Author : Choi Di Jee

Title : DJ Magazine

Pairing : TaoHun x TaoKai

Main cast : Huang Zi Tao x Oh Sehun

Support cast : Kris Wu. Kim Jongin. Choi Di Jee

Genre : GS (Gender Switch). Romance. Comedy.

Rated : M

Summary : Seorang Model Tampan dan Playboy bernama TAO sanggupkah menjalankan tantangan dari Kris? Sehun seorang model cantik baru dan mampu membuat TAO tertarik tanpa harus menggodanya dulu seperti Kai.

WARNING: RATE M! GS!

Don't bash and plagiarisme.

RnR. Don't Silent reader.

Salam kenal IG dj_inunk

Happy Reading

Tao menarik pinggang Sehun untuk lebih mendekat padanya dan tanpa sadar Sehun mulai terbuai dan menutup matanya. Tao yang menyadarinya segera meraup bibir cherry itu.

Plak

"Yak!"

"Appo~ Jee-ah"

"Kenapa kau selalu membuat para modelku berakhir tampak seperti jalang eoh?!"

"Tap-.."

"Mwoya? Kau mau bilang jika modelku lah yang memang menggoda mu begitu?"

"Ahh. Sudahlah. Bisakah kalian ini tidak menghancurkan mood ku hah? Bahkan ini masih pagi dan kita akan ke Jepang." Kata Kris menengahi TaoJee sambil menenteng dua tas miliknya dan satunya milik DiJee.

"Iya Tao oppa berhentilah bertengkar dengan Jee-ah. Wajar jika DiJee seperti itu dia kan memang masih dalam masa pertumbuhan jadi sedikit labil." Kata Sehun sambil mengusap lengan Tao.

Seolah terhipnotis akan sentuhan Sehun. Tao mengalihkan pandangannya hanya pada Sehun seorang dan melupakan apa yang telah terjadi barusan.

Kris DiJee dan beberapa crew menempati kursi dibagian tengah. Tao dan Sehun berada dipojok belakang. Seharusnya Tao duduk dibagian depan dengan hair stylies nya tapi ia menukar tempatnya. Modus ala Tao bilang jika tempat duduknya telah ditempati oleh crew lain.

"Sehun-ah apa kau mengantuk? bersandarlah dibahuku"

"Ne Tao oppa. Gomawo." Sehun menyandarkan kepalanya dibahu Tao. Tentu Tao menerimanya dengan sepenuh hati.

Selang beberapa menit napas Sehun terdengar beraturan. Sehun telah tidur membuat Tao leluasa untuk(?).

Tao membelai rambut Sehun pelan lalu mengecup nya sedikit lama sambil menyesapi aroma strawbery pada rambut Sehun. Perlahan tangan kanan Tao menggengam tangan gadis itu lalu tersenyum.

"Aku tak akan pernah melepaskanmu Sehun baby" batin Tao.

Tao mencondongkan tubuhnya kedepan lalu melihat ekspresi wajah Sehun ketika tidur sangat manis dan terlihat damai. Perlahan tangan kirinya tergerak untuk menyentuh poni Sehun lalu menyelipkan kesisi telinganya. Turun lagi sentuhannya menyusuri tiap lekat wajah Sehun. Mengusap pelan pipi lembut itu. Mencubit kecil hidung mancung itu. Lalu mengusap lembut peemukaan bibir cherry Sehun. Bibir itu tampak merah dan terlihat sangat kenyal.

Tanpa sadar Tao menjilat bibirnya pelan. Tangannya yang berada dibibir Sehun tergantikan dengan bibirnya yang menjelajahi bibir Sehun. Bibirnya melumat bibir Sehun pelan diawalnya namun semakin lama makin tak terkendali dan liar. Tangan kirinya yang tak tinggal diam segera meraih tengkuk Sehun dan melumat bibir itu lebih dalam. Hingga ciuman itu berubah menjadi cumbuan yang turun keleher Sehun. Mencium menjilat dan menyesap pelan.

"Eungh.." lenguhan muncul dari bibir Sehun.

Tao yang mendengar desahan itu seolah kode hijau untuk melakukan hal yang lebih. Tao menjilati cuping Sehun lalu turun menuju tengkuknya untuk dijilati dicium lalu digigit pelan sehingga menampakkan tanda kemerahan diarea tengkuk Sehun.

