The Fate by Antonio de wizard
Disclaimer: Uzumaki Naruto made by Masashi Kishimoto
The Fate made by Antonio De Wizard
Genre: Adventure and Friendship
Rate : T
Pair : Naruto x ...
Warning : Semi canon, abal-abal, semi OOC, SKS(sistem Kebut Semalam), smart!Naru, strong!Naru, overpowered!Naru, Rinne!Naru, dll.
Summary : Namikaze Naruto adalah putra sang Yondaime Hokage, Namikaze Minato Sang Konohagakure no Kiiroi senko dan Uzumaki Kushina Sang Red Habanero. Setelah kedua orang tuanya meninggal pada saat umur 5 tahun, ia pun diasuh oleh Sandaime Hokage. Setelah menemukan sebuah gulungan di reruntuhan desa Uzushiogakure, ia mulai memenuhi takdirnya sebagai pembawa kedamaian di dunia shinobi.
A/N: Hello minna, ketemu lagi dengan saya author dari fic ini. Terimakasih semuanya yang telah memperkenan diri untuk mereviews fic saya yang satu ini. Saatnya membalas reviews.
: lebih baik Naruto tidak terlalu over power, karena saat ini umur Naruto saja baru 12 tahun, udah bisa pake Kyuubi mode dan rinnegan... apa itu tidak terlalu berlebihan untuk anak berusia 12 tahun? Ehm.. rencananya author hanya membuat naru menguasai rinnegan pada usia segitu. Tapi tidak akan ia gunakan hingga usia 17 tahun. Ia nanti hanya akan menggunakan jutsu-jutsu elemental dan juga seluruh kekkei genkai. Untuk Kurama mode, itu juga akan ia kuasai pada umur 16-17 tahun.
Angga345: thor words nya tolong di tambahi, biar makin seru. Baik akan kuusahakan.
Ardian: hmm kalo boleh ngasih syaran mending jangan ambil tema latihan 1thun menjadi 1 menit didunia asli deh karena pasti naruto akan terlalu godly. Untuk Godly, disini tidak sampai terlalu godly, kemungkinan hanya sampe overpower. Karena kapasitas chakra sang tokoh utama yang masih kurang, sehingga hanya beberapa jutsu yang bisa ia gunakan
Dan terimakasih yang telah mempolling mengenai pair Naruto di fic ini. No need to taking along time, Please enjoy the Fic.
Special Thanks to : adam660,Angga342,Arif262,Chi no Ookami,Ero Azazel,Rr Elf,Uciha916,Uzumaki Danty, ,kainan,kuso no gaki, mikaze9930,muhammaducuf,prncess haru,senju herwan,surugaya chihaya,wisnataivonny,xkirakun,vira-hime, ,zhai beh,dan mitsuka katsurai. Dan juga untuk semua silent readers yang telah membaca fic saya.
"blablabla"= human talk
'blablabla'= human think or telepathy
"blablabla"= bijuu/summon talk
'blablabla'= biju/summon think or telepathy
[Rasengan] = Name jutsu or technique
Chapter 2 : The Training and Battle in Nami no Kuni
Di sebuah ruangan rahasia di reruntuhan Uzushiogakure, tampaklah seorang pemuda bersurai pirang jabrik sedang melakukan latihan berat untuk menguasai gulungan jutsu-jutsu yang ada di ruangan itu. Di dekat pemuda itu ada seorang pria yang umurnya sudah menginjak kepala lima berjubah merah dengan hiasan api putih di bawahnya. Pria itu sedang mengawasi dan melatih sang pemuda untuk bisa mengarungi jalan takdirnya dengan baik.
[Katon : Goka Mekkakyu (Fire release : Great fire Roar)]
Kata pemuda itu sembari mengeluarkan jurus miliknya. Jutsu katon itu mul;ai melebar dan seperti membentuk sebuah dinding api dan tepat mengenai sasaran. " Bagaimana Jiji? Apa sudah cukup?" tanya sang pemuda sekaligus tokoh utama kita. Pria yang dipanggil Jiji itu berkata sesuatu sambil tersenyum bangga, "Bagus Naruto-kun, kau telah menguasai ninjutsu dengan sangat baik. Namun untuk doujutsu, fuinjutsu, dan hijutsu masih harus ditingkatkan lagi meski sudah cukup baik. Selain itu, kau juga harus meningkatkan staminamu. Karena kamu masih sering memboroskan chakra, sehingga sering membuatmu kelelahan."
