Chapter 2

V

Present

Jumong: Sanctuary

Main Cast :

Byun baekhyun as Baekhyun Jumong

Park Chanyeol as Chanyeol Goguryeo

Xi Luhan as Luhan Jumong

Other Cast :

Find be yours

Warning :

Boys Love, Yaoi, Typos, M-Preg

Chapter 2

.

.

.

Baekhyun bahkan lebih mempesona dan jauh lebih berbahaya dari pada saat usianya awal 20-an. Walaupun sekarang keadaan Baekhyun sangat lemah, Chanyeol bisa merasakan kekuatan yang sangat besar di dalam diri namja itu. Baekhyun, kini telah menjadi namja yang sebanding dengannya. Aneh, Chanyeol adalah orang yang berhak menghancurkan Baekhyun. Tetapi malah menyelamatkannya dari salah seorang anggota klannya sendiri. Saat ini pun, Chanyeol sedang memulihkan tenaga Baekhyun. Padahal ia bisa dengan mudah mematahkan lehernya atau menyedot kehidupan dari diri Baekhyun hanya menggunakan pikirannya semata. Tetapi Chanyeol akan membunuhnya-saat waktunya tepat. Saat klan Goguryeo menyerang klan Jumong dan memusnahkan mereka, klan Goguryeo tidak akan menyisakan seorangpun hidup, baik pria, wanita ataupun anak anak. Tetapi Chanyeol akan berbaik hati pada Baekhyunnya yang manis. Ia akan mengambil jiwa namja itu dengan cepat dan sedikit penderitaan

Selagi Baekhyun tak sadarkan diri dan berbaring di dalam pelukan Chanyeol. Chanyeol menyelidiki pikiran Baekhyun, tapi ia tidak menemukan jalan masuk. Baekhyun telah menempatkan penghalang dari dirinya dan dunia luar, perisai untuk mencegah siapapun mendengar pikiran pikirannya. Bila Chanyeol mau, ia bisa menghancurkan perisai itu. Tetapi kenapa ia harus repot repot dan membuang tenaga? Chanyeol tidak memerlukan informasi dari Baekhyun. Bila bukan karena tindakan bodoh Eunyuk, chanyeol tidak akan ada di Jacheon. Bahkan tidak dalam radius seribu kilometer dari namja itu. Selama tujuh tahun terakhir, Chanyeol memastikan agar jalannya tidak bersilangan dengan rumah induk Jumong.

Kelopak mata Baekhyun berkedip kedip, dia berjuang untuk sadar. Pikirannya berusaha keluar dari bayang bayang. Tetapi Chanyeol tahu dia belum akan bangun selama berjam jam kedepan. Setelah kombinasi dari proses penyembuhan yang begitu menguras tenaga dan perjuangan Baekhyun untuk tetap hidup, pikiran dan tubuhnya tidak bisa pulih tanpa istirahat. Bahkan dengan suntikan tenaga yang Chanyeol alirkan. Baekhyun berbaring di lengan Chanyeol, tidak berdaya dan sangat rapuh. Tetapi dia bersenjata, pelindung yang lebih kuat dari perisai supranatural yang melindungi pikirannya.

Bila Eunyuk berhasil membunuh Baekhyun, pintu neraka akan terbuka. Dalam artian, kematian seorang pangeran Jumong akan mengacaukan pikiran semua orang di klan Jumong. Terutama Suho dan Jongin. Sejumlah besar anggota klan Jumong akan berbondong bondong pulang ke Sanctuary. Bagaimana jika Dranir Suho dan pangeran Jongin mengetahui jika klan Goguryeo yang membunuh Baekhyun? Chanyeol tak berani mengambil resiko sebesar itu. Kematian dini Baekhyun Jumong akan memperingatkan klan Jumong akan kebangkitan kembali klan Goguryeo.

Chanyeol menatap lekat namja di pelukannya itu, wajah Baekhyun sangat polos dan tenang ketika tidur. Kepala Baekhyun terbaring di bahu Chanyeol, lengannya terkulai di sisi tubuh dan dadanya naik turun setiap ia menarik nafas.

