ONE FINE DAY
(Chapter 3 : Flashback)
Main Cast :
- Sehun
- Luhan
Author : Bee48 (sparkling 5)
Rate : T .
Genre : Hurt, comfort
Disclaimer : FF ini milikku. Castnya milik Tuhan YME, Sment, Orang tua mereka. aku hanya meminjamnya untuk kepentingan Ff ini.
FF Ini asli pemikiran aku, tapi kalau ada beberapa scene yang sama dengan Ff lain aku minta maaf, itu ketidak sengajaan.
Don't Copas ! Don't be siders ! RnR pleaseee~
Warning (!) :Typo(s), Absurd, Gaje, tidak sesuai EYD
o0o
Flashback
"Sehunniiee, aku berangkat ya.. jaga dirimu baik-baik. aku mencintaimu." Luhan memeluk Sehun erat.
"Ne, hati-hati Luhannie... Aku juga mencintaimu." Sehun memeluk Luhan singkat kemudian melambaikan tangannya pada Luhan yang sudah menaiki taksi.
Luhan merasa aneh, ada yang hilang disini. Sehun tak mengecup keningnya dan pelukannya terasa asing. Namun, Luhan tetap berpemikiran positif . mungkin Sehun ingin berangkat ke kantor jadinya hanya perpisahan singkat yang ia berikan. Lagipula Luhan hanya pergi seminggu bukan ?
Setelah Luhan menghilang dari pandanganya, Sehun berangkat ke kantor untuk menghadiri acara rapat karena akan ada project besar untuk perusahaannya.
Begitu sampai kantor ia langsung di sambut oleh Chanyeol –suami noona-nya- dan Jongin karyawan sekaligus sahabatnya yang sangat ia percayai. Sehun langsung mempimpin rapat karena semua keperluannya sudah disiapkan oleh dua orang tadi.
Yang Sehun tak menyangka adalah saat dia menatap semua kliennya mantan kekasihnya berada disana. Dengan rambut hitam lurus di gerai dan jepit samping, ia nampak begitu mempesona. Bahkan Sehun hampir kehilangan fokusnya dalam memimpin rapat.
"Ya, sekian penjelasan dari saya, semoga kita dapat menjalin hubungan bisnis dengan baik." Sehun tersenyum ramah pada seluruh kliennya termasuk pada mantan kekasihnya. Huang Zitao.
Sehun berjalan keluar ruangan bersama Chanyeol dan Jongin sambil membahas project yang akan nanti mereka kerjakan. Namun, baru ingin menaiki lift Sehun dipanggil seseorang.
"Sehun, Oh Sehun !" Jantung Sehun seakan berhenti berdetak. Tao, yang merupakan mantannya memanggilnya dengan senyuman cantik.
"Ne ? waeyo, Nyonya Huang ?" Sehun masih menjaga profesionalismenya jadi ia menggunakan bahasa formal pada Tao apalagi ini masih di lingkungan kantor.
"Aku ingin membicarakan project ini lebih lanjut, apakah kau ada waktu sekarang ?" Sehun terpaku sejenak kemudian mengangguk mengiyakan.
"Ya, aku ada waktu. Kau ingin membicarakannya dimana ?" Tao tersenyum mendengar jawaban Sehun.
"Di Cafe samping kantormu, bagaimana ?" Sehun mengangguk kemudian izin pamit pada Chanyeol dan Jongin.
"Geurae ! Kajja." Mereka berdua pun pergi ke cafe yang menyediakan berbagai macam minuman dan makanan samping kantor Sehun.
Keduanya terus berbicang tentang project ini walau kadang juga diselingi lelucon dari keduanya. Begitu sampai cafe Sehun langsung duduk dan memanggil pelayan.
"Aku ingin..." Sejenak Sehun mengingat Luhan karena ia sering kesini bersama Luhan jika Luhan ke kantornya dan akan memesan bubble tea. Namun, kali ini berbeda. Dia dengan orang yang berbeda jadi...
"Ice blend Cappucino satu, dan kau ?" Tao terlihat berpikir sejenak.
"Aku ingin Coffe latte satu." Pelayan mengangguk kemudian pergi meninggalkan kedua insan yang sedang sibuk mengendalikan hatinya.
"Bagai" / "Sehun-ssi"
"Lebih baik kau duluan saja." Sehun mengalah.
