Main Cast : Hunhan
Other Cast : bermunculan sesuai dengan cerita
Drtt Drtt
Luhan yang lagi sibuk menyiapkan makan untuk Sehan dan orang tuanya harus mengalihkan perhatiannya pada handphonenya yang bunyi. Tetapi setelah melihat nama orang yang meneleponnya membuat Luhan enggan untuk mengangkat telepon tersebut.
"Ngapain dia telepon aku lagi" Luhan heran dengan calon mantan suaminya yang meneleponnya tanpa sebab
Drtt Drtt
"Nghh..." Luhan membuang nafas dengan kesal karena sedari tadi handphonenya berbunyi dengan orang yang sama. Dengan langkah berat hati Luhan mengangkat telepon tersebut
"Apa?" Luhan malas bersopan santun pada Sehun, untuk apa sopan pada orang yang tidak memiliki moral dan etika
"Kenapa kau yang jadi marah?" Sehun bukannya menjawab malah bertanya balik ke Luhan kenapa jadi istrinya yang marah, seharusnya dirinya yang marah bukan Luhan
"Kau tahu, kau sungguh mengganguku. Aku lagi sibuk, kau ada apa meneleponku" Luhan membalas pertanyaan Sehun dengan emosi, siap yang tidak emosi melihat seseorang menelepon kita sebanyak 50 kali tanpa henti
"Oh, gara – gara kau dan Sehan pergi aku jadi kena marah orang tuaku. Kau dan Sehan kembali lahh kerumah, aku tidak mau semua fasilitas yang diberikan padaku dicabut karena kalian berdua" Sehun yang sadar langsung memarahi Luhan dan Sehan karena mereka berdua lahh penyebab orang tuanya marah dan kecewa padanya. Sebenarnya Sehun marah pada Sehan, tetapi Sehun adalah manusia yang susah di prediksi
"Kau masih menyalahkan kami? Aku tidak peduli pada fasilitasmu yang akan dicabut, dan kurasa itu adalah hal yang terbaik agar kekasihmu tidak mau berkencan dengan orang sepertimu tampan tetapi tidak memiliki kekayaan" Luhan sungguh senang apabila fasilitas Sehun dicabut karena itu mungkin akan membuatnya berubah menjadi lebih baik
"Jangan gila. Aku tidak bisa hidup miskin Lu" Sehun tidak percaya dengan respon yang diberikan Luhan berbeda dengan yang dibayangkannya
"Itu kan salahmu sendiri, jadi nikmati hukumanmu" Luhan langsung menutup telepon karena dia juga tidak tega pada Sehun, tetapi hukuman tetap harus dijalani
"Kuharap kau berubah Hun walaupun bukan kami sebagai keluargamu" Luhan berdoa dalam hati agar hukuman yang dia jalani mampu mengubahnya menjadi lebih baik walaupun mungkin dia akan memiliki keluarga baru yang harmonis
.
.
"Dasar gila, aku tidak mau jadi miskin" Sehun mengerang frustasi karena Luhan tidak mau menolongnya agar semua fasilitas yang dimiliki tidak dicabut oleh kedua orang tuanya. Walaupun kedua orang tuanya belum mengatakan akan mencabut semua fasilitas Sehun, tetapi dia sendiri sudah memprediksi hal tersebut akan terjadi. Apartement yang mereka tempati adalah hadiah dari Wuzun untuk mereka dan cucu mereka yang baru lahir
"Aku harus menemuinya dan mengancamnya, ya aku harus mengancamnya" Sehun mencari cara agar dia tidak menjadi orang miskin, dia berniat ingin mengancam Luhan. Walaupun Luhan adalah istrinya, tetapi istrinya tersebut tidak berada di pihaknya dan itu membuatnya frustasi
"Aku tahu, aku hanya perlu menemui Sehan dan membawanya pulang. Luhan yang akan datang menemuiku dan memohon agar tidak menyiksa Sehan" Sehun sudah menemukan ide cemerlang agar dia tidak jatuh miskin
.
.
.
