Title: Gara-gara Perjodohan
Category: Plays/Musicals » Screenplays
Author: 'AN'
Language: Indonesian, Rating: Rated: T
Genre: Romance/Humor/Family
Chapter 1: Hilang Ingatan
Gara-gara perjodohan
.
.
.
HunTao, KrisTao, KaiTao.
.
.
.
Chapter 2 : Hilang Ingatan
.
.
Aku selalu nyaman berada di dekatmu!
Pantulan sinar menembus jendela full kaca yang ada di kamar namja itu. Namja tampan dengan kulit putih. Ia, namja itu bernama oh sehun / wu shixun. Ia sangat membenci sinar di pagi hari, ia sangat membenci jika di bangunkan dengan cara paksa seperti ini. Ia mulai bergerak tidak nyaman.
"HYA SIAPA YANG BERANI MEMBANGUUuuu..." sehun terdiam sejenak, ia duduk dan mengucek kedua matanya. "hey siapa kau?" tanya sehun yang sedikit sadar.
Tao, namja yang membangunkan sehun menutup matanya. Ia malu melihat sehun yang tidak mengenakan baju. "bisakah kau memakai baju sekarang? Atau setidaknya kau menutupnya dengan selimut agar tidak terlihat."
Sehun menaikkan alisnya, "hem.. yealah." Sehun menaikan selimutnya menutupi tubuhnya. "dan sekarang giliranmu menjelaskan kenapa kau bisa di sini dan siapa kau?" Tidak biasanya sehun berkata panjang seperti ini –dengan orang yang tidak di kenalnya. Sungguh keajaiban.
"aku tao, baekhyun hyung menyuruhku. Jadi, Maafkan aku." Tao tertunduk sedih, ini kesalahannya, setidaknya ia tidak bersikap lancang seperti ini. Ini sungguh memalukan.
Sehun bangun, ia mengambil baju yang tergantung tak jauh dari situ. "hum.. dia sungguh kelewatan." Gumam sehun. Sehun menarik tangan tao lembut. "dimana baekhyun hyung?" tanya sehun ketus. Tangan ini, aku merasakan kehangatan di dalamnya.
Tao menelan ludah, sepertinya ia akan kena marah baekhyun dan juga sehun "Di-dia ada di ruang keluarga.." ujar tao ragu.
Sehun bergegas, ia masih menarik tangan tao. Walaupun dengan lembut tetapi tetap saja membuat tao sedikit takut, yah sedikit takut.
"Hyung, kau sungguh keterlaluan. Kenapa kau melibatkan dia kedalam kehidupanku? Ini sungguh menggangguku. Kau tau itu."
Baekhyun cuek, ia mengganti channel televisi. "aku ingin mengubah kebiasan telatmu itu oh sehun! Maka dari itu aku menyuruhnya untuk membangunkanmu! Dan jika aku atau orang lain yang membangunkanmu, maka kau akan murka, berteriak tidak jelas dan setelah itu kau tidur lagi seperti kerbau!" baekhyun menatap sehun tajam. Sedangkan kris yang ada di sofa lainnya tertawa sembari membaca komik -tokyo ghoul- kesukaannya.
Baekhyun kembali menatap televisi, sehun berhenti berbicara dan melepas tangan tao pelan. "cepatlah mandi, kami akan menunggumu di sini. Jangan membantah, mengerti?"
Sehun mengerti, ia tidak ingin membesar-besarkan masalah ini. Ia tidak mau di ceramahi lagi. Lebih baik ia segera mandi dan berangkat lebih AWAL. yah, itu yang baekhyun inginkan.
...
~0~
...
Sehun duduk dengan muka kesal, ia membenci hari di mana baekhyun kembali ke korea. Ia membenci di mana hidupnya selalu di atur oleh kakaknya itu.
"Dasar yeoja jejadian! Agrh!"
Brugh
Sehun memukul meja sekolahnya. Ia sangat kesal hari ini, terlebih saat ia di suruh untuk duduk sebangku dengan tao. Bukannya sehun jahat atau tidak ingin duduk di samping tao, tetapi ia tidak ingin jika tao kena amukannya saat tidur.
