Wahh Reviewnya tetep sedikit, tapi aku takkan terus melanjutkan ini cerita. Dan...
Enjoy My Storie...
Back To School
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rated : T aja lah
Warning : AU, OOC, typo, tidak sesuai dengan EYD, garing abis, humor gagal
Chapter 3
Hari Pertama Masuk sekolah – Part 3
Istirahat merupakan waktu yang di tunggu – tunggu oleh hampir semua siswa, beerbagai aktifitas pun di lakukan untuk menghabiskan waktu istirahat. Ada yang pergi kekantin untuk mengisi perutnya yang udah minta setoran, pacaran, main kartu, olah raga, bahkan ada yang bengong liatin yang lagi pacaran sambil komat – kamit"putus..putus..putus.." dengan mengeluarkan aura suram.
Kita beralih ke Naruto dan para Akatsuki yang tengah berada di kanti.
"Aduh gue lupa gak bawa uang." Ujar Pein kepada teman – temannya.
Pein lalu menatap kearah Konan yang di balas dengan sebuah gelengan.
"Kalian ada yang bawa uang?" tanya Pein.
Para akatsuki pun hanya membalas dengan gelengan sama dengan Konan.
"Tenang gue yang traktir." kata Kakuzu bak pahlawan kemalaman, para akatsuki langsung pada shock setelah mendengar perkataan Kakuzu
"Ah, yang bener lho entar bo'ong lagi." Pein ragu apa yang barusan dikatakan Kakuzu itu benar atau hoax belaka.
"Beneran tunggu ya." Kakuzu berjalan perlahan menghampiri seorang ibu – ibu yang tengah melayani pelanggannya.
BRRAAAKKK!
Kakuzu langsung menggebrak tempat sang ibu tadi berjualan persis kaya preman pasar lagi malak. Plus mata merah meloto bukan karena iritasi yah. Cadar berkibar – kibar menambah kesan menambah kesan sangar pada wajah yang darisanannya udah sangar.
Orang – orang langsung melihat kearah Kakuzu, si ibu tadi kaget dan langsung latah"Eh cadar berkibar, eh orang jelek" itu yang dikatakan si ibu.
"Bu, saya pesen teh tawar hangat 10 tapi ngutang dulu ya." Ujar Kakuzu dengan suara serak – serak banjirnya.
Para akatsuki hanya menunduk malu akan kelakuan orang arab KW yang satu itu.
"Ya, silahkan ayo dinikmati, kalo kurang tinggal bilang." Ujar Kakuzu sambil menaruh teh tersebut di meja.
"Yang bener aja ini Cuma teh tawar." Ujar para akatsuki kompak.
"Kita harus mensyukuri apa yang ada, dan ini juga bagus untuk kesehatan." Ujar Kakuzu mendadak menjadi orang bijak kayak Mario Tangguh.
Skak Mat! Para akatsuki tidak bisa lagi berkomentar mereka terpaksa hanya meminum teh tawar hangat untuk makan siangnya.
Diseberang meja akatsuki ada Naruto dan dua temannya yang akan memesan makanan.
"Naruto kau tau tidak toilet yang ada di taman?." Tanya Yukari sembari menunggu pesanannya datang.
"Ya taulah emangnya gue turis." Jawab Naruto sengit
"Katanya toilet itu angker, apalagi pas malem katanya banyak orang yang ngeliat hantu di sana."
"Jangan di percaya itu Cuma gosip, gue mau pesen dulu."
"Paman pesen ramen yang biasa." Ujar Naruto kepada seorang pria paruh baya yang menjual ramen.
"Oke Naruto." Balas Teuchi dan segera menyiapkan pesanan Naruto
"Oh iya Naruto, perasaan lho pesen ramen mulu sekali – sekali pesen yang lain ke." Ujar yukari di tengah – tengah makan siangnya di kantin bersama Naruto dan Sasuke.
"Hn... Itu benar." Sasuke membenarkan apa yang dikatakan oleh Yukari tapi matanya menatap kearah meja seberang dimana terdapat Itachi didalamnya.
"Suka – suka gue, dan Hn... itu maksudnya apaan." Seru Naruto mangap – mangap.
"Rahasia." Jawab Sasuke singkat.
"Sudah – sudah Naruto ramennya udah datang tuh." Yukari menunjuk kearah paman Teuchi yang sedang berjalan kearah meja mereka dengan semangkuk ramen di tangan.
"Ini pesananmu Naruto." Paman Teuchi meletakan ramen yang di bawanya
"Selamat makan!" Tanpa banyak cing – cong Naruto langsung menyerbu itu ramen kayak orang yang belum makan seminggu.
"Pelan – pelan aja Naruto." Ujar Yukari mengingatkan.
"Hn... Iya Naruto jangan kayak beruk." Kata Sasuke sependapat
"Berisik kalian, dan Hn... itu apaan." Seru Naruto untuk yang kedua kalinya.
"Sasuke kali ini gue gak bakal kalah." Seru Naruto
"Kalo lho bisa." Balas Sasuke.
