SUPERSTARS WIFE

CHAPTER 1

NO BASH

REVIEW!

yang dicetak miring itu flashback ya ^^

enjoy!

Normal POV

Kyuhyun melepaskan pelukannya. Menatap bergantian ke arah Sungmin dan orang yang sepertinya baru selesai mandi itu.

"kau siapa?!" tanya Kyuhyun sambil menunjuk orang itu.

"aku? Jung Yunho" jawab Yunho santai.

"Kyu, untuk apa kau disini?" tanya Sungmin sinis. Ia masih mencintai Kyunya, tetapi ia tidak ingin terlihat terlalu lemah dihadapan Kyuhyun.

"Ming, siapa dia?" Kyuhyun menatap lembut ke arah mata Sungmin, Sungmin hanya memalingkan wajahnya.

"bertanya padaku Mr. Cho, aku dokter sekaligus kekasih Sungmin yang baru. Apakah kau datang untuk membawa surat cerai?" Yunho merangkul bahu Sungmin, ia harus menjalankan rencana yang disusun Jonghyun.

"MENJAUH DARI SUNGMINKU!" bentak Kyuhyun frustasi ia menarik kasar lengan Sungmin, ia tidak menyadari bahwa di lengan Sungmin yang ia tarik terdapat luka bakar.

"SUNGMINMU? Haha, apakah aku tidak salah dengar? SUNGMINMU? Kau bahkan tidak tau tangannya terluka! Kau menyakitinya bodoh" Yunho kembali menarik lengan Sungmin, kali ini dengan lembut.

Sungmin mengaduh pelan, Yunho membungkuk untuk melihat keadaan Sungmin.

"gwaenchanha Minnie ah?" tanyanya lembut sambil meniup tangan Sungmin.

Sungmin tertawa kegelian.

"sudah Yun, tidak apa. Kau berlebihan sekali. Sana naik ke atas, pakai bajumu. Nanti kau masuk angin" Sungmin mendorong bahu Yunho pelan.

Yunho menurut, ia memandang Sungmin dengan senyum tulus, dan memandang Kyuhyun dengan senyum kemenangan.

Kyuhyun kaget. Kejadian itu tidak asing di benaknya.

"Ming gwaenchanha?" Kyuhyun meniup siku Sungminnya yang berdarah.

Sungmin tertawa geli.

"sudah Kyunnie, kau berlebihan sekali. Aku baik-baik saja. Kembali naik ke atas, kau ada jadwal kan hari ini"

Masih dengan Sungmin yang sama, tawa yang sama tetapi dengan tokoh yang berbeda.

"jadi untuk apa kau kesini Kyuhyun?" tanya Sungmin ketus. Ia tidak boleh terlihat lemah!

"Ming.. kembali, jebal.." Kyu memohon. Matanya sudah berkaca-kaca. Hampir saja Sungmin luluh dengan tatapan Kyuhyun. Tetapi terlintas dibenaknya saat Kyuhyun bermesraan dengan Seohyun. Hatinya kembali membeku.

"berhenti memanggilku dengan nama menjijikkan itu! tidak. Aku tidak mau. Pergilah Kyu, datang kesini lagi jika kau sudah membawa surat cerai. Atau mungkin undangan pernikahanmu dengan Seohyun" putus Sungmin. Kemudian menutup pintu. Meninggalkan Kyuhyun dengan kesedihannya.

Kyuhyun terduduk di depan pintu rumah Jonghyun, ia menangis hebat. Bahunya berguncang. Tidak peduli dengan tatapan oang-orang yang lewat.

Dibalik pintu itu Sungmin juga tidak kuasa menahan tangisnya, sungguh ia juga ingin kembali, memeluk Kyunya, dimanja oleh Kyunya, dan dipanggil Ming oleh Kyu. Demi Tuhan itu panggilan termanis yang pernah Sungmin terima.

Mereka berdua menangis. Disaat yang sama. Hanya dipisahkan oleh pintu rumah.

