Disclaimer: HarPott milik bunda JK. Rowling

Dedicated for Putri Erlina

and DraMione Lovers

Enjoy this fic!


.

S.L.Y.T.H.E.R.I.N

.


[Y] Youth kb. masa muda.


Masa muda adalah masa-masa yang membahagiakan. Itulah kalimat yang sering kita dengar, tapi tak banyak orang yang mempercayai kalimat tersebut. Bagi mereka, kalimat tersebut hanyalah bualan belaka, omong kosong. Draco pernah menjadi orang yang beranggapan seperti itu, sampai pada akhirnya dia merasakan apa itu masa muda yang sebenarnya.

"Sedang menikmati kencan bersama tumpukan buku tua Granger?" Hermione hapal betul suara menyebalkan siapa yang sedang mengganggunya –lagi– kali ini.

"Oh tentu saja, maka dari itu jangan mengganggu kencan kami Tuan Malfoy yang Terhormat, atau jangan-jangan kau cemburu?" balas Hermione sambil menampilkan seringai menyebalkan –bagi Draco tentu saja.

Rahang Draco hampir saja terlepas mendengar penuturan Nona-Sok-Tahu yang kelewat narsis itu, bisa-bisanya gadis itu mencap tindakannya sebagai bentuk kecemburuan. Cihh.. Tentu saja tidak. Draco merasa dirinya berkali-kali lipat jauh lebih menarik dan tampan daripada buku yang sudah tua itu. Draco bahkan berani bertaruh bahwa umur buku itu sudah melebihi satu abad.

"Mana mungkin?! Aku?! Cemburu pada buku tua itu?! Haha! Bahkan aku yakin buku itu tidak akan bisa menyatakan cinta padamu." Astaga. Siapa sebenarnya yang sedang narsis disini?

Tawa Hermione benar-benar hampir meledak jika saja dia tidak ingat dimana dia berada saat ini. Seringai menyebalkan Hermione kembali menunjukan taringnya. Dan Draco benar-benar kesal saat melihat seringaian Hermione untuk yang kedua kalinya dalam hari ini. Hermione merubah seringaiannya menjadi senyuman lembut kala melihat raut muka Draco yang masam.

"Baiklah. Buku tua ini memang tidak akan bisa menyatakan cinta padaku, maka siapa yang akan mengucapkan hal manis nan romantis itu padaku?" Hermione masih menampilkan senyum lembutnya itu.

Pipi Draco merona merah, sadar betul akan maksud terselubung dari perkataan Hermione barusan. Dia berdeham untuk menghilangkan rasa canggung yang tiba-tiba muncul itu. Setelah menghabiskan waktu dua tahun dengan mengganggu Hermione sebagai dalih untuk menarik perhatian Nona-Tahu-Segalanya itu. Akhirnya 7 bulan yang lalu dia menyatakan perasaannya pada sang gadis yang ternyata mendapat reaksi luar biasa mengejutkan. Hermione menerimanya.

"Tentu saja Aku yang akan mengatakannya padamu berulang-ulang. Sampai kau bosan mendengarnya." Draco tidak tahu cara apalagi yang harus dilakukannya untuk menutupi rona merah di pipinya selain memalingkan wajahnya menuju rak-rak buku di sana.

Hermione tertawa kecil mendengar penuturan dari kekasihnya itu. Walaupun mereka menutupi hubungan mereka selama ini, semua itu tidak akan mempengaruhi perasaannya pada sang pujaan hati. Menutupi hubungan bukan berarti tak mencintai. Hanya tidak ingin ada yang mengusik. Hermione berpikir untuk memberikan hadiah spesial bagi Draco karena telah berkata manis walau terdengar menyebalkan mengingat nada bicaranya.

Cupp...

"Katakanlah berulang-ulang, dan aku akan selalu mendengarkannya. Karena aku juga akan melakukan hal yang sama padamu." Hermione berkata sambil tersenyum lebar. Senyum Hermione ternyata benar-benar menular!

"Tentu aku akan melakukannya sesuai dengan keinginanmu Hermione. Aku mencintaimu. Sangat-sangat mencintaimu. Kau adalah wanita kedua yang kucintai dalam hidupku." Draco menarik tangan Hermione menuju tempat dimana jantungnya berada.

"Disini, kau bisa merasakannya kan? Rasa berdebar yang timbul karena aku mencintaimu." Draco menarik tangan Hermione yang mengecupnya lembut, Hermione dapat merasakan bibir Draco tersenyum di tangannya. Hermione tak dapat menahan kedutan pada kedua ujung bibirnya lagi. Tidak ada hal paling menyenangkan dan membahagiakan kecuali mendengar ungkapan kasih sayang dari Draco Malfoy. Draco Malfoy-nya.

"Iya, aku merasakannya. Jantungmu berdetak sangat keras sekali tadi, apa kau yakin akan baik-baik saja dengan mencintaiku?" tanya Hermione dengan pipi yang merona merah menyerupai rambut keluarga Weasley.

"Tentu saja aku sangat yakin." jawab Draco, tak lupa menampilkan seringaian yang dapat membuat banyak gadis pingsan saat melihatnya. Hermione semakin merona melihat seringaian menyebalkan Draco itu.

"Walau jantungmu harus berdetak kencang setiap saatnya?" Oke, Draco benar-benar sudah sangat gemas dengan tingkah Hermione yang kelewat menyebalkan ini. Dengan apalagi Draco harus meyakinkan Hermione? Adakah yang mungkin ingin memberikan solusi bagi Draco?

"Iya, karena detakan jantung ini sangat amat menyenangkan. Dan mencintaimu adalah hal yang paling menyenangkan."

Suhu di perpustakaan ini menjadi sedikit lebih panas sepertinya. Buktinya, wajah kedua insan yang sedang berbicara di pojok ruangan itu kini sedang merona dengan sangat dahsyat! Atau mereka sedang mengalami demam?

Masa muda yang benar-benar menyenangkan ya Draco?

[end]


a/n: niat awal fanfik ini akan berisi mengenai drabble yang tidak saling berhubungan. But, ternyata waktu saya nulis chapter 2 kemarin, bisa nyambung juga ternyata hehehe dan untuk chapter ini saya gak tau bisa disebut saling berhubungan dengan chapter sebelumnya atau tidak, yang jelas, di awal chapter sudah ada peringatan mengenai fanfik ini yang terletak pada Author notes ya. Semoga kalian semua suka dengan chapter ini :)

Terima kasih karena sudah menyempatkan diri untuk membaca, mereview, mem-follow, dan mem-favoritkan fanfik ini. Sampai jumpa di chapter berikutnya!

[Malang, 25 Mei 2016]