Let's Play The Game 2
Story by. Hitomi Shoyou

Naruto
Disclamier : Masashi Kisimoto

Genre : Humor dan sedikit Romance

Warning: Typo, misstypo, OOC dan YAOI/BL


Itachi berjalan sambil sengaja tersenyum lain dari biasanya sehingga para suster yang lewat berhenti karena terpesona. Astaga, narsisnya Uchiha ini…
Naruto sudah bisa memaklumi tingkah salah satu 'kakak'nya itu. Berbeda dengan Kyuubi yang berdecih dan menghina Itachi sedari tadi yang di hiraukan Itachi.

"Cih, sikapmu itu sudah seperti tua bangka yang kesepian," kata Kyuubi lagi.

Itachi berhenti berjalan dan sedikit merendahkan tubuhnya untuk berbisik di telingga Kyuubi.

"Jika suka tidak perlu terlalu cemburu seperti itu kan Kyuu-chan~" kata Itachi.

CTAK

Terlihat urat kesal di kening Kyuubi.

"Beberapa hari aku koma membuatmu merindukan pukulanku rupanya Uchiha," kata Kyuubi tersenyum iblis. Kyuubi sudah membuat pemanasan dengan mengelus-elus kepalan tangan kanannya.

"A-Aku bercanda! Percayalah padaku Kyuu-chan- ah maksudku Kyuubi,"

"MATI KAU UCHIHA-"

SYUUU~

Baru saja Kyuubi akan menerjang Itachi, sebuah apel melayang ke udara. Kyuubi langsung teralihkan dan melompat untuk menangkap apel itu.

HAP

Kyuubi berhasil menangkapnya dan langsung memakannya. Lalu langsung melenggang pergi seperti baru saja tidak terjadi apa-apa. Kyuubi berhenti berjalan dan menoleh kebelakang.

"Heh kalian, cepat jalan. Kau keriput, tutup mulut menganggamu itu. Dasar orang-orang aneh," Kyuubi segera berjalan.

Itachi menutup mulutnya yang menganga karena perubahan sikap Kyuubi yang sangat drastis per sekian detik hanya karena apel. Ya karena apel pembaca sekalian!

"Aku berterima kasih padamu karena menyelamatkanku hari ini Naruto tapi aku tidak habis pikir hanya dengan apel semuanya teralihkan baginya," kata Itachi.

Ya, yang melempar apel tadi adalah Naruto.

"Sebaiknya kau juga harus membawa apel jika kau dalam keadaan darurat," kata Naruto sambil tertawa.

Itachi mengangguk, "Kau benar," kata Itachi lagi.

Hari ini adalah hari di mana Kyuubi sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit karena keadaannya sudah membaik. 3 hari koma membuat Namikaze sulung itu sedikit bingung kenapa dia bisa koma hanya karena terkena pukulan dan semua itu hanya di jawab karena dia juga dalam keadaan kelelahan. Mengenai zat misterius yang menyerang otak Kyuubi semua berencana menyembunyikannya dari Kyuubi.

.

.

Namikaze Detective

Shikamaru sedang membaca sebuah berkas sambil menguap tiada henti. Shikamaru sedang tidak mood hari ini. Bagaimana tidak? Hari ini dia berada di kantor itu sendirian, ya sendirian. Kemana perginya Direktur? Hari ini dia mengantar istri tercintanya ke dokter kandungan. Kyuubi sudah pasti tidak ada di kantor sejak 3 hari yang lalu. Di tambah lagi tidak ada kasus yang harus di tangani hari ini jadi dia hanya coba membantu menganalisa kasus pembunuhan yang sekarang sedang ramai di Konoha dengan membaca berkas-berkas yang di berikan ayahnya kemarin.

"Hoamm…" Shikamaru kembali menguap.

BRAK

Suara pintu kantor terbuka dengan keras. Biasanya yang bersikap seperti itu jika tidak Sasori ya Kyuubi.

"Shika!"

Tebakan Shikamaru salah karena setelah melihat siapa yang memasuki kantor ternyata itu bukanlah Sasori maupun Kyuubi.

"Kiba?" kata Shikamaru mengerutkan keningnya. Tidak biasanya kekasihnya itu datang ke kantornya.

"Aku mendapatkan petunjuk baru mengenai kasus 'Ken' itu," kata Kiba memberikan berkas yang dia bawa.

Shikamaru mengambilnya dan membolak-baliknya sebentar dan meletakkannya di atas meja membuat sebelah alis Kiba terangkat.

"Jauh-jauh kesini hanya mau memberi tahu ini?" kata Shikamaru bersandar di kursinya dengan kedua tangan terlipat di belakang kepala.

"Maksudmu-"

SRET

Dengan gerakan cepat Shikamaru menarik dasi Kiba sehingga Kiba tertarik kedepan.

"Hey!" protes Kiba.

"Tapi tidak apa-apa sih. Ngantukku sedikit berkurang karena kau datang," kata Shikamaru semakin menarik dasi Kiba dan hal itu semakin membuat jarak mereka semakin dekat.

"Ja-Jangan buat macam-macam di sini ya!" kata Kiba mengancam Shikamaru.

"Hooo… berarti di tempat lain tidak masalah ya?" kata Shikamaru kali ini berbicara di depan wajah Kiba. Jarak mereka sangat dekat bahkan hidung mereka sudah saling bersentuhan.

"Berhenti bercanda Shika!" gerutu Kiba yang wajahnya sudah agak merah.

Mereka kembali diam dan saling pandang.
Pandang..mempersempit jarak..pandang..mempersempit jarak.. terus seperti itu sampai jaraknya tidak dibatasi lagi...

"BERHENTI KALIAN!"

Sebuah suara yang mampu membuat kaca retak sekalipun mengintruksi Shika dan Kiba yang sebentar lagi akan ke moment selanjutnya jadi terhenti.

