Title: Sejin, The Great Manager

.

Author: Deer Antlers (was Kyuminjoong)

.

Genre: Family

.

Rate: T for Teen

.

Casts: All BTS member, Sejin

.

.

Happy reading~

.

.

Hari ini Bangtan tampak sangat tampan, bergaya dengan setelan jas mahal dan sepatu kulit yang mengkilat, tapi mereka bukan mau menghadiri acara penghargaan ataupun konferensi pers, melainkan pergi ke pernikahan.

Sejin, manager kesayangan mereka, yang menemani mereka sejak mereka masih bocah sampai memasuki usia dewasa awal walaupun tetap seperti bocah, akan menikah dengan wanita idamannya.

Sejin yang selalu mengikuti mereka kemana-mana itu, yang menjaga mereka dengan badan tinggi besarnya itu, yang senyumnya hangat kebapakan itu, akan menikah dan...berhenti jadi manager.

Sedih? Iya.

Bukan berarti Bangtan jadi tidak merestui pernikahan orang yang sudah seperti kakak kandung mereka. Buktinya mereka mau datang dan bahkan menyumbangkan suara mereka untuk bernyanyi di pernikahan Sejin.

"Sejin Hyung sudah tua sih, kalau tidak menikah nanti jadi bujang lapuk. Walaupun sedih ditinggal, aku ikut bahagia juga untuk Sejin Hyung," celetuk Jungkook. Padahal dirinya sendiri juga tambah tua setiap tahun, tapi Jungkook tidak pernah insyaf mencerca orang lain tua. Seokjin salah satu korban favoritnya.

Ngomong-ngomong pernikahan Sejin berlangsung tertutup, pers dilarang masuk, lagipula Sejin kan bukan artis, istrinya pun bukan. Untungnya, insiden pernikahan kakaknya mamihnya Taehyung dibaca Baekhyun tidak terjadi di sana. Satupun fans tidak terlihat, karena memang tidak ada yang diundang.

Ketika Bangtan maju memeluk Sejin satu-satu dan menyalami wanita yang sekarang resmi jadi istrinya, tiba-tiba saja Taehyung tidak mau melepas pelukannya pada Sejin.

"Huaaaaaa— Nanti siapa lagi yang memegangi tanganku supaya aku tidak hilang di bandara?" kata Taehyung merengek manja.

Sejin tertawa. Taehyung itu seperti anak bungsu, walaupun maknaenya adalah Jungkook. Dia polos seperti anak kecil, suka sekali mengajaknya bercanda. Sejin baru menikah hari ini tapi kenyataannya dia merasa sudah punya anak sejak lama.

"Kan ada Hobeom, Hyunsoo, dan yang lain. Nanti juga kalian terbiasa dengan orang yang menggantikanku."

"Hyung mana bisa digantikan," sahut Jungkook.

"Hyung sudah seperti sahabat, kakak, dan ayah. Tidak akan ada yang lebih baik dari Hyung," timpal Jimin. Taehyung mengangguk setuju.

"Sejujurnya aku sangat sedih. Aku tidak pernah membayangkan pergi tanpa ada Hyung di antara kami," Seokjin membuat pengakuan.

Istri Sejin menepuk bahunya, senyum hangat tersemat di wajahnya, dia memberi isyarat dengan mata, bahwa di belakang orang-orang sedang memperhatikan. Duh.

"Kalian ini kenapa sih? Aku cuma berhenti jadi manager, bukan berarti kita putus hubungan, kan? Kalian masih punya nomor ponselku. Kalian juga tahu di mana aku tinggal. Kalau aku punya anak nanti kalian akan datang ke rumah, kan?"

Suga mendesis, itu sebuah kebiasaan. "Maksudnya kami cuma boleh datang nanti setelah Hyung punya anak?"

"Kalau begitu cepat bikin anak deh Hyung," timpal Namjoon.

"Namjoon Hyung kalau soal bikin anak cepat sekali," celetuk Jungkook.

Semua tertawa. Namjoon meringis.