Hari ini merupakan hari yang bahagia karena semuanya dinyatakan wisuda. Sehun dan Luhan sudah selesai menempuh kuliah dan saatnya mereka bekerja di perusahaan yang dikelolah oleh orang tua mereka. Luhan dan Sehun adalah anak dari keluarga terpandang di Korea, Jepang, dan China.
"Selamat Lu" Kyungsoo memberikan selamat kepada Luhan karena akhirnya mereka semua bisa sama – sama wisuda
"Kau juga Kyung, selamat untukmu" Luhan memeluk Kyungsoo sebagai tanda selamat
"LUHAN... SELAMAT YA" Baekhyun berteriak dari jauh dan tidak malu karena menjadi pusat perhatian, sedangkan Luhan dan Kyungsoo menahan malu karena sahabatnya yang paling cerewet berteriak dengan kuat ditengah kerumunan upacara wisuda
"Ish.. kau kan bisa panggil dengan pelan tidak perlu berteriak pendek" Luhan kesal pada Baekhyun yang tidak tahu lokasi untuk berteriak. Mungkin jika Baekhyun berteriak dirumah sakit, maka orang yang jantungan sudah meninggal duluan karena Baekhyun dan suaranya
"Kau juga pendek" Baekhyun memasang wajah kesal karena dipanggil pendek
"Selamat untukmu" Luhan memeluk Baekhyun,walaupun Luhan kesal dengan sahabat cerewetnya tetapi dia juga salah satu sahabat terbaik Luhan
"Selamat Baek" Kyungsoo juga ikut memeluk Luhan yang sedang memeluk Baekhyun, Kyungsoo sungguh bangga karena memiliki sahabat seperti mereka berdua
"Oi... Sesak" Baekhyun yang dipeluk oleh kedua sahabatnya merasak sesak karena pelukan mereka sungguh erat
"Hahaha... maaf Baek" Luhan dan Kyungsoo langsung melepaskan pelukan mereka karena sahabatnya merasa sesak dengan pelukan mereka
"Uhuk Uhuk... Kalian mau membunuhku?" Baekhyun mencoba bernafas normal, dia sungguh sesak dengan pelukan sahabatnya
"Hampir" Luhan menjawab asal sedangkan Kyungsoo hanya menganggukkan kepala tanda setuju dengan yang dikatakan Luhan, mereka memang suka menjahili Bakehyun karena Baekhyun sendiri juga sering menjahili mereka
"Hai Baek, selamat ya" Sehun datang dan menerobos pembicaraan ketiga sahabat tersebut
"Selamat juga untukmu Sehun" Baekhyun memasang wajah binarnya karena dia mengidolakan Sehun
"Selamat Lu, Kyung" Sehun memainkan dramanya untuk terlihat baik di depan orang, sebenarnya saat ini juga Sehun ingin mengurung Luhan agar Luhan tidak melawan padanya
"Hm" Luhan dan Kyungsoo hanya bergumam membalas ucapan selamat Sehun untuk mereka, Sehun yang melihatnya jadi geram sendiri
"Apa kau tidak mau mengucapkan selamat untukku?" Sehun bertanya pada Luhan dan Kyungsoo yang tidak memberikan respon lain
"Kau sudah banyak mendapat ucapan selamat dari fansmu, jadi apakah ucapan selamatku masih berharga untukmu" Luhan menyindir Sehun dengan jelas sedangkan Sehun geram dengan Luhan yang sudah jauh berubah dari wanita yang baik jadi wanita pendendam
"Begitukah caramu bicara pada suamimu" Sehun mengecilkan suaranya karena takut fansnya atau orang lain mendengar tentang dirinya dan Luhan sudah menikah
"Tolong catat, mantan suami" Luhan mengecilkan suaranya juga agar Sehun tidak malu apabila orang lain mendengar tentang mereka yang sudah sah menjadi suami istri. Luhan langsung pergi dan diikuti Kyungsoo sedangkan Baekhyun masih diam di tempat sambil memperhatikan sahabatnya yang sudah menjauh
"Bye Sehun" Baekhyun pamit dan mengikuti kedua sahabatnya yang sudah menjauh, tidak mungkin dia berdekatan dengan Sehun. Bisa – bisa nyawanya sudah melayang dibuat fans Sehun yang sungguh banyak
"Ya" Sehun menjawab malas, dia sudah susah untuk mendapatkan perhatian Luhan. Dia akan menjalankan rencananya untuk mencuri Sehan sebagai perangkap untuk mendapatkan Luhan kembali
"Kita lihat saja, kau yang menjauh atau aku yang akan mendekat" Sehun kembali bergabung dengan teman – temannya untuk menyapa fans mereka
.