Naruto yang mendengar itu cukup bangga, karena ia telah menguasai jutsu rank A maupun rank S pada umur 12 tahun, meski ia sering kelelahan dalam menguasai jutsu-jutsu tersebut. Itulah yang dilakukan Naruto dalam kurun waktu 5 tahun di ruangan itu. Meskipun di dalam ruangan itu 1 tahun sama dengan 1 menit di dunia nyata, tetap saja stamina yang ia punya masih seperti saat pertama latihan karena usianya yang masih muda. "Baik Jiji, sekarang aku harus kemabali pada rekan-rekanku tim 7 di Nami no Kuni untuk menyelesaikan misi yang diberikan oleh Hiruzen-jiji." Kata Naruto. "Dan terima kasih karena mau mengajarkanku semua gulungan-glungan ini selama 5 tahun ini, meski aku tau bahwa di dunia nyata aku hanya berlatih selama 5 menit." Lanjut Naruto. "Baiklah kalau begitu. Gunakanlah jutsu teleportasi milik ayahmu untuk sampai di sana. Lalu, kamu bawa semua gulungan ini dan masukkan ke dalam fuin penyimpanan di pergelangan tangan kirimu." Kata pria itu aka Arashi. "Ha'i" jawab Naruto.
Setelah mendapat izin dari sang kakek sekaligus seorang Uzukage terakhir, Naruto segera memasukkan seluruh perlengkapan ninjanya termasuk seluruh gulungan yang ada di ruangan itu ke dalam fuin penyimpanan miliknya. Setelah itu, ia melakukan handseal dan menghilang dalam kilatan kuning. 'Semoga berhasil Naruto.' Batin Arashi.
.o..O..o.
In Nami no Kuni (Kirigakure no sato and Mizu no Kuni territorial)
Di sebuah tempat di Nami no kuni, muncul sebuah kilat kuning yang kemudian membentuk seorang pemuda bersurai pirang jabrik aka Naruto. 'Ini hutan di Nami no Kuni, mungkin ini adalah hutan dekat rumah dari Tazuna-san' batin Naruto. Ia berjalan menuju arah rumah Tazuna, ia mendengar sebuah teriakan dari arah rumah Tazuna. 'Ini suara dari Tsunami-san, putri dari Tazuna-san. Mungkin rumah itu diserang oleh bandit bayaran dari Gatou. Aku harus ke sana.' Batin Naruto. Ia pun membuat handseal dengan sangat cepat untuk melakukan jutsu teleportasi. "Hiraishin" gumam Naruto yang kemudian menghilang dalam kilatan kuning.
In Tazuna's Home
"KAA-SAN!" teriak seorang anak laki-laki uang melihat tubuh dari ibunya yang bersimbah darah karena serangan dari bandit sewaan Gatou. "L-larilah Inari, cepat pergi s-sebelum mereka menangkapmu." Kata sang ibu aka Tsunami dengan lirih. Anak itu hanya bisa terisak mendengar perkataan dari ibunya. "Jangan khawatir bocah. Sebentar lagi kau akan bergabung dengan ibumu." Kata salah satu bandit itu sembari mengayunkan katana miliknya ke arah anak itu. Anak itu hanya bisa pasrah mengenai nasibnya. Sebelum katana itu mengenai tubuhnya, ia mendengarkan sebuah suara,
[Mokuton : Mokujoheki (Wood release : Wood wall)]
Seketika itu juga, keluarlah beberapa batang kayu yang membentuk suatu dinding kayu dan melindungi anak itu dari tebasan katana para bandit. "Kau tak apa-apa, Inari?" tanya seorang pemuda yang muncul di sampingnya aka Naruto. "Arigatou Naruto-nii. Aku tak apa-apa." Kata sang bocah aka Inari. "Bagaimana Naruto-nii bisa sampai disini?" lanjut Inari bertanya pada Naruto. "Begini...
Flashback On
Naruto POV
Aku telah hampir sampai di dekat rumah Tazuna-san. Namun saat aku sedang berlari, aku mendengarkan teriakan. "KAA-SAN!" Suara itu! Aku kenal suara itu! 'Itu suara dari Inari, pasti telah terjadi sesuatu yang sangat buruk.' Batinku. Aku pun kembali merangkai handseal untuk segera sampai di sana dan menghilang kembali dalam kilatan kuning.
