THE KINGDOM
Disclaimer: NARUTO MILIK MASASHI KISHIMOTO
Rate T
Pairing: SasuHina ( Uciha Sasuke X Hyuga Hinata)
And other slight pairing.
Warning: OOC, AU, typo, Gaje, ide pasaran dan kesalahan-kesalahan lainnya. Jadi mohon dimengerti. :)
I hope you like It, In this Story
.
.
.
Summary :
Kehidupan tidaklah selalu indah. Pepatah ini mungkin sudah kuno tapi tidak ada yang dapat memungkirinya bahwa memang benar pepatah tersebut. Dunia selalu berputar, hari selalu berganti tapi semua tetap sama baik di Kerajaan Matahari ataupun Kerajaan Bulan. Kerajaan Matahari ataupun Kerajaan Bulan merupakan Kerajaan besar dan sangat ditakuti jadi tidak heran jika keduanya bermusuhan.
Chapter 3
Suasana hening kembali menyelimuti pondok yang baru saja ditinggal oleh sang pemilik keluar meninggalkan Sasuke yang seperti ingin mengingat apa yang telah terjadi padanya sekarang. Menahan rasa sakit di kepalanya Sasuke mengingat kejadian yang menimpanya.
FLASHBACK
Suasana ruangan besar nan megah itu kembali hening, tidak ada yang berniat untuk memulai percakapan kembali. Tiga sosok laki-laki yang tampak berpikir keras hanya dapat melirik satu sama lain.
"Aku akan berangkat malam ini juga ke Kerajaan Barat dan kau Naruto, kau bisa berangkat besok pagi ke Kerajaan Utara untuk memastikan isu yang sering beredar disana."
"Kau gila Sasuke ini sudah malam, kenapa tidak berangkat besok pagi saja."
"Aku ingin memastikan sesuatu Naruto."
"Tidak bisa Sasuke, kenapa tidak besok saja."
"Maaf Sasuke tapi apa yang dikatakan Naruto benar, lebih baik tunggu besok saja."
Pembicaraan diantara ketiganya berakhir dengan keputusan bahwa Sasuke akan berangkat besok pagi seperti halnya Naruto. Ruangan besar itu sekarang hanya meninggalkan sosok lelaki bersurai hitam tersebut. Dilihat dari raut wajahnya tampak sekali bahwa dia sedang berpikir keras. "Aku harus pergi malam ini, ya malam ini juga." Sasuke akhirnya memutuskan untuk pergi ke Kerajaan Barat malam itu juga tanpa di ketahui oleh Naruto ataupun Shikamaru. Berbekal sebuah pedang yang tersampir di pinggangnya Sasuke bersiap hendak untuk pergi dengan kudanya. Malam yang gelap itu membuat Sasuke dengan cepat memacu kudanya menembus perbatasan Kerajaannya dan perlahan menghilang di kesunyian malam yang gelap. Selama lima jam dalam perjalanan Sasuke tidak berniat sedikitpun mengurangi laju kecepatan kudanya dan dia berharap agar cepat sampai di tempat tujuannya. Sasuke menghentikan laju kudanya tepat di depan sebuah gerbang besar yang Sasuke ketahui itu adalah gerbang perbatasan Kerajaan Barat. Langkah Sasuke terhenti ketika dia berniat memasuki Kerajaan tersebut karena dua orang penjaga menghampirinya. Setelah berbicara cukup lama kedua penjaga tersebut berniat menyerang Sasuke jika yang satu bertarung dengan Sasuke maka yang satunya lagi mengirim sebuah kode ke Kerajaan. Cukup lama Sasuke bertarung tiba-tiba datang sekumpulan prajurit dan jenderal kerajaan ke perbatasan. Awalnya Sasuke bisa melawan mereka semua tetapi cuaca ternyata tidak mendukung pergerakannya.
"Ada apa dengan dia, pergerakannya melambat dan segi bertarungnya tak berirama seperti tadi." Timpal Seorang jenderal yang bernama Deidara.
Sasuke yang mulai kewalahan melawan semua prajurit tersebut hendak malarikan diri tapi sangat di sayangkan sebuah pedang mengenai lengannya dan membuatnya meringis kesakitan. Sasuke langsung memacu kudanya dengan cepat dan melaju meninggalkan pertarungan.