Pihak yang mengecewakan menangis karena menyesal dan nyaris putus asa.

Pihak yang dikecewakan menangis karena merasa sulit untuk memaafkan.

Tuhan mempermainkan mereka, dengan satu tujuan yang baik, suatu saat mereka pasti akan berpelukan, dan menangis karena bahagia.

Biarkan saja mereka saling menderita dahulu, agar mereka mengerti bahwa mereka saling membutuhkan dan saling dibutuhkan.

.

Yunho melihat kejadian itu dari balik dinding yang tersembunyi. Ia tersenyum. Kyuhyun masih sangat mencintai Sungmin, begitu pula sebaliknya. Dan tugasnya sekarang adalah membuat Kyuhyun mengakuinya.

.

Siang ini cukup cerah. Tidak terlalu panas. Seorang Jung Yunho berjalan dengan senyuman di wajahnya, entah kenapa ia sangat senang hari ini.

"BOOJAE-AH!" Yunho berlari menuju cafe diseberang jalan, tempat ia dan tunangannya berjanji untuk bertemu

Ia menghambur ke pelukan Jaejoongnya. Baru 2 hari tidak bertemu saja sudah begini.

"Boojae ah geuriwoseo!" Yunho mencubit pipi calon istrinya

"nadoooo!" Balas Jaejoong dengan manja sambil mempoutkan bibirnya. Kesempatan tidak disia-siakan oleh Yunho, secepat kilat ia mencium bibir beruangnya ini.

Setelah puas saling melepas rindu, Yunho memulai pembicaraan serius.

"Jae aku ingin membicarakan sesuatu. Kau boleh menolaknya jika kau tak ingin" Yunho bermaksud meminta ijin pada Jae perihal dia yang ingin memanas-manasi Kyuhyun.

Ia menceritakan semua yang ia tau. Mulai dari Sungmin yang stres berat hingga Kyuhyun yang tadi pagi datang tanpa dikira-kira.

Jaejoong mendengarkan dengan seksama, sesekali menimpali "lalu?" "kemudian?" "ahh.." untuk menunjukkan bahwa ia mendengarkan dengan baik. Tidak hanya mendengarkan tetapi juga menyukai, ceritanya terdengar sangat romantis. Ia bahkan sampai menitikkan air mata.

"jadi Jae, aku ingin membantu Sungmin dan Kyuhyun, mm, aku ingin membuat Kyuhyun tersadar kalau sebenarnya ia mencintai Sungmin. Err, eumn, apa kau tidak apa-apa jika aku sedikittt bermesraan dengan Sungmin?" Yunho menunduk, dia takut Jae marah.

"hiks.." terdengar isakan pelan dari Jaejoong, Yunho menoleh dan terkejut. Bingung ingin melakukan apa.

"Jae, jangan menangis, baiklah kalau kau tidak menginginkannya aku tidak akan melakukannya. Sungguh Jae,kau bisa menolak. Maafkan aku Jae. Ne?"kata Yunho gelagapan.

Jaejoong mengetuk kepala Yunho.

"babo! Aku mengijinkamu Yunnie, aku mendukungmu, kau buat si Kyuhyun sialan itu menderita ne?" kata Jaejoong dengan muka yang berseri-seri. Ah~ ia suka jalan cerita yang seperti drama begini.

"lalu tadi kau kenapa menangis Boo?" tanya Yunho bingung

"aku suka ceritanyaaaaa. Eh Sungmin itu sedang hamil ya? Waahh jarang sekali kan seorang namja hamil. Aku juga ingin bisa hamil" kata Jaejoong sambil menggembungkan pipinya lucu.

"mau kupastikan?" Yunho memandang Jae dengan muka mesum

"apanya?" tanya Jae tidak mengerti

"kau pasti bisa hamil, aku yakin" balas Yunho sambil tetap memandang dengan muka mesum

"kau tau dari mana?" Jaejoong bertanya polos.