"JA-JANGAN BERBUAT MESUM DI KANTORKU!" teriak Kyuubi sambil bersikap arogan seperti biasa tapi tidak bisa di hilangkan bahwa wajahnya juga agak memerah melihat posisi Kiba yang agak membungkuk di depan Shika. Dari belakang pasti terlihat mereka sedang berciuman, padahal masih mau dan BELUM terjadi. Poor Shika and Kiba…

Shikamaru berdiri dan mendekati Kiba.

"Dia mengganggu sekali sih," kata Shikamaru kali ini menarik Kiba kedalam pelukannya.

"KALIAN!" Kyuubi semakin kesal.
"Keriput lakukan sesuatu!" kata Kyuubi seenaknya memerintah Itachi.

Itachi menunjuk dirinya sendiri seolah berkata 'Aku?' dengan wajah bingung.

Tanpa pikir panjang Itachi memeluk Kyuubi seperti yang di lakukan Shikamaru.

"Wooowww…" ucap Shikamaru dan Kiba bersamaan bahkan Naruto juga.

BUAK

"Apa yang kau lakukan keriput mesum?!" kata Kyuubi setelah memukul Itachi yang seenaknya memeluknya.

"Kau bilang untuk menyuruhku melakukan sesuatu," kata Itachi masih dengan wajah polos.

"Tapi bukan itu yang ku maksud bodoh!" Kyuubi akan memukul Itachi lagi.

"Naruto! Apelnya!" kata Itachi. Naruto langsung melemparkan sebuah apel yang langsung Itachi tangkap.

"Kyuu, lihat ini apa," kata Itachi memamerkan sebuah apel merah yang terlihat enak sekali.

Gerakan Kyuubi langsung terhenti dan mengambil apel itu dengan cepat dan pergi ke sofa dan berbaring di sana. Bersenandung sambil memakan apelnya. Semua yang melihat itu hanya sweatdrop.

"Kalian sudah pastikan kan tidak ada gangguan lain padanya? Ya...maksudku sikapnya barusan," kata Kiba.

"Hahaha... 100% seperti Kyuubi yang biasanya Kiba-san. Mungkin kadar maniak apelnya saja yang meningkat," kata Naruto tertawa.

"Aku dengar itu Namikaze Naruto," sahut Kyuubi di kejauhan seakan mengancam.

"Baiklah aku harus kembali lagi ke kantor," kata Kiba membenarkan dasinya karena ulah Shikamaru.

"Aku juga harus ke Hokagemaru Corp." kata Itachi.

"Aku juga harus pergi," kata Naruto.

"Hey apa-apaan kalian ini," kata Shikamaru melipat kedua tangannya di dada.
"Pergi dan meninggalkanku hanya dengan rubah itu?" kata Shikamaru menunjuk Kyuubi yang berada di sofa tidak jauh dari sisi kanannya. Mendengar kalimat Shikamaru membuat mata Kyuubi berkilat tanda akan murka.

"Naruto apelnya," intruksi Kiba. Sekali lagi Naruto melempar apel dan hal itu menenangkan Kyuubi kembali.

"Baiklah kami pergi dulu ya,"

BLAM

Pintu tertutup setelah ketiga orang itu pergi. Shikamaru beralih pada Kyuubi yang masih memakan apelnya sambil membaca sebuah majalah.

'Setidaknya tindakan agar tidak memberitahukannya soal zat misterius itu ide bagus,' batinnya.

Kyuubi yang merasa sedang di perhatikan menoleh pada sahabatnya satu itu.

"Apa kau lirik-lirik? Jika kau naksir padaku akan aku adukan pada Kiba," kata Kyuubi.

"Aku tidak tertarik dengan orang sepertimu yang berjiwa seme," jawab Shikamaru yang sebenarnya tidak nyambung sama sekali. Dia berjalan kemejanya, sekilas melirik Kyuubi lagi lalu mulai membaca berkasnya kembali.

'Harus cepat mendapatkan penawarnya,' batin Shikamaru. Shikamaru mengetahui masalah ini dari Kiba, Kiba di kabarkan oleh Naruto tapi hanya mereka berdua orang luar yang Naruto kabari mengenai hal yang menimpa Kyuubi.

Sementara itu Kyuubi memikirkan kata-kata Shikamaru barusan, 'Seme itu apa sih?' batinnya dengan wajah polos.

~Let's Play The Game 2~

Naruto dan Itachi berjalan bersama menuju Hokagemaru. Corp. Sejak kejadian di mana Naruto bertekad akan ikut mencari pelaku saat kejadian di rumah sakit, dia memutuskan menjadi salah satu bodyguard di perusahaan milik Konohamaru. Tentu saja hal itu dia tidak beritahukan pada siapa pun kecuali Itachi dan Konohamaru sendiri yang tahu.

Awalnya Konohamaru tidak mau karena hal itu pasti akan sangat berbahaya mengingat Kyuubi yang terkenal kuat saja bisa sampai seperti itu. Dia tidak mau lagi membuat orang terdekatnya terluka. Tapi bukan Naruto jika dia menyerah begitu saja hanya karena di larang, dia terus memohon pada Konohamaru.

Dengan terpaksa Konohamaru menerimanya tapi tidak menganggap Naruto sebagai karyawan seperti lainnya. Dia mengijinkan Naruto karena ingin membantu Naruto bisa ikut menyelidiki pelaku dengan latar belakang karena dia juga merupakan salah satu karyawan Hokagemaru Corp. Karena kantor itu adalah salah satu kantor yang juga bekerja sama dengan pihak kepolisian.

"Kenapa kau tidak menjadi detective seperti kakakmu saja? kau tahu setidaknya detective 'sedikit' lebih aman bagimu," kata Itachi.

"Sasori tahu aku tidak terlalu tertarik dengan dunia detective walaupun aku sebenarnya masuk ke persyaratan menjadi seorang detective. Dia pasti akan mencari tahu kenapa aku tiba-tiba mau menjadi detective, karena aku mau mencari orang-orang itu dan dia pasti tidak akan mengizinkanku. Tapi setidaknya jika aku berada di Hokagemaru dia tidak tahu dan tidak ada yang melarangku," kata Naruto.