Sejin merangkul bahu Taehyung yang berdiri di sampingnya, "Ayo foto bersama untuk kenang-kenangan."

Di samping Taehyung ada Jungkook, lalu Jimin—yang tangannya sekalian curi kesempatan peluk-peluk pinggang Jungkook di belakang—lalu Yoongi, sementara Hoseok, Jin, dan Namjoon berdiri di samping pengantin perempuan. Semua berjajar rapi dengan pengantin di tengah. Fotografer menghitung sampai tiga dan menyuruh mereka berganti gaya tiga kali.

Lalu tiba-tiba Taehyung bilang, "Kalau Hyung punya anak laki-laki nanti, beri dia nama Taegook, kalau perempuan Taesook. Bagus, kan?"

"Yah, itu anak Sejin Hyung bukan anakmu, kenapa namanya harus Taegook atau Taesook," balas Seokjin dengan logat Ahjae-nya yang tersohor—kata Namjoon sih gayanya seperti penjual obat.

"Seokjin benar, bagaimana kalau nama itu untuk anakmu saja?" ujar Sejin—sebenarnya dia sedang menolak secara halus. "Yang pasti, kalau aku punya anak nanti, aku akan bilang padanya kalau dia punya 7 paman hebat yang lucu-lucu."

Aw~

Serempak semua memeluk Sejin, seperti group-hug yang selalu mereka lakukan saat memenangkan penghargaan. Diam-diam istri Sejin mulai bete, dari tadi tersingkir terus sih. Untung dia sabar, kalau tidak mungkin dia sudah panggil orang untuk menyeret Bangtan pulang.

Sejin memang manager tapi dia lebih dari itu. Dia pria baik hati yang sabar mengurus tujuh manusia idiot—ahem. Intinya, Sejin itu spesial dan tidak akan terganti. Setelah ditinggal Sejin nanti mungkin Bangtan akan seperti anak ayam yang induknya hilang, bingung karena baby sitter mereka yang biasa sudah tidak ada, tapi Bang Totonim pasti cari induk baru buat Bangtan kok.

Taehyung memeluk Sejin sekali lagi, lalu bahunya diguncang-guncang keras sekali, rasanya sampai seperti gempa bumi.

"...hyung! Taehyuuuuung!"

Taehyung merasa melepas pelukan, tapi kemudian sadar tidak sedang memeluk apa-apa. Dia tidak sedang di gereja, hanya di atas tempat tidur, dengan kaos bolong dan celana pendek yang warnanya sudah pudar karena terlalu sering dipakai, matanya lengket dan sudut bibirnya basah karena liur.

"Loh? Cuma mimpi?"

.

.

.

THE END

.

.

.

EXTRA

"Iyuh! Sana cuci muka! Mandi sekalian, jorok sekali sih!" omel Seokjin—yang membangunkan Taehyung dari mimpinya.

Taehyung melenguh, tangan-kakinya diregangkan sambil sedikit bergoyang kiri-kanan, setelah menyambar handuk di lemari kakinya melangkah malas masuk ke kamar mandi.

Di atas tempat tidur ponselnya menyala, dari bunyinya sih ada Line masuk.

Seokjin mengambil si ponsel yang terabaikan, membuka kuncinya karena dia diam-diam tahu password Taehyung, mengintip isi pesan dari notifikasi lalu menutupnya. Sebuah artikel sedang terbuka, judulnya terbaca 'Sejin, Sosok Manager Kesayangan Anggota BTS Udah Kaya Bapaknya Bangtan'.

Paragraf terakhirnya berbunyi,

"Nggak kebayang deh, kalau manager Sejin menikah. Biasanya manager seorang idol kalau sudah menikah akan memilih untuk berhenti dari tugasnya. Nggak mungkin dong, menemani idol ke luar negeri terus, sementara anak istri ditinggal di Korea."

THE END

Akibat baca artikel dengan judul tersebut di atas :v

Inikah yang disebut Bangtan trash? Sampe managernya pun gue merasa attached _

Bang Sejin jangan nikah dulu deh Bang, jomblo barenglah sama Bangtan, ngenes2 deh #plak