"kau tidak percaya? Ayo kita lakukan"

Satu detik Jaejoong masih mengerutkan keningnya.

Dua detik Jaejoong berpikir dengan keras.

Tiga detik Yunho tertawa.

Empat detik Jaejong mengerti.

Lima detik seluruh pengunjung cafe menutup telinganya.

"YAAAAA JUNG YUNHO KAU INGIN MATIIII?!"


Kyuhyun POV

Disatu sisi aku ingin menyerah. Disatu sisi aku benar-benar membutuhkan Sungmin dan tidak ingin dia pergi. Disatu sisi juga aku kecewa, sepertinya dia baik-baik saja tanpaku, bahkan sekarang ia sudah mempunyai kekasih baru. Mandi bersama pula. ARGH! AKU MENGINGINKAN SUNGMIN KEMBALI PADAKU. DAN AKU TIDAK AKAN MEMBERIKAN SUNGMIN PADA DOKTER MESUM ITU! Ya, itu keputusanku. Apapun yang terjadi aku akan membuat Sungmin kembali berada disisiku. Tidak peduli apapun.

Kruyuk~

Dan disatu sisi aku lapar.

Aku menginginkan masakan Sungmin sekarang.

Ming, cepatlah kembali padaku ne?

Aku melihat ke arah jam, sudah pukul 12 rupanya. Pantasan saja aku lapar, beruntunglah hari ini aku tidak ada jadwal hehe jadi aku bisa bermalas-malasan. Tapi rasanya janggal sekali, Sungmin tidak ada di sisiku.

Aku menarik nafas panjang dan menghembuskannya.

Keputusanku sudah bulat, aku akan berusaha sedemikian rupa agar Sungmin kembali padaku.

Aku keluar dari kamar, menuruni tangga, berjalan menuju dapur. Hari ini ahjumma masak apa ya? Aku membuka tudung saji dan aku ingin menangis.

Ahjumma kau boleh memasak apa saja asal jangan sup tulang.

Kenapa? Ini mengingatkanku pada Sungmin lagi, kami bertemu pertama kali karena sup tulang berlemak ini.

Waktu itu malam hari.

Aku berjalan sambil melongo-longokkan kepalaku untuk mencari tempat yang kosong, restoran ini penuh sekali. Dan aku terlalu malas untuk mencari tempat baru, aku sudah sangat lapar dan aku menginginkan sup tulang. Rupanya dewi fortuna berpihak padaku. Aku menemukan sebuah meja kosong di pojokan ruangan. Aku tersenyum, berjalan ke arah meja itu dan duduk.

Tunggu, ada orang lain juga yang duduk di hadapanku.

Aku terkejut, sepertinya dia juga.

"ah, maaf" kami berdua sama-sama berdiri dan membungkuk. Kepala kami bertabrakan. Ia menoleh dan kurasa waktu berhenti berjalan.

Badannya berisi tetapi tidak gemuk, pipinya chubby dan matanya mengerjap-ngerjap lucu. Rambut hitam yang sepertinya halus. Dia sempurna. Tetapi dia namja.

"kalian mau memesan apa?" kata seorang pelayan pada kami.

Kami masih dalam posisi berdiri.

Aku duduk, dia bingung.

"duduk saja, tempat disini sudah penuh" kataku berusaha tersenyum. Dia agak ragu, tapi akhirnya dia duduk juga.

Aku memesan semangkuk sup tulang, dia juga. Kami sangat canggung saat itu. Sungguh, biasanya aku adalah seorang yang cepat bergaul. Tetapi lihat aku sekarang, seperti orang bodoh saja.

"namamu?" tanyaku membuka pembicaraan. Dia sepertinya terkejut dan membulatkan kedua matanya. Oh, berhenti wahai orang asing kau membuatku sakit perut. Dan ingin mencubit pipimu sekarang juga.

"tidak apa-apa kalau kau tidak ingin memberitahu. Maaf" kataku lagi

"mm, aku Sungmin, Lee Sungmin" katanya dengan pelan. Oh Tuhan lucu sekali!