Itachi menjitak kepala Naruto, "Jangan lupakan aku. Biar bagaimanapun jika terjadi apa-apa padamu aku yang akan melarangmu dan tidak ada penolakan apapun Namikaze Naruto," kata Itachi terlihat serius.

"Tenang saja Itachi-nii, kau lupa aku ini menguasai beberapa bela diri. Kau juga kan yang dulu mengajarkanku beberapa bela diri," kata Naruto tersenyum lebar.

"Tahu begitu dulu aku tidak usah ajarkan padamu," gerutu Itachi yang dibalas tawa oleh Naruto.

"Ku dengar dari Konohamaru kau di mintai tolong olehnya untuk mencari orang yang berusaha membunuh kakek kan?" kata Naruto.

"Begitulah…" kata Itachi.

"Aku mencari orang yang membuat Kyuubi seperti itu. Orang yang kita cari sama…" kata Naruto.
"Itachi-nii," panggil Naruto tiba-tiba mendahului Itachi dan berdiri di depan Itachi.

"Ng?" Itachi mengerutkan keningnya.

"Mohon kerja samanya," Naruto membungkuk dan kembali menegakkan tubuhnya dengan mantap.

Itachi tertegun sebentar lalu menyunggingkan seulas senyum lalu mengacak-acak rambut Naruto seperti kebiasaannya 2 tahun lalu.

"Pasti Naru-chan~" kata Itachi menyeringgai usil.

"Hentikan kebiasaanmu mengacak-acak rambutku!" kata Naruto kesal.

"Hahaha…"

Naruto pikir-pikir moment seperti ini sempat menghilang sejak 2 tahun lalu Itachi menghilang tanpa jejak. Kali ini hal itu kembali dan Naruto harap tidak ada yang menghilang lagi siapa pun itu.

'Kyuu…aku pasti segera membawakan penawarnya untukmu,' batin Naruto.

.

.

.

Di suatu ruangan kerja, seorang pria sedang duduk di kursi kerjanya. Menyeringgai senang saat membaca sebuah kertas hasil laporan dari anak buah setianya.

"Sesuai rencana dan perkiraan anda Tuan, mereka bisa kita singkirkan dalam lingkaran bisnis," ucap asisten sekaligus anak buah setianya, Kabuto.

"Kerja bagus Kabuto. Lalu kemana anak itu?" tanya pria itu yang di ketahui dari papan nama di atas meja bertuliskan Presiden Direktur Orochimaru.

"Seperti biasa, dia menghilang begitu saja dan kembali kapanpun dia mau," kata Kabuto.

"Baiklah biarkan saja dia. Biarkan dia berlibur sementara waktu," kata Orochimaru.

"Apa yang akan anda rencanakan berikutnya mengenai pemilik perusahaan Hokage Corp.?" tanya Kabuto.

"Tetap di rencana awal, kita tetap harus menyingkirkannya. Tapi memakai cara lain. Aku yakin sekarang mereka tidak diam saja, sekarang pasti mereka bergerak mencari kita," ucap Orochimaru memainkan gelas berisi wine yang dia pegang.

"Saya mengerti," Kabuto membungkuk lalu mau pergi sebelum ucapan Orochimaru menghentikan langkahnya.

"Kita juga harus hati-hati mulai sekarang di sini. Aku tidak mau 'senjata'ku di temukan 'orang itu'. Kau mengerti Kabuto?" kata Orochimaru menyeringgai.

Kabuto tersenyum licik lalu sedikit mengangguk, "Sangat mengerti Tuan Orochimaru," lalu dia pergi dari ruangan itu meninggalkan Orochimaru.

"Uchiha… senang sekali bermain dengan kalian," gumam Orochimaru masih dengan seringgai tercetak di wajahnya.

Sementara di Hokagemaru Corp. Naruto dan Itachi sedang berada di ruangan kerja Konohamaru. Mereka terlihat sedang mendiskusikan sesuatu.

"Kalau menurutmu mereka hanya saingan bisnis mungkin itu benar juga," kata Naruto.

"Untuk sekarang agak sulit menebak dengan pasti siapa mereka. Petunjuk sedikit pun kita tidak ada… Tunggu! Bagaimana dengan kamera di ruangan kakekmu di rawat?! Pasti ada rekamannya kan?" kata Itachi.

Konohamaru menggeleng pelan, "Tidak menangkap apapun, kamera langsung di rusak. Wajah mereka pun tidak terlihat jelas karena memakai topeng yang cukup aneh menurutku," kata Konohamaru.

"Topeng aneh?" Naruto dan Itachi membeo.

"Aneh bagaimana maksudmu?" kata Itachi.

"Coraknya seperti di bentuk seperti binatang. Agar jelas kau bisa lihat sendiri," Konohamaru memberikan kepingan kaset pada Itachi. Itachi menerimanya dan menyetelnya di laptopnya.

Memperhatikan rekaman di mana masih menyorot kakeknya Konohamaru lalu terlihat kamera agar bergerak sedikit karena terlihat dari rekaman yang bergerak sedikit lalu terlihat tangan seseorang, sekilas terlihat sosok memakai topeng yang di maksud Konohamaru lalu entah apa yang terjadi karena kamera di rusak.

Itachi saat melihat sekilas sosok itu seperti mengingat sesuatu, Naruto menyadari perubahan raut wajah Itachi.

"Dari waktu kejadian perusakan dalam rekaman itu mereka bergerak cukup cepat," kata Konohamaru kembali menyita perhatian Itachi dan Naruto yang tadi mau bertanya pada Itachi akhirnya tidak jadi.

"Lalu apa rencana selanjutnya?" kata Naruto.

"Entahlah… aku sendiri juga tidak tahu tapi yang jelas kita harus lebih perketat penjagaan pada kakek anda, Presdir," kata Itachi yang di sambut anggukan dari Konohamaru dan Naruto.

