuat Jaejoong mendoangak dan membuat mata mereka bertubrukan.

" Ng... Ne Yunie"

" Aku... Aku sudah bekerja sepulang sekolah sejak masuk sekolah menengah pertama"

" Jinjja?" Kali ini Jaejoong memandang Yunho dengan berkaca - kaca

Sekolah menengah pertama? Jaejoong ingat saat masa itu dia terus merengek pada orangtuanya untuk dibelikan sesuatu sedangkan Yunho? Sejak dini sudah mencari uang untuknya.

Greepp

Tangan Jaejoong menggenggam tangan Yunho dan Jaejoong kemudian menatap Yunho. Yunho yang ditatap seperti itu jadi bingung sendiri.

" Wae?" Tanya Yunho bingung, dia juga mencoba melepaskan genggaman tangan Jaejoong padanya namun genggaman itu terlalu erat sehingga membuat Yunho sulit melepaskannya

" Apa hidup Yunie susah sekali? Apa Yunie hidup dengan baik selama ini? Apa Yunoe baik - baik saja eoh?"

" Mak-maksudmu? Aku selama ini baik - baik saja kok"

" Yunieee..." Lirih Jaejoong

" Kyyaaaaaa~~~~ Kau benar - benar berhati lembut Joongie hyung! Ya ampuunn!" Tiba - tiba suara nyaring itu mengganggu acara romantis kedua tokoh utama kita

" E-eh?"

Srreettt

Jaejoong melepaskan genggamannya pada tangan Yunho kemudian Jaejoong menundukkan kepalanya dan mengutuk tangan - tangannya yang selalu bereaksi berlebihan saat didekat Yunho.

" Bebek pengganggu" Ucap Changmin pelan namun masih bisa didengar

" Mwo?! Aku mengganggu apa eoh?!" Pekik Junsu sebal

Dari awal Changmin masuk ke kelasnya, hanya keisengan yang diberikan Changmin untuknya. Bahkan dengan tidak sopannya dia memanggil Junsu dengan bebek, pantat semok, dolphin dan panggilan lain yang membuat telinganya panas. Memang salah jika dia memiliki bokong bebek dan suara lumba - lumba? #plaaakkk salah... Memang salah jima dia memiliki bokong seksi dan suara emas?

Tak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi sampai didepan sebuah kafe yang jaejoong tahu. Tahu? Ya... Dia juga mencari informasi dimana Yunho berkerja sambilan.

" Minnie, kau ikut?" Tanya Jaejoong

" Sebenarnya mau, tapi aku ada janji dengan Kyunie. Nanti aku menyusul saja noona"

" Eoh? Baiklah. Kajja, kita turun"

Jaejoong, Yunho dan Junsu segera turun dari mobil yang dibawa oleh supir Jaejoong. Yunho dan Junsu memasuki area pegawai dan Jaejoong duduk disalah satu bangku disana dan memesan beberapa cake dan coklat dingin.

Jaejoong memperhatikan keluar jendela. Dia tidak menyangka akan seperti ini jadinya namun dia sangat senang dengan semua ini apalagi dia bisa dekat dengan Yunho (menurutnya). Jaejoong kemudian mengalihkan pandangan matanya ke seluruh penjuru kafe.

Kafe ini terbilang sederhana namun ramai dan Jaejoong akui makanan disini sangat murah untuknya. Kapan - kapan dia akan mengajak Changmin ke sini saja saat meneraktirnya!

" Hyung, pesananmu!"

" Eoh?"

Jaejoong menoleh dan mendapati Junsu berdiri disampingnya lengkap dengan seragam kerjanya yang membuatnya terligat imut.

" Whooooaa Suie imuutt!" Pekik Jaejoong senang

" Jinjja?" Junsu membulatkan matanya,entah kenapa dia menyukai Jaejoong

" Yunie eodie?"

" Tuh, jaga kasir" Junsu menunjuk Yunho yang ada dibelakang meja kasir, Jaejoong pun langsung mengikuti arah tunjukkan Junsu dan...

Deg deg deg deg deg deg

Deg deg deg deg deg deg

Deg deg deg deg deg deg

Deg deg deg deg deg deg

Jantung Jaejoong seperti terkena serangan jantung, disana dibelakang meja kasir seorang namja bermata musang sudah duduk manis. Dia hanya perpakaian sederhana kemeja putih lengan pendek dengan apron hitam didepannya dan sesekali dia membenarkan letak kacamata tebalnya.

Jaejoong memandangnya bagai melihat model internasional padahal jika orang lain yang melihat Yunho seperti kutu buku pada umumnya bahkan terlihat sangat 'nerd' dan 'freak'. Tapi siapa peduli? Yang penting Jaejoong mengakui keseksian seorang Jung Yunho si nerd.

" Hyuung… Hyungg…" Panggil Junsu menggoyangkan lengan Jaejoong namun tidak ada tanggapan dari Jaejoong

Bahkan Junsu melihat mulut menganga Jaejoong mengeluarkan air liurnya. Junsu sendiri bingung kenapa Jaejoong bisa seperti ini.

" HYUUNNGG!"

" OMO!"

Jaejoong tersentak kaget saat suara pekikkan lumba – lumba terdengar digendang telinganya. Dia langsung menoleh ke asal suara.

" Ya! Suie waeyo?!"

" Eii, aku sudah memanggilmu berulang kali hyung! Apa yang kau lihat eoh?" Junsu menoleh mencari sesuatu yang dilihat Jaejoong

Dibelakangnya hanya ada beberapa pegawai part time yang dia kenal, Song Joongki, Eunhyuk, Donghae dan Yunho yang ada dikasir.

" Kau menyukai salah satu pegawai sini?"

