Xavier Magic

.

.

.

Disclaimer : MK & JK Rowling.

.

.

.

Warning: Ooc, Oc, Femnaru, Boring, LifeMinaKushi, etc

.

.

.

Enjoy This Chapter

TWO YEARS LATER

Kira2 sudah 2 tahun naruto tinggal dengan pamannya dan ia sudah terbiasa dengan keadaan disana, oh ia kalian pasti penasaran dengan bagaimana naruto selama 2 tahun ini, selama 2 tahun ini naruto tdk banyak berubah cuman ia bertambah manis dan juga cantik mengingat ia akan segera berumur 11 tahun di bulan oktober nanti, dan di umur yang masih belia ia sudah hampir menguasai sihir keluarga xavier dan yah kalian pasti terkejut karena naruto sudah menemukan kekuatan istimewanya, kalian pasti penasaran kekuatan apa yang dimiliki naruto, naruto memiliki kemampuan mampu memanipulasi ruang sehingga memungkinkan dirinya untuk memindahkan objek lain atau dirinya ke tempat lain sesuai dengan keinginanya serta yang lebih penting naruto dapat meneyembuhkan seseorang dengan naruto mengalirkan energi sihirnya pada objek yang ingin disembuhkan, luka apapun penyakit apapun naruto bisa sembuhkan.

Dengan kata lain kekuatan istimewa naruto adalah teleportasi+telekinesis serta ia seorang healer, tapi biar pun begitu sayap naruto tidak bertambah sama sekali, tetap masih sepasang sehingga Andrian menyimpulkan bahwa masih ada kemampuan istimewa yg masih bisa muncul sehingga kadang ia khawatir dengan keponakannya itu ia terlalu istimewa sehingga memungkinkan banyak orang jahat ingin mendapakannya. Tapi biarpun begitu andrian percaya bahwa naruto mampu menjaga dirinya sendiri karena ia sudah mengajarkan sihir xavier tinggal ia sempurnakan.

Nampak seorang gadis manis bermata safir, berambut pirang yang ia biarkan terurai tapi rambut depannya ia kepangan sedikit di sebelah kanan rambutnya yang ujungnya di ikat dengan pita merah, ia juga mengenakan dress putih tanpa lengan yg sampai di paha diatas lutut yang mempercantik penampilannya, saat ini ia sedang berjalan kebawah untuk sarapan pagi. Setelah tiba di ruang makan nampak ia melihat paman kesayangannya menunggunya disana untuk makan makanan yang sudah di hidang kan para maid.

"naru, kemarilah kita sarapan bersama" kata Andrian

"tentu uncle" kata naruto sambil tersenyum simpul setelah itu ia menggeser kursi dan duduk diatasnya

"naru kau tau sudah 2 tahun kau tinggal disini uncle senang kamu sudah terbiasa dan senang tinggal disini" kata andrian di sela acara makan bersama

"naru juga senang tinggal disini dengan paman yang menyangi naru" jawab naruto sambil tersenyum riang yang dibalas senyum pula oleh andrian sang paman

Setelah itu mereka melanjutkan acara makan bersama dalam keadaan diam tenang dan menyenangkan. Setelah mereka makan nampak datang seorang butler menghampiri naruto dan andrian yang masih di meja makan

"permisi tuan ada surat untuk naru-hime" kata sang butler

Yah naruto di panggil hime oleh para maid dan butler, awalnya naruto menolak dipanggil demikian akan tetapi para maid dan butler tetap menggilnya hime karena Suruhan Andrian yg beranggapan naruto cocok di panggil hime karena sejak kedatangan naruto di kediaman xavier keadaan rumah tampak berubah lebih menyenanngkan, lagi pula para maid dan butler tidak keberatan malahan senang memanggil naruto demikian karena naruto memiliki kepribadian baik, anggun dan berkarisma secara bersamaan mirip putri yang sesungguhnya, itulah sebabnya mereka sangat menyayangi sekaligus kagum terhadap sosok naruto

"baiklah sebastian berikan suratnya kepadaku, setelah itu kau boleh pergi" kata andrian setelah ia menerima surat dari sang butler dan sang butler pergi setelah memberi hormat kepada tuannya

"naru boleh kah paman saja yang membacanya?" kata andrian naruto hanya mengguk setelah melihatnya sekilas tampak andrian tersenyum membuat naruto penasaran

"memang apa suratnya paman" tanya naruto penasaran

"hm, kamu tidak akan menyangka naru, kamu di undang untuk bersekolah di sekalah sihir hogwart!" kata andrian antusias sambil tersenyum

"benarkah?" tanya naruto dengan wajah yang biasa saja

"kenapa kamu terlihat biasa saja kenapa tidak senang" tanya andrian penasaran dengan sikap naruto