Akhirnya Itachi dan Naruto mau pamit untuk pergi tapi Konohamaru memanggil Naruto.

"Kak Naruto!" panggil Konohamaru.

"Ya? Ada apa Konohamaru?" kata Naruto.

"Apa kau…yakin?" kata Konohamaru terlihat jelas wajahnya khawatir.

Naruto coba mencerna kata-kata Konohamaru lalu tersenyum tanda mengerti.

"Kau meremehkanku ya?" Naruto tiba-tiba menjepit kepala Konohamaru dengan lengannya lalu mengacak-acak kepala Konohamaru dengan kepalan tangannya. Naruto melepaskannya dan memandang anak 15 tahun yang sudah seperti adiknya sendiri itu.

"Tekadku ini kuat sekali asal kau tahu. Selain ingin membantu Kyuubi aku juga sangat kesal ada yang mencoba macam-macam dengan kakek. Kau kira hanya kau saja cucunya, dia juga kakekku tahu," kata Naruto pura-pura cemberut membuat Konohamaru menyadari sesuatu. Biar bagaimana pun Naruto juga pasti tidak akan diam saja jika terjadi sesuatu pada kakeknya yang sudah Naruto anggap seperti kakeknya sendiri.

"Kak Naruto…" kata Konohamaru.

"Aku pasti berjanji menangkap orang-orang itu dan kakek akan tetap aman. Percayalah padaku," kata Naruto memberikan cenggiran khasnya yang membuat orang lain ikut semangat kembali jika melihat aura semangatnya.

"Em!" Konohamaru mengangguk lalu tersenyum lebar.

'Terkadang aku tidak habis pikir dengan kedua orang ini. Yang satu bisa membuat orang lain ceria dengan sikap optimis dan semangatnya. Yang satu lagi terkesan menyebalkan dengan sikap angkuhnya tapi jika sedang bersama Naruto dia sangat berbeda. Konohamaru lama-lama mirip Kyuubi generasi ke-2,' batin Itachi memperhatikan kedua anak itu.

"Hey kau gelandangan! Apa yang kau lihat ha?" kata Konohamaru kembali ke sifatnya.

'Benarkan apa kataku,' batin Itachi sweatdrop.

.

.

Namikaze Detective

Kyuubi menguap lebar, "Hooaaammm…"

Dia terlihat bosan membaca berkas-berkas di depannya. Kemana dengan Shikamaru? Shikamaru sudah tertidur sejak tadi di meja kerjanya. Menggunakan kedua lengannya sebagai bantal. Sasori? Sasori sedang asik menonton acara balap motor di televisi. Kemana sang istri dari Sasori Namikaze? Ah dia sedang berburu diskon di pusat perbelanjaan. Sejak tahu istrinya hamil, Sasori dengan keputusan sepihak memecat Sakura bukan karena apa-apa. Hanya saja dia tidak mau membuat istrinya kelelahan, padahal Sakura menolaknya karena kandungannya baru memasuki usia 2 bulan. Tapi bukan Sasori Namikaze jika bisa di tentang. Dan akhirnya Sakura resmi tidak menjadi asistennya lagi. Saat ini yang menyandang menjadi asistennya adalah…

"SELAMAT SIANG SEMUANYA~" teriakan tidak merdu itu refleks membuat Shikamaru hampir terjungkal dari kursinya. Kyuubi langsung tidak mengantuk lagi, dan sorotan kesal dari mata Sasori.

"Berisik! Siapa kau?!" kata Sasori.

"Aih~ Sasori senpai pura-pura tidak kenal nih," kata seorang gadis dengan cengiran jahilnya. Gadis muda, cantik dengan rambut blonde di gerai. Yang di ketahui bernama Yamanaka Ino.

"Ck, mendokusai," gerutu Shikamaru sambil menguap.

"Iklan apa ini yang terpasang di jalan?" kata Ino memperlihatkan selembaran lowongan pekerjaan untuk menjadi asisten dengan foto Kyuubi di sana.

Kyuubi yang melihat fotonya terpampang segera merebut kertas itu lalu mengeluarkan aura pembunuh pada kakaknya.

"Sa-so-ri… brosur macam apa lagi ini?" kata Kyuubi dengan aura hitam.

"Selembaran lowongan. Kenapa? Ada yang salah?" kata Sasori masih terlihat santai sambil menonton televisi.

"JELAS SALAH! KAU YANG MEMBUTUHKAN ASISTEN KENAPA MEMAKAI FOTOKU HAH?! PAKAI WAJAH JELEKMU ITU UNTUK DI PAJANG DI JALANAN!" Kyuubi kembali murka. Shikamaru menutup kedua telinganya rapat-rapat tidak ingin tuli mendadak.

"Benar yang di bilang Kyuubi, Sasori senpai. Nanti Kyuubi makin terkenal ah makin banyak saja fansnya. Lama-lama ketenaranku bisa kalah saing dengannya," kata Ino ngaco.
"Tapi ngomong-ngomong… KYUUBI AKHIRNYA KAU PULANG DARI RUMAH SAKIT JUGA!" Ino memeluk Kyuubi.

'Lama-lama aku bisa tuli mendadak di sini,' batin Shikamaru miris.

Kyuubi terlihat kesulitan bernafas karena eratnya pelukan Ino.

"Kami pulang…" kata Naruto dan Itachi baru masuk. Mereka langsung sweatdrop melihat Kyuubi di peluk oleh Ino.

"Kyuubi kau selingkuh…" kata Itachi ngaco.

"Ha?" kata Naruto bingung.

Kyuubi yang akhirnya melihat adiknya yang sempat dia cari-cari karena sadar kenapa adiknya entah pergi kemana ternyata yang dia lihat adiknya sedang bersama Itachi. Dia kesal sekali adiknya bersama Itachi.

"Ka..Kau.." kata Kyuubi agak kesulitan bicara karena masih di peluk Ino. Kyuubi menunjuk Itachi dengan kesal.

