PART 2 STORY
Sebuah Van hitam terpakir dengan baik di belakang gedung SM sejak siang tadi. Tampak sosok 2 wanita yang sudah siap melakukan tugasnya dengan apik. Dilihat dengan sekilas Van tersebut sama persis dengan milik member EXO. Bagaimana mereka mendapatkannya, itu bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan oleh Yixing dan Xiumun.
Memiliki koneksi yang luas merupakan hal yang paling menguntungkan. Bukan dalam artian koneksi yang buruk. Yixing dan Xiumin merupakan salah satu mahasiswa yang aktif dalam kegiatan amal atau kegiatan yang penting dan bermanfaat lainnya. Teman yang mereka kenal tersebar di seluruh penjuru Korea. dari yang memiliki kekuasaan sampai yang hanya kalangan biasa-biasa saja. Yang tak lain juga dipengaruhi oleh kekuasaan keluarga mereka yang tak bisa di pandang remeh dikorea.
Dengan sedikit informasi sana-sini, Yixing dan Xiumin mampu menyiapkan armada, sekaligus seorang yang mampu menyabotase kamera keamanan dalam gedung SM. Tanpa harus tangan mereka sendiri yang mengerjakannya.
Yixing keluar dari dalam Van dengan membawa 2 buah plat nomer yang sama dengan plat nomer Van EXO. lingkungan belakang gedung yang sepi membantunya leluasa menjalankan aksinya. Dengan memperhatikan lingkungan sekitarnya sekali lagi Yixing bergerak menuju depan dan belakang Van tersebut. dengan kemahiran yang ia miliki tanpa kesulitan memasang plat nomer palsu tersebut dengan rapi. Yixing tersenyum dengan hasilnya.
''joha, sempurna dan sama persis dengan yang asli'' gumamnya semangat sembari menepuk-nepukkan kedua telapak tangannya .
Yixing bergerak menuju samping kiri Van dan masuk kedalamnya.
'' bagaimana? Apa semuanya sudah siap'' tanya Yixing pada Xiumin yang sedari tadi bermain dengan tabletnya.
'' sudah, sistem keamanan sudah berhasil Yuta kendalikan, kapal yang akan membawa kita sudah Ken siapkan di pelabuhan, sedangkan Kyungsoo dan Baekhyun masih menuju ke sini dalam 10 menit, kita harus bersiap-siap'' jelas Xiumin yang sedari tadi berkomunikasi dengan teman-temannya yang terlibat dalam misi gila mereka, tanpa mengalihkan pandangannya dari tablet yang ia pegang.
''Luhan sendiri bagaimana''
''Luhan dalam perjalanan ke sini juga, mungkin sebentar lagi dia akan sampai''
Tak lama setelah itu sosok Luhan menampakkan wujudnya dengan membawa sebuah tas coklat yang ia tenteng di tangan kanannya. Dengan memperhatikan lingkungan sekitar yang semakin sepi, maklum jam sudah menunjukkan pukul 16.00 KST. Luhan mempercepat langkahnya menuju Van tersebut.
Suara pintu Van terbuka.
Luhan duduk dengan nyaman di kursi penumpang. Dia membuka tas coklat yang ia bawa sedari tadi. Mengeluarkannya satu persatu. Alat penyamaran dan 1 buah obat bius yang berbentuk seperti bom tangan. Yixing dan Xiumin sudah siap dengan alat penyamaran mereka, sebuah masker, topi dan wig rambut laki-laki.
Penyamaran yang sempurna.
Xiumin mengambil obat bius dan mengarahkannya pada Luhan. ''bagaimana cara kerja benda ini'' tanyanya.
Luhan tersenyum samar '' mudah, dan efeknya sangat luar biasa'' jelasnya.
'' kau mendapatkannya dari mana '' tanya Yixing.
'' dari salah satu temanku yang pintar dengan membuat hal-hal yang seperti ini'' kekehnya.
Xi Luhan, siapa yang tidak kenal dengan wanita kelahiran Cina ini. Sosok wanita yang ceria dan memiliki jiwa sosialisasi yang tinggi. Tak menyulitkannya untuk mendapatkan teman. Salah satu wanita yang berpengaruh di cina. Bagaimana tidak ayahnya merupakan menteri kepala keamanan militer di negaranya. Membuat Luhan mudah untuk mendapatkan barang-barang yang berbau militer. Ya, meskipun secara illegal tapi Luhan bisa menjamin itu masih dalam tahap aman.
''kau luar biasa Luhan,eoh'' puji Yixing.
Ketiga wanita itu terkekeh pelan dan raut wajah Luhan yang dari tadi ceria kini berubah serius.
'' eonni, dengarkan aku. Benda ini bekerja seperti bom asap, jika aku menarik pengait kecil ini. Asap akan keluar memenuhi mobil ini dan akan membuat si penghuni tidur selama 12 jam'' jelas Luhan dan sambil memegang obat bius tersebut.
'' jadi, saat semua member EXO sudah masuk kedalam Van ini, eonni hanya perlu menarik pengait kecil ini. Tapi eonni tak perlu khawatir asap yang keluar sama sekali tak terlihat. Hanya menunggu beberapa detik mereka akan tertidur dengan pulasnya dan poin pentingnya disini, masker yang kalian pakai sudah anti dengan obat bius ini'' jelas Luhan lagi sambil memamerkan senyum cantiknya.