Chanyeol mengusap pipi berisi Baekhyun dengan jari jarinya. Sekelebat kenangan masa lalu menghampirinya, kenangan yang berusaha ia singkirkan dari benaknya bertahun tahun lalu. Saat ia berada di tempat lain, memeluk namja ini di lengannya. Saat ia menyentuh Baekhyun, melatihnya dan mengajarinya. Chanyeol sudah tahu siapa Baekhyun saat pertama kali bertemu, dan fakta bahwa ia adalah pangeran Jumong membuatnya bergairah. Baekhyun tidak tahu identitas Chanyeol sama sekali, dan kenyataan bawa namja itu menyerah pada pesona Chanyeol dengan mudah. Baekhyun bagaikan buku yang terbuka bagi Chanyeol, kemampuannya masih belum matang dan hanya separuh terkendali. Chanyeol di sisi lain, telah memproteksi dirinya. Dan sengaja menyembunyikan jati diri sebenarnya dari Baekhyun. Mereka telah menghabiskan kurang dari 24 jam bersama, tetapi dalam waktu singkat itu. Baekhyun membuat darah Chanyeol bergejolak. Tidak peduli berapa kali Chanyeol bercinta dengannya, ia masih mengingikankan Baekhyun.

"Kau namja yang mempesona. Manis dan siap dipetik" Chanyeol mengelus elus leher Baekhyun yang jenjang. Ia membiarkan jari jarinya berlama lama di urat nadi Baekhyun

'Chanyeol, Chanyeol'

Chanyeol yang mendengar Baekhyun membisikan namanya secara telepatik membuatnya tercengang. Chanyeol reflek mengeratkan cengkramannya di leher Baekhyun, lalu menyadari apa yang telah ia lakukan dan melepaskan tangannya dari leher Baekhyun.

Pada satu tingkat, Baekhyun menyadari kehadirannya. Itu tidak baik. Bagaimana Chanyeol bisa menjelaskan apa yang ia lakukan disini, mengapa ia kebetulan berada di pedalaman Jacheon bersama namja itu?

Chanyeol harus membawa Baekhyun pulang dan memastikan wanita itu aman sebelum ia bangun. Bila Baekhyun mengingat apapun tentang Chanyeol, mungkin namja itu hanya menyangka ia memimpikannya.

"Pernahkan Baekhyun memimpikanku? Ataukan aku hanya kenangan yang samar? Kenapa aku harus peduli? Namja ini tidak berarti apa apa bagiku. Dulu ataupun sekarang. Dia hanya kesenangan sementara bagiku"

Kesenangan yang telah menghantuinya terlalu lama setelah satu hari satu malam mereka bersama. Chanyeol tidak bisa melupakan bahwa ia terbangun sendiri pagi itu. Ia marah karena Baekhyun kabur darinya dan ingin tahu apa sebabnya. Tetapi akal sehat memberitahunya untuk tidak mengikuti namja itu. Dan berbulan bulan berikutnya, ia bertanya tanya apakah Baekhyun sudah mengetahui identitasnya sebagai seorang Dranir dari klan Goguryeo yang merupakan musuh bebuyutan klan Jumong dan pergi untuk memperingatkan kakak kakaknya? Tetapi baik Suho maupun Jongin belum membunuhnya dan menuntut balas karena telah merampas keperjakaan adiknya.

Chanyeol perlahan lahan memindahkan Baekhyun untuk duduk di kursi penumpang. Ia menurunkan sandaran kursi sampai Baekhyun setengan terbaring lalu memasangkan sabuk pengaman. Baekhyun secara tidak sadar mendesah. Otot otot perut Chanyeol membelit, membuatnya kesakitan. Ia benci kenyataan bahwa setelah tujuh tahun ia masih mengingat desahan Baekhyun ketika baercinta dengannya untuk yang pertama kali dan yang kedua dan yang ketiga kalinya …..

Setelah menyalakan mesin escalade, Chanyeol mengoper persneling dan memutar mobil itu untuk kembali ke jalan pedalaman. Ia akan mengantar Baekhyun pulang dan ia akan langsung kembali ke Geoje. Begitu pesawat mendarat di pulau itu, ia akan mengadakan rapat dewan dan menyelesaikan masalahnya dengan Kris. Sebelum Kris dan para pengikutnya melakukan banyak tindakan bodoh dan menghancurkan rencana rencana Chanyeol untuk memusnahkan klan jumong

Setelah hampir lima menit mengikuti naluri, Chanyeol melihat gerbang gerbang besi tinggi yang melindungi jalan masuk menuju Sanctuary. Sebelum masuk ia merapalkan kata kata kuno, menciptakan sihir yang kuat. Dengan Baekhyun terlelap di sisinya, ia mengemudi sepanjang jalan pribadi yang berputar putar menaiki bukit tertinggi, tempat kediaman keluarga kerajaan.

