Sehun memasang wajah datarnya sedari tadi, ia hanya memperhatikan Luhan di ujung sana dari tempat nya berdiri disini.
Suaminya itu nampak tertawa dengan beberapa orang diseberang sana, tidak bukan itu yang membuat wajahnya menjadi sedatar aspal jalanan melainkan suaminya itu tengah bergandengan dengan seorang gadis disana. Gadis itu Guan xiaotong atau lebih tepat nya mantan kekasih Luhan suami nya yang manis itu.
Ini acara perayaan hari lahir gadis itu jadi Luhan menghadarinya, sebenarnya Sehun begitu malas untuk menghadiri acara seperti ini apalagi ia tidak di undang hanya Luhan saja yang gadis tersebut undang di pesta besarnya hari ini.
Mendengar namanya saja sudah membuat Sehun kesal setengah mati, ia ikut kesini bukan tanpa alasan tentu saja diri nya tahu jika Luhan datang di acara ini gadis itu bisa melakukan apapun dengan suaminya dan Sehun tak akan membiarkan hal itu begitu terjadi saja, dan akhirnya siang tadi ia merengek seperti layak nya seorang bayi raksasa di dalam rumah mereka, ia hampirjenaka. ang wajah memelasnya selama hampir satu jam yang tak ayal membuat Luhan yang awalnya tidak ingin ia ikut bersama dipesta itu akhirnya luluh melihat nya walau pun ia harus ditertawakan oleh Haowen.
Sehun menghembuskan nafasnya kasar melihat bagaimana Guan dengan riangnya menyelipkan tangan kurus nya itu dilengan Luhan, ia mencibir dalam hati jika ini bukan pesta milik gadis itu ia tak akan segan segan menjambak rambut ikal Guan agar menjauh dari properti milik nya.
Sebenarnya Sehun bukanlah seseorang yang terlalu posesif terhadap pasangan hanya saja ia begitu tidak suka jika suaminya itu bertemu dengan mantan kekasihnya, Luhan selalu datang kesetiap acara yang mengundang dirinya apalagi ini adalah pesta ulang tahun dari Guan xiaotong, putri dari actor Tiongkok yang begitu di hormati.
Dan juga gadis itu mempunyai gelar 'Nation Daughter' di China semua warga China mengenal Guan, itu akan membuat buruk reputasi Luhan jika suami nya tidak datang diacara pesta yang menurutnya tak penting sama sekali ini dan Sehun kembali mencibir tentang hal itu. Nation daughter pantat Luhan jengkel nya dalam hati, ia lebih rela julukan itu diberikan pada artis seperti Dilraba atau Angelababy saja karena mereka lebih pantas mendapat kan gelar tersebut imbuh nya dalam hati.
Sehun sudah berdiri disamping meja hidangan, sungguh ia benar-benar bosan berada diacara seperti ini.
Beberapa orang yang melewati nya memandang nya aneh, bukan dirinya yang aneh lebih tepatnya ia terlihat aneh karena menggendong seorang gadis kecil di depan dadanya itu diacara seperti ini, beberapa wanita disini meliriknya dengan senyuman genit.
Ia menatap putri kecilnya yang nampak nyaman didadanya itu.
"Ya Yujie-yaa... kenapa kau nampak begitu senang disini? ketika dirumah sepi saja kau bisa menangis kencang lalu kenapa sekarang ditempat ramai seperti ini kau bisa setenang ini hm? dasar anak nakal" Sehun berbicara sendiri dengan anaknya yang baru berusia 7 bulan itu membuat para wanita yang tadi melirik nya genit kembali memperhatikan dirinya dengan berbisik satu sama lain disana. Dasar penggosip jengkel nya, ia sudah tidak terlalu perduli dengan gerombolan wanita dengan bibir mereka yang berlipstik tebal itu. Diri nya benar-benar jenuh disini, ia kembali memperhatikan putri kecilnya yang masih tenang dengan 'empeng' tersumpal dimulutnya yang mungil hingga ia mendengar seseorang memanggil namanya.
"Sehun!" ia memicingkan mata nya mencari tahu disekian banyaknya orang disini siapa yang memanggil namanya cukup keras dan terkejut begitu mengetahui jika orang tersebut adalah Yixing.
Yixing melambaikan tangan nya diujung sana dan perlahan mendekati dirinya.
"Kenapa kau bisa ada disini?" tanya pria itu, mulutnya membentuk huruf o ketika melihat Sehun tengah menggendong Yujie.
"Kenapa kau juga membawa Yujie kesini Sehun?"
"Lalu harus ku tinggal Yujie sendirian dirumah begitu?" jawab nya datar, Sehun tahu jika berbicara dengan hyungnya yang satu ini akan benar-benar menguras emosinya. Tentu saja Sehun membawa putrinya itu karena Luhan tak pernah menyewa seorang babysitter dan ia juga tak akan berani membiarkan Yujie dijaga oleh Haowen dan Ziyu sendirian, mereka bukan gege yang baik.