Xiumin dan Yixing hanya mengangguk paham akan rencana Luhan.
'' kalian sadar, kita seperti bermain drama aksion saja'' seru Yixing dan kekehan pelan terdengar dari mulut Luhan dan Xiumin.
TIING…
Suara tanda ada chat masuk mengalihkan perhatian mereka bertiga.
Tangan Xiumin bergerak untuk melihatnya .
'' mari kita lancarkan mission kita'' ujar Xiumin dengan mantap. Yang di ikuti anggukan mantap Luhan dan Yixing.
''baiklah, akau akan kembali ke mobilku. Menjemput Kyungsoo dan Baekhyun. Sampai jumpa dan kita akan bertemu di pelabuhan eonni'' ujar Luhan dan keluar dari dalam van tersebut menuju mobilnya yang terpakir tidak jauh dari letak terpakirnya van palsu yang akan mereka gunakan untuk membawa member EXO.
From Kyungsoo :
-member EXO akan keluar dari gedung SM, Baekhyun akan bergerak dalam 5 menit menuju belakang gedung. Aku dan Baekhyun akan keluar dalam 5 menit setelahnya sampai bertemu di pelabuhan-
.
.
.
.
Mission Crazy
…
Main cast :
Chanbaek/Kaisoo/Hunhan/Sulay/Chenmin
(GS untuk Uke)
…
Author hanya meminjam nama member EXO.
Member EXO sepenuhnya milik SM dan keluarga masing-masing member
…
Typo betebaran
Alur berantakan dan EYD tidak sesuai.
Cerita sepenuhnya milik saya.
Jika ada kesamaan tertentu itu tidak lepas dari ketidaksengajaan
…
B
Y
:
eya
.
.
Flashback beberapa jam yang lalu…
-Ckleeek-
Suara pintu terbuka.
Dan suara tenang yang ditimbulkan dari dalam ruangan tersebut membuat Baekhyun ragu untuk mendorong pintu itu semakin lebar.
''oh, apa ruangan ini sedang kosong'' gumamnya pelan.
Sebuah suara besar menyapa indra pendengaran Baekhyun yang entah sejak kapan mulai menajam.
'' siapa kau'' sapanya dengan suara sedikit meninggi dari arah belakang Baekhyun.
Jderrrr… Baekhyun sontak menghentikan gerakannya mendorong pintu tersebut. dan posisinya yang tidak mendukungnya semakin memperburuk suasana.
'' oh, tuhan matilah aku'' guamamnya lagi dihiasi tangannya yang mulai mengeluarkan keringat. Dan ekspresi yang seolah-olah telah kepergok mencuri emas di dalam rumah presiden korea.
Baekhyun menegakkan tubuhnya dan berbalik menghadap sang pemilik suara besar tersebut. 'yaa tuhan semoga bukan salah satu staf coordi EXO' doa Baekhyun dalam hati.
Dan tuhan mengabulkan Doanya.
Tampan.
Satu kata yang berhasil keluar dari mulut Baekhyun tanpa suara. Sosok laki-laki jangkung kini berdiri dihadapannya. Ingatkan Baekhyun untuk bisa mengingat nama-nama member EXO dengan baik. Dan satu lagi bolehkan Baekhyun memasukkan nama sehun di urutan pertama masuk dalam daftar laki-laki impian sandaran hidupnya nanti.
Tampaknya Baekhyun terpesona. ''oh Do Kyungsoo, aku berutang keberuntungan padamu'' gumam Bakhyun dalam hati.
Sehun, itulah sosok laki-laki yang kini berdiri dihadapan Baekhyun dengan tatapan yang sangat sulit di artikan. Siapa sosok wanita yang sedang berdiri di depan ruannya ini, gemam sehun dalam hati.
Mata sehun menelusuri penampilan Baekhyun. Rambut coklat sepunggung, sedikit bergelombang dengan di ikat asal, menyisakan helaian rambut nakal yang tak ikut terikat.
'Cantik juga' kalimat yang berhasil Sehun keluarkan dari dalam hatinya. Ingat hanya dalam hati.
'' chogiyo, anda siapa'' sapa Sehun sembari melambaikan tangan di depan wajah Baekhyun yang sedari tadi hanya diam.
Sehun sedikit kikuk melihat Baekyun yang hanya menatapnya tanpa bergerak sama sekali. Ok. Hanya kelopak matanya saja yang berkedip-kedip lucu. Baekhyun hanya diam. Setia dengan mood terpesona dengan ketampanan Sehun.
''chogiyo…'' ulang Sehun. Kali ini tangan besar Sehun mencoba menyentuh bahu Baekhyun dan mengguncangnya sedikit.
Berhasil.
Baekhyun menunjukkan pergerakan besar ….
'' ah.. perkenalkan nama saya Bae… ah, maksud ku Kim Yura, 24 tahun. Saya asisten coordi baru yang bertanggung jawab dalam fashion yang akan EXO gunakan dalam perfoms nanti, he he he'' ujar Baekhyun dengan sekali tarikan nafas, lengkap dengan acara menundukkan kepalanya sedikit. Dan di akhiri memamerkan senyum cantiknya juga kekehan pelan keluar dari bibir mungilnya.
'Hampir saja kau mengungkapkan identitas asli mu Baek' gerutunya dalam hati
Sehun tersenyum lucu.
Baekhyun jadi bersemu merah. Melihat senyum Sehun membuat hati Baekhyun seperti malam tahun baru. Penuh dengan kembang api yang meledak-ledak bersautan.
