CB, I'm Good Boy!

Discalmer : Naruto © Masashi Kishimoto

.

.

.

.

.

Pairing : Uchiha Sasuke

X

Haruno Sakura

.

.

.

.

.

Rate : M

.

.

.

.

.Au,typo,ooc,Eyd, gaje,abal, ide pasaran XD

DLDR•

.

.

.

.

.

Chapter : Hello KHIS

~oOo~

Sakura pov on.

Pagi ini aku akan mulai bersekolah di sekolah baru milik keluarga Uchiha. Ku tatap pantulan diriku sendiri di cermin. Seragam KIHS, kemeja kuning gading, blazer dan rok biru dongker. Manis juga! Tapi, aku hanya menghela napas saat aku melirik rok yang ku pakai sangat, ingat! Sangat minim. Dan Itachi-nii bilang itu tidak pendek tapi, ini hanya sepuluh centi di atas lutut dan lagi tidak memakai stocking... Arrgg! Jika bukan karena ingin menaklukan sesuatu aku tidak sudi. Ngomong-ngomong aku sangat puas melihat wajah kesal Sasuke. Kami memang belum berkenalan tapi melihat wajahnya yang seperti itu malah membuatku ingin tertawa. Tapi, apa dia memang senang bermain dengan perempuan-permpuan ya? Aku menggeleng dan apa peduliku. Melihat semua sudah sempurna aku melihat pantulanku sendiri dan menunjuknya. "Ingat kau Sasuke, aku akan membuatmu berubah." janjiku dan mengingat permintaan keluarga yang ku sayangi setelah keluargaku sendiri. Apalagi sekarang aku memakai kalung ini, hah semoga berjalan lancar.

Aku sengaja menaiki bus dan menolak memakai supir yang mengantarku. Aku ingin menikmati kota ini dan lagi, ini adalah hari ke duaku di Konoha. Aku tidak akan tersesat karena aku sudah memiliki peta dan hey... Ini sudah zaman canggih. Walau aku tidak diantar aku yakin ada orang suruhan kakek atau keluargaku yang mengawasiku. Argghh... Terasa lebih bebas di Suna. Teringat Suna, teringat Gaara yang belum aku hubungi. Mungkin nanti malam saja aku hubungi dia.

.

.

.

Dua puluh menit perjalanan untuk sampai ke KIHS. Karena lumayan jauh juga dari tempat tinggalku. Kini di depanku berdiri sekolah yang sangat di idam-idamkan dan aku juga termasuk mengidamkannya. Sangat besar dan luas. Yosh... Aku akan memulai petualangan baruku.

Sakura pov off.

.

.

.

"Hallo." seseorang menepuk pundak Sakura.

"Oh... Hallo." jawab Sakura dan tersenyum melihat seorang gadis pirang panjang memiliki mata aquamarine.

"Kau murid baru?" tanyanya dan tersenyum. Sakura hanya mengeryit alis heran orang yang baru bertemu namun langsung ramah padanya.

"Iya." Sakura menjulurkan tangan kepada gadius di depannya.

"Aku Ino, Yamanaka Ino." sambut Ino menjabat tangan Sakura dan tersenyum.

"Yamanaka-san, aku Haruno Sakura." Sakura pun memperkenalkan dirinya.

"Ah... Ino saja dan boleh'kah aku panggil Sakura?"

"Ah, ya... Sakura saja dan lebih enak didengar." kata Sakura kikuk.

"Um... Kau mau ku antar ke ruangan kepala Sekolah?" Ino menawarkan diri kepada Sakura. Ia sangat senang dan entah kenapa melihat gadis yang memiliki rambut khas bunga musim semi ini sedang memandang sekolah ia tertarik dan ia yakin gadis ini murid baru karena ia baru melihatnya.

"Boleh jika tidak keberatan." jawab Sakura tersenyum canggung. Ia tidak mau merepotkan orang.

"Tidak kok," Ino tersenyum mengibaskan tangannya. "Jam masuk masih lima belas menit lagi." Ino langsung menarik Sakura mengikuti langkahnya.

"Arigatou Ino-San." Sakura tersenyum tulus melihat teman pertamanya di sekolah ini.

.

.

.

Kini Sakura berada di ruangan kepala sekolah Sarutobi. Ia hanya duduk menunggu kepala sekolah yang sedang mengambil berkas yang tertinggal di mobilnya.

"Nah apa kau Haruno Sakura?" pernyataan seseorang membuat Sakura menoleh ke belakang.

"Ah... Iya. Saya Haruno Sakura." Sakura berdiri dan membungkuk hormat kepada Kepala sekolah yang baru masuk ke ruangannya.

"Kau sangat cantik. Bagaimana kabar Tsunade dan jiraya?" puji Sarutobi dan menanyakan kabar nenek dan kakeknya.