"ah, aku Cho Kyuhyun" kataku. Walaupun dia tidak bertanya. Siapa peduli?

"ne? Cho Kyuyun?" ulangnya dengan kening berkerut. Suasana riuh di restoran ini membuat suaraku tidak terdemgar jelas.

"bukan Kyuyun tapi Kyuhyun" kataku dengan sabar sambil tersenyum.

"ah, mian" katanya canggung.

Ia menunduk dan memain-mainkan jari tangannya, sepertinya sih, soalnya kan tangannya tertutup oleh meja.

Pesanan datang. Kami makan dalam diam. Selesai makan dia ingin membayar makanannya sendiri. Tapi kuhentikan, sebagai sorang namja sejati aku tidak mungkin membiarkannya membayar. Oh, iya dia juga namja ya? Ah, bodo amat. Intinya aku membayarkannya dan dia sepertinya tidak mempermasalahkan walaupun sedikit menolak dengan halus.

Aku keluar dari restoran, dia ada dibelakangku, dia berjalan dengan menunduk sepertinya. Menurutku dia seorang namja yang pemalu.

Saat aku keluar dari restoran sepertinya dewi fortuna tidak berpihak padaku lagi.

Hujan deras.

Aku mengehentikan langkahku secara mendadak. Dia menabrak punggunggku.

Aku berbalik

"gwaenchanha?" tanyaku sambil menunduk mengingat dia yang lebih pendek dariku.

"eung.." katanya.

"hujan, bagaimana ini?" keluhku. Aku memang sudah menjadi artis sekarang tetapi belum terlalu terkenal. Hanya membintangi iklan-iklan saja. Dan aku datang kesini dengan menggunakan bus.

Ia juga sepertinya tidak membawa mobil.

"kau ikut denganku saja, aku membawa mobil" katanya pelan. Ah, aku salah rupanya. Aku ingin menolak tetapi juga ingin mengiyakan. Ia menatapku, ia tersenyum. Ia menarik tanganku menuju parkiran mobil, aku dengan bodohnya menurut. Kami berlari-lari kecil dibawah guyuran hujan. Ia membuka pintu mobilnya, dan duduk bukan dibagian kemudi. Ah, aku mengerti, dia ingin aku yang menyetir sepertinya. Tidak masalah. Aku masuk ke kursi kemudi.

"tidak apa-apa aku yang menyetir?" tanyaku

"tidak apa-apa. Lagipula aku sedang malas menyetir" balasnya sambil mengacak-acak rambutnya, sepertinya ingin menghilangkan bekas air di rambutnya. Aku tersenyum. Orang ini rupanya tidak terlalu tertutup.

Aku menjalankan mobilnya.

Kemudian sadar bahwa aku tidak tau harus kemana.

"mm, kita ke rumahmu dulu. Baru nanti aku menyetir sendiri ke rumahku" sepertinya dia bisa membaca pikiranku ya?

Aku memacu mobilnya menembus hujan, dia hanya diam memandang ke jendela. Selama perjalanan aku dan dia hanya diam saja. Sesampainya di rumahku akupun memandangnya.

"Hey, kita sudah sampai" kataku

Dia tetap diam

"Sungmin-ssi kita sudah sampai" aku menepuk bahunya.

"Lee Sungmin-ssi" aku menggoncangkan badannya.

Dia tertidur.

Oh, Tuhan. Apa yang harus aku lakukan?

"engghh" dia melenguh dalam tidurnya. Pipinya memerah. Aku memegang keningnya dan perkiraanku benar. Dia demam. Sangat tinggi. Rupanya daya tahan tubuhnya lemah.

Aku bingung. Tidak mungkin kan aku membiarkannya?

Jadi aku menggendong tubuhnya ke dalam rumahku. Mengganti bajunya yang basah dengan kemeja hitamku yang kebesaran. Beberapa kali aku menelan ludah melihat tubuh halusnya.