Sesampainya di dekat rumah Tazuna-san, aku melihat Tsunami-san tengah bersimbah darah dan Inari dalam bahaya karena ia hanya pasrah saat seorang bandit mengayunkan katana miliknya ke arah Inari. 'Ini tidak boleh dibiarkan.' Batinku. Aku pun segera merangkai handseal dengan sangat cepat dan mengucapkan nama jutsu yang kugunakan.
[Mokuton : Mokujoheki (Wood release : Wood wall)]
Seketika itu juga, mucul beberapa balok kayu an membentuk dinding kayu untuk melinungi Inari. "Kau tak apa-apa, Inari?" tanyaku padanya. Inari yang melihatku sepertinya langsung memiliki harapan tinggi padaku untuk melindunginya. "Arigatou Naruto-nii, aku tak apa-apa." katanya padaku.
Naruto POV End
Flashback Off
.o..O..o.
Setelah menjelaskan itu pada Inari, Naruto kembali melihat banit-nadit sewaan Gatou itu. "Grr... Siapa kau bocah?" tanya salah satu bandit itu. "Aku? Aku adalah malaikat maut kalian." kata Naruto dengan seringaian tipis, eh ralat... sangat tipis. "Sialan! Kuhajar kau!" kata bandit itu sembari mengayunkan katana miliknya ke arah leher Naruto. Naruto yang melihat itu, segera mengeluarkan kunai bercabang tiga miliknya dari dalam fuin penyimpanannya dan menangkis tebasan bandit itu. "Hebat juga kau bocah." kata bandit itu. Naruto yang telah menangkis serangan itu, segeramembuat handseal.
[Fuuton : Shinku renppa (Wind release : a thousand blades of wind)]
Setelah mengucapkan nama jutsunya, keluar sebuah hembusan angin yang sangat kuat dan dashyat. Jika diteliti lebih jauh, terdapat ribuan pedang yang terbuat dari angin dan mengarah pada para bandit itu.
SRATT! SRATT! JRASHHH!
"ARGHHH!" teriak para bandit yang kemudian tewas seketika setelah terkena jutsu tingkat A itu dan menyisakan satu orang yang tadi ingin menebas Inari dengan katana miliknya. Orang itu terlihat menyedihkan. Pakaiannya yang terkoyak-koyak terkena serangan Naruto, ada juga luka sayatan di sana-sini. "A-ampun tuan maafkan saya. Saya hanya menjalankan perintah dari Gatou karena kebutuhan ekonomi saya. Saya akan segera pergi." kata bandit itu. "Baiklah kuberi waktu 1 menit untuk pergi dari sini." balas Naruto. Bandit itu segera pergi dari tempat itu. Namun sebelum sempat pergi, Naruto berkata sambil merangkai handseal, "Time out". Setelah itu, ia berkata lagi,
[Fuuton : Shinkuujin]
Naruto menghembuskan chakra berelemen angin itu pada kunai bermata tiga milknya dan melemparkannya ke kepala bandit itu.
JLEBB! JRASHH!
"ARGHHHH!" teriak bandit itu kemudian tewas seketika. Inari yang melihat itu hanya syok karena melihat pembunuhan yang cukup sadis baginya. "Maaf Inari, aku harus memperlihatkan hal seperti ini kepadamu." kata Naruto. "Tak apa-apa Naruto-nii. Sepertinya Naruto-nii harus membantu rekan-rekan nii-san di jembatan buatan jii-san." kata Inari. "Baiklah kalau begitu, aku harus pergi. Kamu jaga ibumu, kalau perlu sembuhkanlah ibumu juga ya. Aku akan meninggalkan chi bunshin milikku di sini." kata Naruto sembari menggigit jarinya hingga berdarah. Setelah meneteskan darahnya, ia membuat handseal
[Ninpou : Chi Bunshin no Jutsu (Ninja Art : Blood clone technique)]
POFF!
Muncul satu chi bunshin di samping Naruto. Kemudian, Naruto pergi menggunakan sunshinnya dan menghilang dalam pusaran angin.
In the Bridge
TRANK! TRANK! TRANK!
