Disclaimer : Character by (MASASHI KISHIMOTO). Aku pinjem chara-nya ya Mr. Masashi…

Kaoru Mouri presents

:: Missunderstand ::

A/N : pair, pair, pair. Kenapa harus meributkan masalah pair? #di deathglare readers/ menelan ludah/Ok,ok. sekarang aku udah tahu ending pairnya. Tapi aku gak mau kasih tahu#Bugh! Ditendang karena bikin penasaran naruhina dan sasuhina lovers. Huweee TwT ha-habis gimana… a-aku terbawa arus cerita, mungkin aja nanti aku berubah pikiran lagi*author plin-plan. Jangan salahkan aku, salahkan mereka yang memiliki kisah cinta yang pelik#ditendang (lagi?) karena banyak bacot#. Yauda kalo gitu *pasang muka cemberut

Happy reading!

Warning: OOC, AU, EYD banyak salah (mungkin), maybe typo, dan sebagainya.

Chapter 3 I Know It's Hurt

'Apapun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap berada disana, menunggumu mengakui keberadaannya'

Naruto sedang berbaring di kamarnya merasa gelisah dibolak-balikan badannya mencoba untuk tidur namun usahanya sia-sia hal itu malah membuatnya semakin tidak bisa memejamkan mata. Dia teringat kejadian saat sakura masih di apartemennya. Setelah mengucapkan kata maaf tiba-tiba saja sakura berlari pergi keluar apartemen.

'Kurasa aku terlalu terburu-buru, ugh! Bodohnya aku…' geram naruto menjambak surai pirangnya.

~oO0Oo~

Pelajaran terakhir dikelas XI IPA-3 berlangsung dengan ricuh. (A/N :Eh? emang mereka lagi ngapain?) Sebenarnya kelas sedikit ribut lantaran guru yang mengajar mata pelajaran terakhir tidak datang. Maka jadilah mereka membuat kubu masing-masing untuk meributkan hal yang tak penting. Biasalah saat seperti ini adalah kesempatan mereka untuk mengobrol dengan teman-teman lebih banyak. Saat yang lain sibuk dengan bahan pembicaraan. Tiba-tiba datang seorang laki-laki berambut raven memasuki kelas mereka dan menghampiri tempat duduk hinata.

"Kau lihat Naruto, akhir-akhir ini si Uciha itu selalu datang menghampiri Hinata" kata kiba kepada naruto yang saat ini tengah menatap ke arah dua orang yang sedari tadi dibicarakan.

"Apa hubungan mereka berdua?" tanya Lee.

"Mungkin Uciha itu pacar hinata soalnya kemarin aku melihat sasuke berdiri di samping meja belajarnya dan mengatakan jangan ganggu, dia lagi belajar" ucap chouji sambil menirukan gaya bicara sasuke.

"Benarkah? Mendokusai" sahut shikamaru.

"Hm menarik" komentar sai.

"Kasihan kau Naruto" sambung shino.

"Eh?! apa-apaan kau shino kenapa kau bawa-bawa namaku!" jerit naruto tak terima.

"Kalian para lelaki berisik sekali! Kerjanya hanya menggosip saja!" sindir ino yang dari tadi kesal melihat tingkah anak laki-laki di kelasnya.

"Apa kau bilang? Kau yang tukang gosip" sengit kiba tak terima dibilang tukang gosip.

"Jadi apa namanya kalau bukan tukang gosip. Membicarakan sasuke dibelakang, bilang saja kalian cemburu!" gerutu ino.

"kalian semua berisik" sambung temari.

"Ck, mendokusai" shikamaru hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah teman-temannya.

~oO0Oo~

Semenjak kejadian Sasuke yang merebut ciuman pertamanya , wajah hinata sering memanas. Apalagi ketika menyadari sekarang sasuke selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi hinata kekelasnya bahkan menawari hinata untuk pulang bersama.

Sewaktu perjalanan pulang Sasuke memperpendek jarak diantara mereka. Hinata merasa sangat kecil dihadapan tubuh tegap yang menjulang tinggi itu. Uchiha muda itu tiba-tiba saja menundukan kepalanya dan meraih pinggangnya, sontak membuat Hinata terkejut dari lamunannya.

Reflek ia menggerakan kakinya mundur.

"A-apa yang kau l-lakukan …" pekiknya ketakutan. Hinata merasakan nafas panas yang berhembus dipipinya. Jantungnya sudah berdetak liar karena takut. Ia mencoba mendorong dada bidang sasuke agar menjauhinya. Hinata kembali tersentak kala merasakan sentuhan di pipinya. Tangan besar itu mengelus pipi chubby-nya. Hinata bergetar. Terlalu kaget mencerna semua informasi yang baru sampai ke otaknya.

"Aku menginginkanmu."

"Lepaskan tangan kotormu itu dari sepupuku, Uciha!" bentak Neji lalu menghampiri keduanya.

"Neji-nii…" Hinata langsung mendorong tubuh tegap itu agar menjauhinya. Dan berhasil.