"Apakah aku bermimpi? Oh sehun berangkat sepagi ini? Wow, ini sungguh anugrah.." ejek jongin, seorang namja berkulit putih sedikit kecoklatan berjalan mendekat dan duduk di depannya.
Sehun menatap jongin tidak suka, "berhentilah berbicara atau kau akan menyesal."
Kai, atau jongin, tertawa mengejek begitu juga dengan namja cantik bermata bulat itu. Namja cantik yang bernama dyo, dia berhati baik dan sangat ramah.
"hya kyungsoo, kau melupakan ini." Teriak seorang namja berkaca mata, namja yang manly. Yah dia adalah seorang pria sejati.
Kyungsoo, kai, sehun menoleh kearah pintu. Kyungsoo tersenyum, ia berjalan kearah namja itu. "terima kasih h~"
"Sehunieeeeee..." suara cemperng baekhyun menggema di telinga keempat namja itu. Ia menarik tangan tao paksa. Ia melewati kyungsoo dan namja itu, ia mendudukkan tao di samping sehun. "oh begini.. jadi selama aku di china kau duduk di bangku paling belakang di samping jend~"
"hyung stop! Jangan mengaturku lagi arra? Aku sudah muak." Potong sehun acuh. Ia menatap ke luar jendela.
Baekhyun merasa bersalah, seharusnya ia tidak mengatur sehun seperti saat ini. Ia sungguh keterlaluan. "maafkan aku, aku akan pergi." Ucap baekhyun bersalah.
Sehun menatap kepergian baekhyun, sebenarnya ia tidak ingin melakukan seperti ini, tetapi jika ia tidak melakukan seperti ini, ia akan selalu tertindas dan di atur oleh kakaknya itu.
Sehun bangun, hingga membuat tao juga ikut berdiri. "masuklah. Kau duduk di sebelah sana."
Tao mengikuti saran sehun, "kenapa?"
"karena jika kau disini, kau akan di ganggu oleh beberapa namja. Dan di benci oleh para yeoja." Ucap sehun tanpa berfikir.
"aku namja, seharusnya aku di benci para namja dan di sukai oleh banyak yeoja." Jawab tao polos.
"kau itu cantik" sehun meletakkan tangan kanannya untuk menopang kepalanya. Sepertinya ia akan melanjutkan tidurnya.
Tao sangat malu, wajahnya tampak merah. Kai yang duduk di depannya menatap tao gemas.
Sedangkan kyungsoo kembali berbicara dengan namja itu. "terimakasih hyung."
Namja itu mengangguk, ini sudah biasa. "siapa namja cerewet tadi?"
"baekhyun hyung, kau melupakannya?"
Namja itu mencoba mengingatnya, sepertinya ia ingat dengan baekhyun "hum.. sifatnya gak pernah berubah. Ia masih cerewet seperti dulu."
Kyungsoo setuju dengan kakaknya. Semua orang tau jika baekhyun adalah seorang namja cerewet namun sangat perhatian dan juga baik.
...
~0~
...
Baekhyun duduk di taman balakang sekolah, ia sedih saat mengiangat perlakuan buruknya ke adik semata wayang. Seharusnya ia tidak bersikap seperti ini.
Ia memandang datar pepohonan dan rumput hijau. Ia tidak sadar jika seseorang tengah duduk di sampingnya.
"kau itu seorang kakak yang baik. Sangat perhatian dan perduli. Namun perhatianmu itu sedikit berlebihnan hingga membuat sehun merasa tidak nyaman."
Baekhyun menoleh kesumber suara, ia terkejut saat melihat seorang namja berkaca mata duduk di sampingnya.
Namja itu memandang kedepan dan melanjutkan perkataannya. "jika kau ingin mendapatkan hatinya, maka rangkullah dia, buat dia merasa nyaman. Buat dia yakin bahwa kau mengatakan yang terbaik untuknya."
Baekhyun mengangkat alis kanannya, ia menatap namja itu datar. "siapa kau?"
"Kim jongdae." Namja itu tersenyum, ia berharap baekhyun masih mengingat namanya.
