UNTIL THE END

Kimmy Cho Present

.

.

CAST: Cho Kyuhyun, Park (Cho) Jung Soo, Lee (Cho) Donghae

OTHER CAST: Cho Young Hwan, Kim Hanna, Lee Na Yeon, Lee Jonghyun

.

.

GENRE: Family, Brothership, Sad, Hurt

.

.

RATED: T

.

.

WARNING: TYPO bertebaran sepanjang mata memamdang, cerita pasaran dan membosankan. Tulisan dengan cetak miring itu FLASHBACK yaww..

.

.

Sebuah kesalahan...

Akibat dosa yang dilakukan oleh orang-orang dewasa itu,

Bocah polos tak berdosalah yang menjadi korbannya...

Anak sialan, anak pembawa sial, anak haram, anak tak tahu malu, anak perusak hubungan orang...

Kata-kata itulah yang selalu menemaninya...

Apakah sampai terakhir akan terus seperti ini...?

Dibuang dan tak diharapkan...

Karena terlahir sebagai sebuah kesalahan...

.

.

.

***UNTIL THE END***

"Bukankah kau ingin menjadi anak yang berbakti? Mulai sekarang tinggallah disini bersama appamu, dan..." Jeda sebentar. Hanna terlihat berat untuk mengatakannya. "Jangan pernah lagi memanggilku dengan sebutan eomma"

PART 2

Kyuhyun meringis, tangan kanannya terangkat meremas dada sebelah kirinya dan tangan kirinya segera merogoh tas sekolahnya, mencoba mencari botol berisi pil berjumlah cukup banyak dari dalam sana. Keringat dingin keluar dengan begitu derasnya. Setelah berhasil mendapatkan apa yang dicarinya, Kyuhyun segera mengeluarkan satu butir pil dari botol kecil tersebut dan langsung menenggaknya tanpa bantuan air minum sama sekali.

Sepuluh menit berlalu belum ada tanda-tanda sakit itu akan hilang. Dadanya masih naik turun tidak beraturan, bahkan Kyuhyun nampak kesusahan menarik nafasnya. Seharusnya ia sudah terbiasa dengan rasa sakit ini. Rasa sakit yang sudah menemaninya selama lima belas tahun hidupnya.

"Kim Kyuhyun-ssi?" Sebuah suara menyentak Kyuhyun. Kyuhyun mengangkat kepala dan melihat siapakah orang yang memanggilnya tadi.

"Lee Jonghyun-ssi.." Suara Kyuhyun terdengar begitu lemah dan bergetar, membuat pria berusia lima belas tahun itu mengerutkan keningnya.

"Kyuhyun-ssi, gwenchana? Kau terlihat sedang tidak baik" Pemuda bernama Lee Jonghyun itu berucap dengan nada yang sedikit khawatir.

"Gwenchana. Aku tidak apa-apa" Dan sepertinya pil yang tadi ia minum mulai bekerja, wajahnya yang tadi menampakkan ekspresi kesakitan kini mulai berangsur tenang bahkan suaranya pun sudah tidak bergetar lagi seperti tadi. "Ahh Jonghyun-ssi, apakah ada barangmu yang tertinggal?" Lanjut Kyuhyun dengan suara yang sudah kembali normal seperti biasanya.

Lee Jonghyun merupakan murid baru di Shinhwa Senior High School. Pemuda sepantaran Kyuhyun itu baru dua bulan bersekolah disana. Dan apa yang Kyuhyun katakan barusan adalah benar. Ada barangnya yang tertinggal, maka dari itu ia kembali lagi ke kelas untuk mengambilnya. Namun, saat tadi Jonghyun akan memasuki kelas, ia melihat Kyuhyun yang nampak sedang kesakitan. Jonghyun yang merasa khawatir terjadi sesuatu pada teman sekelasnya itupun langsung menghampiri Kyuhyun dan menanyakan keadaan pemuda pucat itu.