Terdengar suara dentingan antara ua logam yang beradu. Di atas jembatan, 2 orang tengah beradu pedang dengan kunai di dalam kabut. Yang satu adalah seorang pria berumur 30 tahun dengan sebuah zanbatou yang berukuran cukup besar dan masuk dalam salah satu dari ketujuh pedang legendaris. Dia adalah Zabuza Momochi yang memiliki julukan Kirigakure no kijin (The devil from Kirigakure) dan juga zanbatounya Kubikiribocho. Dan yang satunya lagi adalah seorang pria bersurai silver dan menantang gravitasi. Memiliki mata khas dari klan Uchiha di bagian kiri. Ia adalah seorang pahlawan dalam Perang Shinobi ketiga dalam kejadian Jembatan Kannabi. Ia adalah Hatake Kakashi yang juga dijuluki Kakashi no Sharingan dan seorang copy-nin. Di bagian lain jembatan, terdapat seorang pemuda berambut raven yang terjebak di dalam sebuah kubah yang terbuat dari cermin es. Pemuda dengan model rambut pantat ayam ini sedang terluka parah karena serangan senjata berbentuk senbon. Sedangkan temannya, seorang gadis bersurai pink sedang melindungi seorang pria yang sudah lanjut usia yang diyakini sebagai klien dari para shinobi tersebut. Di dalam cermin es tersebut, tampaklah seorang gadis dengan topeng hunter-nin sedang memegang sebuah senbon. "Kali ini akan kuakhiri." kata gadis itu. Gadis itu mulai merangkai handseal dan melemparkan senbonnya.
[Hyoton : Sensatsu Suisho ( Ice release : Ice needle )]
Cermin-cermin es itu mulai merefleksikan gadis itu dan gadis itu melemparkan jarum-jarum senbon yang terlapisi es ke arah pemuda itu.
TRANK! TRANK! TRANK!
Sebelum senbon-senbon itu menyentuh pemuda berambut raven itu, muncul seorang pemuda bersurai pirang jabrik dari dalam pusaran angin dan menangkis senbon-senbon itu engan kunai miliknya. "Kau tak apa-apa, Sasuke?" tanya pemuda itu aka Naruto kepada pemuda di sebelahnya. "Hn" jawab pemuda itu secara ambigu. "Haah... kau tetap saja seperti itu, Teme." kata Naruto. "Hn" jawab sang pemuda itu secara ambigu (lagi). ' Nih anak kagak punya kata-kata lain apa?' batin Naruto yang sweatdrop mendengar jawaban dari pemuda itu aka Sasuke. Naruto kemudian merankai handseal dan berkata pada Sasuke, "Kita hancurkan kubah ini dengan serangan gabungan kita Teme." "Baiklah, dobe." Balas Sasuke sembari merangkai handseal.
[Fuuton : Daitoppa (Wind release : the wind Wave)]
[Katon : Goukakyu no Jutsu ( Fire Release : Fire ball technique)]
Serangan gabungan elemen api dengan angin itu membentuk sebuah kobaran api yang cukup besar dan menghancurkan kubah itu. "Ugh.. Lumayan juga kalian." kata gadis itu yang sempat terkena serangan gabungan kedua rekan satu tim tersebut. "Namun, sepertinya pertarungan kita cukup sampai di sini." lanjut gadis itu yang kemudian menghilang dengan sunshinnya. ' Sepertinya ada yang aneh dengan gadis itu. Aku harus ke tempat Kakashi-sensei' batin Naruto. "Teme, segera menuju ke tempat Sakura dan juga Tazuna-san agar kau bisa memulihkan lukamu. Aku akan pergi ke tempat Kakashi-sensei berada." kata Naruto. "terserah kau saja dobe." kata Sasuke. "Aku pergi dulu teme." kata Naruto yang kemudian menghilang dengan sunshin angin miliknya.
.o..O..o.
Meanwhile in Kakashi place (a few minute ago)
Di tempat Kakashi, kabut masih menutupi tempat itu. Di dalam kabut, seorang pria bernama Zabuza masih menyerang Kakashi dengan zanbatou miliknya. Untuk mengatasi serangan Zabuza, ia menggigit jarinya hingga berdarah dan segera membuat handseal.
[Ninpou : Kuchiyose no Jutsu (Ninja Art : Summoning Technique)]
Di sekitar tubuh Kakashi, muncul para anjing ninja dengan hitai-ate berlambang shinobi dan segera menyerang Zabuza alam kabut dengan bantuan penciuman mereka. Para anjing ninja itu menggigit tubuh Zabuza dan membuatnya tidak bisa menghindari serangan dari Kakashi, sementara Kakashi kembali membuat handseal.
