Hari ini hari kelima. Hampir seminggu Renjun pacaran dengan Yena,teman sekelasnya. Awalnya mereka hanya pernah duduk sebangku , kemudian Renjun menerima pesan dari Yena setiap malam. Hanya menemani Yena yang kesepian,pikirnya . Tapi enam hari yang lalu , tiba-tiba dia menerima pesan aneh tengah malam.

Yena_yn : Ren….Jun….

Yena_yn : Sudah tidur ?

Yena_yn : Butuh bantuan … bangun sekarang !

Renjun00: Aku masih mengetik … ada apa ? sabar dong

Yena_yn : Kenal Chani ? siswa SMA sebelah.

Renjun00:Tidak , kenapa ?

Yena_yn : Dia baru saja bilang kalau suka aku. Hehehehe ,menurutmu harus bagaimana ?

Yena_yn : Terima atau tolak ?

Renjun00: Kamu suka dia nggak ?

Yena_yn : Nah , aku sukanya sama kamu .Hehehe ,

Renjun00: Jangan diterima , besok kita bicara berdua.

Yena_yn : Sipp, aku tolak dia.

Yena_yn : Sampai jumpa besok #mimpikanakuplis

Renjun00: Ya .. ya.. ya.. Kamu juga.

Bagaimanapun Renjun juga manusia biasa. Pernah juga dia pikir Yena itu cantik, baik, riang, pintar juga. Omong-omong teman sekelasnya kan tidak ada yang bodoh. Bisa dibilang Yena itu idaman dikelas. Kelasnya sering bermain truth or dare, dan semua laki-laki dikelasnya yang kena Truth akan menjawab Yena yang paling dekat dengan tipe idealnya saat ditanya "Siapa yang ingin kamu jadikan pacar dikelas ini ?".Kecuali satu orang , Hongwon . Ya , pacarnya juga dikelas ini , jadi mana mungkin dia jawab begitu.

Hari pertama mereka jadian , Renjun merasa menjadi laki-laki yang sangat beruntung. Dia tidak perlu mendengarkan penjelasan Guru karena Yena akan senang hati menjelaskan padanya saat pulang. Tidak perlu menyimpan uang untuk kencan mereka karena mereka sekelas, menghabiskan waktu bersama saat istirahat sudah cukup untuk mereka. Orang tua Yena tidak mengizinkannya keluar rumah , jadi itu alasan mereka tidak pernah kencan selain disekolah. Bisa hemat, pikir Renjun.

"Kamu pacaran dengan teman sekelasmu ?"

Itu Jeno yang bertanya. Sekarang mereka berdua sedang membaca di perpustakaan .

"Aa… iya aku lupa cerita . Hehehe , maaf ya " jawab Renjun kikuk . Dia benar-benar lupa cerita pada Jeno. Maklum, lima hari ini hidupnya hanya dipenuhi dengan guru-guru kelas yang menggoda Renjun dan Yena sebagai pasangan baru , belum teman-temannya , lalu memberikan Pajak Jadian dan banyak hal mengejutkan lainnya.

"Tak apa, tapi aneh jadinya. Aku malah dengar dari, teman sekelasmu."

"Siapa?"

"Doyeon, yang tinggi itu. "

"Kamu kenal dia ?" Renjun bertanya karena seingatnya dia hanya pernah mengenalkan Jeno pada Hina .

"Dia menyapaku waktu itu. Jadi aku sekalian tanya kabarmu, dia jawab kamu sedang bahagia karena baru dapat pacar. "Jeno berusaha menjawab dengan suara sepelan mungkin. Dia masih ingat kalau mereka masih diperpustakaan.

"Hm,, Bahagia. Sekedar informasi ,namanya Yena " Kemudian Renjun tersenyum sangat lebar.

"Yang Yena ? Serius? Jangan jangan dia kamu pelet ya"

"Terserah" Menjawab dengan wajah datarnya. Renjun tidak tertarik pada gurauan Jeno yang mengatainya menggunakan pelet.

"Bercanda. Seingatku dia satu-satunya siswi yang ikut lomba besok."

"Perhatian sekali pada pacarku "

"Hais… jangan bilang kamu tidak tau !"

"Tau , nanti sore dia berangkat . Mana mungkin aku tidak tau,"

"Ya..ya , kamu kan pacarnya" Jeno kemudian mengusak rambut Renjun gemas.

"Berhenti,nanti kalau ada yang lihat dikira aku selingkuh"

Renjun menarik kepalanya menjauhi tangan Jeno kemudian menata kembali rambutnya agar lebih rapi.,

"Omong-omong,kita belum bicara tentang waktu itu. Yang kamu tiba tiba menghindar. Aku sedih lho," Jeno mengganti topic pembicaraan mereka dengan tenang. Tidak tau kalau temannya sedang kesusahan mencari alasan untuk menjawab.