'aahh… apa aku menyukai si magnae EXO ini'' batin Baekhyun bahagia.
''oh.. asisten baru. Perkenalkan nama saya Oh Sehun magnae EXO. senang bertemu dengan mu noona'' sapa balik dari Sehun menyentuh indra pendengaran Baekhyun.
Lagi-lagi senyum menawan Sehun menghiasi wajah tegasnya.
Baekhyun tersenyum salah tingkah.
'oh Baekhyun please bersikap netrallah, jangan seperti remaja yang baru mengenal laki-laki' jeritnya dalam hati.
'' kenapa noona tidak masuk saja'' ujar Sehun memecah keheningan yang sempat beberapa detik yang lalu melanda mereka berdua.
''oh.. itu. Aku tadi hanya memastikan apa ruangan ini yang kalian gunakan'' jelas Baekhyun.
Sehun hanya menganggukkan kepalanya samar. '' noona tidak salah, itu….'' Ujar sehun sembari mengangkat dagunya sedikit, bermaksud menunjukkan sesuatu di belakang Baekhyun.
Pintu berlebel –EXO room-
Baekhyun yang mengikuti arah dagu Sehun hanya tersenyum kikuk saat menyadari apa yang coba Sehun tunjukkan padanya.
'sialan! Kau terlihat sangat bodoh Byun Baekhyun' jeritnya miris.
''aahh.. Ne''
'' kajja'' ujar Sehun sembari memegang tangan mungil Baekhyun.
Lagi-lagi Baekhyun di buat tersipu dengan tingkah manis Sehun. Dan menundukkan kepalanya guna menyembunyikan rona pink yang mendadak muncul di kedua pipinya.
'isshhh… memalukan' gumam Baekhyun.
'' hyung, ada asisten coordi baru untuk kita'' seru Sehun semangat, tepat saat langkah kakinya masuk kedalam ruangan yang sepi.
Hening. Tidak ada jawaban.
Wajah sehun cemberut, menetap Hyungnya dengan jengah.
''isshh,,, mereka ini'' gerutu sehun sembari melangkahkan kakinya mendekati salah satu namja yang tertidur di kursi sisi kiri Baekhyun.
Baekhyun sontak mengedarkan pandangannya kesetiap sudut ruangan.
Jadi semuanya tadi tidur.
Zzzzzz , , , ,
Baekhyun mendadak cemberut. Dirinya sudah dibuat setengah mati dengan rasa khawatir yang membuatnya tampak seperti orang bodoh. Targetnya malah asik dalam dunia mimpi. Keluhnya.
''bagus, tidak ada satu staf pun yang berada diruangan ini. Semuanya akan berjalan dengan lancar'' jerit kesenangan muncul di dalam hati Baekhyun saat matanya mampu mengeksplorasi ruangan tersebut. dan tidak menemukan tanda-tanda satu staff pun yang menjaga atau lebih tepatnya menemani mereka.
''yaakk hyung! Ireona… jinja!'' jerit Sehun tepat saat berdiri di depan sosok laki-laki yang tingginya yang Baekhyun yakin melebihi Sehun. Dan menggoyang badannya dengan keras. Saat dirinya merasa tak dipedulikan oleh hyung-hyungnya yang lebih memilih memejamkan matanya barang semenit saja.
Park Chanyeol
Baekhyun langsung mengingat nama itu saat melihat sosok Chanyeol yang tertidur di kursi panjang sembari memeluk boneka rilakuma. Wajah damainya langsung menyedot perhatian Baekhyun. Berbagai perasaan aneh timbul di hati Baekhyun.
Goncangan yang ditimbulkan Sehun di tubuh Chanyeol, membuat Chanyeol mau tidak mau membuka matanya dari acara mari tidur di waktu yang sempit.
Chanyeol menggumam protes atas tingkah Sehun.
''wae? Kenapa kau membangunkanku sehun'a'' suara bass Chanyeol menggema diruangan tersebut.
Keributan kecil yang dibuat Sehun , mampu mengusik tidur 2 laki-laki yang berada di ruangan itu yang tidak lain.
Suho , yang duduk di sisi kanan Baekhyun dengan posisi sedikit meselonjorkan badannya. Dan menampilakan wajah khas kelelahan.
Di sisi kanan Suho, duduk seorang laki-laki yang dikenal bernama Chen atau Jongdae, dengan posisi duduk yang sama dengan Suho dan sebelah tangannya yang menutupi matanya dari cahaya lampu.
Sedangkan Kai atau Jongin, laki-laki yang duduk di sebelah Chanyeol sisi kiri Baekhyun, laki-laki yang hobi tidur tersebut sama sekali tidak terusik dengan keributan kecil yang ditimbulkan oleh Sehun.
''kita punya asisten baru'' seru Sehun semangat.
Chanyeol hanya menatap Sehun dengan mata sayu, khas orang kelelahan.
Jongdae hanya mengangkat lengannya sedikit yang meutupi matanya untuk melihat keributan apa yang ditimbulkan Sehun sampai mengusik tidur berharganya.
Sedangkan Suho, memperbaiki posisi duduknya dan memfokuskan diri pada Sehun.
Jangan tanyakan Jongin, laki-laki itu Malah hanya menggeser tubuhnya sedikit guna mencari posisi yang nyaman untuk melanjutkan tidurnya.