"Tidak apa. Kau tidak perlu jelaskan ini semua Kyuu…" kata Itachi makin ngaco. Dan sekarang sedang seakan-akan menangis di pundak Naruto. Semakin membuat Kyuubi kesal.

"PIRANG LEPASKAN PELUKANMU! KERIPUT MENYINGKIR DARI ADIKKU!" teriak Kyuubi.

"Tapi aku kan tidak memelukmu Kyuu," kata Naruto polos.

"BUKAN KAU!" teriak Kyuubi karena masih emosi. Pirang yang di maksud Kyuubi adalah Ino tapi Naruto mengira itu dirinya.

"TIDAK PERLU TERIAK KAN!" balas Naruto.

"Kyuubi kau selingkuh!" kata Itachi lagi masih pura-pura menangis di pundak Naruto.

"MENYINGKIR DARI ADIKKU KAU KERIPUT MESUM!" (Kyuubi).

"BERISIIIKKK! KELUAR KALIAAANNN!"

BRUAK JDUAR

Teriakan terakhir adalah Sasori yang sudah pada ambang kesabaran dan menyeret ke empat orang biang keributan itu keluar dan menutup pintu dengan keras. Sedangkan Ino, Kyuubi, Itachi, dan Naruto masih terduduk di lantai habis di lempar Sasori tadi dan saling pandang.

"INI SALAHMU!" teriak Kyuubi menunjuk Itachi.

"Kenapa aku di salahkan lagi? Bukankah kita baru saja tiba Naruto?" kata Itachi mencari pembelaan.

"Itu benar. Seharusnya kan suara berisikmu itu Kyuu," kata Naruto.

"DIAM KALIAN!" teriak Kyuubi lagi semakin jengkel.

"KYUUBI NAMIKAZE! SEKALI LAGI KAU BERTERIAK AKU PASTIKAN TIDAK ADA SATU PUN APEL YANG BISA KAU TEMUKAN DI DUNIA INI!" teriak Sasori dari dalam ruangan. Kyuubi langsung diam seribu bahasa.

Mereka berempat masih duduk di lantai itu.

"Eh tapi ngomong-ngomong kau Itachi senpai kan?" kata Ino memecah keheningan.

"Iya… Ah kau Yamanaka yang waktu itu ya?" kata Itachi menunjuk Ino.

"Benar benar!" kata Ino senang.
"Sepertinya senpai jarang sekali kelihatan aku sempat mengira kau menghilang di telan bumi. Hahaha…" kata Ino.

"Dia memang hilang. Hilang di telan keriput," kata Kyuubi ketus.

"Pfft-hahaha…" Naruto tertawa bersama Ino, Itachi hanya cemberut.

"Ngomong-ngomong kau makin cantik ya," kata Itachi.

"Tentu dong~" kata Ino bangga.

"Dasar perayu," celetuk Kyuubi.

"Dia ini sekarang model terkenal lho Itachi-nii," kata Naruto.

"Uwaahhh…" Itachi takjub.
"Pantas saja…" lanjutnya.

"Lalu apa maumu kesini?" tanya Kyuubi.

"Kyuu-chan~ aku mau minta tolong~" kata Ino dengan suara di buat se-imut mungkin.

"Aku menolak," jawab Kyuubi cepat.

"Tapi kan aku belum berkata apa-apa," kata Ino sedih, membuat Naruto kasihan juga.

"Kyuu, kau tidak boleh begitu pada klien. Ingat motto perusahaan, motto motto.." Naruto mengingatkan kakaknya dengan berbisik sambil merangkul Kyuubi agar tidak terdengar Ino.

"Motto sih motto tapi kalau klien seperti dia aku tidak mau. Selalu saja gratis," kata Kyuubi.

"Hehehe… kita kan teman Kyuu-chan~" kata Ino.

"Tidak," (Kyuubi).

"Baiklah baiklah… kali ini ada imbalannya-"

"Apa yang harus aku kerjakan," kata Kyuubi cepat.

'Mata duitan…' batin Itachi dan Naruto bareng.

"Jadi pasanganku saat pesta pertemuan antar model se-Konoha ya," kata Ino mengedipkan sebelah matanya.

"APA?!" teriak Kyuubi.

"KYUUBI NAMIKAZE…!" teriak Sasori dari dalam.

"Apa maksudmu?" kata Kyuubi terkejut tapi sudah dalam suara kecil.

"Iya menjadi pasanganku. Imbalannya besar lho~" kata Ino mengompor-kompori sahabatnya itu.

"Hmm… baiklah," kata Kyuubi.

"Oke. Nanti malam aku tunggu di rumah ya. Waktunya nanti aku akan beritahu lewat email. Jaa…" Ino langsung pergi.

"Apa?! Nanti malam?!" kata Kyuubi lagi. Dia kira besok atau kapan tidak hari ini. Yamanaka yang satu itu memang kadang membuatnya jengkel.

"Kyuubi kau selingkuh…" kata Itachi lagi.

"Sudahlah hentikan…" kata duo Namikaze di sana mulai bosan dengan kata-kata tidak elite Itachi. Itachi langsung pundung sambil mengorek tembok.

"A-Ano.. permisi a-apa benar di sini ka-kantor Namikaze Detective?" tiba-tiba suara seorang gadis terdengar.

"Benar," kata Naruto menjawab sudah berdiri di depan gadis itu. Tersenyum ramah dan super keren karena dia sengaja melakukannya, siapa tahu itu klien. Ke ke ke… pikiranmu sudah teracuni oleh kedua kakakmu Naruto..Naruto..

Senyuman Naruto membuat gadis itu jadi makin malu-malu dan salah tingkah.

"Sa-Saya bermaksud ingin melamar menjadi asisten di-di sini," kata gadis itu.
"Ah! Namikaze-san, apa kabar?" kata gadis itu saat melihat Kyuubi yang mulai berdiri di belakang Naruto.

"Aku?" sahut Kyuubi dan Naruto.

"Maksud saya Kyuubi Namikaze," kata gadis itu. Naruto hanya ber'oh' ria.