"Chen?" tanya baekhyun berbinar.
"bukan, tapi kim jongdae." Sewot jongdae tidak terima.
"tapi aku ingin memanggilmu chen.." mata baekhyun berbinar, ia memeluk jongdae dengan erat "aku merindukanmu chennie."
Jongdae memerah, ia sungguh malu. Seharusnya ia yang berkata aku sungguh merindukanmu baekkie. Sungguh harga dirinya jatuh.
"Harga diriku jatuh!" lirih jongdae pasrah.
Baekhyun melepaskan pelukannya, ia menatap jongdae bingung "kau mengatakan sesuatu chennie?"
Jongdae memutar bola matanya malas "ani" ia sungguh membenci panggilan istimewa dari baekhyun. Chennie? Why? Kenapa harus chennie? Ini sungguh menggelikan.
...
~0~
...
Tao duduk sendiri di kelas, ia menikmati masa istrahatnya di dalam kelas. Ia menghela, seharusnya ia menerima ajakan sehun dan kawannya. Seharusnya ia membatalkan janjinya dengan baekhyun. Seharusnya...
"Ayolah, ikut denganku. Baekhyun tidak akan kesini." Ucap sehun yang berdiri di depan pintu.
Tao terkaget mendengar dan melihat sehun yang muncul tiba-tiba. "ah ne.." tao bangun, ia berjalan kearah sehun.
Mereka berjalan beriringan, dan saling diam.
Brugh
Hampir saja tao jatuh, jika sehun tidak cepat maka tao akan mengaduh kesakitan di lantai. Yah untung sehun memeluk tao erat. Pelukan ini, terasa sangat hangat.
"Maaf Oppa. Aku tidak melihatmu." Ujar yeoja gendut itu.
Sehun mengangguk, "lain kali hati-hati."
Yeoja itu berlalu, sehun melepaskan pelukannya. Membiarkan tao berdiri. Namun sial, kaki tao kesleo, ia tidak bisa berdiri tegak.
"au" aduh tao, ia kesakitan sekarang.
Tanpa banyak bicara, sehun menggendong tao seperti layaknya seorang pengantin. Tao shock, ia memberontak beberpa kali. Ia bisa berdiri sendiri.
"diamlah, sebentar lagi sampai."
Tao pasrah, ia merasakan rasa nyaman di pelukan sehun.
...
~0~
...
Baekhyun dengan santai makan bersama Jongdae di kantin, ia lupa jika ia punya janji dengan tao.
Ia masih makan dengan santai serta tertawa terbahak-bahak. Ia sungguh menyukai gurauan yang jongdae lontarkan.
"Chen.."
Jongdae diam. walaupun baekhyun tidak memanggilnya chennie lagi, tetapi tetap saja baekhyun memanggilnya chen bukan nama aslinya.
"Jongdae-ya!"
Jongdae tersenyum, akhirnya baekhyun memanggilnya jongdae bukan chen ataupun chennie. "ne, Baekkie?"
Baekhyun memakan spaggetinya, "hum... tidak jadi."
"kau aneh." Ucap chen datar, ia kembali memakan nasi gorengnya. Sedangkan baekhyun diam, ia memandang kedua orang namja yang tak jauh dari kantin.
Baekhyun memukul kepalanya, ia melupakan tao dan sekarang tao ada di gendongan sehun. Sebenarnya apa yang terjadi?
Baekhyun berdiri, ia berlari kearah sehun dan juga tao. Sedangkan chen yang masih duduk, hanya menaikkan alisnya menatap baekhyun yang berlarian. Kedua matanya menangkap sehun dan juga seorang namja. Ia yakin baekhyun sedang mengejar mereka berdua.
"mereka sungguh aneh" jongdae kembali melahap nasi gorengnya dengan santai.
...
~0~
...
Waktu sudah menunjukan pukul 07:30 Pm, saat ini sehun dan tao sedang di intograsi oleh baekhyun. Sedangkan kris, dia masih cuek dan membaca komik kesukaannya itu.
"kenapa tadi sehun menggendongmu? Dia berbuat jahat? Dia menjatuhkanmu?"