Tahan Kyu..

Aku mengompresnya dan menjaganya sepanjang malam. Sesekali aku merapikan helaian rambutnya yang terjatuh di wajah manisnya.

"kau akan menjadi milikku Sungmin ah, selamanya" gumamku. Tanpa sadar aku mendekatkan wajhku ke wajahnya dan mencium bibirnya dengan lembut.

"takdir mempertemukan kita. Terimakasih takdir"

Aku menangis, "terimakasih takdir?" haruskah aku berterimakasih padanya kali ini?

Takdir yang memisahkan kami.

Takdir yang membuatku menderita.

Takdir yang mempermainkan kami.

Tetapi, takdir juga yang membuatku menyadari bahwa aku membutukan Sungmin.

Selamanya.

Selamanya? Menurutku itu kata semu. Tidak ada yang benar-benar selamanya di dunia ini.

Tetapi entah kenapa, aku berharap kata selamanya itu benar-benar nyata.

Benar-benar ada.

Karena aku tidak akan pernah sanggup berpisah dengan Sungmin.

.

Aku memutuskan untuk menghirup udara segar. Kepalaku penat sekali rasanya. Meskipun dengan terpaksa aku tetap memakan sup tulang buatan ahjumma. Daripada aku mati kelaparan kan? Hari mulai sore, aku membelokkan mobilku ke sebuah taman. Dulu sebelum sibuk, aku sering sekali mengajak Sungmin bermain disini. Hanya duduk-duduk, memakan bekal kemudian pulang. Tetapi selama bersamanya. Apapun terasa menyenangkan, dan menenangkan. Tetapi sekarang aku datang kesini seorang diri.

Tidak ada tangan Sungmin yang biasanya kugenggam.

Tidak ada kepala Sungmin yang menyandar dengan manja dibahuku.

Tidak ada rengekan Sungmin yang minta dibelikan es krim.

Aku berjalan menuju bangku favoritku dengan Sungmin, tidak ada orang yang menegaliku karena aku melakukan penyamaran.

Aku melihat ke arah bangku itu, jarakku dengan bangku itu tidak terlalu jauh, bangku itu membelakangiku sehingga wajah orang yang duduk tidak kelihatan, ada sebuah pasangan yang terlhat sangat bahagia. Pasangan itu sama seperti aku dan Sungmin. Namja dengan namja maksudku.

Namja yang satu kelihatannya sedang mengandung, seperti Sungmin.

Namja yang satunya sedang berlutut mengelusi perut kekasihnya. Sialan, aku bahkan belum pernah melakukannya pada Sungmin.

Maafkan calon Appamu ini ne?

Namja yang sedang hamil itu sedang memakan es krim double scoop rasa vanilla, itu makanan kesukaan Sungmin juga.

Namja yang sedang hamil itu juga terlihat membawa sebuah boneka kelinci pink, itu terlihat seperti boneka Sungmin.

Namja yang sedang hamil itu memakai kaus santai bergambar kelinci (lagi) berwarna biru muda, sepertinya aku pernah melihat Sungmin memakai baju yang sama.

"Yunnn, aku mau es krim lagi" samar-samar aku mendengar namja yang sedang hamil itu merengek.

Hey, tunggu. Rengekan itu juga seperti rengekan Sungmin.

Ternyata ada orang yang mirip sekali dengan Sungmin.

Tetapi rasanya tidak mungkin.

Kecuali itu benar-benar Sungmin.

Aku tertegun.

Sungmin, dengan namja lain. Mengeluarkan rengekan yang seharusnya untukku.

Siapa tadi itu? "Yun?"

Yunho?

Aku hampir pingsan.

Aku menajamkan penglihatanku dan aku yakin aku tidak salah liat. Itu memang Sungmin.

Aku meninggalkan tempatku dan berjalan menuju bangku itu.

"Sungmin?" tanyaku tidak yakin. Dia terkejut.

