========== If Only ==========

Another Perfect Miku x Cupu Len Fic.
==== Warning! =====

My abal-abal Pic, Miss. Typo yang bertebaran dan eksis dimana-mana. Titik,koma,tanda seru dan tanda-tanda lainnya yang tidak beraturan, sangat tidak sesuai dengan EYD

Please give me review, terima saran dan lain-lain lastly happy reading.

Another Fic gaje from ane...

========== If Only ==========

Terkadang cerita cinta yang terlihat indah tidak bermula dari cerita yang indah pula.

Luka POV
Saat ini kami semua sedang berada dikamar rumah sakit ditempat Miku dirawat, dan berbeda dengan hari-hari kemarin,hari ini Miku terlihat sangatlah ceria disana terlihat pula Mikuo dan Rin yang sama cerianya dan sedang riang bergembiranya berbicara sama Miku.

" huh dasar adik durhaka, kamu ini buat Onii-chan takut aja, jangan lagi kayak-kayak gini ya "

" Iya Miku kita harus segera kembali kesekolah, teman-teman sudah banyak yang menunggu loh !"
Ijar Rin yang juga sangatlah senang melihat Miku saat ini sudah kembali dengan sehatnya.

" Maafkan aku karena merepotkan semuanya,aku akan berusaha yang terbaik agar bisa kembali sehat dan bisa mengejar ketinggalan disekolah "
Senyuman gadis itu sangatlah manis bahkan dokter dan suster yang merawatnya juga terlihat ssangatlah bahagia melihat senyuman gadis itu.

Begitu juga dengan rombongan cowok-cowok disampingku ini

" Akhirnya Miku-sama SEHAT! " ini Kaito yang sedang banjir air mata

"MIku-sama! " dan ini siGakupo dan Oliver yang berusaha memeluk Miku meski mereka tahu kalau hal itu sia-sia belaka..

" Plakkkkk " dan ini adalah geplakanku kepada dua orang idiot itu,karena kehadiran mereka saat ini sangat merusak moment-moment kebangkitan Miku ini.

" Asal kalian tahu kehadiran kalian berdua ditempat ini sangatlah menyebalkan, terutama karena hanya kita saja yang melihatnya " Ujarku sambil menatap mereka berdua dengan tajam.

" MAAFKAN KAMI Luka-sama! "Ujar mereka berdua sambil berlutut,tetapi disela-sela berlutut itu.

"Hei Gakupo apakah kau tadi merasakannya "

" Merasakan apa ? "

" Perasaan senang saat Luka-sama memuku kita "

" Jadi kau juga merasakan itu juga Oliver! " Ujar Gakupo menatap kearah Oliver

" Tentu saja,kalau begitu artinya…. "

" Kita ini memiliki selera yang sama! " Ujar mereka berdua sambil berpelukan dan Kaito yang tidak tahan melihat Reaksi mereka langsung menendang kedua manusia yang menemukan sosok Masochistnya.

"Hentikan itu kita tidak datang kesini untuk mencari jati diri kalian yang lainnya "

" Entah kenapa ketika ditendang Kaito aku tidak merasa bahagia "

" Sama disini " Ujar Oliver dan Gakupo yang lemas bersamaan

Disisi lain Miku kini sudah dengan bahagianya berbincang dan tertawa berama Rin dan Mikuo sementara Len berada jauh dibelakang Mikuo, seolah tidak menghiraukan keberadaan Len.
Miku terus-terusan tertawa bersama Mikuo dan Rin,dan ketika dia tidak sengaja bertatapan dengan Len, dia langsung membuang mukanya.

Ya hari itu tidak sekalipun Miku menatap Len dengan tatapan yang seperti biasanya tatapan Miku pada Len saat ini seperti tatapan seseorang yang bertemu dengan orang yang paling dibencinya didunia ini, seseorang yang sangat ingin dia bunuh.

Beberapa hari setelahnya…...