"Ne, aku mau mengambil buku tugasku yang tertinggal dilaci meja" Jawab Jonghyun dengan mata yang masih menatap Kyuhyun intens. "Kau sendiri belum pulang?" Jonghyun bertanya sembari berjalan menuju tempat duduknya untuk mengambil buku tugasnya yang tertinggal.

"Sebentar lagi aku pulang" Jawab Kyuhyun yang kali ini gantian menatap Jonghyun.

"Ohh.. Ingin pulang bersama?" tawar Jonghyun yang sudah kembali berdiri dihadapan Kyuhyun.

"Ani, terima kasih atas tawarannya. Tapi aku akan pulang sendiri saja"

"Ahh baiklah kalau begitu" Ini merupakan percakapan pertama mereka selama dua bulan Jonghyun bersekolah disini. Sebenarnya Jonghyun ingin sekali berteman dengan Kyuhyun, tapi Jonghyun sendiri bingung harus bagaimana memulainya. Jonghyun mendengar dari teman-temannya yang lain jika Kyuhyun merupakan anak yang aneh, introvert, dan dingin. Namun, Jonghyun justru melihat jika Kyuhyun adalah anak kesepian dan lemah? Entahlah dari mana penilaian itu berasal. Tapi setelah tadi melihat Kyuhyun yang kesakitan seorang diri, Jonghyun makin ingin mengenal Kyuhyun lebih intens lagi. Jonghyun merasa ingin melindungi pemuda yang menurutnya lemah itu.

***UNTIL THE END***

"Kyuhyun-ah, tolong antarkan pesanan ini ke meja nomor 3"

"Ne hyung akan segera aku antar"

"Kyu tolong bersihkan meja nomor 7"

"Baiklah noona"

Kyu, Kyu dan Kyu, nama itulah yang sedari tadi selalu disebutkan. Memang suasana restaurant pada malam hari ini sangatlah ramai. Sudah hampir satu tahun ini Kyuhyun bekerja paruh waktu di salah satu restaurant ternama di Seoul. Kyuhyun bekerja bukan karena sang Appa tidak pernah memberikannya uang. Meskipun sikap tuan Cho dingin kepadanya, tapi tuan Cho tidak pernah melupakan kewajibannya untuk memberikan keperluan Kyuhyun. Tuan Cho tetap memberikan uang bulanan yang lumayan banyak kepadanya. Hanya saja satu tahun terakhir ini Kyuhyun memutuskan untuk tidak menyentuh uang yang diberikan sang ayah kepadanya. Entahlah mungkin Kyuhyun berpikir sudah cukup selama sepuluh tahun ini ia merepotkan ayahnya, sehingga ia memutuskan untuk mencari uang sendiri. Meskipun uang yang dihasilkan tidaklah seberapa.

Dan satu hal lagi yang menjadi alasannya untuk bekerja. Janji. Kyuhyun kembali mengingat janjinya pada ibu tiri dan juga ayahnya. Berjanji untuk tidak menampakkan wajah dihadapan Cho Jung Soo, kakak sulungnya.

"Kyu bisakah kau gantikan aku mengantar pesanan ke meja nomor 13. Aku sudah tidak tahan ingin ke toilet" Seorang pemuda dengan tubuh yang lumayan gempal menghampiri Kyuhyun dengan nampan yang masih berada dalam genggamannya. Pemuda gempal itu berhasil mengalihkan perhatian Kyuhyun yang sedari tadi sedang memikirkan masalah keluarganya.

"Baiklah hyung akan aku antarkan" Setelah mengambil alih nampan di tangan pemuda gempal itu, Kyuhyun segera melangkahkan kakinya menuju meja yang tadi disebutkan.

