PROMISE
Disclaimer : they belong to Themselves
Cast : All DBSK members and other character
Pair : Yunjae, Yoosu, and other
-Chapter 2-
Mianhae boo
"Penumpang tujuan Jepang dengan nomor penerbangan GA-09095 diharapkan untuk segera memasuki gate 5. Karena pesawat akan segera berangkat." Suara itu terus bergema di sepanjang lorong bandara Incheon.
Sesosok pria berbadan tegap berjalan pelan menyusuri lorong di bandara itu. Langkahnya begitu pelan, tak dihiraukannya suara-suara yang terus bergema meminta para penumpang dengan tujuan yang sama dengan dirinya untuk segera memasuki pesawat. Hatinya terasa berat meninggalkan Seoul dan juga seorang pria cantik yang merupakan belahan jiwanya.
"Hyung, cepatlah! Pesawatnya akan segera berangkat." Pria dengan postur yang lebih tinggi sedikit dari pria tadi menepuk bahunya keras. "ppali ppali!" seru pria tinggi itu. "ne changmin ah!" balasnya tak kalah keras.
Sekali lagi ia menoleh melihat sosok yang dicintainya ada di sana. Ia menghela nafas. Sosok yang diharapkannya tak ada. 'tak mungkin dia akan ada di sini. Bagaimana mungkin dia akan muncul di sini dan memberikanmu ciuman perpisahan yang kau harapkan' pikirnya. Tentu saja hal yag ia harapkan akan akan meninggalkannya tanpa pesan sedikitpun. Dan sekarang ia mengharapkan kekasih hatinya itu memberikannya ciuman perpisahan? Benar-benar hal yang mustahil.
"Yunho hyung! Ayo!" pria tinggi tadi kembali berteriak memanggil hyungnya yang bediri mematung. Pria tegap yang dipanggil Yunho oleh pria tinggi tadi berbalik. Meskipun hatinya masih ragu- ragu untuk meninggalkan belahan jiwanya di sini, di Seoul, sendirian. Haruskah ia berlari ke pelukan kekasihnya dan menolak semua perintah appanya? Namun konsekuensi yang akan ia dan kekasihnya terima akn sangat berat. Akhirnya keputusannya mantap, ia terus melangkahkan kakinya memasuki gate. Ia harus melakukan ini demi kekasihnya. Biarlah dia berkorban, asalkan jangan dia yang tersakiti karena ulah appanya. "mianhae boo" lirihnya pelan sesaat sebelum ia memasuki pesawat.
-thazt-
"Hyung, ceritakan padaku. Kenapa kau tiba-tiba menerima tawaran appa!" changmin bertanya pada Yunho yang sedang asik mendengarkan sesuatu dari iphone miliknya. "hmm, tidak ada apa-apa" balas Yunho malas. Sungguh, ia tak ingin orang lain mengetahui alasan yang sebenarnya ia menerima tawaran appanya . "Tugas ini berjalan selama 3 tahun lho hyung, tidak mungkin tidak ada alasan yang kuat kenapa hyung mau menerima tawaran ini." Desak Changmin. Yunho menghela nafas, adiknya ini memang keras kepala "Aku hanya ingin menyenangkan appa, Changmin ah."
"jangan ,membohongi ku hyung! Aku tahu semuanya, aku tahu hubunganmu dengan Jaejoong hyung yang kau sembunyikan dari appa. Apakah itu alasannya kau menerima tawaran ini hyung? Untukmelindungi Jaejoong hyung?" selidik Changmin. Yunho teperanjat, nafasnya tercekat, ia menoleh ke arah Changmin. "d..darimana kau tahu?"
"Kau lupa hyung? Sahabatku Yoochun adalah pacar dari Junsu, adiknya Jae hyung." Changmin tersenyum memandang kakaknya itu "jadi sekarang, ceritakan padaku, apa yang dikatakan appa padamu hyung!"
"Arasseo Changmin-ah." Ingatan Yunho kembali pada malam itu, di saat appanya memanggilnya ke ruang kerjanya
-flashback-
Ada apa? tumben sekali appa memaanggil ku malam-malam begini, pikir Yunho. Yunho melihat jam tangan yangmelingkar di tangan kirinya, waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Pasti ada hal penting yang ingin dikatakannya.
Yunho mempercepat langkahnya hingga akhirnya ia sampai di depan sebuah pintu besar yang behiasankan ukiran naga, ruang kerja mengetuk pintu tiga kali, "masuk" Yunho membuka pintu itu perlahan, ia berjalan mendekat menuju appanya.
"Jung Yunho, kau tahu apa yang telah kau lakukan?" suara tegas milik appa yunho menggelegar di ruang kerja yang luas itu. "Apa maksud appa?" Tanya Yunho balik. Mr. Jung melempar sebuah amplop coklat ke hadapan Yunho
-YunHo POV-
Amplop apa ini? Ku robek bagian atas amplop itu dan apa yang ada di dalam amplop itu sungguh mengejutkanku. Foto-fotoku bersama Jaejoong. Sial, appa pasti memata-mataiku. "Kim Jaejoong, umur 20 tahun. Anak pertama dari Kim Heechul dan Kim Hankyung. Mempunyai adik laki-laki bernama Kim Junsu. Mengambil jurusan Arsitektur di ShinKi Unervesity" aku terkejut. Appa menjelaskannya dengan panjang lebar. Sial! Appa benar-benar memata-mataiku, dia bahkan mencari seluruh data tentang Jaejoong.