Kyuubi memperhatikan gadis itu baik-baik, 'Apa aku mengenalinya?' batin Kyuubi.

"Kau Hyuuga-san kan?!" kata Itachi tiba-tiba di samping gadis itu.

"Be-benar. Dan temannya Namikaze-san, benarkan?" kata gadis itu.

"Benar! Apa kabar?" tahu-tahu Itachi memeluk gadis itu. Membuat Naruto dan Kyuubi terkejut.

Gadis itu malu sekali saat di peluk oleh Itachi tiba-tiba.

"Ah maaf maaf! Kebiasaanku. Hehehe…" Itachi mengaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Tidak apa-apa," kata gadis itu.

Gadis itu kembali melihat Kyuubi yang sepertinya belum mengenalinya.

"Hey, masa kau tidak ingat? Hinata Hyuuga. Gadis kaya raya pewaris tunggal Hyuuga, yang menjadi targetku waktu itu," bisik Itachi pada Kyuubi.

"Oh! Yang mau melompat dari jembatan itu ya!" kata Kyuubi.

'Sebenarnya tidak benar-benar mau melompat sih,' batin Itachi dan Hinata.

"Hyuuga-san, bagaimana kabarmu?" kata Kyuubi.

"Baik Namikaze-san,"

Dan berlangsunglah acara mengobrol, Naruto yang awalnya tidak tahu di jelaskan oleh Kyuubi kecuali di bagian di mana Itachi mencoba membunuh Hinata.

~Let's Play The Game 2~

Siang sudah tergantikan oleh malam. Sesuai permintaan sang klien –Ino- Kyuubi sudah bersiap akan kerumah gadis pirang itu. Ino sudah mengirimkan pakaian yang harus di pakai Kyuubi.

"Merepotkan sekali sih si pirang itu," gerutu Kyuubi memakai kemeja warna putih dan dasi merah serta jas dan celana hitam. Penampilannya seperti seorang tamu penting dalam pesta malam ini, siapa pun yang melihat pasti akan berpikir dua kali jika berpaling melihat menampilannya.

"Wah… kau keren," kata Naruto entah sejak kapan sudah di ambang pintu kamar kakaknya.

"Biasa saja," jawab Kyuubi cuek.
"Baiklah aku berangkat dulu ya," kata Kyuubi mengacak-acak rambut adiknya lalu pergi.

Tidak lama setelah Kyuubi pergi Itachi baru saja lewat di depan kamar Kyuubi yang masih terbuka dan Naruto masih ada di sana.

"Itachi-nii?" panggil Naruto. Bingung juga dengan penampilan Itachi yang tidak biasa.

"Hoo.. Naruto. Kau sedang apa di sana?" kata Itachi menghampiri Naruto.

"Tidak sedang apa-apa sih. Itachi-nii kau mau kemana? Dan kenapa dengan penampilanmu ini? Style baru?" kata Naruto.

"Ini ya? Hehehe… aku mau ke pesta yang sama dengan Kyuu-chan kok," kata Itachi.

"Untuk apa?" kata Naruto.

"Hee? Kau lupa? Mulai sekarang kita juga harus menjaga Kyuu-chan. Aku takut sewaktu-waktu rasa sakitnya itu kambuh. Untuk itu aku menyamar seperti ini," kata Itachi.

Dia memakai wig warna hitam model spike menyembunyikan rambut panjangnya. Memakai softlens warna emerald dan entah menggunakan cream apa sehingga garis seperti keriput di dekat hidungnya tidak terlihat.

"Aku ikut," kata Naruto.

"Ha?" sahut Itachi.
"Tidak perlu, aku saja," kata Itachi.

"Pokoknya aku mau ikut!" kata Naruto.

"Haahhh… baiklah… tapi kau juga harus melakukan penyamaran. Kau mau Kyuubi memergokimu di sana gara-gara kau ikut denganku? Tidak kan?" kata Itachi yang mendapat gelengan singkat dari Naruto.

"Lalu aku harus menyamar memakai kostum apa?" tanya Naruto.

"Ini," kata Sasori memperlihatkan sebuah pakaian dan wig pirang dengan senyum jahil. Rupanya dari tadi dia menguping di balik dinding kamar Kyuubi.

"A-Apa?! Sasori kau jangan bercanda!" kata Naruto tidak habis pikir dengan isi kepala Sasori yang kadang kejam dan jahil melebihi Kyuubi.

"Kau mau ikut dengan keriput ini tidak. Hanya ini sisa dari barang-barang penyamaran di kantor," kata Sasori.

"Sakura-chan…" adu Naruto merengek.

"Bagaimana ya…? Memang hanya itu wig penyamarannya jika di sesuaikan…pakaian yang cocok dengan wig itu yang gaun itu Naruto," kata Sakura yang berada di samping Sasori.

Itachi sebenarnya kasihan juga dengan Naruto tapi di balik itu semua dia penasaran juga sih bagaimana Naruto jika berevolusi berpenampilan seperti seorang gadis. Xixixi…

.

.

.

Di dalam sebuah gedung mewah dengan dekorasi pesta yang elegan menambah suasana pesta malam ini terkesan elite dan mewah. Tamu yang berdatangan juga adalah orang-orang tertentu yang di undang. Saat masuk para tamu juga harus menunjukkan surat undangan mereka dan para petugas akan memeriksa keaslian surat itu.

Kyuubi dan Ino baru saja melewati penjaga dan masuk ke dalam gedung. Ino langsung di datangi teman-teman sesama modelnya.

"Ino dia siapa? Keren sekali~" kata salah satu temannya.

"Hahaha… tentu saja. Dia keren kan, dia paca-"

"Jangan berkata macam-macam atau aku pergi," bisik Kyuubi.

"Uh, pelit," gerutu Ino mengembungkan pipinya.

"Dia siapa?" tanya temannya lagi karena merasa Ino belum menjawabnya.

"Dia sahabat dekatku," kata Ino tersenyum ramah.

