Love Me Right – Chapter 2

Author: RedSaekk

Title: Love Me Right

Category: Romance, Chapter

Rating: T - M

Cast: Oh Sehun, Sung Sookyung (OC)

Author POV

Setelah hari yang melelahkan dan pesta yang membosankan, sampailah Sehun dan Sookyung di rumah mereka. Hadian pernikahan yang disiapkan oleh orang tua Sehun dan Sookyung.

Sehun memarkir mobil sedan hitamnya di garasi. Sookyung memutuskan untuk keluar lebih dulu dari pada menunggu Sehun selesai memarkir mobilnya. Sookyung langsung masuk ke dalam rumah. Melepas sepatu dan mantel, menyalakan lampu, dan langsung masuk ke kamarnya untuk mengganti baju.

Tunggu, Sookyung dan Sehun pisah kamar? Ya, memang. Dari awal mereka memutuskan untuk tidur terpisah karena menurut mereka, kamar adalah daerah pribadi yang tidak boleh dimasuki orang lain tanpa izin.

Sookyung POV

Akhirnya sampai juga di rumah. Ku rebahkan punggung ku ke kasur yang menurut ku tidak terlalu nyaman dibanding kamar utama yang ditempati oleh Sehun. Huh, dasar egois, bukankah seharusnya dia mengalah dengan wanita? Tega sekali menyuruhku tidur di kamar yang dingin. Jika musim dingin seperti sekarang, suhu di dalam kamar ini akan hampir sama seperti diluar. Juga kasurnya, yang tidak lebih empuk dari sofa di ruang tamu.

Kryuuuuk…..

Ah tidak, perutku kelepasan. Untung saja tidak ada yang dengar. Aku memang belum sempat makan saat di pesta tadi, tapi Sehun sudah menyuruhku pulang. Aku pun bangun dan segera mengganti baju ku dengan celana pendek dan kaus kebesaran yang menjadi style ku saat tidur.

Aku keluar kamar untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan di dapur. Aku tidak menemukan apapun yang bisa langsung ku makan. Aku terlalu malas untuk memasak dan terlalu lapar jika tidak makan. Menyusahkan. aku menemukan satu bungkus ramyun di dalam lemari. Baiklah, sepertinya ramyun tidak buruk. aku pun memutuskan untuk memasak ramyun.

Saat sedang memasak, sayup-sayup aku mendengar suara air dari dalam kamar mandi. Hah? Sehun mandi malam-malam begini? Di musim dingin? Okay, kau bunuh diri Oh Sehun. Tidak lama Sehun keluar dari kamar mandi dengan keadaan topless dan hanya memakai celana pendek dan menyampirkan handuk di bahunya.

Oh my God…!

Aku melihatnya. Aku melihat dada bidangnya dan perut kotak-kotaknya! Lucky! Wait, what?! Apa yang kau pikirkan Sookyung? Badan atasnya yang masih sedikit basah dan memberikan kesan mengilap membuatku ingin menyentuhnya. Sungguh, aku hanya bisa mematung.

Tunggu, di kamarnya kan ada kamar mandi, kenapa Sehun harus mandi di luar? Sehun melihatku yang sedang memperhatikannya. Ah dasar bodoh! Mau sampai kapan kau tidak punya pertahanan seperti ini Sung Sookyung?!

"wae?" tanyanya santai sambil mengeringkan badannya yang masih basah.

"ani, bukankah di kamarmu ada kamar mandi? Kenapa mandi disitu?" tanyaku berusaha bersikap biasa saja dan kembali meneruskan memasak.

"tadi airnya tidak menyala," katanya sambil menghampiriku.

Deg deg deg deg deg

Aku hanya bisa mematung di tempat. Sekarang aku bisa melihat badannya dengan lebih jelas. Oh tidak… kulitnya putih sekali… hey Sung Sookyung! Sadarlah!

"kau sedang apa?" tanyanya.

"aku sedang memasak, kau tidak lihat?" jawab ku ketus dan berbalik memunggunginya.

"oooh…" balasnya

"kau mau?" tawarku

"tidak, kau tau makan berat di malam selarut ini bisa membuat mu gendut Sung Sookyung", sindirnya. Aish menyebalkan sekali, padahal aku sudah berbaik hati menawarkan. Aku memilih diam.

"dan aku tidak mau memiliki istri gendut", tambahnya sambil berjalan menuju kamarnya. Dan blam!

Aish, dia menyebalkan. Aku tidak peduli. Biar saja aku gendut! Aku memakan ramyun ku dengan lahap. Setelah selesai makan, aku membereskan peralatan makan ku dan mencucinya.

Aku memutuskan untu pergi tidur karena besok aku harus ke butik. Aku rasa Sehun benar, aku akan gendut. Huh, siapa peduli? Aku pun akhirnya terlelap.

Author POV

Keesokan harinya Sookyung bangun terlebih dahulu dan menyiapkan semuanya. Mulai dari sarapan, baju untuk Sehun, dan untuknya. Meskipun mereka menikah karena terpaksa, namun Sookyung tetap menjalankan tugas seorang istri dengan baik.

Selesai menyiapkan baju untuk Sehun, Sookyung mengantarkan baju itu ke kamar Sehun.

Tok tok tok

"Sehun-ah, aku sudah menyiapkan baju mu", panggil Sookyung dari luar pintu.

"masuklah, pintunya tidak ku kunci", jawab Sehun.

Sookyung memasuki kamar Sehun dan melihat Sehun sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Yang Sookyung bisa tangkap dari indra penciumannya hanya bau segar yang bersumber dari tubuh Sehun.

Ah ya ampun wanginya.. tapi, untung saja dia pakai baju, batin Sookyung dalam hati sambil mengecek kembali bahwa Sehun memang memakai baju. Tepat saat Sookyung ingin membuka kenop pintu,

"gomawo," katanya.