Baekhyun yang melihatnya hanya tersenyum miris. Sebegitu padatkah jadwal mereka sampai untuk istirahat dalam beberapa jam saja sangat sulit. Maaf kawan-kawan sebentar lagi aku akan membantu kalian untuk tidur lebih lama alias efek dari obat bius. Kekeh Baekhyun dalam hati.
Kini pandangan sayu Chanyeol yang penuh dengan artian tertentu namun sulit untuk dijelaskan, tertuju pada Baekhyun yang masih berdiri di depan pintu. Merasa ditatap intens oleh Chanyeol, Baekhyun mencoba mengalihkan pandangannya ke Kai yang masih terlelap dengan damainya. Entah kenapa tatapan yang Chanyeol tujukan padanya membuat Baekhyun merasa tidak nyaman.
'' eoh,, selamat datang. Park Chanyeol imnida, senang berkenalan denganmu dan semoga kita bisa bekerja sama dengan baik'' sapa Chanyeol dengan suara lemah, di sertai anggukan kepala samar, dan kembali menyandarkan tubuhnya di kursi yang nyaman menutup sesi perkenalan diri Chanyeol.
Melihat tingkah Chanyeol, dan teman-teman se grubnya yang memilih tetap melanjutkan tidurnya, Suho bangkit berdiri menghampiri Baekhyun.
Baekhyun yang melihat pergerakan Suho, hanya tersenyum samar.
'' ahh, maafkan Chanyeol dan yang lainnya jika sikap mereka kurang sopan'' ujarnya sembari mengulurkan tangannya kearah Baekhyun.
Baekhyun menyambut tangan Suho dengan senyum kecil yang tak pernah ia lepas dari wajah imutnya.
'' perkenalkan, aku Suho leader dari EXO. semoga kita bisa bekerja sama.'' Jelas Suho lebih lanjut.
Baekhyun hanya mengangguk samar '' gweanchana, aku memahami tingkat kelelahan mereka dengan jadwal yang padat, memaksa mereka memanfaatkan waktu yang sangat sebentar untuk lebih memilih istirahat''
'oh Baekhyun kau memang ahli dalam bermain peran' jeritnya tanpa suara.
''terima kasih atas pengertian mu, …?'' Suho menggantungkan kalimatnya dan menatap Baekhyun dengan raut wajah bertanya. seolah mengatakan 'siapa namamu?'
Baekhyun yang seolah mengerti dengan raut wajah Suho hanya terkekeh pelan .
'' Bae,.. aahh, maksud ku Yura, Kim Yura imnida,'' ujar Baekhyun dengan senyum cantiknya .
Hampir saja, aku akan membunuh diriku sendiri lagi , gumam baekhyun dalam hati
Ponsel Baekhyun kembali bergetar. Menampilkan sebuah pesan dari Kyungsoo. Tangan mungil Baekhyun meraih ponselnya dari saku celananya.
' ah, chakaman..aku harus membaca pesan ini dulu'' ujar Baekhyun pada Suho dan Sehun .
From : Kyungsoo
'cepatlah, aku tak bisa mengulur waktu lebih lama untuk menghalangi manager mereka'
Drrrttttt…..
Satu pesan lagi masuk di ponsel Baekhyun. Sudut alis Baekhyun menikuk ke bawah.
From : Kyungsoo
'sialan, kau jangan terlalu sibuk menggemari betapa tampannya mereka. sungguh Baek, jika kau masih berlama-lama disana. Kita semua akan mati'
Drrttttt …..
From : Kyungsoo
'aku hanya bisa berjanji memberi mu waktu dalam 10 menit, bergerak cepatlah. Jam istirahat staff akan berakhir dan mereka akan kembali ke drom. Jadi BYUN BAEKHYUN PALLIWA!'
Baekhyun mendengus keras. Membaca bom bardiran pesan dari Kyungsoo yang sekedar memberitahunya. 'Menggemari betapa tampannya mereka'. Oh, rasanya Baekhyun ingin menggetok kepala sahabatnya itu. Enak saja kalau bicara. Kyungsoo tidak tau saja dirinya sedari tadi serasa jantungnya seakan melompat keluar setiap dirinya mencoba meyakinkan member EXO jika dirinya adalah staff baru. Meskipun ya dirinya tak memungkiri juga tuduhan yang Kyungsoo layangkan untuknya.
Otak Baekhyun mulai bekerja mencari sebuah alasan yang meyakinkan agar semua member mau menuruti perkataannya dan mempercayainya.
Sehun mengerutkan alisnya saat melihat perubahan ekspresi Baekhyun .
''noona gweanchana?'' suara Sehun menginstrupsi Baekhyun .
'' ah , ne nan gweanchana''
'' apa ada pesan dari manager hyung'' tanya Sehun saat melihat ekspresi Baekhyun yang sempat berubah.
'' ne. Van sudah disiapkan di belakang gedung dan mengharapkan kalian bersiap untuk pergi. fans kalian di luar sedang membuat sedikit keributan. Tapi tidak usah khawatir mereka sudah kembali tenang. Maka dari itu kalian disuruh lewat pintu belakang untuk menghidari keributan lebih parah'' ujar Baekhyun penuh dengan keyakinan. Bersyukurlah Baekhyun, dirinya terlahir dengan bakat acting yang luar biasa. Meskipun dirinya orang yang paling depan menentang mission crazy ini.