.
.
.
.
"Eomma kenapa lama sekali" Sehan kesal pada eommanya yang lama sekali datang, ini sudah melewati waktu yang di janjikan eommanya
TIT TIT
"Sehan" Sehun membuka pintu mobilnya dan menyapa anaknya
"Appa" Sehan yang masih belum tahu apa – apa langsung mendekati appanya dan memeluk kaki Sehun erat
"Sayang, ayo pulang" Sehun memainkan perannya sebagai appa yang baik agar Sehan mau menjadi tawanannya
"Hm" Sehan menggandeng tangan Sehun dan memasuki mobil dengan riang
"Appa, eomma kemana?" Sehan bertanya pada appanya yang masih sibuk menyetir
"Eomma masih sibuk sayang" Sehun tersenyum untuk pertama kalinya kepada sang anak
"Sehan mengerti appa" Sehan sungguh mengerti dengan keadaan orang tuanya yang sibuk bekerja setelah mereka wisuda
Mobil Sehun sudah sampai di apartement yang selama ini mereka tempati bersama, tetapi kali ini Sehun akan memberikan pelajaran kepada Sehan dan Luhan.
"Ayo masuk sayang" Sehun membuka pintu rumah dan menyuruh sang anak untuk masuk sedangkan dirinya akan membuat kejutan
Sehan memasuki apartement tersebut dengan riang, pasalnya ini pertama kalinya sang appa mau bermain dengannya.
"Appa. Eomma mana?" Sehan heran dengan ketidak hadiran eommanya yang selalu menyambutnya ketika memasuki rumah
"Eomma sedang keluar, Sehan dengan appa saja ne?" Sehun membujuk anaknya agar mau masuk ke dalam perangkapnya
"Ne Appa" Sehan hanya menurut saja, lagian Sehun adalah appanya bukan orang asing. Kemudian Sehan memasuki kamarnya untuk bermain dengan mainan kesayangannya
.
.
.
"Appa, Sehan ingin mandi dengan appa" Sehan merajuk ingin mandi karena kepanasan menunggu orang tuanya menjemputnya di sekolah
"Baiklah, kita mandi bersama" Sehun pasrah dan mandi dengan anaknya yang sungguh dia benci
"Yeah" Sehan senang karena ini pertama kalinya dirinya akan mandi bersama dengan sang appa
"Ayo" Sehun mengambil handuk untuknnya dan Sehan kemudian mengajak Sehan untuk masuk ke dalam bath up yang tersedia di kamar mandi
Mereka berdua memasuki bath up dengan santai dan melepas seluruh pakaian yang melekat di badan mereka, Sehun juga tidak malu dengan keadaan telanjang bulat di depan sang anak.
"Woah.. badan appa sungguh berotot" Sehan memuji badan appanya dan bangga memiliki appa yang sexy dan putih
"Hahaha..." Sehun ketawa saja mendengar penuturan polos sang anak, dalam hatinya dia merasakan hal janggal ketika bersama Sehan namun dia menolak perasaan janggalnya terhadap anaknya
"Sehan bangga memiliki appa yang tampan, putih, dan sexy. Sehan ingin seperti appa agar mendapatkan istri secantik eomma" Sehan berharap dirinya tumbuh seperti sang appa yang perfrct kali
"Ya" Sehun menjawab sekilas dan melanjutkan mandinya dengan Sehan, setelahs selesai mandi Sehun mendudukkan Sehan di sofa dan memberinya minuman yang sudah diisi obat tidur agar anak tersebut tidur
"Sehan minum dulu ya" Sehun memberikan segelas air putih yang sudah di tambah obat tidur dl dalamnya untuk Sehan
"Woah, kebutulan Sehan haus appa" Sehan yang memang lagi kehausan langsung mengambil gelas dari appanya untuk diminum dan tiba – tiba dia merasa mengantuk setelah meminum minuman dari appanya
"Appa, Sehan mau tidur ya" Sehan langsung berbaring di sofa untuk tertidur, dan tak lama kemudian Sehan benar – benar tertidur
"Welcome baby Lu" Sehun sungguh senang karena rencananya akan berhasil berkat anak sialnya
.