"Aahh... Tao op..paa.." Sehun berusaha menghentikannya namun tangannya seolah berkata lain sehingga mengalungkannya dileher Tao dan menarik kepala Tao agar mencium bahu, leher dan tengkuknya lebih dalam.

Tangan kiri Tao mulai beraksi dibalik t-shirt Sehun dan menemukan dua bola kembar padat nan kenyal favorit Tao. Segera ia menangkup dua gundukan itu meremas dan memijatnya seirama dengan ciuman panas mereka.

"Eungh.. aahh...hen.. ..h"

Tangan kirinya yang puas bermain dengan buah dada Sehun lalu turun membelai perut rata Sehun.

"Tt...ta..oo"

Desahan Sehun yang telah sampai memanggil nama Tao. Semakin membuat nafsu Tao membuncah hingga keubun-ubun. Baru saja ia akan menyingkap t-shirt Sehun sebelum sebuah suara mengerintupsi kegiatan mereka. Seorang pramugari berdehem agak keras kearah TaoHun. Sedangkan reaksi Tao(?).

"Ah yeobo. Apa uri aegya menendang-nendang perut mu lagi eoh? Aku bantu mengusap perutmu ne? Aegya jadilah anak baik diperut Umma ne? Kasian Sehun umma kesakitan jika kau bergerak terlalu aktif didalam sini" Kata Tao sambil mengusap perut Sehun lalu menciumnya sekilas.

Sedangkan Sehun hanya memandang horror kearah Tao. Sedetik kemudian Tao mengalihkan pandangannya kearah Sehun lalu mengangkat tangan Sehun yang sedari tadi digenggam tangan kanannya lalu menciumnya penuh perasaan. Lalu beralih mencium kening Sehun lama diakhiri pelukkan hangat dari Tao. Sehun hanya bisa mengedipkan matanya lucu. Pramugari itu sedari tadi memandang moment TaoHun sampai sadar jika cairan berwarna merah kental mengalir dihidungnya. Aigoo...

"Tadi itu hampir saja. Hahh" kata Tao tanpa sadar masih menggenggam tangan Sehun

WELCOME TO THE ISHIGAKI ISLAND

Pulau Ishigaki yang terkenal akan keindahan pantainya. Air laut yang sebening biru langit. Kesegaran alam yang mampu membuat orang stres mampu normal lagi. Inilah surga dunia.

Tao, Sehun, Kris, DiJee dan semua crew berlarian menyisiri pantai pasir putih itu. Selama pemotretan dipulau ini mereka bisa sekalian menikmati indahnya pulau.

Semua tengah istirahat di 2 villa yang berbeda. Satu khusus semua crew. Satu lagi khusus ditempati Tao Sehun Kris dan DiJee seorang. Tao tak sengaja melihat Sehun yang akan berendam melintas didepan kamarnya. Segera ia mengikutinya dari belakang. Mengingat Dijee baru selesai berendam tadi. Kris sibuk dengan editing nya. Jadi tak ada kemungkinan untuk menganggu moment TaoHun lagi.

Clup

Sehun baru saja masuk ketempat perendaman yang ada gelembung2 kecil keluar dari bawah. Air itu bening dan sangat hangat. Tao yang melihat Sehun hanya memakai bra dan cd warna putih semakin menunjukkan smirk andalannya. Ia berjalan sambil membuka t-shirt lalu celana nya sehingga menyisakan zipper hitamnya.

Sehun yang merasa ada sesuatu yang membelai paha dalamnya segera membuka matanya. Lalu terkejut ketika kepala Tao menyembul tepat didepan wajahnya sambil tersenyum miring.

Cup

"Omo! Apa yang kau lakukan oppa? Sedang apa kau disini eoh? Kau mengejutkanku" tanya Sehun sambil mendorong dada Tao.

"Aku hanya berendam. Lagipula aku merindukanmu" kata Tao sambil mencuri kecupan dipipi Sehun.

"Berhenti menciumku. Kau bukan namjachigu ku oppa"

"Kalau begitu mulai sekarang aku namjachingu mu" kata Tao lalu mendekati Sehun lagi berusaha mencuri kecupan dibibir Sehun namun segera dihadangnya.