Sehun memutar kedua matanya, "jia aku berbuat jahat, menjatuhkannya, melukainya... aku gak bakalan membawanya ke uks hyung!"
Baekhyun masih menatap tao, ia menulikkan telinganya. Ia masih menunggu jawaban tao.
"tao menunggu hyung, tapi hyung tidak kunjung datang. Sebab itulah sehun balik dan mengajak tao ke kantin. Tapi saat perjalanan di kantin, tao di tabrak hingga kaki tao kesleo."
Baekhyun merasa bersalah "aduh, maaf tadi hyung bertemu teman lama, jadi hyung lupa."
Sehun merasa bosan, ia berdiri dan berjalan kearah kamarnya.
"sehun kau mau kemana?"
"kekamar."jawab sehun singkat.
Baekhyun menghela nafas, ia lelah dengan sifat sehun.
...
~0~
...
Hari ini adalah hari sabtu, sehun sangat senang dengan hari ini, karena hari sabtu (&minngu) adalah hari libur. Kini sehun duduk di ujung ranjangnya, ia merasa segar karena sudah mandi. Ia mengambil ponselnya dan mengetik sebuah pesan untuk seseorang.
To Luhan : pagi hyung, maaf kemarin aku tidur duluan.
From Luhan : Pagi juga hunnie. Iya.. kau sedang apa hunnie?
Sehun berdiri, ia membuka knop pintu sembari membalas pesan. Ia mulai melangkah ke arah tangga.
To Luhan : Sedang mencari makan. Aku lapar. Kau hyung?
Brugh
Sehun menabrak tao, mereka hampir saja jatuh. Jika saja sehun tidak memegang gagang tangga dan memegang tangan tao, mungkin mereka akan jatuh bersama di tangga. Yah walaupun sehun harus merelakan ponselnya remuk.
"maafkan aku, jika tadi aku tidak terburu-buru, mungkin tidak akan seperti ini. Maaf" sesal tao.
Sehun tersenyum, "tidak apa. Kenapa kau terburu-buru? Boleh aku membantumu?" tawar sehun tulus. Tidak biasanya sehun bersikap lembut dan hangat seperti ini.
"kalungku hilang. Aku tidak bisa menemukannya."
"baiklah, ayo kita mencarinya bersama." Ucap sehun dengan nada riang dan HANGAT. Dan sekali lagi, ia melupakan ponselnya dan juga melupakan pesan dari luhan.
Sehun dan tao sibuk mencari kalung, sekarang mereka ada di halaman belakang.
"kalungmu berwarna apa? Bentuknya?" sehun mencarinya di semak-semak dekat kolam renang.
"seperti liquid. Sangat bening dan berkilau." Ucap tao yang juga sibuk mencari kalung.
Sehun terdiam, ia berusaha mengingat. Sepertinya ia pernah melihatnya di kamar...nya, yah di kamarnya, tidak salah lagi.
Sehun berdiri dan menarik tangan tao.
"mau kemana?"
"kekamarku."
...
~0~
...
"benar itu?"
Tao mengangguk yakin, ini adalah kalungnya, kalung yang sangat berharga. Kalung...
"dari pacarmu?" tanya sehun sembari duduk di ranjangnya.
Tao menggeleng, kemudian ia tersenyum. "dari sahabatku. Dia sangat baik. Dia orang korea."
Sehun mengangguk paham, "kau menyukainya? Dia sangat berarti?"
"tidak, aku merasa nyaman saja, jika di dekatnya. Entahlah.. aku tidak tahu.. yang jelas aku merindukannya, merindukan kehangatannya." Tao menatap kalung itu, kemudian ia menatap sehun yang ada di depannya. "dimana kau menemukannya?"
"Aku menemukannya di pojok bawah jendela. Aku pikir kau menjatuhkannya saat kau membangunkanku kemarin."
Tao terdiam, ia kembali berfikir. Kalung itu terjatuh semalam, mana mungkin... tao menggeleng. Ia kembali menatap sehun "ah iya, maafkan aku. Aku selalu merepotkanmu." Tao membungkuk "kalau begitu, aku ijin kekamarku."