Benar itu Sungmin.


Sungmin POV

"Sungmin?" tanya seseorang padaku. Aku menoleh, dan aku mendapati muka calon mantan suamiku di depan wajahku.

Tadinya aku sedang menonton TV di rumah Jonghyun, tetapi kemudian dokter Jung datang dan mengajakku jalan-jalan. Ya sudah aku ikut saja. Aku membawa boneka kelinciku yang sedang duduk manis di sofa. Tidak tega meninggalkannya.

Yunho membawaku ke tempat yang biasanya aku dan Kyuhyun kunjungi. Sialan, aku jadi teringat lagi. Tidak, aku tidak akan menangis sekarang.

Baiklah mari kita melupakan namja bernama Cho itu sekarang, lebih baik bersenang-senang dengan..

Es krim!

Aku merengek minta dibelikan es krim oleh Yunho, ia membolehkanku, aku senang sekali. Kami duduk di bangku favoritku dengan Kyuhyun. Tidak kusangka aku akan duduk disini dengan orang lain. Aku menikmati es krimku dengan khusyuk.

Yunho berlutut di depanku.

Aku bingung.

Ia mengelusi perutku dengan lembut. Kyuhyun bahkan tidak pernah melakukannya!

Yunho sudah kuanggap sebagai Hyungku sendiri. Jangan khawatir. Dan kata Jonghyun dia juga sudah memiliki tunangan. Tidak, aku tidak akan menghancurkan hubungan mereka. Lagipula aku masih mencintai calon mantan suamiku itu.

Es krimku habis. Aku merengek minta di belikan lagi.

Yunho sudah hendak beranjak pergi sebelum ia muncul.

Calon-mantan-suamiku-yang-bermarga-Cho.

"Sungmin? Kenapa kau berada di sini?" tanyanya lagi. Kelihatannya ia marah. Aku berusaha untuk mengendalikan emosiku dan melakukan aktingku lagi.

"memangnya tidak boleh? Kau siapa?" aku menantangnya, tidak lupa aku memasang muka datar yang menyebalkan

"aku suamimu Ming" katanya.

"yeah dulu, kau akan menjadi mantan suamiku sebentar lagi. Apakah kau membawa surat cerai?" aku menadahkan tanganku. Jangan Kyu, kumohon jangan pernah ceraikan aku.

Ekspresi Kyuhyun mengeras. Aku tau dia akan marah sekali sekarang.

"SUNGMIN!" bentaknya

"apa?" balasku dengan santai. Daripada aku marah-marah tidak jelas disini, lebih baik aku menjawabnya dengan santai kan?

"Ming.." ia menarikku ke dalam pelukannya. Aku terpaku. Ingin rasanya aku balas memeluknya tetapi tidak bisa! Aku kembali mengingat hal-hal yang dilakukannya padaku.

"lepaskan aku Kyu, jika ada yang melihatmu maka mereka akan berpikiran yang tidak-tidak. Seo juga akan sakit hati." Kataku sambil berusaha melepaskan pelukannya.

"lagipula kau tidak punya hak untuk memelukku lagi" lanjutku. Aku tertegun dengan apa yang ku katakan. Ya benar, dia tidak punya hak untuk memelukku lagi. Dan aku juga tidak punya hak untuk menahannya disini.

Ia melepaskan pelukanku. Pandangannya melunak.

Aku tidak boleh luluh sekarang!

"Ming, aku minta maaf Ming sungguh, kembali padaku ne? Aku benar-benar menyesal Ming, jebal.. aku janji aku akan memperbaiki semuanya" lanjut Kyuhyun lagi. Aku masih diam.

"bahkan kalau kau ingin aku bisa berhenti menjadi artis, melepas semua yang kumiliki. Asal kau disampingku"

Untuk kesekian kalinya, aku tertegun.


Kyuhyun POV

"Ming, aku minta maaf Ming sungguh, kembali padaku ne? Aku benar-benar menyesal Ming, jebal.. aku janji aku akan memperbaiki semuanya" kataku. Ia masih diam.