.
.
"Eomma, apakah Sehan sudah di rumah" Luhan yang datang ke sekolah Sehan terkejut ketika sang guru mengatakan bahwa Sehan sudah pulang, dan dengan terburu – buru menelepon eommanya untuk bertanya tentang Sehan
"Bagaimana bisa dirumah, jika kau saja belum pulang dari tadi. Biasanya Sehan dan dirimu pulang bersama Lu" Eomma Luhan heran dengan anaknya bertanya hal yang aneh
"Tapi eomma, Sehan tidak ada di sekolah. Dia sudah pulang kata guru sekolah tersebut" Luhan sungguh cemas dengan anaknya yang masih kecil
"Coba kau tanya teman Sehan, mana tahu Sehan di rumah mereka" Eomma Luhan mengusulkan anaknya untuk mencari Sehan ke rumah teman – teman Sehan
"Baiklah eomma" Luhan mematikan sambungan ponselnya dan kemudian dia masuk ke dalam mobil untuk mencari sang anak
Drrt.. Drtt..
"Hallo" Luhan mengangkat telepon tanpa melihat nama penelepon, dia sedang buru – buru hingga tidak sadar kalau yang menelponnya adalah suaminya
"Hallo sayang, sedang mencari Sehan" Sehun memancing Luhan dengan menyebutkan nama Sehan sedangkan Luhan yang heran langsung mellihat nama si penelpon dan mendesah malas karena sang suami yang meneleponnya
"Kalau iya kenapa" Luhan membalas kasar pertanyaan Sehun, sedangkan yang di ujung telepon hanya ketawa mendengar perkataan kasar istrinya
"Aku tahu Sehan ada dimana, jadi kau harus mengikuti perintahku" Sehun menginginkan agar Luhan mengikuti perintahnya
"Bajingan. Dimana kau kurung Sehan" Luhan curiga kalau Sehun yang menjemput Sehan dan mengurungnya di suatu tempat
"Santai saja Lu, aku tidak menyiksa dia. Aku ingin kau datang ke apartement kita yang dulu" Sehun memastikan bahwa rencananya kali ini akan berhasil dan semua fasilitasnya tidak akan dicabut
"Baiklah" Luhan mematikan teleponnya, dia hanya ingin mengambil Sehan dari suaminya, bukan untuk merajuk kembali bersama suami
"Awas kau sakiti anakku, akan ku habisi kau Sehun" Luhan geram kalau Sehun sampai menyakiti anaknya
Setelah sampai di apartement yang dulu di tempatinya bersama sang suami dan anak, sekarang apartement tersebut rasanya sudah berbeda dari yang dulu mereka tempati. Luhan berlari dengan cepat hingga menemukan pintu apartement yang sangat dia kenali dan membunyikan bel dengan buru – buru.