Sehun mengangguk bingung, kenapa sifat tao berubah begitu cepat. "iya, simpan baik-baik kalungmu."
Tao tersenyum dan kemudian masuk kedalam kamarnya.
...
~0~
...
Baekhyun menggeleng, melihat Iphone6 remuk begitu saja. Ia mengambil ponsel itu dan membuangnya di tong sampah.
Ia kembali berjalan kearah kamar tao. Membuka knop pintu dan duduk di sofa yang ada di kamar.
"kau sudah menemukan kalungmu?" tanya baekhyun.
Tao mengangguk, menyondorkan kalung kesayangannya "sudah, sehun menemukannya."
Baekhyun menyirit, sepertinya ia pernah melihat kalung ini.. tapi dimana ya.. "kalung ini.. seperti milik kris hyung.. hum atau sehun yah.. pokoknya yang jelas, salah satu di antara mereka memiliki kalung yang persis seperti ini." Baekhyun mengambil kalung itu dan melihatnya dengan jeli, "iya, aku pernah melihat salah satu diantara mereka memakai kalung ini."
Tao membulat, benarkah yang baekhyun katakan? "kau tidak sedang menghiburkukan hyung?"
Baekhyun menggeleng, ia yakin bahwa sehun atau kris pernah memakainya. "apa aku pernah membohongimu?"
Tao menggeleng, ia harap baekhyun memang benar.
"baiklah, waktunya makan. Kita akan membahasnya lagi nanti.." baekhyun berdiri, ia membuka knop pintu. "oh ya tao bisakah kau memanggil kris hyung dan juga sehun untuk makan?"
Tao menggguk, "ne hyung" ia berdiri dan menjalankan perintah baekhyun.
Tao kembali masuk kedalam kamar sehun, ia menemukan sehun yang sedang bermain Dota dengan asik. "Hun, makanlah dulu."
Kedua mata sehun masih menatap layar komputernya. "bentar lagi. Nanggung."
Tao tersenyum, ia mendekati sehun. "makanlah dulu, setelah itu kita bermain bersama."
Sepertinya telinga sehun perlu di bersihkan. "kau bisa bermain dota?" tanya sehun menatap tao sekilas.
"kau meragukanku?" tao menaikkan alisnya.
Sehun kembali menatap layar, ia juga menaikkan alisnya. Ia tertawa remeh. "tentu, kaukan seperti baekhyun hyung.. lemah lembut.. mana bisa bermain permainan seperti ini." Lagi-lagi ia tertawa remeh.
"lihat saja nanti" tao menjulurkan ludah dan berjalan kearah pintu. "ayo, cepat makan." Ujarkan setelah itu keluar dan menuju kearah kamar kris.
Ia mengetuk pintu kamar kris pelan. Saat ia rasa tidak ada jawaban, tao memutuskan untuk masuk kedalam kamar. Ia mencari-cari kris, bahkan sampai di dalam kamar mandi (dikamar). Ia membuka pintu balkon berharap kris ada di sana.
"kris hyung. Kau dimana" tao kembali masuk kedalam kamar dan menutup pintu balkon, ia melihat benda berkilau yang ada di meja belajar, di sana ia menemukan sebuah kalung berlian yang sangat berkilau. Kalung yang sama seperti miliknya. Kalung liquid yang hanya ada 2 di korea.
Ia membulat, ia tidak menyangka jika kris adalah namja yang selama ini ia cari..
"akhirnya... aku bisa melihatmu." Ia menangis sekarang, ia sungguh senang sekaligus gembira. Ia bersyukur karena bisa melihatnya kembali.
"Kris hyung, ternyata kau lah namja itu.. aku sungguh merindukanmu.."
TBC
Apakah benar kalung itu milik kris? Atau kalung itu milik sehun? Bagaimana kelanjutannya? RnR please, biar author semangat.
Author sudah liburan ini.. jadi jika sempat autor akan update kilat seperti ini..
Author mau fokus sama ff ggp sama 1314. Yang lain nanti nyusul aja yah.. (kalau ada waktu)
Big thanks : untuk semua readers yang sudah review *bow