"bukan apa2 kok paman, hanya saja apa perlu naru masuk sekolah sihir? Naru rasa sudah cukup naru mempelajari sihir xavier, lagi pula apa paman tidak kesepian jika naru tinggal sendiri" kata naruto jujur mengungkapkan pemikirannya sambil menundukkan kepala

'ah betapa berutungnya aku punya keponakan sepertimu naru, yang perhatian kepada pamannya' pikir andrian

"naru keponakan paman yang paling paman sayang, kamu tenang saja paman disini baik2 saja jika rindu dengan paman kamu tinggal menghubungi paman, paman akan sering mengunjungimu disana oke?, dan yah kamu perlu bersekolah agar kamu dapat bersosialisasi dengan teman sebayamu kamu mengerti keponakanku tersayang?" kata andrian sambil tersenyum tulus

"benar paman tidak apa2" tanya naruto memastikan dengan menatap wajah pamannya dan ia mendapatkan anggukan dari andrian sambil tersenyum antusias

"dan yah karena kamu diterima disana paman akan memberikanmu hadiah, tunggu saja sampai kamu bersekolah di hogwart pasti kamu akan menyukainya" kata andrian

"memang hadiah apa paman?" tanya naruto

"rahasia hehehe" kata andrian sambil tertawa melihat muka cemberut naruto karena ia mempermainkannya

Keesokan harinya andrian dan naruto pergi bersama ke diagon alley untuk membeli keperluan sekolah naruto, mereka banyak membeli barang tinggal sebuah tongkat sihir awalya andrian ingin menemani naruto membelinya akan tetapi dia ada keperluan mendesak entah apa sehingga andrian cuman mengantar naruto didepan toko ollivender dan menyuruh dia menunggunya, karena tidak ingin menyusahkan pamannya naruto memutuskan membeli sendiri tongkat sihirnya sehingga ia memasuki toko penjual toko itu

TRING

Bunyi bel berbunyi ketika naruto membuka pintu toko itu, setelah itu tampak 2 orang laki2 melihat kearahnya yang satu sudah berumur tua dan yang satunya seumuran dengannya

"excusme sir, naru ingin membeli sebuah tongkat sihir" kata naruto pada orang tua yg ia yakini adalah pemilik toko

"mari masuk tapi tunggu yah, saya melayani tuan harry poter terlebih dahulu" kata tuan ollivender setalah itu ia sibuk mencari2 tongkat sihir yg cocok dengan anak yang bernama harry potter itu di berbagai rak, karena tdk menemukan yg cocok ia memilih memasuki tempat penyimpanan tongkat sihir sehingga hanya menyisahkan mereka saja diruang itu

"hy namaku naruto xavier kamu bisa panggil aku naru saja" kata naruto berusaha mengubah suasana canggun diantara mereka karena entah mengapa harry hanya diam tapi terus meliriknya dari tadi

"h-ha-hai im harry, harry potter" kata harry tergagap sambil mukanya memerah naruto hanya tersenyum melihat balasan harry sehingga membuat harry potter tambah memerah mukannya

'ada apa dengaku kenapa sejak tadi tubuh ku begini ada yg aneh jika aku berdekatan dengan naru, apakah aku jatuh cinta?, hah masa aku anak yg berumur 11 tahun bisa merasakan jatuh cinta itu tidak mungkin' pikir harry

"harry apakah kau baik2 saja sepertinya kau demam, mukamu memerah" kata naruto dengan raut muka cemas

"ti-tidak apa2 kok naru, ini hanya kepanasan saja, yah hanya kepanasan saja" elak harry naruto hanya tersenyum simpul sebagai tanggapannya

"naru apakah kamu baru mau masuk sekolah sihir sehingga ingin membeli tongkat sihir?" tanya harry

"benar harry, aku akan masuk sekolah sihir tepatnya di hogwart" kata naruto

"benarkah?, wah aku juga akan masuk disana" kata harry dengan nada bahagia dan antusias

"oh ia kalo begitu kita akan satu sekolah bagaimana kalo kita berteman mulai dari sekarang" kata naruto tiba2 ia memegang kedua tangan harry

Deg

Entah mengapa jantung harry tambah semakin cepat berdetak ketika tiba2 tangannya di sentuh naruto, waktu terasa berhenti disekitar harry dan harry hanya bisa fokus kepada naruto saja

'kurasa aku benar2 jatuh cinta pada sosok malaikat yg didepanku ini jantungku semakin berdetak bila bersama dia dan juga bila disentuh olehnya' pikir harry sambil tersenyum ooc

"harry?, harry?, har are you okey?" tanya naruto karena ia takut ada apa2 dengan harry yg tiba2 diam dan tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila

Tiba-tiba harry tersentak karena tersadar dari lamunannya

"yah ada apa naru?" kata harry yg masih tersenyum tetapi bukan senyum ooc lagi tetapi senyum tulus kepada naruto