" Eoh?!" Jaejoong menatap Junsu dengan wajah merah padam " Jo-joongie tidak menyukai Yunie kok!"

" E-eh…?"

Tatapan mereka saling bertemu dan mereka terdiam satu sama lain. Junsu mencoba mencerna kalimat yang dikeluarkan oleh Jaejoong barusan.

" Hyung… Ka-"

" Suie, waeyo?"

Jaejoong dan Junsu menoleh dan mendapati Yunho berdiri dibelakang Junsu. Junsu mencoba tersenyum kikuk.

" Gwaenchana hyung"

" Kau membuat para pelanggan kaget tadi" Jelas Yunho

" Mianhae hyung" Junsu membungkukkan tubuhnya

" Ne, kau sudah selesai mengantar makanannya?"

" Su-sudah hyung"

" Cepat kembali ke belakang kalau sudah"

" Ne" Junsu mengangguk pasrah

Yumho kemudian meninggalkan Junsu dan Jaejoong karena ada pelanggan yang akan membayar. Kemudian dengan cepat Junsu duduk didepan Jaejoong dengan mata berbinar.

" Kau menyukai Yunho hyung?" Tanya Junsu

" Eoh? It-itu…"

" Arraseo… Tidak mungkin! Yunho hyung itu cupu, ketinggalan zaman, aneh dan tidak tampan makanya tidak ada yang menyukainya" Ucap Junsu kemudian menganggukkan kepalanya

" Ya! Yunie itu tampan dan seksi kok! Joongie menyukainya!"

PLAAKKK

Jaejoong menepuk keningnya dengan keras. Dia langsung mengakui bahwa dia menyukai Yunho didepan Junsu. Pabbo Joongie… Melihat Jaejoong yang salah tingkah membuat Junsu melebarkan senyumnya. Akhirnya… Ada juga yang menyukai hyung cupunya itu!

" Su-suie ya…."

" Hmmm?"

" Jangan bilang Yunie ne?" Pinta Jaejoong dengan kitty eyes andalannya membuat Junsu benar – benar merasa gemas dengan namja cantik di depannya

" Arra… Kau bisa percaya padaku"

" Hah…" Jaejoong menghela nafas lega " Gomawoyoooo Suie…"

" Ne"

Junsu tersenyum lembut dan dibalas dengan senyuman manis milik Jaejoong.

" Ya! Junsu, bantu aku!" Teriak seseorang membuat Junsu menoleh

" Arraseo eunhyuk ah! Aku datang" Ucap Junsu kemudian kembali menatap Jaejoong " Aku kerja dulu hyung, kau hutang penjelasan

padaku hyung" Lanjut Junsu kemudian tersenyum

" Ne" Jaejoong mengerucutkan bibirnya

Padahal dia ingin rahasia ini hanya diketahui oleh keluarganya, Changmin juga sekretaris Mr. Kim yang sudah susah payah menguntit Yunho. Hah…

" Ya sudahlah… Mungkin Suie bisa mebantu agar Joongie bisa mendapatkan Yunie dengan cepat"

BLUSH

Seketika wajah Jaejoong memerah dan Jaejoong menepuki kedua pipinya dengan telapak tangannya.

" Omo omo! Apa yang Joongie katakana eoh? Mendapatkan? Kyaaa~~~~" Ucapnya heboh sendiri, dia juga menggoyangkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri (lama – lama Jaemma kayak anak SLB)

Ck… Dia malah heboh sendiri… Aigoo…

Yah… Sepertinya hari ini Jaejoong habiskan dengan memandangi Yunho sepuasnya di kafe ini. Dari pojok kafe Junsu hanya bisa menahan senyum melihat Jaejoong yang berblushing sembari memandangi Yunho yang sedang serius menjaga kasir dan ah.. Jangan lupakan mulut Jaejoong yang terkadang menganga dan meneteskan air liur saat melihat Yunho yang sedang menghitung uang yang diberikan dari pelanggan. Jaejoong meleleh sempura juga saat melihat Yunho tersenyum kecil pada pelanggannya.

KLING

Pintu kafe itu terbuka dan menampilkan seorang namja yang belum terlalu tua. Dia masuk dan duduk ditempat biasanya. Junsu tersenyum melihat tamu langganannya dan menghampirinya.

" Selamat siang, Anda mau pesan apa… Park saenim?" Tanya Junsu kemudian menampilkan senyum sepuluh jarinya

.

.

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

.

Saauuurrr... Saauuurr..

Hahahay telat ne? Tadi mau update abis saur, eeehhh~~~ Ketiduran! hahahaha... Mianhae?

Cho update kan Glassy boy na ^^ setelah dua minggu ga update. hehehehe...

Hmmm.. Otte? klo typos maapin nyee^^

dan jangan salah paham sama Yunpa disini... :p

Chap depan kita liat apa yang dilakuin Jaemma buat Yunpa, semoga sifatnya dia makin nista eoh?

.

Special Thanks :

MaxMin, dims, Naoi Sora, cichangmin, shanzec, niixz. valerie. 5, YuyaLoveSungmin, cminsa, Ineedtohateyou, MPREG Lovers, Rly. C. JaeKyu, Boo Bear Love Chwang, farla 23, Narita Putri, snow. drop. 1272, littlecupcake noona, Dennis Park, ciachunyoo, kimRyan2124, Ai Rin Lee, thinse, ditstysandra, Yunjae heart, akiramia44, jj, vampireyunjae, azahra88, kuminosuki, leeChunnie, Vic89, joongmax, nidayjshero, noona, para Guest, para SiDer, para follower dan favoriter - apa ini? Hahahahay...

.

See u next chap ne?

Chuuu~~~