"Anda mengenal kakek dan nenek?" tanya Sakura yang terkejut mengetahui kepala sekolahnya kenal dengan kakek dan neneknya.

"Tentu saja," Sarutobi tersenyum dan duduk di kursi kerjanya. "Mereka muridku dulu."

"Oh... Mereka pintar atau perusuh?" tanya Sakura antusias ingin mendengarkan cerita kakek dan neneknya saat SMA.

"jika semua tidak akan cukup seharian bercerita." kekeh Sarutobi."yang jelas walau mereka pembangkang tapi mereka pintar dan andalan."

"Oh."

"Nah kamu akan sekelas dengan Sasuke sesuai perintah Madara." Sarutobi memberitahukan bahwa Sakura akan sekelas dengan Sasuke yang tentunya Sakura tidak akan kaget karena ini semua pasti sudah diatur kakek Madara.

"Sepertinya aku akan repot menghadapinya." keluh Sakura membayangkan bahwa ia akan sekelas dengan Sasuke.

"Aku yakin kau bisa karena kau adalah cucu dari murid kebanggaanku." Sarutobi bangun berjalan menghampiri Sakura dan menepuk kepala Sakura lembut. "Kau pintar dan kuat."

"Ya... Aku bukan tipe penyerah." Sakura mengangguk dan tersenyum.

.

.

.

Kelas 2A! Sakura sekarang tepat berada di depan pintu kelas ini dan menunggu pintu terbuka. Ia diantarkan oleh Kurenai Sensei dan ia hanya mendengus karena membuka pintu saja lama sekali menurutnya.

KLEK

Pintu terbuka dan munculah Sensei yang memiliki rambut silver dan gayanya yang aneh. Sakura memandangnya penuh. Apa ia sedang sakit pikirnya.

"Nah Kakashi ini murid baru dikelas ini," kurenai menjelaskan kedatangannya kesini. "Sakura, silahkan masuk." Kurenai menggeser badanya mempersilahkan Sakura masuk.

"Oh, ayo!" Kakashi hanya mengangguk dan mempersilahkan Sakura masuk namun terlebih dahulu ia yang masuk.

"Nah anak-anak sekarang ada teman baru untuk kalian." Kakashi menjelaskan kepada semua muridnya yang ada di kelas itu.

"Hajimasite wa Haruno Sakura desu, yoroshiku minna." Sakura memperkenalkan dirinya dan membungkuk hormat.

"KYAA... SAKURA."jeritan seseorang membuat semua menoleh kepada gadis pirang yang bernama Ino itu. Namun Sakura hanya tersenyum menjawabnya.

"Nah... Silahkan duduk di depan Uchiha Sasuke." Kakashi mempersilahkasn Sakura agar duduk di depan Sasuke.

"Sasuke yang mana Sensei?" tanya Sakura yang pura-pura belum tahu namun ya bagaimana pun mereka memang belum kenal kan?

"Oh... Kau murid baru ya..." kekeh Kakashi baru menyadarinya."Habisnya, setiap perempuan akan sangat mengidolakan Sasuke."

"Sasuke angkat tanganmu." Kakashi memperintahkan Sasuke namun...

"Kemana Sasuke?" tanya Kakashi yang tidak melihat Sasuke. "Tadi bukan kah dia ada?" Kakashi heran tadi masih ada.

"Itu..." tunjuk Naruto dengan jendela kelas yang terbuaka. "Dia sedang ke toilet."

"Tidak kah meminta ijin dengn sopan," desah Kakashi akan kelakuan Sasuke. "Baiklah Sakura silahkan duduk di sana." tunjuk Kakshi pada tempat ke dua dari belakang.

"Ha'i Sensei." Sakura mengangguk dan pergi kesana.

.

.

.

Bel berbunyi tanda waktu istirahat telah tiba. Sakura sedang membereskan buku di kejutkan dengan tepukan di badanya.

"Hay... Aku Uzumaki Naruto." Naruto memperkenalkan dirinya kepada Sakura. Sakura hanya memandangnya ragu namun ia menyambut tangan Naruto.

"Haruno Sakura."jawab Sakura dan tersenyum.

"Ano... Um, Na-narurto kun ayo kita makan bekal bersama." seorang gadis cantik berambut indigo menghampiri Naruto dan ia memandang Sakura. "Um... A-aku Hi-hina-ta Hyuga, Salam kenal." Hinata memperkenalkan diri dan membungkuk dan membuat Sakura canggung.

"Ah, tidak apa-apa kok," Sakura tersenyum dan "aku Haruno Sakura." Sakura mengulurkan tangannya.

"Salam kenal ne Sakura-San." Hinata tersipu dan menjabat tangan Sakura.