[Raiton : raikiri (Lightning release : Lightning blade)]
Kilatan petir mulai bermunculan di tangan kanan Kakashi dan membentuk seperti sebuah pedang petir. Kakashi segera berlari menuju Zabuza dan bersiap menusuk jantung Zabuza dengan Raikiri. Namun, sebelum jutsu itu menembus jantung Zabuza, tiba-tiba datanglah seorang gadis dengan topeng hunter-nin itu dan melindungi Zabuza dari serangan Kakashi. "Haku... M-mengapa kau melakukan ini?" tanya Zabuza pada gadis bernama Haku tersebut. " Tak apa=apa, Z-Zabuza-sama. I-ini sebagai b-balas budiku karena Zabuza-sama menolongku saat pembantaian klan Yuki." kata Haku dengan terbata.
Kakashi yang melihat itu hanya syok karena teringat akan kejadian rekan satu timnya dulu dan juga orang yang disayanginya. Kejadian kematian Rin kembali terngiang dalam ingatan Kakashi. Kejadian yang sama, di mana ia menusuk jantung orang lain dengan jutsu yang sama karena orang itu melindungi orang lain. "Rin..." gumam Kakashi lalu mencabut tangannya dari tubuh Haku sehingga tampaklah sebuah lubang di dadanya. Naruto yang sampai di sebelah Kakashi juga syok melihat musuhnya tadi mengorbankan nyawanya bagi Zabuza. ' Jadi itu yang ia masksud dengan pertempuran tadi.' Batin Naruto.
"HUAHAHAHA... Sepertinya kau gagal melaksanakan tugasmu Zabuza." kata seorang pria bertubuh pendek yang dikelilingi para bandit dan missing-nin itu. Zabuza, Kakashi, dan Naruto yang mendengar tawa tersebut segera melihat pria itu. "Gatou.." kata Zabuza dengan geram melihat pria bertubuh pendek itu. "Woi bocah, pinjamkan aku kunai milikmu." kata Zabuza pada Naruto. "Tidak usah Zabuza-san, biar aku yang menghabisi mereka." kata Naruto dengan percaya diri. "Apa kau yakin Naruto?" tanya Kakashi pada muridnya itu. "Sangat yakin, sensei." kata Naruto.
Naruto segera melangkah ke depan Zabuza. "HAHAHA... Apa yang ingin kau lakukan bocah?" tanya salah satu bandit itu. Naruto yang mendengar itu hanya diam sambil mengambil sebuah kunai bermata tiga dari fuin penyimpanannya. 'I-itukan kunai khas milik Minato-sensei?' Batin Kakashi. Kemudian, Naruto melemparkannya an membuat handseal.
[Tajuu Kunai Kagebunshin no Jutsu (Multiple kunai Shadow clonew technique)]
Seketika itu juga, kunai yang tadinya hanya satu menjadi ratusan buah kunai. "HAHAHA... Apa kau pikir kami akan kalah dengan serangan seperti ini?" tanya salah satu missing-nin sembari menghindari lesatan kunai itu. Naruto yang melihat itu hanya menyeringai dan mengambil kunai bermata tiga lagi. Setelah itu, ia membuat handseal.
[Hiraishin (Flying Thunder God)]
Setelah mengatakan nama jutsunya, ia mengilang dalam kilatan kuning. 'M-mustahil. Darimana Naruto bisa mempelajari jurus Hiraishin? Apa ini berkat ia menghilang dalam latihan bersama tim itu.' batin Kakashi yang terkejut melihat Naruto menggunakan jutsu andalan senseinya. 'Di mana bocah itu?' batin para bandit itu.
JRAASH! JRASH! JRASH!
"ARGHHH!" teriak para antek-antek Gatou saat diserang oleh Naruto dengan teknik 'Flying Thunder God' miliknya. Hanya dalam waktu beberapa detik, para antek-antek Gatou itu tewas seketika dengan keadaan mengenaskan. 'I-itu adalah teknik yang mengerikan.' Batin Zabuza yang syok melihat pembantaian massal yang dilakukan oleh Naruto. 'Sial, seberapa kuat kau dobe.' Batin Sasuke yang baru saja sampai di tempat Kakashi. 'Mengerikan.' Batin Sakura dan Tazuna.
