Ahkirnya mereka sampai di melonggo begitu tahu bagaimana rupa Dufan yang sesungguhnya.

Jeritan orang yang naik jet coaster

Harum manis kembang gula yang bertebaran dimana-mana

Balon yang rupa-rupa warnanya, hijau, kuning, kelabu, merah muda dan biru #plak, itu lagu balonku.

Semuanya menghiasi pemandangan itu, yang membuat semuanya semakin terpukau.

Lalu Natsu berkata," GILA! Keren banget nih tempat! Banyak banget wahananya! Waahh! Waaahhh! Waaahhh! " # norak

"Terus, gw harus ganti nama Jokowi jadi JOKOWOOOWW getooh? " *alay mode on* sahut Gray.

"Iya dong! Gw ajah ngomong ' Wah!' masa' lu kagak 'sih? Kamseupay deh! Eww !Eew! " sahut Natsu dengan alaynya.

"Ga berani ah, entar mak bapaknya marah."

"Ya Elah, nge-Less ajah lu kayak bajaj"

Kemudian kedua orang alay tersebut saling bersahut-sahutan.

"Natsu, lu itu jangan gitu. Entar mirip yang di taman lawang lho yang kalo di lampu merahnya suka nyanyi ,' Bang~ SMS siapa ini bang,' Itu lho."

"Wah masih mending gua dong ya taman lawang. Daripada loe."

"Hah? Maksud?"

"Maksud gua mendingan gua mirip yang kayak di taman lawang. Daripada loe, yang di kebon jeruk."

"BERISIK! BISA BEDAIN BANCI AMA ALAY GA SIH?! JAUH-JAUH AMAT LU PADA NYEROCOSNYA!" sahut Lucy dengan sewot.

Mereka ahkirnya menyadari bagaimana seorang 'Lucy' bisa menjadi seseorang yang lebih seram dibanding Erza sekalipun.

Oke, kita lanjut ke cerita aslinya atau yang lebih realistis.

Jadi, hal yang pertama mereka lakukan adalah. . NAIK JET COASTER!

Oke, jadi mereka duduk sesuai pasangan mereka dan pasangan yang paling antusias duduk dipaling depan. Ya anda tahulah.. . yaituu. NATSU DAN LUCY!

Lalu, yang duduk kedua setelah mereka adalah pasangan yang gak mau kalah. Anda tahu? Pasti dan tidak lain adalah GRAY DAN JUVIA! Yaaayyy #plak

Lalu pasangan yang lainnya adalah pasangan yang malu-malu kucing padahal sebenarnya dalam hati yang paling dalam dari yang terdalam dalam sedalam lautan samudra hindia terdalam sekalipun #abaikan, mereka ingin bermesraan di tempat yang cukup romantis itu… bisa ditebak oleh anda sekalian. Yaitu. . . yang terahkir tapi bukan berarti yang terahkir(?)…JELLAL DAN ERZA! (request-an xXKuchisaki HarukaXx =w=")

Oke,
karena Lucy sudah membuat sedikit kekacauan tadi (dengan ngomel-ngomelin Natsu), susasana Lucy dan Natsu menjadi canggung.

Tapi secanggung-canggungnya pun, INI JET COASTER, DUDE, jadi ini waktunya untuk teriak-teriakan!

Lucy yang gemeteran karena melihat kecepatan dan ketinggian wahana tersebut, berteriak sekuat tenaga sambil memegang perangkat keamanan yang dipasang diwahana tersebut. Natsu pun sangat antusias hingga berteriak tak karuan. Saking tak karuannya hingga semburat api keluar dari mulutnya.

Lucy yang jijik pun bilang, "WOI NATSU! MUNTAH JANGAN DI TEMPAT GINI KEK, GA LEVEL TAU!" (teriak)

Natsu yang agak ga ngeti maksud Lucy nyahut, "TERUS DIMANA DONG? COMBERAN?"

"KAGAK! DI JAMBAANNN!"
"MANA ADA JAMBAN DI JET COASTER LUCY!"
"ADUUUH! DI WC LHA, NANTI PAS UDAH SAMPE BAWAH! LU PINTER ATO BEGO SIH?

Oke. Natsu terdiam. Bingung milih dia itu pinter atau bego.

Kita pass ke pasangan berikutnya.

"GRAAAYYYY-SAMAAAAA! JUVIA TAKUT NIIIHHHHH!"
"TERUSS? GUA MUSTI NGAPAIN DONG?!"
"PELUK JUVIAAAA!"
"APA? SELUK?"
"PELUKKKKKKK!"
"HAH? TELUKK?"