Sookyung berbalik, "ne", balasnya singkat dan langsung keluar dari kamar Sehun.

Sookyung pun bergegas untuk bersiap-siap karena ia harus pergi ke butik dan mengerjakan beberapa baju yang belum ia selesaikan. Memakai Jeans dan kemeja putihnya, serta menata rambut panjang bergelombangnya agar tidak terlihat berantakan. Tidak lupa memoles wajahnya dengan make up tipis-tipis agar tidak terlihat terlalu pucat. Kemudian membawa tasnya ke meja makan untuk sarapan.

Di meja makan sudah ada Sehun yang sedang menikmati kopi sambil memainkan ponselnya. Sookyung pun ikut bergabung tanpa bicara dan langsung menyantap sarapannya. Sekali lagi, yang terdengar hanya keheningan dan suara dari ponsel Sehun.

Diam-diam Sookyung memperhatikan Sehun yang sesekali tersenyum saat ada pesan masuk ke ponselnya.

Pasti wanita itu, Yoo Jinyoung, batinnya. Sookyung pun menyelesaikan sarapannya dan membereskan piringnya dan piring Sehun yang sudah kosong dan mencucinya.

"aku duluan," kata Sehun.

"yeah", balas Sookyung dingin. Setelah itu Sehun langsung menyambar kunci mobilnya dan berangkat ke kantor appanya, tempat ia bekerja.

"Sookyung-ah, apakah kau mau berangkat bersama ku? Atau Sookyung-ah kau mau pergi ke butik kan? Bagaimana kalau berangkat dengan ku. Butik dan kantor ku kan satu arah.." kata Sookyung dengan nada dibuat-buat untuk mengejek Sehun sambil berjalan kearah rak sepatu.

"aish, suami macam apa dia? Membiarkan istrinya berangkat kerja sendirian. Apa dia tidak takut istrinya yang cantik ini digoda orang lain?" gerutu Sookyung sambil duduk dan memakai Sneakersnya. Sookyung pun bangkit dan membenarkan rambutnya.

"it's okay Sehun-ah, nan gwaenchanha," gumamnya pada dirinya sendiri. Sookyung langsung memakai mantelnya dan berangkat menggunakan mobil pribadinya.

Jalanan pagi ini tidak terlalu macet, Sookyung pun memelankan laju mobilnya untuk sedikit bersantai sambil menikmati suasana pagi. Namun tiba-tiba matanya tertuju pada satu arah di depannya.

Sookyung POV

Tunggu sebentar. Kupelankan laju mobilku. Bukankah itu mobil Sehun? apa yang dia lakukan di pinggir jalan seperti itu? Menunggu seseorang? Siapa? Tidak lama aku melihat seorang wanita, ah ani, Yoo Jinyoung datang dan masuk ke mobil Sehun saat aku tepat melewati mobilnya.

Aku tetap melihatnya dari spion tengah dan mendapati Sehun sedang tersenyum bahagia. saat Yoo Jinyoung duduk, Sehun langsung mencium pipinya dan bahkan tersenyum lebih bahagia lagi.

Ya ampun, senyumnya… seandainya aku adalah alasan mengapa Sehun tersenyum secerah itu. Lagi-lagi aku merasakan perasaan sesak ini. Aku pun mempercepat laju mobilku sampai mobil Sehun tidak terlihat lagi.

Sesampainya di butik, aku langsung disapa oleh beberapa pegawai butik yang menunduk sopan ke arahku. Aku hanya membalasnya dengan tersenyum.

"Sookyung-ah," panggil seseorang dari belakangku yang aku tahu itu pasti eomma dan langsung membalikkan badanku.

"eomma, selamat pagi," sapaku sambil tersenyum.

"selamat pagi," balasnya sambil mengusap puncak kepalaku.

"ada apa sayang?" Tanya eomma tiba-tiba.

"ne? tidak ada apa-apa. Memangnya aku kenapa?" jawabku balik bertanya.

"kau terlihat murung hari ini," kata eomma sambil memperhatikan wajahku.

Benarkah? aku rasa aku tidak apa-apa. Apa aku murung karena aku melihat Sehun menjemput Yoo Jinyoung untuk berangkat kerja bersama? tidak juga. mereka kan memang sepasang kekasih, bukankah itu hal yang wajar? Aku tidak masalah dengan hal itu, sepertinya.

"kau berangkat sendirian? Kenapa Sehun tidak mengantar mu? Kalian bertengkar?" pertanyaan eomma yang beruntun menyadarkanku dari lamunan.

"ne? aniyo. Sehun oppa sedang sibuk, makanya ia berangkat terlebih dahulu eomma. Kami tidak bertengkar," jawabku menjelaskan. Eomma hanya diam menatapku.

"Sookyung-ah, kau tau, pertengkaran dalam kehidupan rumah tangga itu hal yang wajar. Kau bisa bercerita dengan eomma kapan pun kau mau. Kau mengerti?" kata eomma sambil memegang kedua bahuku.

"eomma, kami benar-benar tidak bertengkar.." kataku. Sementara eomma hanya tersenyum dan berjalan meninggalkanku.

Bertengkar apanya? Berbicara saja jarang, apalagi bertengkar? Aku hanya memikirkan kejadian tadi. Mereka terlalu serasi, sepertinya aku tidak seharusnya mengganggu. Bukankah sebaiknya pernikahan ini tidak usah terjadi? Tapi yang lebih penting, bukankah seharusnya aku tidak memikirkan ini? Aku tidak mau mengusik urusan pribadi Sehun. sebaiknya berhenti memikirkan itu dan biarkan mereka.

To Be Continue -

"And there is nothing more risky than pretending not to care" – Sung Sookyung

~Review~