"bahkan kalau kau ingin aku bisa berhenti menjadi artis, melepas semua yang kumiliki. Asal kau disampingku" aku memandangnya dengan lembut.

Ya, aku rela melepaskan semuanya agar ia kembali.

"tidak berpengaruh Kyu, mau kau melepaskannya pun aku tidak akan kembali padamu. Aku tidak bisa Kyu, dan aku tidak mau terluka lagi. Yun, ayo kita pergi!" katanya. Aku terdiam.

Ia pergi meninggalkanku sendiri.

Ia pergi bersama orang lain.

Ia pergi menggandeng tangan orang lain.

Ia pergi menyisakan luka dihatiku.

Aku menangis lagi. Bodoh! Aku terlihat sangat lemah sekarang!

Sungmin memang hebat, ia bisa membuat seorang Cho yang tegar menjadi rapuh.

Aku duduk di kursi yang Sungmin tinggalkan. Kursi favorit kami.

Ah, masih bolehkah aku menggunakan kata kami sekarang?

Aku dan dia nyatanya hampir berpisah.

Kursi favorit aku dan kursi favorit Sungmin.

Bisakah aku kembali menggunakan kata 'kami'?

Ataukah aku harus menerima kenyataan bahwa kata 'kami' tidak akan pernah kugunakan dengannya lagi?

Entahlah.

Langit mulai menghitam. Matahari sepertinya sudah ingin bertugas di tempat lain.

Aku mengingat masa-masa indahku dengan Sungmin dulu. Di taman ini.

"Kyu aku mau es krim" Sungmin menarik lenganku menuju counter es krim.

"aku mau vanila double scoop" katanya setelah kami sampai. Aku mengacak-ngacak rambutnya dengan sayang. Ini bulan pertama pernikahan kami. Aku dan Sungmin memang sering datang ke tempat ini dari dulu.

"Ming.." kataku memulai pembicaraan. Kami sedang duduk di bangku favorit kami. Bangku putih panjang yang memandang langsung ke air mancur di depannya.

"eung?" katanya, masih bergelayut manja di tanganku. Kepalanya disandarkan di bahuku. Aku suka sekali Sungmin yang bermanja-manja seperti ini.

"kau harus berjanji ya kau tidak akan kesini bersama orang lain?"

"eh? Kenapa?"

"tidak boleh, kau hanya akan bersamaku. Kau hanya boleh bermanja-manja seperti ini denganku arrasseo?"

"arayo, captain! Tetapi aku tidak janji kalau datang kesini harus berdua denganmu Kyu"

"loh? Kenapa? Kau berselingkuh Ming?"

"tidak."

"lalu?"

"tentu saja nanti kita akan kesini lagi bersama anak-anak kita Kyu, bermain bersama, menikmati hangatnya sore hari. Bersamamu, bersama anak-anak kita Kyu"

Kau tidak menepati janjimu Ming.

Kau menyakitiku.

Bahkan kau datang kesini dengan orang lain.

Bersama calon anak kita.


Sungmin POV

Jangan kira aku langsung pergi dari taman itu.

Aku masih menyuruh Yunho untuk tetap di taman itu. Kebetulan mobil Yunho parkir tidak terlalu jauh dari bangku tadi. Jadi aku masih bisa memperhatikan Kyuhyun dari sini.

Aku melihat bahunya berguncang. Ia sedang menangis, aku tau itu. Aku juga menangis.

Kenapa rasanya terlalu sulit untuk memaafkan?

Kenapa rasanya terlalu sulit untuk membalas pelukannyaa?

Karena dia sudah terlanjur membuat luka disini.

Luka yang dalam.

Dan kurasa perlu waktu lama untuk memperbaikinya.

Aku tau Yunho hyung berusaha menjadi pelindungku saat ini.

Aku tau Yunho hyung ingin membuat Kyu cemburu.