'' baiklah, Chanyeol, Kai, Jongdae ireona kita harus segera berangkat'' Suho berseru sembari menghampiri teman-teman se-grubnya sekedar untuk membangunkan mereka dari tidur singkatnya.
Gerakan pertama ditujukan oleh Chanyeol yang kini mulai mengusap wajahnya pelan. Merapikan rambutnya yang ditata menutupi dahi lebarnya. Tanpa Chanyeol sadari gerakan yang ia ciptakan mampu menyedot seluruh perhatian satu-satunya wanita yang berada di dalam ruangan tersebut tanpa berkedip.
'oh tuhan, kenapa dia begitu menggemaskan, seseorang tolong kuatkan aku untuk tetap bisa bertahan mengontrol sisi diriku yang gila' jerit Baekhyun dalam hati. Sambil terus menatap setiap gerakan yang di buat oleh Chanyeol.
Baiklah bolehkan Baekhyun memasukkan nama Chanyeol di daftar nama laki-laki yang masuk kategori untuk dijadikan sandaran hidupnya nanti setelah Sehun tentunya. Terkesan berlebihan dan terlalu berkhayal tapi Baekhyun tak memperdulikan itu semua. Sebuah harapan tak akan salah jika di gantungkan dalam mimpi kehidupan manusia. Takdir tidak akan ada yang tau bukan. Meskipun banyak orang yang mengatakan jika bermimpi jangan terlalu tinggi, Baekhyun seolah menjadikannya untuk semangatnya dalam menjalani hidup. baginya hidup tanpa bermimpi bukanlah hidup yang sesungguhnya, mustahil manusia tidak memiliki mimpi untuk kehidupan kedepannya.
Chanyeol bangkit dari duduknya, meregangkan otot-otot tubuhnya yang menjerit kelelahan. '' apa sekarang kita akan berangkat ke jeju'' ujarnya sambil lalu. Tanpa menyadari tatapan dari wanita yang sekarang mungkin masih dalam dunia mimpinya.
'' benar sekali hyung, kita akan berangkat kesana sekarang'' ujar Sehun menyauti pertanyaan Chanyeol.
Sehun yang sedari tadi berdiri di samping Baekhyun mulai menyibukkan diri merapikan barang-barangnya yang akan ia bawa. Suho juga melakukan hal yang sama. Sedangkan Jongdae dan Jongin masih setia dengan posisi duduknya. Seolah mereka protes jika waktu tidur mereka direnggut paksa oleh jadwal padat yang selalu mengusik hidupnya. Tapi buhkankan ini sebuah kosekuensi dari sebuah pilihan yang sudah mereka buat untuk memutuskan terjun di dunia entertain.
'' Jongdae'ah, Jongin cepatlah, manager hyung pasti sudah menunggu kita dalam van'' seru Suho saat melihat dua anggotanya masih bermalas-malasan.
''rasanya aku ingin pulang saja kerumah eomma'' keluh Jongin. Meskipun terkadang dirinya merasa dibatas kekuatannya dalam melakukan pekerjaannya.
Jongdae yang kala itu mulai bangkit berdiri dan ikut merapikan barang-barangnya hanya tersenyum samar mendengar keluhan Jongin yang selalu sama.
'' kau bahkan terlalu mencintai pekerjaanmu ini Jongin'' ujar Jongdae sambil lalu.
'' hehe, kau benar hyung. Bahkan ini mimpiku dari kecil'' Meskipun terkadang dirinya merasa dibatas kekuatannya dalam melakukan pekerjaannya. Setiap pemikiran seperti itu hinggap dalam benaknya. Bayangan fans yang setia kepada dirinya dan teman-teman se-grubnya menari-nari dalam benaknya, mampu menghapus gurat kelelahan yang terkadang menjerit mempengaruhi dirinya.
''sudah-sudah cepat kemasi barang-barang yang akan kau bawa'' suho lagi-lagi memberi intrupsi pada Jongin untuk segera mengemasi barangnya.
Baekhyun yang sedari tadi hanya diam melihat setiap gerak member EXO membuat dirinya sedikit bersyukur atas hidupnya yang normal. Dirinya tahu itu semua sebuah pilihan hidup yang mereka pilih beserta kosekuensinya. Bahkan hal seperti ini bukan hal yang baru bagi Baekhyun. dirinya mengerti akan semua kosekuensi hidup sebagai seorang artis apalagi seperti EXO. hanya saja Baekhyun tak pernah sedikitpun bermimpi hidup didalam kerumitan hidup mereka, sampai Kyungsoo mendapatkan ide gila yang membuatnya masuk dalam garis takdir mereka meskipun hanya sekedar melintas dalam garis hidup mereka. Bahakan apa ini bisa dikata bermain-main dalam kehidupan seseorang. Yang jelas Baekhyun masih menjadi orang yang pertama menentang permainan gila yang Kyungsoo ciptakan.
'' baiklah noona kami sudah siap'' ujar Sehun
Baekhyun tersenyum sebentar dan mengamati seluruh member EXO, apa sudah selesai dengan kegiatan mereka.
'' ah, ne kalo kalian sudah siap. Kalian berangkat dulu ada yang harus aku lakukan disini sebentar, aku akan menyusul kalian. Ingat ya lewat pintu belakang'' ujar Baekhyun sembari mengingatkan kembali member EXO.