"Ani... Aku hanya ingin menanyakan ...bagaimana kabarmu ?" Sehun terkekeh.
"Hahaha itulah yang ingin ku tanyakan juga padamu... kurasa kita berjodoh." Pipi Tao bersemu merah. Bagaimana bisa Sehun menyebutkan itu saat ini ? bagaimanapun juga Sehun pernah singgah di hati Tao bukan?
"Aku baik. Kau?"
"A-aku baik. Oiya, Sehun-ssi... aku kan yang mewakili kantorku dalam project ini, jadi aku rasa kita akan sering bertemu. Bolehkah aku meminta nomor handphone-mu ?" Sehun mengangguk pasti.
"Tentu saja ! sini ponselmu." Tao menyerahkan ponselnya kepada Sehun, Sehun mengetik nomor ponselnya kemudian menyimpannya.
"Ini ponselmu. Omong-omong, kau memanggilkku terlalu baku..Tao-yaa. Cukup panggil aku Sehun atau seperti panggilan mu dulu untukku. Jika kau setuju aku akan melakukannya seperti itu juga. Tentu di luar jam kerja." Tao mengangguk ragu.
"Ne, Hunnie." Sehun tersenyum bangga saat mendengarnya.
"Joh-a ! Aku merindukanmu, Panda." Tao terdiam tapi rona merah dipipinya tak bisa ia sembunyikan didepan Sehun.
Hanya dengan satu kalimat itu mereka memulai segalanya, kembali merajut tali mereka yang lama putus.
Semakin hari semuanya semakin terasa jelas, Sehun dan Tao mulai kembali seperti mereka SMA dulu. Setiap hari mereka bertemu, bahkan sampai Luhan pulang pun Sehun tetap mendekati Tao. Entah kenapa ia lebih nyaman bersama Tao bukan Luhannya.
Hubungan bisnis diantara Sehun dan Tao –yang terlihat dekat- tidak menimbulkan kecurigaan apa-apa dari Luhan, karena Luhan pikir semua itu urusan bisnis. Tapi semakin hari Sehun semakin berbeda, Sehun berubah.
Luhan dikirimi amplop misterius dari seseorang, Luhan tak tahu itu dari siapa dan isinya apa. Setelah Luhan buka ternyata isi amplop itu adalah foto-foto suaminya dengan rekan bisnisnya. Tapi Luhan berpikir ini adalah kerjaan orang iseng yang menginginkan Ia dan Sehun bubar, jadi ia terus mengabaikannya.
Tapi berbeda untuk malam ini. malam sabtu, Sehun belum pulang dari tadi pagi. Luhan khawatir dengan Sehun, kenapa Sehun tidak pulang cepat seperti biasa ? Pikir Luhan.
Untuk menghilangkan kekhawatirannya Luhan memutuskan untuk ke kedai ice cream dan memakan Ice crem taro kesukaannya. Dengan sigap ia mengambil cardigan hitam lalu, berjalan keluar.
Luhan menikmati udara malam kota seoul yang bisa membuatnya lupa akan kekhawatirannya & keanehan suaminya itu. dia menikmatinya sampai ketika ia melihat suaminya itu dengan rekan bisnisnya di dalam kedai Ice cream itu.
Ia melihat keduanya bercanda, tertawa bersama, Sehun menjahili yeoja yang menjadi rekan bisnisnya, dan yang terakhir tatapan lembut yang tak pernah Luhan dapatkan lagi dari namja itu. semuanya terjadi begitu cepat, terjadi begitu saja. Ini menyakitkan ! Luhan melihat Sehun mencium lembut bibir yeoja itu.
Air mata Luhan menghiasi wajah cantiknya, tidak bisa terbendung lagi. Luhan menangis terisak, ia menyesal untuk keluar rumah malam ini. Luhan kecewa terhadap semuanya, terutama Sehun.
Luhan berlari dengan sisa tenaga yang ia miliki menuju rumahnya. Sepanjang perjalanan ia terus terisak tak memperdulikan orang yang menatapnya aneh, bahkan ada yang menatapnya Iba. Persetan ! dengan orang orang itu, Luhan sekarang hancur wajar bukan jika seperti ini ?
Ketika Luhan berhenti di depan pintu rumahnya ia menemukan amplop cokelat misterius lagi, ia percaya sekarang dengan semua isi amplop itu. bahkan ia berterimakasih untuk orang yang mengirimkan itu semua, ia sudah percaya itu.