"Aku tidak mau dan berhentilah menggodaku." kata Sehun sambil mulai beranjak pergi namun segera ditarik Tao.

Byur

"Bahkan posisi seperti ini kau bilang aku yang menggodamu? Bahkan tanganmu berada tepat di little Tao, Sehun baby" kata Tao sambil menjilat cuping Sehun.

"Aahh.. hentikan" desah Sehun lalu memukul dada Tao pelan. Sedangkan Tao semakin mendekap pinggang Sehun membuat tangan Sehun terhimpit tepat diatas permukaan junior Tao.

"Kau tidak akan bisa pergi Sehun baby" kata Tao sambil menggigit leher Sehun.

"Aahh.." Sehun pun meremas junior Tao "benarkah?" lanjutnya sambil memijat pelan junior Tao yang mulai menggembung itu.

"Oho! Sehun baby mulai nakal eoh? little Tao sangat sensitive baby. Jangan berani menggodanya jika kau tak ingin kutelanjangi ditempat ini dan saat ini juga" kata Tao sambil menggeram tertahan.

"Sehunnie tidak sedang menggodanya oppa~ Aku hanya sedang membelainya saja. Apa tidak boleh?" Tanya Sehun dengan tatapan seduktifnya yang ampuh membuat Tao menggeram lebih keras.

Segera Tao mencium bibir Sehun tanpa ampun. Dia tak sanggup mengontrol hasratnya lebih jauh. Sehun benar2 membuatnya frustrasi. Tao mencium leher Sehun lalu menjilat dan menyesapinya. (Tao tak sanggup harus membuat tanda kepemilikkannya disekujur tubuh Sehun karna Sesi pemotretan selanjutnya harus mewajibkan TaoHun naked. Upss.)

Sehun maupun Tao telah naked di perendaman. Ciuman panas mereka tak terhentikan. Sehun mengalungkan tangannya keleher Tao. Sedangkan Tao sibuk menyesapi kedua gundukan kenyal favoritnya. Ia menyesap nipple Sehun kuat hingga menimbulkan warna kemerahan. Lalu turun lagi menciumi perut rata Sehun tak peduli kini ia harus menahan napasnya karena sambil menyelam untuk menikmati tubuh sang bidadari Sehun. Tangannya membelai Ms.V Sehun sadar akan punya gadis itu telah berlendir ia menarik Sehun untuk keluar dari perendaman.

"Kita lanjutkan diranjang baby" kata Tao sambil memakaikan bathrop pada Sehun lalu menggendongnya ala bridal style menuju kamar Tao.

"Aaaahh.. Opp..aa.h.. pel..ann." Tao tengah mengerjai dada Sehun tanpa ampun. Lalu turun mencumbu pusar Sehun dengan lidahnya.

Tangannya tengah membelai paha dalam Sehun.

"Opp..pp..aahh"

"call my name baby"

Tao mencoba memasukan jari tengahnya lalu dua jarinya menyusul. Ia gerakan in-out pada Ms.V Sehun.

"Tt..ttaa..oo opp..aa..hh" Sehun berhasil klimaks hanya dengan jari Tao bagaimana jika dengan little Tao(?).

Tao menjilati daerah Ms.V Sehun lalu menyesap cairan Sehun lalu membaginya lewat ciuman panas lagi. Setelah itu Tao menatap Sehun dalam lalu mencium keningnya, kedua matanya, hidungnya, lalu bibir cherry itu.

"Bolehkah aku?" tanya Tao. Padahal dalam hidup Tao yang namanya bercinta tanpa kenal ijin. Yang penting rasa kepuasan satu sama lain. Namun lain dengan Sehun. Bahkan ia meminta ijin padanya.

"Pelan-pelan Tao oppa..h" jawab Sehun dengan tatapan sayunya. Entah dapat dorongan darimana Tao mencium kening Sehun lama lalu menatap kemanik teduh gadis dibawahnya ini.

"You can trust me Sehunnie baby"

"Ne. Oppa" lalu berakhir dengan ciuman panas memabukkan.

Tao tengah memposisikan little tao didepan Ms.V Sehun. Mengocoknya sambil menatap Sehun yang membelai buah dadanya sangat erotis. Menggesekkan juniornya di Ms.V Sehun yang belum pernah terjamah siapapun. Sehun yang tak tahan terus meracau tak karuan.