"jangan bahas,sudah lewat juga. 5 menit lagi masuk, ayo keluar!"

"Yaaaah,padahal aku sudah siap koreksi diri. "

Kemudian tangan Jeno ditarik untuk keluar dari perpustakaan. Lama-lama disana nanti Renjun kehabisan kata-kata. Tidak mungkin dia bilang kalau dia suka Jeno,makanya dia -bisa nanti Jeno yang menjauh.


"Ada yang ditinggal kekasih nih, " Hina tiba-tiba mengagetkan Renjun yang sedang membuka laptopnya dikelas. Smartphonenya mati , jadi dia membuka pc untuk menghubungi Yena yang sedang keluar kota.

"Mau bagaimana lagi, kamu tidak pulang ?"

"Ayo pulang bersama, "

"Rumah kita beda arah, kamu lupa ?"

"Sampai halte saja,bagaimana ?"

"Ya,tunggu aku membalas pesan Yena dulu. "

Sebelum Renjun dan Yena dekat ,biasanya Hina yang mengajak Renjun pulang bersama. Tapi sekarang, Hina cukup tau diri dia siapa. Tidak mungkin dia ditengah-tengah pasangan , mau ditaruh mana wajahnya dilihat teman-temannya. Mungkin ini kesempatannya untuk mempertahankan posisinya sebagai teman sekelas Renjun yang bisa jadi teman curhat. Atau teman yang lebih dekat , terserah. Intinya Hina masih terbayang bagaimana kacaunya Renjun saat itu. Jadi dia memutuskan untuk selalu ada untuk Renjun, sebagai teman tentunya.

"Yena ,dia baik ya ?cantik juga, dia pintar,mudah bergaul, kamu beruntung sekali." Ucap Hina ketika mereka duduk dihalte menunggu bus. Hanya ada sedikit siswa disana,mungkin yang senasib dengan mereka , tidak segera pulang saat jam pelajaran selesai.

"Iya, aku saja kaget waktu dia bilang suka padaku. Hahaha"jawab Renjun jujur. Sudah terlanjur banyak rahasia yang dia ceritakan pada Hina. Jadi tidak ada batasan baginya untuk menceritakan apa saja pada temannya itu. Jawaban Renjun membuat Hina juga ikut tertawa, suka merendah menurutnya.

"Jeno sedih ,kamu tau ?. Dia bilang begini kemarin "Aku titip Renjun ya, Hina" ,wajahnya… kelihatan terluka"

"Kenapa dia sedih ?"

"Dia bilang kalian sudah jarang bersama lagi. Bahkan dia tau kalau kamu punya pacar dari orang lain. Merasa gagal menjadi sahabat,katanya. Menurutku kamu juga agak keterlaluan,hehehe .maaf ya "

"Jangan begitu, nanti aku malah tidak jadi move on dari Jeno. Lagipula dia dulu yang menjauh, jadi kenapa harus dia . kan harusnya aku ." Renjun membela diri.

"Dia bilang dia tidak menghindar. katanya ,dia takut mengganggumu kamu tanya dia saja. "

"Menurutku itu karena Yeri. Dia kan selalu ada untuk Yeri, mana punya waktu untukku. " Dia mendengus tidak suka dengan penuturan Hina. Harusnya temannya itu tau bagaimana perasaannya. Sudah seperti orang gila saat dia terus menghindar dari Jeno, dan Jeno yang tidak pernah mendekatinya. Menunggu Renjun mengiriminya pesan 'semangat untuk ujiannya' pada Jeno, baru mereka dekat kembali.

"sudahlah,lebih baik kamu bantu aku move on saja. "

"ya,ya…Semangat move on Renjun. Hehehe. Tapi omong-omong kamu pacaran dengan Yena,tapi kamu suka Jeno ?"

"Entah,. Aku ingin pacaran saja, lalu tiba-tiba Yena bilang kalau dia suka aku, jadi…begitulah."

"Jadi…. Bagaimana?"

"Mungkin….bisa jadi aku suka Yena ,hehehe. Kamu sendiri juga bilang kalau yena itu cantik, baik, pintar,mana mungkin aku tidak suka."

"Busnya datang, ayo !"

"Aku tidak naik bus itu, kamu lupa ?" Rasanya Renjun ingin menyentil dahi Hina saat ini. Dia terlanjur dibuat berdiri mendekati pintu Bus yang tidak akan mengantarnya kerumah.

Hina membalikkan badannya sebelum masuk.

"Oh iya,aku , bye Renjun !jangan lupa fotokan jawaban PRmu nanti ya,nanti aku kirim punyaku juga sekalian diskusi "

Renjun merespon dengan menganggukkan kepalanya kemudian melambaikan tangan sebelum kembali duduk untuk menunggu bus berikutnya.