Cahaya beranda menyambut mereka, memberi tahu Chanyeol bahwa seseorang di dalam rumah sedang menunggu Baekhyun, kemungkinan mengkhawatirkan keselamatannya. Seorang suami? Atau seorang istri? Sudahkah Baekhyun menikah?

Apa urusannya? Siapapun yang kini menjadi bagian hidup namja itu, mereka semua akan menjadi sasaran klan Goguryeo dan mati bersama Baekhyun pada hari yang akan ia tentukan. Chanyeol memarkir mobil Baekhyun dan keluar memutari bagian depan mobil. Setelah membuka pintu penumpang, ia membopong Baekhyun-nya. Namja itu bersandar pada Chanyeol, tindakannya tampak wajar, seolah olah dia percaya dirinya aman terlindungi.

Chanyeol mengeraskan hati. Ia tidak akan mengizinkan makhluk mempesona ini menggodanya. Baekhyun hanya seseorang seperti banyak namja dan yeoja lainnya. Chanyeol sudah menidurinya, seperti ia sudah meniduri namja dan yeoja lainnya. Baekhyun tidak lebih dari itu, tidak ada bedanya

'Pembohong' suara nurani yang tak diundang mengejeknya

.

.

Kris mengumpat keras dan menghancurkan ruang tamu villanya, tempat yang telah ia anggap rumah sejak Dranir Donghae mengakuinya sebagai putra. Putra yang tidak diinginkan, tidak sah. Kris anak di luar nikah dari kisah cinta sang Dranir sebelum Dranir Donghae menihahi Dranira Yoona. Ibu Chanyeol yang di agungkan itu meninggal dalam persalinan, setelah mengalami beberapa kali keguguran. Keguguran yang disebabkan kutukan yang diberikan Jessica-ibu Kris- , seorang penyihir wanita yang mempesona. Begitu mengetahui tentang mantra mantra kecil Jessica yang jahat, Donghae memerintahkan kematian mantan kekasihnya itu dalam sebuah eksekusi umum.

Kris menggertakan gigi, kemarahan dari masa kecilnya membuat amarahnya meledak. Bagaimana mungkin Chanyeol membekukan kemampuan telepatinya? Adiknya jauh berbahaya dari yang Kris bayangkan. Bila Chanyeol bisa mengontrol kekuatan lahiriah Kris, maka Kris harus menemukan cara untuk melindungi dirinya sendiri dari rencana rencana adiknya.

Kris mengepalkan tangannya dan meninju tembok di depannya, membuat tembok itu hancur seakan kertas tissue.

"Emosi emosi" kata Tao mengejek. Kris berbalik dan melotot selagi namja itu berdiri di pintu ganda yang tengah terbuka

"Kau seperti ular, sepupu. Melata tanpa suara ke sana kemari" Tao tertawa

"Kau bukan korbanku. Tetapi dari caramu bertindak, aku percaya bahwa kau pasti korbah sihir sang Dranir yang menghalangimu untuk menghubungi Eunyuk" ejek Tao

"Tidak!"

"Kau tidak bisa menghubungi Eunyuk kan?"

"Apa kau sudah berbicara dengan Chanyeol?"

"Tidak, aku belum bicara denganya" kata Tao

"Dan tidak ada kabar resmi darinya. Tetapi Jongdae menerima pesan telepati dari Chanyeol dan aku kebetulan sedang bersamanya"

Kris mendekat kearah tamu tak diundang itu.