"Capek ah, Gray-sama budeg."

"APA KATA LOE BARUSAN?"

'ya elah, giliran dikatain ajah, baru denger', batin Juvia.

Oke. Pasangan wanita yang ini pasrah karena kehebatan—salahpendengaran—yang dilakukan oleh Gray.

Oke pasangan berikutnya,

"ERZAAA…"
"HM? ADA APA JELLAL?"
"AKU MAU NGOMONG... SEBENARNYA…."
"SEBENARNYAAA…"
"SEBENARNYA… AKU ITU…."
"KAMU ITU..?" Erza mulai tersipu.
"MAU BILANG AMA KAMU KALAU….."
"KALAU..?"
"KALAU DARI TADI AKU ITU MERASAA…"
"MERASAAA?"
.

.

.

.

.

.

.

" KALAU…. AKU PERLU KE WC DARI TADI!"

Jiaaah, hati Erza terasa tertekan begitu mendengar apa yang Jellal ucapkan berbeda jauh dengan apa yang Erza harapkan. Maksudnya, romantis dikit napa?

- sesudah permainan Jet Coaster yang berakhir-

Semua gadis kesal akan perlakuan pasangan mereka. Seharusnya ini menjadi sebuah triple date yang menyenangkan. Pikir tiap individu masing-masing. Tapi kenyataan benar-benar berbeda dengan yang mereka impikan. Entah mengapa pasangan mereka begitu sulit mengerti isi hati mereka masing-masing. Dan terlebih lagi semua pasangan mereka terlihat bego.

Para pasangan mereka mulai berdiskusi dengan serius.

"Eh Natsu lu liatin deh 'tuh pada. Mood-nya langsung down gara-gara kita bercanda terus." Sahut Gray yang mengarah kan pandangannya pada Juvia dan lainnya.

"Mungkin gara-gara kita kurang romantis? Tapi menurut gua kita disini Cuma buat seneng-seneng 'kan?"

"Iya 'sih, tapi kalo kita seneng-seneng, sedangkan yang lainnya kagak, buat apa kita kesini."

"Kalo gitu, lu pada mau ga menghibur semuanya?" Jellal memberi usulan.

"Mau sih Cuma gimana caranya? Stripping Contest? Badan mana yang sixpacknya paling WOW gitu?" Jawab Gray—spontan.

"Gila! Kagak lha, udah eneg kali 'tuh cewek ngeliat orang stripping. Apalagi lu."

'what? Sesering itukah gua stripping?' batin Gray. (lu mah tiap episode kali Gray)

"Gimana kalo kita hibur pakai…." Jellal berbisik lebih pelan lagi pada dua pemuda lainnya agar tak satupun gadis tahu tentang renca mereka.

"Nah, Natsu! Cari kualitas yang paling baik ya!"

"OKE!" Natsu lalu berlari meninggalkan mereka.

Selagi Natsu pergi, Gray dan Jella berusaha untuk meraya kedua gadis itu.

"Juvia…"
"Nani? Gray-sama?"

"Kok kamu marah 'sih?"

"Gray-sama Hidoi-ssu. Juvia 'kan Cuma minta Gray-sama berbuat Romantis biar kata Cuma kali ini saja. Juvia tak menyangka ternyata Gray-sama lebih dingin dari yang Juvia kira."

"Jangan gitu dong. Aku 'kan ga berpikir kalau ternyata tujuan pergi kali ini untuk kencan. Aku kira Cuma buat bersenang-senang. Maaf ya. Jangan sedih lagi."

"Gray….-sama…. Ukh.." Juvia lalu blushing dan air mata menumpuk di pelupuk matanya.

"Hah? Jangan nangis dong! Mau aku traktirin apa? Kembang gula? Cup-cup-cup, tang ting tung ting tang ting tung." Sahut Gray sambil panic melihatnya.

Lucy hanya bisa memandang dua orang itu. Enak sekali rasanya jika Natsu juga berperilaku seperti itu. Atau paling tidak, ia memberi sedikit perhatian padanya. Lucy kemudian memalingkan wajahnya ke arah sebaliknya, melihat seorang pemuda sedang merayu sang gadis.

"Nee, Erza…."

"Nani?"
"Kamu lagi marah ya…?"
"Kagak ! Lagi Salto! " *erza masang wajah You don't say*
"Ish, kok jawabnya gitu amat 'sih?"
"Suka-suka. Mulut-mulut gua kok elu yang repot?"