"hm kamu tidak dengar kata2 ku yah, aku bertanya mau kah kamu berteman denganku?" kata naruto lagi berusaha mengulangi perkataannya

"hm tentu saja aku mau naru" jawab harry entah mengapa tidak bisa menyembunyikan raut bahagianya

"kalo begitu kita teman?" kata naruto sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman

"te-teman!" kata harry sambil menyambut uluran tangan naruto

Setelah itu mereka berbincang2 sedikit hingga tuan ollivender datang membawa beberapa tongkat sihir untuk dicoba harry, harry sedikit kesulitan memilih tongkat sihir karena hampir semuanya menolaknya terbukti banyak barang yang rusak akibat ledakan sihir tongkat sihir yang dipegangnya

Karena bosan naruto berniat mencari tongkat sihirnya sendiri, karena melihat tuan ollivender kesulitan menangani harry potter

"sir, bolehkah saya melihat-lihat didalam?" tanya naruto

"yah yah silahkan" kata tuan ollivender sadar atau tidak sadar akan perkataannya karena sakin sibuk memilih tongkat sihir yg akan harry coba

Karena merasa sudah mendapat izin lantas naruto memasuki ruang penyimpanan tongkat sihir harry sebenarnya ingin mengikuti naruto tapi ia tidak bisa karena tuan ollivender sibuk memilihkan tongkat sihir untuk ia coba

Naruto pun memasuki penyimpanan tongkat sihir ia menengok kekiri dan kekanan banyak sekali tongkat sihir yang disusun dirak2 di sampingnya, naruto terus berjalan hingga berada tak jauh dari sebuah eltelase kaca yg jauh ada didepannya, didalam eltalase itu terdapat tongkat sihir putih dengan ukiran sayap emas di tengah2nya, tongkat sihir itu memiliki tinggi sekitar 30,11 cm dan mengeluarkan aura biru bercampur putih Naruto terus mendekat ke eltelase itu semakin naruto mendekat semakin bercahaya aura yg dikeluarkan dari tongkat sihir itu hingga ia tiba didepan eltalase itu dan membukanya dan memegang tongkat sihir itu

BHOSHH WHUSSSSHHHHH

Setelah memegang tongkat sihir itu tiba2 tongkat sihir itu semakin terang dan menyilaukan mata sehingga naruto menutup matanya angin tiba2 berhembus dengan naruto sebagai pusatnya setelah angin itu berhenti dan cahaya itu meredup lantas naruto membuka matanya, dan melihat tongkat sihir itu memancarkan aura magis sekaligus rasa nyaman di genggamannya

"entah mengapa ada perasaan nyaman memegang tongkat sihir ini, mungkinkah tongkat sihir ini memilihku sebagai tuannya?" tanya naruto entah pada siapa

"ah ada baiknya aku menemui tuan ollivender untuk memberi tau bahwa aku memilih tongkat sihir ini" kata naruto lagi

Naruto pun menuju tempat dimana harry dan tuan ollivender berada

"nak naru, harry sudah menemukan tongkat sihirnya sekarang giliranmu nak" kata tuan ollivender melihat naruto menghampirinya

"kurasa tidak usah sir, aku sudah menemukan tongkat sihir ku sendiri" kata naruto memperlihatkannya tongkat sihir yg dipegangnya, tuan ollvender hanya terkejut melihat tongkat sihir yg ada ditangan naruto

"ka-kau sungguh beruntung nak tongkat sihir itu memilih mu, apakah kau seorang xavier nak?" kata tuan ollivender tampa menyembunyikan rasa kekagumannya

"ia, memang kenapa sir?" tanya naruto

"tongkat sihir itu bernama tongkat sihir penentu takdir yg dibuat kakekku dulu, kakekku dulu bermimpi didatangi sosok makhluk suci yaitu seraphim memintanya untuk membuat sebuah tongkat sihir untuk keturunannya yg terpilih yg berarti untuk seorang xavier, tonkat itu terbuat dari kayu dari pohon shinju yg ada didaratan asia dan dengan inti berupa benda langit yg diberikannya dalam mimpinya sejenis benda bulat dan bercahaya mungkin berupa bongkahan bintang, setelah kakekku terbangun dari mimpinya ia melihat benda langit yg diberikannya ada disampingnya karena merasa mimpi itu benar2 dan nyata keesokan harinya kakekku melaksanakan perintah malaikat itu" jelas tuan ollivender

"dan kurasa tongkat sihir itu sudah berada ditangan yg tepat sesuai keinginan malaikat itu yaitu berada ditangan mu nak" kata tuan ollivender sambil tersenyum kepada naruto dan dibalas senyum simpul juga

