Title: Comeback To Me
(Tinkxx)
– Jaehyun x Taeyong –
an: abal-abal, gak jelas, jangan maksa buat baca, saya cuma lagi butuh hiburan makanya bikin beginian.
– Comeback To Me –
Pagi-pagi sekali Taeyong sudah terbangun. Ia menghirup napas dalam-dalam dan yang tercium malah bau–yang ia yakini bau keringat–Jaehyun yang menempel pada bantal. Ia merengut dan kembali menenggelamkan wajahnya pada bantal.
Seketika saja wajahnya memerah ketika bayangan apa yang sering ia lakukan di kamar ini dengan Jaehyun terputar kembali di pikirannya. Ia bangun dari tidur dan berdeham gugup. Berniat untuk keluar kamar tapi malah tersandung gunungan baju Jaehyun. Ia merintih memegangi kakinya yang terantuk lantai.
Kemudian helaan napas terdengar dari bibir kecilnya. Ia baru sadar kalau semalaman tertidur dikelilingi tumpukan buku yang berserakan, bungkus snack yang sebenarnya sudah terlipat rapi tapi ada dimana-mana dan yang menurut Taeyong paling menjijikkan adalah baju kotor Jaehyun yang ada dimana-mana, yang salah satu tumpukannya membuat dirinya tersandung.
"Dia serius waktu bilang kalau dia menderita ketika kutinggal," gumam Taeyong sembari mengambil semua baju Jaehyun yang berantakan. Mengumpulkannya di ujung ruangan agar nanti Jaehyun tidak perlu repot-repot membersihkannya. Kemudian membersihkan seluruh kamar Jaehyun sampai terlihat bersih.
Taeyong tersenyum. Kakinya melangkah ke kaca yang ada di ruangan itu, melihat tampangnya yang masih bengap bekas pukulan dan lukanya yang sudah sedikit mengering. Pelan-pelan menyingkap kaosnya keatas dan meringis ketika melihat luka memar disana. Tidak sakit memang, tapi menurut Taeyong itu membuat tubuhnya tidak indah lagi. Ia sendiri juga bingung kenapa ia harus berkelahi dengan preman-preman itu. Seingatnya ia sudah berhenti bertengkar dengan preman. Hanya saja, pikirannya semalam terlalu kalut dan ia memilih kabur dari rumah, menolong seorang gadis kecil yang diganggu preman dan malah dirinya sendiri yang kena. Dan akhirnya malah dipertemukan dengan seseorang yang membuatnya kalut–yang mau ia hindari tapi malah terdampar di rumahnya.
Dirinya merengut ketika menyadari kesalahannya. "Kalau saja aku tidak berkelahi, badanku tidak akan menjadi seperti ini.."
Dengan gontai ia keluar dari kamar. Ia yakin pemuda bongsor pemilik rumah ini masih tertidur lelap di sofa. Ia tidak khawatir karena sofa milik Jaehyun memang nyaman sekali.
Ia berjalan ke dapur, membuka kulkas dan mengambil bahan-bahan yang sekiranya bisa dimasak. Tapi yang ia lihat cuma es krim dan susu berbagai merek didalamnya. Ia memutar matanya kesal dan cuma menemukan telur bersama beberapa sayur.
Tidak butuh waktu lama untuk Taeyong memasak. Ia sudah menyelesaikan seporsi makanan untuk Jaehyun dan menyiapkannya di meja makan. Ia juga menuliskan note untuk Jaehyun.
Sedangkan Taeyong sendiri lebih memilih minum susu dan makan coklat batangan yang ia temukan di kulkas Jaehyun. Dirinya tidak pernah tertarik untuk sarapan dengan nasi. Ia lebih pilih roti atau coklat.
Setelah semua selesai, ia berjalan dengan tenang ke pintu-setelah sebelumnya mengambil ponsel dan dompetnya. Menghampiri Jaehyun yang sedang terlelap dengan tenang di sofa dan mengecup dahi Jaehyun sebentar sebelum benar-benar pergi dari rumahnya.
Hanya mengecup sebagai ganti ucapan selamat tinggal. Ia tidak akan terbawa perasaannya sendiri hanya karena hal kecil yang dilakukannya.
Setidaknya itu yang ia harapkan.
TBC
*gelundungan* ini apa sih wkwk. Saya mau update langsung tiga gitu ceritanya, tapi yang mood cuma dua x'D
Love,
Tinkxx
