Gay High School

Pair : KaiHun, KrisHun, etc. [SEME x HUN]

Other : SM Member

Rate : T

Disc : I just owner of my story, SMTown – EXO and another characters belong to God and their family.

Genre : School Life, Romance, Drama

Warning : Typo(s), EYD, AU, Out Of Character, Freak, Yaoi bxb!

.

Jongshixun - Young Soo Present

.

-BRUK

DEG DEG DEG

Jongin dan Sehun sama-sama terjatuh dengan Jongin di bawah dan Sehun yang berada di atas, dan itu membuat pipi Sehun bersemu merah dengan bodohnya, dan jangan lupakan detak jantung nya berdentum dengan sangat keras. Sehun dapat merasakan nafas Jongin, ini terlalu intim!

"Pipimu bersemu merah Sayang"

.

Chapter 3. Enjoy!

.

Pagi-pagi sekali Sehun sudah bangun dan bersiap-siap pergi ke ruang guru untuk menemui calon wali kelas nya Kwon Songsaenim. Dengan tergesa-gesa Sehun memasang sepatu dan mengatur rambutnya sebelum Yifan bangun dari tidur dan Sehun langsung membanting pintu membuat Yifan yang sedang di bergelung di bawah selimut nya tersentak kaget.

"Aish, mulai detik ini pagi ku terusik karena bocah cantik itu" ujar Yifan dengan suara parau khas orang masih setengah sadar nya lalu melanjutkan tidurnya.

.

.

Sehun berjalan pelan mengintari asrama X, tetapi saat di depan pintu ketua Asrama X Sehun termenung sesaat karena kejadian tadi malam dan itu membuat Sehun mengigit bibir bawah nya dan ia langsung berlari kencang ketika suara kasak kusuk di balik pintu asrama itu.

Sehun berlari sampai keluar gedung asrama X dan ia sudah sampai saja di asrama E, okey mungkin sekarang setiap hari Sehun akan jongging terus sebelum masuk ke kelas karena Genie High School sangat –berlebihan- luas nya. Masih dengan lari nya, Sehun tiba-tiba saja tersenggol dengan siswa dengan baju bola khas Genie dan itu membuat Sehun jatuh tersungkur dan buku yang di genggaman nya tadi ter lempar entah kemana.

"Akh tangan kuu, uh perih sekaliii" Sehun merintih ternyata telapak tangan nya tergores dan mengeluarkan darah, sibuk merintih sampai-sampai Sehun mengabaikan pemuda yang menatap nya intens.

"Ya! Kau tidak niat sama sekali menolong ku?" ujar Sehun kesal tanpa menoleh ke pria itu dan membuat pria itu tersentak dan langsung jongkok menyamai tinggi nya dengan Sehun.

Pria itu langsung meraih tengan Sehun, "hei kau tidak apa-apa?" dan Sehun mendelikkan matanya "apa nya yang tidak apa-apa, kau tidak lihat huh? Sudah jelas ini berdarah" ujar Sehun ketus tanpa menatap pria di depan nya.

Cup

Sehun menoleh kepala nya kaget ketika pria dengan rambut hitam cepak ini mengecup tangan nya yang luka,

'Luhan Sunbae?' batin Sehun tak percacaya, bukan hanya mengecup saja lidah pria itu mulai berani menari membersihkan darah yang mengalir di tangan Sehun.

"H-hei, apa yang kau lakukan Sunbae" sehun menarik tangan nya sebelum pria itu kembali mengecup dan mengusap air liur di tangan itu. Luhan tersenyum ketika melihat rona merah di pipi Sehun dan bibir nya yang merah menggoda Luhan ingin mengecup nya sedari tadi, Sehun sangat cantik sekali "Tangan mu akan cepat sembuh karena berkat lidah dan bibir ku" Luhan mengedip matanya nakal.

"Menjijikan" Sehun membuang muka nya asal dengan membunyikan pipi nya memanas, kata dan prilaku Sehun sangat berbanding terbalik. Luhan tertawa "tapi kau menikmati nya kan heum? Lihat pipi mu memerah"

Sehun bangkit dan merapihkan seragam nya yang agak berantakan karena efek jatuh nya yang elit itu, "seperti nya aku tidak punya waktu berlama-lama dengan mu, sebelum nya terima kasih sudah mengobati tangan ku dengan cara menjijikan itu. Sampai jumpa Luhan Sunbae" Sehun berlalu dan meninggalkan Luhan yang masih dengan senyum playboy nya.