"Kau harus berpisah dengannya Yunho! Kau dan dia sama-sama laki-laki, kau sadar hal itu hah?" apa? berpisah dengan Jaejoong. Itu sungguh hal yang mustahil, dia adalah hidupku sekarang. "Mianheyo appa, aku tak bisa melakukannya" aku menunduk di hadapan appa,memohon agar dia mencoba mengerti. "Appa tak mengerti jalan pikiranmu Yunho. Bagaimana mungkin kau bisa menjadi seorang gay." appa menggelengkan kepalanya. "appa, memang tak pernah mengerti!" ujarku lirih.
"Kau harus tetap berpisah dengannya! Anakku tak boleh menjadi gay!" aku mendongak menatap mata appa. "Kumohon appa, akan ku lakukan apa saja. Asal jangan ganggu hubungan kami. Biarkan aku mejalin hubungan dengan Jaejoong." aku berlutut dihadapan appa, biarlah aku yang menderita, tapi jangan sampai malaikatku yang menderita. "Dia adalah hidupku sekarang" ujarku pelan.
Kulihat appa memejamkan matanya."Hidupmu kau bilang?" Tegang, jantung ku berdetak tak karuan, "Berikan aku satu alasan kenapa aku harus membiarkanmu menjalin hubungan dengan Jaejoong" suara appa kembali terdengar, kali ini lebih tegas dari yang sebelumnya. "Kumohon appa, biarkan aku dan jonngie bersama. Aku tak akan bisa hidup tanpanya" aku membungkuk di hadapan appa, berharap ia mau mengerti perasaan ku ini. "Baiklah Jung Yunho. Kau boleh tetap bersamanya. Tapi setelah 3 tahun"
"Mwo? 3 tahun?" aku memang sering meninggalkan Jaejoong selama seminggu untuk mengurus urusan kantor, itupun kujadikan permainan. Sekarang aku harus meninggalkannya selama 3 tahun? Aish..
"Kenapa? Apa kau tak sanggup hah?" aku kembali menatap appa. Baiklah ini adalah keputusan yang harus kubuat. "Arasseo, appa. Aku akan mengikuti semua kemauan mu. Tapi jangan ganggu hubunganku dengan Jaejoong." Appa mengangguk "Baiklah, kau dan Changmin akan berangkat besok pagi, jadi kemasi barang-barangmu" dan aku hanya bisa menggangguk lemas dan berjalan ke luar dari ruang kerja appa. Mianhae boo aku harus meninggalkanmu.
-falshback end-
"jangan kira aku juga tak kaget hyung! Tiba-tiba saja appa menyuruhku bersiap-siap" ujar changmin berapi-api. "Tenang saja hyung, aku akan menelpon Yoochun setelah kita sampai ke Jepang. Aku akan memintanya melaporkan keadaan Jaejoong hyung padamu
Yunho menatap Changmin dengan tatapan tak percaya. "changmin ah" lirihnya pelan. Ia tak menyangka dongsaengnya itu bisa seperti ini padanya. "Kamsahamnida, changmin ah"
-thazt-
Changmin langsung mengaktifkan ponselnya sesaat setelah mereka memasuki lobby bandara Narita. "yoboseyo," sapanya pada seseorang yang sedang menerima telpon nya. "Yoochun-ah, tolong jaga Jae hyung untuk Yunho hyung, OK? Hmm-ada sesuatu yang harus dilakukannya untuk menjaga Jae hyung. Oh ya, tolong beritahu padaku apa saja yang terjadi pada Jae hyung ya." Changmin terkekeh kecil saat berbicara dengan Yoochun "Aku mengandalkanmu Yoochun-ah" ujar Changmin sesaat sebelum ia memutuskan sabungan telpon dengan Yoochun.
"bagaimana? Apa dia bersedia?" Yunho memandang Changmin dengan penuh harap. "Ne, hyung. Dia bersedia. Yooochun akan mengabariku apa saja yang dilakukan oleh Jae hyung." Changmin tersenyum kepada hyungnya yang khawatir itu. "untunglah" lirih Yunho pelan.
-thazt-
"Arasseo, changmin-ah" Yoochun menutup ponselnya satelah percakapannya dengan changmin selesai. Tiba-tiba teriakan histeris Jaejoong mengagetkannya. Tak lama suara nyaring Junsu mulai terdengar "Chunnie, ambilkan aku obat penenang di kotak obat, cepat!" Yoochun langsung bergerak cepat, di bawanya obat penenang itu ke kamar Jaejoong. Dilihatnya Jaejoong sedang menutup mukanya dan terus berteriak memanggil Yunho. "Cepat, Yoochun ah!"
Akhirnya Jaejoong tertidur beberapa menit setelah Junsu memberinya obat penenang, Junsu menyelimuti tubuh Jaejoong, diusapnya wajah hyungnya itu dengan lembut. "Bersabarlah hyung." Lirihnya pelan. Yoochun menarik tangan Junsu keluar. "biarkan Jae hyung istirahat. Ayo kita keluar".
-TBC-
Author Note :
Hmm… gimana?
Bagus gak?
Give me ur love (baca : Review)
Ok..ok…ok!
Habisnya, ada lumayan banyak yang baca dan ga ada yang Review T.T