Aku tau, aku sadar.

Aku berterimakasih sekali pada Yunho hyung.

Aku melihat Kyu berjalan menuju mobilnya, ia berjalan dengan menunduk, hampir saja ia menabrak sebuah pohon di depannya.

"awas!" kataku dari dalam mobil

Tentu saja dia tidak mendengarnya, beruntung dia tidak jadi menabrak pohon itu.

Mianhae, Kyu, aku belum bisa kembali padamu.

Saranghae.

TBC / DELETE

YAHHHHH Kyunya gak jadi menderita sekali di chapter 3 ini yaaaaaaaaaa sorryyyy :3

Mm, buat part NC sebenernya author kemari becanda.

Author mana berani bikin NC. Kalo baca ff aja Ncnya di skip gimana mo bikin kekeke. NC ada sih tapi di skip (?) gak lengkap gitulohh

Banyak yang bingung author ini beneran 14 atau enggak. Okay author ngaku, author bukan 14 tahun tapi 14 tahun lebih 5 bulan. (?)

Seriusan author masih 14.

Mm kenapa Kyu ciuman dengan Seo di part 1? Anggap aja kyuhyun khilaf ne?

Yunho disini bukan orang ketiga yah..

Tuh, author update kilat kannnn. Udah author bilang kalo kalian review banyak update juga kilat. Lalu masalah ALUR, ya ya ya author memang payah kalo menyangkut ALUR, nggak tau kenapa hiks. YunJae tidak akan ada konflik. Fokus nya Kyumin.

Ff ini mungkin hanya sekitar 3-4 chap lagi, dan di chapchap akhir author akan membuat kalian diabetes. Author balakan bikin chap yang manis-manis.

FF ini merupakan ff KEDUA author, dan ff pertama yang author bikin itupun ngadat dan ga sampe end. Jadi ini bisa dibilang ff awal author. Kekeke.

Oh iya untuk salah satu reviewer author yang namanya GUEST bisa tolong kirimin author link ff yang mirip seperti ini tidak? Jujur ini murni dari pemikiran author sendiri. Mungkin hanya kebetulan jika mirip dengan cerita lain. Maaf.

Thanks banget buat yang review dan yang memberikan respon positif untuk ff ini hiks, author pengen peluk kalian satu-satu.

Dan maaf jika feel tidak dapat, author sudah berusaha sebaik mungkin T.T

REVIEW MAKA UPDATE AKAN KILAT

Dont forget to review and THANKS

Special and Big THANKS, HUG, AND LOVE FOR:

Vall, hyukie, yefah joyers clouds, hae-yha, poutyming137, cho na na, park ha mi, parkhyun, cho kyunnie, rosa damascena, kyuminbutts, lemonade, longyoung, kim yhu ni, kyutamins, mingirin, , won2, sazkiasiwonestelf, vey900128, .1, melody kim, izumy-namiuchi, fuji, cho sunghyun elf, ve fujoshi elf, desita, yatiyunjae, shanchoco, ssungmine, aidafuwafuwa, aniejoy'ers, amykyuminelf, yatiyunjae, zahra amalia, princess pumkins elf, channie, chlie hanariunnse, sha, ikkararaw, cho yooae, zahhyukyuminnieelf, rilianda abelira, chikyumin, lee minlia, rinkm137, chanmoody, 137137137, guest, tigarini, kyuro, rianaclouds, misskyu0604, 137line, kid, upin ipin, rima kyumin elf, jewelsstar, miyoori29, guest, qq, lia, princess kyumin, nova137, sung hye ah, choi haeyoon, reva kyuminelf, dming, kyuminjoy, riesty137, maximumelf, winecouple, evilbunny, alint2709, cho kyuri mappanyukki, , lilin sarang kyumin, dian minimin, manize83, kyuminalways89, vd, dhita, diamond, puput, safira blue sapphire, kyokms26, .

Dan mungkin ada yang terlewat, JEONGMAL GOMAWO :*