"Sakura ayo kita makan bersama!" ajak seseorang yang tidak lain ialah Ino yang mengacungkan kotak bento berwarna ungunya.

"Tapi..."

"Ayo..." ino menarik Sakura mengikuti mereka untuk beristirahat di luar.

.

.

.

Suasana atap sekolah sangat nyaman untuk menikmati makan bersama. Nyaman dan sejuk. Di sinilah Sakura berada bersama teman-teman barunya Ino, Hinata dan Naruto yang ia tahu adalah teman Sasuke.

"Sakura-Chan kau pindahan darimana?" Naruto membuka pembicaraan disela makan yang sedang mereka nikmati.

"Suna." jawab Sakura yang masih mengunyah makanannya.

"Bersama keluarga kah?" kini Naruto selesai dan meminum minumannya. "Akh... Kenyangnya..." katanya sambil menepuk-nepuk perutnya.

"Aku sendirian." Jawab Sakura yang juga selesai dan meminum minumannya. "Keluargaku di Suna dan aku kesini karena..." Sakura berhenti berucap dalam hati ia merutuki kecerobohannya yang hampir saja ia memberitahukan alasan sebenarnya.

"Karena..." Naruto mengulang ucapan Sakura yang menggantung karena penasaran.

"Karena, aku ingin bersekolah yang populer ini." Sakura mendesah lega.

"Iya sih, sekolah milik keluarga Sasuke memang sangat terkenal." kali ini Ino membenarkan alasan Sakura tentang sekolah ini.

"Sasuke?" Sakura mengeryit alis tanda heran.

"Oh... Kau tidak tahu ya, Ini milik keluarga Sasuke." Ino memberitahu Sakura dan Sakura hanya mengangguk dan mendengus. Yang ia ingin tahu ialah...

"Na-naruto-kun mungkin Sa-sakura-San bingung Sasuke siapa." Hinata berkata dan binggo! itu yang Sakura ingin tanyakan namun dengan jebakan seolah ia tidak mengetahuinya.

"Tadi teme tidak masuk ya," Naruto hanya menggaruk kepalanya dan "Sini Sakura-Chan." Naruto menarik Sakura dan kini mereka berada di pinggir pembatas kawat yang berada di atap.

"Ada apa?" Sakura hanya mengeryit alis kebingungan.

"Lihat," Naruto menunjuk ke arah bawah taman dimana segerombolan gadis-gadis yang membuat Sakura risih dan seorang laki-laki yang seperti Itachi-nii. Tunggu! Ia membelalakan matanya dan menggeram.

"Kau kenapa Sakura-Chan?"tanya Naruto heran melihat Sakura yang seperti emosi. "Err... Apa kau cemburu?" Naruto brigidik ngeri saat Sakura menatapnya tajam.

"Aku tidak cemburu." Hela Sakura. "Tapi aku jijik dengan para gadis itu. Siapa laki-laki itu." Sakura mengalihkan pembicaraannya.

"Itu dia Sasuke. Entah lah sekarang ia jadi seperti itu." Naruto hanya mendesah mengingat Sasuke yang berubah menjadi seperti itu.

"Dia lelaki brengsek?" Sakura bermaksud bertanya namun...

"Tidak! Entah lah aku juga bingung dengan pikirannya. Semoga ia bisa berubah." Naruto berharap dan hanya tersenyum getir melihat Sasuke yang biasa Saja di kerumuni para gadis bahkan ada yang mencium pipinya pun ia hanya diam. Ia sangat Tahu Sasuke tidak pernah tidur dengan wanita siapapun dan ia belum pernah mencium siapapun. Ia hanya diam bukan berarti gampang. Mungkin masa lalunya hinga ia tidak mau memikirkan gadis dengan serius malah ia berkata jika ingin denganku silahkan, tapi jangan pernah aku menganggap kalian ada. Itulah yang Sasuke katakan setelah ia memberitahukan siapa dia sebenarnya.

"Hey... Kau melamun?" Sakura memajukan wajahnya hingga jaraknya dan Naruto sangat dekat.

"I-itu... Tidak! Aku tidak memikirkan Sasuke." Naruto gugup dan ia berkata alasannya ia melamun dan itu membuat Sakura tertawa.

"Hm... Aku yakin kau sahabat yang baik." Sakura melangkah mendekat ke tempat tadi mereka makan. "Ino, Hinata-Chan dan Naruto, ayo kita ke kelas."ajak Sakura kepada temannya.

"A-ano Sa-Sakura-San tadi dengan Na-Naruto-kun sedang apa?" Hinata menanyainya sambil memutar-mutar jarinya gugup.

Ino menghampiri Sakura dan membisikan sesuatu membuat Sakura tersenyum.