Namun, tiba-tiba langkah kaki Kyuhyun terhenti. Tatapannya terpaku, mengarah pada sepasang ibu dan anak yang terlihat begitu bahagia, mereka tengah duduk disebuah meja yang akan dituju oleh Kyuhyun. Kyuhyun tak tahu, apakah dirinya kini harus mempercayai tatapannya atau tidak. Tangan yang memegang nampan itu bergetar, matanya berkaca-kaca, perasaan rindu itu benar-benar sudah berada dipuncaknya. Sepuluh tahun, setelah sepuluh tahun lamanya, akhirnya ia bisa melihat wajah cantik itu kembali. Wajah wanita yang paling ia sayangi dan cintai. Wanita yang telah memberinya kesempata untuk melihat indahnya dunia, dan juga wanita yang telah meninggalkannya di neraka megah keluarga Cho.

DEG...

Entah kenapa hatinya sesak melihat pemandangan di hadapannya ini. Wanita yang amat sangat dirindukannya tengah tersenyum hangat dan tangan halus itu tengah menepuk kepala seorang pemuda dengan begitu lembut dan penuh rasa bangga, sedangkan tangan kirinya tengah memegang sebuah kertas. Kyuhyun tahu kertas apa itu, karena dulu Kyuhyun kecil juga sering memberikan kertas seperti itu pada wanita yang sama. Namun.. Kenapa perlakuan yang ditunjukan berbeda 180 derajat.

"Eommaaa..." Bocah polos dengan mata sekelam malam itu berteriak memanggil sang eomma. Kaki kecilnya terus berlari mencari keberadaan sang eomma di flat kecil mereka. Tangannya masih setia menggenggam selembar kertas. Setelah mencari ke kamar, kamar mandi dan ruang tengah, akhirnya mata bulat itu menangkap sosok sang eomma. Sang eomma yang tengah duduk di meja makan dengan beberapa surat kabar dihadapannya. Sepertinya bocah kecil itu baru saja pulang dari sekolahnya, terlihat dari seragam yang masih menempel di tubuh kecilnya.

"Eommaa.." Sekali lagi bocah itu memanggil, mencoba menarik perhatian ibunya. Namun, seolah tuli Hanna tidak memperdulikan panggilan Kyuhyun kecil, ia terus melanjutkan kegiatannya membaca surat kabar. Tapi, bukan Kyuhyun namanya jika menyerah begitu saja. Bocah pucat itu masih terus berusaha menarik perhatian sang eomma.

"Eommaa..." Karena kesal mendengar suara cempreng itu, Hanna pun akhirnya menoleh dan langsung memberikan tatapan tajamnya kepada Kyuhyun.

"Wae?" Mendapat respon dari Hanna Kyuhyun langsung bersemangat dan menyerahkan kertas yang sedari tadi berada dalam genggamannya.

"Kyunie ingin memberikan ini pada eomma" Mata bulatnya berkedip lucu, dengan tangan yang terulur di hadapan sang eomma, menunggu wanita didepannya itu mengambil kertas yang disodorkannya.

Tanpa banyak bicara lagi Hanna langsung mengambil kertas yang disodorkan oleh Kyuhyun dengan kasar. Kyuhyun tersenyum senang, Kyuhyun membayangkan sang eomma akan bangga dan akan memberikannya pelukan serta sebuah kecupan hangat dipipinya. Sama seperti yang ia lihat di depan gerbang sekolah tadi. Changmin, teman sekelas mendapatkan pelukan dan kecupan serta tatapan bangga dari eommanya setelah Changmin memberikan kertas itu. Padahal nilai yang didapatkan oleh Changmin hanya 70.

Senyumnya makin mengembang tatkala pikiran polosnya berpikir jika Changmin yang mendapat nilai 70 bisa membuat eommanya bangga, apalagi Kyuhyun. Di kertas itu bahkan tercetak angka sempurna, yaitu 100. Namun...

SREETT~~

Hanna merobek kertas itu lalu membuangnya tepat di depan wajah Kyuhyun. Setelah itu Hanna langsung berdiri menghampiri Kyuhyun yang sekarang sedang menatap sobekan kertas yang berserakan dilantai dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

"Jangan pernah memberikanku sampah seperti ini lagi. Mengerti"

Dunia nyata kembali menyentaknya. Kyuhyun menepuk dadanya saat rasa sakit itu muncul lagi. Tapi rasa sakit ini berbeda dari yang biasanya, rasa sakit ini bukanlah sakit akibat penyakitnya. Rasa sakit dari rasa yang entahlah, sulit untuk dijabarkan. Rindu, kecewa dan amarah yang menumpuk jadi satu.