"Kau tak pernah kebetulan saja berada di tempat manapun"

Bibir Tao melengkung, tersenyum mengejek

"Aku sengaja berada di dekat dekat Jongdae karena aku tahu jika Chanyeol bermaksud memberi kabar, itu pasti pada sepupu tercinta kita, Jongdae"

"Jangan kau mengharap aku akan memohon padamu untuk memperoleh informasi-"

"Jangan takut. Aku tidak mengharapkan apapun darimu sekarang. Tetapi saat kau sudah menjadi Dranir aku berharap memimpin di sisimu" potong Tao

"Dan itu yang akan terjadi. Kau akan menjadi Dranira ku" Kris meraih dagu Tao dan melingkarkan lengannya di leher Tao. Kris melumat bibir Tao dengan lembut. Tao mengalungkan tangannya di leher Kris

"Eunyuk sudah mati. Chanyeol membunuhnya untuk melindungi Baekhyun" kata Tao

"Bodoh. Si bodoh keparat. Dia mengorbankan satu nyawa dari klannya sendiri untuk menyelamatkan musuh bebuyutannya" ucap Kris menggeram menahan amarahnya

"Dewan akan di panggil untuk rapat dewan khusus setelah Chanyeol kembali"

Kris menahan nafas gugup?

"Untuk apa?" tanya Kris

"Jongdae bilang padaku, kita sebagai anggota dewan harus bersatu dengan Chanyeol untuk menghentikan pemberontakan klan Goguryeo. Chanyeol benar benar yakin jika mereka belum siap menghadapi klan Jumong dalam waktu dekat ini" Tao menatap dalam dalam Kris

"Apa kau yakin kita benar benar siap menghadapi klan Jumong saat solstice musim panas tahun ini?" lanjut Tao

Kris menggeram dan mempererat cengkramannya pada leher belakang Tao

"Tidak ada yang bisa Chanyeol lakukan untuk menghentikan ini. Tidak sekarang. Aku sudah menempatkan para pejuang di posisinya, siap menyerang. Bahkan bila Chanyeol bisa menghentikan Eunyuk, dia tidak bisa menghentikan yang lain. Dia tidak bisa hadir di dua tempat berbeda bersamaan"

"Apa yang kau rencanakan?" detak jantung Tao meningkat. Kris merasakan semangatnya

"Jihoon mengurus Victoria-peramal besar jumong- dan selanjutnya atas perintahku ia akan melenyapkan Jongin. Keberhasilan kita bisa jadi sangat bergantung pada disingkirkannya tiga bersaudara kerajaan Jumong sebelum perang besar"

"Tetapi ketiganya masih hidup" Tao berucap

"Tidak akan lama lagi. Suho akan menerima kejutan cukup besar malam ini. Dan setelah Chanyeol kembali, aku akan mengirim seseorang untuk membunuh Baekhyun"

.

.

Minseok mendengar suara mobil datang. Ia telah mengantar Luhan kembali ke kamar untuk kedua kalinya dan memperingatkan si bandel kecil untuk tetap di tempat tidur. Luhan mencemaskan Baekhyun, seperti juga dirinya.

Minseok mengintip lewat jendela dan terkesiap saat melihat seorang pria tinggi tengah menggendong Baekhyun berjalan ke arah beranda. Satu satunya kendaraan yang terlihat adalah escalade Baekhyun, jadi siapa orang asing ini dan mengapa ia bersama Baekhyun?

Minseok memejamkan mata dan memanggil hewan hewan piaraannya yang setia untuk bangun dan datang padanya. Dalam beberapa detik, bertepatan dengan orang asing itu menginjakan kakinya di beranda, magnus dan rufus, kedua anjing Minseok yang setia muncul di halaman dan menghadang pria asing itu.

Minseok membuka pintu depan, berjalan selangkah demi selangkah melewati ambang pintu dan berhadapan dengan namja asing itu. Namja asing itu berhenti seolah olah sudah menanti Minseok

'dia bukan seorang jumong. Matanya abu abu kebiruan. Keras, dingin, tanpa emosi' batin Minseok

"Aku mengantarkan Baekhyun pulang, Tuan" namja asing itu memberitahu, suaranya dalam dan berwibawa. Dia bukan Jumong, tapi dia juga bukan manusia biasa

Getaran ketidaknyamanan membuat Minseok tegang. Bila dia bukan Jumong dan bukan manusia biasa, itu berarti …

"Kau menebak dengan benar" kata namja asing itu

"Aku seorang Goguryeo"