''ne, selamat bekerja Yura-ssi'' ujar sehun menyemangati dan mulai berjalan meninggalkan ruangan tersebut menyusul teman-teman se-grubnya yang telah duluan keluar tanpa banyak bicara lagi dengan Baekhyun.
Baekhyun mengangguk dan tersenyum. Matanya memastikan Suho sudah keluar dari ruangan tersebut. setelah tubuh suho menghilang di balik pintu dirinya bergerak mencari sebuah kertas dan pena.
Tangan lentiknya kini menari indah di atas kertas putih.
.
.
.
.
.
Kyungsoo duduk dengan manis di sebuah meja bersama manager dan staff EXO yang lainnya dikantin dalam gedung SM. Dengan sebuah ID yang menggantung di lehernya. ' Kim Seulgi' nama yang tercetak di ID yang Kyungsoo pakai. berkali-kali melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. 15 menit lagi waktu istirahat mereka berakhir. Baekhyun harus bisa membawa member EXO keluar sebelum semua staff dan manager kembali keruangan EXO. dengan begitu akan memperkecil resiko dicurigai oleh staff EXO.
Kyungsoo meraih ponselnya dan sibuk dengan benda persegi tersebut.
To : Baekhyun
'cepatlah, aku tak bisa mengulur waktu lebih lama untuk menghalangi manager mereka'
Send
Jari jemari Kyungsoo kembali menari di atas layar ponselnya.
To : Baekhyun
''sialan, kau jangan terlalu sibuk menggemari betapa tampannya mereka. sungguh Baek, jika kau masih berlama-lama disana. Kita semua akan mati'
Send
To : Baekhyun
'aku hanya bisa berjanji memberi mu waktu dalam 10 menit, bergerak cepatlah. Jam istirahat staff akan berakhir dan mereka akan kembali ke drom. Jadi BYUN BAEKHYUN PALLIWA!'
Send
Suara tarikan nafas dalam mengiringi kekhawatiran Kyungsoo, yang sampai detik ini tidak ada kabar dari Baekhyun tentang bagaimana jalannya tugas yang Baekhyun jalankan. Dirinya hanya khawatir jika Baekhyun akan menemukan beberapa kendala, meskipun rasa kekhawatiran tersebut sedikit, mengingat bagaimana kemampuan acting Baekhyun. Hanya saja dirinya merasa takut jika manager EXO khawatir meninggalkan anak-anaknya terlalu lama.
''Seulgi'ah apa ada sesuatu yang membuatmu kesulitan saat ini'' tanya salah satu staff yang tanpa sengaja melihat perubahan ekspresi Kyungsoo.
Kyungsoo yang merasa staff tersebut bertanya padanya hanya tersenyum samar '' aniyo sunbaenim'' ujarnya. Maklum dirinya merasa sedikit aneh jika di panggil dengan nama samarannya.
'' jika member EXO nantinya sedikit membuatmu kerepotan jangan sungkan-sungkan bertanya atau sekedar meminta bantuan pada yang lainnya'' timpal sang Manager EXO.
'' ah, ne sunbaenim''
'' ah, apa mereka masih istirahat '' tanya manager pada salah satu staff yang ID nya bernama Kim Hyunwa
'' ne, Suho dan yang lainnya masih istirahat, saat terakhir kali aku mengecek mereka diruangan tadi, sebelum aku menuju kesini'' ujarnya sambil menyesap minuman yang ia pesan.
Kyungsoo sedikit menegang mendengar pernyataan Hyunwa. Apa Baekhyun ketahuan?'' satu pertanyaan tersebut melintas di benaknya dan menambah kadar khawatirnya.
''sunbae, kapan terakhir kau mengeceknya'' tanya Kyungsoo hati-hati. Mencoba tidak mengundang rasa curiga.
''ughm,, kira-kira 20 menit yang lalu. Kenapa memangnya?'' tanyanya balik
Kyungsoo hanya tersenyum '' anio, tidak ada apa-apa'' jelas Kyungsoo sembari memeberikan kekehan kecil. Jika Hyunwa mengeceknya 20 menit yang lalu, berarti tepat sebelum Baekhyun masuk ke dalam ruangan EXO.
''baiklah, waktu istirahat akan berakhir 10 menit lagi. Cepatlah menghabiskan makanan kalian'' seru sang manager memeberi intrupsi pada seluruh staff EXO yang kini sedang menikmati makanan mereka.
''ughh.. aku bahkan belum menyentuh kopi favoritku'' protes salah satu staff yang duduk di meja pojok ruangan tersebut.
'' tidak ada protes Jonghyun-shi'' putus final sang manager dan dengan hitungan detik seluruh ruangan tersebut dipenuhi suara helaan nafas yang cukup keras..
Drttt …. Drrrtttt
Ponsel Kyungsoo bergetar di dalam saku jaketnya, menampilkan pesan dari Baekhyun.
From : Baekhyun
''Aku sudah berhasil membawa member EXO keluar, dan sekarang menuju pintu belakang gedung. Kabari yang lainnya untuk segera bersiap-siap.''
Dan seketika sebuah senyuman terukir manis di wajah mungil Kyungsoo, rasa kekhawatiran yang melandanya beberapa menit yang lalu seolah menghilang, menguap bersama udara disekitarnya.
Jemarinya menari dengan semangat di atas layar ponselnya.
To : Xiumin eonni
-member EXO akan keluar dari gedung SM, Baekhyun akan bergerak dalam 5 menit menuju belakang gedung. Aku dan Baekhyun akan keluar dalam 5 menit setelahnya sampai bertemu di pelabuhan-
.