"jagalah tongkat sihir itu nak karena tongkat sihir itu sangat istimewa karena tidak ada yg bisa memegangnya selain keturunan langsung dari malaikat dan kekuatan tongkkat itu cukup besar" nasehat tuan ollvender

'bahkan aku yakin orang yg tidak boleh disebut namanya tidak bisa memegang tongkat itu dan tongkat itu bahkan lebih hebat dari tongkat albus dumbeldor' tambah tuan ollivender dalam hati

"baiklah sir, naru akan menjaganya" kata naruto

Setelah itu naruto mengeluarkan energi sihirnya dan menyalurkannya pada tongkat sihirnya setelah itu tongkat itu perlehan-lahan mengikis menjadi menjadi cahaya putih bercampur kebiruan yg masuk kedalam telapak tangan naruto, setelah tongkat itu menghilang tampak ada tato indah berada di telapak tangan kanan naruto berubapa sayap sesuai dengan ukiran dari tongkat nya itu

"dengan begini tongkat ku aman dan selalu ada bersamaku" kata naruto

"wah kamu hebat naru, kamu apakan tongkat mu? " tanya harry sejak tadi memperhatikan apa yg naruto perbuat tadi

"tadi naru menggunkan sihir xavier berupa sihir penyimpanan, naru menyimpan tongkat sihir naru di tubuh naru tepatnya di tangan kanan naru supaya aman dan naru bisa menggunakannya setiap saat" jelas naruto

"hebat bisakah naru mengajarkannya padaku?, aku juga ingin supaya tongkat ku aman" tanya harry sambil memperlihatkan tongkat nya

"maaf harry sihir ini hanya berlaku untuk seorang xavier saja" sesal naruto

"tidak apa2 naru" kata harry cepat kerana tidak mau membuat naruto sedih

"kalau begitu mari kita bayar tongkat sihir kita saja" kata harry lagi

Setelah itu harry dan naruto membayar tongkat sihir mereka, setelah itu mereka keluar dan setelah diluar tampak hagrid sudah diluar menunggu harry sambil membawa burung hantu putih yg indah untuk harry

"Happy Birthday harry" kata hagrid sambil tersenyum dan dibalas tersenyum juga meraka

"wah ternyata kamu ulang tahun yah harry?, maaf yah naru tidak punya kado buat mu" kata naruto sambil memasang wajah sedih

"tidak apa2 naru" kata harry 'bertemu denganmu saja itu merupakan hadiah terindah dalam hidupku' tambahnya dalam hati

"tapi aku bisa memperbaiki kacamatamu yg rusak itu" kata naruto sambil tersenyum setelah itu ia menjetikan jarinya dan tampaklah kerlipan cahaya kecil membentuk tongkat sihirnya

Oculus Repero

Setelah mengucapkan mantranya tampak kaca mata harry yang awalnya disambung tengahnya dengan sejenis perekat menghilang dan kembali seperti sedia kala

"t-thanks naru" kata harry tergagap karena terkejut

"sama2 harry" kata naruto sambil tersenyum tulus

"oh ia hagrid perkenalkan ini naruto, dan naruto ini hagrid" kata harry sambil tersenyum

"senang bertemu denganmu sir nama saya naruto xavier" kata naruto sambil membungkuk hagrid hanya mengguk spechless karena takjub dengan kemampuan naruto

"hagrid Rubeus" kata hagrid Setelah itu mereka berbincang-bincang dan tak lama kemudian datanglah andrian mengajak naruto membeli tongkatnya tetapi naruto menolak karena sudah membelinya sendiri andrian pun meminta maaf karena terlalu lama sehingga tidak bisa menemaninya dan ditanggapi tidak apa2 oleh naruto karena dirinya tidak mau menyusahkan pamannya. Setelah itu naruto berpamitan untuk pulang kepada harry dan hagrid karena pamannya sudah datang menjemputnya lagi pula dia juga sudah membeli semua keperluannya

"kalo begitu naru pulang yah harry hagrid sampai jumpa di hogwart" kata naruto sambil membungkuk setelah itu pergi bersama pamannya

"yah sampai jumpa naru" kata harry

'dan aku tak sabar ingin bertemu denganmu lagi naru' pikir harry sambil meliahat naruto menjauh darinya

.

.

.

TBC

Hy balik lagi sama kitsune kali ini kitsune up xavier magic dan seperti sebelum2nya kitsune ucapin terima kasih kepada reader yg setia membaca fic kitsune ini, kitsune harap kalian puas dan senang dengan fic kitune maaf nee kalo chapter kali ini sedikit dan juga kurang memuaskan bagi para reader

Itu aja dari kitsune, kitsune sangat senang jika kalian senang baca fic kitsune dan yah jangan lupa review jika masih ingin melihat kelanjutan fic ini yah oke?

BYE BYE BYE (^.^)