Luhan mengubah sikapnya ke Sehun, dia tetap menjadi istri yang baik menyiapkan baju, mengurus semua perlengkapan Sehun, menyiapkan Sehun sarapan, dan hal-hal lain yang menjadi kewajiban seorang , Luhan cuek dengan Sehun dalam hal yang pribadi. Ia tak mengantar Sehun sampai gerbang rumah seperti biasa, tidak menelpon atau meng-smsnya ketika makan siang dan tidak menunggui Sehun ketika Sehun pulang malam.
Luhan melihat Sehun malah memanfaatkan ketidak pedulian Luhan terhadapnya menjadi waktu dekat dengan Tao. Ternyata Sehun memang sudah buta sekarang.
Dengan kebahagiaan semu yang ia ciptakan sendiri, ia sudah buta dengan kebahagiaan yang abadi. Ia sudah tidak dapat melihat hati tulus Luhan dan mengerti hati Luhan lagi.
"Yeoboseyo ?"
"Oppa, Aku mohon untuk mempercepat permintaanku. Aku sudah lelah, oppa."
"..."
"Aku mohon, oppa. Mengertilah diposisiku. Aku tak mau tersakiti lebih dalam lagi."
"..."
"Ne, aku tunggu kirimanmu, oppa. Gomawo."
Luhan sudah memutuskan semuanya. Ia sudah menyerah dan dia tak akan mengubah pikirannya untuk sekarang ini.
o0o
Mungkin ini takdir, saat 'permintaan' Luhan datang tadi pagi dengan amplop cokelat. Sekarang saat ia berbelanja bulanan ke supermarket dekat kantor Sehun ia melihat perselingkuhan itu lagi.
Luhan tersenyum miris dengan air mata yang membanjiri pipinya. Kepercayaannya sudah remuk dan kesetiaannya telah diremehkan oleh Sehun. Mana yang harus Luhan pilih ? tetap mempertahankannnya walau tersakiti, bagaimana jika ia malah pihak yang ditinggal ? atau memilih melepaskannya dan ia akan hidup tenang disana ?
Sepertinya Luhan memilih pilihan kedua. Ia terus menatap nanar kedua sejoli itu sampai pada akhirnya ia tak kuat dan memilih untuk pulang.
.
.
.
Luhan memegang amplop cokelat itu dengan kuat dan tatapan yang sendu. Matanya membengkak, ia terus menangis sepanjang sore sampai malam di kamar. Walau ini bukan pertama kalinya melihat entah mengapa rasanya tetap sakit.
Cklek !
Pintu utama dibuka oleh seseorang, Luhan yakin itu Sehun. Mengingat soal Sehun, airmata Luhan kembali membanjiri wajahnya dan kenangan indahnya bersama Sehun berputar dengan cepat sampai Sehun mengkhianatinya.
Derap langkah kaki Sehun membuat air mata Luhan semakin mengalir deras, terlebih lagi saat Sehun memanggil nama kesayangannya.
"Luhannie ?" Derap langkah Sehun terus mendekat.
"Berhenti disana, Oh Sehun." Sehun terdiam. Luhan tahu Sehun pasti terkejut kenapa istrinya yang diam ini bisa seperti itu.
Luhan membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Sehun. Mata Sehun membulat, Luhan tahu itu.
"Kau Kenapa –" Luhan tak ingin mendengar suara Sehun. Luhan menatap wajah Sehun tajam, saat melihat wajah Sehun entah kenapa kejadian waktu ia melihat semua perselingkuhan Sehun terlintas jelas begitu juga dengan foto-foto yang berada di tanganya.
"Apa kau masih mencintaiku ?" Luhan tak tahu dapat kekuatan dari mana sampai bisa berbicara seperti itu padahal sebelumnya ia merasakan lidahnya kelu.
"Ya, Aku mencintaimu." Hah !Luhan tertawa miris dalam hati. Ucapan Sehun malah membuatnya menatap amplop cokelat yang berada di tangan kanannya. Pembohong ! Sehun munafik !
"Lantas apa maksudnya ini !?" Luhan tak mampu meredam emosinya sehingga membanting semua dan memperlihatkan semua isinya.
Luhan melihat Sehun yang terdiam saat melihat itu semua mendecih sebal.