"Yaelah kalian kayak bocah." Timpal Yukari.
"Ayo kita mulai." Seru Naruto dan Sasuke serempak.
Ngomong – ngomong mereka lagi ada di sebuah ruangan yang kayaknya tempat nyantai mereka dan isi didalamnya ada meja untuk komputer dan barang – barang lainnya, meja biasa, 4 kursi, 2 kursi panjang, rak buku, 2 loker, dan sebuah konsol video game yang tengah di mainkan oleh Naruto dan Sasuke.
"Ayo maju Jun Kazuma!" seru Naruto sambil memencet tombol di stick yang ada di tangannya.
"Jangan mau kalah Kazuy Misami." Ujar Sasuke tidak kalah heboh.
Beberapa saat kemudian...
Game Over Kazuy Minami Win. Itulah yang tertera di layar.
"Hancuk! Gue kalah lagi." Naruto menjambak – jambak rambut Sasuke. Rambut Sasuke yang indah dan mulus emo bak pantat ayam yang lagi bertelor itu karena di jambak – jambak sama Naruto alhasil berubah jadi kayak rambut Andika Kangen Band.
"Tidak rambut gue! lho gak tau gue butuh ½ jam buat nata ni rambut." Seru Sasuke dan tidak ketinggalan juga dengan hujan badai yang mengenai wajah tamfan Naruto.
"Basah oyy basah!" Naruto mengelap wajahnya yang sudah basang kuyup bak pemain bulu tangkis yang kerinngetan berlebih setelah memenangkan ALL ENGLAND.
"Emang kalian bocah, gue mau pulang nih kalian ikut gak." Seru Yukari yang hanya menonton saja.
"Ikut!" seru Naruto dan Sasuke bersamaan.
Di tengah – tengah perjalanan pulang mereka bertemu dengan Shino yang kelihatannya sedang mencari – cari sesuatu.
"Yo Shino, lagi ngapain?" Tanya Naruto
"Oh kalian, lagi nyari tempat serangga punyaku." Jawab Shino berhenti sejenak melakukan pencarian. Ketika melihat penampilan Shino, apakah perasaan mereka aja ato bukan Shino keliatan makin kayak tukang pijet pro, di tambah dengan kacamata hitam yang selalu setia nangkring di wajah Shino, cocok banget dah jadi tukang pijet.
"Mau kami bantu?" Yukari menawarkan diri untuk membantu sang tukang pijet.
"Boleh – boleh."
Mereka akhirnya bergabung untuk mencari tempat serangga Shino. Mereka mencari ke semua penjuru sekolah, dimulai di halaman sekolah.
"Pertama – tama kita cari disini, cari semaksimal mungkin mengerti!" laga Naruto tiba – tiba kayak jadi bos.
"Mengerti!" jawab mereka kompak.
"Ayo mulai."
Selama 10 menit mereka terus mencari tapi mereka tidak menemukan apapun.
"Nar, Di sini gak ketemu." Kata Sasuke
"Oke, kita pindah tempat."
Tempat Kedua di dalam kelas.
"Ayo kita cari lagi." Seru Naruto bersemangat
"Ya!"
5 menit kemudian...
"Gak ada Nar." Ujar yukari
"Ke tempat selanjutnya."
Di kantin...
"Di sini juga gak ada." Ujar Yukari.
"Ohh iya, tunggu bentar." Balas Naruto dengan semangkuk ramen di tangan dan lalu menyantapnya.
"Apa – apaan lho! Kenapa lho malah makan haah!" Yukari berteriak tepat di hadapan wajah Naruto.
"Karena guenya laper." Jawab Naruto dengan wajah innocent minta di tabok.
Yukari langsung menyambar kerah baju Naruto dan langsuung menyeretnya keluar dari kantin.
"Tunggu – tunggu, ramen gue. Tidaakkk!"
'Serem banget cuy tu cewek.' Batin Sasuke dan Shino dengan wajah ngeri.
Di ruang ganti cewek...
" Kita cari di sini." Ujar Naruto menunjuk ke tempat ruang ganti cewek.
"Lho gila, ini ruang ganti cewek coy." Seru Sasuke heboh.
"Gak boleh!" Yukari langsung membentangkan tangan membentuk barikade agar 3 laki – laki tidak masuk ke tempat sakral itu.
"Yukari." Naruto menaruh tangannya di pundak Yukari.
Dia menghelang nafas dahulu sebelum mulai berbicara biar keliatan keren"Yukari harus mencari kesemua tempat dan aku menjamin di dalam tidak ada orang karena orang – orang udah pada pulang." Naruto berbicara dengan wajah serius.
Seolah – olah terhipnotis Yukari menurunkan tangannya dan menjauh dari jalan yang menuju ke ruang ganti itu.
"Kamu tunggu di sini saja." Ujar Naruto
Yukari membalas dengan anggukan.
"Ayo Sasuke, Shino!"
Mereka bertiga bergegas menuju ruang ganti tersebut, dan langsung membukanya dengan keras.