"Pengecut, kejar lelaki itu baik dalam keadaan mati ataupun hidup." Teriak Deidara
Semua prajurit yang melawan Sasuke segera naik ke kuda mereka dan mengejar Sasuke yang cukup jauh dari mereka. "Sial, kenapa harus malam ini." Sasuke memacu kudanya dengan cepat tanpa menghiraukan luka yang terbuka di lengannya. Sesekali Sasuke meringis kesakitan akibat luka yang cukup fatal tersebut.
FLASHBACK OFF
Sasuke yang sudah mengingat kenapa sekarang keadaannya bisa menjadi seperti ini hanya bisa menghela nafas, dia memposisikan tubuhnya yang tadi menyandar menjadi posisi duduk sempurna. Segera saja dia menutup matanya dengan menyilangkan kedua kakinya seperti posisi bersilah dan dengan kekuatan yang sepertinya mulai pulih dia membuka teleport nya.
"Shikamaru kau kah itu."
Shikamaru yang awalnya ingin memastikan sesuatu terhadap kedua rekannya seketika mengehentikan aktivitasnya karena sekarang dia mendengar suara salah satu rekannya yang menghubunginya melalui teleport.
"Sasuke."
"Ya ini aku, aku hanya ingin memastikan apakah semua baik-baik saja."
"Ya semua baik, Sasuke bagaimana keadaan mu."
"Hn. Aku tidak apa-apa."
"Baiklah kalau begitu, selesaikan tugas mu secepatnya."
"Hn."
Sasuke menghentikan teleport nya dengan Shikamaru dan berniat ingin melakukan teleport dengan rekannya yang satu lagi yaitu Naruto. Dengan berat hati Sasuke memulai teleport nya dengan Naruto, merasa sudah ada di pikiran Naruto, Sasuke hanya bisa menghela napas berat.
"TEME KAU GILA, KENAPA KAU PERGI MALAM-MALAM DAN TIDAK BERBICARA DENGAN KU ATAUPUN SHIKAMARU ?"
"DIAM DOBE !, aku baik-baik saja."
"KAU INI MASIH SAJA YANG HARUS MARAH ITU AKU BUKAN KAU, APA KAU LUPA JIKA TERJADI APAPUN KEPADAMU MAKA AKAN BERDAMPAK PADAKU MESKI SHIKAMARU JUGA BERPOTENSI MENDAPATKAN DAMPAK JUGA TAPI DIA TIDAK PARAH."
Sasuke menjadi tambah kesal dengan salah satu rekan yang sudah di anggapnya saudara ini. Sasuke tahu bahwa mereka bertiga saling terhubung maka apapun yang mereka alami akan di alami rekan-rekannya yang lain (catatan : hanya merasakan luka ya bukan kebahagiaan atau sejenisnya hheheh).
"Sudahlah Dobe aku hanya ingin menanyakan bagaimana tugasmu."
"Kau bilang tugas.. DASAR TEME." Sembur Naruto.
Sasuke yang mulai emosi memutuskan teleportnya dengan Naruto dia tidak ingin kekuatannya terbuang percuma hanya karena emosi yang di ciptakan oleh Naruto. "Dasar TEME, memutus teleport begitu saja," Naruto mengacak surai jabriknya. Sementara itu Sasuke yang masih merasa lelah perlahan membaringkan tubuhnya kembali.
Di Lain Tempat
Sakura yang handak istirahat karena perjalanannya yang cukup melelahkan karena mengelilingi kerajaan berniat ingin istirahat di pondoknya, mengambil nafas sejenak Sakura terlelap ke dalam tidurnya. Selang beberapa menit matanya kembali terbuka sepenuhnya karena teriakan yang berasal dari halaman depan pondoknya. Dengan mode devilnya Sakura langsung membanting pintu pondoknya dan menerjang sosok lelaki satu-satunya yang telah dia selamatkan di pinggir hutan.
"Hey apa yang kau lakukan gadis gila." Naruto mengelus kepalanya yang di pukul oleh Sakura.
"Kau, semestinya aku tidak menolongmu dan membiarkan mu di makan binatang buas jika akhirnya semua tugas ku terganggu karena mu." Sakura berteriak keras.