"Hn" sasuke memberikan deathglare pada orang yang telah mengganggunya.

"Ayo hinata kita pulang" ajak neji masih memperhatikan gerak-gerik anak kedua dari uciha fugaku itu dan memberikan pandangan menusuk padanya.

Setelah terus menatap kepergian neji dan hinata yang semakin lama semakin menjauh, sasuke langsung membalikkan tubuhnya berjalan beberapa langkah tiba-tiba dia menghentikan kakinya saat mendengar suara seorang gadis yang di kenalnya.

"Sa…sasuke" pekik sakura kaget saat perjalanan pulang bertemu dengan sasuke.

Sasuke tak menggubris hanya memberikan tatapan datarnya ketika dia berbalik menghadap sakura.

"tidak bisakah kau menyukaiku sasuke…, apa menariknya dia?" tanyaku histeris.

"Hn, bukan urusanmu" jawab sasuke. "Dan jangan pernah kau mencoba untuk menyakitinya" ujarnya dingin membelakangi sakura dan segera beranjak pergi.

Mendengar perkataan sasuke yang menyakitkan itu sakura hanya dapat menggigit bibir bawahnya menahan semua perasaannya. Dia lalu menubruk sasuke melingkarkan tangannya untuk memeluk punggung sasuke dari belakang. Sesaat sakura lupa akan statusnya yang sekarang telah menjadi pacar naruto. Sasuke menepis tangan sakura dan menjauhkannya lalu meninggalkan sakura tanpa sedikitpun berpaling.

'Kenapa Sasuke? Kenapa kau begitu dingin pada ku?
Batin Sakura sedih.

Sakura PoV

Tidak adakah tempat untukku dihatimu, sasuke? Kenapa kau tidak bisa membalas perasaanku. Aku seperti orang bodoh menyukai orang yang berulang kali menyakitiku. Tidak bisakah kau menganggapku sebagai seorang wanita? Kau egois sasuke…, aku benci pada diriku yang seperti mengemis cinta padamu.

Sakura PoV End

Tanpa disadari mereka berdua seseorang melihat semua kejadian itu dan mengepalkan tangannya erat.

~oO0Oo~

Sasuke PoV

Aku tahu, Aku egois, aku bilang pada sakura jangan mendekatiku karena aku tidak menganggapnya lebih dan menyakiti hatinya. Tapi aku memang tidak ada rasa dengannya. Dulu sempat ada seorang gadis yang mengisi hatiku, dia lebih tua 5 tahun dariku, namanya karin. Dan sekarang dia telah menikah dengan suigetsu. Walaupun begitu karin masih saja menemuiku saat sedang lari dari masalah atau bertengkar dengan suigetsu. Hal itu terjadi berkali-kali, aku merasa sangat bodoh, aku tahu aku hanya pelarian.

Tak berapa lama sebuah berita mengenai pesawat yang mengalami kecelakaan menggemparkanku. Di pesawat itu ada orang tua ku. Kalian pasti sudah bisa menebak apa yang terjadi, ya, aku kehilangan orang tua dan aku yatim piatu di saat umurku menginjak 14 tahun. Sebatang kara, huh, aku benci mendengar kalimat itu.

Kehilangan karin dan keluargaku membuatku hancur. Aku sempat depresi. Saat itu sakura datang dan mencoba menghiburku, mengatakan kalau dia akan selalu ada disisiku. Hal itu tanpa paksaan begitu saja terjadi. Saat itu aku tak sadar dengan apa yang ku lakukan. Sakura salah paham aku tidak memiliki perasaan terhadapnya. Semua itu murni kesalahan. Dan naruto melihat semua itu. Aku, naruto dan sakura bersahabat sedari kecil. Karena hal itu pula persahabatan kami jadi renggang. Setelah 2 tahun berlalu aku tidak menyangka kami bertemu kembali di sekolah yang sama.

~oO0Oo~

Tuut…Tuut… terdengar bunyi suara ponsel terhubung sepertinya sedang mencoba untuk menghubungi seseorang. Tak perlu waktu lama untuk menunggu panggilan itu pun terjawab.

Pip

"Moshi-moshi…" sapa seseorang di seberang sana.

"Sakura bisa kita bicara…"

To Be Continue…

A/N : Maaf mungkin chap 4 bakal lama update. Saya masih berkabung atas kehilangan review di chap 1 kemaren akibat terhapus… hu..hu..hiks.. ;_; *readers: E-eh! kok gtu?!

Nggak kok cuman lagi ada urusan aja besok. Tapi tenang aja chap 4 udah siap tinggal publish. Kayaknya saya mengingkari janji ya. Sasuke munculnya masih dikit. Gomen.

Special thanks to…

cecil hime

audie fryane

lavender bithy-chan

Tamii-hayashida

kensuchan

Me Yuki Hina

Grey and Chocolate

Ajunchai1

Arigatou udah baca

RnR Please …. (;_;)

Kaoru Mouri out.