Lampu notifikasi pada layar smartphone Renjun tiba-tiba menyala. Segera dia membuka kunci dan melihat siapa yang mengiriminya pesan.

Yena_yn : Sayang, cek grup kelas

Yena_yn : Sayang,

Yena_yn : Renjun, jangan bercanda

Yena_yn : Dimana?

Renjun00: Tunggu sebentar

Itulah alasan kenapa Renjun buru-buru membuka aplikasi chattingnya. Dia selalu mematikan notifikasi grup, dan beberapa temannya. Tidak mau terganggu kalau tiba-tiba berbunyi tengah malam . Dia hanya mengaktifkan notifikasi untuk Yena, Hina dan Jeno tentunya.

Dan hal yang menjengkelkan terjadi saat Renjun membuka ruang chat grup kelasnya. Temannya mengunggah fotonya dan Hina di Hina yang sedang tertawa Kemudian temannya yang lain memperkeruh keadaan. Tapi kenapa Hina tidak mengirimnya pesan , padahal dia bisa meminta Renjun untuk membantu menjelaskan.

Renjun00 : Sudah kubaca

Renjun00 : Kita cuma teman, kamu juga teman Hina kan.

Renjun00 :Yena , sayang ?

Yena_yn :Bohong !

Renjun00 : Serius, dia cuma temanku. Kita sekelas, mana mungkin aku selingkuh dengannya.

Yena_yn :Kalian dulu juga sangat dekat.

Renjun00: Ya, kita dulu dekat. Sekarang juga, tapi cuma teman. Sungguh.

Tidak ada balasan dari Yena. Setelah beberapa saat, dia menerima pesan suara.

"Begini saja. Kamu pilih aku atau Hina ? Kalau kamu pilih Hina, kita putus saja. Kalau kamu pilih aku, kamu jangan pernah bicara dengan Hina lagi"

Pertanyaan itu, Renjun sangat malas membalasnya. Mungkin Yena butuh waktu untuk meredakan emosinya , jadi dia bisa mengerti. Renjun memutuskan untuk tidur setelah menjawab pesan suara Yena.

Renjun00 :Maaf,sayang.

Lalu dia mematikan smartphonenya untuk segera tidur.


Keesokan harinya, kelasnya menjadi lebih aneh dari biasanya. Teman-temannya terlihat menghindar, entah kenapa. Tapi Renjun memang tidak terlalu peduli, jadi dia putuskan untuk menyiapkan buku untuk pelajaran pertamanya.

Beberapa saat kemudian, Hina datang dengan tas punggungnya. Tersenyum sangat lebar saat tau ada bangku kosong disebelah Renjun. Tidak ada bangku tetap dikelas ini, semuanya tergantung siapa yang datang pagi, dia yang berhak memilih dimana dia duduk. Jadi sekarang Hina duduk dengan Renjun.

"Aku kemarin lupa mengerjakan PRnya, jadi aku menyalin punyamu malam-malam . Hehehe. Maaf ya , "

Benar juga, kemarin menjelang malam Renjun menepati janjinya untuk mengirim foto jawaban PRnya pada Hina untuk didiskusikan bersama. Tapi Hina tidak mengirim jawaban yang Hina tulis.

"Aku ketiduran kemarin, jadi … yaa begitulah. Aku tidak sempat membalas pesanmu, terlanjur panik. " Ujar Hina berterus terang. Renjun hanya mengangguk , lagipula wajar kan , semua orang juga bisa ketiduran. Hina juga bisa ketiduran, untuk apa dia mempermasalahkannya.

Yang harus dipermasalahkan adalah tatapan teman-temannya yang tersenyum memaksa. Raut muka mereka seperti terganggu, dan tatapan aneh lainnya.

"Jeno bilang padaku tadi pagi , "Katakan pada renjun nanti buka pesan dariku , oke!" begitu" Hina terdengar mencoba menirukan suara Jeno yang agak berat. Itu terlihat lucu, Renjun hanya tertawa setelahnya . Hina juga tertawa , sambil memukul lengan Renjun yang menertawakannya. Tertawa bersama, konyol sekali mereka .

Je_NO : HI ,

Je_NO : Malam,

Je_NO : Sudah tidur ya ?

11.40 pm

Je_NO : Kamu putus dengan Yena ?kalian kenapa ?

Je_NO : Kamu sekarang dengan Hina ?

06.27 am

Serangkaian kalimat pada pesan yang dikirim Jeno membuatnya bingung. Putus dengan Yena ? lalu dengan Hina? . Kapan mereka putus?. Tanpa niat membalas pesan tersebut,Renjun memutuskan membuka chatroomnya dengan Yena.