"Hey gadis gila, ada masalah apa aku dengan mu."
Perempatan siku-siku sudah menghiasi di dahi Sakura karena tingkah sok imut dari lelaki yang berada di depannya ini. "Sudahlah, kau hanya membuang tenaga ku cepat pergi dari pondok ku dan jangan muncul di hadapanku." Sakura kembali masuk ke pondoknya dan melanjutkan istirahatnya. Sementara Naruto yang masih bingung hanya menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal. "Gadis aneh, gadis gila."
o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o
Hinata kembali ke pondoknya dengan membawa bahan makanan yang cukup banyak, karena tingkah konyol sosok lelaki yang di tolongnya tadi dia berniat untuk pergi saja ke pasar sekalian menganalisis keadaan. Hinata yang baru masuk ke pondoknya tersenyum kecil melihat sosok lelaki konyol tersebut yang kini telah tertidur dengan pulasnya. Sedikit mendekat Hinata memeriksa luka dan kondisi tubuh lelaki tersebut. "Siapa ya namanya, hem selagi dia tertidur aku akan mencoba masuk ke pikirannya lagipula dia mungkin tidak tahu kalau aku membaca pikirannya." Sedikit tersenyum dengan apa yang akan di lakukannya, Hinata kembali memfokuskan dirinya kepada sosok lelaki yang tertidur dengan pulas tersebut. "Aduhh… kepalaku sakit, kenapa tidak bisa ya." Hinata tertunduk lemas.
Sasuke POV
Aku mendengar suara pintu terbuka, awalnya aku ingin melihat siapa yang masuk sedikit kulirik ke arah pintu ternyata gadis yang pergi tadi telah kembali. Merasa bukan bahaya yang akan terjadi aku kembali memejamkan mataku berpura-pura tertidur. Kurasakan telapak tangannya yang halus menyentuh dahi kepalaku. Sesekali aku mencuri pandang dengan gadis tersebut, kulihat dia tersenyum sangat bahagia entah apa yang membuatnya senang.
"Siapa ya namanya, hem selagi dia tertidur aku akan mencoba masuk ke pikirannya lagipula dia mungkin tidak tahu kalau aku membaca pikirannya."
Mendengar penuturan gadis tersebut Sasuke hampir saja bangun tetapi dia urungkan niatnya karena dia ingin tahu apakah gadis tersebut memang bisa membaca pikirannya. Sasuke mencoba mengingat nama gadis yang menolongnya tersebut dan dia pun tersenyum karena telah mengingat nama gadis tersebut "Hinata," Sasuke kaget karena hampir saja Hinata bisa membaca pikirannya kalau saja dia tidak memblok pikirannya. Sasuke mendengar Hinata merintih kesakitan karena ulahnya tetapi Sasuke tetap santai dengan posisi tidurnya
"Aduhh… kepalaku sakit, kenapa tidak bisa ya."
Gadis ini tidak main-main dia memang bisa membaca pikiran, untung saja aku memblok pikiranku kalau dia tahu semua tentangku habislah aku, mungkin saja dia mata-mata kerajaan atau semacamnya. Aku harus tenang ya tenang bersikap biasa lagipula kondisiku sekarang jauh dari keadaan yang baik-baik saja dan aku sangat membutuhkan tempat untuk sementara waktu.
END SASUKE POV
Hinata memegangi kepalanya yang terasa pusing karena akses yang dilakukan untuk membaca pikiran lelaki yang di tolongnya tersebut seperti di blok. Sedikit meringis Hinata bengkit dari duduknya "Mungkin dia sedang tidur jadi aku tidak bisa membaca pikirannya," pikir Hinata. Dia pun segera berlalu untuk membuat sesuatu di ruangan kecil yang khusus untuk dia memasak. Hinata meninggalkan Sasuke sendirian di tempat pengistirahatannya, kaki mungilnya menuntun nya ke sebuah ruangan yang cukup sederhana dengan petalatan masak seadanya. Rambut panjangnya dia kuncir tinggi memperlihatkan leher putihnya yang sangat indah, tangan-tangannya sangat mahir dalam mengolah bahan-bahan makanan memotong, mengaduk dan sesekali mencicipi rasa masakannya. Merasa sudah pas Hinata menghentikan segala aktivitasnya dan melanjutkan untuk mandi. Seperti biasa setelah Hinata mandi dia ke kamar Sasuke untuk membersihkan tubuh Sasuke.