Minseok terkesiap dan menyuruh magnus dan rufus untuk menggeram. Namja Goguryeo itu menatap kedua anjing itu, seketika kedua anjing itu langsung terdiam. Minseok melirik cepat ke kiri kanannya. Kedua binatang itu membeku seperti patung marmer

"Apa yang kau lakukan-"

"Anjingmu baik baik saja. Dalam sejam mereka akan kembali normal dan kembali tidur"

"Apa yang kau lakukan pada Baekhyun? Apa kau melukainya? Kalau kau melukainya kemurkaan klan Jumong akan-"

"Diamlah tuan, dan tunjukan padaku di mana aku bisa menaruh Baekhyun sehingga dia bisa beristirahat dan memulihkan diri dari penderitaannya. Dia telah menyembuhkan wanita sekarat barusan"

Minseok bingung dengan perhatian Goguryeo itu pada Baekhyun, Minseok ragu ragu menggeser dirinya ke sisi pintu dan membiarkan pria itu masuk. Si iblis yang tampan. Berbahu lebar dan tingginya 185 cm, dan rambut hitamnya serta wajah yang kokoh seakan di pahat dari batu.

"Tunggu!" Minseok memanggil namja itu. Tetapi namja itu mengacuhkannya dan berjalan menaiki tangga. Minseok mengikuti namja itu di belakangnya. Pada saat Minseok mencapai lantai dua, namja itu sudah membuka pintu kamar Baekhyun.

Minseok berdiri di belakan sang Goguryeo tepat saat dia membaringkan Baekhyun di tempat tidur. Minseok mengawasinya di ambang pintu dan melihat bagaimana namja itu menatap wajah Baekhyun selama semenit penuh, kemudian berbalik dan berjalan menuju pintu.

"Siapa kau? Siapa namamu?" Minseok menuntut

"Apa hakmu mengetahui siapa aku?" jawab Chanyeol dingin

"Karena aku sahabat Baekhyun" jawaban Minseok membuat Chanyeol bernafas lega. Tentu saja tanpa disadari Minseok

"Aku Chanyeol Goguryeo"

Minseok terkesiap. Chanyeol terseyum licik

"Aku pernah bertanya tanya apakah Baekhyun sudah curiga aku seorang Goguryeo, dan apakah itu alasan ia lari dariku begitu cepat di pagi yang lama berselang itu"

"Berhenti membaca pikiranku!" demi Tuhan. Minseok harus melakukan sesuatu untuk melindungi pikirannya dari iblis Goguryeo ini. Minseok memejamkan mata dan mulai merapal mantra mantra kuno yang bisa melindungi pikirannya.

"Jangan repot repot, Minseok. Aku tidak akan mengganggu pikiran pikiranmu lagi. Tetapi saat aku pergi aku khawatir aku harus menghapus ingatanmu tentang kunjunganku malam ini" Chanyeol memberi tahu.

"Jangan sentuh pikiranku lagi, dasar makhluk iblis" Chanyeol tertawa

"Kenapa kau bersama Baekhyun? Apa yang kau lakukan disini, di tanah Jumong? Bagaimana kau-?"

"Mengapa aku disini tidak penting. Aku menemukan Baekhyun tidak sadarkan diri dan mengantarkannya pulang. Kau seharusnya berterima kasih padaku" potong Chanyeol

"Berterima kasih pada Goguryeo busuk sepertimu? Tidak akan pernah!"

Chanyeol menoleh ke arah tempat tidur, tempat Baekhyun terbaring. Ketika Chanyeol berbalik untuk pergi dan pikirannya berpusat pada mantra untuk menghapus ingatan Minseok tentang kunjungannya, ia melihat bayangan kecil di belakang Minseok, tepat di sisi Minseok. Chanyeol berhenti dan menunggu, curiga jika teman Baekhyun itu seorang penyihir. Tetapi tiba tiba bayangan itu bergerak dari belakang Minseok dan memasuki kamar, cahaya dari lorong menyinari punggung sosok itu, membuatnya tampak bercahaya. Chanyeol sadar itu bayangan seorang anak, anak laki laki.

Chanyeol menatap anak itu dan melihat matanya yang berwarna hijau Jumong sejati dan rambut coklat Baekhyun yang berkilau dan halus. Bila apa yang ia lihat dengan matanya menunjukan bahwa Baekhyun adalah ayah dari anak itu.