Para pemuda di sana bisa bernafas lega saat mendengar –menguping- ucapan Ino. Siapa yang tidak akan berpikir jika Kyuubi kekasih Ino, karena sejak keluar dari mobil Ino mengandeng lengan Kyuubi. Sebenarnya Kyuubi tidak mau hanya saja Ino terus berbisik "Imbalannya…Imbalannya… cukup lakukan ini dengan baik," dan Ino tersenyum sumringah.

Keadaan di dalam gedung cukup ramai dengan para tamu yang sepertinya hampir sudah datang semua. Dengan iringan musik pelan yang mengalun indah menambah kesan elegan pesta malam ini. Bagaimana keadaan di luar gedung?

Terlihat mobil berhenti di depan pintu utama yang berdiri 2 orang penjaga. Turunlah seorang pemuda dan menuntun seorang gadis keluar dari sana. Dari dalam mobil tepatnya di kursi kemudi…

"Kalian bisa hubungi aku lagi jika pestanya sudah selesai," kata Sasori.

"Oke Direktur," Itachi tersenyum.

Lalu mobil itu pergi. Seseorang di samping Itachi masih saja menunduk malu. Itachi yang melihatnya tidak bisa menyembunyikan cengirannya.

"Ayolah Naruto ini tidak buruk-buruk banget kok. Kau malah benar-benar seperti seorang gadis, jika aku tidak mengenalimu aku pasti langsung berpikir kau ini gadis," kata Itachi.

"Uh… jangan meledekku terus!" gerutu Naruto mendongak ke arah Itachi.

"Xixixi…" Itachi hanya tertawa kecil.

Naruto yang beberapa menit sempat menolak harus menyamar sebagai gadis mau tidak mau akhirnya dia menerima. Dia memakai wig pirang panjang dengan warna wig sama dengan warna rambut aslinya yang sedikit di buat keriting dan di hias jepitan kecil dan terlihat simple. Gaun pesta warna pink milik Sakura yang ukurannya cocok dengan Naruto. Ah ya tidak lupa dengan softlens berwarna hijau emerald sama seperti Itachi. Ah benar-benar berevolusi seperti princess Namikaze.

"Itachi-nii apa penyamaran kita ini tidak sia-sia?" bisik Naruto.

"Maksudmu?"

"Tamu yang masuk harus menunjukkan undangan mereka. Kita mana punya," kata Naruto melihat beberapa tamu yang masuk menunjukkan undangan dan di periksa oleh penjaga jika asli mereka membukakan pintu untuk tamu itu.

"Oh itu… kau tenang saja. Aku punya kok. Ini dia," Itachi menunjukkan sebuah undangan.

"Bagaimana bisa-"

"Sakura yang membuatnya. Kau tahu dia itu benar-benar ahlinya. Xixixi…" kata Itachi. Naruto sweatdrop.

Setelah menunggu giliran akhirnya giliran Naruto dan Itachi.

"Selamat datang. Boleh saya periksa undangannya?" kata penjaga.

Itachi segera menyerahkan undangannya dan menunggu penjaga itu memeriksa. Salah satu dari mereka mengangguk dan membukakan pintu.

"Selamat menikmati pestanya…" kata penjaga itu yang dibalas senyuman ramah dari Naruto. Tapi senyuman itu ternyata lebih dari perkiraan ramah karena mampu membuat penjaga itu memunculkan seburat merah di pipinya.

"Terima kasih," kata Naruto.

"Sa-Sama-sama," kata penjaga itu semakin blushing berat.

Mereka masuk ke dalam gedung.

"Ckckck… pesona sisi lainmu tidak bisa di remehkan Naru-chan~" kata Itachi.

"Itachi-nii berhenti meledekku!" kata Naruto kesal.

"Oke oke. Hahaha…" kata Itachi.
"Baiklah kita mulai mencari Kyuu chan~" kata Itachi.

Dan mulailah mereka mencari Kyuubi dan Ino.

Mereka mulai berjalan pelan sesekali membalas teguran entah pada siapa karena mereka duluan yang menyapa pasangan ItaNaru itu.

'Wah makanan~' batin Naruto teralihkan pada makanan. Dia memang belum makan malam.
'Jus jeruk! Orange cake!' dengan semangat 45 Naruto langsung menghampiri meja yang menghidangkan makanan itu.

Itachi masih belum menyadari jika Naruto sudah tidak ada di belakangnya. Dari kejauhan Itachi melihat Ino yang heboh seperti biasa.

'Tidak sulit ya jika menemukan gadis itu. Baguslah malah semakin gampang menemukan keberadaan Kyuu-chan,' batin Itachi.
"Naru, kita awasi dari sini saja. Itu Kyuu-chan ada di sana…Naruto?" Itachi celingak celinguk. Akhirnya dia menemukan sosok yang dia cari sedang terlihat senang sambil meminum jus jeruk.

'Haahhh… dasar…ya sudahlah. Setelah dia selesai nanti akan aku hampiri,' Itachi secara bergantian mengawasi Kyuubi-Naruto dan seterusnya. Dari tempat dia mengawasi, Itachi melihat Kyuubi terlihat cuek-cuek saja saat beberapa gadis mengerubuni Kyuubi dan menjawab seirit mungkin.

'Ah…My foxy… sikapmu itu lho~ bikin gemes~' batin Itachi error.

Sementara di sudut Naruto sekarang…

Naruto masih terlihat menikmati jus jeruknya melupakan misi awal dia datang ke pesta ini. Sampai tidak sadar beberapa pemuda melihatnya kagum saat tersenyum setelah meminum jus jeruk. Di tambah lagi Naruto terlihat sendirian.

"Yah habis…" kata Naruto.

"Nona, ini minum saja. Aku belum meminumnya kok,"

"Minumku saja nona. Ini juga jus jeruk kok,"

"Yang ini lebih enak lho…"

Pemuda-pemuda itu langsung mengerumuni Naruto.

"Eh?" Naruto jadi bingung+canggung di kerumuni seperti artis dadakan seperti ini.