Seperti nya Sehun melupakan buku nya yang sekarang beralih di tangan Luhan. "Wah, Sehun-ku sayang. Seperti nya akan mudah mendapatkan kau Sehun cantik, lihat saja"

.

.

Kelas 2.A yang tadi nya sangat lah heboh seperti pasar tradisional seketika hening ketika wali kelas nya yang super sexy itu masuk ke kelas sambil membawa siswa baru yang termasuk uke itu.

"Hei-hei kau yang disudut itu bangun lah" ujar guru Kwon sambil memukul-mukul tongkat nya ke atas meja guru. "Jongin! Jongin! Bangunlah" seru teman sebangku si pria yang tertidur di sudut. Ternyata si tukang tidur itu Ketua Asrama nya, Jongin. 'Ya tuhan, kenapa dunia sempit sekali? Kenapa harus Jongin?' jerit Sehun kaget. Jongin bangun dan menguap sambil mengucek-ngucek mata nya dan Ketika Jongin mendongak kepala nya, tak segaja matanya bertemu dengan mata indah Sehun yang menatap nya terkejut.

"sampai jam berapa kau meronda Jongin sampai-sampai kau tertidur di kelas seperti ini" suara guru Kwon menyadarkan kedua anak adam yang saling tatap menatap itu. "Okey, baiklah anak-anak. Sekarang kita mempunyai anggota baru disini. Sebelum nya selamat datang di Genie High School, silahkan perkenal kan dirimu nak"

"A-anyeonghaseyo yeorobun, perkenalkan nama saya Oh Sehun dari Seoul Of Perfoma High School" sebelum Sehun menyelesaikan perkenalan nya, seluruh anak kelas langsung heboh sambil menujuk-nujuk diri Sehun dengan genit.

"Sehun-shi berapa nomor ponsel mu?"

"Uke woi, uke"

"Apa akun instagram mu atau id LINE?"

Suara suara pria seme memekakkan seluruh kelas membuat Sehun yang masih berdiri di depan tersenyum terpaksa. "tenang-tenang, kalian bisa meminta nya ketika jam istirahat. Sekarang biarkan dia duduk dahulu, ayo nak" setelah di persilahkan duduk, Sehun memilih duduk di tepi dekat jendela dan yang agak jauh dari Jongin. Sejujurnya Sehun sedari tadi ia sangat gugup karena Jongin terus menatapnya.

"Annyeong Sehun-shi" Sehun menoleh dan mendapatkan teman sebangku nya yang sedang tersenyum cerah lucu seperti cerah nya pagi ini. "nama ku Byun Baekhyun, kau bisa memanggil ku Baekhyun, baek, baekki. Ah terserah padamu asalkan kau jangan memanggil ku byuntae ya." Sehun terkikik karena teman sebangku nya ini.

"Ah, bagaimana aku memanggil mu byuntae kedengaran nya lucu sekali" dan itu langsung mendapatkan tatapan protes dari si pemilik nama. "Hahaha, aku hanya bercanda kok Baekki. Jangan panggil aku dengan formal. Senang mengenal mu Baekki"

Sehun membalas senyuman Baekhyun dan langsung mendapatkan tarikan di pipi nya "Aw, kau lucu sekali Sehunnie. Aku jadi gemas sendiri". Sehun pikir Baekhyun ini anak pendiam karena ia memakai kaca mata bulat besar yang sedang trendy pada zama sekarang, ternyata salah besar. Baekhyun sangatlah seru diajak berteman pikir Sehun.

.

Jam istirahat sudah berbunyi sedari tadi, ternyata apa yang dikatakan guru Kwon tadi—meminta nomor ponsel atau sebagai macam nya- benar-benar ditagih oleh pria seme kepada Sehun.

"Sehun-ah boleh kah aku meminta nomor ponsel mu?"

"Kau sudah punya pacar tidak Sehunna?

"Yak! Aku sudah mendapatkan akun instagram Sehun-ah, tak sia-sia aku menstalk sedari tadi. Follback aku ya Sehun"

"hei-hei bagi aku unname instagram Sehun, kau jangan kabur"

Sehun hanya menatap teman kelas nya yang sedang mengelilingi bangku nya binggung, ia hanya diam sedari tadi. Uh ia lapar sekali, mana lagi Baekhyun pergi ke toilet katanya. 'Baekki bantulah aku' ratap Sehun dalam hati.

Seperti nya doa nya terkabulkan, Baekhyun langsung berlari ke meja nya dan menolong Sehun "Minggir-minggir kau pria-pria genit. Sehun sudah punya pacar. Jadi pergi sana jauh-jauh" teriak Baekhyun keras yang langsung di respon pria seme kecewa.