"Ketus sekali, aku hanya bertanya saja Oh Sehun kau ini nampak tidak senang disini" Yixing menunduk dan nampak menyapa Yujie, pria itu tersenyum lebar hingga membuat dimple nya itu terlihat begitu jelas.
"Hyung kenapa kau bisa datang kemari?" tanya Sehun membuat Yixing menautkan alisnya bingung.
"Aku datang karena diundang Sehun" jawab nya singkat membuat Sehun kembali menahan rasa kesalnya.
"Aku tahu itu hyung, maksudku apa kau kenal dengan si Guanguan itu?"
"Aku pernah terlibat beradu akting dengan gadis itu Sehun jadi wajar jika aku datang diacara pesta ulang tahunnya ini" jawab Yixing yang hanya dibalas dengan tatapan kesal milik Sehun.
"Oh aku benar-benar ingin mempunyai seorang gadis kecil seperti Yujie" Yixing masih betah menunduk memperhatikan Yujie didepannya.
"Kau bisa membuatnya satu dengan Junmyeon hyung jika kalian mau" jawab Sehun singkat.
Yixing kembali tersenyum, ia meninju lengan Sehun dengan main-main.
"Kau pikir mempunyai anak itu mudah Sehun?"
"Mudah, bukti nya aku sudah mempunyai tiga disini"
Yixing kembali meninju lengan Sehun tapi kali ini terlihat lebih keras karena Sehun nampak mengaduh karena hal itu.
"Sialan kau, kau saja sana yang membuat banyak anak aku dan Junmyeon masih ingin bersantai menikmati waktu santai kami"
"Akan kukabulkan hyung, hanya saja sekarang orang yang akan memberiku anak lagi sedang dirayu oleh ratu ular disana" Sehun melirik sekilas kearah dimana Luhan dan Guan nampak berbincang dengan beberapa orang.
"Lalu kenapa kau tidak menyeretnya kemari sekarang juga? bukan kah tak ada yang bisa menghentikan mu? bawa kemari Yujie aku akan menjaga malaikat kecil ini selagi kau merebut kembali Luhan darinya" Yixing mengambil alih Yujie dari gendongan Sehun, pria itu nampak begitu senang ketika Yujie tak menangis saat ia dekap anak itu didadanya.
Sehun masih berdiri mematung disamping Yixing hingga pria berdimple itu menendang tulang kering Sehun dan mengisyaratkannya untuk segera menemui Luhan disana.
Sehun berjalan malas mendekati Luhan, ia sudah berada hampir tepat dibelakang pria itu.
"Ah kalian benar-benar nampak serasi jika berdiri berdampingan seperti itu." Sehun bisa mendengar seorang wanita tua berbicara tentang mereka berdua dan benar saja Guan nampak tersenyum malu disana seraya masih menautkan jemarinya dilengan Luhan.
"ah bibi bisa saja" jawab nya tersipu,
"Seharus nya dulu kalian menikah saㅡ"
"Permisi, oh! Sayang kau ada disini ayo pulang ini sudah hampir larut" Sehun dengan tiba-tiba menerobos kerumunan disana dan menarik Luhan dari sana.
"Sehun..."
"Ya Luhan siapa pria ini berani sekali menarikmu dariㅡ"
"Oh Sehun, suami Luhan. Ayo pergi Luhan. Haowen dan Ziyu pasti sudah menunggu kita dirumah" Sehun memeluk Luhan disana,
"Hei kenapa kau bisa sekasar itu dengan Luge?!" Guan menyalak didepan Sehun, gadis itu mencoba meraih lengan Luhan dan kembali ditepis oleh Sehun.
"Dia suamiku, aku berhak melakukan apapun dengannya" ia mencium bibir Luhan sekilas membuat Guan dan para kerumunan disana menahan nafas mereka.
"Luhan nampak menikmati setiap perlakuan yang kulakukan padanya" Sehun mengusap bibir Luhan dengan lembut dengan jari nya dan tersenyum tipis melihat bagaimana Luhan terdiam karena hal itu.
"Dan kenapa kau yang sekarang bukan apa-apa nya lagi begitu mengurusi hal sepele seperti ini nona?" Sehun mengecup rambut Luhan seraya tersenyum miring kepada Guan sebelum membawa Luhan menjauh dari gadis itu.
"Umm Yujie-ya, seperti nya malam ini kau harus menginap dirumah uncle" Yixing masih disana, menggendong Yujie didekapannya melihat Sehun yang keluar bersama Luhan dari ruangan itu dengan berpasang-pasang mata melihat mereka.
Seperti nya permintaan Yixing mungkin akan terkabul.
ㅡ
.
.
.
ㅡ
HABEDE MBAK OTONG WKWK nih fic spesial buat ultah mu, walaupun telat:v
