Diskliminer : Masashi Kishimolto*Bletak*

Warning : OOC, typo, dan masih banyak kekurangan yang lain.

Tittle : Tragedi Mobil Jenasah

The Portal Transmission-19 Present

Mendung di sore hari menyelimuti langit konoha yang semakin suram karena orang-orangnya lagi pada bersuram ria(?), kesuraman di Konoha ini bukan tanpa alasan, dikarenakan hari ini, tanggal 30 februari(?) tahun 2012 sebelum masehi *What The?*, adalah hari kebangkitan Nasional *Gubrak!*

Maaf, bukan Hari nasional yang gajebo kaya gitu, tapi hari ini adalah hari pemakaman untuk salah satu mandul (mantan dulu) Shinobi desa tersebut. Shinobi yang dulunya pernah meninggalkan desa konoha dan menjadi missing-nin dengan alasan yang sangat-sangat sepele. 'Harga Tomat Di Konoha, Mahal'

Berbicara tentang tomat, sudah pasti kita tahu, siapa yang menjadi camat (Calon Mayat), dan Cawamat (Calon Wakil Mayat) saat ini.

(Readers : Sebenarnya ini hari duka atau hari kampanye? *Sweatdroop*)

Ok, Lupakan kegajean di atas.

Suasana duka semakin terlihat jelas dari kegiatan yang dilakukan warga desa tersebut, dimana ada yang lagi bikin party tujuh hari seratus malam, ada yang lagi berlomba mencari jerami di tumpukan jarum, ada yang lagi jalan-jalan, bernafas(?), ngupil *Hoek*, buang angin, dan bahkan ada pula yang sedang menabok orang yang buang angin tadi.

(Readers : Apanya yang duka kalau bikin party? *panasin bulldozer*

Author : Bisa aja, namanya juga fanfic *watados* =.='a)

Skip Place, In The Sasuke hause.

"Hueeeeee! Sasuke! Jangan Kau pergi, Sasuke! Hueeee!" Tangis seorang bocah pirang dengan model rambut landak yang lagi sakratul maut.

"Sudahlah, Naruto. relakan dia pergi," Bujuk seorang gadis berdada tandus(?) dengan rambut berwarna merah muda sambil menahan emosi.

"Tidak! Sampai kapanpun aku tidak akan merelakan dia pergi!" Bentak Pria yang dipanggil Naruto tersebut.

"Iya, Naruto, aku tahu, kamu tidak rela jika Sasuke itu mati, tapi…Berhenti main Shogi sama Shikamaru, Naruto Baka!"

Jiaaaah! Bagaimana sakura tidak geram jika si pirang jabrik Naruto menangisi kepergian Sasuke sambil main shogi, itu duka atau apa, heh?, masih mending mainnya di atas meja, noh ini, mainnya di atas mayat Sasuke, mana para pelayat yang datang turut member support lagi, Huft! Author makin pusing ngetiknya kalau ceritanya kaya gini.

Setelah si pirang Naruto berhasil dibantai habis-habisan dengan tidak berbelas kasih dan tanpa adanya pertolongan dari pihak yang berwajib, akhirnya, acara pemakaman tersebut dapat berjalan dengan semestinya, dan tanpa ada gangguan yang berarti.

Beberapa jam lamanya para pengunjung berbondong-bondong datang ke rumah duka untuk melayat, yang diketahui ternyata kebanyakan orang yang datang bukan dengan tujuan melayat, melainkan untuk menagih hutang dan untuk makan nasi kuning gratis. ==a

Setelah selesai, mereka memasukan mayat Uchiha Sasuke ke dalam keranda mayat yang sudah karatan dan tentunya, keranda tersebut masih kredit. Setelah itu, mobil jenasah pun mulai mengantarkan jenasah bersama rombongan, menuju bumi perkemahan, eh? Ralat, bumi pemakaman maksudnnya*Bletak*

Malang tak dapat ditolak, untungpun tak dapat di raih, soalnya Si Untung lagi naik pohon duren(?), Ketika mobil jenasah tengah melintasi sebuah tanjakan, tanpa disengaja, mayat Uchiha Sasuke yang sedang berada di dalam mobil, tergelincir keluar mobil jenasah tersebut dan terguling-guling sampai ke kaki bukit, hal ini justru membuat para romongan terkejut seketika.

Bukan! Buukan karena tergulingnya mayat tuan Muda Sasuke, tapi karena setelah mayat tersebut sampai di kaki bukit, tiba-tiba mayatnya bangkit, seraya memandang ganas ke arah kerumunan orang yang mengantarkan dirinya.

Para pelayat tidak bisa apa-apa, mereka hanya diam mematung menyaksikan keanehan tersebut, dan mereka semakin kaget ketika Mayat yang tengah berdiri sambil dibalut kafan tersebut berkata :

"Sopir Sialan! Kalau gini jadinya, Gue udah naik Ojek dari tadi!"

Bersambung

Bagaimana Minna San! Terhiburkah? Saya nantikan RnR nya ya.

Dan Terima Kasih yang sebanyak-banyaknya atas Review dari beberapa readers di Chapt sebelumnya.
Salam Hangat

The Portal Transmission-19