.
.
.
.
Jongdae berjalan paling dahulu dari pada member EXO yang lainnya. Kemudian disusul oleh Chanyeol dan Sehun. Sedangkan Suho dan Jongin. Mereka berjalan dengan beriringan. Sibuk dengan ponsel mereka masing-masing. Sebuah earphone terpasang di telinga si tampan Sehun.
Baekhyun berjalan di belakang semua member EXO. sekali menoleh kebelakang memastikan tidak ada yang memergoki dirinya menggiring member EXO keluar dari gedung tanpa ada ijin. Sedikit lagi tugasnya akan berhasil. Hanya beberapa langkah lagi member EXO akan masuk kedalam Van yang sudah sahabat-sahabatnya siapkan. Mata indahnya kini menatap semua member EXO dengan perasaan campur aduk. Well, lebih banyak rasa khawatirnya sih jika mereka curiga dengan dirinya.
'' noona kenapa hanya kau saja yang ikut dengan kami, staff yang lain kemana? Dan manager hyung kenapa tidak ikut kita juga?''
Jdeerrrr
Tubuh Baekhyun mendadak tegang, saat Jongin menghentikan langkahnya dan menanyakan pertanyaan yang Baekhyun takutkan sampai detik ini. Menatap Baekhyun dengan tajam. Mata sipit Baekhyun melirik suho dan yang lainnya yang masih berjalan di depannya. Sembari berdoa dalam hati hanya tidak ada yang mendengar pertanyaan Jongin padanya.
Jongin bukanlah orang yang sangat peka. Itulah yang Luhan katakan padanya saat mereka berlima berkumpul untuk membicarakan rencana mereka. Bahkan Luhan sendiri yang mengatakan jika sang leader Suho lah yang harus dirinya waspadai. Dirinya masih ingat dengan jelas bagaimana karakter setiap member EXO. Sejak awal dirinya melangkah masuk ke dalam ruangan yang berlebel EXO dirinya sudah membangun perisai untuk melindungi dirinya dari semua pertanyaan-pertanyaan member EXO yang menjurus tentang rencananya.
Tapi untuk detik ini perisai yang sudah ia buat seolah hancur dan lenyap dari depan tubuhnya. Otaknya mendadak kosong saat mendengar pertanyaan Jongin yang dilayangkan untuknya. Baekhyun mencoba bersikap santai dan membuang jauh-jauh rasa tegang yang beberapa detik lalu menghinggapi dirinya.
Baekhyun berkedip lucu sebelum menjawab pertanyaan Jongin.
''ah, mereka tadi mengabari masih menyiapkan beberapa keperluan kalian disana, dan akan menyusul 15 menit lagi. Manager kalian menemui ketua untuk mengurus beberapa hal katanya tadi,. Manager bilang bahwa kalian disuruh masuk ke dalam Van dulu. Sebentar lagi akan menyusul katanya'' ujar Baekhyun tanpa terbersit sedikit saja keraguan dalam setiap kata-katanya. Dirinya sendiri merasa heran mendadak otaknya bisa berfungsi kembali.
Jongin menganggukan kepalanya samar '' oh,, baiklah kalau begitu'' ujar Jongin santai dan kembali berjalan menuju Van yang kini sudah terparkir di belakang gedung SM.
Baekhyun menghembuskan nafasnya dengan keras, tangan lentiknya ia kibaskan di depan wajahnya, mendadak suasana di sekitarnya mendadak panas.
''hampir saja'' keluh Baekhyun pada dirinya sendiri.
Matanya menatap Jongdae, Chanyeol dan Sehun sudah masuk kedalam Van. Dirinya mulai melangkah dengan cepat untuk segera keluar dari gedung SM mengingat waktunya tak banyak, mata kecilnya melirik jam tangan yang ia gunakan. '' sebentar lagi Kyungsoo akan keluar, aku harus bergerak cepat'' gumamnya sendiri yang jelas taka kan mampu di dengar oleh Jongin yang kini sudah akan masuk Van. Baekhyun semakin memepercepat langkahnya.
Baekhyun mengetuk kaca depan Van tersebut saat tepat berdiri di samping Van. Kaca hitam bergerak turun menampakakn sosok yang berambut pendek dan menggunakan masker hitam menyerupai laki-laki. Baekhyun mengenali siapa sosok tersebut. dan begitupun sosok yang kini berada di balik kemudi. Yang tak lain Xiumun dan Yixing.
Baekhyun melirik ke belakang lebih tepatnya kursi penumpang, memastikan semua member lengkap dan tidak ada yang curiga lagi. Baekhyun tersenyum samar.
'' sunbae, tolong antar mereka ke bandara terlebih dahulu, aku, manager dan staff yang lainnya akan menyusul sebentar lagi'' ujar Baekhyun.
Sosok laki-laki tersebut menganggukan kepalanya samar. Dan member kode pada sosok yang duduk di balik kemudi.
Xiumin merogoh saku jaketnya dan mendapati benda yang ia cari. Dengan senyuman samar yang tersembunyi dibalik masker hitamnya. Tangannya menarik pengait kecil benda bulat tersebut dan menggelindingkannya ke belakang tanpa member EXO curigai.