Jadi Baekhyun sudah menikah dan punya anak. Setidaknya satu anak, bocah kecil yang sangat mempesona. Begitu mirip dengan Baekhyun. Tetapi dia berbeda.

Minseok mencengkram bocah kecil itu dan berusaha meneyembunyikannya di belakang punggungnya

"Tidak, Lu. Dia jahat" Minseok berseru

Anak itu berhenti beberapa meter dari Chanyeol, lalu mendongak dan menatap langsung pada namja dewasa di depannya, tatapannya bertemu dengan tatapan Chanyeol

"Aku tak takut padanya" anak itu berujar

"Dia takkan menyakitiku"

Chanyeol tersenyum, terkesan akan keberaniannya. Pejuang pejuang yang berpengalaman langsung gemetar walaupun hanya melihat Chanyeol Goguryeo. Ketika Minseok maju, berniat meraih anak itu. Bocah itu mengangkat lengannya dan menahan tangan mungilnya di hadapan Minseok, kemudian Minseok membeku dilumpuhkan sihir.

'Menakjubkan. Kemampuan anak itu luar biasa habat untuk seseorang yang begitu muda'

"Kau sangat kuat, bocah kecil" kata Chanyeol. Dia tidak pernah mengenal seorang Goguryeo dan Jumong yang memiliki kekuatan yang begitu besar di usia muda

"Aku tidak kenal anak umur lima tahun lain yang sanggup-"

"Aku enam tahun" bocah kecil itu memberitahunya, kedua bahunya tegak, kepalanya terangkat. Seorang pangeran sejati

"Hmm, tetapi bahkan di usia enam tahun. Kau jauh lebih maju dari anak anak Jumong lainnya, Iyakan?"

"Apa iya?" Chanyeol melirik ekspresi terpukul di wajah Minseok yang dibekukan, dan sadar bahwa bocah kecil itu tidak hanya membekukan kaki namja itu tetapi dengan membuatnya bisu sementara

"Kau tak tahu siapa aku ya?" bocah kecil itu bertanya. Ketika dia tersenyum pada Chanyeol, perut Chanyeol menegang. Ada sesuatu yang sangat tidak asing dari senyumnya.

"Aku rasa kau anak Baekhyun Jumong. Benar begitu?" Bocah enam tahun itu mengangguk

"Apa kau tahu siapa aku?" tanya Chanyeol, keingintahuannya tergelitik oleh kecerdasan bocah di depannya. Ia merasakan kekuatan tak wajar pada diri anak itu, dan kedekatan yang rasanya mustahil

"Ya, aku tahu"

Anak itu tidak mungkin tahu siapa dirinya. Chanyeol sudah melindungi identitas aslinya dari semua yang bukan Goguryeo

"Jika kau tahu siapa aku, sebutkan namaku"

"Aku tak tahu namamu" bocah kecil itu mengaku

Chanyeol mendesah diam diam, lega karena ternyata ia telah melebih lebihkan kekuatan bocah itu dan keliru tentang perasaan dekat yang tadi sempat muncul. Ia memiliki ketertarikan aneh pada anak itu, lalu mendekatinya dan berlutut sehingga mereka berhadapan dan berkata

"Aku Chanyeol Goguryeo"

Anak itu mengulurkan tangannya. Chanyeol menatap tangan yang terulur. Aneh, pikiran untuk membunuh anak ini –anak Baekhyun- membuatnya sedih. Ia akan memastikan kematiannya sama cepatnya dan tidak menyakitkan seperti kematian Baekhyun

Chanyeol menyambut uluran tangan itu. Sengatan listrik melesat menembus Chanyeol, sesuatu yang tidak pernah ia alami sebelumnya. Kekuatan yang mentah dan tak terkendali dari perasaan dekat dan memiliki.

"Hallo, Daddy. Aku putramu, Luhan"

Jeritan memekakkan telinga menggentarkan kamar tidur temaram itu ketika Baekhyun Jumong terbangun dari tidurnya

.

.

.

TBC or END ?

Thanks to:

chanbaek perfect, Dheacho, angelaalay, hyunhyun, nabilasahda, parkyubi, Fhyunrim Shr, eito8