'Aduh…. Serem banget. Ga kuat gua. Tapi mau gak mau musti dilakukan.' Batin Jellal

"Kau ingat disaat kita pertama bertemu?"

"Kenapa?"

"Aku memuji warna rambutmu bukan? Uraian warna scarlet yang ada di rambutmu."

"uh-huh…" jawab Erza sambil memanggut.

"Warnanya seperti warna senja bukan? "

Erza terdiam. Tertegun mendengar omongan Jellal yang beda dari biasanya.

"Senja itu terdiri dari beberapa warna. Tiap warna melukiskan sebuah kata. Beribu-ribu kata ada di sana. Dan beribu-ribu kata pula itu melukiskan dirimu."

"E—eh? Dasar. Kau paling cuma gombal belaka."

"Aku serius. Sore ini, mari kita lihat senja itu bersama-sama. Senja yang melukiskan dirimu. "

Jellal memberi senyuman diantara kata-kata manis itu. Erza memerah. Semburat merah itu membuatnya semakin manis.

Oke. Lucy benar-benar cemburu. Pasangan yang lain sedang lovey-dovey, tapi dia? Apa yang dia lakukan? Hanya memandang tingkah laku pasangan yang lain tanpa ada yang memperdulikannya.

Dari jauh, dilihat Natsu berlari balik ke arahnya dengan cepat.

"LUCEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!"

"Ehh? Apa?"

"Aku punya kejutan untukmu! Sebentar yaa."

"hmm.." gumam Lucy sambil menganggukan kepalanya itu.

Tak lama kemudian Natsu kembali sambil membawa barang yang mereka diskusikan.

"Natsu.. apa itu?" Tanya Lucy sambil menunjuk kearah benda tersebut.

"Ini? Oh ini… Hey Gray! Jellal! Sini!" kata Natsu sembari berteriak.

Gray yang lupa dengan nama benda itu pun spontan berkata ,

"Natsu, itu gitar 'kan?"
"Bukan, kayaknya sih Piano."
"Cara maennya gimana?"
"Digesek."
"Pake apa?"
"Setrika"

"HADUHHHHHH! LU PADA PUNYA OTAK KAGAK SIH? KAGAK BISA LIAT APA ITU NAMANYA CELLO ?!"

Lucy yang berteriak gara-gara saking gregetannya pun ternyata juga salah mengucapkan alat musik.

Erza pun langsung menepuk bahu Lucy sambil berbisik.

'Oi Lucy, itu nama alat musiknya emang gitar. Kok kamu bisa-bisaan jawabnya cello?'
'Eh? Masa' sih? Bukannya cello juga segede itu ya?'
'Iya 'sih, tapi 'kan cello mainnya digesek, bukan di stramming kayak itu.'
'Tapi 'kan kata mereka itu digesek.'

Hening sejenak.

"KAMU 'TUH LEBIH PERCAYA DIA ATAU AKU?'

"Eh?"

"PERCAYA DIA ATAU AKU?! DIA ATAU AKU?!"

(kok kaya iklan ya?)

"Iya deh, itu namanya gitar." Lucy ngalah ama Erza.

"Jadi? Kalian mau ngapain dengan gitar itu?" Tanya juvia penasaran.

"Kami mau nyetrika!" teriak natsu dengan polosnya sambil bawa setrikaan.

BUGH!

Jellal pun memukul kepala Natsu.

"Serius deh Natsuuu. Bego lu ga nahan ya, pengen nangis gua punya temen kayak luuu." Kata jellal sambil ngelus dada.

"Sebenernya kami mau nyanyiin lagu nih. Cuma masih ragu apakah ini lagunya menghibur kalian atau kagak." Untuk pertama kalinya Gray berkata dengan penuh wibawa.

"Lagu apa?" Tanya Erza dengan wajah nyolotnya.

"Dengerin ajah nanti."

"Siap? Natsu? Gray?" sahut Jellal menyiapkan aba-aba.

"Iya." Jawab mereka bersamaan.

Satu. Dua. Tiga.

.

.

.

.

.To Be Continued.


Author's lil' message : Gommen minna " Hiatusnya terlalu lama yaa =w=" aku bahkan udh lupa kapan terakhir kali aku upload. Nah. Akhirnya aku selesai membuat chapter ketiga ini. Agak kesel ya gara" lagu yang mau dinyanyiin sama para cowok-cowok itu dipotong? Hehe, sumaranai ya, author masih bingung mikirin lagunya, klo ada saran, boleh minta? Hehe. Sangkyuu buat yang sudah setia menunggu. Just wait for the next chapter to come again 'w')/ ja naa.