Jam menunjukan pukul 10:00 malam bagi anak-anak seumuran Len saat ini,ini sudah merupakan waktu tidur baginya tetapi karena kejadian beberapa hari sebelumnya membuat Len sangat sulit untuk tidur, aku dan rombongan Meiko atau Seeu lebih memilih untuk mengamati Len dikamarnya sementara rombongan Pria yang dijaga entah MEiko atau Seeu akan mengamati Rin dan Miku dikamar tidurnya.

Alasan aku memasang Meiko atau Seeu untuk menjaga rombongan Miku dan Rin adalah agar para pria tidak melakukan hal yang aneh-aneh pada mereka berdua karena mereka tidak terlihat.

" Baiklah malam ini adalah malam yang sangat penting dikehidupan mereka berdua kalian harus melihatnya baik-baik " ujar Snow kepada kami sebelum dia menghilang entah kemana

" Kreeek….. " Saat ini aku melihat Len sedang keluar dari kamarnya dan akupun mendengar suara pintu kamar Miku ikutan terbuka,aku yang mendengar dan ingat kata-kata snow tadi langsung mengikuti Len.

" …. " Hening itulah mungkin yang bisa dideskripsikan mengenai keadaan diluar saat ini, tatapan Miku yang tajam seperti pisau itu terasa seperti menyayat-nyayat tubuh kami yang tidak dipandangnya secara langsung ini.

" Hei… " Aku dapat melihat Len yang bersikap dingin menatap kearah Miku,meskipun Len terlihat dingin entah mengapa tatapan matanya keMiku terasa sangatlah hangat,

" Aku ingin bertanya satu hal padamu " Tapi tatapan hangat itu ditepis kembali dengan dinginnya oleh Miku.

"Apa ? " Ujar Len membelakangi Miku hendak menuruni tangga dia membuat suaranya rendah sehingga terkesan dia membenci gadis itu

" Tentang hal yang kau katakan dirumah sakit, soal kau membunuh kedua orang tuaku apa itu benar "

" Benar sekali kenapa memangnya? Apa kau ingin melaporkannya kepolisi ? Memangnya siapa yang akan percaya pada…. " Belum sempat Len menyelesaikan jawabannya sebuah tendangan dari Miku telah membuat Len terpental dari anak tangga ke14 itu.

" BRak….bRak….. Brak…. " Dan sayangnya dia tidak langsung jatuh keanak tangga terakhir tapi sempat terpantul dibeberapa anak tangga sebelum jatuh tak berdaya dilantai bawah, mata Len yang memandang Miku keatas kembali kematanya yang dulu, mata yang menunjukan rasa peduli dan sayang pada orang itu

" ….. "Tapi Miku masih membalas tatapan itu dengan tatapan dingin seperti biasanya dan perlahan kami semua dapat melihat dia menyunggingkan pipinnya keatas dan dengan entengnya berjalan masuk kekamarnya.

" Hei siapa itu yang jatuh! " Mikuo yang mendengar suara rusuh itu langsung berlari kearah asal suara itu

" Len! Hei Len! Bertahanlah! Apa yang terjadi hei Len jawab aku " Terlihat Mikuo panic ketika melihat kondisi Len yang tergeletak tidak berdaya itu.

" Mikuo-nii ? " Len perlahan berbisik sedikit kearah Mikuo

" Len apa Miku yang melakukan ini ? " ujar Mikuo yang saat ini sedang menaruh Len dan mempersiapkan alat untuk mengkompres Luka memar ditubuh Len saat ini

" Mikuo-nii, tidak apa-apa "

"Apa maksudmu Len ? "

"Miku hanya butuh waktu, "

" Waktu ? "

" Ketika dia tidak membutuhkan diriku lagi untuk tersenyum aku pasti akan segera pergi dari hidupnya "

" Hei apa yang kau bicarakan Len, apa kau berniat meninggalkan Miku setelah apa yang kau perbuat ini ? "

" … "

" Kau tidak boleh melakukannya Len,kau sudah berkorban sebanyak ini, kalau kau pergi saat adikku masih belum mengetahui kebenarannya dia pasti "