"Masukkan opp..pa...AAaaaaaaa" bahkan Tao baru memasukkan ujung juniornya. Melihat Sehun yang mengeluarkan air matanya. Seorang Tao ingin menghentikan acara bercintanya ditengah jalan bahkan sebelum ia klimaks.

"Opp..pa.. ini sangat sa..kkitt"

"Kita hentikan saja ne? Aku tak ingin menyakitimu baby" kata Tao sambil mengusap air mata Sehun.

"Aniya oppa. Aku bisa menahannya. Lanjutkan sajaa.."

"Tap-.." dengan cepat Sehun membungkam bibir Tao dengan bibirnya. Hanya menempel tidak ada lumatan.

Tao memandang teduh mata Sehun yang sayu. Lalu mencium kedua mata Sehun bergantian dan menjilat sisa air mata Sehun diekor matanya.

"Aku berjanji akan pelan. Dan gigit bahuku jika kau merasa sakit. Arraseo baby?" dijawab anggukan dengan Sehun.

"Ini akan terasa sakit diawalnya. Tapi aku menjamin kenikmatan setelahnya baby. Jadi bersiaplah."

"Hmm... AAAaaaaaaaaaahh...hhmmpth" Tao memasukkan juniornya dengan sekali hentak lalu segera meraup bibir Sehun yang sudah bengkak akibatnya.

"Ber..gerak..lahh.."

Kode lampu hijau menyala. Biasanya Tao akan langsung brutal dengan partner sex nya. Tapi mengingat yang dibawahnya ini Sehun. Seolah ia terhipnotis akan manik mata Sehun yang selalu memandangnya lembut. Ia tak tega. Lalu ia mulai menggerakkan miliknya perlahan.

"Aaahh... hhmmpt.. ssaa..kkiii...tt" pada saat itu juga Tao merasakan ada sesuatu yang mengalir dibawah sana. Blood virginity. Entah apa yang membuat Tao senang atau bangga lebih tepatnya. Melihat ialah yang pertama memasuki Sehun. Bahkan Tao terbiasa membobol gadis perawan. Tapi Sehun berbeda. Aneh rasanya. Seperti ada kupu2 yang berterbangan didalam perutnya.

"Bertahanlah Sehunnie baby. Ini akan jadi nikmat" kata Tao sambil terus mengecupi tiap lekuk wajah gadis dibawahnya ini.

Gerakkan in-out nya perlahan makin cepat tapi tak terbilang brutal. Ia masih ingat yang dibawahnya kini seorang Sehun bukan seorang jalang yang biasanya ia ambil dari pub langganannya.

"Aaahh.. aahh..aah.. disitu oppa"

"eungh.. oppa..aahh"

"Call me baby... arghh" geram Tao yang semakin frustasi karena junior nya dijepit kuat di Ms.V Sehun. Sangat memabukkan bagi Tao.

"aaahh..aahh..kkuu.. iinng..iinn kkee..llluaarr"

"bersam..ma baby.. arghh"

Tao mencengkram pinggang Sehun makin erat. Sehun meremas rambut tak kalah erat hingga saatnya akan klimaks bersama.

"TTAAAOO OOPPAAAA aaahh.. ahh..ahh"

"SSSEEHHUUNNNIIEE BABY..hah...hah."

Tao ambruk didepan dada Sehun lalu tersenyum. Peluh mereka menyatu hingga menampilkan kulit yang mengkilap. Tao yang melihat Sehun dalam keadaan penuh peluh seaakan merasa tengah di goda nya.

Cup

"Berhenti mengerjai tubuhku Oppa. Aku lelah"

Tao yang mendengar keluhan Sehun justru membuatnya makin gencar memainkan kedua bola kembar padat kenyal itu.

"Aahh.. eunghh.. oppa..aah"

"Ronde selanjutnya Sehun baby"

Sehun yang mendengar permintaan Tao itu langsung menatapnya horror. Belum sempat meng-handle nya Tao sudah menindihnya dan mengajaknya bergumul dibalik selimut.

Hingga yang terdengar hanyalah desahan nikmat kedua manusia dibalik selimut itu.

TBC/END ?

RnR please.