"Yah jadi sudah punya ya?'

"pria atau wanita? Kalau wanita, aku mau jadi pria kau saja sehun"

"uh beruntung sekali seseorang itu"

"Enyah kau enyahhhhh dasar pria-pria genit" teriak Baekhyun sekali lagi, dan pria-pria seme itu berlalu sambil protes ke Baekhyun "Eyy, cantik-cantik galak. Ayo kita pergi sebelum singa cantik ini marah lagi"

Setelah pria-pria itu pergi, Sehun langsung memeluk tubuh kecil Baekhyun erat. "Gomawo, gomawo Baeki sudah menolongku. Aku takut sekali tadi, apa mereka tidak normal ya?" Baekhyun tersenyum bangga, tetapi ia tidak menjawab pertanyaan Sehun. Baekhyun sadar karena Sehun anak baru jadi ia pasti masih normal dan belum terbiasa dengan sekolah gay ini. Baekhyun termasuk belok, dan tentu saja ia di posisi uke.

"Aku sudah menduga saja apa yang terjadi tadi, jadi aku cepat-cepat kemari" Baekhyun melirik kelas, ternyata masih ada pria seme yang tinggal di kelas, sambil berbisik Baekhyun bertanya "Kau pasti belum punya pacar bukan?"

Dan itu membuat Sehun terdiam, "kau tahu saja, aku sudah lama menyukai kakak kelas ku di SOPA tapi ia sudah mempunyai pacar uh". kakak kelas yang dimaksud Sehun adalah Irene Noona, Sehun sudah naksir dari awal sekolah tetapi ia sudah keduluan oleh Sunbae nya di SOPA. Mana lagi mereka pacaran so sweet sekali. Dan Sehun memilih untuk mundur, karena nihil ia mendapatkan Irene Noona nya itu.

Baekhyun mengangguk kan kepala nya sok paham, "Ah, begitu. Sudahlah cari saja yang lain ya Sehunnie. Masih banyak kok wanita-wanita atau orang lain. Mungkin itu belum takdir mu hehe. Sebentar, aku ingin ke toilet lagi ya perut aku masih sakit. Tunggu disini Sehunnie"

Baekhyun meninggalkan Sehun di kelas, tiba-tiba nya perut nya berbunyi. Sehun sudah tidak tahan, dan berniat untuk membeli cemilan di cafe sebelum Baekhyun balik dari toilet. Ketika ia bangkit dari kursi, tiba-tiba lengan Sehun di tahan oleh tangan kekar—

—"—Jongin?"

Sehun menundukkan kepala nya takut, menhindari kontak mata dengan mata Jongin, tetapi tangan Jongin masih memegang lengan Sehun erat. Dengan ragu Jongin berkata dan tangannya beralih menggam tangan Sehun "Mmh... soal tadi malam itu, em maafkan aku. A-aku sungguh tidak sengaja Sehun, sampai-sampai kau marah dan menampar ku"

Sehun semakin menundukkan kepala nya, merasa malu karena telah menampar ketua asrama X tadi malam. Jelas sekali tadi malam itu salah nya sendiri.

Flashback

-BRUK

DEG DEG DEG

Jongin dan Sehun sama-sama terjatuh dengan Jongin di bawah dan Sehun yang berada di atas, dan itu membuat pipi Sehun bersemu merah dengan bodohnya, dan jangan lupakan detak jantung nya berdentum dengan sangat keras. Sehun dapat merasakan nafas Sehun, ini terlalu intim!

"Pipimu bersemu merah Sayang"

Sehun melotokan matanya, dan langsung bangun dari tubuh Jongin.

—PLAK

Sehun tiba-tiba menampar Jongin tepat di pipi, jujur itu lumayan sakit. Ingat Sehun itu pria meskipun ia di posisi uke. Jongin tidak memegang pipi nya takut gengsi, tapi Jongin tahu ia melakukan kesalahan. Ia mengucapkan kata menjijikan—menurut Sehun. Sehun sangat anti di panggil 'Sayang' atau bisa detail Sehun itu masih pria normal.

"Aku masih normal! Jadi jangan panggil aku dengan panggilan menjijikan itu!" ujar Sehun tidak suka.

"Dan pipi ku memerah karena malu terjatuh, b-bukan karena hal yang lain"

Sehun meninggalkan Jongin dan membanting pintu tepat di depan wajah Jongin.