"Dan Kau percaya dengan foto ini dengan mudah ?" Luhan terdiam, ia bingung kenapa Sehun seperti tak mempunyai dosa dengan bilang seperti itu ?
"JAWAB AKU LUHAN !" Luhan kaget, tentu saja. Sehun tak pernah seperti ini terhadapnya.
Luka Luhan semakin menganga lebar.
Luhan menguatkan dirinya sendiri, ia tak boleh lemah, ia harus kuat. Jadi dengan tarikan nafas dalam ia berkata dengan lantang.
"Ya, aku mempercayainya dengan mudah ! kenapa ? Karena selama 2 bulan ini aku menyaksikannya sendiri ! bagaimana kau merangkulnya, melihat matanya, memeluknya, sampai pada akhirnya kau menciumnya ! MANA JANJI MU DULU ?! APA INI YANG DINAMAKAN MASIH MENCINTAIKU, HM ?
Luhan tersenyum tipis karena sekarang Sehun terdiam menatap lantai.
"Sekarang semua terserah kau, Sehun-ssi. Aku lelah." Luhan pergi ke arah kamar tamu. Namun, baru beberapa langkah ia berbalik mengingat ia belum memberikan kertas yang ia pegang.
"Ini, semua keputusan berada di tanganmu." Luhan menyerahkan kertas itu lalu, pergi ke kamar tamu. Jujur ia sudah tak sudi tidur bersama orang yang mengkhianatinya.
BLAM !
Luhan membanting pintunya dengan keras kemudian menangis terisak dibalik sebenarnya ia tak sanggup untuk mengatakan itu semua. Tapi ini keputusannya, karena ia sudah lelah.
Maafkan aku, Sehun... batin Luhan.
Sementara itu, Sehun mematung menatap seluruh foto dan kertas yang diberikan Luhan.
'SURAT CERAI'
TBC
HUWAAA GILA ! Tambahh absurd -_-
Mianhae ... aku gak bisa update kilat u,u
Gara-gara nilai Uts semua inspirasi jadi kabur -_- *curcol
Sudahlahh abaikan, yang penting aku update kan ? XD maaf ya tambah gaje dan tidak bermanfaat.
Ini tuhh cerita nya tentang flasback-an perselingkuhan yang dilakukan oleh Sehun, oiya ! maaf juga kalo tokoh selingkuhannya itu kurang cocok *liriktao* aku pilih tao karena di IG sehun, Sehun ama dia mulu u,u
Udahlah dari pada banyak cincong... mending do'ain saya dapet itu inspirasi yang udah buyar biar bisa update chpter 4 gimana ?
Thanks For the review~ :*
Chae121 (Guest 1) : Iyakahh ? u,u iya ini udah lanjut kok ;)
Miw ( Guest 2) : Mianhae gak sesuai apa yang kamu mau karena aku emang udah pengen identitas ceweknya jelas.
Ruixi1 : Hmmm gimana ya ? liat nanti deh XD
Chan-wifey (Guest 3) : Hahaha sayangnya Sehun di tergodanya sama Tao tuh :p iya ini lanjut kok ! ;) Ciee geregetan :D
Ani n (Guest 4) : Tau ya...Sehun serakah banget -_- Luhan kabur kemana? Ke hati kamu dongg XD hahaha kamu sadis, kasihan Thehun u,u *PelukThehun #digamparLuhan
Lisnana1 : Iya ini lanjut... hayooo apa yang bakal Thehun lakuin nanti ? XD yup ! Fighting ! Gomawo ~
Guest 5 : Iya weh, nyesek. Ini udah update ! maap gak kilat hoho
HUNsayHan : Hayooo ... Luhan kemana ? Iya kok pasti Luhan akan selalu dengan Sehun. Hayooo diapain ? maunya kamu itu surat di apain ? XD
Meriska-Xi : Hahaha kejamnya XD iya tergantung inspirasi yaa XD ne fighting !
SyiSehun (Guest6) : Huaaa... Makasih ;) bakal ketemuan gak ya ? Liat nanti okkey ? XD
Thanks For the Fav & Follow : Lisnana1 | | NoonaLu |Poe Chaerin | Galaxy1004 | Missa69 | HUNsayHan| |94KidShn |dariestaeby |Meriska-Xi | ruixi1 |luludeer2009 |
Thankyou~ Love you all ! :*