Gatou yang melihat itu langsung ciut nyalinya melihat pembantaian yang dilakukan oleh Naruto. "A-ampun tuan. T-tolong lepaskan aku dan akan kuberikan semua uangku kepadamu." Kata Gatou pada Naruto. "Uang tidak akan mengembalikan nyawa yang telah melayang. Kau tidak dapat mengerti bagaimana rasanya kehilangan orang yang sangat kau sayangi. Sebaiknya kau diam saja." Kata Naruto pada Gatou. "Lakukan apa yang akan kau lakukan padanya Zabuza-san." Lanjut Naruto pada Zabuza. Zabuza yang mendengar hal itu segera menebaskan zanbatounya kepada Gatou.
JRASH!
"ARGHHH!" teriak Gatou yang kemudian tewas seketika. Naruto, Zabuza, dan Kakashi segera kembali ke tempat Tazuna sambil membawa jenazah Haku. Namun, tiba-tiba Naruto ditarik paksa ke dalam mindscapenya.
MINDSCAPE
Naruto sekarang berada di sebuah tempat seperti tempat pembuangan air. Naruto segera melangkah menyusuri lorong itu hingga tiba di depan sebuah jeruji raksasa yang mengurung sang Bijuu terkuat, Kyuubi no Yokou atau Kurama.
"Ada apa Kurama? Mengapa kau memanggilku ke sini?" Tanya Naruto pada Kurama. "Aku akan memberitahukan kepadamu cara untuk membangkitkan gadis itu." Kata Kurama. "Benarkah itu Kurama? Bagaimana caranya? Cepat beritahu kepadaku." Tanya Naruto dengan mata berbinar. Kurama yang mendengar hal itu malah menyeringai ala rubah miliknya. "Apakah Jinchurikiku ini memiliki perasaan terhadap gadis yang baru saja ia temui pada saat pertempuran?" Tanya Kurama dengan seringai khas rubah miliknya.
Naruto yang mendengar itu malah berkata, "Apa yang kau bilang bola bulu? Seenaknya saja kau berkata itu. Aku hanya ingin Zabuza-san terlihat gembira dengan kembalinya Haku, karena Haku adalah orang yang disayangi oleh Zabuza dan aku tidak mau Zabuza-san mengalami hal yang sama seperti yang kualami." Kata Naruto kepada Kurama. 'Kau memang bocah yang menarik Naruto.' Batin Kurama. "Baiklah, aku akan memberitahukan caranya. Pertama, alirkan chakra berelemen angin pada gadis itu. Kemudian, alirkan chakra elemen air pada gadis itu untuk membentuk kekkei genkai Hyouton. Terakhir, alirkan chakra milikku untuk menyembuhkan luk gadis itu. Namun jika kau ingin memilih cara instan, gunakan jurus ' Gedo: Rinne Tensei no Jutsu' tapi konsekuensinya adalah kematian." Kata Kurama pada Naruto.
"Lebih baik menggunakan cara yang memakan waktu yang cukup lama, daripada harus mengurbankan nyawaku karena kedaimaian belum tercipta di dunia shinobi ini. Aku tidak akan mati, sebelum kedamaian tercipta di dunia ini." Kata Naruto dengan mantap. "Baiklah, sebelum itu kau harus mengikat kontrak denganku sebagai hewan kuchiyose milikmu. Tulis namamu dengan darah ke gulungan kontrak ini." Kata Kurama ke Naruto. "Untuk apa kau membuat kontrak denganku Kurama?" Tanya Naruto. "Bodoh! Ini adalah cara agar gurumu itu tidak curiga mengenai chakra milikku yang keluar dari dalam tubuhku. Lagipula kau telah merubah susunan fuin dalam Hakke fuin ini sehingga aku bisa leluasa keluar masuk tubuhmu." Kata Kurama sembari sweatdrop karena jinchurikinya terkadang sangat jenius melebihi klan Nara namun dapat idiot dalam waktu bersamaan.
Naruto kemudian menanda tangani kontrak itu dan keluar dari mindscape miliknya.
MINDSCAPE End
.o..O..o.
Kemudian, Naruto bertanya pada para shinobi yang ada di situ, "Siapa di antara kalian yang memiliki chakra berelemen air?". Zabuza yang mendengar perkataan Naruto segera maju ke hadapan Naruto. Naruto yang melihat itu hanya tersenyum sembari berkata, "Baiklah Zabuza-san, mari kita bangkitkan kembali Haku dengan chakra kita. Namun, sebelum itu aku harus memanggil kuchiyose milikku.". Kemudian ia membuat handseal dan berkata,
[Kuchiyose no Jutsu : Kurama (Summoning Technique : Kurama)]
Setelah itu, muncul seekor rubah berekor sembilan dengan mata berwarna merah ruby. Lalu, Naruto dan Zabuza segera melakukan ritual penyelamatan Haku.