"Dasar mulut sialan"

Flashback end

"—Sehun, Sehun?" Sehun tersadar dari lamunan nya ketika Jongin menggoyangkan tubuh nya. Sehun menatap mata Jongin. "Apakah kau tidak memaafkan ku? maaf mulut sialan ini keceplosan" ujar Jongin dengan memelas. Jongin galau okey, karena pria incaran nya marah dengan dirinya.

"S-seharusnya a-aku yang minta maaf" Suara Sehun kecil, dan Jongin tidak terdengar dengan apa yang dikatakan Sehun. "Kau bicara apa hem?" tanya Jongin dengan sabar. Tetapi tiba-tiba air mata Sehun langsung menuri pipi nya yang sedikit chubby itu.

"hey, kenapa menangis? Apa aku salah lagi?" jongin semakin kalut, dan tidak tau harus mengapa. Jika kalau ia yang menghapus air mata nya dengan tangan nya pasti Sehun marah lagi dan menampar nya lagi. Sayang kan wajah tampan nya ditampar terus oleh kesayangan nya.

"Aku minta maaf karena sudah menampar mu. Aku mohon jangan membenci ku ketua. Hiks—"

Jongin tidak tahu harus mengapa, harus kah ia tertawa? Mana mungkin ia membenci pria idaman nya ini. Dengan berani Jongin perlahan-lahan memeluk Sehun sambil mengusap rambut nan halus Sehun "Gwenchana Sehun-ah, kau tidak salah disini okey?" diam-diam Sehun meletakkan kepala nya di ceruk kepala Jongin dan memeluk pinggang Jongin, seperti nya Sehun tidak menyadari bahwa posisi mereka sangat tidak wajar untuk hubungan pria normal dan pria belok.

DEG DEG

'Mimpi apa aku ini ya tuhan. Sehun membalas pelukan ku, sial aku bahagia sekali ya tuhan"

.

.

Sehun berjalan ke ruang kesehatan, ia perlu mengobati luka di tangan nya sekarang. Apalagi tangan nya sedari tadi belum di cuci nya karena bekas air liur Luhan, ew. Ketika Sehun membuka pintu ruang kesehatan, Sehun sudah disambut oleh Zitao sedang tiduran di bangsal tanpa menutup tirai nya.

"Sehun-ah tidak ingin menyapa dahulu?" ternyata Zitao menyadari kehadiran Sehun, padahal ia sudah mengendap-endap agar tidak menganggu Zitao. "hai Zitao" sapa Sehun singkat karena sibuk mencari obat di almari ruang kesehatan yang besar.

Tiba-tiba suasana menjadi canggung, Zitao membuka suara "Bagaimana jidat mu kemaren hem? Apakah berbekas?".

"Seperti yang kau lihat Zitao" Sehun menaikkan poni nya dan mendapatkan jidat Sehun di tempeli plaster milik Chanyeol kemarin. Zitao mengusap tengkuk nya tidak gatal "hehe, maafkan aku. Salahkan nunchuckynya terlalu licin sih kemarin"

Sehun mengganguk paham dan mendudukan bokong sexy nya di bangsal sebelah Zitao. "Astaga tangan mu kenapa?" ternyata Zitao jeli sekali matanya.

"Aku tersungkur tadi pagi"

"Oh karena?"

"Aku berlari dan tidak sengaja meyenggol Luhan Sunbae"

"Oh. W-What? Luhan?" Zitao berucap tidak suka, masalah nya Luhan itu suka juga ke Sehun. Pasti Luhan menggoda Sehun tadi pagi.

"memagnya kenapa Luhan Sunbae?"

"Tidak-tidak. Hanya saja pasti kau di goda nya kan?"

Sehun berhenti dengan kegiatan nya mengambil kapas. "Kau tahu saja." Sial Runtuk Zitao dalam hati. Ia sudah keduluan oleh Luhan. dan ini tidak bisa dibiarkan. Sekarang ia harus memanfaatkan waktu sekarang untuk dekat dengan Sehun. Zitao mengambil alkohol dan kapas yang berada di tangan Sehun

"aku bisa sendiri Zitao"

"Kau diam saja, tidak usah banyak kommentar"

Sehun pun bungkam, ia masih takut Zitao ya. Dan menarik tangan Sehun dan menggengam tangan dengan jari lentik milik Sehun, 'Sial tangan nya halus sekali' Zitao teriak membantin. Dengan telaten Zitao menuangkan alkohol ke kapas dan mengusap ke luka Sehun. "Arghhh perih Zitao pelan-pelan" pasalnya Zitao menekan lumayan keras kapas ke luka Sehun.