" Tenang saja,Miku itu kuat dia tidak perlu mengetahui kebenarannya saat dia memiliki alasan lain untuk hidup, sampai saat itu terjadi aku akan tetap ada disisinya "

" Kau bodoh, aku sangat membencimu karena melakukan hal ini,tapi aku juga tidak bisa menyalahkanmu. Saat kau melakukan hal gila seperti ini, aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyelamatkannya "

" Tenang saja Mikuo-nii aku sudah berjanji pada Tante dan paman untuk menjaga Miku, jadi aku akan menepati janjiku ini karena itu kau tidak usah merasa bersalah" ujar Len sambil langsung kembali tertidur

Len POV just a moment before
Seperti biasa saat ini aku masih tidak bisa terlalu cepat untuk tidur,dan ketika aku hendak mengambil susu dilantai bawah aku berpas-pasan denga Miku yang menatapku dengan tatapan tajam, meskipun aku berusaha bersikap dingin entah kenapa tiap menatap wajanhya aku merasa sangatlah sedih..

"Apa ? " Ujarku sambil membelakangi Miku sambil hendak menuruni tangga aku membuat suaraku sedikit rendah sehingga terkesan kalau aku membenci gadis itu,selain itu aku membelakanginya karena aku tahu kalau aku melihatnya aku pasti akan menangis

" Tentang hal yang kau katakan dirumah sakit, soal kau membunuh kedua orang tuaku apa itu benar " dingin sekali, itulah yang kurasakan ketika dia menanyakan hal itu aku merasa tulang rusukku seperti ditimpah balok es, aku langsung menarik nafas dan mempersiapkan mentalku karena hal yang akan kukatan ini adalah hal yang sangatlah kejam baginya,tapi aku harus melakukannya karena ini adalah kewajibanku

" Benar sekali kenapa memangnya? Apa kau ingin melaporkannya kepolisi ? Memangnya siapa yang akan percaya pada…. " .belum sempat aku menyelesaikan kalimatku aku merasakan tendangan dari belakangku aku terjatuh beberapa kali diantara anak tangga sebelum mencapai lantai bawah.

" ….. " aku merasakan sakit yang tidak ada taranya dan aku ingin sekali menangis, karena kalau aku menangis dia akan senang dan merasa puas dan jika itu terjadi maka usahaku akan sia-sia. Aku perlahan melihat kearah Miku melihat apa yang dia lakukan dan ketika aku melihat dia menyunggingkan mulutnya aku tahu satu hal, yaitu usahaku ini berhasil !

Miku sudah sangat membenciku yang mana artinya itu adalah hal yang sangatlah baik untuk saat ini, ketika aku masih menatap Miku yang perlahan berjalan menuju kamarnya aku mendengar Mikuo-nii berteriak

" Len! Hei Len! Bertahanlah! Apa yang terjadi hei Len jawab aku " aku melihat kepanikan terpancar diwajahnya saat dia melihat diriku

" Mikuo-nii ? " ujarku perlahan memastikan gadis itu tidakmendengar

" Len apa Miku yang melakukan ini ? " ujar Mikuo yang saat ini sedang menaruhku ketempat duduk dan langsung mempersiapkan alat untuk mengkompres Luka memar ditubuhku saat ini

" Mikuo-nii, tidak apa-apa " yap semua ini sudahlah sangat benar

"Apa maksudmu Len ? "

"Miku hanya butuh waktu, " Waktu yang dibutuhkan untuk membebaskan dirinya dariku,dan menemukan sesuatu yang lebih indah

" Waktu ? "

" Ketika dia tidak membutuhkan diriku lagi untuk tersenyum aku pasti akan segera pergi dari hidupnya " itulah tugasku saat ini

" Hei apa yang kau bicarakan Len, apa kau berniat meninggalkan Miku setelah apa yang kau perbuat ini ? " aku dapat melihat muka Mikuo-nii yang tidak setuju dengan kata-kataku saat ini

" … "