Siiiiiingg ~~~~~~
Tiba – tiba suasana sunyi seketika, ternyata prediksi Naruto salah di dalam ruang ganti itu di penuhi oleh para cewek yang sedang berganti pakaian, seketika keluar darah segar dari hidung ketiga laki – laki itu.
"KYAAA!"
"Dasar mesum."
"Mati saja sanah."
"Maaf..maaf. kami minta maaf."
Bagaikan suami yang ketahuan selingkuh oleh istrinya mereka di lempari oleh berbagai macam benda yang ada disana, mau tidak mau para suami selingkuh langsung ngibrit keluar. Namun sayang sebuah panci yang kenapa bisa ada di sana melayang tepat mengenai kepala Naruto. Dan Naruto langsung nyusruk nyium lantai.
"Naruto buruan, malah tidur lagi." Ujar Sasuke.
"Siapa juga yang tidur!"
Sekarang mereka berempat lagi beristirahat di belakang sekolah dekat gudang.
"Adu..duh.. kepala gue." Ujar Naruto mengusap – usap kepalanya yang benjol karena insiden di ruang ganti cewek.
"Gue bilang juga apa!" kata Yukari
"Iya..iya, kita istirahat dulu di sini badan gue pegel – pegel nih." Ujar Naruto sambil meregangkan otot – otot tubuhnya yang kaku.
"Iya gue juga capek." Kata Yukari
"Aku juga." Ujar Sasuke.
Akhirnya mereka istirahat selenjoran di tanah.
"Kalian mau aku pijet." Tawar Shino dengan tampang tukang pijetnya.
'Jadi dia beneran tukang pijet yah.' Batin Naruto, Sasuke, Yukari.
"Gak usah." Naruto menolak tawaran Shino.
"Eh Shino bukannya itu tempat serangga punya mu." Naruto menunjuk benda kotak transparan yang penuh dengan serangga di sebuah mobil pick up.
"Oh iya, aku lupa tadi aku nitip di mobilnya Izumo penjaga sekolah."
"Kalau begitu ayo kita ambil." Ujar Yukari.
Tapi seorang pria datang yang dikenal sebagai Izumo si penjaga sekolah itu masuk kedalam mobilnya dan menghidupkan mobilnya sepertinya dia mau pulang.
"Gawat, dia lupa kayaknya dia mau pulang tu, ayo cepat." Ujar Naruto.
Namun sayang mobil itu sudah meningglkan pekarangan sekolah.
"Tidak mobilnya sudah keluar sekolah." Kata Shino kecewa.
"Masih sempet, Yukari, Sasuke kita kejar pakai sepeda." Naruto menunjuk ke tempat parkir sepeda.
"Kamu tunggu di sini aja Shino, kami pasti mendapatkannya." Kata Naruto dengan muka serius.
"Ayo! Kita kejar."
Mereka bertiga mengejar mobil itu menggunakan sepeda punya orang yang mereka ambil sembarangan.
"Yukari, Sasuke kalian pakai jalan pintas lalu menghadangnya di perempatan selanjutnya, aku akan terus ngejar ni mobil."
"Roger!" jawab mereka berdua lalu berbelok.
Naruto terus mengayuh sepedanya dengan sekuat tenaga dan mata yang melotot kayak yang mau keluar aja.
"Pak! Berhenti pak!" Naruto teriak – teriak dengan muka acak – acakan dan terus mengejar mobil itu.
"Perasaan ko ada suara, ahh itu cuma perasaan." Ujar Izumo santai aja masih sambil mengemudi.
Tiba – tiba mobil mengerem mendadak.
CKKIIIITTTT!
Tampak Yukari dan Sasuke di hadapan mobil itu.
"Woy jangan ngehalangin jalan."
"Sebelumnya kami minta maaf pak, kami melakukan ini karena bapak membawa barang teman kami yang di titipkan di bapak yang sepertinya bapak lupa." Ujar Naruto panjang dan lebar.
"Ohh Shino ya." Ujar Izumo sambil menyerahkan tempat serangganya.
"Bapak minta, kelupaan, kalau gitu bapak duluan yah." Tambahnya sambil nyegir.
Mobil itu pun kembali melaju meninggalkan mereka bertiga.
"Ayo kita kasih ini ke Shino." Ujar Naruto.
Di sekolah...
"Nih Shino." Naruto menyerahkan tempat serangga itu ke Shino.
"Terima kasih banyak semuanya." Ujar Shino menitikan air ingus terharu.
"Sudah..sudah kita akan selalu membantu orang – orang yang kesulitan." Kata Naruto dengan wajah jijik melihat ingus yang keluar dari hidung Shino.
"Kalo gitu aku pulang duluan ya, sekali lagi terima kasih." Ujar Shino sambil berlalu pergi.
"Misi Sukses!" seru mereka bertiga dengan menggabungkan kepalan tangan mereka.
.
.
TBC
.
.
Ya semoga ni Chapter reviewnya lumayan amin. Sekali lagi kritik sangat di anjurkan, flame juga di perbolehkan, dan tidak ketinggalan jangan lupa Review!