Naruto POV
Setelah aku meng-kuchiyose Kurama, aku dan Zabuza-san segera mengalirkan chakra kami yang akan membentuk kekkei genkai Hyouton dan dibantu oleh Kurama yang mengalirkan chakra miliknya untuk menyembuhkan luka dalam maupun luar yang dialami oleh Haku. "Zabuza-san, apa kau masih memiliki jumlah chakra yang cukup? Karena ini akan memakan chakra sebesar 40%." Kataku padanya. "Sepertinya itu cukup, aku masih memiliki chakra sebesar 60% setelah melawan gurumu." Jawabnya. Kami pun kembali mengalirkan chakra pada Haku hingga suasana di sekitar kami menjadi sangat dingin dan sepertinya cara ini berhasil. 'Kurama, apakah guruku terlihat curiga saat ia melihatmu? Aku masih harus fokus terhadap pemberian chakra ini.' Kataku melalui telepati. 'sepertinya ia sedikit kaget, namun sekarang ia tidak terlihat kaget. Mungkin ia mengetahui bahwa kita telah berpartner, Gaki' kata Kurama.
Seketika itu juga, luka pada jantung Haku mulai menutup dan aku merasakan bahwa jantungnya juga mulai berdetak. Kemudian, ia mulai bernapas dan membuat aku dan Zabuza-san lega karena cara yang kami lakukan berhasil membangkitkan Haku.
Naruto POV End
Saat itu juga, mata Haku mulai terbuka. Ia bingung karena terakhir yang ia ingat, ia sedang melindungi Zabuza dari serangan Kakashi. "Ada apa ini? Mengapa aku masih hidup? Bukannya aku tadi melindungi Zabuza-sama?" tanya Haku pada semua orang yang ada di situ. Namun bukanlah jawaban yang ia dapat, melainkan sebuah pelukan dari siapa lagi kalu bukan Zabuza yang sebelumnya khawatir terhadap keadaan Haku. Naruto yang melihat itu hanya tersenyum dan melakukan handseal untuk mengembalikan Kurama.
[Kuchiyose no Jutsu : Kurama : Kai (Summoning Technique : Kurama : Release)]
Seketika itu juga, Kurama menghilang dari pandangan semua orang. "Zabuza-san, apakah kau dan Haku akan ikut bersama kami ke desa Konohagakure?" tanya Sakura pada Zabuza. "Ehm.. Mungkin aku akan berada di Nami no Kuni terlebih dahulu sebelum ke sana." Kata Zabuza. "Baiklah kalau begitu, Tazuna-san kami mohon undur diri karena misi kami telah selesai.' Kata Kakashi. "Baiklah, arigatou minna-san." Kata Tazuna.
SKIP TIME
Naruto dan tim 7 telah selesai bersiap-siap untuk kembali ke Konoha setelah menyembuhkan Sasuke dari lukanya akibat pertarungan melawan Haku. "Baiklah Tazuna-san, kami pergi dulu." Kata Naruto. "Arigatou Naruto-kun. Dan sebagai tanda penghormatan kami atas pengabdianmu dalam mengalahkan Gatou, maka jembatan yang baru saja kubangun ini akan kuberi nama The Great Naruto Bridge." Kata Tazuna. "Tidak usah seperti itu, Tazuna-san." Kata Naruto sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Kemudian, Naruto dan yang lainnya segera melakukan perjalanan kembali menuju Konoha.
~TBC~
Hahh... Akhirnya chapter 3 telah selesai. Bisa dibilang ini adalah chapter yang cukup panjang yang pernah saya buat selama sebagai author. Nah, kali ini aku akan memberi tahu hasil polling sementara:
Hyuuga Hinata=9
Haruno Sakura=6
Uzumaki Karin=6
Konan=-
Yuki Haku=1
Yamanaka Ino=4
Hyuuga Hanabi=1
Silahkan polling sebanyak-banyaknya agar kunoichi kesukaanmu masuk dalam pairing Naruto. Polling akan saya tutup saat Arc Shippuden berlangsung. So, keep vote and help me to know the good pair for Naruto. Sekian dari saya pada chap ini, dan jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian pada fic ini. So, Please reviews.