" Kau tidak boleh melakukannya Len,kau sudah berkorban sebanyak ini, kalau kau pergi saat adikku masih belum mengetahui kebenarannya dia pasti "

" Tenang saja,Miku itu kuat dia tidak perlu mengetahui kebenarannya saat dia memiliki alasan lain untuk hidup, sampai saat itu terjadi aku akan tetap ada disisinya "yap benar, dia hanya perlu kebohongan itu dia tidak boleh mengetahui kebenarannya. Jika sebuah kebohongan terlalu dipercayai oleh seseorang maka kebohongan itupun bisa jadi kenyataan

" Kau bodoh, aku sangat membencimu karena melakukan hal ini,tapi aku juga tidak bisa menyalahkanmu. Saat kau melakukan hal gila seperti ini, aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyelamatkannya "

" Tenang saja Mikuo-nii aku sudah berjanji pada Tante dan paman untuk menjaga Miku, jadi aku akan menepati janjiku ini karena itu kau tidak usah merasa bersalah" ujarku sambil langsung menutup mata,badanku terasa sangatlah sakit sekali

Luka POV

" Hei apa yang dibicarakan Len saat ini" kurasa hampir semua orang disini tidak bisa mengerti apa yang sedang Len lakukan,kecuali aku yang sedikit teliti dalam mengelola data

" Hohohoho… kalian ini bodoh apa, sampai-sampai hal ini tak bisa kalian sadari apa benar kalian ini penggemar Miku " Ujar Snow yang tiba-tiba dan mengolok-olok kami semua dan membuat kami semua terdiam

" Hei Snow kurasa aku tahu apa yang direncanakan Len "

" Hohohoh ternyata ada satu orang yang lumayan pintar diantara kalian ya ! " Ujar Snow senang

" Kurasa Len membuat dirinya menjadi kambing hitam agar Miku bisa kembali sehat! "

" KAmbing hitam? " ujar teman-temanku yang masih belum mengerti tapi sepertinya MEiko dan Seeu sudah dapat mengerti sedikit tentang tujuan Len

" Len membuat tujuan hidup bagi Miku, bukankah tadi kita tahu dari dokter kalau Miku tidak mau hidup dia sendiri tidak mungkin bisa sembuh dari sakitnya "

" Iya lalu ? "

" Len membuat alasan itu, "

" Eh? " aku dapat melihat Snow tersenyum

" Dia mengatakan kalau dia yang membunuh orang tua Miku adalah agar Miku marah dan berusaha membunuhnya "

" tTunggu dulu mana mungkin ada orang yang percaya kata-kata seperti itu " ujar Kaito

" Saat ini Miku hanyalah anak Kecil bakaito!, anak kecil akan mudah percaya apa kata orang bahkan ketika aku kecil ketika ibuku mengatakan anak bayi itu dikirimkan santa aku sangat mempercayainya "

" ….. "

" Dan kata-katayang diucapkan oleh Len, adalah kata-kata dari orang yang sangat disayangi Miku pada awalnya. dengan kata lain saat ini Miku pasti merasa dikhianati oleh Len karena itu "

" Dia kembali semangat untuk hidup agar bisa membalas dendam pada Len kan ?" Ujar Seeu

" Benar sekali, tapi sepertinya hal ini belum selesai kan snow ? "

" Tentu saja!cerita mereka masih sangat panjang tahu "

" Hei tidak bisakah kita hentikan permainan ini " Ujarku karena aku tahu dari jalan ceritanya sepertinya cerita ini masih akan berlangsung dengan sangat gelap.

" Tidak MAU! Kalian mengatakan kalian mengenal Miku tapi kau takut untuk melihat cerita selanjutnya apa maksudnya ini "

" Aku hanya tidak sanggup,aku merasa sangat bersalah terhadap Len melihat keadan ini "

" Karena itu kurasa kau harus melihatnya sampai akhir agar kau puas dan tidak akan menghina keberadaan Len lagi " ujar Snow menghilang dan lagi kami kembali mengikuti alur waktu dipaksa melihat tentang apa saja hal mengerikan yang akan terjadi pada Len