Dulu tak pernah sekalipun eomma tersenyum tulus seperti itu kepadanya.

Dulu tak pernah sekalipun eomma memberikan tatapan lembut seperti itu kepadanya.

Dulu tak pernah sekalipun eomma menepuk kepalanya sayang.

Dulu tak pernah sekalipun eomma memberikan pelukan hangat seperti itu kepadanya.

Hanya tatapan tajamlah yang selalu diberikan eomma kepadanya. Senyuman, pelukan, bahkan kecupan hangat tak pernah sekalipun diberikan kepadanya selama lima tahun hidup bersama sang eomma.

Tapi kini... Lihatlah.. Senyuman itu, tatapan lembut itu, tepukan sayang itu, bahkan pelukan hangat itu, dengan mudahnya diberikan kepada pemuda yang tengah duduk disampingnya. Pemuda yang beberapa jam lalu menyapanya di kelas. Pemuda yang sudah menanyakan keadaannya. Pemuda yang ia ketahui sebagai murid yang baru dua bulan bersekolah disekolahnya. Pemuda yang bernama lengkap Lee Jonghyun.

Pikirannya kembali berkelana. Tangan yang sedari tadi menepuk-nepuk dadanya dengan pelan kini makin cepat bergerak. Tepukan pada dadanya semakin kencang dan keras, itu semua guna meredakan rasa sesak di dadanya. Tapi apa yang ia dapat, justru dadanya semakin terasa sesak, apalagi setelah otak cerdasnya menyimpulkan sesuatu. "Eomma telah menemukan kebahagiannya, dan kebahagiaanya itu bukanlah bersamaku"

Sungguh sebuah kenyataan yang begitu menyakitkan. Kenyataan ini seolah menampar Kyuhyun, mengingatkannya kembali tentang siapa dirinya sebenarnya. Dirinya, entah itu Cho Kyuhyun ataupun Kim Kyuhyun, bukanlah siapa-siapa dikehidupan mereka. Dirinya hanyalah benalu di kehidupan rumah tangga keluarga Cho. Dan dirinya juga hanyalah sebuah kesalahan dari dosa-dosa yang telah dilakukan oleh kedua orang dewasa yang ia sebut sebagai eomma dan appa.

TBC~~

Annyeong chingudeul... :)

Bagaimana untuk chap 2 nya ini? Dapet feelnyakah..?

Sorry for late.. Karena kemaren saya agak disibukan sama tugas yang menumpuk, jadinya agak lama deh buat update..

Saya sadar jika FF seperti ini udah sangat pasaran. Di mulai Kyuhyun yang gak diakui keluarganya, penyakitan, disiksa, pokoknya cerita kayak begitu udah terlalu mainstream deh di dunia perFF'an.

Tapi saya salut sama kalian yang gak pernah bosen buat baca FF yang udah sangat pasaran ini. Jeongmal Kamsahamnida all...

Bingung mo ngomong apa lagi. Yang pasti sih cuma mo ngucapin terima kasih banyak buat yang udah baca dan mereview FF super duper abal ini.

Jangan pernah bosen untuk menunggu Kimmy yaww.. Thanks all, keep healthy and God bless u all... ^^

SPECIAL THANKS TO:

Kim Taku, rheina, MissBabyKyu, kyuonata, cinya, michhazz, adlia, abelkyu, readlight, Puput, Yeyedis, Atik1125, Awaelfkyu13, auliaMRQ, Wonhaesung Love, rain, Guest, nikma, pipit, erka, angel sparkyu, etiku, Lee Gyu Won, zee, KyuZet97, wolverdose, Sophie857, ekha sparkyu, okaocha, jihyunelf, Cuttiekyu94