"Apa yang kau lakukan."
"A-Ano saya hanya ingin membersihkan saja dan maaf jika saya membangunkan anda."
"Hn."
Suasana hening menerpa keduanya jika Hinata focus membersihkan luka-luka dan tubuh Sasuke maka Sasuke menerawang jauh siapa sebenarnya orang yang telah menolongnya tersebut. Setelah merasa cukup Hinata akhirnya menghentikan aktivitasnya dan berniat untuk keluar.
"Hinata."
"Ya ?"
"Tidak, lupakan saja."
"A-ano apa kau lapar ?"
"Hn."
Hinata yang bingung akan maksud dari Sasuke hanya bisa menghela napas akan tingkah lelaki tersebut. Lima belas menit kemudian Hinata kembali ke kamar Sasuke dengan membawa sebuah nampan sederhana di tangannya. "Makanlah, kau pasti lapar." Hinata menaruh nampannya di meja dan langsung menyendokkan sup yang dia buatnya ke Sasuke. Meniup-niup sedikit agar panas dari sup tersebut berkurang dan Sasuke bisa memakannya.
"Kau sudah seminggu terbaring di sini tanpa mengkonsumsi apapun jadi kau harus cukup banyak makan." Hinata tersenyum.
"Sasuke."
"Ma-maksud anda apa ?"
"Namaku, kau bisa memanggilku dengan nama itu."
"Baiklah tuan Sasuke sekarang saatnya makan, tubuhmu harus segera di isi asupan agar energi mu kembali dan luka-luka mu cepat sembuh."
"Kenapa kau perhatian dengan ku, kita tidak saling kenal dan satu lagi aku tidak suka di anggap lemah apalagi oleh seorang gadis."
"Aku tidak menganggapmu lemah dan aku tahu kita tidak saling kenal tapi yang aku tahu jika ada seseorang yang mengalami kesulitan kita harus membantu baik kita kenal ataupun tidak terhadap orang itu."
Sasuke tertegun mendengar penuturan dari Hinata kata-kata Hinata mengingatkannya kepada sosok Ibunya yang selalu menyemangatinya dengan kata-kata mutiaranya.
"Sasuke kau harus selalu ingat jika ada seseorang yang mengalami kesulitan kita harus membantunya baik kita kenal ataupun tidak terhadap orang itu, mengerti Sasuke."
"Iya Kaa-san." Sasuke tersenyum.
Hinata yang menyadari raut kesedihan di wajah Sasuke, merasa telah berbuat sesuatu yang salah. "Apa aku melakukan kesalahan ?" Hinata menunduk dalam diam dia lebih memilih mengaduk sup yang ada di tangannya daripada melihat wajah sedih seseorang.
"Kau tinggal sendiri disini."
"I-iya."
"Jangan menunduk aku tidak suka melihat orang yang berbicara sambil menunduk."
"Ma-maaf."
"Aku orang jauh dan niat ku ke Kerajaan ini berharap mencari peruntungan tetapi karena aku mencuri kuda prajurit kerajaan aku di kejar-kejar dan berakhir seperti ini." Dusta Sasuke.
"Ke-kenapa kau mencuri, itu tidak baik."
"Aku terpaksa melakukannya untuk bertahan hidup."
"Tapi yang kau lakukan itu salah, mencuri bukan satu-satunya cara."
"Sudah kubilang aku terpaksa." Teriak Sasuke.
Hinata yang mendengar Sasuke berteriak seketika bungkam, lidahnya kelu untuk sekedar menyeruakan suaranya dan tubuhnya gemetar. Suasana di ruangan tersebut kembali sunyi tidak ada yang berniat untuk memulai percakapan kembali baik itu Sasuke ataupun Hinata.
"A-aku keluar dulu, kalau kau masih lelah kau bisa istirahat."
"Hn."