Cleck
"Mana Sehan" Luhan langsung bertanya pada Sehun yang memasang senyum manisnya
"Tidak sopan mengunjungi apartement orang dengan langsung meminta sesuatu sayang, masuk dulu" Sehun kesal dengan Luhan yang sudah banyak berubah menjadi orang yang keras kepala
"Nghh..." Luhan membuang nafas kesal karena Sehun hanya membuan waktunya saja
Luhan memasuki rumah tersebut dan duduk di sofa, dia ingin Sehun yang memepertemukan Sehan kepadanya. Lagian tidak sopan memeriksa kamar mantan suaminya. Sehun mengunci pintu apartementnya agar Luhan tidak bisa kabur
"Mana Sehan" Luhan mengulang pertanyaan yang sama sedangkan Sehun duduk di sofa sebrang Luhan sambil mengangkat kakinya untuk duduk bersila layaknya bos
"Aku menidurkannya di kamar" Sehun menjawab apa adanya dengan gaya angkuh
"Cepatlah, aku ingin pulang dengan Sehan" Luhan tidak sabaran untuk meladeni Sehun
"Sabar sayang" Sehun mendekati Luhan dan meremas payudara Luhan dengan kurang ajarnya sedangkan Luhan yang di serang merasa terkejut dan menampar Sehun
PLAK
"Kau harus tahu diri, kita akan bercerai. Jadi jangan melakukan tindakan asusila padaku" Luhan sungguh jijik melihat Sehun yang semakin hari semakin tidak tahu diri
"Aku sudah mengingatkan padamu, bahwa aku tidak mau kita bercerai" Sehun menerjang Luhan dan kemudian dengan ganas Sehun mencium Luhan. Sehun sungguh rindu dengan istrinya yang mempesona
"ARGH..." Sehun kesakitan karena Luhan menendang selangkangannya ketika mereka berciuman
"AWAS KAU LU" Sehun memegang penisnya dan mengejar Luhan yang sudah berlari ke arah kamar untuk mencari Sehan
"Sehan, ayo pulang nak" Luhan menemukan Sehan yang tertidur di kamar anaknya dalam kondisi diikat, dengan cepat Luhan membuka semua tali yang mengikat anaknya
"KAU TIDAK AKAN KEMANA – MANA LU" Sehun geram dengan Luhan yang sungguh pembrani
"KAU MANUSIA ATAU TIDAK, KAU MENGIKAT ANAKMU SENDIRI. KAU APAKAN SEHAN SEHINGGA DIA TIDAK BANGUN" Luhan marah besar karena Sehan tidak sadarkan diri
"Aku hanya memberikan obat tidur di minuman Sehan" Sehun menjawab sekedar sambil memegang selangkangannya yang masih sakit. Tendangan Luhan adalah hal yang paling sakit di alami Sehun dalam hidupnya
"APA? KAU GILA. MINGGIR AKU MAU PULANG" Luhan mendekati pintu dan mendorong Sehun agar menepi dari pintu, Luhan sungguh keberatan karena Sehan di pelukannya dan mendorong badan besar Sehun
"Tidak Lu, aku mau kau tinggal disini. Aku tidak mau orang tuaku mencabut semua fasilitasku" Sehun menahan Luhan untuk pergi dari apartement
"Aku tidak mau dan keputusanku sudah bulat. Aku mau bercerai denganmu, untuk apa memiliki suami tampan, sexy tetapi hanya menjaga kami berdua saja kau tidak bisa. Aku sungguh kecewa denganmu, andai saja aku tidak termakan omong kosongmu. Maka aku tidak akan menikah muda denganmu sialan" Luhan sungguh geram dengan Sehun yang tidak pernah berfikir pakai otak
"Tidak, kau akan tetap disini" Sehun mengambil Sehan dari gendongan Luhan dan meletakkannya di atas ranjang dengan sedikit kasar
"Kau gila, dia anakmu. Perlakukan dia lembut binatang" Luhan sungguh tidak suka dengan cara Sehun meletakkan anaknya ke atas ranjang dengan kasar
"Sudah, aku ingin bicara denganmu" Sehun fokus menatap Luhannya
"Apa?" Luhan berusaha untuk memainkan perannya kemudian dia bisa kabur dengan anaknya
"Kau harus tinggal denganku lagi Lu, ku mohon" Sehun mendekati Luhan dan mencium pipinya agar istrinya mengabulkan permintaannya
"Kenapa, kau takut semua fasilitasmu di cabut?" Luhan bukannya menjawab malah menyerang Sehun dengan pertanyaan yang sungguh tepat
"Ya dan juga aku masih mencintaimu Lu" Sehun mengucapkan kalimat yang sebenarnya
"KAU..."
~TBC~