Ketika sudah selesai memberi obat ke luka Sehun, Zitao meletakkan obat tadi di nakas dekat bangsal. Masih dengan menggengam tangan Sehun, Zitao mengusap luka Sehun pelan, Zitao berkata "biarkan seperti ini, jangan kau beri plester. Dan untuk tambahan—"

-cup

Untuk kedua kali dalam sehari ini, Sehun melototkan matanya kaget karena sudah dua pria mengecup tangan nya. Besok siapa lagi?. Zitao mengecup luka itu. "—kata ibuku sih mengecup luka biasanya sembuh dengan cepat" dan menaikan alis nya satu. Zitao memang berlebihan, tapi ini kan hanya luka gores. Sehun tidak ingin banyak berpikir sekarang.

'Seperti nya ada yang salah dengan orang sekitar ku hiks—'

.

Ketika kejadian di kelas tadi, Jongin jadi tidak berminat melanjutkan mata pelajaran. Hati nya sedang berbunga sekali okey, jadi ia membolos pergi ke kamar asrama nya. Mengempaskan tubuh nya ke ranjang dan mengambil guling yang berada di dekat nya dan memeluk nya erat sambil membanyangkan ia memeluk Sehun lagi.

"Oh Sehun" dada nya berdesir dan jantung nya dua kali lebih cepat berkerja ketika ia mengucapkan nama kesayangan nya. "Oh Sehun" panggil nya lagi, dan kembali dada nya berdesir.

"Sial kau Oh Sehun, kau telah menempati hati ku" Jongin merongoh sakunya dan mengambil ponsel nya. Dibuka nya galeri photo dan terlihat disana Sehun sedang duduk di bangku taman yang kemarin diam-diam diambil nya.

"Kau tahu Sehun, banyak sekali yang mengincar mu. Aku tidak akan kalah dari orang-orang itu. Aku datang Oh Sehun" dan Jongin mulai dengan out of character nya karena Sehun.

Tetapi tiba-tiba ia mengingat perkataan Baekhyun di kelas tadi-"Minggir-minggir kau pria-pria genit. Sehun sudah punya pacar. Jadi pergi sana jauh-jauh". Pasti Sehun sudah banyak bercerita dengan Baekhyun termasuk hal-hal pribadi seperti pacar. Jongin yakin kalau misalnya Sehun beneran mempunyai pacar, pasti pacar nya wanita.

Dan itu membuat Jongin sedikit kecewa permisaah, tetapi pikiran-pikiran negatif tentang Sehun segera di tepis nya. Sehun sudah punya pacar kek, banyak fans kek Jongin tidak peduli. Pasti ia bisa mendapatkan Sehun ke pelukan nya, apapun caranya dengan cara baik atau licik pun ia akan lakukan demi pria incaran nya.

Katakan saja ia Egois, tapi Jongin memang Egois dari sana nya ya jadi harus bagaimana lagi. Oh iya, bukan nya ia lumayan dekat dengan Baekhyun si berisik itu? Seketika smirk Jongin mengembang di wajah model tampan nya.

.

"Ku buat kau belok seratus persen Sehun-ah"

"Aku lah yang pertama kali membobol hole nikmat sempit milik mu Sehun. Jadi tunggu saja Sehun sayang"

.

.

To Be Continue

Or

Tamat disini?

.

HAIIIIIIII KAIHUN BABIESSSSSS/luv luv/

Siapa yang lumutan nungguin ff abal ini? Siapa yang kangen ff nya? Siapa yang rada lupa sama ff nya? Pasti banyak nih ya HEHE. Sebelumnya maafkan aku yha, maafff banget aku to much late update ff ini. Masalahnya kemaren itu ide nya sempet lupa dan aku sempet putar balik(?) ide. Jadi maaf banget sama semua readers, ff ini aku telantarin setahun.

Okey yang masih bingung sifat Sehun disini, ini aku jelasin. Sifat sehun tu ya polos tapi gak polos dalam artian gak tau apa-apa gitu, terus disini dia tuh manja dan jijik banget sama urusan gay. Dan sehun rada centil disini ya.

Dan ini ff main pairing nya KAIHUN. Jadi maafkan saja ya banyak moment kaihun;3 oiya ini bakal ada ena-ena nya hemmmmzzzz. Dan ini ff aku gak ada edit sama sekali. Kalau misalnya ada typo atau aneh maklum yha;*

Buat yang udah riview, BIG THANKS aku udah baca berulang-ulang kok;* bahkan jadi penyemangat aku. Makasi yaaaa yg udah review;*

Btw, follow akun fanbase kaihun aku ya ; Jongshixun.

Jadi ini ff masih ada yang minat?

.

Last,Review Babies?

Jongshixun – Young Soo

160827