Baekhyun kembali melirik seluruh member EXO yang kini mulai memejamkan matanya, kasarannya mereka dibuat untuk sekedar beristirahat selama perjalanan. Lagi- lagi Baekhyun memberikan senyuman keberhasilan pada Yixing dan Xiumin lengkap dengan ibu jari terangkat ke atas.
Kaca hitam tersebut bergerak naik dan dalam hitungan detik Van tersebut melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan Baekhyun sendiri. Baekhyun memandang Van tersebut sampai hilang di tikungan jalan di sekitar gedung SM. Setelah yakin Van tersebut berhasil keluar dengan selamat. Baekhyun merogoh ponselnya dan mengirim pesan singkat pada temannya sekedar mengabari jika tugasnya sudah berhasil ia laksanakan dengan baik. Setelah yakin sudah terkirim, Baekhyun kembali memasukkan ponselnya dan siap untuk meninggalkan gedung SM menuju mobil Luhan yang terpakir tak jauh dari gedung SM.
.
.
.
.
.
Kyungsoo berjalan cepat keluar gedung SM. Tepat setelah semua para staff dan manager berjalan meninggalkan kantin. 10 menit yang lalu. Memastikan bahwa tidak ada yang mencurigai hilangnya dirinya dari kumpulan staff yang lainnya.
Sesekali melirik jam tangannya Kyungsoo mempercepat kembali langkahnya. Tepat setelah keluar gedung SM. Sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya.
From : Baekhyun
'member EXO sudah berangkat'
Sebuah pesan yang mampu membuat Kyungsoo memekik heboh. Namun dirinya menyadari untuk tidak menarik perhatian karyawan yang lainnya. Jadi setengah mati dirinya menahan gejolak kemenangan atas rencana mereka. Ada yang mengatakan sistem keamanan artis SM cukup ketat bahkan tidak dapat di tembus saeseng fans. Bagi Kyungsoo itu semua hanya bualan belaka dan tak akan pernah menyurutkan semangatnya untuk tetap melanjutkan rencana gila yang sudah tersusun dengan rapi. Hanya bermain dengan kata keberuntungan, semua rencana akan berjalan tanpa kendala.
Kyungsoo memasukkan kembali ponselnya kedalam saku jaketnya. Melirik jam tangannya sekali lagi dan Bersiap untuk berlari menuju mobil Luhan yang terpakir tak jauh dari gedung SM.
.
.
.
.
.
Semua staff diributkan dengan kemarahan sang manager EXO yang mendapati ruangan yang member EXO gunakan kosong. Semua member EXO tidak dapat dihubungi. Begitulah kata sang manager. Seluruh staff mencoba mencari mereka di seluruh gedung SM tapi hasilnya nihil. Kamera CCTV yang menyebar di seluruh gedung SM tidak menunjukkan bukti yang mencurigakan. Membuat sang manager menggeram frustasi.
Hilang mungkin kata itu yang tepat untuk di gambarkan saat ini atau melarikan diri. Sang manager mencoba meredam masalah ini agar tidak sampai terdengar oleh telinga sang atasan. Dirinya akan mencoba mencari mereka terlebih dahulu 1 hari ini jika memang tidak membuahkan hasil mau tidak mau dirinya harus mengatakan pada sang atasan.
.
.
.
.
.
Lima sosok laki-laki tersebut tersadar secara bersamaan di dalam ruangan yang cukup besar tersebut. sosok yang paling tinggi mengerjapkan matanya berkali-kali. Mencoba mengenali ruangan apa yang sekarang ia tempati. Terdapat satu ranjang king size dan satu set kursi beserta meja yang kini sedang ia tempati bersama teman-temannya yang lain.
''Chanyeol'ah ini dimana''
'' molla hyung''
Sang magnae bangun dari posisi duduknya. Berjalan mendekati satu-satunya pintu. Sebelum berhasil mendekati pintu coklat tersebut. pintu coklat tersebut terbuka lebih dulu dan menampilkan sosok wanita mungil bersurai coklat madu memasukki ruangan tersebut dan menampilkan senyumnya yang sunggu cantik.
'' ah, ternyata kalian sudah bangun'' serunya dan di ikuti wanita-wanita yang lainnya melangkah masuk kedalam ruangan tersebut. jika di hitung terdapat lima sosok wanita yang kini berdiri di hadapan member EXO yang menatap mereka dengan tatapan heran.
'' selamat datang semua'' seru dengan kompak lima wanita tersebut.
'apa-apa'an ini' .
.
.
.
.
.
…TBC…
.
.
.
ANNYEONG SEMUANYA… miane baru bisa post ff ini sekarang. Hehehe *dkroyok cinta sehun/. Ada banyak alasan tentunya (kebiasaan author sukanya PPS *purak-purak sibuk) #plakk/.
o.k mudah-mudahan chapter ini kalian puas dengan hasilnya. Meskipun aku kurang yakin dengan chapter ini. Dan ini mudah-mudah tidak terlalu panjang. Karena aku nulisnya kebut sana sini. Tidak menyangka udah jadi FF terpanjang yang berhasil saya buat. Huhuhu./ jika memang ada yang kurang puas kotak review masih membuka untuk di isi.
Terima kasih banyak buat yang sudah menyempatkan komentar dan mengisi kotak review.
Special big thanks :
Desound2112/arifahohse/0110jy/chocohazelnut07/yousee/doadhel/kim jongsoo/youngie/guest/misslah/maknae panda GGrun/.
Ditunggu reviewnya.
See you next chapter ^^