"Nona apa kau sendirian? Jadi pasangan dansaku nanti ya?"

"Denganku saja nona,"

"Dia pasti tidak mau denganmu. Denganku saja nona,"

Kembali Naruto di serbu pemuda-pemuda itu.

"Eh? E-Eto…" Naruto bingung harus berkata apa.

"Apa yang kalian lakukan dengan pasanganKU," kata seseorang menekankan kata 'ku'. Orang itu tahu-tahu memeluk pinggang Naruto.

Naruto baru saja mau protes karena di klaim seenak jidat orang yang tengah memeluknya itu. Orang itu berbisik pada Naruto.

"Aku bisa pergi sekarang kalau kau menolak sebuah pertolongan," ucap pemuda raven itu.

Wajah Naruto memucat mendengarnya sambil menggeleng kencang.

Pemuda raven itu lalu melihat para pemuda yang masih di sekitar mereka dengan wajah stoic aksen suara dinginnya pasti membuat siapa pun terdiam.

"Apalagi yang kalian tunggu hm?" kata pemuda itu dingin. Para fans dadakan Naruto langsung pergi tanpa ba bi bu lagi.

'Mengerikan…' batin mereka kompak.

Naruto melihat penolong kurang ajarnya itu, 'Itachi-nii… eh? Bukan ya?' batin Naruto saat melihat baik-baik orang itu.

Warna rambutnya tidak hitam legam tapi lebih seperti biru dongker agak gelap lagi, model rambutnya seperti pantat ayam, matanya onyx.

DEG

Naruto lagi-lagi seakan pernah mengenali warna mata itu. Tanpa sadar tangannya terangkat hendak menyentuh pipi pemuda itu. Sedangkan pemuda itu mengangkat sebelah alisnya, bingung dengan sikap gadis di depannya ini.

Sementara itu kejadian dalam waktu yang sama setelah Itachi berhasil menemukannya. Kyuubi langsung di hampiri beberapa gadis dan bertanya-tanya padanya.

"Kau model baru ya?" tanya salah satu gadis.

"Bukan," jawab Kyuubi singkat.

"Sudah punya pacar belum?"

"Memangnya penting untuk kalian tahu," (Kyuubi).

Lalu gadis itu tertawa seakan perkataan Kyuubi lucu.

'Haahhh…' Kyuubi memutar matanya bosan.
"!" Kyuubi seperti merasa tersengat di bagian kepalanya.

Pandangannya agak mengabur, kepalanya terasa berat dan pusing, tidak hanya itu kepalanya mulai merasakan sakit. Dia meletakkan tangan kanannya di wajah menutupi sebagian wajahnya.

'Kenapa ini?!' batinnya.
"Ssshhh!" Sebenarnya dia ingin berteriak kencang karena sakit di kepalanya tapi dia urungkan karena pasti dia akan menjadi pusat perhatian atas teriakannya. Dia hanya meringgis.

Dari kejauhan Itachi melihat semua itu dan sedang berjalan melewati beberapa tamu yang berdiri.

"Permisi permisi," Itachi terus berjalan. Lupa bahwa seharusnya dia menghampiri Naruto dulu karena terlalu panik saat melihat Kyuubi sudah menunjukkan tanda-tanda sakit di kepalanya kambuh.

GRAP

Itachi sudah memegang pundak Kyuubi.

"Kyuu-"

CTIK

Tiba-tiba mati dalam ruangan itu mati. Lalu tersorot hanya di atas panggung dan datanglah seorang pria berambut panjang hitam dan beberapa orang lainnya. Pandangan Kyuubi semakin mengabur dan hampir saja ambruk jika Itachi tidak menahannya.

Kyuubi merasakan seseorang menahannya dan mulai berjalan menjauhi dari tamu-tamu yang lain. Dia tidak bisa melihat jelas siapa yang membawanya, dia hanya bisa mendengar. Dia sudah jauh dari tamu-tamu lain dan kepalanya semakin sakit.

"Kyuubi, bertahanlah," Itachi mengeluarkan sebuah serum yang di berikan Tsunade sebelumnya. Dan menyuntikkan serum itu. Serum penghilang sakit dan berefek tidur. Mereka sekarang berada di sebuah ruangan yang jelas tidak ada orang lain selain mereka. Itachi memandang Kyuubi yang sudah tertidur, melihat keringat di kening Kyuubi dia mengelapnya.

"Kau pasti menahannya mati-matinya ya…" gumam Itachi merasa kasihan juga dengan Kyuubi.

Di antara kerumunan tamu…

Tangan Naruto terulur mau menyentuh wajah stoic pemuda berambut raven itu.

PLAK

Tangan Naruto di tepis oleh pemuda itu, Naruto sendiri terkejut karena entah kenapa tangannya terulur ke wajah stoic itu dan karena tepisan itu juga. Pemuda itu langsung berbalik meninggalkan Naruto.

"Tunggu-"

CTIK

Lampu mati dengan tiba-tiba.

Sosok pemuda itu sudah tidak terlihat lagi karena gelap.

"Itachi-nii…" Naruto baru ingat dengan Itachi dan mencari-cari sosok itu.

To Be Continue...


Saya hanya mau ucapkan terima kasih banyak buat yang review! Arigatou minna~
...

Untuk Ophy-nov balasan review dari saya, yah bisa kemungkinan juga Itachi suka sama Kyuubi *dicekek Kyuubi* iya ini ada unsur Yaoi seperti yang saya tulis di peringatan *tunjuk-tunjuk ke atas* Arigatou reviwenya dan ikutin terus ceritanya ya~

Dan saya juga mau ucapkan maaf karena keterlambatan saya update , gomen!
Akhir-akhir ini saya disibukkan dengan kegiatan lain, jadi mohon di maklumi dan jangan bosan untuk menunggu ya ^w^

Untuk yang login saya balas lewat PM ya~~
Yosh sampai bertemu di next chapter.
Ikuti terus ceritanya~