Renjun00 : Maaf,sayang.

Yena_yn : Jadi Hina?kamu pilih dia ?

11.02 pm

Yena_yn : BALAS PESANKU !

11.43 pm

Yena_yn : Kamu serius ?

00.28 am

Yena_yn : Yasudah,kita putus saja. Terimakasih untuk waktunya selama ini.

Renjun hanya diam tanpa berkedip. Bukan ini yang dia mau,tapi hanya memberi waktu Yena untuk berpikir jernih. Dia merasa tidak nyaman sekarang. Pantas teman-teman dikelasnya melihat Renjun dan Hina aneh.

"Ternyata aku sudah putus dengan Yena " ucap Renjun pelan.

"Serius ? kenapa? " tanya Hina yang awalnya sibuk menata bukunya diatas meja, bersiap untuk jam pelajaran pertamanya.

"Salah paham. Tak apa, lagipula aku jadi merasa bebas." Renjun tersenyum kemudian melanjutkan

"Kamu semalam tidak buka grup kelas ?"

"Tidak, kan aku sibuk menyalin. Hehehe,lalu aku tidur. Kenapa?"

"Bukan apa apa. "


Beberapa hari semenjak hari itu, hubungan Renjun dan Yena kembali menjadi perbincangan di sekolah. Guru-guru juga begitu. Hina pun tau penyebab putus teman dekatnya, yaitu dirinya sendiri. Berulangkali Hina meminta maaf karena menjadi perusak hubungan mereka ,dan berulangkali juga Renjun selalu menjawab tidak apa-apa . Percuma saja dia berpacaran dengan Yena tapi dia ternyata selalu mencintai Jeno.

Hubungan Renjun dan Jeno juga tidak seburuk sebelumnya. Dia kembali sering menemani Jeno latihan sambil membawa air minum,mengobrol dikantin, belajar bersama,keluar bersama .Renjun merasa bahagianya sudah kembali. Entah kenapa akhir-akhir ini Jeno tidak pernah membicarakan Yeri-nya lagi. Membuat Renjun tambah ingin terus menempel pada Jeno.

Awalnya, setelah kabar kandasnya hubungan Renjun dan Yena, Jeno mencoba untuk bertanya pada Renjun bagaimana suasana hati sahabatnya itu yang dijawab dengan "Aku tidak apa apa,santai saja." . Lalu Jeno mencoba berbagai cara agar Renjun mau bercerita tentang masalahnya. Tapi sebenarnya Renjun bukan siswa yang punya banyak masalah, kecuali masalah hatinya. Jadi dia bingung ingin bercerita tentang apa. Kemudian dia memutuskan untuk menceritakan tragedi Yena yang salah paham dengan hubungannya dan Hina. Dan dengan senang hati Jeno bilang kalau dia akan membantu Renjun mengembalikan imagenya yang sudah hancur di sekolah. Sudah dibilang, Jeno itu baik. Kalau begini yang susah juga Renjun, kapan dia bisa melupakan Jeno kalau begini.

TBC

Mau cerita sedikit. Minta maaf juga,ya .Saya tau kalau ff ini alurnya lambat, ya saya sadar. Butuh berchapter-chapter , bahkan sampai sekarang kalian masih belum ada tanda-tanda apa jeno suka sama Renjun atau sebenernya ini alurnya sama kaya kisah author sendiri #eak. Well, sebenarnya , dunia nyata nggak seindah dunia di fanfiction-fanfiction yang kalian pernah baca.

Di FF, tokohnya tau mereka suka sesama jenis waktu lihat senyumnya doi, waktu lihat badannya doi, waktu sadar kalau doi orang baik dan semacamnya. Di dunia nyata yang pernah sama alami, ya sama kayak yang saya tulis di unwanted crush. Sedihnya sama, bapernya sama, bingungnya sama, lama pekanya juga sama. Dan yang penting "nggak pingin punya perasaan kaya gini" juga sama.

Didunia nyata , nggak semudah itu bilang "aku cinta kamu, " kemudian meluk sambil nangis-nangis bahagia karena sidoi punya rasa yang sama , sama sahabat yang jelas-jelas sejenis. Hahaha,, coba aja kalau nggak percaya . Mungkin beberapa dari adegan yang saya tulis nggak jauh beda dari hal-hal yang biasa anak sekolah lakuin disini,karena memang itu pengalaman . hidup saya nggak serumit di drama atau ff yang sering kalian baca ,cuman yaa….kisah romansa author yang complicated aja ,cukup bikin pusing dan riweuh .

Jadi,mau nanya aja. Enaknya dilanjut sesuai sama pengalaman saya , atau pake adegan adegan romantis ala FF yaoi lainnya ? . hehehe,ditunggu komentarnya .