Sinar matahari yang terang perlahan mulai meredup jika posisi matahari sebelumnya berada tepat diantara timur dan barat maka sekarang posisinya sudah benar-benar berada di Barat. Awan yang mulai menggelap menandakan bahwa malam akan segera tiba.
o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o
"Aku berencana untuk pergi ke Kerajaan Barat malam ini juga."
"Kenapa harus sekarang Hinata kenapa tidak besok saja."
"Kalau bisa sekarang kenapa harus besok Sakura, lagipula aku sudah menyiapkan sebuah pondok dekat hutan di perbatasan Kerajaan Barat jadi jangan khawatirkan aku."
"Kau sangat hebat Hinata semua yang kau lakukan sudah terencana, aku percaya sepenuhnya padamu." Temari tersenyum.
"Baiklah-baiklah akan ku ikuti apa mau kalian lagipula kalau Temari mengijinkan kenapa aku tidak."
"Ha'i Arigatou Sakura-chan, Temari-chan."
"Kau harus selalu waspada Hinata." Sakura mencubit pipi Hinata.
"Sakura."
"Iya Hinata-chan."
"Kau juga harus berangkat ke Kerajaan Utara." Hinata berbicara sambil memberi gulungan kepada Sakura.
"Baiklah-baiklah, besok kan ?"
"Malam ini juga."
"APA ?"
Suara pintu yang terbuka membuat Temari sadar akan lamunannya tentang rapat yang dia lakukan dengan Sakura dan Hinata seminggu lalu. Diliriknya sosok gadis bersurai coklat yang berniat untuk masuk keruangannya.
"Maaf Temari-sama bukan saya hendak berbuat lancang terhadap anda tadi saya pikir anda sudah tidur dan lupa mematikan pencahayaan jadi saya bermaksud untuk mematikannya."
"Iya tak apa Matsuri."
"Temari-sama, kenapa anda belum tidur hari sudah semakin malam."
"Bukan apa-apa Matsuri, aku hanya belum bisa tidur saja."
"Jika ada yang ingin anda kerjakan maka saya bersedia untuk melakukannya."
"Tidak Matsuri tidak ada, kau boleh istirahat."
"Baik saya permisi." Sambil menundukkan kepala memberi hormat Matsuri keluar dari ruangan tersebut.
"Ini aneh tidak biasanya malam seperti ini terjadi, malam seperti ini tidak mungkin terjadi melihat pergerakan angin kurasa semua baik-baik saja tetapi kenapa perasaan ku berkata sebaliknya, bahaya besar pasti ada bahaya besar. Kami-sama lindungilah kami."
TO BE COUNTINUE
Yoshhhhhhhh Chapter 3 sudah Update. Adakah yang menunggu fic Miko ini, ada ya pastinya :D tapi kalau nggak ada Miko maksa harus ada hheheh…
Gomen Updatenya lama (nggak ada yang nanya) soalnya Miko nggak tahu apa yang harus Miko ketik tapi untuk seterusnya Miko usahakan cepet Update deh biar minna nggak penasaran.
Di Chap 3 ini Miko buat khusus Untuk menjelaskan Chap 2, jadi semoga pertanyaan Minna ke jawab ya tapi kalau masih ada yang bingung kotak review Miko terbuka untuk di isi dan untuk Minna yang nanya kekuatan SasuHina nanti ya hhehe. Sayang banget kok nggak ada yang nanya kelemahan SasuHina sih hhehe (abaikan).
Emb … apa lagi ya oh ya jangan bilang fic aku kependekan ya soalnya aku emang nggak bisa buat cerita panjang-panjang karena nanti alurnya kecepetan :D
Oh ya buat Minna, makasih ya review nya dan semoga nggak bosen untuk mereview dan terus mereview Fic Miko apalagi kalau seluruh fic Miko di Review semua wahhhhhhh makasih banget /plakkkk author promooo mulu.
Oke sekian dulu tunggu chap berikutnya ya …
Thanks To : Ruby Fair, Kimoto Yuuhi
mikyu chan, , yui namikazr, Guest, Angel821, Nurul851, Yurika-chan, Hika, yui namikaze, hiru nesaan dan silent reader sekalian ...
Makasih banyak atas Review kalian, dan jangan lupa RnR pleaseeeeeeee… ^_^