"Aku melihat Sasuke. Kau tenang saja aku sudah memiliki seseorang." Sakura tersenyum dan menepuk bahu hinata.

"Maksud Sa-sakura-Chan?" tanya Hinata yang heran akan ucapan Sakura barusan.

"Kau suka dia kan?" goda Sakura dan membuat Hinata merona.

"I-ino-Chan." Hinata memanggil Ino yang ia yakin pasti Sakura mengetahui dari Ino.

"Kalian kembali lah ke kelas, aku akan ke toilet sebentar." Ino melambaikan tangan dan pergi meninggalkan mereka.

"Sakura-san..."

"Sakura saja Hinata!" Sakura tersenyum karena Hinata yang masih Saja gugup padanya.

"Ba-baik. Ayo kita ke kelas." ajak Hinata kepadanya.

"Naruto." Sakura memanggil Naruto yang masih bersender di pembatas atap.

"Kau antar Hinata ke kelas. Aku ada perlu sebentar nanti aku akan ke kelas sendiri." Sakura menyuruh Naruto dan Hinata ke kelas bersama dan ia hanya tersenyum melihat Hinata yamg sudah memerah. Sepertinya Naruto yang tidak peka pikirnya tersenyum.

"Baiklah. Kami duluan ya Sakura-Chan." Naruto dan Hinata pergi meninggalkan Sakura sendirian di atap.

Sakura berjalan mendekati pembatas yang tadi ia dan Naruto menyaksikan sesuatu. Ia menengok kebawah dan mendengus saat gadis-gadis semakin bergelayut kepada lelaki itu. Ia memegang botol minuman yang masih tersisa setengah itu. Menyeringai, ia sedikit memanjat pembatas dan...

"Kena." Sakura melemparkan tepat mengenai kepala lelaki yang ia tahu itu Sasuike. Ia turun dan pergi meninggalkan atap menuju kelas. Ia hanya terkekeh membayangkan wajah kesal Sasuke.

.i

.

.

Di taman sekolah terdapat laki-laki yang sedang di kerumuni para gadis dan ia sama sekali tidak keberatan. Ia hanya bersender di kursi dan matanya terpejam menikmati lagu yang ia dengarkan. Ia sama sekali tidak berkata apa pun karena itulah ia memakai headset karena malas mendengarkan makhluk yang menurutnya tidak berharga ini. Mungkin kecuali ibunya.

Sesaat ia membuka matanya dan melihat di sampingnya banyak gadis. Ia hanya mendecih saat ciuman-ciuman yang ia dapatkan di pipinya membuatnya risih namun ia menikmatinya juga. Perempuan itu hanya suka ketenaran dan uang itulah pikirannya dan ia sama sekali tidak tertarik dengan mereka.

"Sasuke-kun, nanti malam apa ada waktu?" tanya seorang gadis yang memiliki rambut hitam.

"Aku ada di tempat biasa." jawab Sasuke datar. "Bisakah kalian pergi dari sini!"

"Ta-tapi, kami kan sangat me..."

"Jangan katakan hal menjijikan itu. Pergilah." Sasuke memandang mereka jengah.

"Ta-tapi..."

"Aku bilang per..."

DUAKK

Perkataan Sasuke terpotong karena adanya benda jatuh yang mengenai kepalanya.

"SIAPA YANG MELAKUKAN INI HAH." Sasuke berteriak dan memegangi botol minum yang mengenai kepalanya. Para gadis yang melihatnya pun hanya ketakutan.

"I-itu da-dari a-atas." Kata seseorang yang sudah gemetar ketakutan.

Sasuke mendongak melihat ke atas dan khususnya atap. Tapi, tidak ada siapa pun. Ia mendengus kesal dan pergi meninggalkan taman sekolah. Ia menggeram siapapun jika tertangkap pelakunya akan habis. Cih, mau macam-macam dengan Uchiha Sasuke eh, geramnya dalam hati.

.

.

.

.

.

.

TBC

Tenyata membuat mereka bertemu belum chp ini... Mungkin chap depan^^

Maaf belum bales rivewnya.. Tapi sangat berterimakasih karena sudah mau membaca ff gaje ini T.T

Special Thank's to :

Yosikhan amalia,/Yenny nurlaela salma/ Aiko Asari/ louin990/ Uchiha Riri/ sakura uchiha stivani/ jeremy Liaz Toner/ Caesarpuspita/ suket alang alang/ hanazono yuri/ Shinohara/ Ice/ Sami haruchi2/ Guest

Di sini mbh/Uchiha Ooc bngt ya? Wkwkwk salhkan pecinta mbh keche ntu^^XD

Degdegan nulis yg datar'' :v serem bawaan nya..

Salam hangat dan #bigHug semua^^

Mind to RnR pleaseee^^

Wyd'Ucb